Anda di halaman 1dari 3

ALAT ALAT UTAMA PRA DALAM CLTS

1. Pemetaan,
2. Transect Walk,
3. Alur Kontaminasi (Oral Fecal),
4. Simulasi air yang telah terkontaminasi,
5. Diskusi Kelompok (FGD) meliputi:
FGD untuk menghitung jumlah tinja dari masyarakat
yang BAB di sembarang lama 1 hari, 1 bulan, dan dalam
1 tahunnya.
FGD tentang privacy, agama, kemiskinan, dan lain-lain
Adapun alat PRA yang digunakan dalam proses monitoring :
1. Pemetaan dan skoring pemetaan,
2. Rating Scale atau Convinient,

ELEMEN-ELEMEN PEMICUAN
Hal hal yang
harus dipicu

Alat yang digunakan

Rasa jijik

Transect walk
Demo air yang mengandung tinja, untuk digunakan cuci
muka, kumur-kumur, sikat gigi, cuci piring, cuci pakaian, cuci
makanan / beras, wudlu, dll

Rasa malu

Transect walk (meng-explore pelaku open defecation)


FGD (terutama untuk perempuan)

Takut sakit

FGD
Perhitungan jumlah tinja
Pemetaan rumah warga yang terkena diare dengan didukung
data puskesmas
Alur kontaminasi

Aspek agama

Mengutip hadits atau pendapat-pendapat para ahli agama yang


relevan dengan perilaku manusia yang dilarang karena
merugikan manusia itu sendiri.

Privacy

FGD (terutama dengan perempuan)

Kemiskinan

Membandingkan kondisi di desa/dusun yang bersangkutan


dengan masyarakat termiskin seperti di Bangladesh atau
India.

FAKTOR PENGHAMBAT PEMICUAN


Hal-hal yang menjadi
penghambat pemicuan di
masyarakat
Kebiasaan dengan subsidi /
bantuan
Faktor gengsi; malu untuk
membangun jamban yang
sangat sederhana (ingin
jamban permanen)
Tidak ada tokoh panutan

Solusi

Jelaskan dari awal bahwa kita


tidak punya apa-apa, kita tidak
membawa bantuan
Gali model-model jamban
menurut masyarakat dan
jangan memberikan 1 pilihan
model jamban
Munculkan natural leader, jangan
mengajari dan biarkan
masyarakat mengerjakannya
sendiri.