0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan24 halaman

Copy Materi Curah

Dokumen ini menjelaskan tentang proses bongkar muat (B/M) barang curah kering dan cair di terminal pelabuhan, termasuk definisi, langkah-langkah, dan peralatan yang digunakan. Selain itu, dibahas juga persiapan dan perencanaan lokasi terminal, serta pentingnya keamanan dan keselamatan dalam penanganan muatan berbahaya. Penanganan muatan curah cair memerlukan perhatian khusus terhadap prosedur operasional dan faktor lingkungan untuk mencegah pencemaran.

Diunggah oleh

MJ STATIONARY
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan24 halaman

Copy Materi Curah

Dokumen ini menjelaskan tentang proses bongkar muat (B/M) barang curah kering dan cair di terminal pelabuhan, termasuk definisi, langkah-langkah, dan peralatan yang digunakan. Selain itu, dibahas juga persiapan dan perencanaan lokasi terminal, serta pentingnya keamanan dan keselamatan dalam penanganan muatan berbahaya. Penanganan muatan curah cair memerlukan perhatian khusus terhadap prosedur operasional dan faktor lingkungan untuk mencegah pencemaran.

Diunggah oleh

MJ STATIONARY
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANGKUMAN PERTEMUAN KE.

8 S/D 14
A. KEGIATAN B/M BARANG CURAH

1. Pengertian Bongkar Muat (B/M) Curah Kering dan Curah Cair

Kegitan Bongkar Muat (B/M) adalah kegiatan membongkar barang muatan dari atas
kapal ke dermaga dan atau sebaliknya, dengan menggunakan alat berupa crane
dan sling kapal, atau alat dari darat (Terminal/Dermaga). Grap/Hoper, Pompa, Pipa
dll Kemudian dari dermaga diangkut dengan menggunaka alat angkut Truck
lainnya untuk dibawa ketempat penumpukan.

Pelaksanaan B/M terdiri dari epat langkah atau empat kegiatan dimulai dari atas
kapal (Palka) samapi ditepat penyipanan dalam gudang atau lapangan
penumpukan, keempat langkah tersebut dimulai dari:

1). Stevedoring, merupakan proses kegiatan penanganan barang diatas kapal


sampai di dermaga.

2). Cargodoring, yaitu proses kegiatan di dermaga, dimana muatan akan


diangsur atau dibawa ketempat penumpukan/penyimpanan.

3). Storage, tempat penyimpanan (storage and movement). Fungsi paling


mendasar dalam menggunakan ruang (sapce) seoptimal mungkin untuk
menyimpan produk dengan biaya tertentu.

4). Receiving&Delivery, proses penerimaan dan penyerahan barang-barang


muatan dari dan untuk kapal yang sudah ada di tempat penyimpanan diarea
terminal pelabuhan dikelompokan menjadi 3 jenis barang yaitu:

> Barang yang dikemas dengan Petikemas, berupa general cargo dan atau
barang curah baik kering maupun cair. Proses bongkar muatnya mengunakan
Quayside Container Crane (QCC), atau Top Loader, Reach Stecker, Harbor
Mobile Crane (HMC), dan lain-lain.

> Barang muatan curah kering, berbentuk butiran atau klingker seperti semen,
pasir kuarsa, jagung, gandum, beras dan lain-lain. atau barang curah yang
sudah dikemas (Bulk in Bag). Kegiatan B/M peralatan yang dipakai untuk
barang curah kering biasanya digunakan secara kombinasi dari peralatan
penghisap, pneumatic, grab, hopper, dan conveyor atau alat kovensional.
> Barang curah cair, adalah dalam bentuk cairan (liquid), minyak nabati, minyak
bumi, hasil kimia dan gas. Untuk mengangkut barang curah cair biasanya
digunakan kapal-kapal tangki ultra (supertanker) dan untuk bongkar muatnya
antara dermaga dengan tempat-tempat penimbunan berbentuk tangki
dihubungkan melalui pipa dialirkan dengan tenaga pompa.

2. Persiapan dan Perencanaan Lokasi Terminal Curah Kering

Sebelum pelaksanaan kegitan operasional di terminal barang curah, perlu


diperhatikan terlebih dahulu adalah melihat tentang alur kolam diarea pelabuhan
tentang kedalaman, ketenangan alur dan juga memperhatikan lokasi kolam, area
labuh angkar dan kedalamanya. Selanjutnya keadaan sarana tambat, dermaga/jetty,
kesiapan pilot dan tug oat & kepil serta antisipasi transportasi Dry Bulk Cargo agar
dapat duketahui hal-hal berikut:
 Kapasitas jumlah unit kapal berlabuh/bertambat
 Kapasitas efektif dari masing-masing unit instalasi
 Kapasitas dan lokasi instalasi penyimpanan (Stockpile)
 Kapasitas Trasportasi Darat.
 Penanganan Muatan.
 Mengetahui Schedul Kedatangan
 Tanggal kedatangan kapal.
 Total cargo/ tonase serta jenis muatan.
 Lokasi sandar kapal

3. Perencanaan Muatan.

Koordinasi dengan pihak PBM dan Trasporter ® Kemampuan ship out dari pabrik per
hari, untuk mengetahui man power yang dibutuhkan

 Penentuan Stowage Plan dari Chief Officer


 Penerbitan NOR ( Notice of Rediness) oleh pihak kapal atau Agent Pelayaran
dan Acceptance dari pihak Shipper.
 Kesiapan dilokasi Industri.
 Sistim distribusi barang curah sebaiknya dilakukan oleh pihak industri sesuai
komoditasnya. (Bahan baku dan hasil industri)
 Transportasi darat dilakukan oleh pelaku industri sendiri.
Seluruh instalasi dry bulk cargo pada area pelabuhantidak meninggalkan manajemen
pelabuhan untuk kebutuhan kontrol parameter (Pengembangan jangka panjang,
transportasi dry bulk cargo, pengguna jasa)

Hal ini banyak pendapat dan argumentasi, bahwa perencanaa/ pelaksanaan


operasional B/M di Terminal Khusus Curah sebaiknya dilakukan oleh pihak industri
sendiri, mengingat:

 Sistem Pendistribusian material


 Koordinasi tingkat produksi
 Transportasi di darat
 Stockpile (Port Stokpiling)
 Cargo handling & Sea transport (B/M & Kapal)

B. ALAT B/M & TEMPAT PENUMPUKAN CURAH KERING

Penanganan muatan curah kering, meliputi proses bongkar dan muat antara darat dan
kapal atau pemindahan suatu muatan dari satu tempat ke tempat lain serta
pemeliharaannya, dengan memperhatikan keselamatan muatan, keamanan kapal dan
jiwa manusia, termasuk peralatan yang digunakan untuk bongkar muat curah kering
dalam pelayanan memuat atau membongkar dari dermaga ke atas kapal atau
sebaliknya, dengan menggunakan crane atau confeyor atau dengan alat bongkar muat
yang lain.

1). Crane Kapal adalah salah satu alat pengangkat dan pemindah material yang
memiliki kemampuan angkat yang tertulis pada batang pemuat Safety Working
Load (SWL) adalah kemampuan sebuah crane atau deck crane untuk mengangkat
suatu beban atau benda berat secara aman. Dengan memiliki SWL yang semakin
besar, maka kemampuan deck crane ini pun semakin besar pula dan lebih cepat dalam
pemakaiannya karena mampu mengangkat lebih banyak beban. Biasanya alat berat
satu ini digunakan untuk memindahkan suatu barang dalam jumlah yang banyak dan
berat.

2). Grab adalah alat utama untuk penanganan kargo curah kering di pelabuhan, karena
bebas dari pekerjaan fisik yang berat dan dapat mencapai efisiensi dan keamanan
bongkar muat yang tinggi. Menurut jenis kargo yang akan ditangani, alat tersebut dapat
digunakan untuk pengambilan bijih-bijian atau berbentuk pasir, seperti bijih besi, pasir
kuarsa, batubara baik di darat mauun diatas kapal.

3). Hopper adalah bejana atau wadah yang saluran masuknya berada di atas dan
mempunyai lubang di bagian bawah untuk saluran keluar. Alat ini dapat dijumpai di
pelabuhan/terminal muatan curah keting, industri hingga pertambangan untuk
memudahkan transportasi bahan baku.
Dari beberapa alat peralatan tersebut diatas, pelaksanaan bongkar muat akan sangat
berpengaruh terhadap kemampuan terminal curah, untuk berapa lama dapat
menyelesaikan pelaksanaan kegitatan bongkar muat barang dari kapal tersebut dengan
menggunakan berbagai alat seperti :

Grab dan Hopper adalah suatu alat yang biasanya satu paket/satu pasang untuk
membongkar muatan curah kering, menggunakan sistem Ship Crane dilengkapi Grab
yang disanggah oleh Hopper yang posisinya dibawah/di dermaga kemudian bisa
dicurah kedalam bak mobil truck

Keberadaan Grab di terminal khusus Curah Kering, merupakan alat utama untuk
penanganan kargo curah kering padat di dermaga, karena bebas dari pekerjaan fisik
yang berat dan dapat mencapai efisiensi dan keamanan bongkar muat yang tinggi,
sesuai jenis kargo yang akan ditangani, alat ini biasa disimpan didermaga/terminal
untuk dirawat dan stand by dioprasikan

4). Conveyor, adalah peralatan penerus (conveying equipment) yang memungkinkan


gerakan meneruskan dan memindahkan muatan secara horizontal/vertical tergantung
jenisnya. Jenis peralatan ini ada beberapa macam seperti Roller, Rubber Conveyor dan
Pneumatic conveyor, yang biasanya tersedia di dermaga, seperti Belt Conveyor untuk
dinaikan/dialirkan keatas Truck atau dibawa ke Silo, atau dicurah keatas tongkang.

5). Pneumatik adalah suatu sytem Air Convensing/Transport Produck, dengan


menggunakan media udara untuk memampatkan/menekan material muatan. Dasar
sistem pneumatik dibagi menjadi tiga bagian:

a. Air Pressure Tekanan udara (gaya dan Gesekan udara)


b. Air VelocityKecepatan udara (membawa/mengalirkan material)
c. Air QuantityJumlah udara dibutuhkan sebanding material.

Semua sistem menggunakan tenaga angin yang disimpan dalam bentuk udara, sistem
pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.menggunakan tekanan udara
untuk mengisap atau mendorong material dengan capacity rata-rata 550 s/d
500.Ton/Hrs

6). Silo adalah tempat penyimpanan material curah kering atau cair. Secara umum
SILO dikatagorikan bangunan yang menlancarkan transportasi (BM) dari dan keatas
kapal dengan kapasitas besar 400 s/d 500 T/H dengan daya tampung 10.000 Ton/Silo.

Dari beberapa alat peralatan tersebut diatas, pelaksanaan bongkar muat akan
Keberadaan Grab di terminal khusus Curah Kering, merupakan alat utama untuk
penanganan kargo curah kering padat di dermaga, karena bebas dari pekerjaan fisik
yang berat dan dapat mencapai efisiensi dan keamanan bongkar muat yang tinggi,
sesuai jenis kargo yang akan ditangani, alat ini dapat dibagi untuk pengambilan bijih,
pengambilan batubara, pengambilan biji-bijian, dan lain sebaginya.
Pneumatic berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem
menggunakan tenaga angin yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan
untuk menghasilkan suatu tenaga atau kekuatan kerja yang disebut dengan sistem
Pneumatic. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem
automasi.dengan menggunakan tekanan udara untuk mengisap atau mendorong
material dengan capacity rata-rata 550 s/d 500.Ton/Hrs

Bucket Elevator adalah tempat atau wadah, berbentuk segi empat kerucut yang dapat
menampung clinker antara 10 sampai 15 ton, untuk membantu proses pemuatan lebih
cepat. Bucket Elevator adalah alat transportasi material, yang memiliki jumlah mangkok
lebih dari 150 s/d 200 buah yang dapat memindahkan material 600 Ton/Jam atau kira
kira 80 Kg/mangkok

Mangkok atau juga disebut Ember Kaki Butir, adalah mekanisme untuk mengangkut/
membawa material curah (Gandum, biji-bijian, klingker semen dan lainlainnya) yang
dapat mengalir secaravertikal.

Terdiri dari Ember/Mangkok untuk menampung material dengan bantuan sabuk/rantai


untuk membawa ember dan meneruskan dengan tarikan mekanik sebagi sarana untuk
menggerakan sabuk atau rantai.

Mekanisme cara kerja dari Bucket Elevator ada beberapa tahap;

Tahap pertama material curah (Bulk Material) masuk kecorong pengisi pada bagian
bawah elevator (boot), kemudian ditangkap oleh buket yang begerak ke atas
seterusnya material curah tersebut diangkat untuk dibawa ke Silo atau Gudang
penampungan dan area penumpukan (Stockpile).

===========================================

PENANGANAN MUATAN CURAH CAIR. (KE.12)

A. PELAYANAN DAN FASILITAS TERMINAL .

Muatan curah cair (liquid bulk cargo) yaitu muatan curah yang berbentuk
cairan yang diangkut dengan menggunakan kapal khusus yang disebut kapal
tanker, yang diperuntukan khusus muatan cair, antara lain ; minyak mentah,
produk benda cair ini seperti bahan bakar minyak; dan gas yang telah
dicairkan, diantaranya LPG (elpiji) dan LNG.

Mengingat bahwa sebagian besar muatan curah tersebut merupakan muatan


berbahaya (hazardous cargo) maka penanganan muatan curah berbeda
dengan operasional bongkar-muat general cargo. Karena adanya bahaya
laten di dalam muatan dangerous dimaksud termasuk crude palm oil (CPO),
dan produk kimia cair lainnya yang dikelompokan menjadi dua:

(1). Curah Cair Bahan Pangan

(2) Curah Cair Non Pangan.

Oleh karenannya pihak Operator Terminal Curah khususnya Terminal Minyak


sangat diharuskan untuk mengikuti ketentuan SOP (Standard Operating
Proccedure) yang ditetapkan pengelola setempat, dan juga IMDG
(International Maritime Dangerous Goods) Code berikut dengan ketentuan
pelaksanaannya Procedures Penyandaran Kapal, dalam ISGOTT
(International Safety Guide For Oil Tankers Terminals) sepatutnya
diimplementasikan sebagaimana mestinya.

Pelayanan fasilitas di terminal curah cair memerlukan prioritas utama sesuai


aturan SOP terkait jenis barang yang diangkutnya. Mengingat dalam kegiatan
B/M sangat dipengaruhi oleh kesipan sarana prasarana alat bongkar
muatnya. Hal ini dikarenakan muatan curah cair pada umumnya berjumlah
besar yang sangat diperlukan mutlak peralatan B/M yang mampu
menghasilakan Out-Put yang tinggi sehingga Port Stay dapat ditekan
keberadaannya di pelabuhan.

Untuk mengukur kinerja bongkar muat curah cair, hal-hal yang harus
diperhatikan di terminal curah guna meningkatkan kualitas kinerja bongkar
muat, maka indicator performance dari output tingkat pelayanan dapat
dilihat dalam periode waktu tertentu, yang ditentukan dalam ukuran
satuan waktu, satuan berat, perbandingan ratio (presentase).
Disamping kesiapan dan ketersediaan fasilitas penunjang dermaga juga
harus diperhatikan ketepatan Berth Time, kebersihan dermaga, kesigapan
petugas (SDM) dalam mengatasi gangguan operasional untuk menjamin
keselamatan kapal selama berada di dermaga.

Factor keamanan dan keselamatan lingkungan kerja harus lebih di utamakan,


mengingat muatan yang ditangani adalah barang berbahaya yang
diangkut/ dibawa oleh Kapal-kapal Tanker, seperti bahan bakar minyak
(BBM), produk kimia Gas Cair (LNG/LPG), crude palm oil (CPO), dan
sebagainya. Untuk itu pengawasan lingkungan lokal, harus lebih
ditingkatkan. Tindakan dari para ahli tentang efek sampingan instalasi, dalam
menangani berbagai karakteristik barang berbahaya, yang dapat
mencemarkan lingkungan, antara lain:
(1). Tingkat toleransi atau batas ambang perlu diketahui dengan jelas.

(2). Spesifikasi kinerja penanganan bulk harus dipahami oleh perencana.

Ship Shore Compatibility, adalah perbandingan Ideal Kapal dan Terminal,


untuk diketahui pada saat akan penyandaran kapal di area terminal
curah cair dan pelaksanaannya seperti:.
Lingkungan Terminal

1. Kedalaman alur
2. Rambu Navigasi
3. Posisi Dermaga (Loading, Breasting/Mooring Dolphin)
4. Tug Boat/Mooring Boat

Pelaksanaan penyandaran kapal

1. Lihat Ships Particular


2. Perhatikan data dan karekteristik kapal, antara lain:
a. Ketinggian free board/draft
b. Posisi wich/wire
c. Posisi dan ukuran manifold
d. Posisi tangga darat
e. Posisi dorong Tunda
3. Terminal (Lay Out Pelabuhan, navigasi, posisi dermaga)
4. Kedalaman Alur, Ketenangan alur, Pemeliharaan
5. Dermaga/Jetty & Arah Azimut Dermaga
7. Pilot Boat/Tug Boat
8. Mooring Kepil

Ship Shore Safety Check List. Pengawasan operasi di Terminal Curah


Cair khususnya BBM dan GAS dalam rangka keselamatan dan keamanan
bagi Personel (SDM), Alat-alat B/M dan Kapal yang berada diterminal,
mengingat muatan cair seperti minyak mentah hasil bumi (crude oil),
minyak hasil olahan (oil product), gas alam, maupun unsur / bahan kimia
cair.

Dalam pelayani kapal tanker pada saat bongkar dan muat banyak hal yang
harus diperhatikan agar proses bongkar dan muat tersebut berjalan
dengan lancar dan aman. Karena sifat minyak yang mudah terbakar dan
memiliki tingkat toksisitas yang cukup tinggi, untuk itu setiap kapal dalam
upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja, tumpahan minyak kelaut dan
menjamin proses loading dan discharging berjalan dengan aman antara
pihak kapal dan shore/terminal maka dibuatlah Ship Shore Safety Checklist

Dalam pelaksanaannya bongkar muat curah cair dimaksu dilaksanakan


secara bersama-sama antara pihak:

 Kapal ® Resposibble officer ( Crew kapal dan Perwira Jaga)


 Darat ® Terminal representative ( Bag.Stvedoring & Mekanik alat)

Hasil Checklist

1. Kapal telah tertambat dengan baik.


2. Kawat/ tros tunda telah terpasang pada posisi yang benar.
3. Sarana penghubung anatara kapal dan darat sudah baik.
4. Kapal siap bergerak dengan tenaga sendiri.
5. Penjagan di atas kapal dan di darat (terminal) efektif.
6. Sistem komunikasi telah berfungsi.
7. Penanganan muatan dan balas telah disetujui.
8. Penanganan darurat telah disepakati.
9. Kesiapaan alat pemadam kebakaran siaga pada posisinya.
10.Selang/ lengan pemuat dalam kondisi baik dan bersertifikat.
11. Penyumbat lubang, tulang penadah siap dalam posisinya.
12. Khusus corrosive atau gas cair harus teraliri air disekitar manifold.
13. Penutupan semua lubang dan system ventilasi telah disepakati,.
14. Jenis senter yang digunakan harus disepakati.
15. Tranceiver VHF/ UHF dari jenis yang diijinkan.
16. Arde antena ke tanah dan radar dimatikan.
17. Kabel peralatan listrik portabel telah diputus dari sumbernya.

B. PERALATAN OPERASIONAL B/M

Peralatan yang diperlukan untuk kegiatan operasional B/M dalam


rangka memindahkan muatan curah cair adalah satu kesatuan alat-alat
yang membentuk satu system yang tidak berdiri sendiri antara pompa
dan pipa atau slang yang mutlak dapat menghasilakan Out-Put yang
tinggi diperlukan mekanisme perlatan secara penuh dalam proses B/M
tersebut antara pihak Stevedoring (Kapal) dan Terminal Storage
(Tangki Darat), disamping peralatan pendukung lainnya.

Pumping Injector, alat ini merupakan yang biasa digunakan untuk


muatan curah cair, dengan sistem/cara di hisap dari kapal ke darat,
atau sebaliknya, pada prinsipnya pompa adalah mencipatakan tekanan
vakum pada inletnya, yang akhirnya menyerap fluida ke dalam pompa,
kemudian mendorongnya melalui keluaran (discharge). Ada dua jenis
pompa sebenarnya, yaitu positif displacement pump dan satu lagi jenis
kinetic, centrifugal pump ini masuk dalam jenis pompa yang kinetic.

Pompa digunakan sebagai suatu alat atau mesin untuk memindahkan


cairan melalui tube (perpipaan) dari satu tempat ke tempat yang lain.
Caranya adalah dengan menambahkan suatu energi pada cairan yang
dimaksud, sehingga proses perpindahan tersebut akan berjalan secara
terus menerus.

Cara kerja dari pompa menciptakan tekanan yang berbeda antara


suction (input), dengan discharge (output). Secara gambaran pompa ini
berfungsi untuk menggunakan tenaga mekanis guna menghasilkan
tenaga kinetis. Sehingga cairan akan terus mengalir tanpa terhambat
apapun. Pompa yang biasa dipakai untuk muatan cair ialah dari jenis
Centrifugal Pum tipe single atau multi-stage, dengan memiliki 600
M3/Jam, atau pada ketinggian Head 80 s/d 90 Meter, head biasa
ditentukan dari berat jenis muatan dan panjang pipa yang digunakan.

Tangki Timbun

Tangki merupakan tempat penyimpanan atau storage tank industri


kimia, tangki tidak hanya menjadi tempat penyimpanan bagi produk dan
bahan baku tetapi juga untuk menjaga kelancaran ketersediaan produk
dan bahan baku serta dapat menjaga produk atau bahan baku dari
kontaminan zat lain. Tangki timbun adalah bejana tekanan yang dapat
menyimpan atau menimbun cairan bahan berbahaya atau cairan
lainnya, di dalamnya terdapat gaya tekan yang ditimbulkan oleh berat
cairan yang disimpan atau ditimbun dengan volume tertentu.

Preassure Tank (tangki bertekanan), Dapat menyimpan fluida dengan


tekanan uap, umumnya fluida yang disimpan adalah produk – produk
minyak bumi. Oleh karena itu, preassure tank terbagi menjadi beberapa
jenis diantaranya :

1. Tanki peluru (bullet tank) Pressure vessel berbentuk horizontal


dengan volume maksimum 2000 barrel. Penerapannya digunakan
untuk menyimpan LPG, Butane , Ammoniak.

2. Tanki bola (spherical tank) Pressure vessel yang digunakan untuk


menyimpan gas – gas yang dicairkan seperti LPG dan dapat
menyimpan gas cair tersebut hingga mencapai tekanan 75 psi, volume
tanki dapat mencapai 50.000 barrel, tanki dibuat berdinding double
dimana diantara kedua dinding tersebut diisi dengan isolasi
seperti polyurethane foam , tekanan penyimpanan diatas 15 psig.

3. Dome Roof tank, Tangki ntuk menyimpan bahan – bahan yang


mudah terbakar, meledak , dan mudah menguap seperti gasoline,
bahan disimpan dengan tekanan rendah 0.5 – 15 psig.

Pipa
Merupakan alat saluran/aliran pendistribusian material muatan cair dari
berbagai zat. Terdapat lima jenis pipa minyak dan gas serta komponen
lainnya untuk memastikan seluruh jaringan transportasi hidrokarbon
beroperasi dengan aman, efisien, dan ramah lingkungan terdapat lima
jenis saluran pipa.

1). Pipa pengumpul seringkali lebih pendek dan diameternya lebih


kecil dibandingkan jenis lainnya dan beroperasi dengan aliran dan
tekanan yang lebih rendah. Namun, mereka memainkan peran penting
dalam memastikan transportasi sumber daya yang efisien dan
memungkinkan langkah pertama dalam pemanenan minyak dan gas.

2). Jaringan pipa transmisi merupakan tulang punggung proses


transportasi, memindahkan material dalam jumlah besar dalam jarak
yang sangat jauh. Saluran pipa ini dirancang untuk menangani tekanan
tinggi dan biasanya berdiameter lebih besar dibandingkan jenis lainnya,
sehingga memungkinkan saluran tersebut mengangkut material dalam
jumlah besar. Jalur pipa transmisi menghubungkan area produksi ke
kilang, fasilitas penyimpanan, atau jalur pipa distribusi, memastikan
aliran sumber daya yang lancar ke seluruh jaringan.

3). Jaringan pipa distribusi menyalurkan material ke pengguna akhir,


seperti rumah, bisnis, dan fasilitas industri. Pipa distribusi biasanya
berdiameter lebih kecil daripada pipa transmisi dan beroperasi pada
tekanan yang lebih rendah, sehingga menjamin pengiriman material
yang aman ke konsumen.

Jaringan pipa ini sering ditemukan di daerah perkotaan, membentuk


jaringan jalur yang saling berhubungan sehingga memungkinkan
distribusi sumber daya yang efisien. Pipa distribusi, pipa transportasi,
dan pipa pengumpul sering dianggap sebagai tiga mata rantai dalam
rantai pipa. Namun, ada dua tipe lain yang perlu disebutkan di sini.

4). Pipa Aliran (Flowline) mengangkut material antar tahapan proses


produksi yang berbeda. Pipa-pipa ini dapat ditemukan di ladang minyak
dan gas, menghubungkan kepala sumur ke pipa pengumpul atau
memindahkan material antar berbagai unit dalam fasilitas
pemrosesan.

5). Pipa Pengumpan/Pipa Feeder atau pipa pengumpan untuk meng


hubungkan berbagai komponen jaringan pipa, seperti fasilitas
penyimpanan, kilang, dan pipa distribusi. Jalur pipa ini penting untuk
menjaga konsistensi aliran material di seluruh sistem, memastikan
bahwa sumber daya tersedia kapan dan di mana saja dibutuhkan. Pipa
pengumpan dapat bervariasi dalam ukuran dan tingkat tekanan,
tergantung pada fungsi spesifiknya dalam jaringan.

Saluran pipa memainkan peran penting dalam memfasilitasi transportasi


berbagai material secara efisien, seperti minyak, gas, dan air dalam jarak
jauh. Ada beberapa jenis jaringan pipa, masing-masing memiliki tujuan
berbeda dalam proses transportasi minyak dan gas, yaitu pipa pengumpul,
pipa transmisi, pipa distribusi, pipa flowline, dan pipa feeder.

Pipa merupakan benda yang berbentuk silinder dengan lobang ditengahnya


yang terbuat dari baja, logam atau bahan lainnya yang berfungsi untuk
mengalirkan material cair seperti BBM, GAS, CPO dan lainnya. Jenis pipa
akan diklasifikasikan berdasarkan zat yang dialirkan antara lain:

 Pipa Air

 Pipa Minyak

 Pipa Gas

 Pipa Uap

 Pipa Udara dan lain sebagainya

C. SARANA PENANGGULANGAN TUMPAHAN MINYAK

Adanya perbedaan sarana pendukung di terminal curah kering dan


diterminal curah cair. Di terminal khusus curah cair harus dan wajib
tersedia kelengkapan sarana penanggulangan Tumpahan Minyak yang
tercecer ke permukaan air laut dalam kolam terminal, yang harus
dilengkapi dengan :

1. Mooring bouy merupakan suatu fasilitas untuk mengikat kapal


waktu labuh agar tidak terjadi pergeseran yang disebabkan
gelombang, arus dan angin; dan sebagai alat bantu untuk
berputarnya kapal.
> Plat form
> Conventional Buoy Mooring
> Multy Bouy Mooring
> Single Bouy Mooring

2. Pada setiap pelabuhan khusus dan di area terminal curah cair ini harus
tersedia peralatan penanggulangan tumpahan minyak di kolam atau di
area perairan. Penyediaan peralatan tersebut, diklasifikasikan menjadi
3 (tiga) katagori:

1).Pelabuhan Khusus Besar,


2). Pel.Khusus.Sedang dan
3). Pel.Khusus.Kecil.
MATERIAL PEL.BESAR PEL.SEDANG PEL.KECIL

Oil Boom 1.500 Meter 500 Meter 300 Meter

Oil Skimmer 2 Unit 1 Unit 0

Oil Containt Bak 2 Unit 1 Unit 0

Oil Dispersant Pulp 2 Unit 1 Unit 1 Unit

Oil Dispersant sprayer 3 Buah 2 Buah 2 Buah

Oil Dispersant Chemical 25 Drum 15 Drum 15 Drum

Jenis bentuk Oil Sorbent


 Boom
 Sweep
 Pad (lempengan)
 Pillow (bentuk bantal)
 Blanket (bentuk selimut)

Oil Sorbnet digunakan sebagai alternatif pengganti oil dispersant, membersihkan


tumpahanminyak atau sisa-sisa tumpahan minyak diperairan yang tidak bisa
dihisap lagi dengan oil skimmer. Oil sorbent efektif untuk menyerap jenis minyak
ringan seperti; solar, lube oil, minyak-minyak bekas dari kamar mesin kapal.

Sarana Apung

Mutlak diperlukan untuk mengoperasikan peralatan di perairan, antara lain;


 Operasi penggelaran oil boom
 Pengoperasian oil Skimmer
 Pengoperasian oil Dispersant Pump
 Mengangkut peralatan dari dan kelokasi operasi penaggulangan tumpaham
minyak dll.

Jenis sarana apung diantaranya;

 Anti pollution vessel


 Pollution figting craf/sweep
 Rabber boat
 Tug boat
 Mooring boat

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan oleh para petugas/operator dalam


melaksanakan opersi penyemprotan adalah:
 Petugas harus menggunakan pakaian K3, masker, sarung tangan.
 Petugas harus berada posisi diatas angin, searah dengan arah angin.
 Bila tubuh/badan petugas terkena dispersant segera di bersihkan/dicuci

1. Oil Boom, adalah alat untuk melokasi/mengurung/membatasi tumpahan


minyak di perairan Pelabuha Laut maupun Pelabuhan Sungai.
2. Oil Skimmer, adalah alat untuk mengisap tumpahan minyak diperairan dan
memompakan ke tempat penampungan.
3. Oil Containment Bag, alat untuk menampung/menyimpan sementara minyak
hasil pengisapan Oil Skimmer di lokasi opersinya.
4. Oil Dispersant Chemical, adalah cairan kimia yang dapat mencerai beraikan
tumpahan minyak diperairan, sehingga menjadi butiran-butiran kecil.
5. Oil Dispersant Pump & Sprayer Set, Pompa yang dilengkapi sprayer set
untuk menyemprotkan cairan oil dispersant chemical ke lokasi/are tumpahan
minyak di perairan.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat mengakibatkan bahaya atau kerugian
pada saat kegiatan operasional, seperi terjadinya kebakaran. Maka diperlukan adanya
pompa pemadam kebakaran untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kebakaran,
terdapat jenis-jenis alat pemadam kebakaran di atas kapal maupun di
dermaga/diteminal curah cair.

Demi kelancaran dalam menangani pencegahan bahaya kebakaran di atas kapal,


maupun di darat (dermaga) maka kesiapan fire pump sangat dibutuhkan, oleh sebab itu
diperlukan adanya penanganan terhadap faktor-faktor yang bisa penghambat terhadap
kinerja fire pump sehingga fire pump dapat beroperasi secara optimal, dalam
penggunaan pompa, saat kegiatan operasional di Terminal.
Beberapa Peralatan sarana pendukung diterminal curah BBM
Oil Boom berfungsi merelokasi/mengurung tumpahan minyak ke perairan

PENANGANAN & PERHITUNGAN B/M CURAH CAIR (KE.13)

Pertama Melihat Data Muatan:


 Provisional Certificate,
 Ship/Shore Safety Check List.
 Safety Instruction

Kedua Pemeriksaan Fisik


 Sounding seluruh tangki yang ada dikapal oleh Surveyor dan
Loading Master, dengan melihat Observed Temperature
berdasarkan panel monitor Ullage (biasanya sudah ada observed
temperaturnya).
 Atau secara manual dengan cara mensounding disetiap palka.
 Bila temperature dari semula tetap maka muatan akan sama.
Namun apabila temperatur lebih besar, maka muatan akan
berkurang karena memuai dengan toleransi…%

A. PERSIAPAN ALAT B/M


1. POMPA  RPM/1000/Jam(tegantung jenis muatan)
a). Contoh CPO 300 KL/Jam b). BBM 350 s/d 500 KL/Jam
2. SLANG/PIPA  (tergantung diameter)
3. TANK/STORAGE  (tergantung posisi/kapasitas)

Output Bongkar Muat.

Dalam melakukan kegiatan B/M dari kapal Tanker dan juga didarat
(dermaga) Terminal Curah Cair, telah tersedia beberapa Pompa yang
berkekuatan besar dengan dilengkapi manifold berikut perangkat
Loading/Unloading Arm, yaitu suatu alat sambung antara Pipa Delivery
kapal dengan pipa-pipa di darat (Shore Connections), dimana Pompa
merupakan subsistem dari sistem B/M muatan curah cair antara pompa
dan pipa termasuk fittings.
Pompa untuk muatan cair banyak digunakan di kapal-kapal tanker antara
lain adalah dari jenis Centrifugal Pump, dengan Type Single atau Multi-
stage dengan kapasitas mencapai 600.M3/Jam dengan ketinggian/head
antara 80 s/d 90 Meter. Kapasitas dimaksud ditentukan oleh viskositas
(kekentalan) yang merupakan pengukuran dari ketahanan fluid (zat cair)
yang diubah baik dengan tekanan maupun keadaan tertentu, seperti berat
jenis mutan (BD) dan panjangnya pipa, dengan melihat tabel Stowage
Faktor. Hal ini dimaksudkan dalam rangka mempercepat proses B/M,
sehingga waktu tambat kapal dapat ditekan Berthing Time maupun
keberadaan kapal selama di pelabuhan Turn Round Tim).

Seperti telah dijelaskan terdahulu bahwa Kapal-kapal tanker dilengkapi


dengan manifold berikut loading/unluading arm, yaitu perangkat sambung
antara pipa delivery kapal dengan pipa-pipa darat (Shore Connections) di
dermaga/terminal.

Sedangkan pompa yang digunakan jumlahnya cukup banyak dengan


kekuatan pompa bongkar (Discharging Pump) antara 300 s/d 600
Ton/Jam/Unit. Minyak yang berat (Density) yang akan dibongkar/dipompa
sebelunya dipanaskan terlebih dahulu supaya lebih mudah mengalir.
Sebagai tolak ukur operasi B/M curah cair dapat dicontohkan sebagi
berikut dengan rumus:

Density x Total Cargo = ....Ton

Capasity Pump x Hours /Shift =....Ton

Catatan

1 ton sama dengan 1.02 kiloliter. Dengan kata lain, ada 1.02
kiloliter dalam satu ton.

Contoh Tabel konversi ton ke kiloliter


Berat dalam Volume dalam
Ton (Ton) Kiloliter (KL)
1 1,02

2 2,04
3 3,06

4 4,08

5 5,1

6 6,12

7 7,14

8 8,16

9 9,18

10 10,2

Dst…….. Dst…….

Contoh Kasus:

Untuk membongkar BBM Solar 15.000 KL dari Kapal Tanker dengan


menggunakan popa transfer yang berkekuatan/kapasitas 300 Ton/Jam Bila
waktu bongkar dengan rata-rata 7,5 Jam/shift. Berapa unit pompa yang
harus dipakai bila diketahui Berat Jenis dari BBM Solar tersebut 0,85
dengan cara kerja dua shift.

Jawab:
Total bongkaran BBM 15.000 Ton x BJ 0,85 = 12.750 Ton
Out Pompa dalam 2 shift  300 x 2 x 7,5 = 4.500 Ton
Jumlah Pompa yang dibutuhkan  12.750 : 4.500 = 2,83 unit (3 unit)

Stowage Faktor Muatan Curah Cair.


Berat jenis muatan curah cair atau berat jenis dari bahan cair, merupakan
penetu besarnya ruang (Volume) per ton muatan yang dapat ditampung.
Seperti halnya minyak berat akan menempati ruang lebih sedikit
dibandingkan minyak yang berat jenisnya (density) lebih kecil.

Untuk perhitungannya dapat menggunakan contoh angka stowage factor


dalam tabel seperti berikut:

Tabel Stowage Faktor Muatan Curah.


KOMODITAS STOWAGE FACTOR

Pangan Non Pangan Satuan Ft.3/Ton M.3/Ton

Bean Oil Bulk 38.8 1.10

Palm Oii Bulk 40.7 1.14

Crude Oil Bulk 389-422 1.09 – 1.18

Coustic Soda Drum 34 0.95

Wood Oil Bulk 38.5 1.08

Kaleng 57 – 58 1.60 – 1.62

Tong 64 – 65 1.09 – 1.18

Dalam penggunan Tabel Stowage Faktor, sebagai mana contoh daftar


diatas dapat digunakan untuk menghitung berapa ketinggian cargo curah
cair dalam tanki yang akan dimuat/ditampung (M3).

RUMUS:
Cargo x SF
Capacity Tanki : Tinggi

Contoh.

Diketahui muatan curah cair Crude Oil seberat 100 Ton, yang akan
dibongkar dari kapal ke tangki kosong yang berkapasitas daya tampung
300 M3 pada ketinggian 6 Meter.
Hitung berapa Cm tinggi muatan curah cair dimaksud.

Jawab:

Ruang yang dibutuhkan  100 ton x 1,18 = 118 M3


Luas penampang Tanki  300 : 6 = 50 M2
Ketinggian cargo dalam tanki  118 : 50 = 236 Cm

===================================================
Muatan Curah dalam Kemasan.

Muatan curah cair tidak selamanya di muat dalam tanki kapal tanker
secara langsung dituangkan ke dalam tanki, namun dapat juga dimuat
dalam kemasan berupa drum atau sejenisnya. Curah cair dalam kemasan
drum dapat diangkut dengan kapal pengangkut barang umum (General
Cargo), oleh kerenanya operator terminal harus mampu menghitung dan
menyiapkan lapangan penumpukan/storage area yang cukup luas yang
tersedia dan dengan cara melihat stowage faktor dari jenis muatan yang
akan ditangani.

Contoh kasus:

Kapal General Cargo memuat satu partai Caustic Soda dalam kemasan
Drum tinggi 60 Cm, dengan jumlah total muatan seberat 379 ton. rencana
dibongkar dan ditimbun di lapangan yang tersedia dengan memiliki
Panjang 20.M dan Lebar 10.M.
Hitung berapa Tier tumpukan drum dari partai Caustic tersebut.

Rumus.
 Total Cargo x Density = Ruang Dibutuhkan/M3
 {Ruang : (P x L)} = Tinggi Tumpukan/Meter
 Tier/Drum  TT : TK = .....Tier

Jawab:

Ruang yang dibutuhkan 379 x 0,95 = 360 M3


Tinggi Tumpukan {360 : (10x20)} = 1,8 M
Tumpukan Tier 180 : 60 Cm = 3 Tier

=====================================================
ULLAGE DAN INNAGE (KE.14)
Ullage, adalah jarak tegak lurus yang diukur dari permukaan cairan sampai
kepermukaan tangki, ullage sendiri merupakan cara untuk mengetahui
volume tanki dengan mengukur jarak antara permukaan muatan dengan
atap tangki (Top Tank).

Innage, merupakan cara untuk mengetahui volume tangki dengan


mengukur kedalaman atau jarak antara dasar tanki hingga permukaan
muatan.

Ullage 0,90 M

Innage 12 M 12,90 M

1.800 kl

Alat ukur Sounding:

 Roll meter (manual)


 Deepstick (manual)
 Pasta minyak/air
 Kain lap
 Pelindung diri

Rool Meter.

Adalah meteran gulung sebagai alat ukur yang berfungsi mengukur


panjang sebuah objek, mengukur jarak, mengukur sudut hingga membuat
lingarakan. Penggunaan alat ini biasanya diterapkan untuk berbagai
kegiatan yang membutuhkan ukuran yang akurat.
Satuan Meteran Gulung Tingkat ketelitian pada alat ini mencapai 0,54 mm
sehingga dapat mengukur panjang serta jarak dengan akurat. Alat ini
tersedia dengan panjang yang cukup beragam, mulai dari 5 m hingga 50
m. Satuan yang digunakan ada pita meteran meliputi cm, inch, m, feet dan
mm. Pembagian interval panjang atau jarak umumnya dilakukan pada
ukuran 5 mm atau 10 mm yang disesuaikan dengan kebutuhan objeknya.
Meteran ini terbuat dari bahan dasar baja memiliki banyak kelebihan.
Diantaranya adalah memiliki daya tahan yang lebih kuat, tahan air dan
tingkat pemuaiannya relatif kecil. Meteran Baja Aloy merupakan material
yang dihasilkan dari perpaduan nikel dan baja, yang membuat material ini
memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan baja biasa.
Karakteristik baja aloy lebih awet, tidak terpengaruh suhu, pemuaian
rendah dan anti karat. Meteran jenis ini memiliki tingkat ketelitian yang
paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya.

Persyaratan Rool Meter:


Bahannya harus terbuat dari baja yang tahan terhadap korosip), dan harus
memiliki Thernal expansi yang sama dengan material/bahan dinding tanki.
Panjang rool harus sesuai dengan tinggi tanki yang akan dilakukan
pengukuran.

Deepstick merupakan batang besi berbentuk pipih atau bulat (dapat


bersambung), yang dicelupkan ke lokasi penyimpanan material (BBM/Oli).
Alat ini kegunannya hampir sama sebagai alat pengecekan untuk memastikan volume
muatan atau cargo pada tanki agar tetap terjaga secara ideal. Pengecekan/penggunaan
alat ini biasanya dilakukan saat akan dilakukan pembongkaran material.

Bandul Pemberat Bersekala (BOB/BAR)


Bahan tidak mudah menyala dan tahan korosip
Panjang 15 Cm (6 in), 30 Cm (12’’) atau 45 Cm (18’’)
Berat minimum 20 ounces, maksimal 2 3/8 lbs
Ujung Bob/Bar untuk mengukur innage, baik Bob/Bar harus runcing dan dari material
yang keras.

Menghitung saat B/M (Loading & Discharging).

1. Lakukan sounding awal disetiap tanki secara bersama-sama antara pihak


darat/terminal dengan pihak kapal, untuk melakukan pengukuran cargo atau
muatan dalam tangki dengan mengukur kedalaman jarak antara permukaan
cargo atau muatan hingga kedasar tanki dengan alat sounding yang telah
disepakati bersma.
2. Hasil soundingan dicatat dengan teliti untuk dijadikan perhitungan dalam
menentukan kecepatan/lamanya pembongkaran/discharge muatan yang dibawa
oleh kapal, berapa lama pembongkaran dapat diselesaikan?.

Contoh.

Hitung berapa lama pembongkaran material/minyak dapat diselesaikan bila diketahui


seperti dalam gambar hasil soundingan adalah; innage dalam tanki 12 Meter dan ullage
0,90 Meter, jumlah muatan 1.800 KL.

Jawab:

 Hasil sounding jadikan Centimeter  (innage x 100)


12 M x 100 = 1.200 Cm
 Volume muatan jadikan KL/Cm  (Vol : TM/Cm)
1.800 Kl : 1.200 Cm = 1,5 Kl/Cm

Untuk mengetahui lamanya waktu pembongkaran.

 Hasil soundingan ullage x Kl/Cm

 90 Cm x 1,5 Kl = 135 Kl/Jam.

 Penyelesaian discharging:  (Vol : Kl/Jam)


 1.800 : 135 = 13,3 Jam

TATALAKSANA SOUNDING & HASIL HITUNG

Sounding, adalah cara mengukur cargo atau muatan dalam tangki dengan mengukur
kedalaman jarak antara permukaan cargo atau muatan hingga kedasar tanki.
.

PELAKSANAAN SOUNDING
Tahapan perhitungan sounding muatan minyak/oil product, dilakukan sbb:
Check Data, Table dan Tank Koreksi serta Alat Ukur.
Ullaging, Sounding, Sampling Cargo dan Cargo Calculation.
1.Pengecekan Data, Table dan Koreksi yang berhubungan dengan tanki beserta
alat ukur/ullagging device.
2. Koreksi dari Tanki
a) Koreksi Trim
b) Koreksi List
3.Koreksi Peralatan dari Ullaging/Sounding.
Koreksi Ketinggian terhadap Main Deck/ Zero Point
4. Koreksi dari Muatan itu sendiri
a) Koreksi Temperatur (Berpengaruh terhadap Volume
b) Koreksi Density/kepadatan/kekentalan,berpengaruh terhadap berat

Pada tahapan ini tujuanya agar cargo surveyor mengetahui berapa nilai koreksi yang
ada digunakan dalam perhitungan muatan, dikarenakan tiap-tiap tanki memiliki karakter
tersendiri sehingga berbeda nilai koreksinya begitu juga dengan alat ukur yang akan
digunakan perlu kita ketahui berapa besar nilai koreksi pengurangan/ penambahan
dalam beberapa koreksi yang akan di temui dalam perhitungan muatan minyak, yaitu
adanya; (Biasanya melihat pada tabel koreksi yang sudah standar dari setiap
tanki)

TATALAKSANA AWAL B/M CURAH CAIR DENGAN TABEL LOGSHEET

B. Pertama melihat data muatan:


1. Provisional Certificate,
2. Ship/Shore Safety Check List
3. Safety Instruction

C. Pemeriksaan Fisik
1. Sounding seluruh Tanki yang ada dikapal oleh Surveyor dan Loading Master,
dengan melihat Observed Temperature berdasarkan Panel Monitor
/ULLAGE (biasa sudah ada observed temperaturnya)
Catatan: Bila temperatur tetap seperti semula, maka muatan akan sama
pula (tidak berubah). Namun bila temperature (>) muatan lebih besar muatan
akan berkurang (memuai) maka toleransi ……..%
2. Dilakukan secara manual dengan cara mensounding tanki,

D. Persiapan alat-alat B/M


1. POMPA  RPM/1000/Jam (tegantung jenis muatan
a). CPO 300 KL/Jam
b). BBM 350 s/d 500 KL/Jam
2. SLANG/PIPA  (tergantung diameter)
3. TANK/STORAGE  (tergantung posisi/kapasitas)

E. Hasil Sounding.
1. Berapa koreksi (Cm lihat Draf M/B)
2. Koreksi ULLAGE (lihat Tabel

Anda mungkin juga menyukai