STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER
DI TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI
MAKANAN
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk menyelesaikan Studi Program Diploma
Tiga Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan
Profesi Indonesia Makassar
Oleh :
Thessaloni Virgint Pamula
Nim : 202111006
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS
KONSENTRASI ADMINISTRASI BISNIS
POLITEKNIK LEMBAGA PENDIDIKAN DAN
PENGEMBANGAN PROFESI INDONESIA
MAKASSAR
2024
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Tugas Akhir : Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Di tengah
Persaingan Industri Makanan
Nama : Thessaloni Virgint Pamula
NIM : 202111006
Program Studi : Administrasi Bisnis
Konsentrasi : Administrasi Bisnis
Tugas Akhir ini layak dipresentasikan dan diajukan dalam Sidang Tugas
Akhir
Diketahui Disetujui Pembimbing
Ketua Program Studi
Administrasi Bisnis
Rahmi, S.E., M.Pd Dr. Delukman. A, S.Hum., M.Hum
NIDN. 0912088804 NIDN. 0919099001
Disahkan di :
Pada tanggal :
ii
PERNYATAAN ORISINALITAS TUGAS AKHIR
Dengan ini menyatakan bahwa :
1. Tugas Akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan
gelar akademik, baik di Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan
Profesi Indonesia Makassar maupun Perguruan Tinggi lainnya.
2. Tugas Akhir ini murni merupakan karya Penulis dan tidak menjiplak karya
pihak lain. Di dalam hal ini, ada bantuan atau arahan pihak lain maka telah
Penulis sebutkan identitas dan jenis bantuannya dalam lembar ucapan terima
kasih.
3. Jika seandainya karya pihak lain ternyata memiliki kemiripan dengan karya
Penulis, maka hal ini adalah di luar pengetahuan Penulis dan terjadi tanpa
kesengajaan dari pihak Penulis.
Pernyataan ini Penulis buat dengan sesungguhnya dan apabila
dikemudian hari terbukti adanya kebohongan dari pernyataan ini, maka Penulis
bersedia menerima sanksi akademik sesuai norma yang berlaku di Politeknik
Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar.
Makassar,
Diketahui Yang Membuat Pernyataan
Ketua Program Studi
Administrasi Bisnis
Rahmi, S.E., M.Pd Thessaloni Virgint Pamula
NIDN. 0912088804 NIM. 202111006
iii
PENGESAHAN LULUS SIDANG TUGAS AKHIR
Judul Tugas Akhir : Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Di tengah
Persaingan Industri Makanan
Nama : Thessaloni Virgint Pamula
NIM : 202111006
Program Studi : Administrasi Bisnis
Konsentrasi : Administrasi Bisnis
Telah Dinyatakan Lulus Ujian
Tim Penguji
1. Rahmi, S.E., M.Pd
2. Imran Tahalua, S.E., M.M
3. Dr. Delukman.A, S.Hum., M.Hum
Mengetahui
Wakil Direktur 1 Ketua Program Studi
Administrasi Bisnis
Etha Gustin Merdekawati, S.E., MM Rahmi, S.E., M.Pd
NIDN. 0917088704 NIDN. 0912088804
iv
MOTO
“ Hidup itu seperti bermain Domino, kita sulit untuk memahami alur
jalannya permainan tetapi terus berusaha untuk mencari jalan keluar
sampai terucap kata DOMI yang artinya kata Kemenangan”
(Igin Pamula)
“Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tak akan hilang”
(Amsal 18:23)
“Bekerjalah untuk suatu tujuan, bukan untuk pujian. Jalanilah hidup untuk
berekspresi, bukan untuk mengesankan”
(J.R.R. Tolkien)
Atas segala hormat kupersembahkan:
Karya sederhana ini kepada Orang Tua dan Kakekku tercinta, Kakak serta
Adikku tersayang yang sudah melangitkan banyak doa, memberikan
dukungan dan pengorbanan penuh selama masa pendidikan Penulis.
Teruntuk Saudara tak sedarah yang sudah membantu selama Penulis
berada di perantauan, tidak ada yang bisa Penulis berikan selain kata
terima kasih.
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan judul “Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner
di Tengah Persaingan Industri”. Penyusunan Tugas Akhir ini diajukan untuk
memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Studi Program Diploma Tiga
Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia
Makassar.
Proses penulisan Tugas Akhir ini mengalami banyak kendala, namun
berkat bantuan, dari berbagai pihak, terutama kepada Bapak Dr. Delukman.A.
S.Hum., M.Hum selaku Dosen Pembimbing sehingga Tugas Akhir ini bisa selesai
dengan baik.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini Penulis menyadari bahwa masih jauh
dari kata sempurna. Dikarenakan keterbatasan yang dimiliki oleh Penulis baik
dalam segi kemampuan, pengetahuan, serta pengalaman. Oleh karena itu,
Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Penulis
berharap Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi Penulis dan
umumnya bagi pembaca dan peneliti selanjutnya.
Makassar,
Penulis
vi
ABSTRAK
Thessaloni Virgint Pamula 2024. "STRATEGI PEMASARAN BISNIS
KULINER DI TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI MAKANAN". Tugas akhir ini
dibimbing oleh Dr. Delukman. A, S.Hum., M.Hum
Penelitian ini di latar belakangi dengan Industri kuliner, yang sering
dikenal sebagai industri makanan dan minuman, adalah jenis kegiatan ekonomi
yang mencakup semua kegiatan yang berkaitan dengan persiapan, pengawetan,
dan penjualan makanan dan minuman. Industri kuliner memiliki peran penting
dalam perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan
pendapatan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini
membahas tentang strategi bersaing dengan menggunakan konsep bauran
pemasaran yang digunakan perusahaan industri untuk mempertahankan
keunggulan bersaing dan memenangkan persaingan dalam industri yang sangat
kompetitif. Dalam penelitian ini, metode deskriptif adalah metode penelitian yang
menggambarkan atau menampilkan keadaan objek secara langsung, sesuai
dengan situasi dan kondisi saat penelitian dilakukan.
Hasil penelitian ini adalah Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak
Jutek adalah Warung Makan sederhana yang memiliki banyak varian lauk
makanan dengan harga yang sangat terjangkau, lokasi yang strategis, pelayanan
yang baik dan ramah. Masih menggunakan promosi secara informal yaitu
promosi dari oleh dan untuk konsumen, yang dilakukan oleh konsumen sendiri
dan mampu membuat calon konsumen tertarik untuk datang hingga menjadi
pelanggan tetap.
Kata kunci : Industri Kuliner, Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran
vii
ABSTRACT
Thessaloni Virgint Pamula 2024. “STRATEGY MARKETING STRATEGIES
OF CULINERY BUSINESSES IN THE MIDDLE OF FOOD INDUSTRY
COMPETITION”. The research was supervised by. Dr. Delukman. A, S.Hum.,
M.Hum.
Motivated by The culinary industry, which is often known as the food and
beverage industry, is a type of economic activity that includes all activities related
to the preparation, preservation, and sale of food and beverages. The culinary
industry has an important role in the economy by creating jobs and generating
income.
This research uses a descriptive qualitative approach, this research
discusses competitive strategies using the concept of marketing mix used by
industrial companies to maintain competitive advantage and win the competition
in a highly competitive industry. In this study, the descriptive method is a
research method that describes or displays the state of the object directly,
according to the situation and conditions when the research was conducted.
The results of this study are Warung Makan Fardhan Prasmanan Mbak
Jutek is a simple food stall that has many variants of food side dishes at very
affordable prices, strategic location, good and friendly service. Still using informal
promotion, namely promotion from by and for consumers, which is carried out by
consumers themselves and is able to make potential customers interested in
coming to become regular customers.
Keywords: Culinary Industry, Marketing Strategy, Marketing Mix
ix
UCAPAN TERIMA KASIH
Segala puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus yang selalu
memberkati setiap langkah dan usaha Penulis yang tidak berkesudahan.
Memberikan kesehatan, perlindungan dan kasih sayang-Nya, dengan segala
bentuk kekurangan dan ketidaksempurnaan yang ada, sehingga Penulis dapat
menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik dan tepat waktu.
Teristimewa dan terutama Penulis sampaikan kepada orangtua tercinta,
Bapak Alfian Pamula, Ibu Deice Nelwan dan Ibu Surdaniwati Rasintowe yang
sekarang berperan sebagai ibu sambung Penulis karena telah menjadi orangtua
terhebat yang senantiasa memberi limpahan kasih sayang, doa, dukungan moril
serta materil selama ini. Terima kasih atas semua limpahan cinta dan kasih
sayang, juga kesabaran yang tidak pernah usang dan selalu membangkitkan
kembali semangat hidup Penulis. Kakak dan adik Penulis Veren, Jeny, Margaret
dan Alsa serta seluruh keluarga besar Penulis untuk segala doa yang tulus yang
sudah di langitkan serta selalu menjadi motivasi terbesar Penulis sampai
menyelesaikan Tugas Akhir ini.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari bantuan semua
pihak yang selalu tulus membantu, membimbing dan mendoakan. Oleh
karenanya, Penulis ingin mengucapkan terimakasih yang tulus kepada:
1. Ibu Fiviyanti Hasim, S.Pd., M.Hum selaku Direktur Politeknik Lembaga
Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar.
2. Ibu Etha Gustin Merdekawaty, S.E., M.M selaku Wakil Direktur I Bidang
Akademik Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi
Indonesia Makassar.
x
3. Ibu Rahmi, S.E., M.Pd selaku Ketua Program Studi Administrasi Bisnis
Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia
Makassar.
4. Bapak Dr. Delukman.A. S.Hum., M.Hum selaku Dosen Pembimbing Tugas
Akhir ini yang selalu membimbing dengan baik, memberikan motivasi,
masukan, hingga arahan yang baik sehingga Tugas Akhir ini berjalan dengan
lancar dan selesai tepat waktu.
5. Seluruh Dosen dan karyawan bagian Akademik Politeknik Lembaga
Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar, yang telah
membantu dalam segala hal yang berbentuk administrasi selama
penyusunan Tugas Akhir ini.
6. Teman-teman mahasiswa angkatan 2021 program studi Administrasi Bisnis
yang telah berjuang bersama selama masa perkuliahan.
7. Kepada saudara tapi tak sedarah Giffa, Bocil, Sibo, Arfah, Tika, Adnan,
Husni, Mbak Nanda dan Kak Dean. Terima kasih karena mau direpotan dan
selalu ada untuk memberikan bantuan semasa Pendidikan Penulis dan
bertahan hingga saat penyusunan Tugas Akhir ini, “Umur panjang
pertemanan”.
8. Semua pihak yang telah hadir dalam hidup Penulis, yang tidak dapat
disebutkan satu persatu. Terima kasih karena telah memberikan bantuan
sejak awal perkuliahan hingga terselesainya Tugas Akhir ini.
9. Terakhir, kepada diri sendiri Thessaloni Virgint Pamula. Terima kasih karena
selalu tertawa di tengah derasnya ombak yang selalu menghampiri, selalu
berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, walaupun seringkali merasa
tertinggal atas segala pencapaian. Terima kasih selalu mewaraskan pikiran
xi
dan memilih untuk tetap hidup. Berusaha untuk menyelesaikan apa yang
sudah dimulai, terima kasih karena telah berhasil sampai di titik ini. Mari tetap
Bahagia dimanapun kamu berada, untuk diriku “ apapun kekurangan dan
kelebihanmu mari merayakan sendiri”.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan dari berbagai pihak selama
ini dapat bernilai ibadah dan memperoleh balasan yang berlipat atas segalanya
di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Aamiin.
Makassar, 05 Juli 2024
Penulis
xii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
PERSETUJUAN PEMBIMBING............................................................................ii
PERNYATAAN ORISINALITAS TUGAS AKHIR.................................................iii
PENGESAHAN LULUS SIDANG TUGAS AKHIR...............................................iv
MOTO.....................................................................................................................v
KATA PENGANTAR.............................................................................................vi
ABSTRAK............................................................................................................vii
ABSTRACT...........................................................................................................ix
UCAPAN TERIMA KASIH.....................................................................................x
DAFTAR ISI........................................................................................................xiii
DAFTAR GAMBAR.............................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang.....................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................3
C. Tujuan Penelitian..................................................................................4
D. Manfaat Penelitian................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................7
A. Konsep Dasar Pemasaran Kuliner.......................................................7
1. Tujuan Pemasaran...................................................................................8
2. Persaingan Industri Kuliner......................................................................8
3. Strategi Pemasaran.................................................................................9
4. Aspek Pemasaran..................................................................................11
5. Marketing Mix (Bauran Pemasaran)......................................................13
B. Kerangka Pikir....................................................................................17
BAB III METODE PENELITIAN..........................................................................20
A. Lokasi dan Waktu Penelitian..............................................................20
B. Jenis dan Desain Penelitian...............................................................20
C. Prosedur dan Sumber Pengumpulan Data........................................22
D. Teknik Analisis Data...........................................................................24
E. Teknik Pengumpulan Data.................................................................24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..........................................27
xiii
A. Bentuk Persaingan pada Industri Kuliner...........................................27
B. Strategi Bersaing................................................................................30
C. Pembahasan......................................................................................31
BAB V PENUTUP...............................................................................................38
A. Simpulan............................................................................................38
B. Saran..................................................................................................38
C. Keterbatasan Penelitian.....................................................................39
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar.1 1 Surat Izin Penelitian................................................................................43
Gambar.1 2 Proses Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan. .44
Gambar.1 3 Proses Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan.......44
Gambar.1 4 Daftar Menu Makanan............................................................................45
Gambar.1 5 Menu Makanan........................................................................................45
xv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dunia kuliner bagaikan arena medan perang yang penuh dengan
petarung tangguh dan dinamis. Dalam lingkungan ini, para prajurit usaha
kuliner, mulai dari restoran, kafe, hingga usaha pedagang kaki lima, bersaing
memperebutkan perhatian konsumen yang kritis dan mempunyai banyak
pilihan. Pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM ibarat cerminan
keberhasilan pembangunan, khususnya bagi negara-negara berkembang
(Primiana, 2009).
Strategi pemasaran dapat dianggap sebagai salah satu fondasi dalam
merancang perencanaan perusahaan secara komprehensif. Mengingat
kompleksitas masalah yang dihadapi oleh perusahaan, diperlukan
perencanaan yang menyeluruh sebagai panduan bagi setiap segmen dalam
menjalankan aktivitasnya. Selain itu, semakin ketatnya persaingan yang
dihadapi oleh perusahaan juga menegaskan pentingnya strategi pemasaran.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan tidak memiliki pilihan lain selain
berupaya untuk menghadapi tantangan tersebut atau memilih untuk mundur
dari persaingan usaha di sektor kuliner.
Usaha di sektor kuliner saat ini mengalami pertumbuhan yang pesat
dan memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Banyak pelaku
usaha yang berhasil meraih keuntungan dari bisnis kuliner ini. Namun, ada
juga sejumlah pelaku usaha yang mengalami kebangkrutan, disebabkan oleh
strategi pemasaran yang kurang efektif dan kualitas pelayanan yang tidak
memadai. Dengan demikian, keberhasilan dalam bisnis kuliner untuk
bersaing ditentukan oleh penerapan strategi pemasaran yang tepat dan
hubungan yang baik dengan konsumen. Hubungan yang baik ini dapat
terjalin jika bisnis kuliner mampu memenuhi kebutuhan, keinginan, dan selera
konsumen dengan baik.
Industri kuliner bukan hanya soal mengolah dan menghidangkan
makanan. Lebih dari itu, industri ini menuntut kreativitas dalam desain menu,
keunggulan dalam kualitas bahan baku, pengalaman unik bagi pelanggan,
dan strategi pemasaran yang jitu. Di tengah persaingan sengit,seiring
berjalannya waktu kunci utama industri kuliner untuk membangun loyalitas
pelanggan yang kokoh yaitu bagaimana untuk tetap tampil beda dan
mengikuti tren.
Tren makan di rumah makan kini telah berubah, banyak rumah makan
yang menyediakan berbagai jenis menu, terutama makanan siap saji. Selain
praktis dan harga yang terjangkau, masyarakat juga menyukai rumah makan
karena suasana yang berbeda dan kenyamanan yang ditawarkan. Fasilitas
yang disediakan juga menjadi alasan, serta waktu yang tersedia. Banyak
orang yang tidak memiliki waktu untuk memasak di rumah, sehingga rumah
makan menjadi pilihan yang tepat. Hal ini membuat usaha rumah makan
menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena kebutuhan layanan ini akan
terus dibutuhkan dan prospeknya semakin baik seiring dengan pertumbuhan
jumlah penduduk. “Jumlah penduduk di Sulawesi Selatan yang memiliki
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 1,574,546. Dari jumlah
tersebut, sekitar 10% atau 150,000 lebih merupakan UMKM yang bergerak di
bidang kuliner”. Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan,
bapak H Ashari Fakhsirie (Maga A, 2023).
2
Industri kuliner di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2020
ke 2021 sebesar 2,54 persen menjadi Rp775,1 triliun, Badan Pusat Statistik
(BPS) melaporkan produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan
minuman nasional atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp1,12
kuadriliun pada 2021. Nilai tersebut porsinya sebesar 38,05 persen terhadap
industri pengolahan nonmigas atau 6,61 persen terhadap PDB nasional yang
mencapai Rp16,97 kuadriliun (Sari, 2022).
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini
berjudul “Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner di Tengah Persaingan Industri” di
mana fokus penelitian yang digunakan yaitu bagaimana bentuk persaingan
yang terjadi pada industri kuliner makanan dan bagaimana strategi para
pelaku usaha kuliner makanan menghadapi persaingan usaha di wilayah
Makassar, Sulawesi Selatan.
Peneliti memilih subjek penelitian ini karena beberapa alasan.
Pertama, Warung Makan tersebut mudah dijumpai karena letaknya yang
strategis. Kedua, Warung ini memiliki tingkat pendapatan yang cukup dan
harga yang unik dan murah, membuat setiap pelanggan yang datang tertarik
dan mengajak pelanggan lain untuk datang. Makanan yang disajikan, seperti
nasi putih dengan lauk berupa ayam, ikan, telur ayam, sayur sop, nasi
goreng, dan nasi lalapan, juga menjadi daya tarik pelanggan.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :
1. Apa strategi yang digunakan oleh Warung Makan Fardhan?
2. Apa saja faktor yang membuat konsumen tertarik untuk datang ke
Warung Makan Fardhan?
3
C. Tujuan Penelitian
Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana
strategi pemasaran kuliner dapat dikembangkan untuk mengatasi persaingan
industri yang ketat. Dengan mengamati studi kasus, survei pasar, dan
mungkin juga eksperimen langsung dengan strategi pemasaran tertentu,
tujuan utamanya adalah untuk menyusun panduan praktis bagi para
pemangku kepentingan industri kuliner untuk meningkatkan kinerja mereka
dalam pemasaran.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a) Bagi Peneliti
Untuk menjadi referensi dan informasi bagi para pelaku UMKM
Industri kuliner di kota Makassar.
Temuan penelitian dapat dijadikan referensi bagi peneliti atau
akademisi lain yang tertarik mengkaji topik serupa.
Untuk membandingkan antara teori yang diperoleh di
perkuliahan dengan praktek langsung pada industri makanan.
b) Bagi Akademik
Untuk menjadi bahan referensi bagi penelitian-penelitian
berikutnya agar kemudian mampu memperbaiki kekurangan-
kekurangan dalam penelitian ini.
Penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar atau
materi perkuliahan terkait pemasaran, manajemen strategi atau
kewirausahaan.
4
2. Manfaat Praktisi
Secara praktis dapat memperluas wawasan sekaligus
memperoleh ilmu, informasi atau referensi bagi pihak-pihak yang
berkepentingan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai strategi
pemasaran bisnis kuliner di tengah persaingan industry.
5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Dasar Pemasaran Kuliner
Konsep pemasaran bagaikan seni memikat hati konsumen untuk
meraih keuntungan maksimal. Kunci utamanya terletak pada memahami
kebutuhan mereka, menjalin hubungan yang saling menguntungkan, dan
mengungguli para pesaing. Konsep ini berfokus pada penciptaan nilai bagi
konsumen, sehingga mendorong penjualan dan loyalitas mereka.
Menurut Rangkuti (2017:101), “pemasaran adalah suatu proses
kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik,
ekonomi, dan manajerial.
Menurut Laksana (2019:1), “Pemasaran adalah proses pertemuan
antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi produk, barang atau
jasa. Dengan demikian, pengertian pasar tidak lagi hanya merujuk pada
suatu tempat, tetapi lebih pada aktivitas atau kegiatan pertemuan penjual dan
pembeli dalam menawarkan produk kepada konsumen”.
Menurut Indrasari M (2019), Usaha terencana oleh individu atau
organisasi untuk merancang, mengkomunikasikan, dan mengantarkan nilai
bagi pelanggan, klien, mitra, dan publik demi menjalin hubungan yang saling
menguntungkan dan mencapai tujuan bersama.
Intinya, konsep pemasaran adalah tentang memahami dan memenuhi
keinginan pelanggan dengan menawarkan produk, jasa, atau barang yang
mereka butuhkan. Konsep fundamental ini menjadi landasan bagi
perusahaan untuk menyusun strategi pemasaran yang efektif, yang didasari
oleh prinsip-prinsip, filosofi, dan tugas-tugas pemasaran yang kokoh.
1. Tujuan Pemasaran
Volume penjualan yang menguntungkan adalah tujuan utama dari
pemasaran, yang berarti laba dapat diperoleh melalui kepuasan
konsumen. Laba ini dapat digunakan untuk memperkuat kondisi
perekonomian secara keseluruhan, memperluas kemampuan perusahaan
untuk memberikan lebih banyak kepada konsumen, dan memungkinkan
pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Laba adalah tujuan umum
dari setiap perusahaan, dan tujuan pemasaran adalah rencana yang
terencana dan terarah untuk mencapai hasil yang optimal dalam bidang
pemasaran.
2. Persaingan Industri Kuliner
Secara umum, kegagalan bisnis makanan terjadi ketika dua atau
lebih bisnis gagal memuaskan pelanggan atau klien yang sama.
Tujuannya adalah untuk melampaui keunggulan kompetitif mereka dan
mencapai kesuksesan dalam bisnis mereka.
Dalam rangka menurunkan harga makanan yang dijual, para
pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan di Indonesia juga terus
berinovasi dengan mengembangkan produk makanan yang inovatif dan
meningkatkan efisiensi proses produksi.
Namun, pada kenyataannya. Setiap bisnis yang diluncurkan
hampir pasti akan menghadapi persaingan dengan bisnis lain yang akan
menjadi saingan atau kompetitor, oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang sukses untuk memastikan bahwa bisnis tersebut dapat
terus berkembang dan memenangkan hati pelanggan (Ulfah dkk, 2021).
8
3. Strategi Pemasaran
a) Definisi Strategi Pemasaran
Menurut Tjiptono (2006), strategi berasal dari bahasa Yunani
"strategia" yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral.
Strategi dapat diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian
dan penggunaan kekuatan militer pada daerah-daerah tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Pearce dan Robinson (2008), strategi merupakan
rencana berskala besar dengan orientasi masa depan, guna
berinteraksi dengan kondisi persaingan untuk mencapai tujuan.
Menurut Limakrisna dan Purba (2017:4), pemasaran adalah
salah satu kegiatan ekonomi yang membantu dalam menentukan
nilai ekonomi. Hukum ekonomi itu sendiri menentukan harga barang
dan jasa. Faktor-faktor kunci dalam menentukan nilai tersebut
adalah produksi, konsumsi, dan pemasaran. Pemasaran berfungsi
sebagai penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Menurut Sunyoto (2019:19), pemasaran adalah kegiatan
manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan
melalui proses yang sah dan kerja sama pihak-pihak yang terkait
dengan bisnis.
Dapat di simpulkan bahwa strategi pemasaran adalah
rencana atau langkah-langkah yang dirancang untuk mencapai
tujuan pemasaran suatu perusahaan atau organisasi. Strategi ini
mencakup pemilihan sasaran pasar, pengembangan produk,
penetapan harga, distribusi, dan promosi untuk mencapai
9
keunggulan kompetitif dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Secara
lebih luas, strategi pemasaran juga melibatkan penelitian pasar,
analisis pesaing, dan pengembangan rencana taktis untuk mencapai
tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan dalam
memasarkan produk atau layanan mereka.
b) Pengertian Strategi Pemasaran
Pengertian strategi pemasaran adalah keseluruhan program
perusahaan dalam menentukan target pasar dan memuaskan
konsumen dengan membangun kombinasi elemen dari marketing
mix; produk, distribusi, promosi, dan harga (Kurtz, 2008).
Strategi pemasaran merupakan rencana komprehensif yang
dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran suatu organisasi
(Ferrell & Hartline, 2014).
Menurut Kotler (2003), strategi pemasaran adalah logika
pemasaran dan berdasarkan itu unit bisnis diharapkan untuk
mencapai sasaran-sasaran yang dituju. Strategi pemasaran melalui
Instagram menggunakan kemajuan teknologi digital sebagai media
untuk pemasaran.
c) Pengaruh Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran merupakan serangkaian tindakan
terencana yang diambil oleh perusahaan untuk mencapai tujuan
bisnisnya. Tindakan-tindakan ini didasarkan pada pemikiran dan
pertimbangan matang, baik secara individu maupun kolektif. Strategi
pemasaran yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap
peningkatan volume penjualan perusahaan. Ketika strategi
10
pemasaran dijalankan dengan baik, peluang untuk meningkatkan
penjualan pun semakin besar.
Menurut Hanny Mariani (2018), Meneliti pengaruh strategi
pemasaran terhadap keberhasilan usaha. Studi ini menyoroti bahwa
strategi pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan usaha,
dengan koefisien korelasi sebesar 0,619.
4. Aspek Pemasaran
Aspek strategi dalam strategi pemasaran meliputi segmentasi
pasar, target pasar yang tepat, dan penentuan posisi. Aspek tersebut
harus dijalankan dengan baik dalam rangka memenangkan perang
pemikiran dan bagaimana untuk menang dibenak konsumen.
Menurut Atmoko (2018), strategi adalah keseluruhan konsep
bagaimana sebuah perusahaan mengatur dirinya sendiri dan semua
kegiatan dengan tujuan agar bisnis yang dijalankan berhasil, melakukan
persaingan, dan melakukan imbal hasil kepada pemegang saham.
Ries dan Trout, dalam karya mereka (1991) "Positioning The
Battle for Your Mind", Mengemukakan ini sebagai kunci utama untuk
meraih kemenangan dalam pertarungan pasar. Mereka menegaskan
bahwa perusahaan harus memposisikan produknya secara unik dan
mudah diingat di benak konsumen.
Aspek strategi pemasaran meliputi segmentasi pasar, posisi
pasar, target, strategi bauran pemasaran dan waktu.
a) Segmentasi pasar, adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-
kelompok yang lebih kecil berdasarkan karakteristik yang relevan,
seperti usia, pendapatan, jenis kelamin, dan kebiasaan konsumsi.
11
Segmentasi pasar dilakukan untuk memahami kebutuhan dan
perilaku konsumen dalam setiap segment, sehingga perusahaan
dapat menargetkan produk atau layanan yang sesuai dengan setiap
segment tersebut.
b) Market positioning, adalah proses memposisikan produk atau merek
dalam pikiran konsumen dengan cara yang unik dan berbeda dari
pesaing. Proses ini dilakukan dengan menentukan posisi yang tepat
dalam pasar, yang memungkinkan perusahaan untuk menarik
konsumen yang spesifik dan membedakan diri dari pesaing.
c) Targeting adalah proses menentukan segmen pasar yang akan
ditargetkan oleh perusahaan atau organisasi. Segmen pasar ini
adalah kelompok konsumen yang memiliki karakteristik umum, seperti
usia, pendapatan, jenis kelamin, dan kebiasaan konsumsi, yang ingin
dilayani oleh perusahaan. Targeting membantu perusahaan dalam
menentukan siapa konsumen yang akan mereka layani dan
bagaimana mereka akan melakukan pemasaran untuk menarik
perhatian konsumen tersebut.
d) Strategi marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel yang
dapat digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan
konsumen. Variabel-variabel ini meliputi empat elemen utama yang
berhubungan dengan produk, tempat, promosi, dan harga (4P), yang
dapat mempengaruhi pembeli dalam berbagai cara.
e) Timing strategi adalah proses menentukan waktu yang tepat untuk
memasarkan produk atau layanan kepada konsumen. Timing strategi
melibatkan pengambilan keputusan tentang kapan produk atau
12
layanan harus dipasarkan, berapa lama produk atau layanan harus
dipasarkan, dan bagaimana produk atau layanan harus dipasarkan.
5. Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Konsep marketing mix pertama kali diperkenalkan oleh Jerome
McCarthy pada tahun 1960 dalam bukunya yang berjudul "Basic
Marketing". McCarthy mendefinisikan marketing mix sebagai "kombinasi
dari alat-alat taktis yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran yang dipilih.
Bauran pemasaran (marketing mix) adalah strategi mencampur
kegiatan-kegiatan marketing agar dicari kombinasi maximal, sehingga
dapat mendatangkan hasil yang memuaskan. Bauran pemasaran meliputi
produk, penentuan harga, promosi, dan lokasi.
Menurut Sunyoto, (2013) Bauran pemasaran merupakan
kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaan, variabel yang dapat dikendalikan perusahaan untuk
mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
Menurut Kotler dan Armstrong (1997), marketing mix adalah suatu
perangkat pemasaran yang taktis dan dapat dikendalikan oleh
perusahaan. Unsur-unsurnya meliputi 7P, yaitu produk, harga, tempat
distribusi, promosi, personal, proses dan tampilan fisik yang kemudian
digabungkan oleh perusahaan untuk mencapai target pasar yang
diinginkan.
a) Product (Produk)
Produk adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perusahaan atau
individu untuk dijual atau ditawarkan kepada konsumen. Produk dapat
13
berupa barang, jasa, atau ide yang memiliki nilai dan dapat digunakan
atau dikonsumsi oleh konsumen.
Menurut Kotler & Armstrong, (2001: 346) produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan
perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan
keinginan atau kebutuhan.
b) Price (Harga)
Harga sebuah produk adalah factor yang sangat penting dalam
menentukan permintaan pasar. Konsumen mempertimbangkan harga
dengan sangat hati-hati saat membeli produk. Jika mereka merasa
bahwa harga dan kualitas yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan
mereka, mereka akan cenderung untuk melakukan pembelian ulan g
untuk produk yang sama.
Dalam penelitian tentang produk makanan, harga dapat
ditentukan berdasarkan biaya produksi, keunggulan produk, dan
persaingan. Misalnya, perusahaan dapat menetapkan harga yang
lebih rendah daripada pesaing untuk menarik perhatian konsumen.
c) Promotion (Promosi)
Promosi dalam strategi pemasaran bisnis kuliner memiliki
peran yang sangat penting dalam meningkatkan visibilitas dan daya
tarik bagi pelanggan potensial. Dengan menerapkan strategi promosi
yang efektif, bisnis kuliner dapat meningkatkan penjualan,
memperkuat keberlanjutan usaha, dan membangun hubungan yang
kuat dengan pelanggan.
14
Kotler dan Keller, (2009) menyatakan bahwa promosi adalah
berbagai cara untuk menginformasikan, membujuk, dan
mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung
tentang suatu produk yang dijual.
Menurut Tjiptono, (2008) promosi penjualan adalah tawaran
khusus atau hadiah yang diberikan dalam waktu terbatas untuk
mendorong konsumen, toko, atau distributor agar segera membeli
produk.
Promosi, seperti yang dijelaskan dalam kedua pendapat,
adalah serangkaian aktivitas untuk menyampaikan pesan tentang
produk kepada konsumen. Namun, keberhasilan promosi dalam
mendorong penjualan tidak hanya bergantung pada seberapa efektif
pesan tersebut disampaikan, melainkan juga pada bagaimana pesan
tersebut berinteraksi dengan faktor-faktor pemasaran lainnya seperti
harga, produk, dan distribusi.
d) Place (Lokasi)
Menurut Heizer & Render (2015), lokasi adalah faktor yang
sangat penting dalam menentukan biaya dan pendapatan
perusahaan. Oleh karena itu, lokasi seringkali memiliki kekuatan
untuk mempengaruhi strategi bisnis perusahaan. Lokasi yang
strategis bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dari lokasi baru
perusahaan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan
mengurangi biaya.
Menurut Kotler (2008), salah satu kunci keberhasilan adalah
pemilihan lokasi, yang dimulai dengan menentukan komunitas yang
15
tepat. Keputusan ini sangat dipengaruhi oleh potensi pertumbuhan
ekonomi dan stabilitas, tingkat persaingan, kondisi politik, dan faktor-
faktor lainnya.
Dalam penelitian tentang produk makanan, lokasi strategis
dapat dilakukan dengan memilih lokasi yang dekat dengan sumber
bahan baku berkualitas dan memiliki akses yang baik ke pasar.
Misalnya, perusahaan makanan dapat memilih lokasi yang dekat
dengan peternakan atau perkebunan untuk mendapatkan bahan baku
yang berkualitas dan segar.
e) People (Orang)
People atau partisipan atau orang adalah karyawan penyedia produk
atau jasa layanan maupun penjualan, atau orang-orang yang terlibat
langsung maupun tidak langsung dalam prosesnya (Kotler & Keller,
2016). People merupakan unsur pemasaran internal yang berupaya
untuk menarik pelanggan. People atau partisipan dapat dinilai dari
service people (orang-orang yang terlibat langsung dalam melayani
konsumen) dan kustomer itu sendiri (Ratih dalam Christine &
Budiawan, 2017).
f) Process (Proses)
Process atau proses merupakan kegiatan yang menunjukkan
pelayanan yang diberikan kepada konsumen selama melakukan
pemilihan hingga memutuskan pembelian barang. Supriyanto dan
Ernawaty (2010) mengungkapkan proses sebagai hubungan interaktif
antara pemberi pelayanan dan konsumen.
16
Proses (process) adalah salah satu elemen inti yang ada di 9
core elemens of marketing, namun melihat korelasi yang penting
maka elemen ini di tarik masuk menjadi salah satu bagian dalam
marketing mix. Beberapa indikator proses yang diperlukan adalah
prosedur, kebijakan, mekanisasi, arah aktifitas, dan sebagainya.
g) Phisical Edvidence (Tampilan Fisik)
Physical evidence atau lingkungan fisik merupakan keadaan atau
kondisi yang di dalamnya dapat menggambarkan situasi geografis
dan lingkungan institusi, dekorasi, ruangan, suara, aroma, cahaya,
cuaca, pelatakan dan layout (Assael, dalam Sukotjo & Radix, 2010).
Bukti fisik (Physical evidence) merupakan lingkungan, warna, tata
letak, dan fasilitas tambahan. Ini terkait dengan tampilan sebuah
produk/jasa yang ditawarkan. Terkait dengan packaging. Yang
disajikan untuk menarik minat konsumen. Proses ini adalah salah satu
elemen inti yang ada di 9 core elemens of marketing, namun melihat
korelasi yang penting maka elemen ini di tarik masuk menjadi salah
satu bagian dalam marketing mix. Beberapa indikator proses yang
diperlukan adalah prosedur, kebijakan, mekanisasi, arah aktifitas, dan
sebagainya (Kotler dan Armstrong, 2012).
B. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah model konseptual yang digunakan dalam
penelitian yang mencakup penggabungan antara teori, observasi, fakta, serta
kajian pustaka yang akan dijadikan landasan dalam melakukan karya tulis
ilmiah. Kerangka konseptual digunakan untuk menjelaskan alur pemikiran
penulis yang terhubung antara konsep yang satu dengan konsep lainnya,
17
dengan tujuan memberikan gambaran atau ilustrasi terkait variabel-variabel
yang akan dibahas kemudian.
Sugiyono, (2013) menjelaskan bahwa kerangka pemikiran adalah
semacam kerangka atau struktur yang dibangun oleh peneliti sebagai
pedoman dalam melakukan penelitian. Kerangka ini berisi alur berpikir yang
sistematis dan logis, mulai dari perumusan masalah hingga pengambilan
kesimpulan.
BAGAN KERANGKA PIKIR
STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER
WARUNG MAKAN FARDHAN “PRASMANAN
MBAK JUTEK”
STRATEGI PEMASARAN FAKTOR KETERTARIKAN
BISNIS KULINER WARUNG KONSUMEN TERHADAP
MAKAN FARDHAN WARUNG MAKAN FARDHAN
MARKETING MIX
(Product Price, Promotion, Place, People,
Process, Physical evidence)
STRATEGI PEMASARAN BISNIS KULINER DI
TENGAH PERSAINGAN INDUSTRI MAKANAN
Bagan 2. 1 Kerangka Pikir
18
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Berdasarkan judul penelitian yang diangkat yaitu “Strategi
Pemasaran Bisnis Kuliner di Tengah Persaingan Industri Makanan”
maka penelitian dilakukan pada Warung Makan Fardhan Prasmanan
Mbak Jutek. Jl,Talasalapang Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam waktu kurang lebih
hampir 1 (satu) bulan, dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus
2024.
B. Jenis dan Desain Penelitian
Adapun jenis dan desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
1. Jenis Penelitian
Dalam penulisan Tugas Akhir ini bersifat kualitatif dalam artian
penelitian ini berfokus pada fenomena yang ada dan menganalisisnya
secara mendalam. Penelitian jenis ini termasuk dalam kategori penelitian
lapangan, juga dikenal sebagai field research, yang berarti bahwa jenis
penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan.
Menurut Moleong (2017:6), penelitian kualitatif bertujuan untuk
memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Seperti
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, dengan pendekatan
holistik dan deskripsi kata-kata dalam konteks alamiah yang khusus,
menggunakan berbagai metode alami.
Peneliti memilih Warung Makan Fardhan untuk di teliti karena di
area tersebut di kelilingi dengan banyak pesaing dengan persaingan
yang sangat kuat, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian di Warung Makan Fardhan. Informan pada penelitian ini yaitu
Pemilik dan juru masak atau karyawan yang sudah lama bekerja di
Warung Makan Fardhan.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
deskriptif, yang melibatkan kata-kata yang ditulis dan diucapkan oleh
pelaku yang diamati. Dalam penelitian ini, metode deskriptif adalah
metode penelitian yang menggambarkan atau menampilkan keadaan
objek secara langsung, sesuai dengan situasi dan kondisi saat penelitian
dilakukan. Penelitian ini mendeskripsikan keadaan yang ingin di teliti
secara mendalam tentang Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Makanan di
Tengah Persaingan Industri.
Menyelaraskan metode penelitian kualitatif yang dipilih, peneliti
melakukan serangkaian wawancara mendalam secara langsung dengan
menggunakan pertanyaan spontan dalam wawancara tersebut. Setelah
data terkumpul, transkrip wawancara dan hasil observasi dianalisis
melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan verifikasi.
a. Reduksi data adalah proses mengubah data rekaman ke dalam
pola, fokus, kategori, atau berbagai pokok permasalahan tertentu
21
setelah data terkumpul. Data yang terkumpul dan sudah terekam
dalam berbagai catatan saat berada di lapangan tersebut kemudian
dirangkum dan diseleksi. Reduksi data juga bertujuan untuk
menyederhanakan data yang kasar menjadi lebih sederhana dan
spesifik. Ini dilakukan dengan mengklasifikasikan, mengarahkan,
menghilangkan informasi yang kurang relevan, dan menyusun data
agar dapat ditarik kesimpulan akhir yang valid.
b. Penyajian data adalah proses mengorganisir dan menampilkan data
dalam bentuk yang dapat dimengerti dan mudah diinterpretasi.
Penyajian data bertujuan untuk memberikan gambaran yang
sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil
penelitian atau observasi.
c. Penarikan kesimpulan adalah tahap akhir dalam proses analisis data
kualitatif, di mana peneliti mencari dan menyusun secara sistematis
data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan data, seperti
wawancara, observasi, dan dokumentasi.
C. Prosedur dan Sumber Pengumpulan Data
1. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini proses pengambilan data diperoleh setelah
sebelumnya mendapatkan izin dari Warung Makan Fardhan Prasmanan
Mbak Jutek untuk mengadakan penelitian. Sebagai langkah awal
penelitian, peneliti akan menyeleksi informan kunci, setelah
mendapatkan informan yang dikehendaki maka langkah selanjutnya
adalah meminta persetujuan dari informan kunci.
22
2. Sumber Pengumpulan Data
a. Data Primer
Data primer merujuk pada informasi yang diperoleh secara
langsung oleh peneliti dari sumbernya untuk keperluan penelitian
tertentu. Proses pengumpulan data primer melibatkan interaksi
langsung antara peneliti dan responden, sehingga data ini umumnya
dianggap lebih tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti
mengumpulkan data dari hasil wawancara Bersama :
1) Pemilik Warung Makan Fardhan.
2) Karyawan Warung Makan Fardhan.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah informasi yang telah dikumpulkan
sebelumnya oleh pihak lain dan dapat diakses oleh peneliti. Data ini
biasanya berasal dari sumber-sumber seperti laporan penelitian,
publikasi pemerintah, artikel ilmiah, atau data statistik. Salah satu
keuntungan dari data sekunder adalah kemudahan dalam
mengaksesnya serta penghematan waktu dan biaya dalam proses
pengumpulan data. Data sekunder diperoleh dari pengolahan yang
dilakukan oleh pihak ketiga atau dari publikasi yang dihasilkan oleh
orang lain. Ini mencakup:
1. Literatur
2. Jurnal
3. Artikel
4. Buku
23
D. Teknik Analisis Data
Teknik penelitian analisis kompetitif adalah metode yang digunakan
untuk mengidentifikasi dan memahami makna sosial dari fenomena yang
diteliti. Ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi, serta menganalisis data tersebut untuk menemukan pola dan
makna yang terkait dengan fenomena sosial.
Teknik ini adalah Mengumpulkan semua sesuatu untuk mengisi
kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang
sudah ada, mengembangkan, dan memperluas pengetahuan yang sudah
ada, serta menguji kebenaran dari apa yang sudah ada tetapi kebenarannya
masih diragukan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah metode atau cara yang digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang relevan dengan masalah
penelitian yang sedang diteliti. Berikut adalah beberapa teknik pengumpulan
data yang umum digunakan:
1. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan adalah kegiatan penelitian yang dilakukan
dengan menggunakan berbagai macam material yang ada di
perpustakaan, seperti buku, jurnal, dan dokumen lainnya. Tujuannya
adalah untuk mengumpulkan informasi dan data yang relevan dengan
topik atau masalah yang menjadi objek penelitian.
2. Studi Lapangan
a. Wawancara
24
Teknik pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan
wawancara langsung dengan pemilik Warung Makan Fardhan
Prasmanan Mbak Jutek.
b. Observasi
Teknik pengumpulan data ini yaitu dengan melakukan
observasi secara langsung terhadap objek penelitian yang dilakukan
di Warung Makan Fardhan, guna mendapatkan gambaran yang
jelas mengenai Strategi pemasaran bisnis kuliner di tengah
persaingan industri makanan.
c. Dokumentasi
Teknik pengumpulan data ini yaitu lebih kepada
mengumpulkan dokumentasi pendukung data-data penelitian.
Dokumentasi dilakukan oleh peneliti saat melakukan penelitian
terkait Strategi Pemasaran Bisnis Kuliner Makanan di Tengah
Persaingan Industri.
25
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Bentuk Persaingan pada Industri Kuliner
Berdasarkan hasil penelitian tentang Strategi Pemasaran Bisnis
Kuliner Makanan di Tengah Persaingan Industri, pada penelitian ini bentuk
persaingan dilihat dari sikap pedagang lain yang lebih terkenal dan
persaingan yang dirasakan oleh Warung Makan Fardhan.
Banyaknya jumlah industri makanan yang berada di Kota makassar
khususnya di Jl. Talasalapang, Warung Makan Fardhan menjadi salah satu
pesaing yang ikut merasakan persaingan terhadap industri makanan lainnya.
Warung Makan Fardhan adalah Warung Makan sederhana yang sudah
berdiri sekitar 3 tahun lebih, dengan jam operasional setiap hari Warung
Makan Fardhan buka dari pukul 09.00-20.00. Warung Makan ini telah
menjadi favorit banyak kalangan mahasiswa, ojek online dan pelanggan
lainnya yang memiliki selera makan makanan rumahan, harga yang
terjangkau dan mengenyangkan.
Beberapa hal yang diprioritaskan adalah persaingan yang dialami
oleh para pekerja industri makanan, khususnya para pekerja yang terkenal di
wilayah Talasalapang. Persaingan yang dialami oleh para pelaku industri
makanan tersebut merupakan salah satu tindakan ekonomi, dan persaingan
di antara industri makanan adalah contoh dari persaingan dalam bidang
ekonomi.
Menurut Simmel, (1989) persaingan modern dapat diartikan sebagai
tindakan atau perjuangan yang dilakukan oleh semua pihak terhadap semua
yang menyebabkan munculnya konflik sosial di dalam suatu kesatuan, di
mana unsur-unsur sosial tersebut seharusnya bersaing untuk mencapai
tujuan yang positif dan dapat dirasakan oleh kesatuan tersebut.
Dalam proses wawancara tersebut Penulis bertanya bagaimana
strategi pemasaran mereka dalam menjalankan usahanya agar dapat tetap
bertahan dalam persaingan antar Warung Makan lainnya, dan apa yang
membuat ketertarikan pelanggan untuk terus mengunjungi Warung Makan
Fardhan setiap harinya. Karena dari sana kita dapat mengetahui strategi
pemasaran alternatif yang digunakan untuk mengatasi persaingan tersebut.
Hasil wawancara bersama partisipan pada tanggal 15 Juli 2024 dapat dilihat
pada table berikut:
Tabel 4. 1 Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan
Pertanyaan Jawaban
Apa yang membedakan Warung Yang membedakan Warung Makan ini
Makan Fardhan ini dengan Industri dengan yang berada di sekitar sini,
makanan yang berada di sekitarnya? karena kami Prasmanan dengan
berbagai varian lauk makanan.
Apa strategi yang dilakukan Warung Setelah melihat kondisi atau target
Makan Fardhan untuk menghadapi pasar kami menerapkan strategi
persaingan dengan industri lain? produk dan tentunya tetap
meningkatkan kualitas makanan,
strategi harga, strategi lokasi dan
strategi promosi.
Apa saja produk makanan yang Kami memiliki produk yang lumayan
disediakan oleh Warung Makan banyak seperti: Nasi lalapan, nasi
Fardhan? goreng, nasi campur, indomie telur,
28
sayur masak dan kami juga
menyediakan lauk-pauk.
Bagaimana dengan harga makanan Harga yang kami tetapkan itu sangat
yang sudah ditetapkan Warung Makan terjangkau mulai dari Harga Rp.
Fardhan? 10.000,- untuk makanan, dan untuk
lauk-pauk Rp. 5.000,- perporsinya.
Bagaimana dengan strategi promosi Untuk Strategi Promosi Warung Makan
yang dilakukan Warung Makan kami menggunakan cara promosi
Fardhan? publisitas dari pelanggan atau dengan
kata lain promosi dari mulut ke mulut.
Apakah lokasi Warung Makan Fardhan Ya, karena Warung Makan kami
mudah di akses oleh pelanggan? berada di pinggir jalan dan banyak
orang yang melewati jalan ini terutama
mahasiswa.
Tabel 4. 2 Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan
Pertanyaan Jawaban
Bagaimana dengan produk makanan Selain produk makanan yang
yang dijual di Warung Makan bervariasi kami juga tetap
Fardhan? meningkatkan kualitas makanan agar
pelanggan tetap menyukai tempat
kami.
Apa saja yang menjadi daya Tarik di Ya selain kualitas makanan yang tetap
Warung Makan Fardhan? terjaga, kami juga memberikan harga,
tempat dan pelayanan yang nyaman
29
untuk pelanggan.
Strategi pemasaran apa yang Disini kami selalu menyesuaikan
dilakukan Warung Makan Fardhan? dengan target pasar.
Observasi atau pengamatan langsung dalam penelitian metode
pengumpulan data di mana Peneliti melakukan pengamatan secara
langsung. Dalam penelitian ini Peneliti menggunakan teknik observasi secara
terus terang kepada sumber data, bahwa sedang melakukan penelitian dari
segi konsumen. Observasi yang dilalukan dengan langsung terjun
kelapangan untuk mengetahui situasi yang terjadi di Warung Makan Fardhan.
B. Strategi Bersaing
Diketahui industri makanan adalah salah satu bentuk usaha yang
banyak ditemui di mana-mana termasuk di wilayah Makassar, Sulawesi
Selatan. Dalam menjalankan usahanya, para pedagang makanan menemui
berbagai kendala dan persaingan antar sesama pedagang. Sehingga
pedagang harus melakukan riset pasar yang mendalam untuk memahami
preferensi dan kebutuhan konsumen, serta tren yang sedang berkembang.
Dengan pengetahuan pasar yang baik, Anda dapat mengenali peluang yang
tersedia dan menyesuaikan strategi bisnis.
Pengembangan strategi pemasaran untuk pemilik usaha kecil harus
didasarkan pada analisis terhadap kendala dan pertumbuhan bisnis, serta
tantangan dan peluang yang dihadapi oleh bisnis industri. Di sisi lain, strategi
yang telah ditetapkan dan diimplementasikan perlu ditinjau kembali untuk
menentukan apakah masih relevan dengan situasi saat ini atau tidak. Hasil
analisis ini dapat digunakan sebagai titik tolak ukur untuk menentukan
30
apakah strategi yang sedang berjalan perlu dimodifikasi, disesuaikan, atau
sebaliknya, dapat digunakan sebagai panduan untuk menentukan strategi
yang akan diimplementasikan di kemudian hari.
Tingkat pemasaran dan tingginya operasi bisnis memerlukan
perencanaan strategis. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk
mengembangkan strategi bisnis yang tepat agar bisnis dapat berkembang.
Strategi yang mereka gunakan untuk meningkatkan bisnis mereka adalah
dengan meningkatkan kualitas makanan dan juga cita rasanya, sehingga
pelanggan dapat terus menikmati makanan dengan kualitas yang sama
dengan industri makanan lainnya. Hal ini merupakan komponen penting
dalam bisnis apapun untuk mendapatkan umpan balik positif dari pelanggan.
C. Pembahasan
Kuliner adalah elemen budaya suatu bangsa yang mudah dikenali
sebagai identitas suatu masyarakat. Kuliner termasuk dalam kebutuhan
makan sehari-hari, namun seiring perkembangan zaman, kuliner semakin
beragam dengan banyaknya makanan yang ditawarkan.
Warung Makan Fardhan adalah salah satu Warung Makan sederhana
yang menyediakan berbagai varian makanan berat hingga lauk-pauk.
Mengingat banyaknya industri kuliner dalam bidang makanan, Warung
Makan Fardhan menawarkan produknya dengan harga yang sangat
terjangkau atau bisa dikatakan harga yang sangat ramah dikantong. Warung
Makan ini juga menggunakan konsep menjual makanan rumahan, sehingga
membuat konsumen terutama dikalangan mahasiswa yang ingin menikmati
masakan ala di rumah sendiri tertarik untuk datang ke Warung Makan ini.
31
Dalam strategi pemasaran, terdapat konsep marketing mix atau
bauran pemasaran yang terdiri dari serangkaian variabel yang dapat dikelola
dan digunakan oleh produsen untuk mempengaruhi pasar yang menjadi
target. Ada tujuh elemen atau variabel dalam bauran pemasaran, yaitu
strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, strategi promosi, strategi
personal, strategi proses dan strategi tampilan fisik. Marketing mix yang
mencakup ketujuh strategi ini dirancang untuk menjelaskan bagaimana
produsen merumuskan dan menerapkan strategi pemasaran berdasarkan
pengalaman Warung Makan Fardhan, yang menjadi subjek penelitian dengan
pendekatan kualitatif.
1. Product (Produk)
Produk yang ditawarkan Warung Makan Fardhan juga memiliki
banyak pilhan dengan menggunakan konsep prasmanan, sehingga
pelanggan yang datang untuk membeli makanan bisa bebas untuk
memilih sesuai dengan selerah masing-masing. Dengan ciri khas dan
bumbu tersendiri yang tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang,
ada beberapa varian menu yang disajikan Warung Makan Fardhan
yaitu : Nasi campur dengan lauk ikan, ayam, telur, mie, tahu, tempe,
bakwan. Nasi ayam lalapan, Nasi goreng, Sayur masak, dan Indomie
telur.
2. Price (Harga)
Harga yang ditawarkan oleh Warung Makan Fardhan untuk
makanan perporsinya yaitu start-in Rp. 10.000, dan untuk harga lauk-
pauk start-in Rp. 5000. Dengan harga yang sangat terjangkau sehingga
membuat banyak pelanggan yang tertarik untuk makan maupun membeli
32
lauk di Warung Makan Fardhan, terutama bagi pekerja ojek online, anak
muda dan mahasiswa yang ingin makan kenyang tetapi tidak menguras
kantong, Warung Makan Fardhan ini menjadi salah satu pilihan tempat
untuk di kunjungi.
3. Promotion (Promosi)
Promosi yang dilakukan Warung Makan Fardhan juga masih
menggunakan promosi Word-of-Mouth Marketing atau bisa dikatakan
promosi yang dilakukan secara informal. Meskipun masih menggunakan
cara promosi seperti ini, Warung Makan Fardhan tetap ramai setiap
harinya. Pelanggan yang puas tidak hanya akan membeli kembali, tetapi
juga akan menjadi pemasar alami yang berbicara positif tentang bisnis
yang mereka sukai.
4. Place (Lokasi)
Lokasi penempatan yang sangat strategis, tepatnya di bagian
pertengahan Jl. Talasalapang sehingga mempermudah bagi para
pelanggan untuk menemukan dan berkunjung ke Warung Makan
Fardhan. Walaupun mempunyai tempat yang bisa dikatakan sederhana,
tapi dengan adanya pelayanan yang sangat ramah dan cepat dalam
melayani pelanggan menjadi salah satu alasan bagi mereka untuk
datang kembali ke Warung Makan Fardhan sehingga tempat ini tetap
ramai setiap hari, baik itu pelanggan yang datang untuk makan di tempat
maupun pelangan yang membeli dan membungkusnya untuk makan di
rumah. Tak hanya itu Warung Makan Fardhan juga menyediakan
pemesanan dalam jumlah besar bagi pelanggan yang ingin mengadakan
acara atau kegiatan lainnya.
33
5. People (Orang)
People dalam bauran pemasaran Warung Makan Fardhan sangat
penting untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi pelanggan.
Karyawan dilatih untuk bersikap ramah dan menyenangkan, sehingga
setiap interaksi dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu,
dalam hal kecepatan layanan diperhatikan agar pelanggan tidak
menunggu terlalu lama. Warung Makan Fardhan juga memperhatikan
penampilan karyawan agar dapat menambah daya tarik suasana
warung. Dengan fokus pada aspek ini, Warung Makan Fardhan dapat
meningkatkan citra dan loyalitas pelanggan.
6. Process (Proses)
Bagian Process dalam bauran pemasaran Warung Makan
Fardhan mencakup semua tahapan yang dilalui pelanggan mulai dari
pemesanan hingga penyajian makanan. Dalam Warung Makan Fardhan
proses pemesanannya mudah dan cepat karena hal itu sangat penting
untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Warung Makan Fardhan
dapat menyediakan berbagai opsi pemesanan, seperti melalui aplikasi,
telepon, atau langsung di tempat. Setelah pemesanan, bagian dapur
akan memastikan bahwa makanan disiapkan dan disajikan dengan cepat
dan tepat. Proses pembayaran juga harus sederhana, dengan opsi
pembayaran digital yang memudahkan pelanggan. Selain itu, perhatian
terhadap kebersihan dan keamanan makanan selama proses penyajian
sangat krusial untuk membangun kepercayaan pelanggan.
7. Phisical Edvidence (Tampilan Fisik)
34
Mencakup semua elemen fisik yang mempengaruhi persepsi
pelanggan tentang kualitas dan pengalaman mereka. Desain interior
Warung Makan Fardhan yang menarik dengan tema yang konsisten
dapat menciptakan suasana yang nyaman dan mengundang. Kebersihan
tempat makan, termasuk meja, kursi, dan area dapur, sangat penting
untuk memberikan kesan positif. Menu yang dirancang dengan baik dan
informatif juga berkontribusi pada pengalaman pelanggan, membantu
mereka memahami pilihan yang tersedia. Selain itu, penggunaan
kemasan makanan yang menarik dan ramah lingkungan untuk pesanan
bawa pulang dapat meningkatkan citra warung.
Berdasarkan temuan data yang telah didapatkan oleh peneliti,
dapat diketahui bahwa terdapat persaingan yang sangat ketat di dalam
industri makanan saat ini. Di mana salah satu Warung Makan sederhana
bersaing dengan industri makanan di sekelilingnya yang memiliki merek
besar. Tetapi hal itu tidak membuat Warung Makan Fardhan untuk
berhenti bersaing, mereka percaya bahwa Warung Makan Fardhan ini
sudah memiliki ciri khas terhadap makanan yang membuat pelanggan
mereka terus berdatangan hingga pelanggan tetap.
Dalam hal ini, Warung Makan Fardhan harus lebih memperkuat
strategi yang sudah diterapkannya untuk mengembangkan bisnis mereka
agar tetap mendapatkan peningkatan secara terus menerus.
Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui bahwa komponen bauran
pemasaran yang paling berpengaruh dalam proses pemasaran suatu
produk, khususnya produk dari Warung Makan Fardhan adalah promosi.
Promosi yang baik akan mendatangkan jumlah konsumen yang banyak.
35
Jika makanannya sudah enak, harganya terjangkau, tempatnya juga
nyaman namun tidak dipromosikan dengan baik, maka belum tentu ada
konsumen yang akan datang.
Strategi bauran pemasaran yang diterapkan Warung Makan
Fardhan telah memberikan hasil yang positif. Melalui penerapan strategi
bauran pemasaran yang efektif, Warung Makan Fardhan berhasil
meningkatkan jumlah pengunjungnya. Dengan fokus pada produk,
harga, promosi, dan tempat, personal, proses dan tampilan fisik, warung
makan ini mampu bersaing secara sehat dan memberikan pengalaman
makan yang memuaskan bagi pelanggan.
36
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Dalam industri kuliner yang semakin kompetitif, kesuksesan bisnis
adalah sesuatu yang tidak dapat diremehkan. Faktor-faktor seperti inovasi
menu, kualitas makanan, branding, penjualan serta pemasaran yang efektif
sangat penting dalam meningkatkan bisnis kuliner makanan.
Penerapan strategi pemasaran yang memperhatikan kebutuhan dan
kepuasan pelanggan serta memahami dinamika persaingan, sangat
signifikan dalam menentukan kesuksesan bisnis. Pengelolaan informasi dan
pengetahuan yang baik sangat penting untuk merumuskan dan
melaksanakan kebijakan strategis yang tepat dalam menghadapi persaingan
yang semakin ketat di industri kuliner.
B. Saran
Setelah menyimpulkan hasil penelitian ini, peneliti akan memberikan
saran terkait dengan topik penelitian ini, yaitu persaingan pada industri
kuliner
1. Bagi akademisi, Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk
penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan mengembangkan usaha
dengan memberikan inovasi yang dapat memajukan usaha dan
meminimalisir persaingan dengan pengusaha lain. Penelitian ini juga
dapat menghindari penggunaan cara-cara persaingan dan strategi
bersaing pada industri kuliner dan industri lain, serta dapat memperkaya
studi-studi yang berkaitan dengan sosiologi.
2. Bagi pelaku usaha, Peneliti berharap agar para pengusaha lebih tidak
rasional hanya untuk kepentingan duniawi.
3. Bagi pemerintah, Penelitian ini juga diharapkan dapat membantu
pemerintah dalam mengawasi persaingan yang terjadi antar pelaku
usaha yang terdapat pada sebuah industri serta dapat memberikan
sarana yang memadai untuk para pelaku usaha untuk mengembangkan
usahanya.
C. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, terdapat keterbatasan yang dialami peneliti
dalam melakukan penelitian sehingga mempengaruhi hasil penelitian.
Berkenaan dengan keterbatasan peneliti antara lain:
1. Mengatur waktu pertemuan antara peneliti dengan partisipan penelitian
yakni partisipan kunci.
2. Pada saat melakukan wawancara dengan pemilik dan karyawan cukup
menyulitkan karena sedang ada pembeli yang datang.
39
DAFTAR PUSTAKA
Anggraeni, F., Wahyuningsih, O. D., Anisa, S., Azizi, A., & Darmawan, S. I.
(2024). Analisis Strategi Pemasaran Pada Produk Naturalzy. Id Dengan
Metode SWOT. Inovasi Makro Ekonomi (IME), 6(3).
Assael, H. (2010). Perilaku Konsumen: Pendekatan Strategis. Cengage
Learning.
Atmoko, S. (2018). Strategi Bisnis dan Persaingan. Jakarta: Penerbit Mitra
Wacana Media.
Ferrell, O. C., & Hartline, M. D. (2014). Strategi Pemasaran. Stamford: Cengage
Learning.
Hermawan, M. R., Nugraha, H. S., & Widiartanto, W. (2017). Pengaruh
Intellectual Capital Terhadap Kinerja Penjualan Padaukm Batik Di Kota
Semarang. Jurnal ilmu administrasi bisnis, 6(3), 512-522.
https://majoo.id/solusi/detail/persaingan-bisnis
kuliner
Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi. Upper Saddle River, NJ:
Pearson.
Kotler, P. (2003). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Kotler, P. (2008). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (1997). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2001). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Prentice Hall.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Prinsip Pemasaran. Upper Saddle River, NJ:
Pearson.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River,
NJ: Prentice Hall.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen Pemasaran. Upper Saddle River,
NJ: Pearson.
Kurtz, D. L. (2008). Pemasaran. New York: Cengage Learning.
Laksana, A. (2019). Pemasaran: Pertemuan Penjual dan Pembeli dalam
Transaksi. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Limakrisna, A., & Purba, R. (2017). Ekonomi Pemasaran: Nilai dan Harga dalam
Kegiatan Ekonomi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Mariani, H. (2018). Pengaruh Strategi Pemasaran terhadap Keberhasilan Usaha.
Jurnal Manajemen Pemasaran, 10(2), 123-135.
McCarthy, E. J. (1960). Pemasaran Dasar: Pendekatan Manajerial. Homewood,
IL: Richard D. Irwin.
Moleong, L. J. (n.d.). Metodologi penelitian kualitatif / Lexy J. Moleong |
Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
https://inlislite.uin-suska.ac.id/opac/detail-opac?id=12221
Negara, D. J. K. (n.d.). Kondisi Industri Pengolahan Makanan dan Minuman
diIndonesia.https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-suluttenggomalut/
baca-artikel/15588/Kondisi-Industri-Pengolahan-Makanan-dan-Minuman-
di-Indonesia.html
Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2008). Strategic Management: Formulation,
Implementation, and Control. New York: McGraw-Hill.
Ries, A., & Trout, J. (1991). Positioning: Pertarungan untuk Pikiran Anda. New
York: McGraw-Hill.
40
Ratih, D. (2017). Strategi Pemasaran dalam Layanan Pelanggan. Jurnal
Manajemen, 15(1), 45-60.
Rizeki, D. N. (2023, July 30). Mengamati Persaingan Bisnis Kuliner di Indonesia
dan Cara Menghadapinya.
Sukotjo, R., & Radix, N. (2010). Pemasaran Jasa: Konsep dan Aplikasi. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.
Supriyanto, A., & Ernawaty, M. (2010). Manajemen Pemasaran: Teori dan
Praktik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sunyoto, A. (2013). Bauran Pemasaran: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Penerbit
Andi.
Sunyoto, A. (2019). Pemasaran: Teori dan Praktik untuk Memenuhi Kebutuhan
Manusia. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Tjiptono, F. (2006). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Ulfah, N., Setiawan, A., & Rahmawati, D. (2021). Strategi Pemasaran dalam
Menghadapi Persaingan Bisnis. Surabaya: Penerbit Media Nusantara.
41
LAMPIRAN
Gambar.1 1 Surat Izin Penelitian
43
Gambar.1 2 Proses Wawancara Bersama Karyawan Warung Makan Fardhan
Gambar.1 3 Proses Wawancara Bersama Pemilik Warung Makan Fardhan
44
Gambar.1 4 Daftar Menu Makanan
Gambar.1 5 Menu Makanan
45
RIWAYAT HIDUP
Thessaloni Virgint Pamula, nama lengkap penulisan Tugas
Akhir ini. Lahir di Sangele pada tanggal 30 Agustus 2001
tepatnya di Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso Sulawesi
Tengah. Penulis merupakan anak ke dua (2) dari
pasangan Alfian Pamula dan Deice Nelwan. Penulis
menempuh Pendidikan pertama di TK Kasih Ibu Sangele
pada tahun 2006. Penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar Negeri 1
Tentena pada tahun 2007 dan selesai di tahun 2012. Dan Penulis melanjutkan
ke jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pamona Utara pada tahun
2013 dan selesai di tahun 2016. Selanjutnya melanjutkan ke jenjang Sekolah
Menengah Kejuruan GKST 2 Tentena pada tahun 2016 dan selesai di 2019.
Pada tahun 2021 Penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Politeknik Lembaga
Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar Program Studi D3
Administrasi Bisnis, konsentrasi Administrasi Bisnis sampai sekarang. Pada saat
penulisan Tugas Akhir ini pun Penulis masih terdaftar sebagai mahasiswa di
Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia
Makassar.
Adapun pengalaman Organisasi yang pernah Penulis ikuti di kampus
Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia Makassar
yaitu Penulis memasuki Lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa Komunikasi
Mahasiswa Informatika Komputer (KOMIK). Penulis pernah menjadi Ketua
Umum UKM KOMIK selama satu (1) periode pada tahun 2023 dan selesai di
tahun 2024.
46