Anda di halaman 1dari 101

MANAJEMEN KESEHATAN UMUM

MANAJEMEN
MANAJEMEN YAITU : KUMPULAN (RANGKAIAN) KEGIATAN - SIFATNYA SISTEMATIS - MEMBERDAYAKAN/MENGATUR SUMBER DAYA - DALAM WADAH ORGANISASI - UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN TERTENTU

MANAJEMEN VS ADMINISTRASI
ADMINISTRASI (AD = PADA , MINISTRASE = PELAYANAN) MANAJEMEN (MANUS = TANGAN , AGERE = MELAKSANAKAN)

1.ADMINISTRASI > MANAJEMEN


ADMINISTRASI ADALAH SENI MANAJEMEN MANAJEMEN HANYA MENGELOLA SUMBER DAYA

2.ADMINISTRASI < MANAJEMEN


ADMINISTRASI ADALAH KEBIJAKAN YG DITETAPKAN MANAJEMEN ADALAH PERUMUS KEBIJAKAN

3.ADMINISTRASI = MANAJEMEN

TUJUAN ADM / MNJ ------ > EFFISIENSI

MANAJEMEN

MENGATUR

MANAJEMEN ------ >MENGATUR


1.APA YG DIATUR (WHAT ?) SUMBERDAYA -------- > MEN,MONEY,METHODS,MATERIALS,MACHINES,MARKET ( 6-M) 2.MENGAPA DIATUR? (WHY ?) AGAR 6-M -----------> BERDAYAGUNA,TERINTERGRASI,TERKOORDINASI, 3.SIAPA MENGATUR? (WHO?) WEWENANG - PIMPINAN MELALUI INSTRUKSI & PERSUASI 4.BAGAIMANA MENGATUR ? (HOW?) MELALUI PROSES---- > FUNGSI MANAJEMEN

5.DIMANA MENGATURNYA ? (WHERE?) DIDALAM ORGANISASI ---------------- > MENGATUR 6-M


5

MANAJEMEN

ORGANISASI

MANAJER SUMBERDAYA

LEADERSHIP

TUJUAN

FUNGSI MANAJEMEN

INPUT
MATERIALS MACHINES

PROSES

OUTPUT

PLANNING ORGANIZING

MONEY

METHODE

MEN

ACTUATING

TUJUAN

CONTROLLING EVALUATION

MARKET

ORGANISASI
MANAJER SUMBERDAYA LEADERSHIP
TUJUAN

FUNGSI MANAJEMEN

INPUT
MATERIALS MACHINES

PROSES

PLANNING ORGANIZING MONEY METHODE MEN ACTUATING CONTROLLINC EVALUATION OUTPUT


TUJUAN

MARKET

KEGUNAAN MANAJEMEN
1.MENYELESAIKAN TUGAS ------- > TUJUAN 2.MENINGKATKAN DAYA /HASIL GUNA (POTENSI YG ADA) 3.MENGURANGI PEMBOROSAN 4.MEMANFAATKAN SUMBERDAYA ( 6-M) ---- > TUJUAN 5.UNTUK KEMAJUAN/PERTUMBUHAN USAHA 6.UNTUK PENCAPAIAN TUJUAN SECARA TERATUR 7.MERUPAKAN PEDOMAN PIKIRAN DAN TINDAKAN 8.UNTUK KERJA SAMA KELOMPOK ORANG
9

HARUS JELAS BERIMBANG DITETAPKAN MANAJER

SARAT TUJUAN MANAJEMEN


UP TO DATE

REALISTIS ADA JANGKAUAN TERTENTU


10

HARUS JELAS INFORMASI,ANALISA DAN POTENSI YG ADA BERIMBANG DITETAPKAN MANAJER


FLEKSIBEL TAPI TIDAK MERUGIKAN

SARAT TUJUAN PARTISIPASI DAN PELAKSANAAN MANAJEMEN


UP TO DATE
KONTEMPORER DAN INOVATIF

REALISTIS

REALISTIS BAGI PEKERJA REALISTIS MENGATASI HAMBATAN INTERNAL / ADA JANGKAUAN TERTENTU EKSTERNAL MEMUASKAN/MEMOTIVASI PEKERJA
11

MANAJEMEN ---- > TUJUAN


SARAT TUJUAN YANG BAIK : 1.TUJUAN HARUS JELAS BERDASARKAN INFORMASI,ANALISA DAN POTENSI YG ADA. 2.TUJUAN DITETAPKAN OLEH MANAJER SERTA PARTISIPASI PELAKSANA 3.TUJUAN YG REALISTIS REALISTIS BAGI PEKERJA REALISTIS MENGATASI HAMBATAN INTERNAL / EKSTERNAL 4.TUJUAN PUNYA JANGKAUAN TERTENTU SEHINGGA MEMUASKAN/MEMOTIVASI PEKERJA 5.TUJUAN HARUS - UP TO DATE KONTEMPORER DAN INOVATIF 6.TUJUAN HARUS BERIMBANG FLEKSIBEL TAPI TIDAK MERUGIKAN
12

SEJARAH MANAJEMEN

13

1.TAHAP KUNO/PRA SEJARAH

PERADABAN PERADABAN PERADABAN PERADABAN PERADABAN PERADABAN

MESOPOTAMIA BABILONIA MESIR KUNO TIONGKOK KUNO ROMAWI KUNO YUNANI KUNO DLL.

TERUTAMA MANAJEMEN BIDANG :


PEMERINTAHAN/NEGARA KEUANGAN, PAJAK, MILITER,PERHUBUNGAN, IRIGASI DLL
14

2.TAHAP SEJARAH

KETERLIBATAN ILMUWAN KAUM MERKANTILIS (INGGRIS) KAUM KAMERALIS (JERMAN), KAUM FISIOKRAT (PERANCIS)

DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI ADMINISTRASI -- > NIAGA LEBIH PESAT DIBANDING NEGARA

EFFISIENSI KERJA (CHARLES BABBAGE)


TIMBULNYA SERIKAT BURUH

15

3.TAHAP MODERN
- MANAJEMEN ILMIAH FW TAYLOR,H.GANTT DLL ---- > MENEKANKAN EFFESIENSI - TEORI ORGANISASI KLASIK H.FAYOL,MAX WEBER ---- > MANAJERIAL SECARA ILMIAH - HUBUNGAN ANTAR MANUSIA ELTON MAYO ---- > PENINGKATAN KUALITAS KERJA, KUALITAS HIDUP PEKERJA DLL.

-TEORI MOTIVASI KERJA ABRAHAM MASLOW --- >BILA KEBUTUHAN MANUSIA DIPENUHI MANAJEMEN AKAN EFFEKTIF F.HERZBERG --- > MOTIVASI DUA FAKTOR DOUGLAS MC GREGOR --- > TEORI X DAN Y -TEORI LAIN LAIN TEORI SISTEM,KONTINGENSI, TOTAL QUALITY MANAJEMEN
16

CONTOH : MANAJEMEN MODERN MENURUT SISTEM SISTEM MANAJEMEN 1.PATERNALISTIC MANAGEMENT (MNJ - KEBAPAKAN) ALTERNATIF BAWAHAN MENGIKUTI PEMIMPIN 2.CLOSED MANAGEMENT (MNJ TERTUTUP) KEPUTUSAN/INFORMASI HANYA PIMPINAN

3.OPEN MANAGEMENT (MNJ TERBUKA) MANAJER MENGINFORMASIKAN KONDISI PERUSAHAAN DALAM BATAS TERTENTU KE BAWAHAN SARAN BAWAHAN DIPERLUKAN SEBELUM KEPUTUSAN ADA 4.DEMOCRATIC MANAGEMENT( MNJ DEMOKRASI) PEMIMPIN DAN BAWAHAN SALING MEMBERI SARAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

17

MANAJEMEN MENURUT-- > QUINN & ROHRBAUGH

18

FLEKSIBILITAS

INTERNAL

EKSTERNAL

$
KONTROL 19

QUINN & ROHRBAUGH

FLEKSIBILITAS

KOMITMEN. MORAL

INOVASI ADAPTASI

PARTISIPASI, KETERBUKAAN

PERTUMBUHAN PEROLEHAN SUMBER DAYA PRODUKTIVITAS PRESTASI

INTERNAL
DOKUMENTASI, MNJ -INFORMASI

EKSTERNAL

KESTABILAN, KONTROL

ARAH, SASARAN JELAS

$
KONTROL 20

QUINN & ROHRBAUGH


FLEKSIBILITAS

INTERNAL

EKSTERNAL

$
KONTROL 21

SASARAN RASIONAL SIMBOL DOLAR

PROSES INTERNAL PIRAMID

HUBUNGAN MANUSIA LINGKARAN

SISTEM TERBUKA

AMUBA

TUJUAN

ARAH JELAS PADA HASIL YG PRODUKTIF

YAKIN RUTINITAS -- > STABIL

KETERLIBATAN MENGHASILKAN KOMITMEN

ADAPTASI, INOVASI -- > SUMBER DAYA EKTERNAL BERTAHAN MAMPU BERADAPTASI DUKUNGAN EKSTERNAL

EKSTERNAL

KRITERIA EFEKTIF

LABA

STABIL, BERKESINAMBU NGAN MENDIFINISIKANTANGGUNGJAWAB UKURAN,DOKUMENT ASI

KOMITMEN, TERPADU,MORAL

PENEKANAN

KLARIFIKASI SASARAN ANALISIS-RASIONAL PENGAMBILANKEPUTUSAN EKONOMI RASIONAL LINI DASAR DIREKTUR/PRODUS ER

PARTISIPASI PENYELESAIANKONFLIK KONSENSUS

ADAPTASI POLITIS PENYELESAIANMASALAH KREATIF INOVASI, MNJ.PERUBAHAN INOVATIF FLEKSIBEL INOVATOR BROKER

IKLIM

HIRARKIS

ORIENTASI TEAM KONTROL

PERAN MANAJER

PEMANTAU KOORDINATOR

MENTOR FASILITATOR

22

PROSES INTERNAL SIMBOL PIRAMID

PROSES INTERNAL PIRAMID

HUBUNGAN MANUSIA LINGKARAN

SISTEM TERBUKA

AMUBA

TUJUAN

YAKIN RUTINITAS -- > STABIL

YAKIN RUTINITAS -- > STABIL

KETERLIBATAN MENGHASILKAN KOMITMEN

ADAPTASI, INOVASI -- > SUMBER DAYA EKTERNAL BERTAHAN MAMPU BERADAPTASI DUKUNGAN EKSTERNAL ADAPTASI POLITIS PENYELESAIANMASALAH KREATIF INOVASI, MNJ.PERUBAHAN INOVATIF FLEKSIBEL

INTERNAL
KRITERIA EFEKTIF STABIL, BERKESINAMBU NGAN MENDIFINISIKAN TANGGUNG JAWAB UKURAN, DOKUMENTASI IKLIM HIRARKIS HIRARKIS KONTROL ORIENTASI TEAM STABIL, BERKESINAMBU NGAN MENDIFINISIKANTANGGUNGJAWAB UKURAN,DOKUMENT ASI KOMITMEN, TERPADU,MORAL

PENEKANAN

PARTISIPASI PENYELESAIANKONFLIK KONSENSUS

PERAN MANAJER

PEMANTAU KOORDINATOR

PEMANTAU KOORDINATOR

MENTOR FASILITATOR

INOVATOR BROKER
23

HUBUNGAN MANUSIA SIMBOL LINGKARAN

SISTEM TERBUKA

FLEKSIBILITAS
AMUBA

TUJUAN

KETERLIBATAN MENGHASILKAN KOMITMEN

ADAPTASI, INOVASI -- > SUMBER DAYA EKTERNAL BERTAHAN MAMPU BERADAPTASI DUKUNGAN INTERNAL EKSTERNAL ADAPTASI POLITIS PENYELESAIANMASALAH KREATIF INOVASI, MNJ.PERUBAHAN INOVATIF FLEKSIBEL INOVATOR BROKER

KRITERIA EFEKTIF

KOMITMEN, TERPADU,MORAL

PENEKANAN

PARTISIPASI PENYELESAIANKONFLIK KONSENSUS

IKLIM

ORIENTASI TEAM

PERAN MANAJER

MENTOR FASILITATOR

24

SISTEM TERBUKA

FLEKSIBILITAS
SIMBOL AMUBA

TUJUAN

ADAPTASI, INOVASI -- > SUMBER DAYA EKTERNAL BERTAHAN MAMPU BERADAPTASI DUKUNGAN EKSTERNAL ADAPTASI POLITIS PENYELESAIANMASALAH KREATIF INOVASI, MNJ.PERUBAHAN INOVATIF FLEKSIBEL INOVATOR BROKER

KRITERIA EFEKTIF

EKSTERNAL

PENEKANAN

IKLIM

PERAN MANAJER

25

EMPAT MODEL MANAJEMEN (QUINN & ROHRBAUGH)


SASARAN RASIONAL SIMBOL DOLAR PROSES INTERNAL PIRAMID HUBUNGAN MANUSIA LINGKARAN SISTEM TERBUKA

AMUBA

TUJUAN

ARAH JELAS PADA HASIL YG PRODUKTIF

YAKIN RUTINITAS -- > STABIL

KETERLIBATAN MENGHASILKAN KOMITMEN

ADAPTASI, INOVASI -- > SUMBER DAYA EKTERNAL BERTAHAN MAMPU BERADAPTASI DUKUNGAN EKSTERNAL ADAPTASI POLITIS PENYELESAIANMASALAH KREATIF INOVASI, MNJ.PERUBAHAN INOVATIF FLEKSIBEL

KRITERIA EFEKTIF

LABA

STABIL, BERKESINAMBU NGAN MENDIFINISIKANTANGGUNGJAWAB UKURAN,DOKUMENT ASI

KOMITMEN, TERPADU,MORAL

PENEKANAN

KLARIFIKASI SASARAN ANALISIS-RASIONAL PENGAMBILANKEPUTUSAN EKONOMI RASIONAL LINI DASAR

PARTISIPASI PENYELESAIANKONFLIK KONSENSUS

IKLIM

HIRARKIS

ORIENTASI TEAM

PERAN MANAJER

DIREKTUR/PRODUS ER

PEMANTAU KOORDINATOR

MENTOR FASILITATOR

INOVATOR BROKER
26

DELAPAN ORIENTASI UMUM dalam KERANGKA NILAI NILAI BERSAING


DESENTRALISASI, DIFERENSIASI

PEMELIHARAAN SISTEM

BERSAING

SENTRALISASI, INTEGRASI

27

ORGANISASI MANAJEMEN

FUNGSI MANAJEMEN (KEGIATAN MANAJERIAL)

28

FUNGSI FUNGSI MANAJEMEN

SUBUR PRAYITNO (POACE)


1.PLANNING (PERENCANAAN) 2.ORGANIZING (PENGORGANISASIAN) 3.ACTUATING (PENGGERAKAN) 4.CONTROLLING (PENGAWASAN) 5.EVALUATION (EVALUASI) TERRY (POAC) 1.PLANNING 2.ORGANIZING 3.ACTUATING 4.CONTROLLING URWICK (FPOCCC) 1.FORECASTING (PERAMALAN) 2.PLANNING 3.ORGANIZING 4.COMMANDING 5.COORDINATING 6.CONTROLLING
29

MODEL FUNGSI MANAJEMEN


1.PLANNING 1.FORECASTING 2.PLANNING 3.BUDGETING 4.ORGANIZING 5.STAFFING 6.ASSEMBLY OF RESOURCES 7.COMMANDING 8.DIRECTING 9.ACTUATING 10.LEADING 11.COORDINATION 12.REPORTING 13.CONTROLLING 14.EVALUATION
30

2.ORGANIZING

3.ACTUATING

4.COORDINATING

5.EVALUATING

I.PLANNING (PERENCANAAN)

31

KEGUNAAN PERENCANAAN :

1.MENGURANGI RESIKO TINDAKAN


2.MENGASUMSIKAN KONDISI MASA DATANG

3.MENGANALISA KONSEKUENSI TIAP TINDAKAN


4.MENGURANGI KETIDAK PASTIAN

5.PROBABILITAS KEBERHASILAN TINGGI


6.PLANNING-FORMAL LEBIH BERHASIL DARI INFORMAL
32

UNSUR PERENCANAAN

MISI
TUJUAN STRATEGI KEBIJAKAN PROSEDUR ATURAN ANGGARAN PROGRAM

33

MISI (MAKSUD) : APA YG KITA AKAN JALANKAN ? (MEMFORMULASIKAN TUJUAN ORGANISASI) CONTOH:MISI DEPKES--- > MENINGKATKAN KESEHATAN MASARAKAT
TUJUAN : MERUPAKAN HASIL AKHIR ARAHAN ORGANISASI TUJUAN DEPKES ------- > MASARAKAT SEHAT
34

STRATEGI : RENCANA POKOK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI CARANYA : 1. PILIHAN ALTERNATIF TINDAKAN 2. MENGALOKASI SUMBERDAYA

KEBIJAKAN :
CARA BERPIKIR MENGARAHKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN CONTOH : KARYAWAN TIDAK BOLEH MENERIMA UANG (TIPS) KECUALI SOVENIR.
35

PROSEDUR : PENJELASAN TENTANG CARA MENGERJAKAN AKTIFITAS KERJA SECARA DETAIL.


.

ATURAN : KEHARUSAN SPESIFIK YANG HARUS DITAATI

36

PROGRAM :
JARINGAN YG KOMPLEX TERDIRI TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR ATURAN LANGKAH KERJA ALOKASI SUMBERDAYA DLL BERDASARKAN ALTERNATIF YG DIPILIH

37

ANGGARAN ; PEMBICARAAN TENTANG KEUANGAN PROGRAM DLL.

38

MISI (MAKSUD) :
APA YG KITA AKAN JALANKAN /LAYANI ? GUNANYA UNTUK MEMFORMULASIKAN TUJUAN ORGANISASI MISI DEPKES--- > MENINGKATKAN KESEHATAN MASARAKAT

TUJUAN :
MERUPAKAN HASIL AKHIR ARAHAN ORGANISASI TUJUAN DEPKES ------- > MASARAKAT SEHAT

STRATEGI :
RENCANA POKOK UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI ( PILIHAN ALTERNATIF TINDAKAN SERTA MENGALOKASI SUMBERDAYA)

KEBIJAKAN :
CARA BERPIKIR MENGARAHKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN CONTOH : KARYAWAN TIDAK BOLEH MENERIMA UANG (TIPS) KECUALI BERUPA SOVENIR.

PROSEDUR :
PENJELASAN DETAIL CARA MENGERJAKAN AKTIFITAS KERJA.

ATURAN :
KEHARUSAN SPESIFIK YG HARUS DITAATI

PROGRAM :
JARINGAN YG KOMPLEX :TERDIRI DARI TUJUAN,KEBIJAKAN,PROSEDUR, ATURAN,LANGKAH KERJA,ALOKASI SUMBERDAYA DLL BERDASARKAN ALTERNATIF YG DIPILIH

ANGGARAN ;
PEMBICARAAN TENTANG KEUANGAN PROGRAM DLL.
39

LANGKAH LANGKAH PLANNING

40

LANGKAH LANGKAH PLANNING


I.PROBLEM IDENTIFICATION (IDENTIFIKASI MASALAH) MEASSUREMENT & ASSESMENT

DATA ANALIZING

MASALAH KESEHATAN

PRIORITAS MASALAH
2.PROBLEM SOLVING (MEMECAHKAN MASALAH) MASALAH UTAMA ALTERNATIVE SOLUTION PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN SOLUSI TERPILIH

3.IMPLEMENTATION

PENETAPAN TUJUAN RENCANA OPERASIONAL

41

LANGKAH LANGKAH PERENCANAAN


NO
1. 2.

LANGKAH
PENGENALAN MEDAN (MEASSUREMENT) PENJAJAKAN KEBUTUHAN (NEEDS- ASESSMENT)

FUNGSI
MENGENALI SASARAN UNTUK PERENCANAAN PROGRAM INDENTIFIKASI KEBUTUHAN SUPAYA PROGRAM SESUAI NEEDS MENDAFTAR MASALAH YG AKAN DITANGANI PRIORITAS UTAMA DITANGANI DAHULU. MEMBUAT DAFTAR SEMUA KEGIATAN YG MUNGKIN DAPAT DILAKSANAKAN PENETAPAN KEGIATAN UNTUK MASALAH TERSEBUT PERUMUSAN APA YG AKAN DIHARAPKAN MENULIS HASIL PERENCANAAN SEBAGAI DOKUMEN YG BERGUNA UNTUK PELAKSANAAN PROGRAM
42

3.

IDENTIFIKASI & INVENTARISASI MASALAH (DATA ANALIZING) PENENTUAN PRIORITAS MASALAH INVENTARISASI ALTERNATIF PENYELESAIAN (ALTERNATIF SOLUSI) PEMILIHAN PENYELESAIAN MASALAH (SOLUSI TERPILIH) PENETAPAN TUJUAN PROGRAM PEMBUATAN RENCANA OPERASIONAL/PROPOSAL

4. 5.

6. 7. 8.

LANGKAH LANGKAH PLANNING


I.PROBLEM IDENTIFICATION (IDENTIFIKASI MASALAH) MEASSUREMENT & ASSESMENT

DATA ANALIZING

MASALAH KESEHATAN

PRIORITAS MASALAH
MASALAH UTAMA 2.PROBLEM SOLVING (MEMECAHAKAN MASALAH) ALTERNATIVE SOLUTION PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN SOLUSI TERPILIH

3.IMPLEMENTATION

PENETAPAN TUJUAN RENCANA OPERASIONAL

43

MEASSUREMENT (PENGENALAN MEDAN) 1.DEMOGRAPHY 2.KEADAAN GEOGRAFIS


PIRAMIDA ,PERTUMBUHAN MOBILITAS-PENDUDUK KONDISI DAERAH,IKLIM, TRANSPORTASI DLL.

3.KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA


4.ANGKA KESAKITAN ANGKA KEMATIAN 5.PENGETAHUAN,SIKAP & PERILAKU MASARAKAT 6.KESEHATAN LINGKUNGAN 7.SUMBER DAYA 8.KEGIATAN APA SAJA YANG PERNAH DILAKUKAN

AGAMA,PENDIDIKAN,PEKERJAAN STRUKTUR SOSIAL,TOKOH INFORMAL MITOLOGY


ANGKA SPESIFIK IMR (INFANT MORTALITY RATE) MMR(MATERNAL MORT.RATE) INSIDENCE-PREVALENCE RATE

PERSEDIAAN AIR BERSIH, JAMBAN,POLUSI DLL. SUMBER DAYA MANUSIA PETUGAS DAN MASARAKAT BERHASILKAH? GAGAL? KENAPA?
44

NEED ASSESMENT (PENJAJAKAN KEBUTUHAN) 1. NORMATIF


DIDEFINISIKAN OLEH PARA AHLI BILA TARGET KEBUTUHAN TAK TERCAPAI MERUPAKAN INDIKASI ADA KEBUTUHAN

2.EKSPRESIF

DASARNYA
PENGAMATAN ATAS PENGGUNAAN FASILITAS KESEHATAN

3.KOMPARATIF

CONTOH : SEKOLAH A ADA UKS SEKOLAH B BELUM ADA UKS MAKA ADA KEBUTUHAN

4.KEBUTUHAN YG DIRASAKAN
CONTOH : DIDAERAH KERING AIR BERSIH LEBIH DIBUTUHKAN DARI PADA KEBUTUHAN JAMBAN
45

METODE NEED ASSESMENT (PENJAJAKAN KEBUTUHAN) NO METODE- PENJAJAKAN KETERANGAN

PENELUSURAN - DATA SEKUNDER

DATA YG TERSEDIA DEMOGRAFI DLL.

DATA PRIMER

DATA DIAMBIL LANGSUNG DARI MASARAKAT

SURVEI/ANGKET

DATA KUESIONER PERLU VALIDITAS/REABILITAS TINGGI

46

DATA ANALIZING (IDENTIFIKASI MASALAH) 1.KESENJANGAN KESENJANGAN ANTARA KONDISI NYATA(REALITA) DENGAN KONDISI IDEAL KONDISI IDEAL ADALAH : 1.KONDISI (STANDARD) TEORITIS 2.KONDISI (STANDARD )LOGIKA/NORMATIF 3.KONDISI (STANDARD ) RATA-RATA CONTOH : IMR (INFANT MORTALITY RATE IDEALNYA = 0

2.KEPRIHATINAN (CONCERN) KEINGINAN UNTUK MENCAPAI KONDISI YANG DIIDEALKAN

3.TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY)


MASALAH KESEHATAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB BIDANG KESEHATAN CONTOH : GG GISI ADALAH TG JAWAB DINAS KESEHATAN PRODUKSI PANGAN TG JAWAB DINAS PERTANIAN
47

LANGKAH LANGKAH PLANNING


I.PROBLEM IDENTIFICATION (IDENTIFIKASI MASALAH) MEASSUREMENT & ASSESMENT

DATA ANALIZING

MASALAH KESEHATAN

PRIORITAS MASALAH
MASALAH UTAMA 2.PROBLEM SOLVING (MEMECAHKAN MASALAH) ALTERNATIVE SOLUTION PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN SOLUSI TERPILIH

3.IMPLEMENTATION

PENETAPAN TUJUAN RENCANA OPERASIONAL

48

PRIORITAS MASALAH
TEHNIK TEHNIK MENENTUAN PRIORITAS MASALAH

1.SCORING TECHNIQUE (TEHNIK PENILAIAN) 2.ALTERATION RANKING TECHNIQUE (PENENTUAN RANKING ATAS BAWAH) 3.PAIRED COMPARATION TECHNIQUE (TEHNIK PERBANDINGAN PASANGAN) 4.CRITERIA MATRIX TEHNIQUE
49

PRIORITAS MASALAH I.TEHNIK PENILAIAN ( SCORING TEHNIQUE )


JENIS MASALAH YG DINILAI :

1.BESARNYA MASALAH (PREVALENCE) 2.KEGAWATAN MASALAH (EMERGENCY) 3.BERAT& RINGANNYA MASALAH (SEVERITY) 4.JUMLAH ORANG YG TERKENA (MAGNITUDE) 5.KECEPATAN TIMBULNYA MASALAH (RATE OF INCREASE) 6.LUASNYA MASALAH (EXPANDING SCOPE) 7.GAP REALITA & KEBUTUHAN(DEGREE OF UNMETNEED) 8.KEUNTUNGAN APA ? BILA MASALAH SELESAI (BENEFIT) 9.BESARNYA KEPRIHATINAN MASARAKAT(PUBLIC CONCERN) 10.TERSEDIANYA TEHNOLOGI (TECHNOLOGICAL FEASIBILITY) 11.TERSEDIANYA SUMBER DAYA (RESOURCES AVAILABILITY) 12.KETERPADUAN (INTEGRATION)

50

TEHNIK PENILAIAN (SCORING TECHNIQUE) MAX.SCORE 1 S/D 5

SKALA 1 S/D 5 SANGAT KURANG 1

KURANG 2

RATA RATA 3

LEBIH 4

SANGAT LEBIH 5 SKALA

51

TEHNIK PENILAIAN (SCORING TECHNIQUE) MAX.SCORE 1 S/D 5

KRITERIA A 1.PREVALENCE 5

JENIS MASALAH B 2 C 4 D 1

2.EMERGENCY
3.SEVERITY 4.MAGNITUDE DST TOTAL

2
3 0

1
3 2

1
5 2 .

3
2 3 ..

SKALA 1 S/D 5 SANGAT KURANG 1

KURANG 2

RATA RATA 3

LEBIH 4

SANGAT LEBIH 5 SKALA


52

PRIORITAS MASALAH
2.PENENTUAN RANKING ATAS BAWAH (ALTERATION RANKING TECHNIQUE) MASALAH UTAMA DIRANGKING DAHULU YANG TAK UTAMA DITULIS TERAKHIR DAFTAR MASALAH (SEBELUM PRIORITAS) 1.DHF 2.TBC 3.SCABIES 4.TYPHOID FEVER 5.P. VERSICOLOR 6.SAMPAH 7.HEPATITIS 8.CONJUNGTIVITIS 9.DIARE 10.ISPA

RATING RANKING SCALE PRIORITAS UTAMA 1.DHF *) 2.SAMPAH**) 3. 4. 5. TIDAK UTAMA 6. 7. 8. 9.CONJUNGTIVITIS**) 10.P.VERSICOLOR *)

53

PRIORITAS MASALAH
3..TEHNIK PERBANDINGAN PASANGAN
MEMBANDINGKAN MASALAH SATU DENGAN MASALAH YG LAIN MASALAH YG PENTING DIBERI TANDA (+) MASALAH KURANG PENTING DIBERI TANDA (-)
MASALAH YANG DINILAI A A DIBANDINGKAN DENGAN MASALAH B C D E JUMLAH TANDA ( + ) + + 2 + + + 4 + 2 0 2
54

B +

C + -

D -

E + +

PRIORITAS MASALAH
4.CRITERIA MATRIX TECHNIQUE 1.CURAH PENDAPAT BEBERAPA ORANG UNTUK MENENTUKAN SKOR 2.CRITERIA MATRIX TECHNIQUE 2.1.IMPORTANCY (PENTINGNYA MASALAH) - PREVALENCY (BESARNYA MASALAH) -SEVERITY (BERATNYA MASALAH) - RATE OF INCREASE (KENAIKAN JMLH MSLH.) -PUBLIC CONCERN (KEPRIHATINAN MASARAKAT) -DEGREE OF UNMEET NEEDS (KEINGINAN TAK TERPENUHI) -POLITICAL CLIMATE (KONDISI POLITIK) 2.2.TECHNICAL FEASIBILITY (FASILITAS TEHNOLOGI YG CUKUP) 2.3.RESOURCES AVAILABILITY ( TERSEDIANYA SUMBER DAYA)

55

CRITERIA MATRIX TEHNICQUE


NO PILIHAN KRITERIA I P S RI PC DU PC T R JUMLAH (I X T X R )

1 2 3

PERTAMA KEDUA KETIGA

SETIAP KOLOM KRITERIA DIBERI SKALA 1 S/D 5 SANGAT RENDAH 1 RENDAH 2 RATA RATA 3 TINGGI 4 SANGAT TINGGI 5 SKALA JUMLAH = PERKALIAN (IMPORTANCY X TECHNICAL FIS. X RESOURCES AVAIL).

56

PENDEKATAN - PROBLEM SOLVING


1.PENDEKATAN ANALITIS/TERPROGRAM @ PEMECAHAN SECARA HISTORIS @ PEMECAHAN MELALUI PERCOBAAN 2.PENDEKATAN HEURISTIK (COBA-COBA) 3.PERENUNGAN 4.ANALOGI,ASOSIASI DLL. CONTOH : DALAM PEMBERANTASAN DHF 1.PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK 2.PENGASAPAN 3.PENYULUHAN KESEHATAN DLL. ALTERNATIVE PEMECAHAN MANA YG TERBAIK SAAT INI? APAKAH PENYULUHAN?,PENGASAPAN?,ATAU YG LAINNYA. HAL INI TERGANTUNG FAKTOR PENUNJANGNYA A/L DANA ,PERALATAN,PENERIMAAN MASARAKATNYA DL
57

LANGKAH LANGKAH PLANNING


I.PROBLEM IDENTIFICATION (IDENTIFIKASI MASALAH) MEASSUREMENT & ASSESMENT

DATA ANALIZING

MASALAH KESEHATAN

PRIORITAS MASALAH
MASALAH UTAMA 2.PROBLEM SOLVING (MEMECAHAKAN MASALAH) ALTERNATIVE SOLUTION PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN SOLUSI TERPILIH

3.IMPLEMENTATION

PENETAPAN TUJUAN RENCANA OPERASIONAL

58

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

(DECISION MAKING PROCESS)


1.PRESKRIPTIF (NORMATIF)
TITIK BERAT PADA TEHNIK PENGAMBILAN KEPUTUSAN A.KEPUTUSAN TERTUTUB MENGANGGAP MENGETAHUI SEMUA PERANGKAT DAN KEMUNGKINAN TERJADI SERTA SEMUA AKIBAT KEPUTUSAN TSB. CIRI :- ADA PROYEK PERCONTOHAN - PERKIRAAN HASIL DIKETAHUI - METODE YG DIGUNAKAN MATEMATIS/GRAFIS - MEMILIH HASIL/ PERANGKAT ALTERNATIF YG MENGUNTUNGKAN B.KEPUTUSAN TERBUKA KEPUTUSAN DALAM KONDISI SULIT, HASIL SULIT DIPREDIKSI. CIRI:- BERBENTUK UJI COBA/INTUITIF - KEPUTUSAN TERBATAS SESUAI TINGKAT ASPIRASI TERTENTU

2.DISKRIPTIF
TITIK BERAT PADAPERILAKU PENGAMBIL KEPUTUSAN
59

PENETAPAN TUJUAN

PENETAPAN TUJUAN PROGRAM MEMERLUKAN 1.SARAT (KAIDAH) PROGRAM 2.HIRARKI (TINGKATAN ) TUJUAN PROGRAM

GUNANYA UNTUK : 1.MEMBERI ARAH/DISCRIPSI JALANNYA KEGIATAN 2.MENENTUKAN TARGET YG DIINGINKAN

3.MENGIDENTIFIKASI UNIT KEGIATAN RANCANGAN

60

PENETAPAN TUJUAN

I.SARAT/KAIDAH --------- > ARAH,TARGET DAN TUJUAN DIPERLUKAN PROGRAM (5W-1H)

CONTOH :PROGRAM KB
WHAT? WHOM? WHO? WHERE? WHEN? HOW MANY? APA YG INGIN DICAPAI SASARAN/POPULASI MANA SIAPA BERTANGGUNG JAWAB DIMANA KAPAN SEBERAPA BESAR TARGETNYA? AKSEPTOR KB NAIK PENDUDUK PROVIDER SAFARI KB DESA - X TH 2004 50%

61

PENETAPAN TUJUAN

II.PENETAPAN HIRARKI/TINGKATAN TUJUAN (TUJUAN UMUM ------- > TUJUAN SPESIFIK)


TINGKAT 1.GOAL MATERI SUBYEK MEMPERBAIKI KEADAAN UMUM MEMPERBAIKI KEADAAN SPESIFIK EFFEK,IMPACT

CONTOH : PROGRAM TBC


CONTOH MASARAKAT SEHAT BEBAS TBC MENURUNKAN MORTALITAS & MORBIDITAS TBC INCIDENS TBC TURUN

2.POLICY OBJECTIVES

3.PROGRAM/STRATEGY OBJECTIVES 4.SERVICE/PROCESSING OBJECTIVES 5.RESOURCES OBJECTIVES 6.IMPLEMENTATION OBJECTIVES

OUTPUT SERVICE TERTENTU INPUT,PRODUK DARI PELAKSANAAN KEGIATAN UNTUK MEMENUHI RESOURCES

VAKSINASI BCG CASE FINDING TBC PETUGAS VAKSINASI VAKSIN BCG RECRUITMENT,MELATIH TENAGA VAKSINASI PENYEDIAAN VAKSIN

62

RENCANA OPERASIONAL (PLAN OF ACTION)


KEGUNAAN POA. 1.FUNGSI PENGAWASAN 2.FUNGSI EVALUASI 3.MENGGALANG DUKUNGAN SUMBER DAYA
KOMPONEN PROPOSAL 1.RINGKASAN 2.LATAR BELAKANG 3.RUMUSAN PERMASALAHAN 4.TUJUAN 5.STRATEGI 6.RENCANA PELAKSANAAN 7.KONTROL DAN EVALUASI JENIS PROYEK ? MENGAPA PROYEK DIAJUKAN? DIMANA KAMI BERADA ?(KONDISINYA?) AKAN DIBAWA KEMANA? MELALUI CARA APA? CARANYA MENCAPAI TUJUAN BAGAIMANA MENGETAHUI TUJUAN SAMPAI? ISI GARIS BESAR

8.ANGGARAN/BUDGETING
9.PROFIL PEMBUAT PROPOSAL

BESARNYA BIAYA ?
SIAPA SAYA INI ?
63

FUNGSI MANAJEMEN II.ORGANIZING

64

II.PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
PENGORGANISASIAN ADALAH PROSES PENGELOMPOKAN YANG SEIMBANG

ORANG,ALAT,TUGAS,WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB


SESUAI RENCANA OPERASIONAL SEHINGGA ORGANISASI DIGERAKKAN SEBAGAI SATU KESATUAN.

KEGUNAAN PENGORGANISASIAN : 1.REORGANISASI KOMPONEN INDUK KE ORGANISASI ADHOC 2.REORGANISASI BILA ORGANISASI INDUK TAK BERFUNGSI

65

ELEMENT ORGANISASI- H.MINTZBERG

STRATEGIC APEX

OPERATING CORE

MIDDLE LINE

66

KONFIGURASI ELEMEN DASAR ORGANISASI (H.MINTZBERG)


1.SIMPLE STRUCTURE (STRUKTUR SEDERHANA)
TERDIRI DARI STRATEGIC APEX DAN OPERATING CORE CONTOH : CV,POLI KECIL,DLL. 2.PROFESSIONAL BUREAUCRACY (BIROKRASI PROFESIONAL) TERDIRI DARI STRATEGIC APEX,OPERATING CORE SUPPORT STAFF,TECHNO STRUCTURE , PROPORSI KECIL (MENGUTAMAKAN PELAKSANAAN KERJA PROFESIONAL) CONTOH : RUMAH SAKIT,FAKULTAS. 3.MACHINE BUREAUCRACY (BIROKRASI PERMESINAN) TERDIRI LIMA ELEMET DASAR PROPORSI ADMINISTRASI LUAS/BESAR ,KARYAWAN BANYAK. CONTOH :INDUSTRI BESAR 4.DIVISIONALIZED FORM (ORGANISASI DEVISIONAL) SAMA DENGAN BIROKRASI PERMESINAN DENGAN PENGEMBANGAN DI MIDDLE LINE DIVISI WILAYAH ------- DEPARTEMEN KESEHATAN DLL. DIVISI PRODUKSI ----- MIDDLE LINE DIBENTUK SESUAI JENIS PRODUKNYA 5.ADHOCRACY (STRUKTUR ADHOC) APEX DAN OPERASIONAL CORE SALING TINDIH CONTOH : JASA KONSULTAN,PANITIA PROYEK DLL
67

ORGANIZING

1.ORGANIZING 2.STAFFING 3.ASSEMBLY OF RESOURCES 4.COMMANDING 5.DIRECTING

68

PROSES PENGORGANISASIAN 1.IDENTIFIKASI/PENGURAIAN TUGAS TUGAS POKOK DIRUMUSKAN DGN JELAS 2.PENGELOMPOKAN TUGAS/JABATAN PERUMUSAN TUGAS/JABATAN JOB ANALISIS,JOB DISCRIPTION.JOB SPESIFICATION,JOB EVALUATION 3.PENETAPAN STRUKTUR & OTORITAS A.DEPARTEMENISASI HORISONTAL : KESAMAAN FUNGSI/JABATAN KESAMAAN PROSES & CARA KERJA KESAMAAN HASIL PRODUKSI,KONSUMEN,LOKASI KOMBINASI DALAM STRUKTUR MATRIX B.DEPARTEMINISASI VERTIKAL : PERLU HIRARKI & KOORDINASI 4.PENETAPAN PERSONIL/STAFFING PELAJARI ORGANISASI, KEBUTUHAN /PENCARIAN STAFF DAN JOB TRAINING 5.PERSIAPAN FASILITAS KERJA/FACILITATING PERSIAPAN DANA,PERALATAN DAN MATERIAL
69

FUNGSI MANAJEMEN III.ACTUATING

70

III.PENGGERAKAN (ACTUATING)

ACTUATING YAITU SUATU RANGKAIAN AKTIFITAS MEMPENGARUHI ORANG DALAM MELAKSANAKAN USAHA UNTUK MENCAPAI TUJUAN MANAJEMEN
ALAT ALAT ACTUATING TERDIRI DARI : 1.PERINTAH,PETUNJUK,BIMBINGAN 2.RAPAT KOORDINASI,SURAT EDARAN ,LOKAKARYA OPTIMALISASI PERALATAN ACTUATING DIPERLUKAN : 1.KEPEMIMPINAN 2.MOTIVASI KERJA 3.PROSES DAN DINAMIKA KELOMPOK
71

MOTIVASI
MOTIVASI ADALAH ; DAYA DORONG MEMBUAT ORANG MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN IKHLAS UNTUK MENCAPAI TUJUAN DENGAN EFFISIEN
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA SEHINGGA MOTIVASI TIMBUL
KEBUTUHAN MATERIAL EKONOMIK MAKANAN,PAKAIAN,RUMAH

BIOLOGIK

PERTUMBUHAN,PERKEMBANGAN KELANGSUNGAN HIDUP

KEBUTUHAN NON- MATERIAL

PSIKOLOGIK

STATUS,PENGAKUAN,KASIH SAYANG,PERHATIAN,RASA DAMAI PRESTIGE,RASA BANGGA,DLL


JAMINAN KEAMANAN,PERSAHABATAN, RASA MEMILIKI,SOLIDARITAS KELOMPOK.
72

SOSIOLOGIK

TEHNIK MEMBERI MOTIVASI


TIDAK LANGSUNG SINKRONISASI ASPIRASI INDIVIDU DENGAN TUJUAN ORGANISASI PENGERTIAN TUJUAN ORGANISASI BERMANFAAT BAGI INDIVIDU,

KONDISI ORGANISASI FAVOURABLE UNTUK PRESTASI

- KONDISI SOSIAL -KONDISI BERASOSIASI -KONDISI KERJA ENAK -KONDISI KOMUNIKATIF

LANGSUNG

INSENTIF MATERIAL

PEMBERIAN WAKTU, BONUS,JAMINAN SOSIAL


TANDA JASA, GELAR, PROMOSI.

INSENTIF NON MATERIAL

73

DINAMIKA KELOMPOK
KELOMPOK ANGGOTANYA MENGERJAKAN

AKTIFITAS BERSAMA SALING BERINTERAKSI DALAM MENCAPAI TUJUAN DALAM WAKTU YANG DITENTUKAN

DINAMIKA KELOMPOK KECIL -KELOMPOK TERDIRI DARI 2 S/D 12 ORANG -BERTATAP MUKA -BERKUMPUL SELAMA JANGKA WAKTU TERTENTU -BERCIRI BEDA DENGAN KELOMPOK LAINNYA
74

PROSES DINAMIKA KELOMPOK KECIL


1.FORMING 2.STORMING TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK TAHAP INTERAKSI DITANDAI ADANYA PERGOLAKAN,PERGESEKAN ATAU KONFLIK. TAHAP DIMANA PARA ANGGOTA MENEMPATKAN DIRI DIMASING MASING POSISI, DAN MEMBUAT KESEPAKATAN TENTANG HUBUNGAN ANTAR ANGGOTANYA (PERBUATAN ANGGOTA DINILAI SESUAI ATURAN ATAU MELANGGAR ATURAN) 4.PERFORMING KELOMPOK MELAKSANAKAN TUGAS BERSAMA SEBAGAI SATU KESATUAN 5.ADJOURNING KELOMPOK TELAH MENYELESAIKAN TUGAS DAN BUBAR

3.NORMING

75

FUNGSI MANAJEMEN IV.CONTROLLING

76

IV.PENGAWASAN (CONTROLLING)

FAYOL : CONTROLLING ADALAH TINDAKAN MENELITI RENCANA TERCAPAI ATAU BERJALAN SESUAI DENGAN KETENTUAN

77

TERRY : CONTROLLING ADALAH -MEMBUAT DETERMINASI YG AKAN DILAKSANAKAN -MEMBUAT EVALUASI PELAKSANAAN -MEMBUAT KOREKSI YG TIDAK SESUAI PROGRAM

78

MENJAMIN PERBAIKAN

RENCANA JELAS

FLEXIBLE

MEREFLEXI ORGANISASI

SARAT CONTROLLING

INSTRUKSI JELAS

EKONOMIS

KEWENANGAN BAWAHAN

79

MENETAPKAN STANDAR PENGAWASAN -STANDAR NORMA ATAS DASAR PROYEK YG LALU PROYEK PERCONTOHAN PROYEK LAIN YG BENTUK/ SITUASINYA SAMA -STANDAR TEORITIS : DITETAPKAN PARA AHLI

-STANDAR RATA RATA :BERDASARKAN DATA NASIONAL


-STANDAR KOMPROMI : KOMPROMI - PELAKSANA PROGRAM DAN MASARAKAT DENGAN DANA YG ADA.

80

JENIS ( KATEGORI )PENGAWASAN


1.WAKTU PREVENTIF(MENCEGAH PENYMPANGAN ) REPRESSIF (MENEKAN/MENGOREKSI TERJADINYA PENYIMPANGAN) 2.OBYEK PENGAWASAN PRODUKSI KEUANGAN WAKTU KEGIATAN DAN MANUSIANYA 3.SUBYEK PENGAWASAN INTERN (PENGAWASAN OLEH ORGANISASI SENDIRI) EXTERN (PENGAWASAN DARI LUAR ORGANISASI )

4.BERDASARKAN CARA PENGUMPULAN DATA PENGAWASAN PERORANGAN LAPORAN LISAN ATAU TERTULIS PENGAWASAN KHUSUS UNTUK HAL YG KHUSUS
81

FUNGSI MANAJEMEN V.EVALUATING

82

V.PENILAIAN ( EVALUASI )
DIFINISI : EVALUASI ADALAH PROSEDUR PENILAIAN HASIL PELAKSANAAN -SECARA SISTEMATIS -MEMBANDINGKANNYA DENGAN STANDAR -MENGIKUTI METODE TERTENTU GUNANYA UNTUK : MENILAI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN SELANJUTNYA

TUJUAN EVALUASI : SEBAGAI ALAT UNTUK PERBAIKAN 1. PERENCANAAN PROGRAM LANJUTAN.YG LEBIH BAIK 2. ALOKASI SUMBER DAYA 3. PELAKSANAAN KEGIATAN YANG SEDANG BERJALAN
83

EVALUASI BERDASARKAN WAKTU 1.EVALUASI FORMATIF : DILAKUKAN PADA SAAT PROGRAM BERLANGSUNG 1.1 - CRITICAL REVIEW EVALUATION,YAITU EVALUASI SEBELUM PELAKSANAAN PROGRAM 1.2 -MIDTERM EVALUATION YAITU EVALUASI PROGRAM SEDANG BERJALAN 2.EVALUASI SUMATIF : DILAKUKAN SAAT PROGRAM SELESAI 2.1 -EVALUASI OUTPUT YAITU MENILAI HASIL PROGRAM 2.2 -EVALUASI DAMPAK (OUTCOME) UNTUK MENILAI DAMPAK PROGRAM (EVALUASI INI BAHAYA KEKELIRUAN YAITU BILA ADA KONTAMINASI DARI LAIN PROGRAM).
84

MODEL PENERAPAN EVALUASI FORMATIF DAN SUMATIF

CONTAMINATION

Pre existing condition


Technical,social,

Terkontrol

tidak terkontrol
OUTCOME

INPUT ----- > PROSES -- >OUTPUT


Environtment

administrative

FORMATIVE EVALUATION

SUMMATIVE EVALUATION
CONSEQUENCES

85

TAHAPAN EVALUASI 1.KEGIATAN BERPIKIR KONSEPSUAL 2.KEGIATAN OPERASIONAL

3.KEGIATAN PENILAIAN

4.KEGIATAN TINDAK LANJUT

86

TAHAPAN EVALUASI :

1.KEGIATAN BERPIKIR KONSEPSUAL : -FORMULASI TUJUAN / MANFAAT /SASARAN EVALUASI -FORMULASI SUMBER /JENIS INFORMASI YG DIPERLUKAN -FORMULASI KRITERIA EVALUASI -FORMULASI KRITERIA KERJA EVALUASI 2.KEGIATAN OPERASIONAL -PENGUMPULAN DATA / INFORMASI 3.KEGIATAN PENILAIAN -FORMULASI DERAJAT KEBERHASILAN -FORMULASI IDENTIFIKASI MASALAH -FORMULASI FAKTOR PENUNJANG & PENGHAMBAT 4.KEGIATAN TINDAK LANJUT -FORMULASI PEMECAHAN MASALAH -FEEDBACK KEBUTUHAN INFORMASI TAMBAHAN -FEEDBACK HASIL EVALUASI KE PENGGUNA -FOLLOW UP /TINDAKAN PERBAIKAN

87

KRITERIA EVALUASI
1.RELEVANSI PROGRAM
* PROGRAM SESUAI DENGAN TUJUAN NASIONAL ? * SESUAI KEBUTUHAN MASARAKAT ? * ADAKAH EFEK NEGATIF BILA TIDAK ADA PROGRAM ? * APAKAH METODENYA SEDERHANA

2.ADEQUACY (TINGKAT KECUKUPAN )PROGRAM


* ADEQUASI KEGIATAN * ADEQUASI AKTIFITAS

3.UKURAN TINGKAT KEMAJUAN PROGRAM


* MONITORING KEMAJUAN PELAKSANAAN PROGRAM * IDENTIFIKASI & KOREKSI HAMBATAN PROGRAM

4.EFEKTIFITAS PROGRAM
* MENILAI KEMAJUAN PROGRAM * MENILAI PENCAPAIAN TARGET

5.EFISIENSI PROGRAM
* MENILAI PENCAPAIAN HASIL DIBANDINGKAN JUMLAH SUMBER DAYA YG DIGUNAKAAN
88

ADEQUASI (KECUKUPAN) PROGRAM

1.ADEQUASI KEGIATAN = JUMLAH KEGIATAN YG DILAKSANAKAN ---------------------------------------------------------- X 100% JUMLAH KEGIATAN YG DIBUTUHKAN

2.ADEQUASI AKTIFITAS ( PENCAPAIAN ) =


JUMLAH HASIL(PENCAPAIAN KEGIATAN) --------------------------------------------------------------- X 100% JUMLAH YG SEHARUSNYA DICAPAI (COVERAGE)
89

UKURAN TINGKAT KEMAJUAN ( PROGRESS REPORT) ADALAH PENILAIAN DENGAN MEMBANDINGKAN RENCANA / KENYATAAN PROGRAM SECARA BERKALA UNTUK :

-MONITORING KEMAJUAN PROGRAM -IDENTIFIKASI HAMBATAN PROGRAM - KOREKSI HAMBATAN PROGRAM

CARA MENGUKUR KEMAJUAN PROGRAM DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS REGRESSI


OUTPUT

Y=a+bX
TIME
90

UKURAN EFEKTIFITAS
MENILAI TINGKAT KEBERHASILAN PROGRAM MENILAI TINGKAT PENCAPAIAN TARGET PERBANDINGAN EFEKTIFITAS BEBERAPA PROGRAM

HASIL EFEKTIFITAS = ---------------- X 100% TARGET

UKURAN EFISIENSI
MENILAI PENCAPAIAN HASIL DIKAITKAN DENGAN BANYAKNYA SUMBER DAYA YG DIGUNAKAN HASIL EFISIENSI= -------------------------- X 100% BIAYA
91

STUDI KASUS

IDENTIFIKASI MASALAH 1.DEMAM BERDARAH 2.ISPA 3.TBC 4.TYPHOID FEVER 5.MMR &IMR 6.GIZI BALITA 7.PERI LAKU HIDUP SEHAT 8.TINGGINYA ANGKA KELAHIRAN 9.GONDOK 10.DIFICIENCY VIT A

URUTAN MASALAH 1.DHF 2.TYPHOID FEVER 3.GIZI 4.TBC 5.ISPA 6.MMR & IMR 7.PERI LAKU HIDUP SEHAT 8.TINGGINYA ANGKA KEAHIRAN 9.DIFIENCIENCY VIT A 10.GONDOK

PRIORITAS MASALAH DHF TERPILIH

CARA PENYELESAIAN MASALAH 1.PENYULUHAN 2.PEMBERANTASAN LARVA 3.PEMBERANTASAN NYAMUK DEWASA

92

PENYULUHAN KESEHATAN

PEMBERANTASAN LARVA

P R O P O S A L P R O G R A M

PEMBERANTASAN NYAMUK DEWASA

93

PENETAPAN TUJUAN

I.SARAT/KAIDAH --------- > ARAH,TARGET DAN TUJUAN DIPERLUKAN PROGRAM

(5W-1H)

CONTOH :PROGRAM PEMBERANTASAN DHF


WHAT? WHOM? WHO? WHERE? WHEN? HOW MANY? APA YG INGIN DICAPAI SASARAN/POPULASI MANA SIAPA BERTANGGUNG JAWAB DIMANA KAPAN SEBERAPA BESAR TARGETNYA? KASUS DHF TURUN PENDUDUK PROVIDER (PUSKESMAS) DESA - X TH 2004 KASUS TURUN HINGGA 70%,TIDAK ADA KEMATIAN

94

PENETAPAN TUJUAN

CONTOH : PROGRAM DHF


TINGKAT 1.GOAL

II.PENETAPAN HIRARKI/TINGKATAN TUJUAN (TUJUAN UMUM ------- > TUJUAN SPESIFIK)


MATERI SUBYEK MEMPERBAIKI KEADAAN UMUM MEMPERBAIKI KEADAAN SPESIFIK EFFEK,IMPACT CONTOH MASARAKAT SEHAT BEBAS DHF MENURUNKAN MORTALITAS & MORBIDITAS DHF INCIDENS DHF TURUN

2.POLICY OBJECTIVES

3.PROGRAM/STRATEGY OBJECTIVES 4.SERVICE/PROCESSING OBJECTIVES

OUTPUT SERVICE TERTENTU

ABATISASI,FOGGING, PENYULUHAN CASE FINDING DHF

5.RESOURCES OBJECTIVES 6.IMPLEMENTATION OBJECTIVES

INPUT,PRODUK DARI PELAKSANAAN KEGIATAN UNTUK MEMENUHI RESOURCES

PELATIHAN PETUGAS PERSIAPAN ALAT RECRUITMENT,MELATIH PETUGAS,KADER DESA PENYEDIAAN BAHAN


95

PENGORGANISASIAN 1.BENTUK ORGANISASI ADHOC 2.SDM PEMBAGIAN KERJA 3.PENJADWALAN KERJA 4.PERSIAPAN SB -DAYA LAINYA 5.PERSIAPAN ATURAN MAIN 6.PERSIAPAN ANGGARAN

PENGGERAKAN SB-DAYA 1.PENYULUHAN CARA PENYL.(PAMFLET,DINAMIKA KLMP,DLL) MENGGERAKAN MASARAKAT (KADER KESEHATAN) 2.PEMBERANTASAN LARVA NYAMUK PEMBERIAN ABATE,DLL. 3.PEMBERANTASAN NYAMUK DEWASA PENGASAPAN,PENYEMPROTAN DENGAN ULV

96

KONTROL DAN EVALUASI HASIL KERJA HARUS SESUAI STANDARD YG DITETAPKAN PROGRAM

KONTROL WAKTU,ANGGARAN,HASIL KERJA

HAMBATAN KERJA MASARAKAT, INTERN ORGANISASI,LINGKUNGAN , POLITIK DLL RELEVANSI PROGRAM DENGAN KEBUTUHAN MASARAKAT

ADEKUASI / EFISIENSI /EFEKTIVITAS PROGRAM

MEMBERI FEED BACK SERTA ANALISA KEBERHASILAN PROGRAM

97

PERENCANAAN PROGRAM/PROYEK

IDENTIFIKASI MASALAH ______________________ ____________________


ANGGARAN

IDENTIFIKASI PROYEK ____________________ ________________

PENGORGANISASIAN

IDENTIFIKASI SUMBERDAYA

98

PENJADWALAN PROYEK

MENGURUTKAN KEGIATAN

PENJADWALAN PROYEK

MEMBAGI TUGAS

PENJADWALAN SUMBER DAYA

99

PENGENDALIAN PROYEK (CONTROLING)

MERUBAH RENCANA

MERUBAH SUMBER DAYA

PENJADWALAN KEMBALI (JADWAL GANT)

100

SOAL 1.BUATKAN SECARA SISTEMATIS PERENCANAAN PENANGGULANGAN DIARE PADA DESA X DIHUBUNGKAN DENGAN SANITASI 2.BUAT PERENCANAAN KEGIATAN KB DIDESA X

101