Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KASUS KETUBAN PECAH DINI

OLEH: RIKA ANGGITA

DOSEN PEMBIMBING: DR.GUNAWAN,SPOG

IDENTITAS

Nama Pasien Umur Alamat Pekerjaan Nama suami Umur Pekerjaan Masuk rumah sakit Pukul

: Ny.L : 38 tahun : Blakang Padang : Ibu Rumah Tangga : Tn.A : 40 tahun : wiraswasta : 12-3-2012 : 10.30 WIB

HPHT : 15-6-2011 Taksiran Persalinan : 22-3-2012 Riwayat periksa kehamilan sebelumnya : dr.M SpOG Di Bidan: puskesmas

ANAMNESA KELUHAN UTAMA cairan dari lahir

: Keluar jalan

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:


Seorang ibu datang ke RS EMBUNG FATIMAH dengan keluhan keluar cairan dari vagina os sejak kemarin siang. Os mengaku cairan yang keluar berwarna jernih, tidak berbau, berlendir dan disertai sedikit darah. Os mengaku jika posisi berbaring cairan terasa lebih sedikit keluar, dan bertambah banyak jika dalam posisi berdiri. Os mengaku ini kehamilan kedua. Anak pertama os lahir secara normal, ditolong oleh bidan dengan berat 3400 gram, dan os mengaku tidak penah keguguran. HPHT: 15-6-2012.

Os mengaku merasakan mules sejak tadi pagi. Mules dirasakan os tidak terlalu sering dan hilang timbul. os juga mengaku masih merasakan gerakan janin. Os menyangkal adanya demam dan menyangkal cairan yang keluar dari vagina os berbau dan berwarna hijau. Os juga menyangkal adanya rasa pusing dan penglihatan kabur selama masa kehamilan. Os juga mengatakan selama kehamilan ini sering kontrol kebidan didekat rumah os.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Asma
Hipertensi Penyakit

jantung

DM

: tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada

RIWAYAT ALERGI OBAT

: Os tidak ada alergi obat atau makanan

RIWAYAT HAID
Menarche
Lama

haid Siklus haid Disertai rasa sakit

: 14 tahun : 6 hari : 28 hari : Ya

RIWAYAT PERKAWINAN : Os menikah 1 kali dengan suaminya sejak umur 34 tahun

RIWAYAT OBSTETRIK
Jenis kelamin perempuan Berat badan lahir 3400 gram Umur Cara melahirkan pervaginam Tempat Keadaan anak Sehat

3th

Bidan

RIWAYAT OPERASI

: Os belum pernah operasi apapun sebelumnya

RIWAYAT KELUARGA BERENCANA

: Os tidak pernah KB

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PRESENT : Keadaan umum: Tampak sakit sedang Kesadaran : Composmentis Vital sign : Tekanan darah : 110/80 Nadi : 78x Suhu : 36,8 C Respirasi : 20x Berat badan : 65 kg Tinggi badan : 153cm Gizi : Baik

Kulit cukup, tidak Kepala Mata


Hidung

: Turgor dan elastisitas ada kelainan kulit : Normochepali : konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik : deviasi tidak ditemukan, mukosa tidak hiperemis, Polip tidak
: bibir tidak pucat, gigi geligi : aurikuler simetris, tragus nyeri (-), kedua membran tympani intak : tidak ada benjolan, JVP

ada.
Mulut lengkap Telinga Leher 5+2cmH2O

Thorak
tidak mamae

: diameter latero lateral > antero posterior, tidak ada masa, tampak kelainan : simetris, aerola mamae hiperpigmentasi
: tidak tampak iktus kordis pada ICS V midclavicula sinistra : iktus kordis tidak teraba : Batas Jantung Kanan: ICS IV Linea parasternalis dextra

Jantung I P P

Jantung Kiri : ICS V Linea Midclavicila sinistra Batas Jantung Atas : ICS II Linea sternal sinistra Pinggang Jantung : ICS III Linea parasternal sinistra A : BJ 1 & 2 murni, gallop dan murmur tidak ada

Batas

Paru I

: pergerakan hemithorax kiri dan kanan simetris, simetris kiri dan kanan P : vocal fremitus dalam batas normal P : sonor semua lapang paru A :Vesikuler paru kanan dan kiri, ronkhi tidak ada, wheezing tidak ada Abdomen I : ditemukan striae gravidarum, tidak ditemukan skiatrik A : bunyi bising usus normal P : turgor kulit baik, pemeriksaan hepar dan lien tidak dilakukan P : tidak dilakukan.

Genetalia : ditemukan cairan keluar dari jalan lahir dengan warna jernih, tidak berbau, berlendir, dan disertai sedikit darah Ekstremitas : edema tungkai atas dan bawah tidak ditemukan

STATUS OBSTETRI
PEMERIKSAAN LUAR Inspeksi : Tampak striae gravidarum, linea alba, luka bekas SC (-) Palpasi : Tinggi fundus uteri : 33cm Denyut Jantung janin : 134x Letak Janin : bagian fundus teraba bagian bulat, lunak (bokong) letak memanjang, punggung teraba dibagian kiri ibu, eksremitas dibagian kanan ibu bagian terbawah perut teraba bagian bulat, keras (kepala) dan belum masuk PAP

Presentasi Penurunan His TBJ

: kepala : belum ada : jarang, belum kuat : (33-12) x 155 = 3200gr

PEMERIKSAAN DALAM VT : pembukaan 2cm, portio lunak, kepala hodge 1, ketuban (+) merembes

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hb : 11,6 g/dl Eritrosit : 3,9 juta/l Leukosit : 11810 l Trombosit : 321 ribu/ l Ht : 35 % BT : 7,0 menit CT : 4,0 menit Gol.darah/Rh : B

Urin rutin Warna : kuning Protein Kejernihan : keruh :BJ : 1,005 PH Leukosit : +3 Eritrosit Sedimen : leukosit: 5-10 LPB Eritrosit: 15-20 LPB Epitel : 3-5 LPK

:glukosa :7 :+4

DIAGNOSA : G2 P1 A0 aterm, inpartu kala 1 fase laten + KPD TERAPI : NON FARMAKOLOGIS
Tirah baring Observasi HIS, pembukaan, denyut jantun janin, tanda-tanda vital

FARMAKOLOGIS
Infuse D5% 20 ttes Amoxicillin 3x1

LAPORAN PERSALINAN
IDENTITAS Nama Pasien Umur Alamat Pekerjaan Nama suami Umur Pekerjaan Tanggal

: Ny.L : 38 tahun : Blakang Padang : Ibu Rumah Tangga : Tn.A : 40 tahun : wiraswasta : 12-3-2012

DIAGNOSA : G2 P1 A0 aterm, inpartu kala 1 fase laten + KPD


LAPORAN PERSALINAN : 10.30 Pembukaan 2cm, portio lunak, kepala hodge 1, kontraksi jarang dan tidak kuat 11.00 Pasang infuse drip pitogin 5 unit + alinamin F 1amp 20 tetes 16.00 Infus didrip pitogin 5 unit + alinamin F 20 tetes 17.00 Os mengatakan ingin BAB. Pembukaan lengkap, DJJ 140x, his adekuat, kepala hodge 4, os dianjurkan miring kanan miring kiri. 17.00 Os dipimpin

17.20 1. Bayi lahir spontan dan segera menangis dengan: JK : perempuan PB : 50cm CM LD : 32 cm LK : 32 cm 2. Ibu diinjeksikan pitogin 3. Placenta lahir spontan lengkap dengan selaputnya. TD ibu: 110/70, ibu diinjeksikan metergin 1 amp/IM 4. Perdarahan: kurang lebih 350cc, kontraksi uterus (+)

TERAPI
Amoxicilin
Asam

:
3x1 3x1
3x1

mefenamat Metergin SF Drip pitogin

3x1 1amp 20 tetes

FOLLOW UP DIRUANG NIFAS Tanggal 13-3-2012 Pukul: 08.00 WIB

S : os mengaku tidak ada keluhan, demam (), pusing (-) O : - Kesadaran : komposmentis
- Keadaan Umum : tampak sakit sedang

- Tekanan darah : 110/80 mmHg - Respirasi : 20x/menit - Nadi : 82x/menit

- Pemeriksaan Fisik : Abdomen I : tampak striae gravidarum P : nyeri tekan (-) P : tympani di keempat regio A : bising usus normal A : P2 A0 H2 + KPD P : setelah visite dokter Sp.OG , Os diperbolehkan pulang - up infus - obat oral dilanjutkan

PEMBAHASAN
Permasalahan yang ada Premature rupture of membrane gravid 38-39 minggu tanpa ada tanda-tanda inpartu Waspada terhadap komplikasi yang mungkin teradi pada pasien ini

Pada kasus ini ketuban pecah diketahui dari keterangan ibu yang mengatakan keluarnya cairan secara spontan dari jalan lahir, cairannya berwarna jernih, tidak berbau, berlendir dan disertai sedikit darah. gerakan janin masih dirasakan. Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan yang dapat terjadi pada usia kehamilan cukup waktu atau kurang waktu.

Tanda-tanda akan melahirkan : Bernapas terasa lebih mudah Pecah ketuban Tanda bercak darah dan penipisan serviks Kontraksi yang konsisten Penurunan kepala

Cara membedakan air ketuban dengan air seni : Warna : air ketuban umumnya tidak berwarna atau transparan, bila bercampur dengan lendir akan menjadi pink tipis. Air seni umumnya berwarna agak kekuningan. Bau : air seni berbau amoniak, tapi air ketuban berbau seperti cairan sperma Bisa tidaknya dihentiikan : bila bisa menahan daerah sekitar anus dan berhenti, maka itu adalah air seni. Bila tidak berhenti maka merupakan air ketuban. Bila keluar saat bergerak itu pun adalah air ketuban

Pecahnya selaput ketuban merupakan suatu yang harus diwaspadai karena tiga hal: jika bagian presentasi belum terfiksasi dipanggul kemungkinan prolaps dan terjepitnya tali pusat sangat meningkat kemungkinan besar terjadi persalinan jika kehamilan sudah atterm atau menjelang atterm jika kelahiran tertunda cukup lama setelah ketuban pecah, kemungkinan timbulnya infeksi intrauterine yang serius meningkat

Pada pasien ini belum terdapat tanda-tanda infeksi seperti suhu lebih dari 38oc, air ketuban yang keruh dan berbau, leukosit > 15.000/mm3, DJJ lebih dari 160x/menit atau nadi ibu >100x/mnt, nyeri abdomen atau nyeri tekan uterus. Salah satu komplikasi pada janin yang mungkin terjadi pada pasien ini ialah hipoksia dan infeksi. Hal ini disebabkan karena dengan pecahnya ketuban terjadi oligohidramnion yang bisa menyebabkan janin mengalami tekanan dinding rahim hingga terjadi penekanan tali pusat hingga terjadi hipoksia. itu dengan pecahnya ketuban juga resiko infeksi intrauterin meningkat.

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu ini ialah atonia uteri dan infeksi nifas. Bila pada saat ketuban pecah servik belum matang atau belum membuka sehingga akan memperlama proses persalinan dan menyebabkan kelelahan pada ibu yang berakibat pada lemahnya kontraksi uterus Penatalaksanaan aktif dilakukan pada ketuban pecah dini dengan kehamilan lebih dari 37 minggu. Kehamilan >37 minggu tanpa ada tanda-tanda infeksi jika persalinan tidak maju dapat dicoba bantu dengan diinduksi. Bila gagal dapat dilakukan sectio sesarea.

Pada pasien ini sudah dilakukan induksi, dengan pertimbangan bishop scornya sudah > 5. Adapun tabel skor pelvik menurut2 Bishop 3 : SKOR 0 1

Pembukaan (cm)

serviks 0

1-2

3-4

5-6

Pendataran serviks

0-30%

40-50 % -2

60-70 % -1/0

80 % +1/+2

Penurunan kepala di -3 ukur dari bidang HODGE III Konsistensi serviks Keras

Sedang

Lunak

Posisi serviks

Kebelakang

Searah
lahir

sumbu

jalan Kearah
depan

Keterangan : Bila skor pelvik <5 lakukan pematangan servik, kemudian induksi. Jika tidak berhasil akhiri persalinan dengan seksio sesarea Bila skor pelvik >5 induksi persalinan
Jika dilhat dari tabel diatas pada pasien ini Didapatkan: Pembukaan 1-2 artinya skornya 1 Penurunan kepala masih di hodge1 artinya skornya 3 Konsistensi servik lunak artinya skornya 2

Dari data diatas didapatkan jumlahnya adalah 6, itu artinya pada pasien ini bias dilakukan induksi. Induksi ialah suatu usaha mempercepat persalinan dengan tindakan rangsangan kontraksi uterus, dengan kata lain salah satu upaya stimulasi mulainya proses kelahiran (dari tidak ada tanda-tanda persalinan, kemudian distimulasi menjadi ada)
Syarat-syarat induksi Kehamilan aterm Ukuran panggul normal Tidak ada CPD Janin dalam presentasi kepala Serviks telah matang

KESIMPULAN

Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam obstetri. Penanganan ketuban pecah dini memerlukan pertimbangan usia gestasi, adanya infeksi pada kehamilan ibu dan janin, dan adanya tanda-tanda persalinan. Pada ketuban pecah dini, harus dibatasi dilakukannya pemriksaan dalam karena dapat meningkatkan resiko infeksi. Observasi keadaan umum, tanda-tanda vital ibu dan kesejahteraan janin harus rutin dilakukan. Penatalaksanaan pada kasus ini ialah dilakukannya percobaan induksi dengan pertimbangan: kehamilan yang sudah aterem, syarat bishop scor terpenuhi.