0% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
227 tayangan112 halaman

Bab 1-5 Selesai

Skripsi ini membahas nilai sosial dalam novel 'Karet dan Setip' karya Handi Namire dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menemukan beberapa tipe nilai sosial seperti tolong-menolong, kepedulian, disiplin, empati, kerjasama, dan toleransi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembaca dan meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran bahasa.

Diunggah oleh

Asep awal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
227 tayangan112 halaman

Bab 1-5 Selesai

Skripsi ini membahas nilai sosial dalam novel 'Karet dan Setip' karya Handi Namire dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menemukan beberapa tipe nilai sosial seperti tolong-menolong, kepedulian, disiplin, empati, kerjasama, dan toleransi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembaca dan meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran bahasa.

Diunggah oleh

Asep awal
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NILAI SOSIAL DALAM NOVEL KARET DAN SETIP KARYA HANDI

NAMIRE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN


BAHASA INDONESIA

Skripsi
diajukan guna melengkapi
persyaratan mencapai
gelar sarjana

NAMA : NADYA SUMEKAR ARUMSARI

NPM : 201921500154

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
2023
LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI

Nama : Nadya Sumekar Arumsari

NPM : 201921500154

Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas : Bahasa dan Seni

Judul : Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire

Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembimbing Materi PembimbingTeknik

Siti Muharomah, S.Pd, M.Pd Ira Pratiwi Ramdyana, M.Pd.

i
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Nadya Sumekar Arumsari

NPM : 201921500154

Progam Studi : Pendidikan Bahasadan Sastra Indonesia

Fakultas : Bahasa dan Seni

Judul : Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire

Dan Implikasinya Terhadap Pemebelajaran Bahasa Indonesia

Panitia Ujian

Ketua : Prof. Dr. Sumaryoto

Sekertaris : Dr. Supeno, M. Hum.

Anggota :

No. Nama Tanda Tangan


1. Siti Muharomah, S.Pd, M.Pd.
2. Ira Pratiwi Ramdyana, M.Pd.
3.

ii
LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bahwa ini:

Nama : Nadya Sumekar Arumsari

NPM : 201921500154

Progam Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi atau tugas akhir dengan judul Nilai Sosial
dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire dan Implikasinya terhadap
pembelajaran Bahasa Indonesia beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya
saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau penguntipan dengan cara-
cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat
keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sanksi apabila di
kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari
pihak lain terhadap keaslian karya saya ini sesuai dengan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Bab VI pasal 25 ayat 2 dan Bab XX pasal 70. Demikian pernyataan ini saya buat
untuk dimanfaatkan sesuai dengan keperluan.

Jakarta, 21 Juni 2023

Yang Menyatakan,

Nadya Sumekar A.

iii
ABSTRAK

A. Nadya Sumekar Arumsari, NPM: 201921500154

B. Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire Dan
Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Skripsi: Jakarta:
Fakultas Bahasa dan Seni: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia: Universitas Indraprasta PGRI Persatuan Guru Republik
Indonesia, Juni, 2023

C. Xii+ 5 bab + 76 halaman + lampiran-lampiran

D. Kata kunci: Nilai Sosial, Novel, Pembelajaran Bahasa Indonesia.

E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sosial dalam novel Karet
dan Setip karya Handi Namire dan implikasinya terhadap pembelajaran
bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu penelitian
menggunakan pendekatan analisis isi pada penelitian ini yaitu novel Karet
dan Setip karya Handi Namire yang menjadi sumber data penelitian ini.
Peneliti menyimpulkan bahwa ada beberapa sub atau tipe nilai sosial yang
terdapat dalam novel Karet dan Setip karya Handie Namire yaitu tolong-
menolong sebanyak 8 dengan presentase 19%, kepedulian sebanyak 15
dengan presentase 34%, disiplin sebanyak 5 dengan presentase 11%,
empati sebanyak 7 dengan presentase 16%, kerjasama sebanyak 5 dengan
presentase 11%, dan toleransi sebanyak 4 dengan presentase 9%.

F. Daftar Pustaka: 1. Buku 8 buah (2011-2019)


2. 7 jurnal

G. Pembimbing Materi: (Siti Muharomah, S.Pd, M.Pd.)


Pembimbing Teknik: (Ira Pratiwi Ramdyana, M.Pd.)

iv
MOTO

“Barang kali perlu diingat kelak, di hari-hari yang membuatmu

penat, kalut bahkan hampir hilang sadar dijalan paling buntu

sekalipun kalau Tuhan mau kamu melewatinya pasti akan selalu

diberikan jalan”

-St. Auf Mujaniar-

Persembahan:
“Skripsi penelitian ini persembahan untuk
kedua orang tua, kedua adik saya, keluarga yang saya cinta
serta orang-orang yang memberikan dukungan moral dan motivasi
Pengorbanan kalian akan ku kenang sepanjang masa”

v
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT

yang telah melimpahkan karunia dan rahmat yang begitu besar kepeda penulis,

sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan tepat pada waktunya. Skripsi yang

berjudul “Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire dan

Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indoneisa” pada penelitian ini di tulis

untuk memenuhi tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana di Universitas

Indraprasta PGRI. Pada kesempatan yang baik ini, izinkanlah untuk menyampaikan

rasa hormat dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus dan

ikhlas telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan

skripsi, terutama kepada.

1. Siti Muharomah, S.Pd, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Materi Universitas

Indraprasta PGRI.

2. Ira Pratiwi Ramdyana, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Teknik Universitas

Indraprasta PGRI.

3. Prof. Dr. Sumaryoto selaku Rektor Universitas Indraprasta PGRI.

4. Dr. Supeno, M.Hum. selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Indraprasta PGRI.

5. Yulia Agustin M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra

Indonesia Universitas Indraprasta PGRI.

6. Siti Muharomah, S.Pd, M.Pd. selaku Dosen Penasihat Akademik.

vi
7. Seluruh Dosen Pengajar Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

yang telah mendidik dan mendukung selama proses perkuliahan berlangsung di

Universitas Indraprasta PGRI.

8. Kepada diri sendiri karena sudah bekerja keras dari awal sampai akhir dan berasil

mengalahkan rasa malas juga rasa ingin menyarah.

9. Teruntuk Ibu, Ayah, Kedua adik, serta keluarga besar yang selalu mendoakan,

mendukung, dan menyemangati penelitian semelama penulisan skripsi.

10. Teruntuk Chaidar Hanif yang selalu sabar dalam hal apapun dan mensupport

selama proses penulisan skripsi.

11. Teruntuk Anggita Febbi Maharani selaku sahabat yang selalu ada dalam keadaan

suka maupun duka, memberikan semangat serta dukungan selama proses

penulisan skripsi.

12. Teman-teman RB yang selalu berbagi suka cita selama menempuh perkulihan di

Universitas Indraprasta PGRI. Terima kasih atas semua kenangan yang kita buat

bersama, serta semangat dukungan yang diberikan.

Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan

bagi dari segi penulisan, isi, maupun bentuknya. Oleh karena itu peneliti berharap

adanya masukan berupa kritik ataupun saran guna penyempurnaan skripsi ini.

Semoga penulisan skripsi ini dapat membantu dalam penyediaan informasi bagi

pembaca dan menambah wawasan refensi bagi peneliti berikutnya.

Jakarta, 21 Juni 2023

Nadya Sumekar A.

vii
DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI.....................................................i


LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................ii
LEMBAR PERNYATAAN..................................................................................iii
ABSTRAK.............................................................................................................iv
MOTO.....................................................................................................................v
KATA PENGANTAR...........................................................................................vi
DAFTAR ISI.......................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................1

B. Identifikasi Masalah.....................................................................................7

C. Batasan Masalah...........................................................................................8

D. Rumusan Masalah........................................................................................8

E. Tujuan Penelitian.........................................................................................8

F. Kegunaan Penelitian.....................................................................................9

G. Sistematika Penulisan.................................................................................10

BAB II...................................................................................................................11
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR.....................................11
A. Landasan Teori...........................................................................................11

1. Hakikat Karya Sastra.........................................................................................11


2. Hakikat Novel....................................................................................................12
3. Hakikat Nilai Sosial...........................................................................................21
4. Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia...........................................................33
B. Penelitian Yang Relevan............................................................................35

C. Kerangka Berpikir......................................................................................41

viii
BAB III..................................................................................................................43
METODE PENELITIAN....................................................................................43
A. Pendekatan Penelitian......................................................................................43

B. Teknik Penelitian.......................................................................................43

C. Fokus dan Subfokus Penelitian..................................................................44

D. Instrumen Penelitian...................................................................................45

E. Teknik Pencatatan Data..............................................................................47

F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data........................................................48

BAB IV..................................................................................................................49
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..................................................49
A. Deskripsi Informasi Penelitian...................................................................49

B. Deskripsi Temuan Penelitian.....................................................................51

C. Penafsiran dan Uraian Penelitian...............................................................60

D. Implikasi dalam Pembelajran Bahasa Indonesia........................................74

BAB V....................................................................................................................75
SIMPULAN DAN SARAN..................................................................................75
A. Simpulan....................................................................................................75

B. Implikasi.....................................................................................................76

C. Saran...........................................................................................................76

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................77
LAMPIRAN-LAMPIRAN..................................................................................79

ix
DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Instrumen Nilai Sosial pada Novel Karet dan Setip

Karya Handi Namire…………………………………

…………………..45

Tabel 3.2 Instrumen Rekapitulasi Macam-macam Nilai Sosial dalam Novel

Karet dan Setip Karya Handi Namire …………………………………....46

Tabel 4.1 Hasil Temuan Nilai Sosial dalam Novel Karet dan Setip

Karya Handi Namire52

Tabel 4.2 Data Hasil Rekapitulasi Nilai Sosial dalam Novel Karet

dan Setip Karya Handi Namire 58

x
DAFTAR DIAGRAM

Halaman

Diagram 4.1 Hasil Rekaptulasi Presentase Nilai Sosial dalam Novel

Karet dan Setip Karya Handi Namire59

xi
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kartu Asistensi Bimbingan Skripsi

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Lampiran 3 Cover Buku Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire

Lampiran 4 Sinopsis Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire

Lampiran 5 Riwayat Hidup Pengarang

Lampiran 6 Riwayat Hidup penulis

xii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Karya sastra merupakan gambaran suatu peristiwa bersifat imajinatif yang

diolah dan dipadukan dengan kenyataan sosial yang ada di masyarakat. Karya

sastra tidak terlepas dari pengaruh lingkungan tempat karya sastra itu tumbuh.

Sebagai suatu peristiwa yang bersifat imajinatif, karya sastra bisa terbentuk

dari pengalaman pengarangnya. Serta berwujud lisan atau tulisan bersumber

pada hasil pemikiran, perasaan, pengalaman dalam wujud imajinatif yang

dikemas dengan keindahan. Oleh karena itu karya sastra dapat memberikan

pandangan yang luas dan bermanfaat untuk membuka suatu ide atu kreativitas

pada sekelilingnya.

Sastrawan mewujudkan khayalannya kedalam tulisan yang indah.

Khayalan tersebut bersumber pada realita yang ada. Karya sastra berdasarkan

hasil pemikirannya memiliki aspek-aspek kehidupan serta memberikan

manfaat bagi pembacanya. Melalui karya sastra, pembaca dapat mengenal

filsafat hidup, bagaimana bersikap dan bertingkah laku di masyarakat, serta

mampu berinteraksi dengan alam sebagai wadah kehidupan. Untuk

menghasilkan karya sastra seorang pengarang tidak hanya ingin

mengekspresikan pengalaman jiwanya, melainkan mempengaruhi pembaca

seolah-olah berada dalam permasalahan tersebut, sehingga dapat terungkap

1
2

nilai-nilai sastra yang dapat mengembangkan pengetahuan dan kepribadian

pembaca untuk kepentingan pendidikan lebih lanjut.

Keindahan dalam karya sastra terlihat dari penggunaan gaya bahasa dalam

karya sastra tersebut. Bahasa sastra menggunakan bahasa yang khusus

sehingga terasa perbedaan membaca sastra dengan membaca bukan sastra.

Bahasa sastra menggunakan bahasa yang figuratif, yang akhirnya

membangkitkan rasa haru berupa imajinasi. Selain keindahan sastra juga

memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembacanya. Pesan yang

berisikan gambaran kehidupan, filsafat dan masalah hidup yang dapat dijadikan

cerminan bagi pembaca. Melalui sastra yang dibaca kita bisa mengenali serta

memahami situasi kehidupan masyarakat tertentu pula, sebab pada hakikatnya

sastra merupakan gambaran masyarakat.

Karya sastra pada umumnya dikenal dalam dua bentuk jenis karya, yaitu

fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah puisi, prosa, dan drama,

sedangkan karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik

sastra. Karya sastra prosa meliputi cerpen, novel, dongeng, roman, esai, dan

resensi. Karya sastra berupa novel merupakan sebuah karya sastra dalam

bentuk prosa fiksi yang cukup panjang dan peristiwa yang digambarkan

pengarangnya melalui pengamatan atau imajinasi pengarangnya itu sendiri.

Nilai adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi setiap manusia. Nilai

menjadi sebuah tolak ukur dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam berbagai

tindakan hal baik atau buruk mengenai tindakan-tindakan yang harus diambil

seseorang dan dijadikan standar dalam bertingkah laku. Nilai dianggap penting
3

dalam kehidupan manusia, sehingga nilai dapat dikatakan abstrak pada

individu seseorang dengan sesamanya. Pencapaian nilai berujung pada nilai

titik terdalam manusia oleh sebab itu dapat dipertegas bahwa nilai adalah

sesuatu yang berharga, berarti, bernilai, yang nantinya akan digunakan untuk

menunjukan suatu kualitas. Sehingga sangat berpengaruh besar terhadap

manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai sosial merupakan suatu nilai atau pandangan yang melekat pada

objek, dikarenakan adanya gejolak emosi atau perasaan seseorang terhadap

objek tersebut. Emosi yang muncul terhadap objek tersebut dilakukan secara

sadar. Perasaan yang muncul pada objek tersebut menimbulkan penilaian pada

objek. Penilaian yang timbul tersebut sifatnya relatif. Artinya akan berbeda

pada mutunya jika antara seseorang dengan yang lainnya.

Nilai sosial mencakup banyak aspek. Aspek dalam nilai sosial tersebut

terdiri dari beberapa sub nilai, diantaranya ialah nilai kasih sayang merupakan

perilaku saling menghormati, mengasihi semua ciptaan tuhan kepada seluruh

makhluk yang diciptakannya. Sub ini terdiri dari nilai kekeluargaan,

pengabdian, tolong menolong, kesetiaan, dan kepedulian. Nilai tanggung jawab

yang terdiri dari, nilai disiplin, empati, keserasian hidup, toleransi, dan

kerjasama.

Kekeluargaan merupakan salah satu sikap saling mendukung antara

satu sama lain. Pengabdian merupakan sikap mengabdikan diri sepenuh hati

kepada sesuatu. Tolong-menolong merupakan sikap yang dilakukan untuk

saling membantu antar sesama yang sedang mengalami kesusahan. Kesetiaan


4

merupakan sikap tidak mudah berpaling dari satu hal ke hal yang lain.

Kepedulian adalah rasa ingin membimbing, mengayomi, dan memperhatikan

orang lain.

Tanggung jawab merupakan salah satu sikap berani menanggung resiko

atau akibat dari apa yang telah dilakukan. Disiplin merupakan sikap patuh

mengikuti aturan yang telah diterapkan. Empati merupakan sikap yang

melibatkan emosional yang menimbulkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Keselarasan hidup merupakan sikap keseimbangan hidup yang dilakukan

seseorang dalam bermasyarakat. Toleransi adalah sikap saling menghargai

perbedaan antar sesama yang ada di masyarakat. Kerjasama merupakan sikap

bekerja yang dilakukan dengan kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Nilai-nilai sosial yang yang terkandung dapat dijadikan pembelajaran bagi kita

dalam hidup bermasyarakat.

Salah satu karya sastra yang mendapatkan perhatian masyarakat ialah

novel. Novel merupakan karya imajinatif yang menggambarkan sisi kehidupan

seseorang atau kehidupan tokoh. Novel tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi

sebagai bentuk seni yang mempelajari dan meneliti segi-segi kehidupan dan

nilai-nilai moral dalam kehidupan dan mengarahkan pembaca kepada budi

pekerti yang luhur. Fransori dkk. (2017: 24) novel adalah bentuk prosa baru

yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling

menarik, dan mengandung konflik. Dalam novel pengarang juga

menggambarkan suasana tertentu yang mempertegas permasalahan yang ada.

Mulai dari akar sampai penyelesaian permasalahan tersebut.


5

Novel sebagai salah satu bentuk karya yang diharapkan memberi nilai-

nilai positif bagi pembacanya sehingga para pembaca dapat peka terhadap

realitas sosial yang terjadi disekitar masyarakat. Novel juga merupakan

ungkapan fenomena sosial dalam aspek-aspek kehidupan yang dapat digunakan

sebagai sarana mengenal manusia dan zamannya. Ketika didalam kehidupan

muncul permasalahan hidup, pasti nurani seorang penulis novel akan terpanggil

untuk segera menciptakan sebuah karya sastra.

Novel merupakan karya sastra yang memiliki struktur pembangun.

Pada struktur pembangun tersebut menunjukan urutan unsur-unsur yang saling

berhubungan. Struktur pembangun pada novel diantaranya adalah unsur

intrinsik yang terdiri dari tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut

pandang gaya bahasa dan amanat. Semua unsur tersebut wajib adanya untuk

membentuk sebuah kesatuan yang utuh. Selain unsur intrinsik, unsur ekstrinsik

juga mendukung dalam membangun sebuah cerita dalam novel. Unsur-unsur

tersebut yaitu unsur agama (religius), pendidikan, moral, ekonomi, sosial,

politik, dan psikologi.

Novel Karet dan Setip menceritakan tentang seorang wanita yang bernama

Minaka Aretha, ia sering dipanggil Retha. Namun, teman-temannya di

kelompok organisasi sering memanggilnya Karet. Ia berambisi untuk menjadi

pemain basket profesional. Ketika ia mengalami cedera parah, ia harus

merelakan mimpinya itu. Karet merasa tidak adil jika orang yang membuatnya

cedera bisa menggapai mimpi dan melanjutkan hidupnya. Disinilah semuanya

berawal, balas dendam. Hanya itu yang ia pikirkan. Karet mulai menyusun
6

rencana demi rencana demi melancarkan balas dendamnya. Setip namanya

Steve, cowo tatoan, gondrong, dan slengean. Teman-temanya memanggilnya

Setip. Setip punya hubungan dengan orang yang membuat Karen cedera.

Karena itulah, ia menjadi sasaran Karet untuk didekati. Steve terlanjur jatuh

hati pada Karet. Steve merasa hancur saat mengetahui semuanya. Ketika ia

mencoba membenahi hubungannya dengan Karet, sesuatu terjadi. Setip mau

tidak mau harus menerima akibat dari kejadian itu.

Pada penelitian ini, penulis mendapatkan inspirasi dari jurnal yang relevan

yaitu penelitian tahun 2020 oleh Asmaul Husna dengan judul Nilai-nilai Sosial

dalam Novel Rumah Tanpa Jendela Karya Asma Nadia dan Implikasinya

terhadap Teks Novel. Kemudian peneliti tahun 2022 dilakukan oleh Mega

Silfina, Laspida Hartati, dan Jasri yang berjudul Nilai-nilai Sosial Dalam Novel

Bidadari Berbisik Karya Asma Nadia dan Implikasinya Dalam Pembelajaran

Teks Novel. Hubungan antara peneliti diatas dengan peneliti yang sedang saya

teliti adalah meneliti tentang nilai sosial yang terkandung dalam novel, namun

yang membedakan penelitian yang sedang saya teliti dengan peneliti yang

relevan terdapat pada objeknya

Berdasarkan sinopsis di atas penulis memilih novel Karet dan Setip karya

Handi Namire sebagai bahan penelitian karena terdapat nilai sosial yang dapat

dikaji dan bermanfaat untuk memacu motivasi generasi muda dalam

mempraktikan nilai sosial di kehidupan sehari-hari. Untuk itu, peneliti tertarik

dalam membuat penelitian yang berjudul “Nilai Sosial dalam Novel Karet dan
7

Setip Karya Handi Namire dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa

Indonesia”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut permasalahan yang

dapat diidentifikasikan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Apakah nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi

Namire dapat dijadikan pembelajaran berperilaku dalam

masyarakat?

2. Apakah nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi

Namire dapat mempengaruhi pembacanya?

3. Apa sajakah unsur ekstrinsik yang terkandung dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire?

4. Apa sajakah unsur intrinsik yang terkandung dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire?

5. Adakah manfaat yang terkandung dalam novel Karet dan Setip

karya Handi Namire?

6. Bagaimana makna nilai sosial yang terkandung dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire?

7. Bagaimana nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi

Namire dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa

Indonesia?
8

8. Bagaimana tokoh dalam novel Karet dan Setip karya Handi

Namire?

C. Batasan Masalah

Agar pembahasan penelitian ini dapat terfokuskan dan tidak

meluas, maka penelitian ini akan dibatasi pada nilai sosial yang

terkandung dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

D. Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah pada penelitian ini dinyatakan dalam

bentuk pertanyaan. Bagaimanakah nilai sosial yang terkandung dalam

novel Karet dan Setip karya Handi Namire dan Implikasinya terhadap

Pembelajaran Bahasa Indonesia?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai

sosial yang terkandung dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire

dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia.


9

F. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna bagi:

1. Kegunaan Teoritis

a. Memberikan materi ajar serta menambah referensi dalam

Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

b. Memberikan gambaran nilai sosial yang terkandung dalam novel

Karet dan Setip karya Handi Namire.

2. Kegunaan Praktis

a. Bagi siswa, dengan adanya penelitian ini dapat meningkatkan

kemampuan dalam menganalisis karya sastra.

b. Bagi peneliti, dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang

bisa diberikan kepada orang sekitar.

c. Bagi guru, sebagai sumber informasi dan referensi untuk

membantu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

d. Bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan sebagai masukan dalam

melaksanakan penelitian lain yang terkait dengan unsur sosial

dalam sebuah karya sastra.


10

G. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan seminar proposal terdiri dari tiga bab dengan

perincian sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan, terdiri dari Latar Belakang, Identifikasi Masalah,

Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan

Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II Landasan Teori dan Kerangka Berfikir, terdiri dari Landasan

Teori, Hasil Penelitian yang Relevan, dan Kerangka Berpikir.

BAB III Metodelogi Penelitian, terdiri Pendekatan Penelitian, Teknik

Penelitian, Fokus dan Sub Fokus Penelitian, Instrumen Penelitian, Teknik

Pencatatan Data dan Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data.

BAB VI Hasil Penelitian dan Pembahasan yang terdiri dari Deskripsi

Informasi penelitian, Deskripsi Temuan Penelitian, Penafsiran dan Uraian

Penelitian.

BAB V Simpulan dan Saran yang terdiri dari Simpulan, Implikasi, dan

Saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
11
BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR

A. Landasan Teori

1. Hakikat Karya Sastra

a. Pengertian Karya Sastra

Sastra dalam merupakan kreativitas seseorang terhadap ide,

pikiran, dan perasaan yang demilikinya. Karya sastra merupakan hasil

imajinasi manusia yang mengambil kehidupan manusia sebagai sumber

inspirasinya. Karya sastra tidak terlepas dari pengaruh lingkungan tempat

karya sastra itu tumbuh. Walaupun karya sastra merupakan hasil

imajinasi, karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan. Melalui

karyanya sastrawan berusaha mengungkapkan sesuai yang ditangkap

oleh mata batinnya. Sastrawan ingin mengungkapkan manusia dengan

segala peristiwa yang melingkupinya, seperti penderitaannya, cita-

citanya, dan sebagainya.

Karya sastra berwujud tulisan bersumber pada hsil pemikiran,

perasaan, pengalaman dalam wujud imajinasi, serta dikemas dengan

keindahan melalui media bahasa yang memiliki pesan yang bersifat

relatif. Sebagai karya imajinasi, karya sastra memiliki kemampuan untuk

menjangkau suatu kejadian lebih dari apa yang bisa dilakukan dan

dialami oleh manusia. Untuk menghasilkan karya sastra seorang

pengarang tidak hanya ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya,

melainkan mendorong agar pembaca ikut memahami dan menghayati

12
13

permasalahan yang diungkapkan dalam karyanya sehingga dapat

terungkap nilai-nilai sastra yang mengembangkan pengetahuan dan

kepribadian pembaca untuk kepentingan pendidikan lebih lanjut.

2. Hakikat Novel

a. Pengertian Novel

Novel merupakan sebuah karya sastra yang berbentuk prosa dan

memiliki unsur pembentuk. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella

yang mempunyai sejenis cerita atau kisah. Terdapat dalam novel

mengambarkan atau menceritakan suatu kehidupan manusia yang berada

dalam masyarakat. Novel sebagai salah bentuk karya sastra yang

diharapkan memberi nilai positif bagi pembacanya sehingga, para

pembaca dapat pekat terhadap realitas sosial.

Menurut Yunus (2015: 58) bahwa novel adalah karya sastra

berbentuk prosa yang lebih panjang dari cerita pendek. Novel merupakan

karya sastra yang mempunyai rangkaian kata lebih kompleks

dibandingkan cerita pendek. Oleh karena itu, novel harus mempunyai daya

tarik pembaca agar dapat menikmatinya sampai akhir cerita. Dapat

disimpulkan novel merupakan cerita panjang yang kompleks.

Sangaji Niken (2019: 10) Novel adalah salah satu karya yang

mengisahkan kehidupan manusia yang dirincikan dengan adanya konflik-

konflik yang akhirnya menyebabkan perubahan para tokohnya. Perubahan


14

jalan hidup pelaku tokoh ini tidak harus selalu diakhiri keberhasilan, tetapi

juga kegagalan. Teori tersebut mengatakan bahwa novel bercerita tantang

kehidupan manusia yang memiliki sebuah akhir tidak selalu tentang

keberhasilan tetapi juga bisa sebuah kegagalan. Oleh karena itu novel

novel dikatakan salah satu karya sastra yang menceritakan tentang

kehidupan seseorang memiliki perubahan disetiap tokohnya dan memiliki

sebuah akhir tidak menentu.

Fatimah (2016: 109) mengatakan bahwa novel merupakan karya

sastra yang imajinatif dan merupakan hasil pemikiran pengarang mengenai

salah satu atau lebih. Cerita-cerita di dalamnya merupakan sebuah

gambaran hidup manusia yang dituangkan dalam tulisan sehingga,

memiliki jalan cerita dan lika-liku perjalanan hidup manusia. Dalam

perjalan hidup manusia yang dituangkan di dalam novel dapat dijadikan

pembelajaran bagi para pembacanya. Oleh karena itu dapat disimpulkan

bahwa novel merupakan karya sastra dalam bentuk tulisan yang memiliki

cerita berdasarkan kehidupan manusia.

b. Jenis-jenis Novel

Ada beberapa jenis novel dalam karya sastra. Jenis novel

mencerminkan suatu keragaman tema dan kreativitas dari sastrawan itu

sendiri, yang tak lain adalah pengarang atau penulis novel itu sendiri.

Nurgiantoro (2017: 18) membedakan beberapa novel menjadi serius dan

popular.
15

1. Novel Populer

Novel populer adalah noel yang populer pada masyaraka, dengan

jumlah penggemar yang banyak. Novel jenis ini, menampilkan masalah-

masalah actual dan sesuai dengan realita zaman. Novel populer cenderung

tidak menampilkan permasalahan dan penyelaman terhadap perkara-

perkara yang mendasar termasuk soal hakikat kehidupan. Novel populer

adalah hasil imajinatif penulis yang bersifat merekam fakta dan fenomena

kehiduoan, dengan harapan khalayak pembaca bisa merasakan alur cerita

novel sebagai bagian dari fakta kehidupannya.

Para pembaca dibuat seolah-olah mengidentifikasi dan menikmati

pengalaman hidupna sendiri atau sekurang-kurannya seperti sedang

menyaksikan kehidupan orang-orang di sekelinglingnya. Novel populer

juga cenderung menampakan pola kehidupan yang tegas dan jelas. Tidak

banyak menghadirkan suatu alur kisah kehidupan yang bersifat multi tafsif

(banyak kemungkinan). Oleh karena karakter kisahnya yang realitis dan

mudah menembus nadi pemahaman dan pengertian masyarakat secara

umum, maka tak heran jika novel ini banyak diminati, terutama oleh

kalangan remaja yang alur berfikirnya masih instan.


16

2. Novel Serius

Novel serius atau yang lebih dikenal dengan sebutan novel sastra,

merupakan jenis karya sastra yang banyak dibicarakan dalam sejarah

sastra. Novel serius adalah jenis novel yang memiliki muatan yang

berbeda dengan novel populer. Novel jenis ini harus dapat menghadirkan

penggambaran cerita yang sungguh-sungguh, hal ini yang disebut makna

sastra. Novel serius selain bertujuan memberikan hiburan kepada

pembaca, juga melakukan pengkajian yang dalam terhadap suatu hal atau

masalah. Sehingga harapannya, disamping dapat menghibur juga dapat

menjadi media edukasi (membawa pesan-pesan makna yang bersifat

mendidik) bagi khalayak pembaca. Berbeda dengan novel populer yang

selalu mengikuti selera pasar, novel sastra (serius) tidak bersifat mengabdi

pada pembaca. Novel sastra cenderung menampilkan tema-tema

yang lebih serius. Alur cerita novel serius juga bersifat utuh dimulai

dengan pendahuluan dan bagian awal yang bisa disebut dengan papara.

Umumnya supaya tidak memiliki daya tarik sekaligus menegaskan bagian-

bagian tertentu dari cerita, pengarang menciptakan peta-peta konflik dalam

cerita. Bagian cerita yang menyajikan dan menembangkan pertikaian

disebut rumitan. Selanjutnya bagian alur yang menampilkan puncak

ketegangan disebut klimaks. Dalam rangka mempertahankan keutuhan

alur cerita, pengarang biasanya membimbing para pembaca untuk tidak

hanya berada dalam fase klimaks, tetapi juga menyajikan sebuah

perubahan dan pembalikan alur yang meredam ketengan. Bagian itu


17

disebut dengan leraian, yang juga berfungsi mengantar kebabakan akhir

cerita.

c. Unsur Pembangun Novel

Novel sebagai salah satu genre sastra yang memiliki unsur-unsur

pembangun. Secara umum menurut Nurgiantoro (2017: 22), unsur

pembangun itu disebut sebgai unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur

intrinsic dan ekstrinsik sebuah karya sastra yang tidak dapat dipisahkan

karena keduanya saling mempengaruhi dan berhubungan satu sama lain.

Unsur instrinsik terbentuk karena adanya pengaruh dari luar (ekstrinsik).

Pengaruh dari luar ini berasal dari pengarang selaku penentu cerita. Asal-

usul dan lingkungan pengarang sangat mempengaruhi karya sastra yang

diciptakannya. Unsur intrinsik sebuah karya sastra terdiri atas tema, plot

(alur), latar, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat yang

terkandung didalamnya. Unsur ekstrinsik sebuah karya sastra terdiri atas

subjektivitas individu pengarang, psikologi pengarang, dan lingkungan

pengarang.

1. Unsur Instrinsik

Unsur intriksik merupakan unsur pembangun sebuah novel.

Nurgiantoro (2012: 23), menyatakan bahwa unsur-unsur inilah yang

menjadikan suatu karya sastra hadir sebagai karya sastra , unsur-unsur

yang faktual akan dijumpai jika pengarang membaca karya sastra tersebut.

Adapun unsur intrinsik yaitu:


18

a. Tema

Tema menjadi dasar pengembangan dalam seluruh cerita yang

dibangun, maka tema bersifat menjiwai seluruh bagian cerita itu.

Dengan kata lain tema sebagai makna sebuah cerita yang secra khusus

menerangkan sebagian besar unsurnya dengan cara yang sederana,

sehingga pengarang tidak mungkin menulis cerita tanpa ide yang akan

disampaikan lewat tulisannya kepada pembaca.

b. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan orang yang berperan dalam cerita sedangkan,

penokohan merupakan teknik atau cara pengarang dalam

menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh dalam cerita.

Penokohan dalam cerita terbagi menjadi tiga karakter, yakni

protagonist (baik), antagonis (kurang baik atau buruk), dan tritagonis

(netral).

c. Alur (Plot)

Alur atau plot adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang

disusun sebagai interelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan

bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Dalam pengertian ini, alur

merupakan jalan pola pembangun atau rangkaian peristiwa yang

terjadi dalam cerita.


19

d. Latar

Latar adalah tempat secara umum dan waktu atau masa dimana

peristiwa itu terjadi meliputi tempat, waktu, dan peristiwa. Latar

digunakan untuk memperkuat keyakinan pembaca terhadap jalannya

suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual, maupun

imajinatif.

e. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan ciri khas atau strategi yang digunakan

oleh pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudut pandang terdiri

dari orang pertam, kedua, dan ketuga. Tidak menutup kemungkinan

juga, pengarang menggunakan sudut panang orang yang berada di luar

cerita.

f. Gaya Bahasa

Penggunaan gaya bahasa adalah cara mengungkapkan perasaan

atau pikiran dengan tujuan memberikan efek pada para pembacanya.

Selain itu, gaya bahasa juga digunakan menciptakan suatu nada, dan

suasan persuasive, serta dialog supaya mampu memperlihatkan

interaksi sekaligus hubungan antar tokoh. Gaya bahasa disebut dengan

majas. Banyak sekali macam-macam majas misalnya, majas alegori,

hiperbola, personifikasi, dan lain sebagainya.


20

g. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada

pembacanya. Umumnya, amanat bersifat tersirat. Misalnya, cerita

tentang perjuangan pahlawan akan berisi amaanat tentang

menumbuhkan sifat pantang menyerah, dan semangat

mempertahankan kemerdekaan.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar teks sastra.

Secara lebih khusus dapat dikatakan sebagai unsur yang mempengaruhi

sebuah karya sastra. Walau demikian, unsur ekstrinsik cukup

berpengaruh terhadap totalitas yang dihasilkan. Oleh karena itu, unsur

ekstrinsik sebuah novel harus tetap dipandang sebagai sesuatu yang

penting. Aminudin (2011: 85) berpendapat bahwa unsur ekstrinsik

merupakan unsur pembangun yang berada di luar karya sastra atau cerita,

namun mampu menentukan bentuk dan isi cerita suatu karya itu sendiri.

Unsur ekstrinsik meliputi nilai agama meliputi agam, moral, budaya, dan

sosial.

1. Nilai Agama

Nilai agama merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan aturan

dan pajaran yang berasal dari agama tertentu. Nilai agama atau nilai

religious yang terdapat di dalam novel karya sastra meliputi nilai


21

kerohanian, keyakinan, atau kepercayaan manusia yang paling tinggi

dan mutlak dimiliki kebanyakan orang digambarkan dalam sebuah

cerita sehingga diharapkan pembaca memiliki pemahaman mengenai

agama.

2. Nilai Moral

Moral merupakan suatu hal yang tidak pernah lepas dari

manusia, dan bahkan melekat kemana pun dan dimana pun manusia

itu berada. Oleh sebab itu moral juga ikut berpengaruh terhadap

penulisan sebuah karya sastra. Nilai moral merupakan nilai-nilai

cerita yang memiliki hubungan dengan akhlak atau etika. Di dalam

sebuah cerita nilai moral itu meliputi nilia moral yang baik, dan nilai

moral yang buruk atau jelek.

3. Nilai Budaya

Nilai budaya merupakan cara hidup dan pemikiran suatu

masyarakat atau nilai-nilai yang berhubungan dengan kebiasaan atau

tradisi adat istiadat, tata hukum, atau norma-norma yang berlaku pada

suatu daerah, serta mengatur langkah-langkah dan tindakan mereka.

4. Nilai Sosial

Kata sosial merupakan hal-hal yanh berkaitan dengan

masyarakat atau kepentingan umum. Nilai sosial merupakan nilai-

nilai yang berkaitan dengan tatanan sosial atau antara individu dalam

bermasyarakat.
22

3. Hakikat Nilai Sosial

a. Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial merupakan suatu konsep yang dianut masyarakat

tentang apa yang dianggap baik dan buruk. Dengan mengetahui baik dan

buruknya dengan cara proses menimbang. Hal ini sangat dipengaruhi oleh

masyarakat, karena di setiap kelompok manusia atau masyarakat

mempunyai tata nilai dan kebudayaan yang berbeda. Oleh karena itu nilai

sosial mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk

mengetahui baik buruknya tingkah laku manusia dalam suatu kelompok.

Misalnya, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai

persaingan karena dalam persaingan akan muncul sebuah pembaharuan

untuk menunjang kehidupan. Sementara masyarakat tradisional lebih

cenderung menghindari persaingan dikarenkan akan mengganggu

keharmonisan dan tradisi turun-temurun yang ada di masyarakat.

Risdi (2019: 60) nilai mengandung pengertian yang lebih luas dari

pada pengertian sehari-hari. Nilai merupakan sesuatu yang baik, yang

diinginkan, yang dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga

masyarakat. Antara masyarakat satu dengan yang lain, sehingga memiliki

nilai yang sama ataupun berbeda. Nilai merupakan salah satu sifat penting

atau berguna bagi kemanusiaan atau sesuatu yang menyempurnakan


23

manusia dengan hakikatnya. Nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu

pengalaman itu berarti atau tidak. Dalam rumusan lain, nilai merupakan

anggapan terhadap sesuatu hal, apakah itu pantas atau tidak pantas,

penting atau tidak penting, mulia ataukah hina. Sesuatu itu dapat berupa

benda, orang, tindakan, pengalaman, dan seterusnya. Dapat di simpulkan

nilai merupakan sebuah kumpulan sikap perasaan atau anggapan terhadap

sesuatu hal mengenai baik-buruk, benar-salah, patut-tidak patut, mulia-

hina, atau penting-tidak penting.

Pendapat lain dikemukakan oleh Eko Dinoyo (2015: 135) secara

konseptual, nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukan

kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu

berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Nilai sosial adalah sesuatu

yang menjadi ukuran dan penelitian pantas tidaknya suatu sikap yang

ditunjukan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai ini memperlihatkan

sejauh mana hubungan seorang individu dengan individu lainnya terjalin

sebagai anggota masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa nilai sosial

merupakan sebuah sesuatu yang berhatga dan berguna bagi kehidupan

manusia.

Berdasarkan beberapa pandanga ahli di atas, bahwa hakikat nilai

merupakan segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai

daya guna fungsional bagi kehidupan masyarakat. Merujuk pada pendapat

diatas bahwa nilai mempunyai kegunaan untuk merubah pola pikir

manusia untuk menjadi lebih baik. Oleh sebab itu salah satu bentuk acuan
24

tingkah laku yang berlaku di masyarakat, sehingga pada tindakan ini yang

baik harus diikuti oleh masyarakat karena merupakan salah satu petunjuk

umum yang telah diberlakukan untuk kebaikan hidup bersama-sama.

b. Ciri-ciri Nilai Sosial

Risdi (2019: 65-68) menjelaskan beberapa ciri nilai sosial

diantaranya sebagai berikut:

1. Kontruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi sosial

antarwarga masyarakat. Artinya nilai sosisal merupakan sebuah

bangunan yang kukuh berisi kumpulan aspek moral dan mentalitas

yang baik, sehingga tercipta dalam sebuah masyarakat melalui

interaksi yang dikembangkan oleh anggota kelompok tersebut.

2. Ditransformasikan dan bukan dibawa dari lahir. Artinya tidak ada

seorangpun yang sejak lahir sudah dibekali oleh nilai sosial. Mereka

akan mendapatkannya setelah berada di dunia dan memasuki

kehidupan nyata. Hal ini dikarenakan nilai sosial diteruskan dari

proses sosial, seperti kontak sosial, komunikasi, interaksi, sosialisasi,

dan lain-lain.

3. Terbentuk melalui proses belajar. Nilai sosial diperoleh oleh individu

atau kelompok melalui proses pembelajaran secara bertahap, dimulai

dari lingkungan keluarga. Pada proses ini disebut dengan sosialisasi,


25

dimana seseorang akan mendapatkan gambaran tentang nilai dan

moral yang berlaku dimasyarakat.

4. Nilai memuaskan manusia dan dapat membantu manusia dalam

memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosialnya. Artinya dengan nilai

manusia mempu menentukan tibgkat kebutuhan dan tingkat

pemenuhan kebetuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kesesuaian

antara kemampuan dan tingkat kebutuhan ini akan mengakibatkan

kepuasan bagi diri manusia.

5. Sistem nilai sosial bentuknya beragam dan berbeda antar kebudyaan

yan satu dengan kebudayaan yang lain. Mengingat kebudayaan lahir

pada perilaku kolektif yang dikembangkan dalam sebuah kelompok

masyarakat, maka secar otomatis system nilai sosial yang terbentuk

juga berbeda, sehingga terciptalah system nilia yang bervariasi.

6. Masing-masing nilai mempunyai pengaruh yang ebrbeda terhdap

setiap orang dalam masyarakat. Artinya tingkat penerimaan nilai

antar manusia dalam sebuah kelompok atau masyarakat tidak sama,

sehingga menimbulkan pandangan yang berbeda-beda natara satu

dengan yang lainnya.


26

7. Nilai-nilai sosial mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang

baik positif maupun negatif. Artinya adanya pengaruh yang berbeda

akan membentuk kepribadiaan yang berbeda pula. Nilai yang baik

akan membentuk pribadi baik, begitupun sebaliknya.

c. Fungsi Nilai Sosial

Risdi (2019: 68-70) menyatakan bahwa nilai sosial memiliki tiga

fungsi, yaitu:

1. Petunjuk arah dan pemersatu, adalah cara berpikir dan bertindak

anggota masyarakat umumnya diarahkan oleh nilai sosial yang

berlaku. Nilai sosial juga berfungsi sebgai pemersatu yang dapat

mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelompok tertentu.

Dengan kata lain, nilai sosiak menciptakan dan meningkatkan

solideritas antar manusia.

2. Benteng pelindungan, nilai sosial merupakan tempat perlindungan

bagi penganutnya. Daya perlindungannya begitu besar, sehingga para

penganutnya bersedia berjuang mati-matian untuk mempertahankan

nilai sosial tersebut. Nilai-nilai pancasila seperti sopan santun, kerja

sama, ketuhanan, saling menghormati dan menghargai merupakan

banteng perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia dari

pengaruh budaya asing yang merugikan.

3. Sebagai pendorong, nilai sosial juga berfungsi sebagi alat pendorong

sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Karena adanya sosial

yang luhur, sehingga muncullah harapan baik dalam diri manusia.


27

Berkat adanya nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai

cita-cita manusia yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab.

Contohnya nilai keadilan, nilai kedisiplinan, nilai kejujuran, dan

sebagainya.

d. Macam-macam Nilai Sosial

Menurut Zubaedi (2012: 13) menjelaskan bahwa macam-macam

nilai sosial terdiri atas beberapa sub nilai yaitu, 1) lovers (kasih sayang)

yang terdiri atas pengabdian, tolong menolong, kekeluargaan, kesetiaan,

dan kepedulian, 2) responsibility (tanggung jawab) yang terdiri atas nilai

rasa memiliki, disiplin, dan empati, 3) life harmony (keserasian hidup)

yang terdiri atas nilai keadilan, dan toleransi.

1. Loves (kasih sayang)

a. Pengabdian

Pengabdian merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang

dilakukan seseorang dengan di dasari rasa ikhlas. Pengabdian

dapat diwujudkan berupa tindakan dengan rasa tanpa pamprih.

Timbulnya pengabidian itu hakikatnya ada rasa tanggung

jawab.

b. Tolong Menolong

Tolong menolong ialah sikap yang senang menolong orang

lain, baik dalam bentuk material maupun tenaga


28

moral.Perbuatan yang baik, yang selalu dilakukan kepada

semua orang tanpa memandang sisi tertentu.

c. Kekeluargaan

Kekeluargaan adalah sebuah rasa yang diciptakan oleh

manusia guna mempererat hubungan antara keduanya atau

kelompok agar tidak timbul rasa kasih sayang atau

persaudaraan. Keluarga tempat pertama dalam kehidupan kita

untuk memulai mengenal dunia dan lainnya.

d. Kesetiaan

Kesetiaan adalah sikap tidak berpaling terahdap sesuatu

yang baru. Pada kesetiaan ini mengabdikan keyakinan hati atau

perasaan terhadap orang lain yang membuat kita merasa aman

dan terlindungi.

e. Kepedulian

Kepedulian adalah sebuah tindakan, bukan hanya sebatas

pemikiran atau perasaan. Tindakan peduli tidak hanya tahu

tentang sesuatu yang salah atau benar, tetapi ada kemauan

melakukan gerakan sekecil apapun.

2. Resposibility (tanggung jawab)

a. Nilai Rasa Memiliki

Nilai rasa memiliki ini merupakan suatu perasaan yang

diwujudkan melalui sikap seseorang dalam berperilaku dengan


29

sesamanya seperti menunjukan rasa kasih sayang terhadap

orang lain. Rasa kasih sayang inilah yang menimbulkan

perasaan memiliki satu sama lain.

b. Disiplin

Disiplin adalah sikap patuh terhadap ketentuan yang

sudah ditetapkan. Sikap ini dapat menanamkan nilai ataupun

pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati

sebuah peraturan.

c. Empati

Empati merupakan keterampilan sosial yang mendasar

yang memungkinkan individu untuk mengantisipasi,

memahami keterampilannya sehingga mendorong berperilaku

arturistik.

3. Life Harmony (keserasian hidup)

a. Keadilan

Keadilan merupakan sikap tidak membeda-bedakan

anatara satu dengan yang lainnya. Keadilan dimaknai sebagai

tindakan pemenuhan kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.

b. Toleransi
30

Toleransi merupakan sikap yang ditunjukan oleh

manusia sebagai upaya menjaga hubungan baik dengan orang

yang disertai batas ukur dengan penambahan atau pengurangan

yang masih diperbolehkan dan masih diterima oleh orang lain.

c. Kerjasama

Kerjasama dapat didefinisikan dengan sikap mau

menghargai orang lain dan mau belajar hal baru tanpa

memandang apapun, sehingga bisa menyatukan perbedaan

menjadi suatu hal yang bermanfaat.

d. Demokrasi

Demokrasi adalah suatu sikap seseorang yang dapat

menghargai pendapat orang lain serta mempertimbangkan

kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dengan cara

bermusyawarah dalam mengambil kepeutusan agar hasil sesuai

dengan keputusan sema pihak.


31

e. Nilai Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Risdi (2019: 51-54) dalam kehidupan sehari-hari, kita menengal tujuh

jenis nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu nilai kepribadian

atau nilai moral, niali kebendaan atau nilai vital, nilai biologis atau nilai

material, nilai kepatuhan hukum, nilai pengetahuan, nilai agama atau nilai

religius, dan nilai keindahan atau nilai estetika, yaitu:

1. Nilai Kepribadian atau Nilai Moral, yaitu nilai yang dapat

membentuk kepribadian diri dari seseorang. Nilai moral adalah nilai

tentang baik buruknya suatu perbuatan manusia. Yang bersifat

universal bersumber pada unsur kehendak. Misalnya, berkata yang

sopan kepada orang yang lebih tua, bertingkah laku sesuai dengan

nilai dan norma, iri hati, kejujuran, kesabaran, permusuhan, keadilan,

dan lain-lain.

2. Nilai Kebendaan atau Nilai Vital yaitu suatu nilai yang diukur dari

kedayagunaan usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya

serta nilai yang ada karena kegunaannya. Misalnya, pisau

mempunyai harga atau nilai tertentu karane ketajaman yang dapat


32

diunakan untuk memotong sesuatu, namun seandainya pisau ini

tumpul nilainya akan merosot. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang

berguna bagi manusia dalam melaksanakan berbagai aktivitas dalam

memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya, keahlian dan ilmu

pengetahuan, kendaraan, dan sarana telekomunikasi.

3. Nilai Biologis atau Nilai Material, yaitu nilai yang berhubungan erat

dengan kesehatan dan unsur biologis manusia sehingga, nilai yang

ada karena material tersebut. Misalnya, Emas mempunyai nilai jual

tertentu yang muncul karena benda tersebut mempunyai warna

kuning mengkilap dan tidak luntur, sehingga memiliki banyak

kegunaan untuk dibuat suatu perhiasan yang mempunyai nilai jual

tinggi. Nilai material yaitu segala sesuatu yang berguna bagi jasmani

manusia (kebutuhan dasar manusia), misalnya keindahan pada tubuh,

pakaian, perumahan, makanan.

4. Nilai Kepatuhan Hukum, yaitu nilai yang berhubungan dengan

undang-undang atau peraturan negara.

5. Nilai pengetahuan, yaitu nilai yang mengutamakan kebenaran sesuai

dengan konsep keilmuannya. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan

adalah nilai yang bersumber dari benar atau tidaknya segela sesuatu

yang didasarkan pada fakta atau bukti-bukti secara ilmiah. Pada nilai
33

ini lebih banyak bersumber dari logika manusia serta pengalaman

empiris. Misalnya, perbuatan yang dipikirkan terlebih dahulu dalam

bertindak.

6. Nilai Agama atau Nilai Religius, yaitu suatu nilai yang berhubungan

dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Nilai

religius atau atau nilai kepercayaan merupakan suatu nilai

berdasarkan atas kepercyaan seseorang terhadap sesuatu hal. Dalam

nilai keagamaan ini bersumber pada revelasi (wahyu dari tuhan)

misalnya, keyakinan dalam beragama.

7. Nilai Keindahan atau Nilai Estetika, yaitu nilai yang terkandung

pada suatu benda yang didasarkan pada pertimbangan nilai

keindahan, baik dalam keindahan bentuk, keindahan tata warna,

keindahan suara maupun grafik. Nilai keindahan yaitu nilai yang

bersumber pada unsur perasaan (estetika). Misalnya, membentuk

suatu karya yang berasal dari dalam hati berupa seni rupa, seni pahat,

seni suara. Nilai estetika merupakan nilai yang berhubungan dengan

keindahan sebgai salah satu aspek dari kebudayaan.


34

4. Hakikat Pembelajaran Bahasa Indonesia

Sastra merupakan sumber yang baik untuk mengembangkan

kemampuan peserta didik di dalam kelas, karena kemampuan siswa bisa

memeahami makna dan interprestasi. Apabila materi pembelajaran sastra

bisa mengambil ketertarikan terhadap peserta didik akan merasakan bahwa

apa yang mereka pelajari akan menjadi relevan dan bermanfaat untuk

penikmat dan pembaca. Sastra memberikan pengalaman dan sarana

pembelajaran pendidikan yang baik, edukasi agar siswa memanfaatkan

kehidupannya tanpa menyia-nyiakan waktu

Pembelajaran sastra merupakan upaya yang dilakukan supaya

terjadi proses belajar pada peserta didik tentang sastra untuk mecapai

tujuan pembelajaran. Pembelajaran tentang sastra yang dilakuakan

menyangkut banyak aspek mengenai seluk beluk sastra seperti teori sastra,

sejarah sastra, dan apresiasi sastra. Maka dalam setiap sebluk beluk sastra

mempunyai tujuan pembelajaran masing-masing.

Pembelajaran sastra dalam siswa memiliki keseluruhan dalam

mendidik karena, sastra pada pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki

berbagai macam fungsi edukasi. Di dalam pembelajaran dapat membantu

peserta didik untuk menstimulasikan imajinasi atau khayalan,


35

meningkatkan kreativfitas dan menggambarkan kemampuan kritis. Jika

peserta didik diminta untuk memberikan respon atau pendapat secara

individu terhadap teks sastra yang dibaca, peserta didik akan percaya diri

dalan menyampaikan ide mereka dan mengespresikan emosinya, Selain

itu, peserta didik akan termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya

dalam menguasai teks sastra dan memahami kebahasaan dalam karya

sastra salah satunya adalah novel.

Salah satu karya yang bisa dikaji dalam pembelajaran sastra adalah

novel karena, novel dapat dikaji dari segi aspek seperti, latar, tokoh, alur

dan sebagainya. Hal ini akan membuat peserta didik memiliki

kemampuan, memahami, dan mengayati serta menilai karya sastra yang

telah diaca. Artinya, sastra merupakan motivasi untuk peserta didik apabila

materi pembelajaran sastra memberikan suatu relevan dan bermanfaat

untuk kehidupannya.

Sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum 2013 mata

pelajaran Bahasa Indonesia SMA/SMK, pembelajaran Bahasa Indonesia

secara umum bertujuan agar siswa mampu menyimak, berbicara,

membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk

meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi

menggunakan Bahasa Indonesia secra baik dan benar. Pelaksanaaan dalam

proses pembelajaran pada kurikulum 2013 untuk memfokuskan kepada

peserta didik agar memperkuat sikap, pengetahuan dan keterampilan

secara seimbang.
36

Salah satu novel yang memiliki banyak nilai di dalamnya ialah

novel Karet dan Setip karya Handie Namire. Tema yang diambil

pengarang mengisahkan tentang seorang gadis yang ambis untuk menjadi

pemain basket profesional yang mengalami cedera parah sehingga harus

merelakan mimpinya, akan tetapi ia merasa tidak adil jika orang yang

membuatnya cedera bisa mengapai mimpi dan melanjutkan hidupnya.

Disinilah awal mula berlangsungnya balas dendam. Dari sisnilah salah satu

novel tersebut dapat dijadikan pembelajaran yang mengapresiasikan karya

sastra dan memanfaatkan nilai-nilai yang terkandung di dalam karya sastra

tersebut.

B. Penelitian Yang Relevan

Penelitian hasil yang relevan ini dimaksudkan untuk mengetahui

sejumlah karya ilmiah sebelumnya yang memiliki relevasi dan dinilai

penting terkait dengan penelitian yang akan dilakukan penulis. Dengan ini

bertujan untuk memastikan sejauh mana penelitian yang akan dilakukan

pernah atau belum diteliti oleh lain. Adapun penelitian terkait dengan

penelitian sekarang yaitu:

1. Nama : Sopyan Sauri

Judul : Nilai-nilai Sosial Dalam Novel Hujan Karya Tere

Liye Sebagai Bahan Pembelajaran Kajian Prosa

Pada Mahasiswa Progam Studi Diksatrasiada

Universitas Mathla’ul Anwar Banten.


37

Tahun : 2019

URL :

https://journal.unismuh.ac.id/index.php/konfiks/artic

le/view/2687

Simpulan : Berdasarkan hasil analisis tentang nilai-nilai sosial

pada novel hujan karya Tere Liye sebagai bahan

pembelajaran kajian prosa dapat disimpulkan

bahwa nilai sosial yang terdapat dalam novel

tersebut yaitu nilai tolong menolong, kekeluargaan,

kesetian, kepedulian, tanggung jawab, disiplin,

empati, keserasian hidup, toleransi, kerjasama, dan

demokrasi. Hasil analisis nilai-nilai sosial dalam

novel hujan karya Tere Liye dapat dijadikan

sebagai alternatif bahan pembelajaran kajian prosa

pada mahasiswa pendidikan bahasa sastra

Indonesia dan daerah Universitas Mathla’ul Anwar

Banten.

2. Nama : Herlina Fitri Yani Manurung

Judul : Nilai-nilai Sosial Dalam Novel Edensor Karya

Andrea Hirata Tinjauan Sosiologi dan

Implikasinya
38

Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA

Tahun : 2021

URL : http://digilib.unimed.ac.id/43396/1/Fulltext.pdf

Simpulan : Berdasarkan hasil analisis struktur novel Edensor

karya Andrea Hirata dapat disimpulkan bahwa

tema dari novel tersebut adalah anak-anak

Belitong

yang ingin meraih cita-cita melanjutkan sekolah di

luar negeri dan keliling dunia. Alur yang menjadi

kerangka dari novel dibuat dengan alur maju

dengan tokoh utamanya adalah Ikal dan Arai,

sedangkan tokoh pembantunya adalah A Ling dan

ayah. Latar tempat pada novel terjadi di Jawa dan

Bogor. Berdasarkan hasil penelitian melalui

tinjauan sosiologi sastra, nilai sosial yang

terdapat dalam novel Edensor, yaitu nilai kasih

sayang, maaf-memaafkan, kepathuan, kesopanan,

musyawarah, rasa kemanusiaan, kebijaksanaan,

menghargai orang lain dan tanggung jawab.

Dalam kehidupan bersosial tersebut harus ada

norma-norma yang disepakati bersama agar

kehidupan berjalan secara serasi, seimbang dan

harmonis. Dalam implementasinya, novel ini


39

memiliki nilai-nilai yang dapat dipetik oleh

peserta didik, di antaranya yaitu dapat

menyadarkan paradigma peserta didik mengenai

sikap nilai sosial yang dapat diambil contoh

untuk dijadikan teladan adalah kasih sayang,

maaf-memaafkan, kepathuan, kesopanan,

musyawarah, rasa kemanusiaan, kebijaksanaan,

menghargai orang lain dan tanggung jawab.

3. Nama : Gita Sabila

Judul : Nilai Sosial Dalam Novel Eavesdrop Karya Leefe

Sebagia Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa

Indonesia Di SMA

Tahun : 2021

URL :

https://conference.umk.ac.id/index.php/pibsi/article/

view/222/0

Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat

disimpulkan bahwa nilai Sosial dalam Novel

Eavesdrop Karya Leefe adalah pertama nilai

Pengabdian, kekeluargaan, tolong menolong,

kepedulian, kesetiaan, empati, dan Kerjasama.

Dengan demikian novel Eavesdrop karya Leefe ini


40

dapat dijadikan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia

di SMA kelas XI sesuai dengan kompetensi dasar

yang telah ada. Novel ini dapat diambil nilai-nilai

sosialnya sebagai bahan ajar. Selain itu novel

tersebut juga dapat diambil pesan-pesan yang

berkaitan dengan nilainilai sosial. Dalam

penerapannya sebagai bahan ajar, nilai-nilai sosial

dalam novel ini dapat diambil oleh para siswa

sebagai contoh dan tauladan.

4. Nama : Novita Lida Sari

Judul : Nilai-nilai Sosial Dalam Novel Tentang Kamu

Karya Tere Liye Kajian Sosiologi Sastra

Tahun : 2019

URL :

https://ejournal.unib.ac.id/index.php/korpus/article/v

iew/7346

Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan

oleh penulis pada novel Tentang Kamu karya Tere

Liye dapat disimpulkan sebagai berikut. Fakta cerita

di dalam novel ini adalah kekerasan, terutama

kekerasan psikis, dimana tokoh Sri Ningsih sering

dianggap sebagai anak sial, anak yang dikutuk oleh

ibu tirinya. Keadaan seperti itu, oleh Sri Ningsih


41

direspon dengan memaafkan semua orang yang

menyakitinya, bersedia mengalah, dan menelan

seluruh kepedihan yang dilakukan orang lain

terhadapnya. Tetapi, bagi tokoh lain, tidak

sepenuhnya seperti itu. Novel Tentang Kamu

bercerita tentang Sri Ningsih yang memaafkan orang

yang menyakitinya, berusaha mengalah, dan

menelan setiap kepedihannya. Tetapi tokoh-tokoh

lain tidak seperti itu, hanya sebagian kebaikan Sri

Ningsih yang dimiliki. Sebenarnya pengarang

menyarankan kepada pembaca untuk menjadi

“Kamu” seperti Sri Ningsih. Seperti itulah nilai-nilai

sosial yang ditawarkan oleh Tere Liye.

5. Nama : Ananda Gholfiaroh

Judul : Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Ingkar Karya Boy

Candra Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran

Bahasa Indonesia

Tahun : 2019

Simpulan : Berdasarkan perumusan masalah pada penelitian

tentang nilai-nilai sosial dalam novel Ingkar karya

Boy Candra dapat diambil kesimpulan bahwa

terdapat nilai sosial dalam novel Ingkar karya Boy

Candra sebanyak 78 temuan. Nilai sosial tersebut


42

terdapat Loves (kasih saying), Responsibility

(tanggung jawab), dan Life Harmony (keserasian

hidup). Hasil nilai sosial dalam novel Ingkar karya

Boy Candra terdapat tiga kajian, yaitu Loves

sebanayk 54 temuan atau setra 69%, Responsibility

xebanyak 17 temuan atau setara 22%, dan Life

Harmony sebanyak 7 temuan atau setara dengan

9%. Nilai-nilai sosial dominan dalam novel Ingkar

karya Boy Candra, yaitu Loves.

C. Kerangka Berpikir

Nilai sosial merupakan seperangkap sikap individu yang dihargai

sebagai suatu kebenaran dan dijadikan standar bertingkah laku guna

memperoleh kehidupan masyarakat yang demokratis dan harmonis.

Keragaman manusia juga beraneka macam atau sifat yang berbeda-beda.

Nilai sosial yang dijadikan standar dalam bertingkah laku dapat

mempererat hubungan dengan masyarakat. Nilai sosial perlu dijadikan

fondasi mbagi pendidikan karena nilai dapat memberi pedoman bagi siswa

agar mampu hidup berkasih saying dengan sesama manusia. Jika nilai

sosial ini tidak diterapkan pada siswa makamasyarakat akan memperoleh

kehidupan yang harmonis.

Novel adalah karangan yang panjang dan berbentuk prosa

mengandung rangkaian kehidupan seseorang dengan orang lain di

sekelilingnya dengan menonjolkan waktak sikap pelaku. Dalam novel


43

merupakan cabang dari karya sastra yang bisa kita baca dan maknai lebih

lanjut, novel juga bisa menjadi curahan hati seorang penulis dan juga bisa

membuat penulis lebih leluasa dalam membuat suatu cerita. Di dalam

sebuah novel, pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk

mengarahkan pembaca kepada gambaran-gambaran realita kehidupan

melalui cerita yang terkandung dalam novel tersebut.

Pada proses pembelajaran Bahasa Indoenesia merupakan upaya

yang dilakukan supaya terjadi proses belajar pada peserta didik tentang

sastra untuk mecapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran tentang sastra

yang dilakuakan menyangkut banyak aspek mengenai seluk beluk sastra

seperti teori sastra, sejarah sastra, dan apresiasi sastra. Sebagaimana yang

tercantum dalam kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia

SMA/SMK, pembelajaran Bahasa Indonesia secara umum bertujuan agar

siswa mampu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran

Bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik

dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia secara baik dan

benar. Pada penelitian ini penulis memilih novel karet dan setip karya

Handi Namire karena pada novel tersebut terdapat nilai sosial yang dapat

diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian

kualitatif yang menjelaskan data secara deskriptif. Dikatakan deskriptif

kualitatif karena pada penelitian ini penulis mendeskripsikan data yang

dikaji berupa nilai sosial dalam Novel Karet dan Setip Karya Handi

Namir. Pembicaran yang sebenarnya, isyarat dan tindakan nilai sosial

lainnya adalah bahan mental untuk penelitian. Metode penelitian kualitatif

adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,

digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Penelitian ini

adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secra

triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan

hasil penel.

B. Teknik Penelitian

Teknik yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah teknik

analisis isi (content analysis). Teknik analisis ini menggunakan teknik

yang disusun secara bermutu dan penjelasan ilmiah yang jelas. Teknik

analisis ini merupakan proses penafsiran dalam metode kualitatif yang

memberikan penelitian secara alamiah. Teknik analisis yang digunakan

dalam penelitian ini yaitu dengan memfokuskan analisis teks sastra yang

44
45

ada dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire. Analisis isi

digunakan mendeskripsikan mengenai nilai sosial yang terdapat pada

novel tersebut. Dengan teori yang sudah ada maka penulis memahami

teknik penelitian untuk melahirkan suatu pemikiran penulis dalam

menjawab pertanyaan-pertanyaan atau mencari solusi atas masalah yang

terdapat pada penelitian.

C. Fokus dan Subfokus Penelitian

1. Fokus Penelitian

Sehubung dengan tujuan khusus penelitian, penulis

memfokuskan penelitian ini pada Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan

Setip karya Handi Namire dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran

Bahasa Indonesia.

2. Subfokus Penelitian

Subfokus masalah pada penelitian ini menggunakan teori

Zubaedi (2012:13), mengenai nilai sosial yang terdiri dari beberapa

macam yaitu nilai loves (kasih sayang), responsibility (nilai tanggung

jawab), dan life harmony (nilai keserasian hidup).


46

D. Instrumen Penelitian

Instrumen peneliti adalah sesuatu yang penting dan strategis

kedudukannya dalam pelaksanaan penelitian. Penelitian ini menggunakan

beberapa instrument untuk mengumpulkan data yang valid. Instrumen

pada penelitian ini adalah penulis sendiri yang dibantu dengan

menggunakan table 3.1 yaitu Tabel Analisis Nilai Sosial yang terdiri dari

Loves (kasih saying), Responsibility (tanggung jawab), dan Life Harmony

(keserasian hidup) dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire dan

Tabel 3.2 hasil dari rekapitulasi nilai sosial dalam novel Karet dan Setip

Karya Handi Namire.

Tabel 3.1
Instrumen Nilai Sosial pada Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire

No Kutipan Ha Macam-macam Nilai Sosial

. Kalimat l Kasih Sayang Tanggung Keserasian Hidup

Jawab
Kepedulia

Toleransi
Tolong

Disiplin

Empati

Kerjasama
Menolong

1.

2.

3.
47

Tabel 3.2
Instrumen Rekapitulasi Macam-macam Nilai Sosial dalam Novel
Karet dan Setip Karya Handi Namire

No Macam-macam Nilai Sosial Jumlah Presentase

. (%)

1. Kasih Sayang Tolong Menolong

Kepedulian

2. Tanggung Jawab Disiplin

Empati

3. Keserasian Hidup Kerjasama

Toleransi
48

E. Teknik Pencatatan Data

Teknik yang digunakan dalam pencatatan data hasil penelitian ini

adalah menganalisis Nilai Sosial dalam Novel Kare dan Setip Karya

Handi Namire dan Implikasi terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, teknik pencatatan data dalam pebelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Membaca keseluruhan novel Karet dan Setip karya Handi

Namire.

2. Mengidentifikasi nilai sosial yang terdapat dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire.

3. Menganalisis Loves (kasih sayang) dalam novel Karet dan Setip

karya Handi Namire.

4. Menganalisis Resposibility (tanggung jawab) dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire.

5. Menganailisis Life Harmony (keserasian hidup) dalam novel

Karet dan Setip karya Handi Namire.

6. Memperoleh kesimpulan nilai sosial dalam novel Karet dan Setip

karya Handi Namire.


49

F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Teknik pemeriksaan keabsahaan data dilakukan dengan berbagai

teknik untuk mengecek keabsahan data. Trigulasi yaitu teknik

pemeriksaan data dengan membandingkan atau mengecek data yang

sudah terkumpul dengan menggunakan pandangan-pandangan para ahli

melalui hubungan dengan penemuan data penelitian.

Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka ditempuh langkah

sebagai berikut:

Pertama peneliti membaca, memahami serta mencertmati isi novel Karet

dan Setip karya Handi Namire hingga peneliti memahami apa yang

disampaikan dalam cerita pada novel tersebut, kedua peneliti membaca,

memahami dan mencertmati, penelitian memilih permasalahan yaitu nilai

sosial, ketiga peneliti menyalin dan memasukan nilai sosial ke dalam

sebuah table dengan menggunakan jumlah kalimat atau kutipan kalimat

pada nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire,

keempat peneliti menarik kesimpulan dan memaparkan hasil analisis

nilai sosial penelitian dan pembahasan.


50
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Informasi Penelitian

Deskripsi informasi yang terdapat pada penelitian ini menyajikan

berbagai informasi di dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

Novel ini di terbitkan oleh Bhuana Ilmu Populer tahun 2022 di Jakarta

dengan jumlah halaman sebanyak 224 halaman. Buku ini termasuk ke

dalam jenis karya sastra prosa fiksi berupa cerita rekaan berdasarkan pada

khayalan atau pikiran seseorang. Karya sastra prosa fiksi ini tidak

berdasarkan pada kenyataan. Penulis menggunakan novel ini sebagai

langkah awal untuk meneliti kajian tentang nilai sosial yang digunakan

pengarang.

Novel Karet dan Setip karya Handi Namire digunakan untuk

mendapatkan hasil dalam penelitan tentang nilai sosial. Penulis berupaya

untuk memahami isi pada kalimat yang terdapat dalam novel Karet dan

Setip karya Handi Namire, serta dapat membantu dalam proses analisis

nilai sosial. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode deskripsi

kualitatif dengan objek penelitian yang berkaitan dengan kutipan

mengenai nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire

tersebut meliputi: nilai kasih sayang terbagi dari tolong menolong dan

kepedulian, nilai tanggung jawab terbagi dari disiplin dan empati, nilai

keserasian hidup terbagi dari kerjasama dan toleransi. Deskripsi informasi

51
52

penelitian ini memfokuskan pada nilai sosial yang terdapat didalam kajian

berdasarkam kutipan-kutipan kaliat yang ditulis oleh pengarang.

Berikut ini penulis akan memaparkan deskripsi informasi

penelitian tentang nilai sosial pada novel Karet dan Setip karya Handi

Namire yaitu:

1. Kasih Sayang

a. Tolong-menolong

Tolong menolong ialah sikap yang senang menolong orang

lain, baik dalam bentuk material maupun tenaga moral.Perbuatan

yang baik, yang selalu dilakukan kepada semua orang tanpa

memandang sisi tertentu.

b. Kepedulian

Kepedulian adalah sebuah tindakan, bukan hanya sebatas

pemikiran atau perasaan. Tindakan peduli tidak hanya tahu tentang

sesuatu yang salah atau benar, tetapi ada kemauan melakukan

gerakan sekecil apapun.

2. Tanggung Jawab

a. Disiplin

Disiplin adalah sikap patuh terhadap ketentuan yang sudah

ditetapkan. Sikap ini dapat menanamkan nilai ataupun pemaksaan

agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan.


53

b. Empati

Empati merupakan keterampilan sosial yang mendasar yang

memungkinkan individu untuk mengantisipasi, memahami

keterampilannya sehingga mendorong berperilaku arturistik.

3. Keserasian Hidup

a. Kerjasama

Kerjasama dapat didefinisikan dengan sikap mau menghargai

orang lain dan mau belajar hal baru tanpa memandang apapun,

sehingga bisa menyatukan perbedaan menjadi suatu hal yang

bermanfaat.

b. Toleransi

Toleransi merupakan sikap yang ditunjukan oleh manusia

sebagi upaya menjaga hubungan baik dengan orang yang disertai

batsa ukur dengan penambahan atau pengurangan yang masih

diperbolehkan dan masih diterima oleh orang lain.

B. Deskripsi Temuan Penelitian

Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh dalam novel Karet dan

Setip Karya Handi Namire. Maka, penulis mendeskripsikan hasil

temuannya ke dalam tabel 4.1 sebagai berikut.


54

Tabel 4.1

Hasil Temuan Nilai Sosial Dalam Novel Karet dan Setip

Karya Handi Namire

No Kutipan Kalimat Hal Macam-macam Nilai Sosial

. Kasih Tanggung Keserasian

Sayang Jawab Hidup

Disiplin

Kerja Sama
Empati

Toleransi
Kepedulian
Menolong
Tolong

1. “ Capek itu bagus, biar habis ekskul 6 √


pulangnya kamu nyenyak tidur dan
nggak terlalu sibuk main handphone”
2. “Ada baiknya kamu coba dulu. 7 √
Nggak ada orang yang nggak terhibur
dengan nyanyian”
3. “Ya udah. Kalau lebih nyaman sama 8 √
basket, ikuti aja.”
4. Dia bangunseperti biasa, sarapan 10 √
dengan nasi goreng sosis favoritnya
bikinan Mama, lalu minum susu
kalsium yang sudah menjadi rutinitas
setiap pagi sebelum berangkat
sekolah.
5. Pelatih berusaha merendam emosi 12 √
Retha yang selalu terpancing dengan
gerakan provokatif si nomer delapan.
Bahkan, pelatihnya sampai
mengancam akan menggati Retha di
menit-menit terakhir pertandingan.
55

6. Yes, lagi-lagi sekolahnya berhasil 12 √


mencetak skor lagi. Retha dan
kawan-kawan timnya pun mundur
untuk kembali keposisi bertahan.
7. Lemparan bebas pun dilakukan oleh 13 √
rekan setim Retha dan setelahnya
peluit panjang wasit berbunyi
menandakan pertandingan telah
berakhir.
8. “Jangan gitu, Ret. Kamu tetap 14 √
anggota kami yang berharga. Kamu
cuma perlu memulihkan diri dan
istirahat jangka panjang.”
9. Aku berterima kasih karena 14 √
kemampuanmu banyak
menyumbangkan prestasi bagi klub
kita, tapi kamu ngga boleh
memaksakan diri. Yang penting
adalah keselamatanmu.”
10. Ryan dengan sigap mendekap erat 14 √
tubuh Retha yang berguncang karena
isakan yang tak henti-henti. Dia pun
membiarkan Retha menangis di
dadanya untuk waktu yang cukup
lama.
11. “Retha, itu nggak mungkin. Kamu 15 √
butuh terapi dan berobat. Kamu
nggak boleh sembarangan melanggar
larangan dokter.”
12. “Kamu kan, udah kuliah Ret. Kamu 18 √
perlu bawa handphone biar bisa
komunikasi sama Mama. Kalo butuh
apa-apa, kamu bisa langsung kasih
tahu Mama.”
13. Dia membantu Retha membereskan 19 √
baju-baju berserakan yang batal
masuk koper.
14. “Satu lagi, Ret. Tolong jaga kaki 20 √
kamu. Ingat kata dokter, kamu udah
nggak boleh lari-lari dan main basket.
56

Kalau sampai kaki kamu cedera lagi,


Mama bakalan pulangin kamu dan
daftarin kamu kuliah di Surabaya aja”
15. “Ret, ingat aja kalu nggak betah di 24 √
sana, masih ada kesempatan ikut
SPMB tahun depan dan masuk
kampusku. Gimana?”
16. “Hera sayang! Gimana? Tipes kamu 28 √
udah sembuh?”
17. “Kenapa? Kamu belum lama ketemu 35 √
aku. Kok, bisa langsung suka? Tanya
Steve penuh selidik.
18. “Oke, baiklah. Jadi, kamu suka aku, 37 √
terus … itu artinya kamu mau jadi
pacar aku, kan?
19. “Stttt… udah yang penting anaknya 42 √
mau nyanyi. Manika Aretha, kan,
nama kamu? Sekarang, ayo dimulai.
Hitungan ke empat, tiga, dua, satu…”
Riri memberikan aba-aba dengan
menyuarakan jentikan jarinya
20. Di paduan suara suara normalnya 48 √
Steve masuk ke kelompok tenor,
tetapi kadang-kadang dia juga
membantu kelompok alto bahkan
sopran.
21. Steve tidak pernah menyuruh Retha 50 √
untuk mendekat padanya, apalagi
menyanyikan bait awal lagunya.
Namun entah kenapa tanpa diminta
Retha seoranglah tahu apa yang ada
di kepala cowok gondrong itu.
22. Steve pun bangkit dari kursi pianonya 52 √
dan bertepuk tangan yang juga disusl
tepuk tangan anggota lainnya.
23. “Tip, sori, yaa… telepon di sini mau 56 √
dipake kayanya” dengan berat hati,
Retha mengakhiri percakapan.
24. Retha sontak tersenyum lebar diiringi 58 √
dengan tepuk tangan orang-orang
57

yang bermain basket di lapangan.


25. Fandy terdiam. “Sorry. Aku kira 62 √
kamu cuma nganggap basket itu hobi.
26. “A… aku setuju. Asal kamu betul- 67 √
betul membalaskan dendamku dan
bikin Hera menderita.”
27. “Kamu pucat banget Ret,” Hera 68 √
menghampiri Retha dan menyentuh
dahinya. “Nggak demam, kok.
Kenapa? Kamu takut naik
panggung?”
28. “Ret, kamu ga apa-apa, kan?” tanya 69 √
Steve lagi.
29. “Ada aku disini, Ret. Aku selalu 70 √
dukung kamu,” ujar Steve lirih.
30. “Thanks ya, Ra. Udah dibantuin sama 72 √
kamu.”
31. Setelah semua peserta diklat duduk 100 √
melingkar dan saling
memperkenalkan diri di halaman villa
yang dilapisi rumput, acara
pengenalan pun usai.
32. Besok sehabis apel pagi sebelum 104 √
makan siang kalian udah harus siap.
33. “Satu devisi suara mending latuhan 105 √
bareng gimana”
34. Sesaat kemudian, Steve menyelimuti 113 √
tubuh Retha dengan kemeja flannel
miliknya
35. “Nih, pake punyaku dulu!” suara 135 √
ketus Hera tiba-tiba terdengar di bilik
Retha sembari meletakan sebuah
disket di meja Retha.
36. “Audisi itu cuma masalah kecil. Saya 141 √
bakal latih kamu sampai bisa baca
not, minimal not angka dan ajarin
kamu bedain nada-nada chromatik.
Kamu punya potensi, Ret. Jangan
abaikan itu…”
58

37. “Aku marah soal rencana balas 145 √


dendam kamu dan itu aku akuin. Aku
juga simpati sama kamu yang
kehilangan basket dala, hidup kamu.
Aku tulus berharap, kamu bisa
menemukan satu hal yang bisa bikin
bahagia dan aku pikir, kenapa kamu
nggak kasih kamu sendiri kesempatan
untuk sepenuhnya jadi bagian klub
paduan suara.”
38. Selama seminggu, Riri sudah 147 √
membantunya melatih lagu untuk
audisi ini.
39. Steve melihat ke dalam ruangan 149 √
audisi dengan perasaam yang campur
aduk
40. “Fisioterapinya nggak menyakitkan, 175 √
kan? Kamu udah makan? Nungguin
jemputan Papah nggak lama, kan?”
berondong mamanya sambil
memapah Retha yang sedikit terasa
ngilu di lututnya.
41. “Pake punya Papah aja. Ambil di 178 √
ruang kerja.”
42. Setip, apa kabar? Hari ini aku balik 185 √
ke Solo pakai kereta. Boleh nggak
aku minta jemput di stasiun?
43. “Kalau kamu mau, kamu bisa 185 √
menginap dulu untuk malam ini di
tempatku.”
43. “Ret ayo pulang bareng!” 195 √

44. “Ret aku memang sibuk, tapi aku 215 √


nggak bisa biarin kamu balik ke
Surabaya nyetir sendirian”
Jumlah 8 15 5 7 5 4
59

Berdasarkan tabel 4.1 berupa tabel temuan penelitian diperoleh informasi

nilai-nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire yang meliputi

nilai tolong menolong, nilai kepedulian, nilai disiplin, nilai empati, nilai kerja

sama, nilai toleransi. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa nilai tolong

menolong sebanyak 8 temuan, nilai kepedulian sebanyak 15 temuan, nilai disiplin

sebanyak 5 temuan, nilai empati sebanyak 7 temuan, nilai kerja sama sebanyak 5,

nilai toleransi sebanyak 4 temuan.

Dari tabel temuan tersebut, tahap berikutnya yaitu perhitungan presentase.

Melalui perhitungan ini akan diketahui nilai sosial yang terjadi terdiri dari nilai

tolong menolong, nilai kepedulian, nilai disiplin, nilai empati, nilai kerja sama,

dan nilai toleransi. Adapun teknik perhitungannya menggunakan rumus:

x
∑ ¿ y x 100 %

Keterangan:

∑ : Data yang dicari

X : Jawaban dari data

Y : Jumlah sampel

100% : Bilangan tetap


60

Berikut ini adalah hasil rekapitulasi presentase nilai sosial dalam novel

Karet dan Setip karya Handi Namire yang telah ditemukan dengan menggunakan

rumus diatas.

Tabel 4.2

Data Hasil Rekapitulasi Nilai Sosial dalam Novel Karet dan Setip

Karya Handi Namire

No. Nilai Sosial Jumlah Presentase

1. Nilai Tolong Menolong 8 19%

2. Nilai Kepedulian 15 34%

3. Nilai Disiplin 5 11%

4. Nilai Empati 7 16%

5. Nilai Kerja Sama 5 11%

6. Nilai Toleransi 4 9%

Jumlah Keseluruhan 44 100%

Dari tabel di atas nilai sosial yang dapat ditemukan dalam novel Karet dan

Setip karya Handi Namire, yaitu nilai tolong menolong sebanyak 8 temuan setara

19%, nilai kepedulian sebanyak 15 temuan setara 34%, nilai disiplin sebanyak 5

temuan setara 11%, nilai empati sebanyak 7 temuan setara 16%, nilai kerja sama

sebanyak 5 temuan setara 11%, nilai toleransi sebanyak 4 temuan setara 9%. Total

keseluruhan hasil temuan sebanyak 44 atau setara dengan 100%.

Berikut ini adalah grafik persentase dari nilai sosial dalam novel Karet

dan Setip karya Handi Namire yang telah ditemukan.


61

9%
19%

11%

16%

34%

11%

Tolong Menolong Kepedulian Disiplin


Empati Kerjasama Toleransi

Persentase temuan diatas nilai sosial yang dapat ditemukan dalam novel

Karet dan setip karya Handi Namire terdapat enam temuan, yaitu nilai tolong

menolong sebanyak 8 temuan setara 19%, nilai kepedulian sebanyak 15 temuan

setara 34%, nilai sosial disiplin sebanyak 5 temuan setara 11%, nilai empati

sebanyak 7 temuan setara 16%, nilai kerja sama sebanyak 5 temuan setara 11%,

nilai toleransi sebanyak 4 temuan setara 9%. Total keseluruhan sebanyak 44 atau

setara dengan 100%.

C. Penafsiran dan Uraian Penelitian


62

Berdasarkan temuan yang telah diperoleh dalam tabel 4.1

kemudian diuraikan dan dilakukan penafsiran. Tujuan dari uraian dan

penafsiran ini ialah untuk memperjelas sebuah hasil temuan. Adapun

langkah selanjutnya merupakan penafsiran dan uraian berupa hasil temuan

dalam nilai sosial yang berasal dari Novel Karet dan Setip karya Handi

Namire sebagai berikut.

1. Nilai sosial tolong menolong

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

tolong menolong pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Dia membantu Retha membereskan baju-baju

berserakan yang batal masuk koper” (Namire, 2022: 19).

Pada kutipan tersebut adanya sikap tolong menolong yang

dilakukan Hera untuk membereskan baju yang berserakan yang

batal masuk koper.

b. Kutipan kalimat, “Thanks ya, Ra. Udah dibantuin sama kamu”

(Namire, 2022: 72).

Pada kutipan tersebut adanya sikap tolong menolong yang

dilakukan oleh Hera untuk membantu Retha agar tidak gampang

goyah dan terpengaruh dalam suara sopran saat menjalankan mini

konser penyambutan mahasiswa baru TANTRA SWARA.


63

c. Kutipan kalimat, “Nih, pake punyaku dulu!” suara ketus Hera tiba-

tiba terdengar di bilik Retha sembari meletakan sebuah disket di

meja Retha” (Namire, 2022: 135).

Pada kutipan kalimat di atas merupakan sikap tolong menolong

yang di lakukan Hera kepada Retha. Dikarenakan ketika Retha

pergi ke sebuah warnet untuk mengerjakan tugas kuliah yang akan

di kumpulkan pada hari itu kepada dosen di kampusnya akan

tetapi Retha teringat bahwa dirinya meninggalkan sebuah disket di

kosannya.

d. Kutipan kalimat, “Selama seminggu, Riri sudah membantunya

melatih lagu untuk audisi ini” (Namire, 2022: 147).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap tolong menolong

yang dilakukan ka Riri untuk membantu Retha dalam melatih

range vocal, menembak nada atau intonasi dengan benar sekaligus

melatih hearing dengan melakukan solfeggio untuk mengikuti

kompetisi paduan suara yang akan diikuti dalam kompetisi

tahunan.

e. Kutipan kalimat, “Pake punya Papah aja. Ambil di ruang kerja.”

(Namire, 2022: 178).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap tolong menolong

yang di lakukan oleh Papah angakat Retha untuk meminjamkan

poselnya kepada Retha yang akan digunakan untuk menghubungi

Hera.
64

f. Kutipan kalimat, “Setip, apa kabar? Hari ini aku balik ke Solo

pakai kereta. Boleh nggak aku minta jemput di stasiun?”

(Namire, 2022: 185).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap tolong menolong

yang dilakukan Steve untuk menjemput Retha di stasiun yang

akan kembali lagi ke Solo untuk melanjutkan mengikuti kompetesi

tahunan.

g. Kutipan kalimat, “Kalau kamu mau, kamu bisa menginap dulu

untuk malam ini di tempatku” (Namire, 2022: 185).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap tolong menolong

yang dilakuka Steve kepada Retha untuk menewarkan meninginap

di kosan Steve terlebih dahulu.

h. Kutipan kalimat, “Ret ayo pulang bareng!” (Namire, 2022: 195).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap tolong menolong

yang dilakukan Hera kepada Retha untuk memberikan tumpangan

sampai kosan dan ajakan pulang bareng.


65

2. Nilai sosial kepedulian

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

kepedulian pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Capek itu bagus, biar habis ekskul pulangnya

kamu nyenyak tidur dan nggak terlalu sibuk main handphone”

(Namire, 2022: 6).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian

seorang orang tua kepada anak semata wayangnya agar tidak

terlalu sibuk main handphone ketika capek melalukan kegitan

ekstra kulikuler di sekolahannya.

b. Kutipan kalimat, “Ada baiknya kamu coba dulu. Nggak ada orang

yang nggak terhibur dengan nyanyian” (Namire, 2022: 7).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian

seorang orang tua yang menyarankan anaknya untuk mencoba hal

baru dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

c. Kutipan kalimat, “Jangan gitu, Ret. Kamu tetap anggota kami

yang berharga. Kamu cuma perlu memulihkan diri dan istirahat

jangka panjang” (Namire, 2022: 14).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian ketua

anggota CMS kak Ryan yang menyarakan agar istirahat jangka

panjang terlebih dahulu dari basket.


66

d. Kutipan kalimat, “Ryan dengan sigap mendekap erat tubuh Retha

yang berguncang karena isakan yang tak henti-henti. Dia pun

membiarkan Retha menangis di dadanya untuk waktu yang cukup

lama” (Namire, 2022: 14).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian yang

dilakukan kak Ryan untuk membiarkan Retha menangis di

dadanya karena rasa kecewa yang dialami Retha.

e. Kutipan kalimat, “Retha, itu nggak mungkin. Kamu butuh terapi

dan berobat. Kamu nggak boleh sembarangan melanggar larangan

dokter” (Namire, 2022: 15).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian yang

dilakukan kak Ryan ketua anggota CMS agar Retha tidak

sembarangan dalam melanggar larangan dokter.

f. Kutipan kalimat, “Kamu kan, udah kuliah Ret. Kamu perlu bawa

handphone biar bisa komunikasi sama Mama. Kalo butuh apa-

apa, kamu bisa langsung kasih tau Mama” (Namire, 2022: 18).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian orang

tua kepada anaknya agar memakai handphone sebagai alat

komunikasi jarak jauh.

g. Kutipan kalimat, “Satu lagi Ret. Tolong jaga kaki kamu. Ingat

kata dokter, kamu udah ngga boleh lari-lari dan main basket.

Kalau sampai kaki kamu cedera lagi, Mama bakalan pulangin


67

kamu dan daftarin kamu kuliah di Surabaya aja” (Namire, 2022:

20).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian orang

tua yang mengkhawatirkan kondisi anaknya untuk lebih berhati-

hati dalam melaksanakan kegitan sehari-hari di kampus.

h. Kutipan kalimat, “Hera sayang! Gimana? Tipes kamu udah

sembuh?” (Namire, 2022: 28).

Pada kutipam kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian

seorang Steve kepada adiknya yang menanyakan kondisi

kesehatan adiknya.

i. Kutipan kalimat, “Oke, baiklah. Jadi kamu suka aku, terus… itu

artinya kamu mau jadi pacar aku, kan?” (Namire, 2022: 37).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian Steve

kepada Retha yang memberikan respon baik dan kepedulian

ketika Retha menyatakan sebuah perasaanya kepadanya.

j. Kutipan kalimat, “Kamu pucat banget, Ret. Hera menghampiri

Retha dan menyentuh dahinya. Nggak demam, kok. Kenapa?

Kamu takut naik panggung?” (Namire, 2022: 68).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian Hera

karena kali pertama Retha mengalami demam panggung saat akan

tampil di acara paduan suara TANTRA SWARA yang dilakasana

untuk menyambut mahasiswa baru.


68

k. Kutipan kalimat, “Ada aku disni, Ret. Aku selalu dukung kamu.

Ujar Steve lirih” (Namire, 2022: 70).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian Steve

yang selalu mendukung Retha di setiap kegiatan yang Retha

lakukan.

l. Kutipan kalimat, “Sesaat kemudian, Steve menyelimuti tubuh

Rethadengan kemeja flannel miliknya” (Namire, 2022: 113).

Pada kutipan kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian Steve

kepada Retha agar tidak kedinginan di saat mencari adiknya Hera

yang menghilang tanpa kabar.

m. Kutipan kalimat, “Audisi itu cuma masalah kecil. Saya bakal latih

kamu sampai bisa baca not, minimal not angka dan ajarin kamu

bedain nada - nada chromatik. Kamu punya potensi, Ret jangan

abaikan itu…” (Namire, 2022: 141).

Pada kutian kalimat tersebut merupakan sikap kepedulian seorang

teh Riri kepada Reta yang akan melatih Retha agar dapat ikut

serta dalam seleksi lomba paduan suara.

n. Kutipan kalimat, “Fisioterapinya nggak menyakitkan, kan? Kamu

udah makan? Nungguin jemputan Papah nggak lama kan?

Berondong mamanya sambil memapah Retha yang sedikit terasa

ngilu di lututnya” (Namire, 2022: 175).


69

Pada kutipan tersebut merupakan sikap kepedulian seorang Ibu

kepada anaknya yang mengkhawitar kondisi anaknya.

o. Kutipan kalimat, “Ret aku memang sibuk, tapi aku nggak bisa

biarin kamu balik ke Surabaya nyetir sendirian”

(Namire, 2022: 2015).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap kepedulian Steve yang

mengkhawtirkan Retha ketika pulang ke Surabaya seorang diri.

3. Nilai sosial disiplin

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

kedisiplinan pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Dia bangun seperti biasa, sarapan dengan nasi

goring sosis favoritnya bikinan Mama, lalu minum susu kalsium

yang sudah menjadi rutinitas setiap pagi sebelumberangkat

sekolah” (Namire, 2022: 10).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap disiplin yang dilakukan

Retha setiap pagi hari ketika hendak berangkat ke sekolah.

b. Kutipan kalimat, “Lemparan bebas pun dilakukan oleh rekan

setim Retha dan setelahnya peluit panjang wasit berbunyi

menandakan pertandingan telah berakhir” (Namire, 2022: 13).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap disiplin yang dilakukan

anggota tim basket pada saat pertandingan berlangsung dan

berakhir.
70

c. Kutipan kalimat, “Stttt… udah yang penting anaknya mau nyanyi.

Manika Aretha, kan, nama kamu? Sekarang, ayo dimulai.

Hitungan keempat memberikan aba-aba dengan menyuarakan

jentikan jarinya" (Namire, 2022: 42).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap disiplin Retha yang

mengikuiti arahan yang diberikan oleh teh Riri pada saat unjuk

bakat paduan suara di depan umum.

d. Kutipan kalimat, “Setelah semua peserta diklat duduk melingkar

dan saling memperkenalkan diri di halaman villa yang dilapisi

rumput, acara pengenalan pun usai” (Namire 2022: 100).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap disiplin peserta diklat

yang mengikuti arahan pembina paduan suara saat acara

berlangsung.

e. Kutipan kalimat, “Besok sehabis apel pagi sebelum makan siang

kalian udah harus siap” (Namire 2022: 104).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap disiplin peserta diklat

yang mengikuti arahan pembina paduan suara agar acara berjalan

sesuai rencana.
71

4. Nilai sosial empati

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

empati pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Ya udah. Kalau lebih nyaman sama basket,

ikuti aja” (Namire 2022: 8).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati seorang orang tua

yang merasakan bahwa Retha mempunyai potensi di bidang

basket sehingga mendorongnya untuk mengembangkan minat dan

bakatnya di ekstrakulikuler kampus.

b. Kutipan kalimat, “Aku berterima kasih karena kemampuanmu

banyak menyumbankan prestasi bagi klub kita, tapi kamu ngga

boleh memaksakan diri. Yang penting adalah keselamatanmu”

(Namire 2022: 14).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati ketua tim CMS

kak Ryan yang menghawatirkan kondisi kesehatan Retha setelah

terjadinya cidera pertandingan basket.

c. Kutipan kalimat, “Ret, ingat aja kalau ga betah disana, masih ada

kesempatan ikut SPMB tahun depan dan masuk kampusku”

(Namire 2022: 24).


72

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati sahabat Retha,

yang memberikan saran untuk mengikuti tes SPMB jika di rasa

tidak betah di Solo.

d. Kutipan kalimat, “Fandy terdiam. Sorry aku kira kamu Cuma

nganggap basket itu hobi” (Namire 2022: 62).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati Fandy kepada

Retha yang membuatnya meralakan mimpinya sebagai pemain

basket professional.

e. Kutipan kalimat, “Ret, kamu ga apa-apa, kan? tanya Steve lagi”

(Namire 2022: 69).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati Steve yang

mengkhawatirkan kondisi Retha ketika demam panggung.

f. Kutipan kalimat, “Aku marah soal rencana balas dendam kamu

dan itu aku akuin. Aku juga simpati sama kamu yang kehilangan

basket dalam hidup kamu. Aku tulus berharap, kamu bisa

menemukan satu hal yang bisa bikin bahagia dan aku pikir,

kenapa kamu nggak kasih kamu sendiri kesempatan untuk

sepenuhnya jadi bagian klub paduan suara” (Namire 2022: 145).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati Steve kepada

Retha karena telah kehilangan mimpinya sebagi pemain basket

professional.

g. Kutipan kalimat, “Steve melihat ke dalam ruangan audisi dengan

perasaan yang campur aduk” (Namire 2022: 149).


73

Pada kutipan tersebut merupakan sikap empati Steve yang ikut

merasakan perasaan campur aduk ketika Retha sedang berada di

dalam ruangan audisi.

5. Nilai sosial kerjasama

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

kerja sama pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Yes, lagi-lagi sekolahnya berhasil mencetak skor

lagi. Retha dan kawan-kawan timnya pun mundur untuk kembali

keposisi bertahan” (Namire 2022: 12).

Pada kutipan tersebut merupaan sikap kerja sama dalam tim yang

dilakukan dalam pertandingan basket antarsekolah.

b. Kutipan kalimat, “Di paduan suara normalnya Steve masuk ke

kelompok tenor, tetapi kadang-kadang dia juga membatu kelompok

alto bahkan sopran” (Namire 2022: 48).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap kerja sama dalam antar

kelompok anggota paduan suara.

c. Kutipan kalimat, “Steve tidak pernah menyuruh Retha untuk

mendekat padanya, apalagi menyanyikan bait awal lagunya. Namun

entah kenapa tanpa diminta Retha seoranglah tahu apa yang ada di

kepala cowok gondrong itu” (Namire 2022: 50).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap kerja sama Steve dan Retha

ketika berada di atas panngung untuk tampil bersama.


74

d. Kutipan kalimat, “A… aku setuju. Asal kamu betul-betul

membalaskan dendamku dan bikin Hera menderita”

(Namire 2022: 67).

Pada kutipam tersebut merupakan sikap kerja sama antara Retha

dengan Fandy untuk membalaskan dendamnya kepada Hera.

e. Kutipan kalimat, “Satu devisi mending latihan bareng gimana”

(Namire 2022: 105).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap kerja sama antar anggota

paduan suara dalam mempersiapkan kompetisi.

6. Nilai sosial toleransi

Berdasarkan jumlah sampel yang ditemukan dalam nilai sosial

toleransi pada Novel Karet dan Setip karya Handi Namire.

a. Kutipan kalimat, “Pelatij berusaha merendam emosi Retha yang

selalu terpancing dengan gerakan provokatif si nomor delapan.

Bahkan, pelatihnya mengancam akan menggati Retha di menit-menit

terakhir pertandingan” (Namire 2022: 12).

Pada kutipan teresbut merupakan sikap toleransi yang dilakukan

seorang wasit agar tidak terpancing oleh gerakan lawan.


75

b. Kutipan kalimat, “Kenapa? kamu belum lama ketemu aku. Kok, bisa

langsung suka? Tanya Steve penuh selidik” (Namire 2022: 35).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap toleransi yang dilakukan

Steve kepada Retha yang menyatakan perasaanya kepadanya dan

tidak satupun menghakiminya.

c. Kutipan kalimat, “Steve pun bangkit dari kursi pianonya dan

bertepuk tangan yang juga disusul tepuk tangan anggota lainya”

(Namire 2022: 52).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap toleransi yang dilakukan

Steve dan anggota lainnya karena telah menghargai pendapan dan

saran pemilihan lagu dari Retha.

d. Kutipan kalimat, “Retha sontak tersenyum lebar diiringi dengan

tepuk tangan orang-orang yang bermain basket di lapangan”

(Namire 2022: 58).

Pada kutipan tersebut merupakan sikap toleransi yang dilakukan

Retha kepada anggota tim basketnya yang sudah memberikan

dukungan.
76

D. Implikasi dalam Pembelajran Bahasa Indonesia

Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian nilai sosial dapat

diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Hasil

penelitian ini didapat beberapa implikasi positif serta teknik yang baik

terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia.

Novel Karet dan Setip karya Handi Namire ini dapat dijadikan

sebagai acuan untuk pentingnya nilai sosial sebagai salah satu kajian

dalam pembelajaran sastra yang dapat memberikan pengalaman batin bagi

siswa pada saat kegiatan belajar sastra. Nilai sosial dalam sastra sangat

penting untuk dipelajari sebagai salah satu media dalam pendidikan bagi

siswa-siswi SMA agar lebih bijak dalam hidup bersosialisasi dengan

lingkungan.

Adapun rancangan pembelajaran yang berhubungan dengan kajian

penelitian dapat dilihat pada Rencana Pembelajaran (RPP). Guru membagi

kegiatan pembelajaran menjadi tiga tahapan, yaitu pendahuluan, inti, dan

penutup. Pada kegiatan pendahuluan yang dilakukan guru adalah

mengucapkan salam, mengecek kondisi kelas, berdoa sebelum belajar,

mengecek presensi dan melakukan apresiasi atau mengulas kembali materi

yang sudah di ajarkan sebelumnya. Selanjutnya, pada kegiatan inti, guru

menyampaikan materi sesuai dengan silabus yang telah tersedia dengan

metode pembelajaran yang digunakan bervariasi. Selain guru memberikan

tugas sesuai materi yang diajarkan. Kemudian, pada kegiatan akhir guru
77

memberikan pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Guru juga

memberikan penugasan dan menyimpulkan materi ajar di kelas.


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan perumusan masalah pada penelitian tentang nilai

sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi Namire dapat diambil

kesimpulan bahwa terdapat nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya

Handi Namire sebanyak 44 temuan. Nilai tersebut terdapat nilai tolong

menolong, kepedulian, disiplin, empati, kerjasama dan toleransi.

Berdasarkan nilai sosial dalam novel Karet dan Setip karya Handi

Namire terdapat lima kajian, nilai tolong menolong sebanyak 8 temuan

setara 19%, nilai kepedulian sebanyak 15 temuan setara 34%, nilai disiplin

sebanyak 5 temuan setara 11%, nilai empati sebanyak 7 temuan setara

16%, nilai kerja sama sebanyak 5 temuan setara 11%, nilai toleransi

sebanyak 4 temuan setara 9%. Nilai sosial yang dominan dalam novel

Karet dan Setip karya Handi Namire, yaitu nilai sosial kepedulian dan nilai

sosial empati.

78
79

B. Implikasi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai sosial yang dapat

dijadikan sebagai acuanbahan ajar di sekolah dalam pembelajaran Bahasa

Indonesia. Proses pembelajaran di sekolah mengacu pada rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh guru, diantaranya

terdapat kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Dimana RPP inti

dapat membantu guru dalam proses pembelajaran di kelas lebih sistematis.

C. Saran

Setelah melakukan penelitian terhadap nilai sosial dalam novel

Karet dan Setip karya Handi Namire, penulis menyarankan hal-hal sebagai

berikut:

1. Untuk pembaca, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan

dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk kajian selanjutnya atau

pembelajaran di sekolah. Karena dalam novel ini terdapat nilai sosial

yang dapat di terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

2. Untuk pengarang, disarankan untuk lebih memfokuskan suatu cerita

dalam novel, sebab terdapat cerita yang melenceng dari konteks yang

dapat menghilangkan keseruan ceritanya.


80

3. Untuk guru, khususnya guru Bahasa Indonesia, novel Karet dan Setip

karya Handi Namire dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran sastra.

Selain itu, guru dapat mengembangkan pembelajarannya.


DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:

Aminuddin. (2011). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru


Algensindo.
Eko Digdoyo. (2015). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia
Fatimah. (2016). Kritik Sastra. Jakarta: Unindra Press.
Fransori, dkk. (2017). Rangkuman Analisis Bacaan Sastra / Ilmiah. Tanggerang
Pustaka Mandiri.
Hapsari, S. N., Sulistijani, E.,& Ahmad, M.G. (2019). Kajian Prosa Fiksi Drama.
Jakarta: Unindra Press.
Nurgiantoro, Burhan. (2012). Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada.
Nurgiantoro, Burhan. (2018). Teori pengkaji fiksi. Yogyakarta: Universitas
Gadjah Mada.
Zubaedi. (2012). Pendidikan berbasis masyarakat, upaya menawarkan solusi
terhadap berbagai problem sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sumber Jurnal:
Husna, A (2020) Nilai-nilai Sosial dalam Novel Rumah Tanpa Jendela Karya
Asma Nadia dan Implikasinya terhadap Teks NOVEL (Doctoral
dissertation. Universitas Negeri Padang)
Manurung, H. F. Y., Girsang, D. F., Silitonga, M. A., & Daulay, M. A. J.(2021,
July).Nilai-nilai Sosial Dalam Novel Edensor Karya Andre Hirata
Tinjauan Sosiologi dan Implikasinya Sebagai Bahan Ajar Sastra Di SMA.
Risdi, A. (2019). Nilai Nilai Sosial Tinjauan dari Sebuah Novel. Lampung:
CV.IQRO
Sabila, G. (2021, October). Nilai Sosial dalam Novel Eavesdrop K arya Leefe
sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. In Prosiding
Seminar Nasional Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia
(PIBSI) (Vol. 43, No. 1, pp. 155-165).
Sari, N. L., Agustina, E., & Lubis, B. (2019). Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel
Tentang Kamu Karya Tere Liye Kajian Sosiologi Sastra. Jurnal Ilmiah
KORPUS, 3(1), 55-65.
Sauri, S. S. (2019). Nilai-Nilai Sosial Dalam Novel Hujan Karya Tere Liye
Sebagai Bahan Pembelajaran Kajian Prosa Pada Mahasiswa Program Studi
Diksatrasiada Universitas Mathla’ul Anwar Banten. Jurnal Konfiks, 6(2),
1-8.
Silfina, M., Hartati, L., & Jasril, J (2022). Nilai-nilai Sosial dalam Novel Bidadari
Berbisik Karya Asma Nadia dan Implikasinya dalam Pembelajaran Teks
Novel. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran), 5(2)
246- 258.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Kartu Asistensi Bimbingan Skripsi
Lampiran 2

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA (Sekolah Menengah Atas)


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII / Genap
Materi Pokok : Isi dan Kebahasaan Novel
Alokasi Waktu : 3 Jam pelajaran @ 45 menit
A. Kompetensi Inti
 KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara
efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga,
sekolag, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional.
 KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, procedural, dan metakognitif, berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humanioran dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi


3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan 3.9.1 Mengidentifikasi unsur intrinsik dan
novel. ekstrinsik sebuah novel.
3.9.2 Mengidentifikasi unsur kebahasaan
novel.
4.9 Merancang novel atau novelet 4.9.1 Menyusun novel berdasarkan rancangan.
dengan memerhatikan isi dan 4.9.2 Mempresenstasikan, mengomentari, dan
kebahasaan baik secara lisan merevisi unsur-unsur intrinsik dan
maupun tulis. kebahasaan novel, dan hasil penyusunan
novel.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik sebuah novel.
2. Mengidentifikasi unsur kebahasaan novel.
3. Menyusun novel berdasarkan rancangan.
4. Mempresentasikan, mengomentari, dan merevisi unsur intrinsik dan
ekstrinsik, kebahasaan novel, dan hasil penyusunan novel.

D. Materi Pembelajaran
Menyusun Laporan Buku Fiksi dan Nonfiksi
- Unsur intrinsik dan ekstrinsik novel
- Unsur kebahasaan (pribahasa, majas, dan ungkapan)

E. Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : diskusi, tanya jawab, dan bermain peran.

F. Media/alat, Bahan
Media:
 Worksheet atau lembar kerja (siswa)
 Lembar Penilaian
 Cetak: buku, modul, dan gambar.
 Proyektor
Alat/Bahan:
 Penggaris, spidol, papan tulis.
 Laptop dan handphone

G. Sumber Belajar
 Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kelas
XII
 Pengalaman peserta didik
 e-dukasi.net
 Google cendikia
H. Kegiatan Pembelajaran

A. Kegiatan Pembelajaran

3 x 45 menit Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
Guru : menit
Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa
untuk memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali
kegiatan pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya.
 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan
pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari
pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan
sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta
didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi Isi dan
Kebahasaan Novel.
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang
berlangsung.
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan
 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pembelajaran.
Kegiatan Inti 110
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation KEGIATAN LITERASI
(stimullasi/ Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan
pemberian untuk memusatkan perhatian pada apid materi
rangsangan) Isi dan Kebahasaan Novel dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto/video tentang
3 x 45 menit Waktu
materi dan atau membaca dari berbagai
sumber (buku, media cetak maupun
elektronik) Isi dan Kebahasaan Novel
 Mengamati
 lembar kerja materi Isi dan
Kebahasaan Novel
 pemberian contoh-contoh materi Isi
dan Kebahasaan Novel untuk dapat
dikembangkan peserta didik, dari
media interaktif, dsb
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum
kegiatan pembelajaran berlangsung),
Membaca materi Isi dan Kebahasaan Novel
dari buku paket atau buku-buku penunjang
lain, dari internet/materi yang berhubungan
dengan lingkungan.
 Mendengar
Pemberian materi Isi dan Kebahasaan Novel
oleh guru.
 Menyimak,
Penjelasan pengantar kegiatan secara garis
besar/global tentang materi pelajaran
mengenai materi Isi dan Kebahasaan Novel,
untuk melatih kesungguhan, ketelitian,
mencari informasi.
 Menulis
Peserta didik menulis resume tentang apa
yang telah dibaca, diamati dan
didengarkan sebagai pembiasaan dalam
membaca dan menulis (Literasi)

Problem CRITICAL THINKING (BERPIKIR


statemen KRITIK)
(pertanyaan/ Guru memberikan kesempatan pada peserta didik
identifikasi untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
masalah) pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang
disajikan dan dijelaskan oleh guru, akan dijawab
melalui kegiatan belajar, contohnya :
 Mengajukan pertanyaan tentang materi
Isi dan Kebahasaan Novel yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan apid a sampai ke
pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk
3 x 45 menit Waktu
mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran
kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan
belajar sepanjang hayat. Misalnya :
 Apa definisi novel?
 Apa perbedaan novel dengan cerpen?
 Apa saja ciri-ciri novel?
 Apa saja unsur instrinsik dan
ekstrinsik novel?
 Bagaimanakah kebahasaan novel?
Data KEGIATAN LITERASI
collection Peserta didik mengumpulkan informasi yang
(pengumpulan relevan untuk menjawab pertanyan yang telah
data) diidentifikasi melalui kegiatan:
 Mengamati obyek/kejadian,
mengamati dengan seksama materi isi
teks negosiasi : permasalahan dan
pengajuan yang sedang dipelajari dalam
bentuk gambar/video/slide presentasi
yang disajikan dan mencoba
menginterprestasikannya
 Membaca sumber lain selain buku teks,
mencari dan membaca berbagai referensi
dari berbagai sumber guna menambah
pengetahuan dan pemahaman tentang Isi
dan Kebahasaan Novel yang sedang
dipelajari
 Aktivitas
menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal
yang belum dapat dipahami dari kegiatan
mengmati dan membaca yang akan
diajukan kepada guru berkaitan dengan
Isi dan Kebahasaan Novel yang sedang
dipelajari
 Wawancara/apid jawab dengan nara
sumber
mengajukan pertanyaan berkaiatan
dengan materi Isi dan Kebahasaan Novel
yang tekah disusun dalam daftar
pertanyaan kepada guru

COLLABORATION (KERJASAMA)
Peserta didik dibentuk dalam beberapa
kelompok untuk:
3 x 45 menit Waktu
 Mendiskusikan
 Peserta didik dan guru secara bersama-
sama membahas contoh dalam buku
paket mengenai Isi dan Kebahasaan
Novel. Mengumpulkan informasi
mencatat semua informasi tentang materi
Isi dan Kebahasaan Novel yang telah
diperoleh pada buku catatan dengan
tulisan yang apid an menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar
 Mempresentasikan ulang
Peserta didik mengkomunikasikan secara
lisan atau mempresentasikan Isi dan
Kebahasaan Novel sesuai dengan
pemahamannya
 Saling tukar informasi tentang materi
Isi dan Kebahasaan Novel dengan
ditanggapi aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga diperoleh
sebuah pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok
kemudian, dengan menggunakan metode
ilmiah yang terdapat pada buku pegangan
peserta didik atau pada lembar kerja yang
disediakan dengan cermat untuk
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan,
menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan
belajar sepanjang hayat.

Data CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)


processing Peserta didik berdiskusi (mandiri/berkelompok)
(pengolahan mengolah data hasil pengamatan dengan cara:
Data)  Berdiskusi tentang data dari materi Isi
dan Kebahasaan Novel yang sudah
dikumpulkan/ terangkum dalam kegiatan
sebelumnya.
 Mengolah informasi dari materi Isi dan
Kebahasaan Novel yang sudah
dikumpulkan dari hasil
kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun
hasil dari kegiatan mengamati dan
3 x 45 menit Waktu
kegiatan mengumpulkan informasi yang
sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
Peserta didik mengerjakan beberapa soal
mengenai materi Isi dan Kebahasaan
Novel
Verification CRITICAL THINKING (BERPIKIR
(pembuktian) KRITIK)
Peserta didik mendiskusikan hasil
pengamatannya dan memverifikasi hasil
pengamatannya dengan data-data atau teori pada
buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman
sampai kepada pengolahan informasi
yang bersifat mencari solusi dari berbagai
sumber yang memiliki pendapat yang
berbeda sampai kepada yang bertentangan
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
disiplin, taat aturan, kerja keras,
kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta
deduktif dalam membuktikan tentang
materi : Isi dan Kebahasaan Novel antara
lain dengan : Peserta didik dan guru
secara bersama-sama membahas jawaban
soal-soal yang telah dikerjakan oleh
peserta didik.

Generalizatio COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)


(menarik Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
kesimpulan)  Menyampaikan hasil diskusi tentang Isi
dan Kebahasaan Novel berupa
kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau media lainnya
untuk mengembangkan sikap jujur, teliti,
toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan sopan.
 Mempresentasikan hasil diskusi secara
klasikal tentang materi: Isi dan
Kebahasaan Novel Mengemukakan
pendapat atas presentasi yang dilakukan
tentang Isi dan Kebahasaan Novel.
 Bertanya atas presentasi tentang materi Isi
dan Kebahasaan Novel yang dilakukan
dan peserta didik lain diberi kesempatan
3 x 45 menit Waktu
untuk menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)
 Menyimpulkan tentang point-point
penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan
berupa : Laporan hasil pengamatan secara
tertulis tentang Isi dan Kebahasaan
Novel.
 Bertanya tentang hal yang belum
dipahami, atau guru melemparkan
beberapa pertanyaan kepada siswa
berkaitan dengan materi Isi dan
Kebahasaan Novel yang akan selesai
dipelajari.
 Menyelesaikan uji kompetensi untuk
materi Isi dan Kebahasaan Novel yang
terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar lerja yang telah
disediakan secara individu untuk
mengecek penguasaan siswa terhadap
materi pelajaran.

Catatan :
Selama pembelajaran Isi dan Kebahasaan Novel berlangsung,
guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi
sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur,
tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu,
peduli lingkungan
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit
 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Isi
dan Kebahasaan Novel yang baru diselesaikan.
 Mengagendakan materi atau tugas projek /produk
/portofolio /unjuk kerja yang harus mempelajarai pada
pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau di rumah.
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa
untuk materi pelajaran Isi dan Kebahasaan Novel.
 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek
/produk /portofolio /unjuk kerja dengan benar diberi paraf
serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek /produk /portofolio /unjuk kerja pada materi pelajaran
Isi dan Kebahasaan Novel.
I. Penilaian
1. Jenis tes : tertulis dan lisan
2. Bentuk tes : uraian

Lampiran 3
Cover Novel Karet dan Setip karya Handi Namire
Lampiran 4
Sinopsis Novel Karet dan Setip Karya Handi Namire
Namaku Minaka Aretha. Orang-orang memanggilku Karet. Cedera berat
dan tidak bisa main basket lagi, membuatku harus merelakan mimpiku sebagai
pemain basket profesional. Aku akan mengingat selamanya siapa yang telah
menghancurkan harapanku, meski membuatku harus mendaftar di kampus dan
fakultas yang sama dengan orang itu. Lihat saja.... Steve? Huh, Setip maksudmu?
Ah, dia hanyalah alat untuk memuluskan rencanaku. Namun tidak disangka,
terlibat dengan cowok gondrong, tatoan, dan usil itu membuatku harus
memikirkan lagi rencanaku. Apa yang harus aku lakukan? Kenapa balas dendam
segini saja sulit dilakukan?

Lampiran 5
RIWAYAT HIDUP PENGARANG
HANDI NAMIRE adalah perempuan kelahiran 5 April yang mengaku menulis
adalah bagian dari self therapy. Pribadi rumit, introvet dan canggung jika di depan
banyak orang. Awal mulainya menulis melalui situs kemudian.com yang awalnya
hanya untuk baca cerita gratisan, akhirnya ikut-ikutan tergerak untuk bisa menulis
selain menulis data untuk buku nikah dan buku
utang. Sangat menyukai hal-hal berbau Jejepangan
dan belakangan menggandrungi pula kekoreaan.
Belum lama pula tergabung dalam geng sekte
absurd yang isinya makemak dan mbak-mbak
kantoran nyaris depresi yang mencurahkan
kelebihan kasih sayangnya untuk tujuh berondong
hits yang dikenal dengan sebutan BTS. Sebut saja
sekte itu adalah Sekte Pemuja Bangtan. Prinsip
sekte ini adalah "Biar Kere Asal Bahagia".
Baru saat menjadi bagian dari keluarga
Kampus Fiksi (angkatan 1), passion-nya dalam hal menulis mulai meluap. Salah
satu cerpennya pernah dibukukan dalam 20 Cerpen Terbaik Kampus Fiksi di
tahun 2014. Semangatnya dalam menulis makin menjadi-jadi setelah berhasil
memenangi juara 2 kategori naskah dewasa dalam lomba novel PSA3 di penerbit
Grasindo di tahun 2015. Berkat itu pula, keinginannya menjelajah negeri ginseng
pun terpenuhi. Setelah pernah mengikuti seleksi Gramedia Writing Project Batch
1dan gagal, keinginannya untuk menerbitkan novel di penerbit kece sejuta umat
itu terpancing kembali dengan adanya Gramedia Writing Project Batch 3.
Alhamdulillah, setelah menahan perut yang melilit dan kembung akibat
kedinginan di ruang ber-AC, pengumuman juara GWP3 saat Expert Class tahun
lalu benar-benar membawa kejutan yang tidak disangka. Penulis yang sudah
bukan berusia young adult (apalagi teen) ternyata bisa juga menulis cerita yang
disukai para juri.

Lampiran 6
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nadya Sumekar Arumsari lahir di Kediri pada tanggal 08 Juni 2000. Penulis
adalah putri pertama dari tiga bersaudara. Penulis bertempat tinggal di Jalan
Gunuk Raya, RT.01/RW.03 Kel. Pejaten Timur Kec. Pasar Minggu Jakarta
Selatan. Pendidikan yang telah di tempuh oleh penulis yaitu SDN Kutorejo 3
Kertosono lulus pada tahun 2013, SMPN 2 Kertosono lulus pada tahun 2016,
SMAN 1 Kertosono lulus pada tahun 2018, kini
penulis sedang melanjutkan pendidikannya di
Universitas Indraprasta PGRI, Fakultas Bahasa
dan Sastra Indonesia dan menyelesaikan
kuliahnya pada tahun 2023. Penulis memiliki
harapan yang tinggi untuk kehidupannya kelak
dengan ridho Allah dan ridho orang tua. Penulis
berharap semoga ilmu yang didapatkan selama ini
dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang
lain.

Common questions

Didukung oleh AI

Social responsibility in 'Karet dan Setip' plays a crucial role in character development, primarily seen through Retha's actions and decisions. Her commitment to balancing personal ambitions with her responsibilities to family and peers highlights a maturation process characterized by empathy and duty . This influence is evident in her growing awareness and changes in how she interacts with others, becoming more considerate and mindful of the impact of her actions on those around her . The theme of social responsibility fosters a deeper understanding of maturity and character growth within the narrative .

Intrinsic elements in 'Karet dan Setip' include character development, narrative style, and plot structure. Retha, the protagonist, embodies struggles and resilience, making her experiences relatable and engaging . The extrinsic elements are the social values presented, such as empathy and cooperation, which align with societal expectations and cultural norms . Together, these elements contribute to the novel’s thematic depth by intertwining personal growth and social dynamics, highlighting the societal impact on individual choices .

In 'Karet dan Setip', parent-child relationships are portrayed with a focus on care and expectation. Retha's parents are depicted as protective and concerned about her health, exemplifying a nurturing environment that is supportive yet occasionally restrictive . This portrayal enhances the understanding of family dynamics by reflecting real-life complexities within family relationships, where love and concern intersect with expectations and personal growth . The novel presents a balanced view of how familial support can be both empowering and limiting, enriching the narrative's emotional depth .

The novel 'Karet dan Setip' exemplifies social values like empathy and discipline through its characters and narrative. Empathy is shown in moments where characters express concern for each other's well-being, such as when Steve shows care for Retha's health and supports her emotionally . Discipline is depicted in Retha's routines and the behavior expected during team activities . These values' implications for Indonesian language education are significant as they provide a framework for discussing character development and moral lessons, making literature a tool for teaching social behavior .

The setting in 'Karet dan Setip' is significant in developing the plot as it creates a backdrop for the characters’ experiences and interactions. The school and sports environments are especially pivotal, providing a dynamic context for Retha’s personal growth and challenges . These settings shape readers' perception by establishing a realistic and relatable frame for the story’s events, where familiarity with educational and recreational settings adds authenticity and resonance to the narrative, enhancing reader engagement and empathy .

The research suggests that 'Karet dan Setip' holds pedagogical value for teaching Bahasa Indonesia by integrating social values into the curriculum, thus enhancing language skills alongside moral education. The novel provides a context for students to engage with real-life issues through character analyses and thematic discussions, aligning with curriculum goals to develop critical thinking and empathy . This reflects an educational approach that values holistic learning, where literature serves as a vehicle for both cognitive and character development .

'Karet dan Setip' reflects contemporary social issues such as youth expectations, peer pressure, and family dynamics. Through its narrative, the novel encourages readers to engage with these issues critically by presenting relatable scenarios that mirror real-life dilemmas faced by young adults today . By highlighting characters' choices and consequences, the novel prompts readers to reflect on their understanding and approaches to social challenges, effectively fostering critical thinking and social awareness .

In 'Karet dan Setip', quotes illustrating character sympathy and empathy are prominent, where characters express concern and understanding for each other's situations, such as Steve's supportive dialogues with Retha . The author employs literary devices like direct dialogue, which conveys emotions authentically, and situational irony, which highlights characters' internal struggles. These devices enhance themes of sympathy and empathy by providing insight into the emotional and psychological dimensions of characters, guiding readers to deeper engagement with the narrative .

'Karet dan Setip' uses the theme of cooperation to portray social relationships, emphasizing teamwork and mutual support. Scenes where characters like Steve and Retha collaborate in choir practices or sports events highlight how cooperation leads to achieving common goals . The message conveyed is the importance of unity and working together, as it strengthens bonds and leads to success, reflecting real-life social interactions where cooperation is crucial .

'Karet dan Setip' employs narrative techniques such as third-person limited point of view and internal monologue to convey characters' inner thoughts and emotional conflicts, focusing on Retha's perspective. This approach allows readers to intimately connect with her struggles and motivations . Descriptive language and situational flashbacks further enrich the narrative, enabling a deeper understanding of her emotional landscape and past influences, effectively portraying her journey of self-discovery and growth .

Anda mungkin juga menyukai