0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Metode Penelitian Tugas 3

Dokumen ini membahas metode penelitian untuk evaluasi kurikulum, pembelajaran jarak jauh, dan hubungan media pembelajaran dengan prestasi siswa. Proposal penelitian berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif untuk memahami fenomena geosfer dalam geografi, dengan tujuan mengidentifikasi kebutuhan, merancang media, dan menguji efektivitasnya. Metodologi penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan instrumen tes, observasi, dan angket untuk mengumpulkan data dan menganalisis hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

wendrawani06
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Metode Penelitian Tugas 3

Dokumen ini membahas metode penelitian untuk evaluasi kurikulum, pembelajaran jarak jauh, dan hubungan media pembelajaran dengan prestasi siswa. Proposal penelitian berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif untuk memahami fenomena geosfer dalam geografi, dengan tujuan mengidentifikasi kebutuhan, merancang media, dan menguji efektivitasnya. Metodologi penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan instrumen tes, observasi, dan angket untuk mengumpulkan data dan menganalisis hasil belajar siswa.

Diunggah oleh

wendrawani06
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Berikut ini adalah contoh jawaban soal nomor 1 sampai 4 dari tugas mata kuliah IDIK4007/Metode

Penelitian:

---

1. Evaluasi Kurikulum Program Keahlian Komputer

a. Metode Penarikan Sampel yang Tepat:


Metode penarikan sampel purposive sampling tepat digunakan karena peneliti akan memilih
informan yang benar-benar memahami program keahlian teknik komputer, seperti guru kejuruan,
kepala jurusan, atau siswa yang aktif dalam program tersebut.

b. Alasan Pemilihan Metode:

1. Relevansi Subjek: Hanya informan yang sesuai dengan kriteria tertentu (misalnya, mengajar atau
mengikuti program keahlian komputer) yang dapat memberikan data akurat.

2. Efisiensi Waktu dan Sumber Daya: Dengan memilih informan secara selektif, data yang
dikumpulkan lebih mendalam dan sesuai tujuan penelitian tanpa harus melibatkan seluruh populasi.

---

2. Kasus Bu Rida - Pembelajaran Jarak Jauh

a. Metode Pengumpulan Data:


Metode campuran (mixed methods) dapat digunakan. Metode ini menggabungkan kualitatif
(wawancara atau observasi) dan kuantitatif (angket atau tes hasil belajar) untuk memperoleh data
yang menyeluruh.

b. Instrumen Penelitian yang Akan Digunakan:

1. Angket: Untuk mengukur persepsi siswa terhadap pembelajaran jarak jauh.

2. Tes Hasil Belajar: Untuk mengetahui pencapaian kompetensi siswa.

3. Panduan Wawancara: Untuk mendalami pengalaman siswa dan guru terhadap proses
pembelajaran jarak jauh.

---

3. Hubungan Media Pembelajaran Android dengan Prestasi

a. Jenis Analisis Data yang Paling Tepat: Gunakan analisis statistik inferensial, khususnya uji regresi
linier atau analisis korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media Appypie
dan variabel prestasi belajar serta gaya belajar siswa.

b. Langkah-langkah Analisis Data:


1. Mengumpulkan data dari angket dan hasil tes.

2. Melakukan pengkodean dan input data ke dalam perangkat lunak statistik (misalnya SPSS).

3. Melakukan uji normalitas data.

4. Melakukan analisis korelasi atau regresi sesuai dengan variabel.

5. Menafsirkan hasil uji statistik untuk menarik kesimpulan hubungan antar variabel.

---

Judul Proposal:

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Memfasilitasi Pemahaman Fenomena Geosfer


pada Mata Pelajaran Geografi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelajaran Geografi memiliki karakteristik yang erat kaitannya dengan lingkungan dan fenomena
alam yang terjadi di sekitar kita. Namun, dalam praktiknya, proses pembelajaran masih banyak
didominasi oleh metode ceramah yang cenderung satu arah dan kurang melibatkan peserta didik
secara aktif.
Fenomena geosfer seperti gunung api, gempa bumi, dan dinamika atmosfer, tidak selalu bisa diamati
secara langsung atau dibawa ke ruang kelas. Oleh karena itu, dibutuhkan media pembelajaran yang
mampu menghadirkan representasi nyata atau tiruan dari fenomena-fenomena tersebut agar peserta
didik dapat memahami konsep dengan lebih baik.
Media pembelajaran interaktif menjadi salah satu solusi yang potensial untuk menjembatani
keterbatasan tersebut. Media ini dapat menyajikan visualisasi yang menarik, interaktif, dan
kontekstual sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana kebutuhan media pembelajaran interaktif dalam pembelajaran geografi?

Bagaimana desain media pembelajaran interaktif yang efektif untuk memahami fenomena geosfer?

Sejauh mana efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan pemahaman siswa
terhadap fenomena geosfer?

1.3 Tujuan Penelitian

Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran geografi yang berkaitan dengan media pembelajaran.


Merancang media pembelajaran interaktif untuk materi fenomena geosfer.

Menguji efektivitas media pembelajaran interaktif terhadap pemahaman siswa.

1.4 Manfaat Penelitian

Memberikan alternatif metode pembelajaran geografi yang lebih kontekstual dan menarik.

Membantu siswa dalam memahami materi fenomena geosfer secara lebih konkret.

Menjadi referensi pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran Geografi.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Teori Belajar Konstruktivisme

Teori konstruktivisme menekankan bahwa peserta didik membangun sendiri pengetahuannya


berdasarkan pengalaman. Dalam konteks ini, penggunaan media interaktif dapat menciptakan
pengalaman belajar yang bermakna dan mendalam.

2.2 Hakikat Pembelajaran Geografi

Geografi sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam dan sosial di permukaan bumi
membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual. Kajian ini menyoroti pentingnya
pengamatan langsung atau melalui simulasi dalam memahami fenomena geosfer.

2.3 Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan
pembelajaran sehingga dapat merangsang perhatian, minat, dan pikiran peserta didik. Media
interaktif berbasis teknologi dapat menjembatani konsep abstrak menjadi konkret.

2.4 Penggunaan Media Interaktif dalam Pembelajaran

Media interaktif memungkinkan keterlibatan aktif peserta didik, memberikan umpan balik langsung,
serta menyediakan pengalaman visual dan kinestetik. Hal ini sangat cocok untuk menjelaskan konsep-
konsep geografi yang kompleks dan sulit diamati langsung.

Jika Anda ingin saya bantu menyusun dokumen lengkap atau merapikannya dalam format penulisan
akademik, silakan beri tahu ya!

Berikut adalah jawaban untuk soal nomor 5 berdasarkan contoh kasus pada soal nomor 4 tentang
pembelajaran Geografi:

---

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment), karena
peneliti ingin mengetahui efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis lingkungan tiruan
dibandingkan dengan metode ceramah dalam pembelajaran geografi.

B. Metode Penelitian
Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur pengaruh penggunaan media berbasis
simulasi terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain non-equivalent control group
design.

C. Populasi dan Sampel

Populasi: Seluruh siswa yang mengikuti mata pelajaran Geografi di kelas XI di salah satu SMA.

Sampel: Dua kelas yang dipilih secara purposive, satu sebagai kelas eksperimen (menggunakan media
berbasis lingkungan tiruan), dan satu lagi sebagai kelas kontrol (menggunakan metode ceramah).

D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan adalah:

Tes hasil belajar: Berupa soal pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep geosfer.

Lembar observasi: Untuk mencatat aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran.

Angket respon siswa: Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media.

E. Metode Pengumpulan Data


Data dikumpulkan melalui:

Pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar.

Observasi terhadap keterlibatan siswa saat pembelajaran berlangsung.

Angket untuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran.

F. Analisis Data
Data hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji-t (t-test) untuk melihat perbedaan
signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis juga dilakukan terhadap hasil angket
untuk mengetahui persepsi siswa.

---

Jika Anda ingin saya bantu menyusun dokumen lengkap dalam format proposal penelitian, saya bisa
bantu juga.

Anda mungkin juga menyukai