0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
272 tayangan60 halaman

Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner

Tugas akhir ini membahas strategi pemasaran dalam industri kuliner yang sangat kompetitif, dengan fokus pada Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak Jutek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi bauran pemasaran yang membantu bisnis mempertahankan keunggulan bersaing. Hasil menunjukkan bahwa promosi informal oleh konsumen berperan penting dalam menarik pelanggan dan membangun loyalitas.

Diunggah oleh

Muhammad Rais
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
272 tayangan60 halaman

Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner

Tugas akhir ini membahas strategi pemasaran dalam industri kuliner yang sangat kompetitif, dengan fokus pada Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak Jutek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi bauran pemasaran yang membantu bisnis mempertahankan keunggulan bersaing. Hasil menunjukkan bahwa promosi informal oleh konsumen berperan penting dalam menarik pelanggan dan membangun loyalitas.

Diunggah oleh

Muhammad Rais
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER

DI TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI


MAKANAN

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk menyelesaikan Studi Program Diploma


Tiga Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan
Profesi Indonesia Makassar

Oleh :
Thessaloni Virgint Pamula
Nim : 202111006

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS


KONSENTRASI ADMINISTRASI BISNIS
POLITEKNIK LEMBAGA PENDIDIKAN DAN
PENGEMBANGAN PROFESI INDONESIA
MAKASSAR
2024
PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Tugas Akhir : Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Di tengah


Persaingan Industri Makanan
Nama : Thessaloni Virgint Pamula
NIM : 202111006
Program Studi : Administrasi Bisnis
Konsentrasi : Administrasi Bisnis

Tugas Akhir ini layak dipresentasikan dan diajukan dalam Sidang Tugas

Akhir

Diketahui Disetujui Pembimbing


Ketua Program Studi
Administrasi Bisnis

Rahmi, S.E., M.Pd Dr. Delukman. A, S.Hum., M.Hum


NIDN. 0912088804 NIDN. 0919099001

Disahkan di :

Pada tanggal :

ii
PERNYATAAN ORISINALITAS TUGAS AKHIR

Dengan ini menyatakan bahwa :

1. Tugas Akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan

gelar akademik, baik di Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan

Profesi Indonesia Makassar maupun Perguruan Tinggi lainnya.

2. Tugas Akhir ini murni merupakan karya Penulis dan tidak menjiplak karya

pihak lain. Di dalam hal ini, ada bantuan atau arahan pihak lain maka telah

Penulis sebutkan identitas dan jenis bantuannya dalam lembar ucapan terima

kasih.

3. Jika seandainya karya pihak lain ternyata memiliki kemiripan dengan karya

Penulis, maka hal ini adalah di luar pengetahuan Penulis dan terjadi tanpa

kesengajaan dari pihak Penulis.

Pernyataan ini Penulis buat dengan sesungguhnya dan apabila

dikemudian hari terbukti adanya kebohongan dari pernyataan ini, maka Penulis

bersedia menerima sanksi akademik sesuai norma yang berlaku di Politeknik

Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar.

Makassar,

Diketahui Yang Membuat Pernyataan


Ketua Program Studi
Administrasi Bisnis

Rahmi, S.E., M.Pd Thessaloni Virgint Pamula


NIDN. 0912088804 NIM. 202111006

iii
PENGESAHAN LULUS SIDANG TUGAS AKHIR

Judul Tugas Akhir : Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Di tengah


Persaingan Industri Makanan
Nama : Thessaloni Virgint Pamula
NIM : 202111006
Program Studi : Administrasi Bisnis
Konsentrasi : Administrasi Bisnis

Telah Dinyatakan Lulus Ujian

Tim Penguji

1. Rahmi, S.E., M.Pd

2. Imran Tahalua, S.E., M.M

3. Dr. Delukman.A, S.Hum., M.Hum

Mengetahui

Wakil Direktur 1 Ketua Program Studi


Administrasi Bisnis

Etha Gustin Merdekawati, S.E., MM Rahmi, S.E., M.Pd


NIDN. 0917088704 NIDN. 0912088804

iv
MOTO

“ Hidup itu seperti bermain Domino, kita sulit untuk memahami alur

jalannya permainan tetapi terus berusaha untuk mencari jalan keluar

sampai terucap kata DOMI yang artinya kata Kemenangan”

(Igin Pamula)

“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tak akan hilang”

(Amsal 18:23)

“Bekerjalah untuk suatu tujuan, bukan untuk pujian. Jalanilah hidup untuk

berekspresi, bukan untuk mengesankan”

(J.R.R. Tolkien)

Atas segala hormat kupersembahkan:

Karya sederhana ini kepada Orang Tua dan Kakekku tercinta, Kakak serta

Adikku tersayang yang sudah melangitkan banyak doa, memberikan

dukungan dan pengorbanan penuh selama masa pendidikan Penulis.

Teruntuk Saudara tak sedarah yang sudah membantu selama Penulis

berada di perantauan, tidak ada yang bisa Penulis berikan selain kata

terima kasih.

v
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang

telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul “Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner

di Tengah Persaingan Industri”. Penyusunan Tugas Akhir ini diajukan untuk

memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Studi Program Diploma Tiga

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia

Makassar.

Proses penulisan Tugas Akhir ini mengalami banyak kendala, namun

berkat bantuan, dari berbagai pihak, terutama kepada Bapak Dr. Delukman.A.

S.Hum., M.Hum selaku Dosen Pembimbing sehingga Tugas Akhir ini bisa selesai

dengan baik.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini Penulis menyadari bahwa masih jauh

dari kata sempurna. Dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh Penulis baik

dalam segi kemampuan, pengetahuan, serta pengalaman. Oleh karena itu,

Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Penulis

berharap Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi Penulis dan

umumnya bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.

Makassar,

Penulis

vi
ABSTRAK

Thessaloni Virgint Pamula 2024. "STRATEGI PEMASARAN BISNIS


KULINER DI TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI MAKANAN". Tugas akhir ini
dibimbing oleh Dr. Delukman. A, S.Hum., M.Hum

Penelitian ini di latar belakangi dengan Industri kuliner, yang sering


dikenal sebagai industri makanan dan minuman, adalah jenis kegiatan ekonomi
yang mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan persiapan, pengawetan,
dan penjualan makanan dan minuman. Industri kuliner memiliki peran penting
dalam perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan
pendapatan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini


membahas tentang strategi bersaing dengan menggunakan konsep bauran
pemasaran yang digunakan perusahaan industri untuk mempertahankan
keunggulan bersaing dan memenangkan persaingan dalam industri yang sangat
kompetitif. Dalam penelitian ini, metode deskriptif adalah metode penelitian yang
menggambarkan atau menampilkan keadaan objek secara langsung, sesuai
dengan situasi dan kondisi saat penelitian dilakukan.

Hasil penelitian ini adalah Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak


Jutek adalah Warung Makan sederhana yang memiliki banyak varian lauk
makanan dengan harga yang sangat terjangkau, lokasi yang strategis, pelayanan
yang baik dan ramah. Masih menggunakan promosi secara informal yaitu
promosi dari oleh dan untuk konsumen, yang dilakukan oleh konsumen sendiri
dan mampu membuat calon konsumen tertarik untuk datang hingga menjadi
pelanggan tetap.

Kata kunci : Industri Kuliner, Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran

vii
ABSTRACT

Thessaloni Virgint Pamula 2024. “STRATEGY MARKETING STRATEGIES


OF CULINERY BUSINESSES IN THE MIDDLE OF FOOD INDUSTRY
COMPETITION”. The research was supervised by. Dr. Delukman. A, S.Hum.,
M.Hum.

Motivated by The culinary industry, which is often known as the food and
beverage industry, is a type of economic activity that includes all activities related
to the preparation, preservation, and sale of food and beverages. The culinary
industry has an important role in the economy by creating jobs and generating
income.

This research uses a descriptive qualitative approach, this research


discusses competitive strategies using the concept of marketing mix used by
industrial companies to maintain competitive advantage and win the competition
in a highly competitive industry. In this study, the descriptive method is a
research method that describes or displays the state of the object directly,
according to the situation and conditions when the research was conducted.

The results of this study are Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak
Jutek is a simple food stall that has many variants of food side dishes at very
affordable prices, strategic location, good and friendly service. Still using informal
promotion, namely promotion from by and for consumers, which is carried out by
consumers themselves and is able to make potential customers interested in
coming to become regular customers.

Keywords: Culinary Industry, Marketing Strategy, Marketing Mix

ix
UCAPAN TERIMA KASIH

Segala puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus yang selalu

memberkati setiap langkah dan usaha Penulis yang tidak berkesudahan.

Memberikan kesehatan, perlindungan dan kasih sayang-Nya, dengan segala

bentuk kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada, sehingga Penulis dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat waktu.

Teristimewa dan terutama Penulis sampaikan kepada orangtua tercinta,

Bapak Alfian Pamula, Ibu Deice Nelwan dan Ibu Surdaniwati Rasintowe yang

sekarang berperan sebagai ibu sambung Penulis karena telah menjadi orangtua

terhebat yang senantiasa memberi limpahan kasih sayang, doa, dukungan moril

serta materil selama ini. Terima kasih atas semua limpahan cinta dan kasih

sayang, juga kesabaran yang tidak pernah usang dan selalu membangkitkan

kembali semangat hidup Penulis. Kakak dan adik Penulis Veren, Jeny, Margaret

dan Alsa serta seluruh keluarga besar Penulis untuk segala doa yang tulus yang

sudah di langitkan serta selalu menjadi motivasi terbesar Penulis sampai

menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari bantuan semua

pihak yang selalu tulus membantu, membimbing dan mendoakan. Oleh

karenanya, Penulis ingin mengucapkan terimakasih yang tulus kepada:

1. Ibu Fiviyanti Hasim, S.Pd., M.Hum selaku Direktur Politeknik Lembaga

Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar.

2. Ibu Etha Gustin Merdekawaty, S.E., M.M selaku Wakil Direktur I Bidang

Akademik Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi

Indonesia Makassar.

x
3. Ibu Rahmi, S.E., M.Pd selaku Ketua Program Studi Administrasi Bisnis

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia

Makassar.

4. Bapak Dr. Delukman.A. S.Hum., M.Hum selaku Dosen Pembimbing Tugas

Akhir ini yang selalu membimbing dengan baik, memberikan motivasi,

masukan, hingga arahan yang baik sehingga Tugas Akhir ini berjalan dengan

lancar dan selesai tepat waktu.

5. Seluruh Dosen dan karyawan bagian Akademik Politeknik Lembaga

Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar, yang telah

membantu dalam segala hal yang berbentuk administrasi selama

penyusunan Tugas Akhir ini.

6. Teman-teman mahasiswa angkatan 2021 program studi Administrasi Bisnis

yang telah berjuang bersama selama masa perkuliahan.

7. Kepada saudara tapi tak sedarah Giffa, Bocil, Sibo, Arfah, Tika, Adnan,

Husni, Mbak Nanda dan Kak Dean. Terima kasih karena mau direpotan dan

selalu ada untuk memberikan bantuan semasa Pendidikan Penulis dan

bertahan hingga saat penyusunan Tugas Akhir ini, “Umur panjang

pertemanan”.

8. Semua pihak yang telah hadir dalam hidup Penulis, yang tidak dapat

disebutkan satu persatu. Terima kasih karena telah memberikan bantuan

sejak awal perkuliahan hingga terselesainya Tugas Akhir ini.

9. Terakhir, kepada diri sendiri Thessaloni Virgint Pamula. Terima kasih karena

selalu tertawa di tengah derasnya ombak yang selalu menghampiri, selalu

berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, walaupun seringkali merasa

tertinggal atas segala pencapaian. Terima kasih selalu mewaraskan pikiran

xi
dan memilih untuk tetap hidup. Berusaha untuk menyelesaikan apa yang

sudah dimulai, terima kasih karena telah berhasil sampai di titik ini. Mari tetap

Bahagia dimanapun kamu berada, untuk diriku “ apapun kekurangan dan

kelebihanmu mari merayakan sendiri”.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan dari berbagai pihak selama

ini dapat bernilai ibadah dan memperoleh balasan yang berlipat atas segalanya

di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Aamiin.

Makassar, 05 Juli 2024

Penulis

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................................ii
PERNYATAAN ORISINALITAS TUGAS AKHIR.................................................iii
PENGESAHAN LULUS SIDANG TUGAS AKHIR...............................................iv
MOTO.....................................................................................................................v
KATA PENGANTAR.............................................................................................vi
ABSTRAK............................................................................................................vii
ABSTRACT...........................................................................................................ix
UCAPAN TERIMA KASIH.....................................................................................x
DAFTAR ISI........................................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................3
C. Tujuan Penelitian..................................................................................4
D. Manfaat Penelitian................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................7
A. Konsep Dasar Pemasaran Kuliner.......................................................7
1. Tujuan Pemasaran...................................................................................8
2. Persaingan Industri Kuliner......................................................................8
3. Strategi Pemasaran.................................................................................9
4. Aspek Pemasaran..................................................................................11
5. Marketing Mix (Bauran Pemasaran)......................................................13
B. Kerangka Pikir....................................................................................17
BAB III METODE PENELITIAN..........................................................................20
A. Lokasi dan Waktu Penelitian..............................................................20
B. Jenis dan Desain Penelitian...............................................................20
C. Prosedur dan Sumber Pengumpulan Data........................................22
D. Teknik Analisis Data...........................................................................24
E. Teknik Pengumpulan Data.................................................................24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..........................................27

xiii
A. Bentuk Persaingan pada Industri Kuliner...........................................27
B. Strategi Bersaing................................................................................30
C. Pembahasan......................................................................................31
BAB V PENUTUP...............................................................................................38
A. Simpulan............................................................................................38
B. Saran..................................................................................................38
C. Keterbatasan Penelitian.....................................................................39
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xiv
DAFTAR GAMBAR

Gambar.1 1 Surat Izin Penelitian................................................................................43


Gambar.1 2 Proses Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan. .44
Gambar.1 3 Proses Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan.......44
Gambar.1 4 Daftar Menu Makanan............................................................................45
Gambar.1 5 Menu Makanan........................................................................................45

xv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dunia kuliner bagaikan arena medan perang yang penuh dengan

petarung tangguh dan dinamis. Dalam lingkungan ini, para prajurit usaha

kuliner, mulai dari restoran, kafe, hingga usaha pedagang kaki lima, bersaing

memperebutkan perhatian konsumen yang kritis dan mempunyai banyak

pilihan. Pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM ibarat cerminan

keberhasilan pembangunan, khususnya bagi negara-negara berkembang

(Primiana, 2009).

Strategi pemasaran dapat dianggap sebagai salah satu fondasi dalam

merancang perencanaan perusahaan secara komprehensif. Mengingat

kompleksitas masalah yang dihadapi oleh perusahaan, diperlukan

perencanaan yang menyeluruh sebagai panduan bagi setiap segmen dalam

menjalankan aktivitasnya. Selain itu, semakin ketatnya persaingan yang

dihadapi oleh perusahaan juga menegaskan pentingnya strategi pemasaran.

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain

berupaya untuk menghadapi tantangan tersebut atau memilih untuk mundur

dari persaingan usaha di sektor kuliner.

Usaha di sektor kuliner saat ini mengalami pertumbuhan yang pesat

dan memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Banyak pelaku

usaha yang berhasil meraih keuntungan dari bisnis kuliner ini. Namun, ada

juga sejumlah pelaku usaha yang mengalami kebangkrutan, disebabkan oleh

strategi pemasaran yang kurang efektif dan kualitas pelayanan yang tidak

memadai. Dengan demikian, keberhasilan dalam bisnis kuliner untuk


bersaing ditentukan oleh penerapan strategi pemasaran yang tepat dan

hubungan yang baik dengan konsumen. Hubungan yang baik ini dapat

terjalin jika bisnis kuliner mampu memenuhi kebutuhan, keinginan, dan selera

konsumen dengan baik.

Industri kuliner bukan hanya soal mengolah dan menghidangkan

makanan. Lebih dari itu, industri ini menuntut kreativitas dalam desain menu,

keunggulan dalam kualitas bahan baku, pengalaman unik bagi pelanggan,

dan strategi pemasaran yang jitu. Di tengah persaingan sengit,seiring

berjalannya waktu kunci utama industri kuliner untuk membangun loyalitas

pelanggan yang kokoh yaitu bagaimana untuk tetap tampil beda dan

mengikuti tren.

Tren makan di rumah makan kini telah berubah, banyak rumah makan

yang menyediakan berbagai jenis menu, terutama makanan siap saji. Selain

praktis dan harga yang terjangkau, masyarakat juga menyukai rumah makan

karena suasana yang berbeda dan kenyamanan yang ditawarkan. Fasilitas

yang disediakan juga menjadi alasan, serta waktu yang tersedia. Banyak

orang yang tidak memiliki waktu untuk memasak di rumah, sehingga rumah

makan menjadi pilihan yang tepat. Hal ini membuat usaha rumah makan

menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena kebutuhan layanan ini akan

terus dibutuhkan dan prospeknya semakin baik seiring dengan pertumbuhan

jumlah penduduk. “Jumlah penduduk di Sulawesi Selatan yang memiliki

usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 1,574,546. Dari jumlah

tersebut, sekitar 10% atau 150,000 lebih merupakan UMKM yang bergerak di

bidang kuliner”. Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan,

bapak H Ashari Fakhsirie (Maga A, 2023).

2
Industri kuliner di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2020

ke 2021 sebesar 2,54 persen menjadi Rp775,1 triliun, Badan Pusat Statistik

(BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan

minuman nasional atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp1,12

kuadriliun pada 2021. Nilai tersebut porsinya sebesar 38,05 persen terhadap

industri pengolahan nonmigas atau 6,61 persen terhadap PDB nasional yang

mencapai Rp16,97 kuadriliun (Sari, 2022).

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini

berjudul “Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner di Tengah Persaingan Industri” di

mana fokus penelitian yang digunakan yaitu bagaimana bentuk persaingan

yang terjadi pada industri kuliner makanan dan bagaimana strategi para

pelaku usaha kuliner makanan menghadapi persaingan usaha di wilayah

Makassar, Sulawesi Selatan.

Peneliti memilih subjek penelitian ini karena beberapa alasan.

Pertama, Warung Makan tersebut mudah dijumpai karena letaknya yang

strategis. Kedua, Warung ini memiliki tingkat pendapatan yang cukup dan

harga yang unik dan murah, membuat setiap pelanggan yang datang tertarik

dan mengajak pelanggan lain untuk datang. Makanan yang disajikan, seperti

nasi putih dengan lauk berupa ayam, ikan, telur ayam, sayur sop, nasi

goreng, dan nasi lalapan, juga menjadi daya tarik pelanggan.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :

1. Apa strategi yang digunakan oleh Warung Makan Fardhan?

2. Apa saja faktor yang membuat konsumen tertarik untuk datang ke

Warung Makan Fardhan?

3
C. Tujuan Penelitian

Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana

strategi pemasaran kuliner dapat dikembangkan untuk mengatasi persaingan

industri yang ketat. Dengan mengamati studi kasus, survei pasar, dan

mungkin juga eksperimen langsung dengan strategi pemasaran tertentu,

tujuan utamanya adalah untuk menyusun panduan praktis bagi para

pemangku kepentingan industri kuliner untuk meningkatkan kinerja mereka

dalam pemasaran.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

a) Bagi Peneliti

 Untuk menjadi referensi dan informasi bagi para pelaku UMKM

Industri kuliner di kota Makassar.

 Temuan penelitian dapat dijadikan referensi bagi peneliti atau

akademisi lain yang tertarik mengkaji topik serupa.

 Untuk membandingkan antara teori yang diperoleh di

perkuliahan dengan praktek langsung pada industri makanan.

b) Bagi Akademik

 Untuk menjadi bahan referensi bagi penelitian-penelitian

berikutnya agar kemudian mampu memperbaiki kekurangan-

kekurangan dalam penelitian ini.

 Penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar atau

materi perkuliahan terkait pemasaran, manajemen strategi atau

kewirausahaan.

4
2. Manfaat Praktisi

Secara praktis dapat memperluas wawasan sekaligus

memperoleh ilmu, informasi atau referensi bagi pihak-pihak yang

berkepentingan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai strategi

pemasaran bisnis kuliner di tengah persaingan industry.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Pemasaran Kuliner

Konsep pemasaran bagaikan seni memikat hati konsumen untuk

meraih keuntungan maksimal. Kunci utamanya terletak pada memahami

kebutuhan mereka, menjalin hubungan yang saling menguntungkan, dan

mengungguli para pesaing. Konsep ini berfokus pada penciptaan nilai bagi

konsumen, sehingga mendorong penjualan dan loyalitas mereka.

Menurut Rangkuti (2017:101), “pemasaran adalah suatu proses

kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik,

ekonomi, dan manajerial.

Menurut Laksana (2019:1), “Pemasaran adalah proses pertemuan

antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi produk, barang atau

jasa. Dengan demikian, pengertian pasar tidak lagi hanya merujuk pada

suatu tempat, tetapi lebih pada aktivitas atau kegiatan pertemuan penjual dan

pembeli dalam menawarkan produk kepada konsumen”.

Menurut Indrasari M (2019), Usaha terencana oleh individu atau

organisasi untuk merancang, mengkomunikasikan, dan mengantarkan nilai

bagi pelanggan, klien, mitra, dan publik demi menjalin hubungan yang saling

menguntungkan dan mencapai tujuan bersama.

Intinya, konsep pemasaran adalah tentang memahami dan memenuhi

keinginan pelanggan dengan menawarkan produk, jasa, atau barang yang

mereka butuhkan. Konsep fundamental ini menjadi landasan bagi

perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif, yang didasari

oleh prinsip-prinsip, filosofi, dan tugas-tugas pemasaran yang kokoh.


1. Tujuan Pemasaran

Volume penjualan yang menguntungkan adalah tujuan utama dari

pemasaran, yang berarti laba dapat diperoleh melalui kepuasan

konsumen. Laba ini dapat digunakan untuk memperkuat kondisi

perekonomian secara keseluruhan, memperluas kemampuan perusahaan

untuk memberikan lebih banyak kepada konsumen, dan memungkinkan

pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Laba adalah tujuan umum

dari setiap perusahaan, dan tujuan pemasaran adalah rencana yang

terencana dan terarah untuk mencapai hasil yang optimal dalam bidang

pemasaran.

2. Persaingan Industri Kuliner

Secara umum, kegagalan bisnis makanan terjadi ketika dua atau

lebih bisnis gagal memuaskan pelanggan atau klien yang sama.

Tujuannya adalah untuk melampaui keunggulan kompetitif mereka dan

mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka.

Dalam rangka menurunkan harga makanan yang dijual, para

pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan di Indonesia juga terus

berinovasi dengan mengembangkan produk makanan yang inovatif dan

meningkatkan efisiensi proses produksi.

Namun, pada kenyataannya. Setiap bisnis yang diluncurkan

hampir pasti akan menghadapi persaingan dengan bisnis lain yang akan

menjadi saingan atau kompetitor, oleh karena itu diperlukan strategi

pemasaran yang sukses untuk memastikan bahwa bisnis tersebut dapat

terus berkembang dan memenangkan hati pelanggan (Ulfah dkk, 2021).

8
3. Strategi Pemasaran

a) Definisi Strategi Pemasaran

Menurut Tjiptono (2006), strategi berasal dari bahasa Yunani

"strategia" yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral.

Strategi dapat diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian

dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu

untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Pearce dan Robinson (2008), strategi merupakan

rencana berskala besar dengan orientasi masa depan, guna

berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan.

Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), pemasaran adalah

salah satu kegiatan ekonomi yang membantu dalam menentukan

nilai ekonomi. Hukum ekonomi itu sendiri menentukan harga barang

dan jasa. Faktor-faktor kunci dalam menentukan nilai tersebut

adalah produksi, konsumsi, dan pemasaran. Pemasaran berfungsi

sebagai penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran adalah kegiatan

manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan

melalui proses yang sah dan kerja sama pihak-pihak yang terkait

dengan bisnis.

Dapat di simpulkan bahwa strategi pemasaran adalah

rencana atau langkah-langkah yang dirancang untuk mencapai

tujuan pemasaran suatu perusahaan atau organisasi. Strategi ini

mencakup pemilihan sasaran pasar, pengembangan produk,

penetapan harga, distribusi, dan promosi untuk mencapai

9
keunggulan kompetitif dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Secara

lebih luas, strategi pemasaran juga melibatkan penelitian pasar,

analisis pesaing, dan pengembangan rencana taktis untuk mencapai

tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan dalam

memasarkan produk atau layanan mereka.

b) Pengertian Strategi Pemasaran

Pengertian strategi pemasaran adalah keseluruhan program

perusahaan dalam menentukan target pasar dan memuaskan

konsumen dengan membangun kombinasi elemen dari marketing

mix; produk, distribusi, promosi, dan harga (Kurtz, 2008).

Strategi pemasaran merupakan rencana komprehensif yang

dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran suatu organisasi

(Ferrell & Hartline, 2014).

Menurut Kotler (2003), strategi pemasaran adalah logika

pemasaran dan berdasarkan itu unit bisnis diharapkan untuk

mencapai sasaran-sasaran yang dituju. Strategi pemasaran melalui

Instagram menggunakan kemajuan teknologi digital sebagai media

untuk pemasaran.

c) Pengaruh Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan serangkaian tindakan

terencana yang diambil oleh perusahaan untuk mencapai tujuan

bisnisnya. Tindakan-tindakan ini didasarkan pada pemikiran dan

pertimbangan matang, baik secara individu maupun kolektif. Strategi

pemasaran yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap

peningkatan volume penjualan perusahaan. Ketika strategi

10
pemasaran dijalankan dengan baik, peluang untuk meningkatkan

penjualan pun semakin besar.

Menurut Hanny Mariani (2018), Meneliti pengaruh strategi

pemasaran terhadap keberhasilan usaha. Studi ini menyoroti bahwa

strategi pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan usaha,

dengan koefisien korelasi sebesar 0,619.

4. Aspek Pemasaran

Aspek strategi dalam strategi pemasaran meliputi segmentasi

pasar, target pasar yang tepat, dan penentuan posisi. Aspek tersebut

harus dijalankan dengan baik dalam rangka memenangkan perang

pemikiran dan bagaimana untuk menang dibenak konsumen.

Menurut Atmoko (2018), strategi adalah keseluruhan konsep

bagaimana sebuah perusahaan mengatur dirinya sendiri dan semua

kegiatan dengan tujuan agar bisnis yang dijalankan berhasil, melakukan

persaingan, dan melakukan imbal hasil kepada pemegang saham.

Ries dan Trout, dalam karya mereka (1991) "Positioning The

Battle for Your Mind", Mengemukakan ini sebagai kunci utama untuk

meraih kemenangan dalam pertarungan pasar. Mereka menegaskan

bahwa perusahaan harus memposisikan produknya secara unik dan

mudah diingat di benak konsumen.

Aspek strategi pemasaran meliputi segmentasi pasar, posisi

pasar, target, strategi bauran pemasaran dan waktu.

a) Segmentasi pasar, adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-

kelompok yang lebih kecil berdasarkan karakteristik yang relevan,

seperti usia, pendapatan, jenis kelamin, dan kebiasaan konsumsi.

11
Segmentasi pasar dilakukan untuk memahami kebutuhan dan

perilaku konsumen dalam setiap segment, sehingga perusahaan

dapat menargetkan produk atau layanan yang sesuai dengan setiap

segment tersebut.

b) Market positioning, adalah proses memposisikan produk atau merek

dalam pikiran konsumen dengan cara yang unik dan berbeda dari

pesaing. Proses ini dilakukan dengan menentukan posisi yang tepat

dalam pasar, yang memungkinkan perusahaan untuk menarik

konsumen yang spesifik dan membedakan diri dari pesaing.

c) Targeting adalah proses menentukan segmen pasar yang akan

ditargetkan oleh perusahaan atau organisasi. Segmen pasar ini

adalah kelompok konsumen yang memiliki karakteristik umum, seperti

usia, pendapatan, jenis kelamin, dan kebiasaan konsumsi, yang ingin

dilayani oleh perusahaan. Targeting membantu perusahaan dalam

menentukan siapa konsumen yang akan mereka layani dan

bagaimana mereka akan melakukan pemasaran untuk menarik

perhatian konsumen tersebut.

d) Strategi marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel yang

dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan

konsumen. Variabel-variabel ini meliputi empat elemen utama yang

berhubungan dengan produk, tempat, promosi, dan harga (4P), yang

dapat mempengaruhi pembeli dalam berbagai cara.

e) Timing strategi adalah proses menentukan waktu yang tepat untuk

memasarkan produk atau layanan kepada konsumen. Timing strategi

melibatkan pengambilan keputusan tentang kapan produk atau

12
layanan harus dipasarkan, berapa lama produk atau layanan harus

dipasarkan, dan bagaimana produk atau layanan harus dipasarkan.

5. Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Konsep marketing mix pertama kali diperkenalkan oleh Jerome

McCarthy pada tahun 1960 dalam bukunya yang berjudul "Basic

Marketing". McCarthy mendefinisikan marketing mix sebagai "kombinasi

dari alat-alat taktis yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk

mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran yang dipilih.

Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi mencampur

kegiatan-kegiatan marketing agar dicari kombinasi maximal, sehingga

dapat mendatangkan hasil yang memuaskan. Bauran pemasaran meliputi

produk, penentuan harga, promosi, dan lokasi.

Menurut Sunyoto, (2013) Bauran pemasaran merupakan

kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem

pemasaan, variabel yang dapat dikendalikan perusahaan untuk

mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.

Menurut Kotler dan Armstrong (1997), marketing mix adalah suatu

perangkat pemasaran yang taktis dan dapat dikendalikan oleh

perusahaan. Unsur-unsurnya meliputi 7P, yaitu produk, harga, tempat

distribusi, promosi, personal, proses dan tampilan fisik yang kemudian

digabungkan oleh perusahaan untuk mencapai target pasar yang

diinginkan.

a) Product (Produk)

Produk adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan atau

individu untuk dijual atau ditawarkan kepada konsumen. Produk dapat

13
berupa barang, jasa, atau ide yang memiliki nilai dan dapat digunakan

atau dikonsumsi oleh konsumen.

Menurut Kotler & Armstrong, (2001: 346) produk adalah segala

sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan

perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan

keinginan atau kebutuhan.

b) Price (Harga)

Harga sebuah produk adalah factor yang sangat penting dalam

menentukan permintaan pasar. Konsumen mempertimbangkan harga

dengan sangat hati-hati saat membeli produk. Jika mereka merasa

bahwa harga dan kualitas yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan

mereka, mereka akan cenderung untuk melakukan pembelian ulan g

untuk produk yang sama.

Dalam penelitian tentang produk makanan, harga dapat

ditentukan berdasarkan biaya produksi, keunggulan produk, dan

persaingan. Misalnya, perusahaan dapat menetapkan harga yang

lebih rendah daripada pesaing untuk menarik perhatian konsumen.

c) Promotion (Promosi)

Promosi dalam strategi pemasaran bisnis kuliner memiliki

peran yang sangat penting dalam meningkatkan visibilitas dan daya

tarik bagi pelanggan potensial. Dengan menerapkan strategi promosi

yang efektif, bisnis kuliner dapat meningkatkan penjualan,

memperkuat keberlanjutan usaha, dan membangun hubungan yang

kuat dengan pelanggan.

14
Kotler dan Keller, (2009) menyatakan bahwa promosi adalah

berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan

mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung

tentang suatu produk yang dijual.

Menurut Tjiptono, (2008) promosi penjualan adalah tawaran

khusus atau hadiah yang diberikan dalam waktu terbatas untuk

mendorong konsumen, toko, atau distributor agar segera membeli

produk.

Promosi, seperti yang dijelaskan dalam kedua pendapat,

adalah serangkaian aktivitas untuk menyampaikan pesan tentang

produk kepada konsumen. Namun, keberhasilan promosi dalam

mendorong penjualan tidak hanya bergantung pada seberapa efektif

pesan tersebut disampaikan, melainkan juga pada bagaimana pesan

tersebut berinteraksi dengan faktor-faktor pemasaran lainnya seperti

harga, produk, dan distribusi.

d) Place (Lokasi)

Menurut Heizer & Render (2015), lokasi adalah faktor yang

sangat penting dalam menentukan biaya dan pendapatan

perusahaan. Oleh karena itu, lokasi seringkali memiliki kekuatan

untuk mempengaruhi strategi bisnis perusahaan. Lokasi yang

strategis bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi baru

perusahaan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan

mengurangi biaya.

Menurut Kotler (2008), salah satu kunci keberhasilan adalah

pemilihan lokasi, yang dimulai dengan menentukan komunitas yang

15
tepat. Keputusan ini sangat dipengaruhi oleh potensi pertumbuhan

ekonomi dan stabilitas, tingkat persaingan, kondisi politik, dan faktor-

faktor lainnya.

Dalam penelitian tentang produk makanan, lokasi strategis

dapat dilakukan dengan memilih lokasi yang dekat dengan sumber

bahan baku berkualitas dan memiliki akses yang baik ke pasar.

Misalnya, perusahaan makanan dapat memilih lokasi yang dekat

dengan peternakan atau perkebunan untuk mendapatkan bahan baku

yang berkualitas dan segar.

e) People (Orang)

People atau partisipan atau orang adalah karyawan penyedia produk

atau jasa layanan maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat

langsung maupun tidak langsung dalam prosesnya (Kotler & Keller,

2016). People merupakan unsur pemasaran internal yang berupaya

untuk menarik pelanggan. People atau partisipan dapat dinilai dari

service people (orang-orang yang terlibat langsung dalam melayani

konsumen) dan kustomer itu sendiri (Ratih dalam Christine &

Budiawan, 2017).

f) Process (Proses)

Process atau proses merupakan kegiatan yang menunjukkan

pelayanan yang diberikan kepada konsumen selama melakukan

pemilihan hingga memutuskan pembelian barang. Supriyanto dan

Ernawaty (2010) mengungkapkan proses sebagai hubungan interaktif

antara pemberi pelayanan dan konsumen.

16
Proses (process) adalah salah satu elemen inti yang ada di 9

core elemens of marketing, namun melihat korelasi yang penting

maka elemen ini di tarik masuk menjadi salah satu bagian dalam

marketing mix. Beberapa indikator proses yang diperlukan adalah

prosedur, kebijakan, mekanisasi, arah aktifitas, dan sebagainya.

g) Phisical Edvidence (Tampilan Fisik)

Physical evidence atau lingkungan fisik merupakan keadaan atau

kondisi yang di dalamnya dapat menggambarkan situasi geografis

dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya,

cuaca, pelatakan dan layout (Assael, dalam Sukotjo & Radix, 2010).

Bukti fisik (Physical evidence) merupakan lingkungan, warna, tata

letak, dan fasilitas tambahan. Ini terkait dengan tampilan sebuah

produk/jasa yang ditawarkan. Terkait dengan packaging. Yang

disajikan untuk menarik minat konsumen. Proses ini adalah salah satu

elemen inti yang ada di 9 core elemens of marketing, namun melihat

korelasi yang penting maka elemen ini di tarik masuk menjadi salah

satu bagian dalam marketing mix. Beberapa indikator proses yang

diperlukan adalah prosedur, kebijakan, mekanisasi, arah aktifitas, dan

sebagainya (Kotler dan Armstrong, 2012).

B. Kerangka Pikir

Kerangka pikir adalah model konseptual yang digunakan dalam

penelitian yang mencakup penggabungan antara teori, observasi, fakta, serta

kajian pustaka yang akan dijadikan landasan dalam melakukan karya tulis

ilmiah. Kerangka konseptual digunakan untuk menjelaskan alur pemikiran

penulis yang terhubung antara konsep yang satu dengan konsep lainnya,

17
dengan tujuan memberikan gambaran atau ilustrasi terkait variabel-variabel

yang akan dibahas kemudian.

Sugiyono, (2013) menjelaskan bahwa kerangka pemikiran adalah

semacam kerangka atau struktur yang dibangun oleh peneliti sebagai

pedoman dalam melakukan penelitian. Kerangka ini berisi alur berpikir yang

sistematis dan logis, mulai dari perumusan masalah hingga pengambilan

kesimpulan.

BAGAN KERANGKA PIKIR

STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER

WARUNG MAKAN FARDHAN “PRASMANAN


MBAK JUTEK”

STRATEGI PEMASARAN FAKTOR KETERTARIKAN


BISNIS KULINER WARUNG KONSUMEN TERHADAP
MAKAN FARDHAN WARUNG MAKAN FARDHAN

MARKETING MIX
(Product Price, Promotion, Place, People,
Process, Physical evidence)

STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER DI


TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI MAKANAN

Bagan 2. 1 Kerangka Pikir

18
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Berdasarkan judul penelitian yang diangkat yaitu “Strategi

Pemasaran Bisnis Kuliner di Tengah Persaingan Industri Makanan”

maka penelitian dilakukan pada Warung Makan Fardhan Prasmanan

Mbak Jutek. Jl,Talasalapang Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

2. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam waktu kurang lebih

hampir 1 (satu) bulan, dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus

2024.

B. Jenis dan Desain Penelitian

Adapun jenis dan desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian

ini adalah sebagai berikut :

1. Jenis Penelitian

Dalam penulisan Tugas Akhir ini bersifat kualitatif dalam artian

penelitian ini berfokus pada fenomena yang ada dan menganalisisnya

secara mendalam. Penelitian jenis ini termasuk dalam kategori penelitian

lapangan, juga dikenal sebagai field research, yang berarti bahwa jenis

penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan.

Menurut Moleong (2017:6), penelitian kualitatif bertujuan untuk

memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Seperti

perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, dengan pendekatan


holistik dan deskripsi kata-kata dalam konteks alamiah yang khusus,

menggunakan berbagai metode alami.

Peneliti memilih Warung Makan Fardhan untuk di teliti karena di

area tersebut di kelilingi dengan banyak pesaing dengan persaingan

yang sangat kuat, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian di Warung Makan Fardhan. Informan pada penelitian ini yaitu

Pemilik dan juru masak atau karyawan yang sudah lama bekerja di

Warung Makan Fardhan.

2. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif

deskriptif, yang melibatkan kata-kata yang ditulis dan diucapkan oleh

pelaku yang diamati. Dalam penelitian ini, metode deskriptif adalah

metode penelitian yang menggambarkan atau menampilkan keadaan

objek secara langsung, sesuai dengan situasi dan kondisi saat penelitian

dilakukan. Penelitian ini mendeskripsikan keadaan yang ingin di teliti

secara mendalam tentang Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Makanan di

Tengah Persaingan Industri.

Menyelaraskan metode penelitian kualitatif yang dipilih, peneliti

melakukan serangkaian wawancara mendalam secara langsung dengan

menggunakan pertanyaan spontan dalam wawancara tersebut. Setelah

data terkumpul, transkrip wawancara dan hasil observasi dianalisis

melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan

kesimpulan verifikasi.

a. Reduksi data adalah proses mengubah data rekaman ke dalam

pola, fokus, kategori, atau berbagai pokok permasalahan tertentu

21
setelah data terkumpul. Data yang terkumpul dan sudah terekam

dalam berbagai catatan saat berada di lapangan tersebut kemudian

dirangkum dan diseleksi. Reduksi data juga bertujuan untuk

menyederhanakan data yang kasar menjadi lebih sederhana dan

spesifik. Ini dilakukan dengan mengklasifikasikan, mengarahkan,

menghilangkan informasi yang kurang relevan, dan menyusun data

agar dapat ditarik kesimpulan akhir yang valid.

b. Penyajian data adalah proses mengorganisir dan menampilkan data

dalam bentuk yang dapat dimengerti dan mudah diinterpretasi.

Penyajian data bertujuan untuk memberikan gambaran yang

sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil

penelitian atau observasi.

c. Penarikan kesimpulan adalah tahap akhir dalam proses analisis data

kualitatif, di mana peneliti mencari dan menyusun secara sistematis

data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data, seperti

wawancara, observasi, dan dokumentasi.

C. Prosedur dan Sumber Pengumpulan Data

1. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini proses pengambilan data diperoleh setelah

sebelumnya mendapatkan izin dari Warung Makan Fardhan Prasmanan

Mbak Jutek untuk mengadakan penelitian. Sebagai langkah awal

penelitian, peneliti akan menyeleksi informan kunci, setelah

mendapatkan informan yang dikehendaki maka langkah selanjutnya

adalah meminta persetujuan dari informan kunci.

22
2. Sumber Pengumpulan Data

a. Data Primer

Data primer merujuk pada informasi yang diperoleh secara

langsung oleh peneliti dari sumbernya untuk keperluan penelitian

tertentu. Proses pengumpulan data primer melibatkan interaksi

langsung antara peneliti dan responden, sehingga data ini umumnya

dianggap lebih tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti

mengumpulkan data dari hasil wawancara Bersama :

1) Pemilik Warung Makan Fardhan.

2) Karyawan Warung Makan Fardhan.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah informasi yang telah dikumpulkan

sebelumnya oleh pihak lain dan dapat diakses oleh peneliti. Data ini

biasanya berasal dari sumber-sumber seperti laporan penelitian,

publikasi pemerintah, artikel ilmiah, atau data statistik. Salah satu

keuntungan dari data sekunder adalah kemudahan dalam

mengaksesnya serta penghematan waktu dan biaya dalam proses

pengumpulan data. Data sekunder diperoleh dari pengolahan yang

dilakukan oleh pihak ketiga atau dari publikasi yang dihasilkan oleh

orang lain. Ini mencakup:

1. Literatur

2. Jurnal

3. Artikel

4. Buku

23
D. Teknik Analisis Data

Teknik penelitian analisis kompetitif adalah metode yang digunakan

untuk mengidentifikasi dan memahami makna sosial dari fenomena yang

diteliti. Ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan

dokumentasi, serta menganalisis data tersebut untuk menemukan pola dan

makna yang terkait dengan fenomena sosial.

Teknik ini adalah Mengumpulkan semua sesuatu untuk mengisi

kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang

sudah ada, mengembangkan, dan memperluas pengetahuan yang sudah

ada, serta menguji kebenaran dari apa yang sudah ada tetapi kebenarannya

masih diragukan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah metode atau cara yang digunakan

oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang relevan dengan masalah

penelitian yang sedang diteliti. Berikut adalah beberapa teknik pengumpulan

data yang umum digunakan:

1. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan adalah kegiatan penelitian yang dilakukan

dengan menggunakan berbagai macam material yang ada di

perpustakaan, seperti buku, jurnal, dan dokumen lainnya. Tujuannya

adalah untuk mengumpulkan informasi dan data yang relevan dengan

topik atau masalah yang menjadi objek penelitian.

2. Studi Lapangan

a. Wawancara

24
Teknik pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan

wawancara langsung dengan pemilik Warung Makan Fardhan

Prasmanan Mbak Jutek.

b. Observasi

Teknik pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan

observasi secara langsung terhadap objek penelitian yang dilakukan

di Warung Makan Fardhan, guna mendapatkan gambaran yang

jelas mengenai Strategi pemasaran bisnis kuliner di tengah

persaingan industri makanan.

c. Dokumentasi

Teknik pengumpulan data ini yaitu lebih kepada

mengumpulkan dokumentasi pendukung data-data penelitian.

Dokumentasi dilakukan oleh peneliti saat melakukan penelitian

terkait Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Makanan di Tengah

Persaingan Industri.

25
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Bentuk Persaingan pada Industri Kuliner

Berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi Pemasaran Bisnis

Kuliner Makanan di Tengah Persaingan Industri, pada penelitian ini bentuk

persaingan dilihat dari sikap pedagang lain yang lebih terkenal dan

persaingan yang dirasakan oleh Warung Makan Fardhan.

Banyaknya jumlah industri makanan yang berada di Kota makassar

khususnya di Jl. Talasalapang, Warung Makan Fardhan menjadi salah satu

pesaing yang ikut merasakan persaingan terhadap industri makanan lainnya.

Warung Makan Fardhan adalah Warung Makan sederhana yang sudah

berdiri sekitar 3 tahun lebih, dengan jam operasional setiap hari Warung

Makan Fardhan buka dari pukul 09.00-20.00. Warung Makan ini telah

menjadi favorit banyak kalangan mahasiswa, ojek online dan pelanggan

lainnya yang memiliki selera makan makanan rumahan, harga yang

terjangkau dan mengenyangkan.

Beberapa hal yang diprioritaskan adalah persaingan yang dialami

oleh para pekerja industri makanan, khususnya para pekerja yang terkenal di

wilayah Talasalapang. Persaingan yang dialami oleh para pelaku industri

makanan tersebut merupakan salah satu tindakan ekonomi, dan persaingan

di antara industri makanan adalah contoh dari persaingan dalam bidang

ekonomi.

Menurut Simmel, (1989) persaingan modern dapat diartikan sebagai

tindakan atau perjuangan yang dilakukan oleh semua pihak terhadap semua

yang menyebabkan munculnya konflik sosial di dalam suatu kesatuan, di


mana unsur-unsur sosial tersebut seharusnya bersaing untuk mencapai

tujuan yang positif dan dapat dirasakan oleh kesatuan tersebut.

Dalam proses wawancara tersebut Penulis bertanya bagaimana

strategi pemasaran mereka dalam menjalankan usahanya agar dapat tetap

bertahan dalam persaingan antar Warung Makan lainnya, dan apa yang

membuat ketertarikan pelanggan untuk terus mengunjungi Warung Makan

Fardhan setiap harinya. Karena dari sana kita dapat mengetahui strategi

pemasaran alternatif yang digunakan untuk mengatasi persaingan tersebut.

Hasil wawancara bersama partisipan pada tanggal 15 Juli 2024 dapat dilihat

pada table berikut:

Tabel 4. 1 Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan

Pertanyaan Jawaban

Apa yang membedakan Warung Yang membedakan Warung Makan ini

Makan Fardhan ini dengan Industri dengan yang berada di sekitar sini,

makanan yang berada di sekitarnya? karena kami Prasmanan dengan

berbagai varian lauk makanan.

Apa strategi yang dilakukan Warung Setelah melihat kondisi atau target

Makan Fardhan untuk menghadapi pasar kami menerapkan strategi

persaingan dengan industri lain? produk dan tentunya tetap

meningkatkan kualitas makanan,

strategi harga, strategi lokasi dan

strategi promosi.

Apa saja produk makanan yang Kami memiliki produk yang lumayan

disediakan oleh Warung Makan banyak seperti: Nasi lalapan, nasi

Fardhan? goreng, nasi campur, indomie telur,

28
sayur masak dan kami juga

menyediakan lauk-pauk.

Bagaimana dengan harga makanan Harga yang kami tetapkan itu sangat

yang sudah ditetapkan Warung Makan terjangkau mulai dari Harga Rp.

Fardhan? 10.000,- untuk makanan, dan untuk

lauk-pauk Rp. 5.000,- perporsinya.

Bagaimana dengan strategi promosi Untuk Strategi Promosi Warung Makan

yang dilakukan Warung Makan kami menggunakan cara promosi

Fardhan? publisitas dari pelanggan atau dengan

kata lain promosi dari mulut ke mulut.

Apakah lokasi Warung Makan Fardhan Ya, karena Warung Makan kami

mudah di akses oleh pelanggan? berada di pinggir jalan dan banyak

orang yang melewati jalan ini terutama

mahasiswa.

Tabel 4. 2 Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan

Pertanyaan Jawaban

Bagaimana dengan produk makanan Selain produk makanan yang

yang dijual di Warung Makan bervariasi kami juga tetap

Fardhan? meningkatkan kualitas makanan agar

pelanggan tetap menyukai tempat

kami.

Apa saja yang menjadi daya Tarik di Ya selain kualitas makanan yang tetap

Warung Makan Fardhan? terjaga, kami juga memberikan harga,

tempat dan pelayanan yang nyaman

29
untuk pelanggan.

Strategi pemasaran apa yang Disini kami selalu menyesuaikan

dilakukan Warung Makan Fardhan? dengan target pasar.

Observasi atau pengamatan langsung dalam penelitian metode

pengumpulan data di mana Peneliti melakukan pengamatan secara

langsung. Dalam penelitian ini Peneliti menggunakan teknik observasi secara

terus terang kepada sumber data, bahwa sedang melakukan penelitian dari

segi konsumen. Observasi yang dilalukan dengan langsung terjun

kelapangan untuk mengetahui situasi yang terjadi di Warung Makan Fardhan.

B. Strategi Bersaing

Diketahui industri makanan adalah salah satu bentuk usaha yang

banyak ditemui di mana-mana termasuk di wilayah Makassar, Sulawesi

Selatan. Dalam menjalankan usahanya, para pedagang makanan menemui

berbagai kendala dan persaingan antar sesama pedagang. Sehingga

pedagang harus melakukan riset pasar yang mendalam untuk memahami

preferensi dan kebutuhan konsumen, serta tren yang sedang berkembang.

Dengan pengetahuan pasar yang baik, Anda dapat mengenali peluang yang

tersedia dan menyesuaikan strategi bisnis.

Pengembangan strategi pemasaran untuk pemilik usaha kecil harus

didasarkan pada analisis terhadap kendala dan pertumbuhan bisnis, serta

tantangan dan peluang yang dihadapi oleh bisnis industri. Di sisi lain, strategi

yang telah ditetapkan dan diimplementasikan perlu ditinjau kembali untuk

menentukan apakah masih relevan dengan situasi saat ini atau tidak. Hasil

analisis ini dapat digunakan sebagai titik tolak ukur untuk menentukan

30
apakah strategi yang sedang berjalan perlu dimodifikasi, disesuaikan, atau

sebaliknya, dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan strategi

yang akan diimplementasikan di kemudian hari.

Tingkat pemasaran dan tingginya operasi bisnis memerlukan

perencanaan strategis. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk

mengembangkan strategi bisnis yang tepat agar bisnis dapat berkembang.

Strategi yang mereka gunakan untuk meningkatkan bisnis mereka adalah

dengan meningkatkan kualitas makanan dan juga cita rasanya, sehingga

pelanggan dapat terus menikmati makanan dengan kualitas yang sama

dengan industri makanan lainnya. Hal ini merupakan komponen penting

dalam bisnis apapun untuk mendapatkan umpan balik positif dari pelanggan.

C. Pembahasan

Kuliner adalah elemen budaya suatu bangsa yang mudah dikenali

sebagai identitas suatu masyarakat. Kuliner termasuk dalam kebutuhan

makan sehari-hari, namun seiring perkembangan zaman, kuliner semakin

beragam dengan banyaknya makanan yang ditawarkan.

Warung Makan Fardhan adalah salah satu Warung Makan sederhana

yang menyediakan berbagai varian makanan berat hingga lauk-pauk.

Mengingat banyaknya industri kuliner dalam bidang makanan, Warung

Makan Fardhan menawarkan produknya dengan harga yang sangat

terjangkau atau bisa dikatakan harga yang sangat ramah dikantong. Warung

Makan ini juga menggunakan konsep menjual makanan rumahan, sehingga

membuat konsumen terutama dikalangan mahasiswa yang ingin menikmati

masakan ala di rumah sendiri tertarik untuk datang ke Warung Makan ini.

31
Dalam strategi pemasaran, terdapat konsep marketing mix atau

bauran pemasaran yang terdiri dari serangkaian variabel yang dapat dikelola

dan digunakan oleh produsen untuk mempengaruhi pasar yang menjadi

target. Ada tujuh elemen atau variabel dalam bauran pemasaran, yaitu

strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, strategi promosi, strategi

personal, strategi proses dan strategi tampilan fisik. Marketing mix yang

mencakup ketujuh strategi ini dirancang untuk menjelaskan bagaimana

produsen merumuskan dan menerapkan strategi pemasaran berdasarkan

pengalaman Warung Makan Fardhan, yang menjadi subjek penelitian dengan

pendekatan kualitatif.

1. Product (Produk)

Produk yang ditawarkan Warung Makan Fardhan juga memiliki

banyak pilhan dengan menggunakan konsep prasmanan, sehingga

pelanggan yang datang untuk membeli makanan bisa bebas untuk

memilih sesuai dengan selerah masing-masing. Dengan ciri khas dan

bumbu tersendiri yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang,

ada beberapa varian menu yang disajikan Warung Makan Fardhan

yaitu : Nasi campur dengan lauk ikan, ayam, telur, mie, tahu, tempe,

bakwan. Nasi ayam lalapan, Nasi goreng, Sayur masak, dan Indomie

telur.

2. Price (Harga)

Harga yang ditawarkan oleh Warung Makan Fardhan untuk

makanan perporsinya yaitu start-in Rp. 10.000, dan untuk harga lauk-

pauk start-in Rp. 5000. Dengan harga yang sangat terjangkau sehingga

membuat banyak pelanggan yang tertarik untuk makan maupun membeli

32
lauk di Warung Makan Fardhan, terutama bagi pekerja ojek online, anak

muda dan mahasiswa yang ingin makan kenyang tetapi tidak menguras

kantong, Warung Makan Fardhan ini menjadi salah satu pilihan tempat

untuk di kunjungi.

3. Promotion (Promosi)

Promosi yang dilakukan Warung Makan Fardhan juga masih

menggunakan promosi Word-of-Mouth Marketing atau bisa dikatakan

promosi yang dilakukan secara informal. Meskipun masih menggunakan

cara promosi seperti ini, Warung Makan Fardhan tetap ramai setiap

harinya. Pelanggan yang puas tidak hanya akan membeli kembali, tetapi

juga akan menjadi pemasar alami yang berbicara positif tentang bisnis

yang mereka sukai.

4. Place (Lokasi)

Lokasi penempatan yang sangat strategis, tepatnya di bagian

pertengahan Jl. Talasalapang sehingga mempermudah bagi para

pelanggan untuk menemukan dan berkunjung ke Warung Makan

Fardhan. Walaupun mempunyai tempat yang bisa dikatakan sederhana,

tapi dengan adanya pelayanan yang sangat ramah dan cepat dalam

melayani pelanggan menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk

datang kembali ke Warung Makan Fardhan sehingga tempat ini tetap

ramai setiap hari, baik itu pelanggan yang datang untuk makan di tempat

maupun pelangan yang membeli dan membungkusnya untuk makan di

rumah. Tak hanya itu Warung Makan Fardhan juga menyediakan

pemesanan dalam jumlah besar bagi pelanggan yang ingin mengadakan

acara atau kegiatan lainnya.

33
5. People (Orang)

People dalam bauran pemasaran Warung Makan Fardhan sangat

penting untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi pelanggan.

Karyawan dilatih untuk bersikap ramah dan menyenangkan, sehingga

setiap interaksi dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu,

dalam hal kecepatan layanan diperhatikan agar pelanggan tidak

menunggu terlalu lama. Warung Makan Fardhan juga memperhatikan

penampilan karyawan agar dapat menambah daya tarik suasana

warung. Dengan fokus pada aspek ini, Warung Makan Fardhan dapat

meningkatkan citra dan loyalitas pelanggan.

6. Process (Proses)

Bagian Process dalam bauran pemasaran Warung Makan

Fardhan mencakup semua tahapan yang dilalui pelanggan mulai dari

pemesanan hingga penyajian makanan. Dalam Warung Makan Fardhan

proses pemesanannya mudah dan cepat karena hal itu sangat penting

untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Warung Makan Fardhan

dapat menyediakan berbagai opsi pemesanan, seperti melalui aplikasi,

telepon, atau langsung di tempat. Setelah pemesanan, bagian dapur

akan memastikan bahwa makanan disiapkan dan disajikan dengan cepat

dan tepat. Proses pembayaran juga harus sederhana, dengan opsi

pembayaran digital yang memudahkan pelanggan. Selain itu, perhatian

terhadap kebersihan dan keamanan makanan selama proses penyajian

sangat krusial untuk membangun kepercayaan pelanggan.

7. Phisical Edvidence (Tampilan Fisik)

34
Mencakup semua elemen fisik yang mempengaruhi persepsi

pelanggan tentang kualitas dan pengalaman mereka. Desain interior

Warung Makan Fardhan yang menarik dengan tema yang konsisten

dapat menciptakan suasana yang nyaman dan mengundang. Kebersihan

tempat makan, termasuk meja, kursi, dan area dapur, sangat penting

untuk memberikan kesan positif. Menu yang dirancang dengan baik dan

informatif juga berkontribusi pada pengalaman pelanggan, membantu

mereka memahami pilihan yang tersedia. Selain itu, penggunaan

kemasan makanan yang menarik dan ramah lingkungan untuk pesanan

bawa pulang dapat meningkatkan citra warung.

Berdasarkan temuan data yang telah didapatkan oleh peneliti,

dapat diketahui bahwa terdapat persaingan yang sangat ketat di dalam

industri makanan saat ini. Di mana salah satu Warung Makan sederhana

bersaing dengan industri makanan di sekelilingnya yang memiliki merek

besar. Tetapi hal itu tidak membuat Warung Makan Fardhan untuk

berhenti bersaing, mereka percaya bahwa Warung Makan Fardhan ini

sudah memiliki ciri khas terhadap makanan yang membuat pelanggan

mereka terus berdatangan hingga pelanggan tetap.

Dalam hal ini, Warung Makan Fardhan harus lebih memperkuat

strategi yang sudah diterapkannya untuk mengembangkan bisnis mereka

agar tetap mendapatkan peningkatan secara terus menerus.

Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui bahwa komponen bauran

pemasaran yang paling berpengaruh dalam proses pemasaran suatu

produk, khususnya produk dari Warung Makan Fardhan adalah promosi.

Promosi yang baik akan mendatangkan jumlah konsumen yang banyak.

35
Jika makanannya sudah enak, harganya terjangkau, tempatnya juga

nyaman namun tidak dipromosikan dengan baik, maka belum tentu ada

konsumen yang akan datang.

Strategi bauran pemasaran yang diterapkan Warung Makan

Fardhan telah memberikan hasil yang positif. Melalui penerapan strategi

bauran pemasaran yang efektif, Warung Makan Fardhan berhasil

meningkatkan jumlah pengunjungnya. Dengan fokus pada produk,

harga, promosi, dan tempat, personal, proses dan tampilan fisik, warung

makan ini mampu bersaing secara sehat dan memberikan pengalaman

makan yang memuaskan bagi pelanggan.

36
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Dalam industri kuliner yang semakin kompetitif, kesuksesan bisnis

adalah sesuatu yang tidak dapat diremehkan. Faktor-faktor seperti inovasi

menu, kualitas makanan, branding, penjualan serta pemasaran yang efektif

sangat penting dalam meningkatkan bisnis kuliner makanan.

Penerapan strategi pemasaran yang memperhatikan kebutuhan dan

kepuasan pelanggan serta memahami dinamika persaingan, sangat

signifikan dalam menentukan kesuksesan bisnis. Pengelolaan informasi dan

pengetahuan yang baik sangat penting untuk merumuskan dan

melaksanakan kebijakan strategis yang tepat dalam menghadapi persaingan

yang semakin ketat di industri kuliner.

B. Saran

Setelah menyimpulkan hasil penelitian ini, peneliti akan memberikan

saran terkait dengan topik penelitian ini, yaitu persaingan pada industri

kuliner

1. Bagi akademisi, Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk

penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan mengembangkan usaha

dengan memberikan inovasi yang dapat memajukan usaha dan

meminimalisir persaingan dengan pengusaha lain. Penelitian ini juga

dapat menghindari penggunaan cara-cara persaingan dan strategi

bersaing pada industri kuliner dan industri lain, serta dapat memperkaya

studi-studi yang berkaitan dengan sosiologi.


2. Bagi pelaku usaha, Peneliti berharap agar para pengusaha lebih tidak

rasional hanya untuk kepentingan duniawi.

3. Bagi pemerintah, Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu

pemerintah dalam mengawasi persaingan yang terjadi antar pelaku

usaha yang terdapat pada sebuah industri serta dapat memberikan

sarana yang memadai untuk para pelaku usaha untuk mengembangkan

usahanya.

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini, terdapat keterbatasan yang dialami peneliti

dalam melakukan penelitian sehingga mempengaruhi hasil penelitian.

Berkenaan dengan keterbatasan peneliti antara lain:

1. Mengatur waktu pertemuan antara peneliti dengan partisipan penelitian

yakni partisipan kunci.

2. Pada saat melakukan wawancara dengan pemilik dan karyawan cukup

menyulitkan karena sedang ada pembeli yang datang.

39
DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, F., Wahyuningsih, O. D., Anisa, S., Azizi, A., & Darmawan, S. I.
(2024). Analisis Strategi Pemasaran Pada Produk Naturalzy. Id Dengan
Metode SWOT. Inovasi Makro Ekonomi (IME), 6(3).
Assael, H. (2010). Perilaku Konsumen: Pendekatan Strategis. Cengage
Learning.
Atmoko, S. (2018). Strategi Bisnis dan Persaingan. Jakarta: Penerbit Mitra
Wacana Media.
Ferrell, O. C., & Hartline, M. D. (2014). Strategi Pemasaran. Stamford: Cengage
Learning.
Hermawan, M. R., Nugraha, H. S., & Widiartanto, W. (2017). Pengaruh
Intellectual Capital Terhadap Kinerja Penjualan Padaukm Batik Di Kota
Semarang. Jurnal ilmu administrasi bisnis, 6(3), 512-522.
https://majoo.id/solusi/detail/persaingan-bisnis
kuliner
Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi. Upper Saddle River, NJ:
Pearson.
Kotler, P. (2003). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Kotler, P. (2008). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (1997). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2001). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Pearson.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River,
NJ: Prentice Hall.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River,
NJ: Pearson.
Kurtz, D. L. (2008). Pemasaran. New York: Cengage Learning.
Laksana, A. (2019). Pemasaran: Pertemuan Penjual dan Pembeli dalam
Transaksi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Limakrisna, A., & Purba, R. (2017). Ekonomi Pemasaran: Nilai dan Harga dalam
Kegiatan Ekonomi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Mariani, H. (2018). Pengaruh Strategi Pemasaran terhadap Keberhasilan Usaha.
Jurnal Manajemen Pemasaran, 10(2), 123-135.
McCarthy, E. J. (1960). Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial. Homewood,
IL: Richard D. Irwin.
Moleong, L. J. (n.d.). Metodologi penelitian kualitatif / Lexy J. Moleong |
Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detail-opac?id=12221
Negara, D. J. K. (n.d.). Kondisi Industri Pengolahan Makanan dan Minuman
diIndonesia.https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/
baca-artikel/15588/Kondisi-Industri-Pengolahan-Makanan-dan-Minuman-
di-Indonesia.html
Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2008). Strategic Management: Formulation,
Implementation, and Control. New York: McGraw-Hill.
Ries, A., & Trout, J. (1991). Positioning: Pertarungan untuk Pikiran Anda. New
York: McGraw-Hill.

40
Ratih, D. (2017). Strategi Pemasaran dalam Layanan Pelanggan. Jurnal
Manajemen, 15(1), 45-60.
Rizeki, D. N. (2023, July 30). Mengamati Persaingan Bisnis Kuliner di Indonesia
dan Cara Menghadapinya.
Sukotjo, R., & Radix, N. (2010). Pemasaran Jasa: Konsep dan Aplikasi. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.
Supriyanto, A., & Ernawaty, M. (2010). Manajemen Pemasaran: Teori dan
Praktik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sunyoto, A. (2013). Bauran Pemasaran: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit
Andi.
Sunyoto, A. (2019). Pemasaran: Teori dan Praktik untuk Memenuhi Kebutuhan
Manusia. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Tjiptono, F. (2006). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Ulfah, N., Setiawan, A., & Rahmawati, D. (2021). Strategi Pemasaran dalam
Menghadapi Persaingan Bisnis. Surabaya: Penerbit Media Nusantara.

41
LAMPIRAN
Gambar.1 1 Surat Izin Penelitian

43
Gambar.1 2 Proses Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan

Gambar.1 3 Proses Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan

44
Gambar.1 4 Daftar Menu Makanan

Gambar.1 5 Menu Makanan

45
RIWAYAT HIDUP

Thessaloni Virgint Pamula, nama lengkap penulisan Tugas

Akhir ini. Lahir di Sangele pada tanggal 30 Agustus 2001

tepatnya di Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso Sulawesi

Tengah. Penulis merupakan anak ke dua (2) dari

pasangan Alfian Pamula dan Deice Nelwan. Penulis

menempuh Pendidikan pertama di TK Kasih Ibu Sangele

pada tahun 2006. Penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar Negeri 1

Tentena pada tahun 2007 dan selesai di tahun 2012. Dan Penulis melanjutkan

ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pamona Utara pada tahun

2013 dan selesai di tahun 2016. Selanjutnya melanjutkan ke jenjang Sekolah

Menengah Kejuruan GKST 2 Tentena pada tahun 2016 dan selesai di 2019.

Pada tahun 2021 Penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Politeknik Lembaga

Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar Program Studi D3

Administrasi Bisnis, konsentrasi Administrasi Bisnis sampai sekarang. Pada saat

penulisan Tugas Akhir ini pun Penulis masih terdaftar sebagai mahasiswa di

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia

Makassar.

Adapun pengalaman Organisasi yang pernah Penulis ikuti di kampus

Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar

yaitu Penulis memasuki Lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa Komunikasi

Mahasiswa Informatika Komputer (KOMIK). Penulis pernah menjadi Ketua

Umum UKM KOMIK selama satu (1) periode pada tahun 2023 dan selesai di

tahun 2024.

46

Anda mungkin juga menyukai