Anda di halaman 1dari 4

Why Good Accountants Do Bad Audits

Pada tanggal 30 Juli saat ceremony di ruang


Timur Gedung Putih yang dihadiri oleh para
pemimpin kongres, presiden George W. Bush
menandatangani UU Sarbanes Oxley tahun
2002 mengenai akuntabilitas Perusahaan.
Tanggapan terhadap skandal keuangan barubaru ini mulai menurunkan kepercayaan
warga AS terhadap Bisnis di sana.
Tindakan yang terjadi melalui DPR dan Senat
dalam waktu yang singkat terjadi di keadua
belah pihak. Tindakan ini merupakan batasan
batasan
hukum
pada
eksekutif
dan
memberikan perlindungan yang luas pada
pemberi laporan suatu pelanggaran (whistle

Lanjutan ......
..
Yang paling penting adalah memikirkan untuk
menempatkan akuntansi di bawah pengawasan
federal yang baik. Hal itu menciptakan peraturan
dengan kekuasaan yang luas untuk menekan
tindakan korupsi dan untuk memonitori bagian
akuntansi di perusahaan apabila terjadi fraud akan
dikenakan hukuman pidanan yabng berat termasuk
hukuman penjara seumur hidup.
Mengingat skala besar skandal akuntansi baru-baru
ini dan berdampak buruk pada pekerja dan investor,
hal tersebut tidak mengejutkan bahwa pemerintah
dan masyarakat menganggap masalah mendasar ini
adalah korupsi dan kriminalitas melanggar kode etik
akuntan
dengan
memalsukan
angka
untuk
melindungi clien yang juga melanggar kode etik.

Masalah
akuntansi
yang
serius
telah
lama
mengganggu audit dalam perusahaan,. Secara rutin
menyebabkan denda yang substansial di bagian
akuntansi perusahaan. Beberapa kesalahan, tidak
diragukan lagi, adalah hasil penipuan.
Lebih dalam lagi, masalah yang lebih merusak pada
audit perusahaan, seperti yang saat ini dipraktekkan,
adalah kerentanan untuk unconscious bias.
Karena sifatnya sering kali subjektif dari akuntansi
dan hubungan erat antara kantor akuntan publik dan
klien mereka, bahkan yang paling jujur dan teliti
auditor secara tidak sengaja dapat mendistorsi
angka dengan cara menutupi kebenar dari status
keuangan perusahaan, sehingga menyesatkan,
investor, pengatur, dan juga manajemen.

Berbeda dengan korupsi, uncinscious bias tidak


bisa
tergoyahkan
oleh
ancaman
penjara.
Membasmi bias, akan membutuhkan cara lebih
mendasar ke perubahan akuntansi perusahaan
dan klien mereka dalam beroperasi .
Jika kita benar-benar akan mengembalikan
kepercayaan di AS dalam sistem audit, kita perlu
melampaui ketentuan UU Sarbanes-Oxley. . Kita
perlu merangkul praktik dan peraturan yang
mengakui keberadaan bias dan sedang efek buruk
nya.
Hanya selanjutnya dapat kita yakin keandalan
dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh
perusahaan publik dan diratifikasi oleh acountants
profesional.