0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan9 halaman

Penanganan Bulk Grain Cargo

Dokumen ini membahas tentang penanganan muatan curah biji-bijian di atas kapal. Terdapat penjelasan tentang apa yang dimaksud muatan curah, alat-alat yang diperlukan untuk bongkar muat muatan curah biji-bijian, dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum memuat muatan curah biji-bijian seperti pembersihan, pemeriksaan, dan pengetesan ruang muat.

Diunggah oleh

reven
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
320 tayangan9 halaman

Penanganan Bulk Grain Cargo

Dokumen ini membahas tentang penanganan muatan curah biji-bijian di atas kapal. Terdapat penjelasan tentang apa yang dimaksud muatan curah, alat-alat yang diperlukan untuk bongkar muat muatan curah biji-bijian, dan persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum memuat muatan curah biji-bijian seperti pembersihan, pemeriksaan, dan pengetesan ruang muat.

Diunggah oleh

reven
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MARINE CARGO

PENANGANAN MUATAN BULK GRAIN CARGO

Disusun oleh :

RIDWAN WIJAYA (224315037)

EGA OKTATIARNO (224315034)

S1 MTL A 2015

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN TRANSPORTASI TRISAKTI

Jl. IPN No. 2, Cipinang Besar Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Telp. 021-8516050
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagaimana fungsinya, kapal diutamakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia khususnya pada
bidang transportasi dan pengangkutan. Beragam jenis kapal yang dibangun sesuai fungsinya untuk
memuat muatan-muatan yang beragam. Ada kapal untuk memuat penumpang, container atau peti
kemas, muatan curah berupa liquid maupun kering.

Karena beragamnya bentuk muatan dalam penanganan muatan di atas kapal, maka pada semester IV
ini atas dasar bimbingan dosen pengampu kami, kelompok kami mendapatkan tugas berupa
penanganan muataan untuk kargo muatan curah, khususnya untuk curah biji-bijian.

Pada dasarnya kapal – kapal yang dibangun untuk muatan kering dapat pula dipergunakan untuk
memuat muatan curah . Akan tetapi untuk memenuhi permintaan dari perniagaan muatan curah
khusus, maka dibuatlah kapal – kapal khusus untuk itu, serta yang memenuhi peraturan – peraturan
standar bagi ruangan muatannya yang dikenal dengan nama “bulk carrier”.

Bila muatan yang dimuat di kapal tanpa bungkus, muatan demikian itu disebut muatan curah. Biji –
bijian, batubara, coke, gandum, belerang, dll adalah muatan yang umumnya dimuat secara curah.
Untuk itu ruang muat harus dipersiapkan dengan baik sebelum menerima muatan curah.

Kapal pengangkut biji–bijian adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu,
berupa biji tumbuh–tumbuhan dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat single
deck dan sistem bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab).

B. Rumusan masalah

Rumusan masalah kami susun sebagai berikut :

a. Apa yang dimaksud muatan curah?

b. Apa saja alat- alat yang diperlukan untuk bongkar muat muatan curah berupa biji-bijian?

c. Apa saja yang harus dipersiapkan untuk memuat muatan curah biji-bijian?

d. Bagaimana cara memuat muatan curah biji- bijian?


C. Tujuan Penulisan

Tujuan Penulisan makalah ini kami maksudkan sebagai berikut:

a. Dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan muatan curah.

b. Dapat mengetahui alat- alat yang diperlukan untuk bongkar muat muatan curah berupa biji-bijian.

c. Dapat mengetahui persiapan-persiapan apa saja untuk memuat muatan curah biji-bijian.

d. Dapat mengetahui cara memuat muatan curah biji- bijian.

D. Manfaat Penulisan

Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai:

a. Memberikan kesempatan kepada penulis (taruna) untuk mempelajari, mengamati, dan mengkaji
suatu permasalahan yang dihadapi

b. Memberikan lebih wawasan dan pengetahuan.

c. Melatih penulisdalam membuat suatu karya tulis agar terbiasa dan lebih baik.

d. Memberikan kesempatan kepada penulis untuk lebih mengenal bidang lingkungan kerjanya kelak,
khususnya dalam aspek pemuatan.

e. Sebagai pedoman untuk pembelajaran penulis dan pembaca.


PEMBAHASAN

A. Muatan Curah.

Bahan curah atau muatan curah adalah komoditas yang ditangani, ditransportasikan, dan
didistribusikan dalam jumlah besar dan tidak terkemas. Bahan curah juga mengacu pada suatu bahan
yang berwujud fluida (cair dan gas) dan butiran, yang setiap individu butirannya memiliki massa yang
sangat kecil dibandingkan massa keseluruhan bahan yang dimuat.

Contoh bahan curah yaitu minyak bumi, serealia, batu bara, dan bahan bangunan. Kargo yang memuat
bahan curah biasanya ditumpahkan isinya, dituang, atau dipindahkan dengan sekop atau ember untuk
membongkarnya. Bahan curah biasanya dimuat dalam kargo tangker yang dibawa oleh kapal tangker,
kereta, truk tangker atau truk semi-trailer, ataupun dialirkan melalui saluran (misal pipa). Dalam
jumlah yang sedikit, bahan curah dapat dimuat di dalam drum, kotak, karung, dan sebagainya.

B. Alat yang Diperlukan untuk Bongkar Muat Muatan Curah berupa Biji-Bijian.

• Belt Conveyor.

Belt Conveyor adalah peralatan yang cukup sederhana yang digunakan untuk mengangkut unti atau
curah dengan kapasitas besar. Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan
benda padat. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan.
Misalnya dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan
diangkut. Untuk mengangkut bahan -bahan yang panas, sabuk yang digunakan terbuat dari logam
yang tahan terhadap panas.

• Bucket Elevator.

Bucket Elevator merupakan salah satu jenis alat pemindah bahan yang berfungsi untuk menaikan
muatan curah (bulk loads) secaravertikal atau dengan kemiringan (incline) lebih dari 70o dari bidang
datar. Contoh semen, pasir, batubara, tepung, dll. Bucket elevator dapat digunakan untuk menaikan
material dengan ketinggian hingga50 meter. Kapasitasnya bisa mencapai 50 m3/jam. Konstruksinya
dapat mencapai posisi vertikal.

• Grabs.

Grabs adalah alat muat / bongkar yang sering digunakan untuk memuat/ membongkar barang jenis
curah kering.
Kebanyakan muatan curah dimuat ataupun dibongkar ke atau dari kapal di pelabuhan atau dermaga
khusus yang melakukan bongkar muat untuk muatan curah. Dermaga curah adalah dermaga yang
khusus digunakan untuk bongkar muat barang curah yang biasanya menggunakan ban berjalan
(conveyor belt).

Barang curah terdiri dari barang lepas dan tidak dibungkus/kemas, yang dapat dituangkan atau
dipompa ke dalam kapal. Bahan ini dapat berupa bahan pokok makanan (beras, jagung, gandum, dsb)
dan batu bara.

Karena angkutan barang curah dapat dilakukan lebih cepat dan biaya lebih murah dari pada dalam
bentuk kemasan, maka beberapa barang yang dulunya dalam bentuk kemasan sekarang diangkut
dalam bentuk lepas. Sebagai contoh adalah pengangkutan semen, gula, beras, dan sebagainya.

C. Persiapan-Persiapan untuk Memuat Muatan Curah Biji-Bijian. Sebelum dimuat maka:

• Ruang muat harus dipersiapkan untuk menerima muatan.

• Pengetesan, pengecekan ruang muat serta alat-alat muat bongkar muat dan perlengkapan lainnya
yang berurutan dengan muat bongkar.

• Persiapan ruang muatan sangat bergantung dari jenis muatan yang mau dimuat, sifat muatan tersebut
serta keadaan palka (bentuk, letak, ada tidaknya tiang-tiang dlsb.)

Persiapan ruang muat meliputi hal-hal:

a. Pembersihan ruang muat:

• Mengeluarkan sisa – sisa / bekas – bekas muatan yang terdahulu, demikian pula sisa – sisa / bekas –
bekas terapan – terapan.

• Menyapu (broom cleaning) ruang tersebut sampai bersih. Kalau perlu pakai serbuk gergaji agar sisa-
sisa muatan yang terdahulu yang melekat di atas palka, dinding-dinding bisa tersapu semuanya.

• Terapan – terapan yang masih baik dikumpulkan disatu tempat, dan sisa-sisa kotoran dikumpulkan
di atas dek. Kalau ada tongkang kotoran, dibuang ke dalam tongkang.

• Setelah selesai disapu bersih, lalu dibersihkan dengan air tawar agar debu-debu sapuan turun. Saat
membersihkan jangan lupa agar sisa kotoran yang mungkin masuk ke dalam got palka juga ikut
dibersihkan. Air cucian ini dihisap keluar palka dengan memakai pompa got. Perhatikan saringan got
jangan sampai tersumbat. Kalau perlu saringan got diangkat keluar untuk dibersihkan, dimeni lalu
dicat kembali.
• Setelah dibersihkan dengan air tawar, jalankan ventilasi palka agar palka tersebut cepat kering.

• Andai kata ruangan tersebut berbau, maka air pencuci diberi sedikit bahan kimia untuk
menghilangkan bau tersebut.

• Jika dianggap palka tersebut masih ada hama tikus atau hama-hama lainnya, sebaiknya diadakan
pembasmian hama tikus atau fumigasi.

• Kalau perlu palka tersebut dicat kembali agar kutu-kutu, lipas dll mati.

• Khusus untuk ruangan dingin: dibersihkan, geladaknya digosok, dosemprot dan dirawat dengan
kapur putih. Untuk menghilangkan bau-baunya disemprot dengan air yang dicampur dengan bahan
kimia. Kalau perlu pembersihannya di bawah petunjuk seorang surveyor.

b. Pemeriksaan, pengetesan ruang muat :

Pemeriksaan, pengetesan ruang muat dilakukan oleh Mualim I atau kalau perlu dibantu dengan
seorang surveyor. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain :

• Kebersihan ruang muat secara keseluruhan. Bukan saja bersih, tetapi juga harus kering.

• Dunnage (penerapan) tetap harus dalam keadaan baik, jumlahnya harus cukup. Yang rusak
diperbaiki atau diganti baru.

• Drainase (pembuangan / got – got) harus bersih. Saringan baik dan tidak tersumbat oleh kotoran atau
karat. Ditest dengan memasukkan air ke dalam got,

lalu dipompa. Bila tidak memakai air cukup dengan menadah telapak tangan di bawah lobang hisap.
Bila telapak tangan kesedot, berarti baik.

• Penerangan palka dichek, apakah jumlahnya cukup atau tidak. Bila ada yang padam atau rusak, agar
segera dibetulkan/diganti.

• Tangga di dalam palka terutama trap-trap dan pemegangnya diperiksa demi keselamatan ABK dan
buruh.

• Alat penemu uap panas (heat detector) yang ujung - ujungnya berada di dalam palka. Ditest dengan
membakar majun di dalam palka. Setelah alat smoke detector dianjungan di “on” kan maka akan
kelihatan asap dari alat tersebut, berarti baik. Demikian pula pipa-pipa CO2 yang menuju ruang palka
harus ditest kerjanya, apakah ada pipa – pipa yang bocor/tidak. Bila ada yang bocor segera dibetulkan

• Man holes (lobang lalu orang ke / dari tangki) di cek apakah dalam keadaan baik terutama baut –
baut dan packingnya.
• Lobang ventilasi (peranginan) dicheck apakah tidak tersumbat oleh kotoran-kotoran. Jalankan
ventilasi palka untuk mengetahui apakah salurannya tersumbat atau lancar.

• Tutup palka (hatch cover) apakah masih kedap air atau tidak. Cara pengetesannya ialah dengan cara
menyemprot air dengan tekanan tinggi di atas tutup palka, lalu dilihat dari dalam.

• Baik pemeriksaan maupun checking palka dijurnalkan.

D. Memuat Muatan Curah Biji - Bijian.

• Pada waktu pemuatan serta peralatan muat bongkar lainnya harus dalam keadaan baik, serta siap dan
dalam kedudukan yang semestinya.

• Berat barang yang diangkat tidak melebihi SWL dp. peralatan tersebut.

• Buruh-buruh, winch controller dan tenderman harus benar-benar mengerti akan fungsinya.

• Taatilah petunjuk yang tertera pada muatan itu sendiri seperti :

 “sling here” : pasang sling d isini.


 “this side up” : sisi ini ke atas (jangan dibalik).
 “use no hook” : jangan pakai ganco.
 “handle with care” : hati-hati, pelan-pelan.

• Bila terjadi kerusakan muatan sebelum muatan tersebut dikapalkan, sebaiknya ditolak. Andai kata
diterima, mualim I harus membuatkan “Cargo Exeption” yaitu sebuah berita acara yang menyatakan
bahwa barang tersebut diterima di kapal sudah dalam keadaan rusak. Kekurangan atau kehilangan isi,
di luar tanggungjawab pihak kapal. Di dalam cargo exeption disebutkan:

 jumlah peti yang rusak.


 merek barang.
 keadaan bungkus dan isinya.
 kehilangan/kekurangan isinya di luar tanggungjawab kapal.
 Ditandatangani oleh Mualim I dan stevedore.
• Muatan yang rusak tersebut sebelum dimuat di dalam palka diperiksa terlebih dahulu, lalu kerusakan
bungkusnya dibetulkan baru dipadatkan. Pemeriksaan juga disaksikan oleh stevedore. Sesuai dengan
tugas dan tanggung jawab pihak karier, maka selama dalam perjalanan pun muatan-muatan yang di
kapal masih menjadi tanggung jawab Nakhoda. Oleh karena itu selama dalam perjalanan dijaga agar
muatan tetap baik dan tidak rusak. Pengawasan disesuaikan dengan sifat muatan itu sendiri. Ada
sebagian muatan memerlukan perhatian khusus, ada yang memakai ventilasi, ada yang tidak. Bila
terjadi kerusakan muatan setelah muatan itu dikapal. Nahkoda dapat membuat “Cargo Damage
Report” yaitu berita acara kerusakan muatan kapal. Di dalam cargo damage report disebutkan:

 barang-barang yang rusak.


 sebab kerusakan.
 tindakan preventip yang telah diambil.

• Kalau kerusakan muatan itu disebabkan karena suatu keadaan di luar batas kemampuan kapal,
Nakhoda dapat membuat “Note of Sea Protest”.
PENUTUP

Kesimpulan.

Bahan curah atau muatan curah adalah komoditas yang ditangani, ditransportasikan, dan
didistribusikan dalam jumlah besar dan tidak terkemas. Contoh bahan curah yaitu minyak bumi,
serealia, batu bara, dan bahan bangunan.

Alat- alat yang diperlukan untuk bongkar muat muatan curah berupa biji-bijian antara lain Belt
Conveyor, Bucket Elevator, Grabs.

Dermaga curah adalah dermaga yang khusus digunakan untuk bongkar muat barang curah yang
biasanya menggunakan ban berjalan (conveyor belt).

Persiapan sebelum memuat:

• Ruang muat harus dipersiapkan untuk menerima muatan.


• Pengetesan, pengecekan ruang muat serta alat-alat muat bongkar muat dan perlengkapan
lainnya yang berurutan dengan muat bongkar.
• Persiapan ruang muatan sangat bergantung dari jenis muatan yang mau dimuat, sifat muatan
tersebut serta keadaan palka (bentuk, letak, ada tidaknya tiang-tiang dlsb.)
 Persiapan ruang muat meliputi hal-hal :
• Pembersihan ruang muat
• Pemeriksaan, pengetesan (checking) ruang muat.

Source :

http://ilmu-laoet.blogspot.com/2012/07/muatan-curah-bulk-cargoes.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_curah#Pelabuhan_besar_khusus_bahan_curah

https://infokapal.wordpress.com/2009/09/16/muatan-curah-bulk-cargoes/#more-47

http://www.slideshare.net/DaveWattimena/bucket-elevator

http://amirrudyn.blogspot.com/2010/01/grain-cargomuatan-biji-bijiancurah.html

Anda mungkin juga menyukai