Anda di halaman 1dari 15

Oleh Aji Chandra Safari, S. Ked I1A005061 Pembimbing Dr. Agus Razak, Sp.

Pendahuluan
Mata merupakan salah satu organ indera manusia

yang mempunyai manfaat sangat besar. Kelainan yang menggangu fungsi mata salah satunya adalah strabismus. Strabismus ini terjadi jika ada penyimpangan dari penjajaran okular yang sempurna Esotropia adalah strabismus konvergen horizontal

Epidemiologi
Di Los Angeles pada usia 6 bulan - 6 tahun prevalensi

strabismus sekitar 2,5%, meningkat dengan bertambahnya usia. Strabismus terjadi pada kira-kira 2% anak-anak usia di bawah 3 tahun dan sekitar 3% remaja dan dewasa muda. pria = wanita keturunan, pemeriksaan mata saat usia 3-4 tahun, riwayat keluarga + usia 12-18 bulan.

Strabismus
Strabismus adalah suatu keadaan dimana kedudukan

kedua bola mata tidak ke satu arah. Satu mata bisa terfokus pada satu objek sedangkan mata yang lain dapat bergulir ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Keadaan ini bisa menetap (selalu tampak) atau dapat pula hilang timbul yang muncul dalam keadaan tertentu saja seperti saat sakit atau stress.

Anatomi otot mata

Penyebab
Kelumpuhan pada 1 atau beberapa otot penggerak

mata (strabismus paralitik). Kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf. Tarikan yang tidak sama pada 1 atau beberapa otot yang menggerakan mata (strabismus non-paralitik). Strabismus non-paralitik biasanya disebabkan oleh suatu kelainan di otak.

Klasifikasi
Menurut manifestasinya Heterotropia : strabismus manifes (sudah terlihat) Heteroforia : strabismus laten (belum terlihat jelas)

Hetoforia

Klasifikasi
Menurut jenis deviasi Horizontal : esodeviasi atau eksodeviasi Vertikal : hiperdeviasi atau hipodeviasi Torsional : insiklodeviasi atau eksiklodeviasi Kombinasi: horizontal, vertikal dan atau torsional

Klasifikasi
Menurut kemampuan fiksasi mata Monokular : bila suatu mata yang berdeviasi secara konstan Alternan : bila kedua mata berdeviasi secara bergantian Menurut usia terjadinya : kongenital : usia kurang dari 6 bulan. didapat : usia lebih dari 6 bulan.

Klasifikasi
Menurut sudut deviasi9 Inkomitan (paralitik) Sudut deviasi tidak sama, pada kebanyakan kasus disebabkan kelumpuhan otot penggerak bola mata. Komitan (nonparalitik) Sudut deviasi tetap konstan pada berbagai posisi, mengikuti gerak mata yang sebelahnya pada semua arah dan selalu berdeviasi dengan kekuatan yang sama. Deviasi primer (deviasi pada mata yang sakit) sama dengan deviasi sekunder (deviasi pada mata yang sehat).

Esotropia
Esotropia adalah strabismus konvergen horizontal.
Penyimpangan horisontal dibagi lebih lanjut ke

penyimpangan comitant dan noncomitan/incomitant

Esotropia
Esotropia Paralitikus
Kongenital Esotropia & Infantil Esotropia Akomodatif Esotropia

Strabismus Konvergens Nonparalitik Akomodatif


Strabismus Paralitika

Penatalaksanaan
Tujuan mengembalikan penglihatan binokular yang normal alasan kosmetik Tindakan Ortoptik Memanipulasi akomodasi Operatif