B.
Dinding Sel
Dinding sel adalah struktur di luar membran
plasma yang membatasi ruang bagi sel
untuk membesar.
Tebal sekitar 0,1 m.
Merupakan merupakan ciri khas yang
dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi, dan alga.
Ditemukan pada abad ke-17 sebelum
ditemukan protoplas.
Menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan
berkembang bebas.
Dinding sel sangat kuat dan kaku, sehingga perlu
adanya jembatan yang disebut plasmodesmata
(benang-benang plasma penghubung sitoplasma
suatu sel dengan sitoplasma sel tetangganya.
Plasmodesmata terbentuk karena adanya noktah
(celah)
Komponen Penyusun Dinding Sel
Bahan utama penyusun dinding sel adalah selulosa
dan bergabung dengan polisakarida yang lain
(hemiselulosa dan pektin )
Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar
terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa,
hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting)
Pada bakteri : peptidoglikan, yang terdiri dari rantai
polisakarida silang dengan peptida biasa yang
mengandung asam D-amino
Pada alga : glikoprotein, Pada fungi : polimer
pektin, dan sakarida glukosamin kitin
sederhana (gula)
Strukur dinding
sel :
Berdasarkan perkembangan
dan struktur nya, terdapat 3
bagian pada dinding sel :
Lamela tengah, kaya pektin dan
sebagai penghubung antara sel-sel
tanaman yang berdekatan
Dinding sel primer, umumnya tipis
dan fleksibel. Merupakan dinding sel
pertama yang terbentuk selama
perkembangan sel. Mengandung
selulosa, hemiselulosa, dan pektin.
Dinding sel sekunder, merupakan
lapisan tebal yang terbentuk dalam
dinding sel utama setelah sel menjadi
Fungsi dinding sel :
Mempertahankan dan menentukan bentuk sel
Membedakan sel tumbuhan dan sel hewan
Dukungan dan kekuatan mekanik
Enzim yang dikandungnya berperan penting dalam
penyerapan, transportasi, dan sekresi zat dalam tumbuhan
Mengontrol tekanan turgor
Penyimpan karbohidrat
Pertahanan terhadap bakteri dan jamur patogen
Mengendalikan laju dan arah pertumbuhan sel dan mengatur
volume sel
Memiliki peran metabolisme
Penghalang fisik untuk: patogen dan air dalam sel bergabus
Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.