Anda di halaman 1dari 11

Laporan Keuangan Konsolidasi

Hanifa Zulhaimi, S.Pd.,M.Ak

Pengertian Laporan
Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan
aspek ekonomi entitas operasi secara individu tetapi
berada dalam satu pengendalian.
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 4 (PSAK 4)
revisi 9 memberi istilah laporan keuangan
konsolidasi sebagai laporan keuangan suatu
kelompok usaha yang disajikan seperti suatu entitas
ekonomi tunggal.
Laporan konsolidasi adalah laporan asumsi yang
memandang makna ekonomi suatu entitas.

Kewajiban Menyusun LK
Konsolidasi
Perusahaan gabungan dan berakibat munculnya
hak pengendalian terhadap perusahaan lain

Prinsip Subtanve Over Form


dan Laporan Konsolidasi

Pengendalian dapat terjadi meskipun kepemilikan entitas induk, baik secara langsung
atau tidak langsung kurang dari 50% suara dalam entitas lain. Ini terjadi jika ada :
1. Kekuasaan melebihi hak suara
2. Kekuasaan untuk mengatur kebijakan dan operasional entitas berdasarkan anggaran
dasar dan perjanjian
3. Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan komisaris
4. Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau dewan
komisaris atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan
direksi atau dewan komisaris atau organ tersebut.

Pe

Prinsip Subtanve Over Form dan


Laporan Konsolidasi

Sebaliknya, kepemilikan entitas induk di atas 50% tidak menunjukkan pengendalian jika:
1. Kepemilikan dimaksudkan untuk sementara atau akan dialihkan dalam jangka pendek.
2. Entitas anak dibatasi oleh suatu restriksi jangka panjang sehingga sangat
mempengaruhi kemampuannya dalam menstransfer dana kepada entitas induk.
Akuntansi keuangan lebih mengacu pada prinsip substansi harus mengungguli
berbentuk (Substance over Form), yakni prinsip yang lebih mengutamakan makna
ekonomi transaksi atau kondisi dibanding bentuk hukumnya.

Pe

Laporan Konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi terdiri


dari :
1.Laba Rugi Konsolidasi
2.Neraca konsolidasi
3.Laba ditahan konsolidasi
4.Arus kas konsolidasi

Transaksi Antarperusahaan
Transaksi antarperusahaan
menimbulkan keterkaitan akun akun
dalam laporan keuangan entitas induk
dan anak.
Digunakan istilah akun antarperusahaan
atas setiap akun entitas induk dan anak.
Transaksi antarperusahaan merupakan
transaksi internal dari sudut konsolidasi

Transaksi Antarperusahaan
Transaksi antarperusahaan
menimbulkan keterkaitan akun akun
dalam laporan keuangan entitas induk
dan anak.
Digunakan istilah akun antarperusahaan
atas setiap akun entitas induk dan anak.
Transaksi antarperusahaan merupakan
transaksi internal dari sudut konsolidasi

Eliminasi Akun

Transaksi internal dari sudut pandang konsolidasi ini sama


artinya dengan entitas bertransaksi dengan diri sendiri
karena entitas induk dan entitas anak adalah satu. Karena
itu dalam penyusunan kertas kerja konsolidasi transaksi
transaksi tersebut harus dieliminasi.
Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas anak perusahaan.
Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul
kepentingan non pengendali. Perbedaan nilai wajar dan
nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai
wajar yang dikonsolidasi) serta Goodwill muncul jika nilai
perolehan tidak sama dengan nilai wajar.
Hutang Piutang yang muncul antara anak perusahaan dan
induk perusahaan harus dihapuskan.

Prosedur Penyusunan LK
Konsolidasi

LK Konsolidasi
=
laporan entitas induk
+
Laporan entitas anak

Akun antar perusahaan

Kepentingan
Nonpengendali
PSAK 4 revisi 2009 mendefinisikan kepentingan
Nonpengendali sebagai ekuitas entitas anak yang tidak

dapat didistribusikan secara langsung maupun tidak


langsung pada entitas induk.
Kepentingan Nonpengendali akan berubah seiring dengan
perubahan ekuitas anak yang disebabkan pengumuman
laba dan dividen oleh entitas anak.
Kepentingan non pengendali atas aset neto (ekuitas) terdiri
dari :
1. Jumlah kepentingan nonpengendali pada tanggal
kombinasi bisnis awal
2. Bagian kepentingan nonpengendali atas perubahan
ekuitas sejak tanggal kombinasi bisnis