0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan17 halaman

Kesulitan Belajar: Faktor dan Solusi

Makalah ini membahas tentang kesulitan belajar yang dialami siswa, termasuk pengertian, faktor penyebab, dan macam-macam kesulitan belajar. Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kognitif dan emosional, serta faktor eksternal seperti sosial dan non-sosial. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang kesulitan belajar dan cara mendiagnosisnya.

Diunggah oleh

Ika Dewi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan17 halaman

Kesulitan Belajar: Faktor dan Solusi

Makalah ini membahas tentang kesulitan belajar yang dialami siswa, termasuk pengertian, faktor penyebab, dan macam-macam kesulitan belajar. Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh faktor internal seperti kognitif dan emosional, serta faktor eksternal seperti sosial dan non-sosial. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang kesulitan belajar dan cara mendiagnosisnya.

Diunggah oleh

Ika Dewi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

Kesulitan Belajar
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah”Psikologi Belajar”

Dosen Pengampu :

Ulfa ‘Ainul Mardhiyah, M.Pd

Disusun Oleh :
Maulida Lailatul W ( 20220750101008 )

Thohir Romli ( 2022075010120 )

Ika Dewi Purwati ( 20220750101043 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS


TARBIYAH

STAI MA’ARIF MAGETAN

1
2024

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan limpahan


rahmat-nya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini . Dan
harapan dari kelompok kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang
membacanya , untuk kedepannya semoga kelompok kami dapat memperbaiki
bentuk maupun menambahkan isi makalah ini agar menjadi lebih baik lagi ,
karena keterbatasan pengetahuan kelompok kami . Kami yakin bahwa masih
banya kekurangan yang terdapat dalam makalah ini , untuk itu kami mengharap
saran dan juga kritikannya dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini .

Magetan, 06 Oktober 2024

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................2

DAFTAR ISI ..............................................................................................................3

BAB I PENDAHULIAN ...........................................................................................4

A. Latar Belakang ...............................................................................................4


B. Rumusan Masalah .........................................................................................5
C. Tujuan ...........................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................6

A. Pengertian Kesulitan Belajar ..........................................................................6


B. Faktor yang mempengaruhi Kesulitan Belajar ..............................................7
C. Macam-macam Kesulitan Belajar .................................................................9
D. Karakteristik siswa Kesulitan Belajar ............................................................11
E. Mendiagnosis siwa Kesulitan Belajar ...........................................................12

BAB III PENUTUP ...................................................................................................13

A. Kesimpulan ...................................................................................................13
B. Daftar Pustaka ...............................................................................................14

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam
membentuk peradaban bangsa. Melalui pendidikan akan melahirkan
generasi-genarasi yang diharapkan yang mampu menjadi tonggak
perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Proses belajar merupakan
salah satu unsur terpenting dari suatu pendidikan itu sendiri. Karena dalam
proses belajarlah, sebuah perubahan kearah yang lebih baik akan terwujud.
Belajar adalah perubahan perilaku siswa dari tidak tahu menjadi
tahu, dari tidak baik menjadi baik. Guru merupakan seorang yang sangat
berperan penting dalam proses pembelajaran siswa. Karena seorang guru
akan memunculkan proses belajar itu sendiri pada diri siswa. Setiap siswa
mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam proses belajar, baik
kemampuan dari segi kognitif, sosial, psikologi, maupun fisiologi. Dari
berbagai perbedaan kemampuan tersebut, akan muncul respon pada diri
siswa terhadap suatu hal yang dipelajari. Respon tersebut akan menjadi
tolak ukur siswa dalam proses belajar itu sendiri. Maka dari itu, makalah
ini membahas tentang Kesulitan Belajar yang berarti tujuan dari suatu
pembelajaran itu sendiri tidak tercapai atau respon pada diri siswa
terhadap hal yang dipelajari memberi respon negatif.

4
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Kesulitan Belajar
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar
3. Apa saja macam-macam kesulitan belajar
4. Bagaimana kerakteristik siswa yang mengalami kesulitan belajar
5. Bagaimana mendiaknosis siswa yang mengalami kesulitan belajar

C. Tujuan
Beberapa tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian dari kesulitan belajar
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja ynag mempengaruhi siswa
kesulitan dalam belajar
3. Untuk mengetahui macam-macam dari kesulitran belajar
4. Untuk mengetahui kerakteristik siswa yang mengalami kesulitan
belajar
5. Untuk mengetahui langkah-langkah dalam mendiaknosis siswa yang
mengalami kesulitan belajar

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kesulitan Belajar


Menurut Sunarta (dalam Budi, 2015) kesulitan belajar adalah
kesulitan yang dialami oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya,
sehingga berakibat prestasi belajarnya rendah dan perubahan tingkah laku
yang terjadi tidak sesuai dengan partisipasi yang diperoleh sebagaimana
teman-teman kelasnya.
Menurut Haryanto (2010) kesulitan belajar adalah hambatan/
gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh adanya
kesenjangan yang signifikan antara taraf integensi dan kemampuan
akademik yang seharusnya dicapai.
Kesulitan dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sukar.
sedangkan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang
dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Berdasarkan dua
pengertian ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah
gangguan yang dialami oleh seseorang terhadap proses belajarnya karena
beberapa faktor yang mempengaruhinya sehingga berakibat pada prestasi
belajarnya. Kesulitan belajar dapat juga diartikan sebagai keadaan dimana
seseorang mengalami kesukaran dalam proses perubahan tingkah laku
menjadi tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Kesulitan
belajar juga dapat ditandai ketika seseorang tidak dapat belajar
sebagaimana mestinya, sulitnya seseorang memahami materi pelajaran.

B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Belajar

Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar terdiri dari dua


macam yaitu:

6
1. Faktor Internal
adalah faktor kesulitan belajar yang berasal dari dalam diri siswa itu
sendiri. Faktor interna siswa meliputi gangguan atau ketidakmampuan
psiko-fisik siswa, yakni:
a. Yang bersifat kognitif (ranah cipta), antara lain seperti rendahnya
kapasitas intelektual/intelegensi siswa.
Kognitif sangat mempengaruhi dalam proses belajar siswa.
Seseorang yang mempunyai tingkat integensi yang tinggi akan mudah
dalam memahami suatu materi pelajaran. Sebaliknya, seseorang yang
cenderung mempunyai tingkat intelegensi yang rendah akan sedikit
mengalami kesulitan untuk memahami materi yang dipelajari.
b. Yang bersifat afektif (ranah rasa), antara lain seperti labilnya emosi dan
sikap.
Emosi dan sikap merupakan salah satu faktor yang sangat
berpengaruh pada proses belajar siswa. Emosi berkaitan dengan
kesadaran dan motivasi siswa dalam mengikuti belajar. Jika kesadaran
dan motivasi seseorang untuk belajar besar maka siswa akan dapat
dengan mudah mengikuti proses pembelajaran.

c. Yang bersifat psikomotor (ranah karsa).


Jika alat-alat indera penglihatan dan pendengaran tidak befungsi
dengan baik maka seseorang akan mengalami kesulitan selama proses
pembelajaran.
Selain itu, akan dibahas secara lebih jelas tentang faktor yang
mempengaruhi kesulitan belajar, yaitu dari kondisi fisiologi seseorang
dan psikologinya.
d. Fisiologi
Faktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang
anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara
fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran

7
menjadi tidak sempurna. Jadi faktor fisik sangat mempengaruhi
terhadap proses belajar seseorang. Jika indera penglihatan, indera
pendengaran juga tidak berfungsi dengan baik, maka selama proses
belajar juga mengalami kesulitan. Karena selama proses pembelajaran,
indera penglihatan dan indera pendengaran sudah pasti sangat banyak
difungsikan ketika belajar.
e. Psikologis
Faktor psikologis adalah berbagai perilaku yang berkenaan
dengan kondisi rohani seseorang.Sebagaimana kita ketahui bahwa
belajar tentunya memerlukan sebuah kesiapan, ketenangan, rasa aman.
Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalah
intelligensi yang dimiliki oleh anak. Seseorang yang memiliki tingkat
integensi yang tinggi maka seseorang tersebut dapat memahami
pelajaran dengan cepat. Seseorang yang memiliki tingkat integensi yang
sedang tidak terlalu mengalami masala. Sedangkan seseorang yang
memiliki tingkat integensi yang rendah tentunya memiliki potensi
mengalami kesulitan dalam masalah belajar Selain intelegensi, factor
psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan
belajar adalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak,
dan juga tipe anak dalam belajar.
2. Faktor eksternal
Adapun faktor-faktor ekternnya adalah sebagai berikut:
a. Sosial.
Faktor sosial merupakan faktor yang disebabkan ketika
seseorang berinteraksi dengan seseorang lainnya. faktor sosial tersebut
bisa berasal dari orang tua, teman, guru, tetangga, serta orang-orang
yang biasa kita ajak interaksi dikehidupan sehari-hari kita. Jika terdapat
masalah ketika berinteraksi terhadap orang-orang tersebut, maka hal
tersebut dapat mengganggu proses belajar kita karena kita terfikir akan
hal tersebut sehingga akan mengakibatkan kita mengalami kesulitan
belajar.

8
Contohnya, Jika ada seorang anak yang kedua orang tuanya
akan berpisah sehingga ketika dirumah kedua orang tuanya sering
bertengkar dan hal tersebut akan membuat si anak takut dan terfikirkan
akan hal tersebut sehingga proses belajar di sekolah akan terganggu.

b. Non-sosial
Faktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab
munculnya masalah kesulitan belajar adalah perangkat infrastruktur
disekolah misalnya kondisi gedung sekolah, RPP, silabus, kurikulum,
alat belajar, sumber belajar, dan sebagainya. Jika faktor non-sosial
tersebut tidak mendukung proses pembelajaran, maka siswa akan
mengalami kesulitan belajar.
Selain faktor-faktor umum diatas, terdapat juga faktor khusus
yang menjadi faktor kesulitan belajar seseorang, yaitu sindrom.
Sindrom merupakan contoh dari kesulitan belajar learning diabilities
yaitu ketidakmampuan belajar siswa . Sindrom (syndrome) yang berarti
satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan
psikis (Reber,1998) yang menimbulkan kesulitan belajar itu. Beberapa
sindrom tersebut yaitu :
1. Disleksia (dyslexia), yakni ketidakmampuan membaca.
2. Disgrafia (dysgraphia), yakni ketidakmampuan belajar menulis.
3. Diskalkulia (dyscalculia), yakni ketidakmampuan belajar
matematika.

C. Macam-Macam Kesulitan Belajar


Kesulitan belajar ditandai dengan adanya hambatan atau gangguan
pada seseorang dalam belajar sehingga mengakibatkan hasil belajarnya
tidak sesuai yang semestinya. Macam-macam kesulitan belajar
berdasarkan faktor yang menyebabkannya yaitu, diantaratanya :
1. Learning disorder atau kekacauan belajar

9
Learning Disorder adalah keadaan dimana terdapat hambatan
seseorang dalam belajar. Hambatan itu terjadi karena adanya respon yang
bertentangan dengan potensi yang dimilikinya sehingga ia mengalami
kesulitan dalam belajar. Akan tetapi, potensi yang dimilikinya tetap ada
pada dirinya.
Contoh : misalnya seorang anak memiliki kemampuan olahraga,
namun suau ketika ada pelajaran menari. Sehingga hal tersebut akan
membuat si anak mengalami kesulitan dalam menari karena selama ini ia
memiliki kemampuan dalam olahraga. Seacara fisikpun telah terlihat
bagaimana gerak tubuh antar penari dan olahraga sangatlah berbeda.
2. Learning disfunction
Learning Disfunction adalah gejala dimana proses belajar siswa
tidak berfungsi dengan baik. Padahal secara fisik pada diri siswa tersebut
tidak ada cacat. Hal ini berarti siswa tersebut memiliki kemampuan akan
sesuatu hal, tetapi dia tidak memanfaatkannya dengan baik.
Contoh : Seseorang memiliki kemampuan dalam menghafal,
ingatanya akan suatu hal bertahan lama. Namun, ia tidak
memanfaatkannya dengan baik untuk menghafal rumus-rumus
matematika misalnya. Dari hal tersebut akan mengakibatkan orang
tersebut mengalami hasil belajar yang tidak baik. Salah satu faktor yang
mungkin dapat mempengaruhi hal tersebut yaitu tidak adanya motivasi
dalam dirinya.
3. .Underachiever
Underachiever Adalah keadaan dimana siswa yang sebenarnya
memiiki tingkat intelektual diatas normal, namun proses belajarnya
rendah.
Contoh : seseorang yang pintar namun tidak ada motivasi dalam
dirinya untuk belajar, sehingga hasil belajarnya rendah. Underachiever ini
tergolong kesulitan belajar yang terjadi berasal dari diri siswa tersebut
yaitu pada ranah krasanya yaiut emosi dan sikap.
4. Slow learner atau lambat belajar

10
Slow Leaner adalah siswa yang lambat dalam proses
belajar,Sehingga ia akan membutuhkan waktu yang lama untuk menerima
materi dibanding teman kelas lainnya
Contoh : Ketika siswa belum paham terhadap suatu materi namun,
teman kelas lainnya sudah paham. Hal tersebut dapat terjadi karena
beberapa faktor yang berasal dari dalam dirinya, seperti kondisi
intelegensi, syaraf otak, atau bisa jadi makanan yang mengandung bahan
kimia yang tinggi sehingga berakibat pada sistem kerja konsentrasi siswa
dalam belajar.
5. Learning disabilities atau ketidakmampuan belajar
Learning Disabilities mengacu pada gejala dimana siswa
tidakmemiliki kemapuan untuk belajar, sehingga hasil belajar di bawah
potensi intelektualnya. Siswa yang mengalami kesulitan belajar seperti
tergolong dalam pengertian di atas akan tampak dari berbagai gejala.
Contoh : seseorang yang menderita sindrom-sindrom yang telah kita bahas
yaitu :
• Disleksia (dyslexia), yakni ketidakmampuan membaca.
• Disgrafia (dysgraphia), yakni ketidakmampuan belajar menulis.
• Diskalkulia (dyscalculia), yakni ketidakmampuan belajar
matematika.

D. Karakteristik Kesulitan Belajar


Menurut Valett (dalam Yulinda, 2010) terdapat tujuh karakteristik
yang ditemui pada anak dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar disini
diartikan sebagai hambatan dalam belajar, bukan kesulitan belajar khusus.
1) Suatu kegagalan yang berulang-ulang dan didapati semua itu
membentuk pola kegagalan sehingga berakibat hilangnya pengharapan
untuk berhasil dan akhirnya tidak ada lagi semangat untuk berusaha.
2) Hambatan fisik/tubuh atau lingkungan berinteraksi dalam proses
belajar. Jika terdapat cacat fisik maka orang tersebut akan kesulitan
dalam proses belajar. Selain itu, jika indera penglihatan dan

11
pendengaran seseorang, tidak berfungsi dengan baik, hal itu juga akan
menghambat proses belajar.
3) Kelainan motivasional kegagalan berulang, penolakan guru dan
teman-teman sebaya, tidak adanya reinforcement. Hal tersebut akan
mengakibatkan motivasi seseorang akan hilang sehingga minat
belajarnya pun akan pudar bahkan siswa dapat berpindah pada
kegiatan lain yang mungkin dapat pada kegiatan kearah negatif.
4) Kecemasan yang samar-samar atau ketakutan pada kegagalan
berulang yang telah terjadi sehingga membuat siswa mengalami
kegelisahan dalam dirinya yang akan mengakibatkan ia melamun.
5) Perilaku berubah-ubah, artinya tidak konsisten dengan hasil
belajarnya. Rapor hasil belajar yang mengalami fluktuasi yang berarti
semangat, motivasi, minat siswa dalam belajar juga masih cenderung
naik turun. Hal inilah yang merupakan sebenarnya kesulitan yang
dialami siswa artinya dia tidak bisa menstabilakan motivasinya dalam
belajar.
6) Penilaian yang keliru terhadap siswa dengan data tidak lengkap
merupakan kesulitan juga bagi siswa, dengan diberikannnya label
yang tidak sesuai dengan dirinya, siswa akan ikut terarus dalam
pelabelan tersebut sehingga dalam proses belajar ia mengalami
kesulitan.
7) Pendidikan dan pola asuh yang didapat tidak memadai seperti mutu,
pengalaman, pengetahuan, sikap yang tidak dapat di sesuai dengan
sistem pendidikan yang diterapkan.

D. Diagnosis Kesulitan Belajar


Menurut Harriman dalam bukunya Handbook of Psychological
Term (dalam damanik,2014), diagnosis adalah suatu analisis terhadap
kelainan atau salah penyesuaian dari pola gejala-gejalanya.

12
Menurut Webster(dalam damanik,2014), diagnosis diartikan
sebagai proses menentukan hak menentukan permasalahan
ketidakmampuan dengan ujian, dan melalui ujian tersebut dilakukan suatu
penelitian yang hati-hati terhadap fakta-fakta yang dijumpai , yang
selanjutnya untuk menentukan permasalahan yang dihadapi.
Maka, dapat disimpulkan dari pendapat para ahli tersebut bahwa
diagnosis adalah suatupenentuan dalam suatu masalah yang dihadapi atau
kelainan dengan meneliti atau menganalisis gejala-gejala yang tampak
pada seseorang.
Sehingga Diagnosis kesulitan belajar adalah menentukan jenis
masalah yang dihadapi dalam proses belajar. Diagnosis ini bertujuan untuk
menentukan jenis kesulitan belajar apa yang dialami siswa.
Menentukan suatu jenis kesulitan belajar tentu saja menggunakan
prosedur yang berisis langkah-langkah dalam menentukan jenis kesulitan
belajar.Prosedur seperti ini dikenal sebagai “diagnostik” kesulitan belajar.
Banyak langkah-langkah diagnostik yang dapat ditempuh guru,
antara lain yang cukup terkenal adalah prosedur Weener & Senf (1982)
sebagaimana yang dikutip Wardani (dalam Mukhlisin, 2012) sebagai
berikut:
1. Melakukan observasi kelas untuk melihat perilaku menyimpang siswa
ketika mengikuti pelajaran.
2. Memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa khususnya yang
diduga mengalami kesulitan belajar.
3. Mewawancarai orangtua / wali siswa untuk mengetahui hal ihwal
keluarga yang mungkin menimbulkan kesulitan belajar.
4. Memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk
mengetahui hakikat kesulitan belajar yang dialami siswa.
5. Memberikan tes kemampuan intelegensi (IQ) khususnya kepada siswa
yang diduga mengalami kesulitan belajar.
Dari langkah – langkah di atas kegiatan diagnosis dapat dilakukan dengan
cara:

13
1. Membandingkan nilai dari setiap individu dari setiap mata pelajaran
dengan individu lainnya. .
2. Membandingkan prestasi dengan potensi yang dimiliki oleh siswa
tersebut.
3. Membandingkan nilai yang diperoleh dengan batas minimal tujuan
yang diharapkan.
Adapun untuk mengatasi kesulitan belajar siswa yang mengidap
sindrom disleksia, disgafia, dan diskalkulia, sebagaimana yang telah
dibahas. guru dan orang tua sangat dianjurkan untuk memanfaatkan guru
pendukung. Guru khusus ini biasanya bertugas menangani siswa yang
mengalami sindrom-sindrom selain melakukan remedial teaching
(pengajaran perbaikan).

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kesulitan belajar ialah suatu keadaan dimana anak didik tidak


dapat menyerap pelajaran dengan sebagaimana mestinya. Faktor yang
mempengaruhi kesulitan belajar terdiri dari faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam diri peserta didik.
Sedangkan, faktor eksternal berasal dari luar peserta didik. Macam-macam
kesulitan belajar terdiri dari lima yaitu : Learning disorder, Learning
disfunction, Underachiever, Slow learner, Learning disabilities. Terdapat
tujuh karakteristik dan manifestasi untuk mendiagnosis kesulitan belajar
pada diri siswa. Diagnosis adalah keputusan atau penentu mengenai hasil
dari pengolahan data tentang siswa yang mengalami kesulitan belajar dan
jenis kesulitan yang dialami siswa. Dalam melakukan diagnosis
diperlukan adanya prosedur yang terdiri atas langkah-langkah tertentu
yang diorientasikan pada ditemukannya kesulitan belajar jenis tertentu
yang dialami siswa. Prosedur seperti ini dikenal sebagai “diagnostik”
kesulitan belajar.

15
DAFTAR PUSTAKA

Demanik, Ericson. 2014. Pengertian Diagnosis Kesulitan Belajar Menurut Ahli.


http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-
diagnosis-kesulitan-belajar.html. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2015
Haryanto. 2010. Pengertian kesulitan belajar. Belajar psikologi.
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kesulitan-belajar/. Diakses pada
tanggal 20 Oktober 2015
Riadi, Mukhlisin. 2012. Kesulitan Belajar. Kajian Pustaka.
www.kajianpustaka.com/2012/12/kesulitan-belajar.html Di akses pada
tanggal 15 Oktober 2015

Suryani, Yulinda erma. 2010. Kesulitan Belajar.


http://download.portalgaruda.org/article.php?article=253132&val=6820&t
itle=KESULITAN%20BELAJAR. Diakses pada tanggal 15 Oktober 2015

Wahyono, Budi. 2015. Pengertian Kesulitan Belajar. Pendidikan Ekonomi.


http://www.pendidikanekonomi.com/2015/04/pengertian-kesulitan-belajar-
dan-faktor.html Di akses pada tanggal 20 Oktober 2015

16
17

Anda mungkin juga menyukai