MENGANALISIS STRUKTUR DAN
KEBAHASAAN ANEKDOT
Disusun oleh : kelompok 5
Sarah Ulya An umillah Harefa
Sri Putriani Zebua
Putri Sri Cahyani Mendrofa
Riadul Jannah Lase
Rangga Rahmad Zebua
Mata Pelajaran :
Bahasa Indonesia
Guru Pembimbing :
Imran Harefa, S.Pd
MADRASAH ALIYAH NEGERI
GUNUNGSITOLI
T.P 2022/2023
Kata Pengantar
بسم هللا الرحمن الرحيم
Assalamu’alaikum wr. wb.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT, yang senantiasa
melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Anekdot”
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ustazd selaku guru pembimbing
mata pelajaran dan teman-teman yang turut memberikan semangat atas
terbentuknya makalah ini. Karena berkat bantuan dari berbagai pihak penulis
dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penulisan
makalah ini. Maka dari itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis
harapkan dari pembaca sekalian. Penulis berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Gunungsitoli, September 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................1
C. Tujuan Penulisan ......................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................2
A. Pengertian Anekdot...................................................................................2
B. Struktur Teks Anekdot..............................................................................2
C. Kaidah-Kaidah Kebahasaan dalam Penulisan Teks Anekdot..................3
D. Ciri-Ciri Teks Anekdot..............................................................................3
E. Contoh Teks Anekdot................................................................................4
BAB III PENUTUP.............................................................................................6
A. Kesimpulan................................................................................................6
B. Saran..........................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kejadian yang menuai protes atau
kritik. Untuk itulah diperlukan media penyampaikan kritik atau saran tersebut
yang dapat diterima dalam masyarakat. Contohnya adalah anekdot. Selain dapat
menyampaikan kritik atau saran, anekdot juga dapat menjadi media hiburan juga
pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Teks Anekdot ?
2. Sebutkan dan jelaskan struktur dalam Teks Anekdot !
3. Sebutkan kaidah dalam penulisan Teks Anekdot !
4. Sebutkan ciri-ciri yang terdapat dalam Teks Anekdot !
5. Berilah contoh Teks Anekdot !
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang, dan pokok permasalahan yang akan dibahas,
maka pembahasan dalam makalah ini adalah penggunaan anekdot untuk
menyampaikan pesan atau kritik
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Anekdot
Teks anekdot merupakan sebuah cerita atau kisah singkat yang lucu dan
menarik, yang bisa jadi dibuat berdasarkan fenomena atau pengalaman hidup
seseorang.
Sementara, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi
anekdot yaitu cerita singkat yang lucu dan menarik, yang biasanya melibatkan
tokoh atau orang terkenal berdasarkan kejadian nyata (bersifat faktual).
Teks anekdot itu memiliki alur yang bisa berasal dari peristiwa yang
benar-benar terjadi (berlatar faktual), begitu pula dengan para tokohnya di dalam
teks. Selain berdasarkan kejadian yang sebenarnya, teks anekdot juga merupakan
cerita rekaan.
Di balik kelucuan teks anekdot, kalimat yang disampaikan juga terdapat
pesan moral.
Tujuan teks anekdot adalah untuk membangkitkan tawa bagi orang yang
membacanya. Selain itu, teks anekdot juga bertujuan untuk menyindir agar orang
yang sudah sukses mengingat kepada orang kecil yang belum beruntung
Contoh teks anekdot singkat bisa berupa berbagai topik dan juga terhadap
suatu kebijakan, seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, sindiran, kritikan,
dan lain sebagainya..1
B. Struktur Teks Anekdot
Teks Anekdot memiliki 5 struktur, diantaranya :
1. Abstraksi : Bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran
tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di
dalam teks.
1
Akhadiah, S dkk. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. (Jakarta:
Erlangga.1988)
2
2. Orientasi : Bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang
bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detail dibagian
ini.
3. Krisis : Bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa
yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
4. Reaksi : Bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis
menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
5. Koda : Bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi
kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.2
C. Kaidah-Kaidah Kebahasaan dalam Penulisan Teks Anekdot
Teks anekdot memiliki kaidah atau unsur kebahasaan yang khas yaitu:
1. Menggunakan kalimat yang menyatakan peristiwa masa lampau.
2. Biasanya ditemui kalimat retoris, (kalimat pertanyaan yang tidak
membutuhkan jawaban).
3. Menggunakan kata konjungsi yang menyatakan hubungan waktu, contoh:
kemudian, lalu.
4. Menggunakan kata kerja aksi seperti menulis, menyerahkan, berjalan dan
lain-lain.
5. Menggunakan kalimat seru. Khusus untuk anekdot dialog, penggunaan
kalimat langsung akan sangat dominan.3
D. Ciri-Ciri Teks Anekdot
1. Berupa teks yang mendekati perumpamaan
Perumpaan pada sebuah teks dengan struktur anekdot mendekati bentuk
sebuah dongeng.Layaknya karangan cerita berdasarkan imajinasi dan ditambah
dengan segala hal yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi di masayarakat.
2
https://ryanberjaya.blogspot.com/2016/01/makalah-teks-anekdot.html
3
Assegaf, Dja’far. Jurnalistik Masa Kini, Pengantar Ke Praktek Kewartawanan.
( Jakarta : Ghali Indonesia. 1991)
3
2. Menampilkan tokoh-tokoh atau figure yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari atau juga orang penting
Biasanya pada sebuah teks anekdot terdapat tokoh atau figure yang ada
dalam dunia nyata dan mudah kita temui dalam keseharian.Contohnya seperti
orang-orang pemerintahan, anggota keluar, dan lainnya.
3. Memiliki sifat humoris, lucu, menggelitik, dan berbau lelucon tapi
menyindir
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teks yang berupa anekdot
memang dibuat untuk memberi kritik dengan cara yang berbeda.Semacam
guyonan yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu seperti menyindir. Biasanya
menyindiri di sini berkaitan dengan isu sosial dalam negeri yang sudah menjadi
rahasia umum.
4. Terselip kritikan atau tujuan
Mungkin ini juga dapat menjadi salah satu tujuan dari dibuatnya sebuah
teks berbentuk anekdot, di mana pembuatnya akan menyelipkan kritik dengan
cara yang lebih lucu dan mampu diterima oleh masyarakat.4
E. Contoh Teks Anekdot
"Salah Arti"
Seorang dosen fakultas hukum di suatu Universitas, sedang memberi
kuliah tentang hukum pidana. Setelah memaparkan materi, dibuka sesi tanya
jawab. Pada sesi itu si Dadang bertanya pada dosen, "Pak kalau kepanjangan dari
KUHP itu apa?".
4
Kridalaksana, Harimurti.Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. (Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama. 2007.)
4
Lalu, dosen tidak menjawab, malah dilemparkannya pada si Andre, dan
berkata:"Saudara Andre, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan dari
temanmu saudara Dadang!".
Dengan tegas si Andre menjawab, "Kasih Uang Habis Perkara, Pak!"
jawab Andre sambil berdiri.
Mahasiswa lain yang ada di kelas pun tentu tertawa, sementara pak dosen
geleng-geleng kepala, sambil menambahkan pertanyaan si Dadang.
"Saudara Andre, dari mana saudara tahu jawaban itu?" kata si dosen,
sambil menatap arah Andre.
Pertanyaan tersebut dijawab Andre pula dengan tegas. "Peribahasa
Inggris mengatakan 'Pengalaman adalah guru yang terbaik' begitu, Pak!" seisi
kelas tertawa. Kemudian, 5 menit kemudian tawa itu mereda dan kelas kembali
tenang.
Dari contoh contoh teks anekdot beserta strukturnya di atas, informasi
yang dijelaskan diceritakan secara berurutan. Kelucuan teks anekdot ada pada saat
Andre menjawab tentang arti KUHP menurutnya. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri
dan tujuan dari teks anekdot tentunya.5
BAB III
5
Suryaman, Maman.Diktat Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Sastra. (Yogyakarta:
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY. 2010. )
5
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anekdot merupakan cerita singkat yang bermanfaat membantu untuk
menyampaikan suatu kritik dan dapat dengan mudah diterima oleh masayarakat
sekitar, selain maksud dari kritikanya telah tersampaikan, hiburan dan
pembelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut juga dapat tersampaikan.
Anekdot memiliki 2 unsur, yaitu : unsur intrinsik (alur, tema, penokohan, latar,
sudut pandang, dan amanat) dan unsur kebahsaannya (kalimat tanya, kalimat
perintah, dan kalimat berita). Struktur anekdot ada 5, yaitu : abstraksi, orientasi,
krisis, reaksi, koda. Kaidah yang dimiliki anekdot, antara lain : Menggunakan
waktu lampau, Menggunakan pertanyaan rotoris, Menggunakan kata sambung ,
Menggunakan karta kerja, Menggunakan kalimat perintah, Menggunakan kalimat
seru.
B. Saran
Setelah memehami mengenai anekdot ini, sebaiknya jika kita ingin
mengeritik sesuatu, hendaknya melalui media yang tidak merugikan orang lain.
Contoh melalui anekdot.
DAFTAR PUSTAKA
6
Akhadiah, S dkk. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa
Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Assegaf, Dja’far. 1991. Jurnalistik Masa Kini, Pengantar Ke Praktek
Kewartawanan. Jakarta : Ghali Indonesia
Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa
Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Suryaman, Maman. 2010. Diktat Mata Kuliah Strategi Pembelajaran
Sastra. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY
https://ryanberjaya.blogspot.com/2016/01/makalah-teks-anekdot.html