0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Laporan Teks Prosedur Lani

Laporan ini membahas materi 'Teks Prosedur' dalam ujian praktik Bahasa Indonesia yang disusun oleh Wulan Sri Meilani di bawah bimbingan Hj. Popon, S.Pd. Teks anekdot dijelaskan secara mendalam, mencakup definisi, tujuan, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, serta struktur dan cara penyusunannya. Laporan ini juga menyertakan contoh karya teks anekdot yang menggambarkan nilai kejujuran.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan9 halaman

Laporan Teks Prosedur Lani

Laporan ini membahas materi 'Teks Prosedur' dalam ujian praktik Bahasa Indonesia yang disusun oleh Wulan Sri Meilani di bawah bimbingan Hj. Popon, S.Pd. Teks anekdot dijelaskan secara mendalam, mencakup definisi, tujuan, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, serta struktur dan cara penyusunannya. Laporan ini juga menyertakan contoh karya teks anekdot yang menggambarkan nilai kejujuran.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN TEKS PROSEDUR

MATERI UJIAN PRAKTEK BAHASA INDONESIA

Disusun untuk memenuhi tugas ujian praktek mata pelajaran B.Indonesia. Guru Pembimbing
Hj. Popon, S.Pd.

Disusun oleh :
Wulan Sri Meilani 222310315

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT KOTA CABANG DINAS WILAYAH XII

SEKOLAH MENENGAH ATAS


NEGERI 2 TASIKMALAYA

Jalan R.E Martadinata Nomor 261 Telp. (0265)331331 Kota Tasikmalaya 46411
2025
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya, tugas ujian praktik
Bahasa Indonesia ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan ini membahas materi "Teks Prosedur"
yang diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Hj. Popon, S.Pd., yang telah memberikan bimbingan dan
kesempatan untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik dengan hasil yang sempurna.

Akhir kata, penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan, baik secara tidak
sengaja, maupun kesalahan teknis. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk
penyempurnaan laporan-laporan yang akan mendatang, di kemudian hari.

Tasikmalaya, Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Definisi Teks Anekdot 1
1.2 Tujuan Teks Anekdot 1
1.3 Ciri-Ciri Teks Anekdot 1
1.4 Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA 3


2.1 Struktur Teks Anekdot 3
2.1.1 Abstrak 3
2.1.2 Orientasi3
2.1.3 Krisis 3
2.1.4 Reaksi 3
2.1.5 Koda 3
2.2 Cara Menyusun Teks Anekdot 4
2.3 Karya Teks Anekdot 4

Daftar Pustaka 6

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Definisi Teks Anekdot :


Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan
pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik
seperti pendidikan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. Dalam teks anekdot itu
sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata
melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara
umum

1.2 Tujuan Teks Anekdot :


Untuk apa sih teks anekdot dibuat? Sama seperti teks lainnya, teks anekdot juga memiliki tujuan.
Adapun tiga tujuan utama dari teks anekdot, yaitu sebagai berikut :
1. Sarana untuk membangkitkan tawa pembaca
2. Sarana hiburan
3. Sarana untuk mengkritik

1.3 Ciri-Ciri Teks Anekdot :


Dibawah berikut merupakan poin penting dari beberapa ciri-ciri teks anekdot yang perlu kita
ketahui :
 Bersifat lucu
 Bersifat menyindir
 Mengandung unsur kritik
 Bersifat menggelitik, artinya bisa menghibur pembaca dengan kelucuan yang ada pada teks
 Bisa berdasarkan pengalaman pribadi atau tokoh penting
 Memiliki tujuan tertentu
 Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng
 Seringkali menceritakan tentang karakter hewan dan manusia yang saling terhubung secara
umum dan realistis

1
1.4 Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot :
Seperti juga terdapat pada teks-teks lainnya, anekdot juga memiliki unsur kebahasaan yang
memiliki ciri khas yang tersendiri yaitu:
1. Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lalu
2. Menggunakan kalimat retoris (kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban)
3. Menggunakan konjungsi (kata penghubung) yang menyatakan hubungan waktu seperti
kemudian, lalu
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, membaca, dan berjalan
5. Menggunakan kalimat perintah (imperative sentence)
6. Menggunakan kalimat seru
7. Menggunakan kalimat langsung (khusus untuk anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog)

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Struktur Teks Anekdot


Teks anekdot memiliki struktur yang membedakannya dengan teks lainnya yaitu adanya beberapa
struktur yang tidak dapat ditemukan di teks-teks pada umumnya.

2.1.1 Abstrak
Abstraksi adalah bagian pendahuluan atau bagian pembuka teks anekdot. Bagian ini berfungsi untuk
menggambarkan isi teks secara singkat agar pembaca mengetahui arah cerita yang dimaksudkan.

2.1.2 Orientasi
Orientasi adalah bagian awal suatu kejadian atau saat cerita mulai bergulir. Penulis juga biasanya
akan menggambarkan latar belakang peristiwa di bagian ini. Orientasi memiliki peran penting untuk
menjelaskan penyebab timbulnya krisis, konflik, atau masalah utama pada teks anekdot.

2.1.3 Krisis
Krisis adalah puncak cerita yang berisi konflik atau masalah yang terjadi pada karakter. Krisis juga
dapat ditandai dengan adanya ketidakpuasan atau kejanggalan.

2.1.4 Reaksi
Reaksi adalah respon atau reaksi yang dilakukan oleh karakter setelah mengalami krisis. Respon
yang digambarkan bisa berupa sikap mencela atau menertawakan. Bagian ini juga sering kali
memiliki efek kejutan atau tidak terduga.

2.1.5 Koda
Koda adalah bagian penutup teks yang berisi amanat atau kritik. Namun, koda pada teks anekdot
bersifat opsional, bisa ada atau tidak.

3
2.2 Cara Menyusun Teks Anekdot
Dalam menyusun teks anekdot kita memerlukan beberapa persiapan serta langkah-langkah yang
sesuai prosedur supaya teks anekdot yang kita sajikan sesuai dengan teks prosedur pada umumnya.
Berikut ini langkah-langkah dalam menyusun teks anekdot:

1. Menentukan topik.
2. Menentukan kritik yang ingin disajikan
3. Merancang humornya.
4. Menentukan tokoh yang terkait, sesuai dengan masalahnya. Tokoh yang dimaksud pada
umumnya bersifat faktual.
5. Merincikan peristiwa ke dalam alur dan struktur anekdot yang meliputi abstrak, orientasi,
krisis,reaksi, dan koda.
6. Mengembangkan kerangka anekdot menjadi sebuah cerita utuh dengan memperhatikan unsur
kebahasaannya.
7. Melakukan penyuntingan

2.3 Karya Teks Anekdot


Dibawah ini merupakan hasil salah satu karya teks anekdot :
Judul : Uang Kembalian

Pernahkah mendapati sesuatu yang terlalu kecil untuk dipermasalahkan, tetapi justru menjadi
pembelajaran besar? Begitulah kisah ini bermula.
Di sebuah warung kecil, seorang pria membeli sebungkus mi instan. Harganya Rp5.000, tetapi pria
itu hanya memiliki uang Rp10.000.
Sang penjual, seorang nenek tua, memberikan uang kembalian Rp4.000 sambil tersenyum kecil.
"Bu, kembalian saya kurang seribu," kata pria itu sambil mengernyitkan dahi.
Nenek itu menatapnya dengan mata penuh harap. “Masa iya, cuma seribu dipermasalahkan?”
katanya.
Pria itu bingung. Dalam hatinya, ia berpikir, "Betul juga. Tapi ini soal kejujuran, bukan soal
nominal." Namun, ia juga merasa tidak enak hati.
Ia bertanya, “Kalau setiap pelanggan diminta 'ikhlas' seribu, berapa keuntungan Ibu sehari?”
Nenek itu tergagap, tidak menyangka pertanyaan itu akan muncul. Dia berusaha mengalihkan
perhatian dengan menambahkan sebuah permen ke kembalian pria tersebut.Pria itu hanya tersenyum,

4
menerima permen itu. “Tidak apa, Bu. Anggap saja ini sedekah,” ujarnya. Namun, sebelum pergi, ia
menambahkan, “Tapi jangan biasakan mengambil tanpa izin, ya. Itu tidak baik.”

Nenek itu menunduk malu, tetapi mengangguk perlahan.


Sejak saat itu, pria itu sering melihat nenek tersebut selalu memberikan kembalian dengan nominal
yang pas. Mungkin bukan seribu rupiah yang dipermasalahkan, tetapi kejujuranlah yang lebih
berharga.

5
DAFTAR PUSTAKA

Maharani Sikumbang. 2022. Teks anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Tujuan. Medan: Books
Google.

Shabrina Alfari. 2024. Teks Anekdot: Pengertian, Struktur, Ciri, Tujuan, & Contoh. Jakarta: Brain
academy by Ruangguru.

Whidia Arum Wibawa. 2022


Teks Anekdot Adalah? Ciri-ciri, Struktur, Cara Membuat dan Contoh. Jakarta: detiksnews.

Anda mungkin juga menyukai