0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan28 halaman

Rangkaian dan Prinsip Kerja ESP

Unit pompa benam listrik (ESP) terdiri dari pompa sentrifugal, motor listrik, dan kabel yang ditenggelamkan ke dalam sumur minyak untuk mengangkat minyak secara buatan. Pompa berputar oleh motor listrik di bawah permukaan dan mengangkat minyak melalui kabel ke fasilitas di permukaan. ESP digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dari sumur.

Diunggah oleh

aldypn66
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
387 tayangan28 halaman

Rangkaian dan Prinsip Kerja ESP

Unit pompa benam listrik (ESP) terdiri dari pompa sentrifugal, motor listrik, dan kabel yang ditenggelamkan ke dalam sumur minyak untuk mengangkat minyak secara buatan. Pompa berputar oleh motor listrik di bawah permukaan dan mengangkat minyak melalui kabel ke fasilitas di permukaan. ESP digunakan untuk meningkatkan produksi minyak dari sumur.

Diunggah oleh

aldypn66
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Electrical Submersible Pump

(ESP)

Pengertian
Electric Submersible Pump adalah pompa
yang dimasukkan ke dalam lubang sumur
yang digunakan untuk memproduksi minyak
secara artificial lift (pengangkatan buatan)
dan digerakkan oleh motor listrik. Peralatan
pompa listrik submersible terdiri dari pompa
sentrifugal, protector dan motor listrik. Unit
ini ditenggelamkan di cairan, disambung
dengan tubing dan motornya dihubungkan
dengan kabel ke permukaan yaitu switcboard
dan transformator. Pompa ini digunakan

Untuk sumur injeksi arah impeller harus dibalikkan.


Untuk sumur kepasiran, ESP dapat dipakai sampai derajat kepasiran

tertentu, yaitu dengan menggunakan impeller atau diffuser khusus yang


terbuat dari Ni-Resist.
Untuk sumur korosif perlu dipasang Ressistant Coning Hausing khusus,
sumbu as pompa dari bahan K-monel. Apabila terdapat H2S gunakan
kabel Al atau kabel biasa dengan ditutup monel.
ESP menghasilkan panas sehingga dapat menurunkan viskositas fluida
produksi, hal mana akan membantu sumur dengan masalah parafin.
ESP biasanya dipakai untuk laju produksi 200-2500
STB/hari, walaupun dapat digunakan untuk produksi
sampai 95.000 STB/hari
ESP terbatas pada temperatur < 250 oF untuk standar dan
< 350oF untuk ESP dengan special motor dan kabel

Instalasi Electrical Submersible Pump

Prinsip Kerja
Prinsip kerja Electric submersible pump adalah
berdasarkan pada prinsip kerja pompa sentrifugal
dengan sumbu putarnya tegak lurus. Pompa sentrifugal
dihubungkan langsung dengan motor penggerak
menggunakan tenaga listrik dari power plant, dimana
tenaga listrik untuk pompa disuplai dari switch board
dan transformator di permukaan dengan perantara
kabel listrik yang di-clamp pada tubing dengan jarak 15
hingga 20 ft. Motor hidrolik memutar cairan yang
melalui impeller pompa, cairan masuk ke dalam
impeller pompa menuju poros pompa, dikumpulkan oleh
diffuser kemudian akan dilempar ke luar. Oleh impeller
tenaga mekanis motor dirubah menjadi tenaga hidrolik.

Impeller terdiri dari dua piringan yang


didalamnya terdapat sudu-sudu, pada saat
impeller diputar dengan kecepatan sudut ,
cairan dalam impeller dilemparkan keluar
dengan tenaga potensial dan kinetik tertentu.
Cairan yang ditampung dalam rumah pompa
kemudian
dievaluasikan
melalui
diffuser,
sebagian tenaga kinetik dirubah menjadi tenaga
potensial berupa
tekanan.
Karena
cairan
dilempar
ke
luar
maka
terjadi
proses
penghisapan.

Skema imppeler dan diffuser

Peralatan pompa ESP


Peralatan surface
Peralatan subsurface

Peralatan surface
Tubig head
Drum
Junction box
Switch board
Transformer

Tubing Head
Tubing head untuk pompa reda agak
berbeda dengan tubing head biasa.
Perbedaannya terletak pada adanya kabel
yang melalui tubing head tersebut.
Adapun fungsi dari tubing head ini adalah
sebagai penyokong dari rangkaian tubing
dan untuk menutup ruang antara casing
dengan tubing.

Drum

Merupakan alat yang digunakan sebagai


tempat untuk menggulung kabel apabila
pompa dicabut.

Junction Box
Junction box ditempatkan di antara kepala sumur
dan switchboard. Juction box biasanya 15 ft
(minimum) dari kepala sumur dan normalnya
berada diantara 2 sampai 3 ft diatas permukaan
tanah. Fungsi dari junction box antara lain :
Sebagai ventilasi terhadap adanya gas yang
mungkin bermigrasi kepermukaan melalui kabel
agar terbuang ke atmosfer.
Sebagai terminal penyambungan kabel dari
dalam sumur dengan kabel dari swichboard.

Switchboard
Merupakan panel kontrol kerja dipermukaan saat
pompa bekerja yang dilengkapi dengan motor
controller, overload dan underload protection serta
alat pencatat yang bisa bekerja secara manual
ataupun otomatis dan dapat digunakan untuk
tegangan dari 440 volt - 4800 volt. Fungsi utama dari
switchboard adalah :
Untuk mengontrol kemungkinan terjadinya downhole
problem seperti: overload atau underload current.
Auto restart setelah underload pada kondisi
intermittent well.
Mendeteksi unbalance voltage.
Pada switchboard
biasanya dilengkapi
dengan
ammeter chart yang berfungsi untuk mencatat arus
motor versus waktu ketika motor bekerja.

Transformer
Berfungsi sebagai perubah tegangan
primer yang tinggi menjadi tegangan
sekunder
(yang
rendah)
yang
dibutuhkan motor. Alat ini terdiri dari
core (inti) yang dikelilingi oleh coil dari
lilitan kawat tembaga

Peralatan Bawah
Permukaan
motor listrik
protektor
pompa
gas separator
kabel listrik

Motor Listrik
Motor listrik pada jenis pompa reda adalah
motor induksi sinkron dua katub, tiga fasa
yang diisi dengan minyak pelumas khusus
yang mempunyai tahanan listrik (dielectric
strength) tinggi, berbentuk sangkar yang
mempunyai kecepatan 3500 rpm pada 60 Hz
dan 2915 rpm pada 50 Hz. Secara garis besar
motor ini mempunyai dua bagian pokok, yaitu
Rotor (gulungan kabel halus yang berputar)
dan Stator (gulungan kabel halus yang
stasioner dan menempel pada badan motor)

Protektor
Protektor ini dipasang di atas motor dan dibawah
pompa. Fungsinya antara lain :
Memberikan
ruangan
untuk
pengembangan/penyusutan minyak pelumas.
Mencegah fluida masuk ke rumah motor.
Menyimpan minyak motor dan minyak pelumas.
Memberikan keseimbangan tekanan dalam motor
dengan tekanan luar, yaitu tekanan fluida sumur
pada kedalaman tertentu.
Secara umum protektor mempunyai dua macam type,
yaitu :
Positive Seal atau Modular Type Protector.
Labyrinth Type Protector.

Labyrinth Type Protector

Pompa

Setiap pompa terdiri dari beberapa


tingkat (multistage) dimana masingmasing terdiri dari impeller dan
diffuser. Jumlah tingkat tergantung
dari head pengangkatannya.

Prinsip Kerja Pompa


fluida yang masuk kedalam pompa melalui intake
akan diterima oleh stage paling bawah dari pompa,
impeller akan mendorongnya masuk, sebagai akibat
proses centrifugal maka fluida tersebut akan
terlempar keluar dan diterima oleh diffuser. Oleh
diffuser, tenaga kinetis (velocity) fluida akan diubah
menjadi tenaga potensial (tekanan) dan diarahkan ke
stage selanjutnya. Pada proses tersebut fluida
memiliki energi yang semakin besar dibandingkan
pada saat masuknya. Kejadian tersebut terjadi terusmenerus sehingga tekanan head pompa berbanding
linier dengan jumlah stages, artinya semakin banyak
stage yang dipasangkan, maka semakin besar
kemampuan pompa untuk mengangkat fluida.

Unit Pompa Benam Litrik

Gas separator (pump intake)


Pada
sumur-sumur
yang
tidak
banyak
mengandung gas, cukup menggunakan pump
intake saja. Tetapi pada sumur-sumur dengan
GOR tinggi, gas separator dapat disambungkan
pada pompa guna memberikan effisiensi pompa.
Dalam hal ini gas separator berfungsi antara lain :
Mencegah menurunnya head capacity yang
dihasilkan pompa.
Mencegah terjadinya fluktuasi beban pada
motor.
Mengurangi adanya surging pressure.

Jenis rotary gas separator

Kabel Listrik
sebagai penyalur aliran listrik dari permukaan
ke motor. Kabel ini di-clamp pada tubing
dengan interval yang sama, mulai dari bawah
sampai
tubing
head.
Diameter
kabel
disesuaikan dengan besarnya arus listrik yang
mengalir,
penurunan
tegangannya
dan
clearence antara tubing dan casing. Kabel
listrik ini terdiri dari tiga kabel tembaga yang
diisolasi satu sama lain dengan pembalut dari
karet. Ketiganya terbungkus oleh suatu
pelindung yang terbuat dari baja. Ada dua
buah jenis kabel yang biasa digunakan, yaitu
round dan flat.

Secara umum ada dua jenis kabel yang biasa dipakai di


lapangan, yaitu :
Low Temperature
Disarankan untuk pemasangan pada sumur-sumur
dengan maximum 200F.
High Temperature Cable
Disarankan untuk pemasangan pada sumur-sumur
dengan temperatur yang cukup tinggi sampai mencapai
mencapai 400F.
Untuk sumur bersuhu tinggi (lebih 250F) perlu
dipasang epoxy untuk melindungi kabel, O-ring dan
seal.

Jenis Flat Cable dan Round Cable

Anda mungkin juga menyukai