0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan124 halaman

Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati

Dokumen tersebut membahas tentang pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan. Disebutkan beberapa jenis tanaman yang berpotensi menghasilkan pestisida nabati seperti mimba, mindi, krisan, dan tembakau. Pestisida nabati dapat dibuat dari ekstraksi bagian tanaman seperti daun, bunga, biji, dan akar yang kemudian diolah menjadi bubuk atau larutan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
113 tayangan124 halaman

Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati

Dokumen tersebut membahas tentang pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan. Disebutkan beberapa jenis tanaman yang berpotensi menghasilkan pestisida nabati seperti mimba, mindi, krisan, dan tembakau. Pestisida nabati dapat dibuat dari ekstraksi bagian tanaman seperti daun, bunga, biji, dan akar yang kemudian diolah menjadi bubuk atau larutan.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan : 10

TUMBUHAN PENGHASIL
PESTISIDA NABATI
Dosen Pengajar : Dra. Nina Tanzerina, M.Si
Tumbuhan yang berpotensi
Sebagai Pestisida Nabati
PESTISIDA ALAMI
Pestisida
Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan
untuk membunuh hama, baik yang berupa tumbuhan,
serangga maupun hewan lain dilingkungan kita.

Berdasarkan OPT yang akan diberantas, pestisida


digolongan menjadi

Insektisida Rodentisida Herbisida

Fungisida Akarisida Bakterisida

Larvasida
PESTISIDA

 Insektisida
 Fungisida
 Herbisida
 Nematisida
 Akarisida
 Rodentisida
 Dll
Berdasarkan cara pembuatannya, pestisida
digolongkan menjadi

Pestisida sintetis Pestisida nabati

 Pestisida sintetis merupakan pestisida yang berasal dari

campuran bahan kimia.

 Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal

dari tumbuhan. Pestisida nabati terbuat dari bahan alami/nabati

maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai di alam jadi

residunya singkat sekali. Pestisida nabati bersifat “pukul dan lari”

yaitu apabila diaplikasikan akan membunuh hama pada waktu itu

dan setelah terbunuh maka residunya cepat menghilang di alam.

Jadi tanaman akan terbebas dari residu sehingga tanaman aman


Pestisida botani:

Setiap bahan kimia dari tumbuhan


yang
dapat mengakibatkan satu atau lebih
pengaruh biologi terhadap OPT dan
memenuhi syarat untuk digunakan
dalam pengendalian OPT
Cara Kerja Pestisida Nabati Secara Spesifik

1. Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa,


2. Menghambat pergantian kulit,
3. Menganggu komunikasi serangga,
4. Menyebabkan serangga menolak makan,
5. Menghambat reproduksi serangga betina,
6. Mengurangi nafsu makan serangga,
7. Memblokir kemampuan makan serangga,
8. Mengusir serangga (Repellent),
9. Menghambat perkembangan patogen penyakit
Kategori insektisida botani
 Insektisida botani dalam arti sempit (bahan
kimia beracun):
- Racun syaraf: piretrin dari bunga piretrum,
nikotin dari tembakau, pipersida dari
Piperaceae
- Racun respirasi: rotenon dari akar tuba dan
skuamosin dari biji srikaya
- Penghambat fungsi hormon serangga (IGR)
azadirahtin dari biji mimba
 Zat penghambat makan: salanin dari mimba,
limonin dari kulit jeruk
 Zat pengusir: senyawa terpenoid dari Asteraceae
 Zat pemikat: metil eugenol dari selasih
 Zat pemandul: β-asaron dari jeringau
 Sebelum insektisida sintetik banyak digunakan, ada 3
jenis insektisida dari tumbuhan (insektisida botani) yang
telah diproduksi secara komersial dan digunakan secara
luas untuk pengendalian hama di berbagai bagian
dunia, yaitu sediaan berbahan aktif:

- piretrin dari bunga Chrysanthemum cinerariafolium

(piretrum)
- nikotin dari daun Nicotiana spp (tembakau dan

kerabatnya)
- rotenon dari akar Derris spp. (tuba dan kerabatnya)
Pemicu kebangkitan minat terhadap
pestisida botani
 Dampak negatif dari pestisida sintetik

 Meluasnya penerapan konsep PHT

 Berkembangnya pertanian organik

 Upaya pelestarian lingkungan

 Perjanjian perdagangan internasional


(Sanitary & Phytosanitary Measures) yang
membatasi kadar residu pestisida pada
produk ekspor/ impor
INSEKTISIDA

 Insektisida (dalam arti yang luas):


semua bahan kimia yang menunjukkan
bioaktivitas pada serangga,termasuk:
bahan penolak (repellent)
penghambat makan (antifeedant/feeding
deterrent)
penghambat perkembangan (insect growth
regulator/IGR)
penolak/penghambat peneluran (oviposition
repellent/deterrent)
➢2.000 jenis tumbuhan mempunyai sifat-sifat
insektisidal
➢KRITERIA INSEKTISIDAL:
 Mudah dibudidayakan
 Tanaman tahunan (tidak perlu ada
penanaman kembali sesudah diambil
bahan mentahnya)
 Tidak menjadi gulma
 Mudah diproses
 Mempunyai nilai ekonomis tambahan
misalnya sebagai tanaman pangan,
tanaman obat, tanaman pakan atau
tanaman industri
 Proses pembuatan pestisida nabati
Bagian tanaman seperti daun, bunga, biji dan
akar bisa digunakan untuk pengendalian OPT
dalam bentuk bubuk (bahan dikeringkan
kemudian digiling atau ditumbuk) dan larutan
hasil ekstraksi.
Proses ekstraksi sederhana dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu
1. Ekstraksi bahan segar dengan air :
a. Pengumpulan bahan/penyortiran

b. Pencucian
c. Penghancuran
- diblender

- ditumbuk

d. Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari)


e. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi
f. Larutan hasil ekstraksi siap pakai

1. Ekstraksi bahan kering dengan air :
a. Pengumpulan bahan/penyortiran

b. Pengeringan

- daun dikeringanginkan
- biji/bagian yang lebih tebal dijemur di bawah
sinar matahari
a. Pencucian

b. Penghancuran

c. digiling atau ditumbuk

d. Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari)

e. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi

f. Larutan hasil ekstraksi siap pakai



1. Ekstraksi dengan pelarut alkohol :
a. Proses seperti di tersebut atas

b. Ethanol diuapkan


Pestisida nabati/botani
Biopestisida
KEUNTUNGAN:

 Mudah terurai (biodegradable) di alam


 Tidak mencemarkan lingkungan
 Relatif aman terhadap manusia dan ternak
 Dapat membunuh hama dan penyakit
 Mudah diaplikasikan oleh petani
 Melestarikan plasma nutfah/usaha budidaya
 Dapat dipadukan dengan komponenlain dari PHT
 Beberapa jenis dapat disiapkan sendiri oleh petani
KELEMAHAN:
 Tidak dapat langsung mematikan target yaitu
serangga hama
 Effektivitasnya tergantung dari bahan tumbuhan
yang dipakai
 Efek residu yang pendek berarti efektivitasnya
terbatas
 Persistensi yang singkat, artinya aplikasi harus
dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi mahal,
atau tidak praktis
 Membutuhkan bahan kasar (raw material) yang
sangat banyak, terutama jika hendak diekstraksi,
karena kandungan bahan insektisidalnya umumnya
sedikit atau rendah (tanpa ekstraksi efektivitas
bahan menjadi rendah)
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PESTISIDA
ALAMI

Kelebihan: Kelemahan:
 Lebih ramah terhadap alam,  Kurang praktis.
karena sifat material organik  Pestisida organik tidak bisa
mudah terurai menjadi bentuk disimpan dalam jangka lama.
lain. Setelah dibuat harus segera
 Residu pestisida organik tidak diaplikasikan sehingga kita
bertahan lama pada tanaman, harus membuatnya setiap kali
sehingga tanaman yang akan melakukan penyemprotan.
disemprot lebih aman untuk  Hasil penyemprotan pestisida
dikonsumsi. organik tidak secepat pestisida
 Jika dilihat dari sisi ekonomi kimia sintetis. Perlu waktu dan
penggunaan pestisida organik frekuensi penyemprotan yang
memberikan nilai tambah pada lebih sering untuk membuatnya
produk yang dihasilkan. Produk efektif.
pangan non-pestisida harganya  Pestisida organik relatif tidak
lebih baik dibanding produk tahan terhadap sinar matahari
konvensional. dan hujan.
Sekarang terdapat 3 sumber insektisida
alami yang penting dan memiliki prospek
yang baik untuk dikembangkan lebih lanjut,
yaitu:
- tumbuhan
- mikro-organisme tanah (Streptomyces
avermitilis dan Saccharopolyspora
spinosa)
- organisme laut (cacing laut
Lumbriconereis
heteropoda dan bunga karang
Theonella
swinhoei)
 Insektisida nabati: insektisida yg
bahan
dasarnya berasal dari
tumbuhan/ tanaman

 Bioinsektisida /Insektisida
mikrobial,
insektisida yang berasal dari
mikroorganisme,
contoh: Bacillus thuringiensis (BT),
telah diformulasikan dengan
merek dagang Thuricide, Dipel,
Florbac dll
Contoh-contoh

Nimba, mindi,
krisan,tembakau dll.
Streptomyces
avermitilis,Saccharopolyspor
a spinosa
Lumbriconereis heteropoda
(cacing laut)
Bunga karang (Theonella
swinhoei)
Lanjutan

 Sebanyak 25 jenis tumbuhan yang diduga berpotensi sebagai tumbuhan

penghasil pestisida nabati, 19 jenis di antaranya telah teridentifikasi

dan 6 jenis lainnya belum teridentifikasi. Jenis-jenis yang

teridentifikasi tergolong dalam famili Menispermeaceae, Piperaceae,

Leguminosae, Rutaceae, Bombaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae,

Moraceae, Arecaceae, Graminae, Solanaceae, Zingiberaceae,

Simarubaceae, Dioscoreaceae, Selaginellaceae, dan Verbenaceae.

Universitas Sriwijaya
 Sistematika Tanaman Mimba ( Azadirachta indica ).
 Klasifikasi dan Morfologi
 Divisi : Spermatophyta
 Subdivisi : Angiospermae
 Kelas : Dicotyledonae
 Subkelas : Dialypetaleae
 Bangsa : Rutales
 Suku : Meliaceae
 Marga : Azadirachta
 Jenis : Azadirachta indica A. Juss.

Azadirachta indica / Mimba
 Kandungan Bahan Aktif tanaman
mimba
 Di dalam tanaman mengandung sekelompok bahan aktif
yang disebut “produk metabolit sekunder” (secondary
metabolic products), dimana fugsinya untuk berinteraksi
atau berkompetisi, termasuk menjadi bahan untuk
melindungi diri dari gangguan pesaingnya. Mimba terutama
dalam biji dan daunnya mengandung beberapa komponen
yang sangat bermanfaat dalam bidang pertanian (pestisida
dan pupuk)
 Bahan aktif yang ada diantaranya adalah azadirachtin,
salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin. Mimba tidak
membunuh hama secara cepat, namun mengganggu hama
pada proses makan, pertumbuhan, reproduksi dan lainnya.
Azadirachtin berperan sebagai ecdyson blocker atau zat
yang dapat menghambat kerja hormon ecdyson, yaitu
suatu hormon yang berfungsi dalam proses metamorfosa
serangga. Salanin berperan sebagai penurun nafsu makan
(anti-feedant) yang mengakibatkan daya rusak serangga
sangat menurun, walaupun serangganya sendiri belum
mati. Meliantriol berperan sebagai penghalau (repellent)
yang mengakibatkan serangga hama engan mendekati zat
tersebut. Nimbin dan nimbidin berperan sebagai anti
mikroorganisme seperti anti-virus, bakterisida, fungisida
sangat bermanfaat untuk digunakan dalam mengendalikan
penyakit tanaman.
(b
(a)
)

Gambar 2.4.6. (a) Produk hasil dari biji Mimba


(b) Produk hasil dari daun Mimba
Ajeran (Bidens pilosa L.)

 Termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan.


Kadang-kadang ditanam di halaman sebagai tanaman hias.
Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk
segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing
berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang,
mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah biji dan seluruh bagian
tanaman yang berada di atas tanah (herba).
 Bahan kimia yang terkandung dalam ajeran adalah flavonoid, terpen,
fenilpropanoid, lemak dan benzenoid. Bersifat sebagai insektisida.
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran

1 gelas biji ajeran Masukkan biji Tambahkan larutan Kutu daun, ulat
1 L air sabun/ ajeran ke dalam dengan 1 liter air. tanah dan
deterjen panci tambahkan Tambahkan sabun. Aduk tungau.
secukupnya air, didihkan hingga rata.
panci selama 5 menit. Semprotkan ke seluruh
ember Saring. bagian tanaman atau
alat penyaring siram ke tanah di
sekitar tanaman.
1 tanaman ajeran Rajang tanaman Semprotkan ke seluruh Kutudaun, ulat
2 liter air Sabun/ ajeran. Rendam bagian tanaman atau tanah dan
deterjen dalam air selama siram ke tanah di tungau.
secukupnya 24 jam. Saring sekitar tanaman.
sampai getahnya
keluar. Tambahkan
sabun/deterjen.
Tembelekan (Lantana camara)

 Herba, batang berbulu dan berduri serta berukuran lebih kurang


2 cm. Daun tunggal, duduk berhadapan bentuk bulat telur
ujung merunc ing pinggir bergerigi tulang daun menyirip. Bunga
mempunyai warna putih, merah muda, jingga kuning, dan
sebagainya. Buah seperti buah buni berwarna hitam mengkilat
bila sudah matang.
 Senyawa kimia yang terkandung dalam tembelekan antara lain
alkaloida, saponin, flavanoida, tanin dan minyak atsiri.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah daun. Cara kerja : 1.
Bersifat sebagai insektisida, 2. Penolak (repellent).
Bahan dan Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran
Alat

Daun Keringkan dan Taburkan serbuk Ulat penggerek


Tembelekan anginkan daun daun Tembelekan daun kentang
secukupnya Tembelekan pada umbi kentang (Phthorimaea
dengan ketebalan operculella)
± 3 cm.
Piretrum cinerariaefolium
Pyrethrum cinerariaefolium Trev
 Klasifikasi ilmiah
 Kerajaan: Plantae
 Divisi: Spermatophyta
 Upadivisi: Magnoliophyta
 (tidak termasuk) Asteridae
 Kelas: Magnoliopsida
 Ordo: Asterales
 Famili: Asteraceae
 Genus: Pyrethrum
 Spesies: P. cinerariaefolium Trev
Deskripsi : semak, bunga majemuk
bewarna putih, tinggi 20-70 cm
 Bagian yg digunakan ; bunga ditumbuk
menjadi tepung.
 Kandungan aktif : Piretrin dpt
melumpuhkan syaraf serangga.
 Dapat membunuh serangga gudang
callosobruchus analis .
 2. Babadotan (Ageratum conyzoides)
 Famili : Compoitae
Gb Ageratum conizoides
lanjutan

 Deskripsi : herba, tinggi 30-90 cm tumbuh


tegak ,batang bulat, bunga putih ungu
 Bagian yg digunakan : daun ditumbuk
campur pelarut.
 Kandungan aktif : saponin, flavanoid,
polifenol, minyak atsiri.
 Kegunaan : dapat menghambat larva
serangga menjadi pupa
Gb Gadung / Dioscorea hispida
GB umbi gadung
Ekstrak gadung
 Bahan dan Alat :
 1 kg gadung
 Air secukupnya
 Kain saring
 Cara Pembuatan :
 Gadung dikupas, dicuci, dan diparut lalu diperas
dengan kain bersih
 Cara Penggunaan :
 Ambil larutan dengan dosis 5 – 10 ml/liter air.
Semprotkan ke seluruh tanaman yang terserang
pada pagi atau sore hari
 OPT Sasaran :
 Walang sangit dan OPT padi
Kenikir/ Cosmos caudatus
Kenikir/ Comos caudatus
 Berfungsi sebagai pestisida nabati
 Tanaman kenikir dapat digunakan sebagai pestisida nabati,
berbeda dengan pestisida nabati yang lain yang biasanya
hanya diambil daun, umbi atau buah nya kemudian
diekstrak dan disemprotkan pada tanaman, tetapi tanaman
kenikir dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama
dengan 2 cara:
 a. Diekstrak kemudian disemprotkan
 Sama dengan pestisida nabati lainnya, yaitu; daun kenikir
dihancurkan, diekstrak, diberi deterjen, didiamkan 24 jam,
dikemudian disemprotkan pada tanaman. Pestisida nabati
dari tanaman kenikir ini dapat digunakan untuk
mengendalikan hama ulat daun, bahkan apabila
pemakaiannya ditingkatkan dosisnya dapat bersifat racun
kontak bagi hama tanaman seperti aphis dan plutella.
Kemampuan kenikir sebagai pestisida nabati ini karena
kenikir mengandung senyawa kimia saponin dan flavonoid
juga memiliki rasa yang pekat.
Gb Baringtonia (Bitung)
lanjutan
 4.Bitung (Barringtonia acutangula BL)
 Famili: Lecythidaceae
 Deskripsi ; Tumbuhan menahun tinggi 17 m, batang
berkayu , tanaman pelindung.
 Bunga bewarna merah, berambut, buah segi empat
dan berserabut, biji besar.
 Bagian yg digunakan : Biji dikeringkan dibuat tepung
 Kandungan aktif : saponin, triterpenoid
 Hama yg dikendalikan : racun perut terhadap
serangga Sitophilus sp, menghambat pertumbuhan
larva Cricula
Abrus precatorius/ Saga
lanjutan

 Saga (Abrus precatorius L)


 Famili : leguminosae
 Deskripsi : tumbuhan memanjat, tinggi 2-
5 m, buah polong,
 Bagian yg digunakan : Biji ditumbuk
 Kandungan aktif : tanin, toksalbumin
 Hama yg dikendalikan : tepung biji sbg
racun perut serangga, mengedalikan
hama gudang Sitophilus sp
Derris elliptica (Akar Tuba)

DESKRIPSI :
Tanaman tuba termasuk ke dalam famili Fabaceaae
Klasifikasi
(Leguminosae), tanaman tuba termasuk: jenis merayap
Kingdom 5-12 : meter
yang membelit dengan panjang Plantae dengan
panjang daun antara 15-30 Divisi
cm. : Magnoliophyta
Kelas
17. Akar tuba (Derris elliptica) : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Akar tuba (Derris elliptica) Filumadalah tanaman perdu,
: Caesalpiniaceae
digunakan bagian akarnya Genusuntuk pengusir hama, putas
: Derris
ikan esktrak akar tuba dapat Spesiesmenyebabkan kematian
: Derris
rayap tanah Coptotermes elliptica
curvignathus sebesar 100%
yang diaplikasikan dengan cara penyemprotan dan
pemberian umpan kayu yang telah direndam dalam
Sumber
ekstrak : www.google.com
akar tuba dengan konsentrasi mencapai 5% dan
10%
Tanaman Penghasil Pestisida Alami
Tuba/ Deris eliptica / F:
Leguminoceae
 Manfaat Tanaman Tuba. Tanaman ini merupakan
penghasil bahan beracun yang dapat digunakan
untuk mengendalikan hama serangga, baik di luar
ruangan maupun didalam ruangan.
Disamping rotenon sebagai bahan aktif utama,
bahan aktif lain yang terdapat pada akar tanaman
Tuba (Derris elliptica) adalah deguelin, elliptone,
dantoxicarol.
 Tanaman ini sering digunakan sebagai racun ikan.
Namun dapat juga dapat digunakan sebagai
insektisida, yaitu untuk pemberantasan hama pada
tanaman sayuran, tembakau, kelapa, kina, kelapa
sawit, lada, teh, coklat, dan lain-lain. Di
Kalimantan, ekstrak akarnya digunakan sebagai
racun untuk anak panah.
lanjutan
 3. Aglaia (Aglaia odorata L) (pacar cina)
 Famili : Meliaceae
 Deskripsi : tanaman perdu tinggi 2-5 m,
batang berkayu, daun majemuk, bunga
kuning kehijauan.
 Bagian yg digunakan : daun dihancurkan
dengan pelarut,
 Kandungan aktif: alkaloid, saponin,
flavanoid, tanin dan minyak atsiri
 Hama yg dikendalikan : hama gudang
Tribolium castaneum dapat menyebabkan
kematian dan menghambat reproduksi
Aglaia odorata (pacar cina)
Gliricidia sepium(Daun Gamal)
 Kandungan bahan aktif daun Gamal adalah tanin
sedangkan esktrak pestisida nabati daun gamal
efektif untuk mengendalikan ulat dan hama
penghisap. Daun gamal dapat dipergunakan
sebagai insektisida jika di tambah dengan minyak
tanah dan detergen. Ekstrak daun gamal tampa
tambahan minyak tanah sangat rendah ke
efektipanya, namun penggunaan minyak tanah
harus dilakukan dengan hati-hati . penggunaan
minyaak tanah yang terlalu sering menyebabkan
daun terbakar. Penggunaan minyak tanah
mendekati saat- saat panen dapaat menimbulkan
bau pada hasil pertanian
Daun Gamal/Gliricidia sepium/F:
leguminoceae
 Cara pembuatan pestisida naabati dengan daun
gamal

 a. Alat dan bahan : Blender, penumbuk, panci,


(wadah selama pemanasan), ember plastik,
pengaduk kayu, timbangan, pisau,
b. Langkah kerja
1. Tumbuk / hancurkan 100-150 gram daun gamal
segar dengan penambahan 259 ml air (bisa
menggunakan blender ) hingga menjadi larutan
2. Masukan larutan tersebut ke dalam kantong
kain halus dan peras (atau dapat pula dengan
saringan halus). Tampung larutan perasan atau
hasil penyaringan dalam ember berukuran 10 liter
3. Tambahkan 250 ml minyak tanah +50 gram
detergen dan aduk sampe rata
4. Tamabahkan 8 liter air aduk sampe rata
5. Semprotkan larutan tersebut ke pertanaman
dengan menggunakan alat semprot
Jeringau (Acorus calamus L.)
 Tanaman jeringau merupakan herba menahun dengan tinggi sekitar 75
cm, tumbuhan ini biasa tumbuh di tempat yang lembab, seperti rawa
dan air pada semua ketinggian tempat. Batang basah, pendek,
membentuk rimpang dan berwarna putih kotor. Perbanyakan dengan
stek batang, rimpang atau dengan tunas-tunas yang muncul dari buku-
buku rimpang.
 Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida nabati adalah
rimpang. Rimpang dapat digunakan dalam dua bentuk yaitu berbentuk
tepung dan minyak. Untuk membuat tepung, rimpang diiris-iris,
dikeringkan kemudan ditumbuk. Sedangkan bentuk minyak dibuat
dengan cara diekstrak menggunakan soxhlet.
 Komposisi minyak rimpang jeringau terdiri dari asarone (82%),
kolamenol (5%), kolameone (1%0, metil eugenol (1%) dan eugenol
(0,3%)>.
 Rimpang jeringau dapat digunakan sebagai bahan insektisida yang
bekerja sebagai repellent (penolak serangga), antifeedant (penurun
nafsu makan), dan antifertilitas (pemandul). Tepung rimpang jerungau
dengan konsentrasi 3-5% berpengaruh terhadap mortalitas
serangga Sitophilus sp. Rimpang jeringau bisa juga dimanfaatkan
untuk membasmi bberapa jenis kutu, rayap dan walang sangit.
Gb Jeringau
lanjutan
 Jeringau (acorus calamus L)
 Famili : Araceae
 Deskripsi: herba menahun tinggi 75 cm, hidup di
tempat yg lembab/ rawa, batang membentuk
rimpang , akar serabut.
 Bagian tumbuhan yg digunakan : Rimpang dibuat
menjadi tepung dan minyak
 Kandungan aktif : minyak rimpang terdiri dari :
asarone, kolamenol, kolamen, metil eugenol,
eugenol
 Hama yg dikendalikan : Sitophilus dpt sbg penolak
makan, penolak serangga , dan membuat mandul,
mebasmi rayap, walangsangit jenis kutu
Bijanggut/janggot (Mentha spp.)

 Batang tegak, tinggi mencapai 0,30-0,50 m, bercabang kecil yang


tumbuh menjalar. Berdaun bundar telur sampai jorong langset,
daunnya bersilang, panjang mencapai 3,5-7 cm, berujung runcing.
Tanaman ini berkepala bunga bundar, berbentuk melingkar,
bunganya berbibir dua dengan empat benang sari, dan berbuah
terbagi 4. Kelopak bunga bagian luar padat dengat rambut-rambut
pendek, bagian dalam tidak berambut, panjang 2 mm, panjang
tabung 1,5 cm, bergigi tajam. Mahkota bunga berwarna putih
keunguan panjang 4-5 mm.
 Kandungan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah
spearmint, flavonoid, tannin, menthol, menthone dan carvone.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, tumbuhan ini bersifat
sebagai bakterisida.
Bahan dan Alat Cara Cara OPT Sasaran
Pembuatan Penggunaan

250 gr daun Hancurkan daun Semprotkan pada Penyakit tanaman yang


mint mint sampai seluruh bagian diakibatkan oleh bakteri.
2 liter air halus. tanaman yang
penumbuk/ble Tambahkan air. terserang pada
nder alat Aduk hingga rata. pagi atau sore
penyaring hari.
ember

250 gram daun Hancurkan daun Semprotkan pada Penyakit tanaman yang
mint 2 liter air mint sampai seluruh bagian diakibatkan oleh bakteri.
penumbuk/ble halus. tanaman yang
nder alat Tambahkan air. terserang pada
penyaring Aduk hingga rata. pagi atau sore
ember hari.
Brotowali (Tinospora rumphii)

 Tanaman berbentuk semak, mernanjat, tahunan. Batang bulat,


berkayu, permukaan berbenjol-benjol, bercabang, hijau. Daun
tunggal, tersebar, bentuk jantung. Bunga majemuk, bentuk tandan,
terletak pada batang, kelopak tiga, bulat telur, kecil, mahkota
enam. Buah batu, kecil, hijau. Akar tunggang, putih kotor.
 Brotowali mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida
pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin,
kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).
 Bagian tanaman yang digunakan adalah batang dan akar. Bersifat
sebagai insektisida.
Tinospora crispa (L.) Miers

 Tanaman berbentuk semak, mernanjat, tahunan. Batang bulat,


berkayu, permukaan berbenjol-benjol, bercabang, hijau. Daun
tunggal, tersebar, bentuk jantung, ujung runcing, tepi rata,
pangkal berlekuk, parang 7-12 cm. Lebar 7-11 cm, bertangkai,
pertulangan menjari, tangkai daun menebal pada pangkal dan
ujung, hijau. Bunga majemuk, bentuk tandan, terletak pada
batang, kelopak tiga, bulat telur, kecil, mahkota enam, bentuk
benang, bulat telur, hijau, benang sari enam. tangkai hijau
muda, kepala sari kuning, hijau muda. Buah batu, kecil, hijau.
Akar tunggang, putih kotor (Astuti et al., 2013).
 Brotowali mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida
pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin,
kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin). Bagian tanaman yang
digunakan adalah batang dan akar. Brotowali bersifat sebagai
insektisida. Proses pembuatan pestisidanya yakni dengan
merajang batang brotowali lalu rendam dalam 1 liter air dan
aduk hingga rata, disarin lalu disemprotkan pada ulat daun
Tinospora crispa (L.) Miers

 Kingdom : Plantae
 Divisi : Spermathophyta
 Kelas : Dicotyledonae
 Ordo : Ranunculales
 Famili : Menispermae
 Genus : Tinospora
 Spesies : Tinospora crispa (L.) Miers
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran

200 g batang Rajang batang Rendam benih yang Ulat daun kubis,
brotowali brotowali. Rendam akan ditanam selama penggerek
1 liter air dalam 1 liter air. 24 jam. batang, wereng,
penumbuk/ Aduk hingga rata. belalang.
Blender pisau Saring.
ember
Allium sativum
 Alisin dari bawang putih sebagai salah satu sumber
insektisida didasarkan atas pemikiran bahwa terdapat
mekanisme pertahanan dari tumbuhan akibat interaksinya
dengan serangga pemakan tumbuhan, alisin ini tidak akan
menimbulkan resistensi karena baunya saja sudah membuat
serangga tersebut untuk tidak mendekat. Salah satunya
aroma tajam menyengat yang dikeluarkan alisin membuat
hama takut untuk mendekat dengan adanya bau yang
dimilikinya. dihasilkan senyawa metabolik sekunder oleh
tumbuhan yang bersifat sebagai penolak, penghambat,
penghambat perkembangan dan sebagai bahan kimia yang
mematikan serangga dengan cepat
Universitas Sriwijaya
Allium sativum
 Bawang putih merupakan salah satu jenis tanaman yang
berpotensi sebagai pestisida nabati untuk pengendalian hama dan
penyakit pada tanaman sayuran. Kandungan kimia bawang putih
terdiri dari Tanin <1% minyak atsiri, dialilsulfida, aliin, alisin,
enzim alinase, vitamin A, B, C. Bawang putih dapat berfungsi
sebagai baktersida (bagian umbi), insektiisida (daun dan umbi)
dan fungisida (daun dan umbi).
 Cara pembuatan pestisida dari bawang putih pertama1 kg bawang
putih di kupas kulitnya, selanjutnya ditumbuk atau diblender
sampai halus. Setelah itu ditambahkan 5 liter air, 100 cc Em4, dan
100 g gula pasir. Larutan tersebut dimasukkan dalam botol atau
plastik. Fermentasikan/diperam selama 7 hari. Setelah 7 hari,
hasil fermentasi selanjutnya disaring dan siap digunakan.
Penggunaannya untuk setiap satu bagian campuran dilarutkan
kedalam 20 bagian air. Digunakan untuk kutu putih pada daun
atau batang, jika kutu melekat erat pada tanaman, dapat
digunakan campuran sedikit minyak kelapa. Semprotkan
campuran tersebut pada tanaman yang terserang hama
Srikaya (Annona squamosa)

 Pohon atau perdu, tinggi ± 7 m. Batang berkayu, bulat,


bercabang. Daun tunggal, bulat telur atau lanset, ujung
tumpul. Bunga tunggal, bentuk lonceng. Buah buni, majemuk,
bulat, berbongkol-bongkol, diameter 5-10 cm, dilapisi lilin,
hijau. Biji bulat telur, hitam. Akar, tunggang, bulat, kecoklatan.
 Kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman ini antara
lain asetogenin, squamocin, bullatacin, annonacin dan
neoannonacin.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah akar, daun, buah dan
biji.
 Senyawa kimia yang terkadung dalam srikaya dapat bersifat
sebagai: 1. Bersifat sebagai insektisida, 2. Racun kontak, 3.
Penolak (repellent), 4. Penghambat makan (antifeedant).
srikaya 2 liter air Semprotkan ke seluruh kubis, belalang dan lalat.
segar sampai tersisa bagian tanaman yang
12-17 liter ½ liter. terserang pada pagi.
air ember, Saring.
pisau,
panci dan
alat
penyaring
500 gram Hancurkan biji Semprotkan ke seluruh Semut, kutu daun
biji srikaya srikaya. bagian tanaman yang
20 liter air Masukkan terserang pada pagi
ember, alat kedalam air atau sore hari.
penyaring biarkan
selama 1-2
hari. Saring.
Biji srikaya Hancurkan biji Tambahkan larutan Pupa ulat daun kubis.
alat srikaya dengan perbandingan 1
penumbuk/ sampai : 20 air. Semprotkan ke
blender menjadi seluruh bagian tanaman
Cengkeh (Syzygium aromaticum)

 Pohon tinggi 10 m. Batang berkayu. Daun tunggal, bulat telur,


ujung dan pangkal runcing. Bunga majemuk, malai, tumbuh di
ujung baiang, kelopak bentuk corong, pangkal berlekatan. Buah
buni, bulat telur, panjang 2-2,5 cm, merah kehilaman. Biji kecil,
diameter ± 4 mm, coklat muda. Akar tunggang dan berwarna
coklat.
 Cengkeh mengandung eugenol, eugenol asetat, kariofilen,
sesquiterpenol dan naftalen
 Bagian tanaman yang digunakan adalah bunga, tangkai bunga,
daun.
 Cara kerja : 1. Menghambat aktivitas makan (antifeedant), 2.
Mengakibatkan kemandulan, 3. Bersifat sebagai fungisida
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran

50 -100 g daun Tumbuk halus Berikan untuk tiap F.oxysporum,


cengkeh kering daun cengkeh tanaman yang F.solani, R.lignosus,
pisau kering terserang. R.solani, P.capsici dan
alat S.rolfsii
penumbuk/
blender
Sirih (Piper betle Linn.)
 Tanaman merambat. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,
berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya
akar. Daun tunggal berbentuk jantung dan mengeluarkan bau
yang sedap bila diremas. Bunganya majemuk berbentuk.
Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-
abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat
kekuningan.
 Senyawa yang terkandung dalam sirih antara lain minyak
atsiri (eugenol, methyl eugenol, karvakrol, kavikol, alil
katekol, kavibetol, sineol, estragol), karoten, tiamin,
riboflavin, asam nikotinat, vitamin C, tanin, gula, pati, dan
asam amino.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah daun. Cara kerja :
Bersifat sebagai insektisida.
Bahan dan Alat Cara Cara OPT Sasaran
Pembuatan Penggunaan

1 kg daun sirih Semua bahan Semprotkan ke Hama-hama pengisap.


3 umbi bawang ditumbuk hingga seluruh bagian
merah halus. Tambahkan tanaman yang
5 batang serai air dan deterjen. terserang pada
8 -10 liter air Aduk hingga pagi atau sore
50 g deterjen merata. Saring. hari.
ember
alat penyaring

300 g daun sirih Hancurkan daun Semprotkan ke Phythophtora


1 liter air sirih, campur seluruh bagian palmivora
dengan 1 liter air. tanaman yang
Saring. terserang pada
pagi atau sore
hari.
Sirsak (Annona muricata, Linn.)
 Batang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun
bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan/disamping daun
mahkota daun mahkota segitiga. Buah berbentuk majemuk
agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih
berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai
cita rasa yang manis. BijI dalam satu buah agregat berjumlah
banyak berwarna hitam mengkilat. Sirsak mempunyai akar
tunggang.
 Senyawa yang terkandung dalam sirsak antara lain senyawa
tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alkaloid murisine.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji.
 Cara kerja : 1. Bersifat sebagai insektisida, 2. racun kontak, 3.
Penolak (repellent), 4. Penghambat makan (antifeedant).
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran

50-00 lembar Daun sirsak Setiap 1 liter Trips.


daun sirsak ditumbuk halus larutan hasil
15 gr dicampur dengan saringan
sabun/deterjen 5 liter air biarkan diencerkan dengan
ember selama 24 jam. 10-15 liter air.
pisau Saring. Semprotkan ke
alat penyaring seluruh bagian
tanaman yang
terserang pada
pagi atau sore hari.
Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa Linn.)
 Herba tahunan, tegak, tinggi 20-80 cm, termasuk suku kampah-
kampahan, berbatang basah, daunnya berbentuk jantung, warna
hijau tua, panjang 2-11 cm, lebar 0,8-7 cm, pangkal daun membulat,
ujung meruncing, tepi daun rata, letak berhadapan, mempunyai
tangkai daun yang panjangnya 0,6-6 cm. Bunganya berbentuk
terompet, dengan banyak macam warna, antara lain merah, putih,
jingga, kuning, kombinasi/belang-belang.
 Daun dan bunga M. jalapa mengandung saponin dan flavonoida, di
samping itu daunnya juga mengandung tanin dan bunganya
mengandung politenol. Biji tanaman tersebut mengandung flavonoida
dan politenol. Akar mengandung betaxanthins. Buah mengandung zat
tepung, lemak (4,3%), zat asam lemak (24,4%) dan zat asam minyak
(46,9%).
 Ekstrak daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) merupakan salah
satu agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah
terhadap serangan Cucumber Mosaic Virus (CMV).
Serai wangi (Cymbopogon nardus )

 Senyawa utama yang terdapat pada serai wangi adalah minyak


atsiri. Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa sitral, sitronela,
geraniol, mirsena, nerol, farnesol methil he ptenol dan
dipentena. Kandungan yang paling besar adalah sitronela yaitu
sebesar 35% dan graniol sebesar 35 – 40%. Bagian tanaman
yang digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah daun
dan akar.
 Senyawa sitronela mempunyai sifat racun dehidrasi
(desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak yang
dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus
menerus. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena
kekurangan cairan. Ekstrak serai wangi bersifat sebagai
insektisida, bakterisida, nematisida dan sebagai penolak hama
(repellent).
 Buah Maja (Aegle marmelos (L.)
 Buah tanaman maja mengandung zat
lemak senyawa tannin yang merupakan
salah satu senyawa dengan rasa pahit
yang konon tidak disukai oleh serangga
yang menjadi hama pada tanaman.
Ekstrak buah maja efektif untuk
mengendalikan hama serangga dan
penggerek buah kakao (C. cramerella).
7. Maja (Aegle marmelos L.)

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Aegle
Spesies : Aegle marmelos L.
➢ Morfologi Tanaman Maja
Tanaman maja (Aegle marmelos L.) merupakan pohon
berkayu keras dengan tinggi sekitar 10-15 meter. Batangnya
bulat mempunyai permukaan kulit yang kasar berwarna
coklat. Pohon ini mempunyai banyak cabang. Daunnya
tunggal berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan ujung dan
pangkal meruncing, dan tepi daun bergerigi. Bunganya
majemuk. Buah maja berbentuk bulat agak lonjong dengan
panjang sekitar 5-12 cm. Kulit buah berwarna hijau ketika
muda dan menjadi coklat setelah tua. Daging buah berwarna
kuning hingga jingga. Buahnya berair, beraroma wangi dan
berasa manis.

Gambar 2.4.7. Kulit dan Daging Buah


Tanaman Maja
➢ Kandungan Kimia Tanaman Maja
Buah tanaman maja terdiri dari zat lemak dan minyak terbang
yang mengandung lionen. Daging buah maja mengandung
substansi semacam minyak balsem, 2-furo-coumarins-psoralen
dan marmelosin. Buah, akar dan daun maja bersifat antibiotik.
Buah maja mengandung marmelosin, minyak atsiri, pektin,
saponin dan tannin. Senyawa saponin merupakan glikosida yang
memiliki aglikon berupa steroid dan triterpen.

➢ Manfaat Tanaman Maja


Tanaman maja dapat dimanfaatkan mulai dari daun, batang, kulit
batang, akar dan buahnya. Hampir seluruh bagian tanaman bisa
bersifat antibiotik. Manfaat tanaman maja antara lain buah maja
sebagai pestisida alami, bahan pembuat MOL atau pengganti
gula, bersifat anti bakteri dan penurun panas. Daun muda maja
dapat digunakan untuk sakit kepala. Rebusan kulit batang buah
maja dapat digunakan untuk mengobati luka atau borok, kudis,
eksim. Ranting buah maja dapat digunakan sebagai membunuh
ikan.
MACAM-MACAM TUMBUHAN SEBAGAI PESTISIDA
ALAMI

Klasifikasi

Kingdom: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Nicotiana
Spesies : Nicotiana tabacum L.
➢ Morfologi Tembakau
Tanaman tembakau termasuk tanaman yang berakar tunggang
dan tumbuh tegak ke pusat bumi. Akar tunggang tembakau ini
mampu menembus tanah hingga mencapai 50-7 cm, sedangkan
akar serabutnya tumbuh secara horizontal. Tanaman tembakau
memiliki bentuk batang bulat seperti silinder, daun tembakau
berbentuk lebar berbentuk lonjong atau bulat tergantung
➢ Kandungan Kimia Tembakau
Kandungan kimianya mengandung alkaloida, saponin, flavonoida
dan polifenol. Alkaloida pada umumnya adalah zat yang terasa
pahit dan menimbulkan efek-efek tertentu. Kadar nikotin berkisar
antara 0,6-3,0% dari berat kering tembakau, dimana proses
biosintesisnya terjadi di akar dan terakumulasi pada daun
tembakau. Nikotin yang berfungsi sebagai bahan kimia
antiherbivora dan adanya kandungan neurotoxin yang sangat
sensitif bagi serangga menyebabkan nikotin dapat digunakan
sebagai pestisida. Nikotin merupakan alkaloid yang dapat
digunakan sebagai insektisida.
➢ Manfaat Tembakau
Tembakau banyak dipergunakan untuk pengusir nyamuk,
dijadikan rokok, sugi makan sirih, kosmetik dan obat-obatan.
Melaleuca bracteata
 Melaleuca merupakan genus dari famili Myrtaceae dan
biasanya tumbuh di sepanjang sungai, sekitar rawa atau
danau. Semakin tinggi tempat tumbuh, semakin baik
pertumbuhannya. Rendemen minyak dari daunnya sekitar
1,3% dan minyaknya memiliki daya tangkap yang lebih baik
(491 ekor/perangkap/minggu) dibandingkan dengan
atraktan sintetis yang beredar secara komersial (315
ekor/perangkap/ minggu)

 menghasilkan minyak atsiri yang mengandung metil


eugenol melalui proses penyulingan. Minyak atsiri dari
daun melaleuca mengandung metil eugenol sekitar 80%,
Universitas Sriwijaya
Curcuma domestica
 Rhizome (batang dalam tanah) kunyit dapat digunakan sebagai
insektisida untuk mengendalikan serangga hama ataupun sebagai
fungisida untuk mengendalikan jamur yang merusak tanaman.
Aphis, ulat grayak (Spodoptera litura), ngengat punggung
berlian (Plutella xylostella), wareng hijau (Nephotettix virescens),
pengebor batang padi (Scirpophaga incertulus), penggulung batang
padi (Cnaphalocrocis medinalis), dan ulat ataupun tungau pada
umumnya
 Kunyit mempunyai sifat yang sangat baik sebagi pengendali hama.
Bila dicampur dengan air kencing sapi dapat digunakan untuk
mengendalikan beberapa penyakit dan hama. Tali yang dicelup
dalam cairan kunyit dan dibentangkan di atas sawah dapat menolak
hama. Rhizome kunyit sebanyak 1 kg ditumbuk dan ditambah
dengan 3-4 liter air kencing sapi dan diaduk sampai merata.
Campuran tersebut diencerkan dengan 15-20 liter air ditambah
dengan 4 cc emulsifier (misalnya gum arab, getah karet) setiap
liter dapat digunakan untuk menyemprot tanaman yang diserang
hama
Duku (Lansium domesticum)

 Pohon tinggi 15-20 m. Batang berkayu, bulat. Daun majemuk,


bulat telur, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang ± 20 cm.
Bunga majemu. Buah buni, bulat, diameter 2- 4 cm, beruang
lima, kuning kecoklatan. Biji lonjong, hijau. Akar tunggang.
 Tumbuhan ini mengandung alkaloida, saponin, lavonoida dan
polifenol.
 Bagian tanaman yang digunakan adalah biji. Bersifat sebagai
insektisida.
Bahan dan Alat Cara Pembuatan Cara Penggunaan OPT Sasaran

500 gr biji duku Hancurkan biji Semprotkan ke Spodoptera litura


20 liter air sampai halus, seluruh bagian dan sejenis ulat
alat penumbuk/ rendam dalam air tanaman pada pagi lainnya pemakan
blender selama 24 jam. atau sore hari. daun.
Saring .
Putri malu (Mimosa pudica)
 Putri malu merupakan herba memanjat atau berbaring atau
setengah perdu dengan tinggi antara 0,3-1,5 m. Batang bulat,
berambut, dan berduri tempel. Batang dengan rambut sikat
yang mengarah miring ke bawah. Daun kecil-kecil tersusun
majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada
yang warna kemerah-merahan).
 Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). Bunga bulat
seperti bola, warna merah muda, bertangkai. Buah berbentuk
polong, pipih, seperti garis. Biji bulat dan pipih. Akar berupa
akar pena yang kuat.
 Putri malu mengandung senyawa mimosin, asam pipekolinat,
tannin, alkaloid, dan saponin. Selain itu, juga mengandung
triterpenoid, sterol, polifenol dan flavonoid
 Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, akar, seluruh
bagian tanaman. Cara kerja : Bersifat sebagai fungisida.
Bahan dan Alat Cara Cara Penggunaan OPT Sasaran
Pembuatan

10 kg tanaman Tanaman dicuci Semprot ke seluruh Busuk buah dan


putri malu hingga bersih bagian tanaman yang alternaria.
5 liter air kemudian terserang pada pagi
pisau, alat dicacah, hari.
penumbuk/ dicampur dan
blender, dan digiling sampai
saringan halus. Rendam
dalam air
selama 24 jam.
Tithonia diversifolia
Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
 Sub Divisi : Angiospermae
 Nama umum : Kipahit
 Kelas : Dicotyledonae
 Nama daerah :Daun insulin
 Bangsa : Asterales
 Suku : Asteracea
Marga : Tithonia
 Jenis : Tithonia diversifolia
 Kegunaan :
 Tumbuhan ini juga mengandung bahan insektisida dan
nematisida.
 T. diversifola umum digunakan sebagai pupuk hijau,
ditanam di lereng-lereng curam untuk mengendalikan
erosi, selain itu ditanam di sepanjang jalan dan
diperkebunan teh. Di Pulau Jawa, kayunya dikumpulkan
untuk kayu bakar. Bunganya dapat digunakan sebagai
obat luka atau luka lebam.
 Cara kerja :
 Bersifat sebagai insektisida dan nematisida
 OPT sasaran :
 Spodoptera exigua, Liriomyza sp., Alternaria sp., dan
karat daun.

 Khasiat lain :
 Tumbuhan ini berguna untuk obat luka atau luka lebam
Lavender dan Zodia
Lavender
Zodia
Lemon balm dan Catnip
Serai wangi dan rosmeri
Pennyroyal/ Mentha pulegium

Pennyroyal adalah tanaman yang paling


ditakuti nyamuk berikutnya. Pennyroyal
sendiri merpakan tumbuhan yang
meranmbat kecil dengan cluster bunga
warna ungu. Tumbuhan rambat yang
secara tradisional digunakan untuk
mengusir nyamuk, kutu, dan tikus ini
masih berkeluarga dengan minta
(Lamiaceae). Pennyroyal kerap digunakan
sebagai bahan utama untuk membuat
produk penolak serangga dengan cara
alami.
 Mentha pulegium ,
umumnya pennyroyal (Eropa) , atau pennyrile ,
juga disebut mint squaw , tanaman
nyamuk [1] dan rumput
puding , [2] adalah spesies tanaman
berbunga dalam keluarga mint , Lamiaceae , asli
dari Eropa , Afrika Utara , dan Timur
Tengah . [3] Daun pennyroyal yang dihancurkan
memancarkan aroma yang sangat kuat mirip
dengan spearmint . Pennyroyal adalah obat
tradisional , emmenagogue , abortifacient ,
dan ramuan kuliner tradisional .
Pelargonium citrosa

 .Citrosa mosquito adalah tumbuhan yang


bisa tumbuh dengan pencahayaan
matahari dan kebutuhan air yang banyak.
Keberadaan citrosa mosquito sebagai
tanaman luar ruangan bisa mengusik
kenyamanan nyamuk dengan
mengeluarkan aroma jeruknya yang
sangat khas dan tajam.
Pelargonium/citrosa masquito
Geranium
Marigold/ Tagetes erecta L

 Tanaman ini sangat ampuh mengusir nyamuk


karena memiliki bau yang khas. Marigold
mengandung Pyrethrum, senyawa yang
digunakan dalam banyak penolak serangga.
Bunga dikeringkan dan dibuat jadi tepung.
 Tanaman ini sangat menyukai sinar matahari
dan tanah yang subur. Tanaman ini memiliki
bunga berwarna kuning yang sangat cantik
ketika mekar.
 Selain mengusir nyamuk, marigold bisa
mengusir serangga yang memangsa tanaman
tomat.
Tagetes erecta L /Marigold
Sekian Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai