Botani
Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan &
peran tumbuhan bagi kehidupan
Mempelajari botani tidak hanya mempelajari
tumbuhan secara teoritis tapi mendalami ilmu
botani untuk lebih menghargai & menyadari peran
penting tumbuhan secara fungsional bagi
kehidupan.
(Aldo Leopold - The Botanical World)
Bahan Pustaka
• Botany
• Taxonomy of Vascular Plants Laurence
• Taksonomi Tumbuhan Tingkat Tinggi
Gembong Tjitrosoepomo
• Anatomy of Seed Plants Catherine
Essau (1979).
• Anatomi Tumbuhan Berbiji Estiti. B.
Hidayat
• Plant Physiology Salisbury and W.C
Ross (1977)
• Fisiologi Tumbuhan Diah R. Lukman.
Botani
• Cabang ilmu biologi yang mempelajari
tumbuhan
• Tumbuhan merupakan mahluk hidup yang
penting artinya bagi kehidupan manusia
dan lingkungan
– Sebagai sumber pangan
– Penghasil serat untuk pakaian,kertas
– Penyerap gas karbon dioksida (CO2)
mengatasi pemanasan global
– Penyedia O2 di udara
– Bahan baku obat
– Pencegah erosi/pengatur tata air
Cabang ilmu botani
Bryologi Eko-Botani
Ethnobotani
Sistematika
Tumbuhan
Forestry
Fisiologi
Tumbuhan
Hortikultura
Patologi Botani
Tumbuhan
Mycology
Morfologi
Tumbuhan
Paleobotani
Genetika
Tumbuhan Palinology
Ekologi
Tumbuhan Anatomi Phycology
Tumbuhan
Hortikultura : Ilmu yang mempelajari tentang
budidaya tanaman
hias, sayuran dan buah-buahan
Ruang Lingkup Hortikultura meliputi
pembenihan, pembibitan, kultur jaringan,
pemanenan, pengemasan & pengiriman
Cabang Botani
Anatomi Tumbuhan :
Ilmu yang mempelajari Struktur
bagian dalam dari tumbuhan
mencakup sel dan jaringan
Tumbuhan
-menunjang aplikasi ilmu botani
seperti kultur jaringan atau fusi
protoplast
Cabang Botani
Morfologi tumbuhan:
Ilmu yang mempelajari bentuk luar dari
berbagai organ tumbuhan, bentuk & fungsinya
serta siklus hidup tumbuhan
Taxonomi/Sistematika Tumbuhan :
Ilmu yang mempelajari klasifikasi dan sistem
penamaan tumbuhan.
Untuk mengelompokkan tumbuhan berdasarkan
taksonomi melalui identifikasi (pengenalan),
pemberian nama dan penggolongan (klasifikasi),
deskripsi dan nomenklatur.
Fisiologi
• Mempelajari proses yang terjadi
pada tumbuhan dari embrio hingga
dewasa.
• Imbibisi ?
• Proses imbibisi?
Peran Botani Ekologi
Ekologi Tumbuhan : Ilmu yang mempelajari peran tumbuhan
bagi lingkungan
Peran Botani : Ekologi
Tumbuhan sebagai penahan resapan
air
Tumbuhan (hutan) : tempat
resapan air & daerah penahan
Lapisan-lapisan humus yang
berpori & akar-akar tumbuhan
berfungsi menahan tanah
Kerusakan hutan :
Penahan air terganggu
Struktur tanah mudah terurai
Tanah longsor
hujan
Banjir, air kotor
Peran Botani :
Fotosintesis
Hasil fotosintesis
tumbuhan menjadi
sumber pangan bagi
seluruh makhluk
hidup secara
langsung & tidak
langsung
Tumbuhan sebagai produsen utama dalam rantai
makanan
Taksonomi/Sistematika
tumbuhan
• Taksonomi/sistum ilmu yang
mempelajari tentang tata cara pemberian
nama tumbuhan.
• Nama adalah suatu yang sangat penting
dan diperlukan oleh semua benda yang
ada dimuka bumi ini, termasuk tumbuhan.
• Dalam Mengenal tumbuhan terlebih
dahulu perlu mengetahui namanya,
mengenal kelompok dan mengenal sifat
serta karakternya.
Konsep dasar taksonomi/sistum
• Identifikasi usaha/cara mendapatkan/
memberi nama kepada kelompok tumbuhan
(takson)tertentu, sesuai tatacara yg ditetapkan
dalam nomenklatur.
• Klassifikasi penempatan suatu takson pada
tingkatan klassifikasi tertentu sesuai
nomenklatur.
• Deskripsi uraian lengkap tentang sifat
dan karakter morfologi suatu takson yang
dapat menentukan, karakter, karakter-
state dan karakteristik.
• Nomenklatur peraturan/pedoman tata
cara pemberian nama serta
pengelompokan/klassifikasi tumbuhan
berjudul International Codes of Botanical
Nomenklature atau (KITT=Kode
Internasional Tatanama Tumbuhan).
Identifikasi
• Proses pemberian nama ilmiah thd suatu
takson tumbuhan,dapat dilakukan dg
cara:
• (1). Menggunakan gambar deskriptif/foto
yg trdpt dlm buku, jurnal/publikasi resmi
Botani, dg menyamakan objek yg akan
diberi nama dengan ciri khas yang ada pd
gambar tsb.
• (2). Menggunakan specimen herbarium yg
telah teridentifikasi dg menyamakan
karakter yg dimiliki oleh objek dgn
specimen tsb.
Sambungan …..identifikasi
• (3). Menggunakan kunci determinasi,
dengan mencocokan karakter dari objek
yg akan dicarikan namanya dg urutan
pernyataan yg terdapat dalam urutan
kunci determinasi.
• (4). Menanyakan langsung kepada
pakar/lembaga resmi (Herbarium) dengan
menyerahkan koleksi tumbuhan yang
akan diketahui namanya.
Klassifikasi
• Untuk mempermudah cara
pengenalan tumbuhan
• Sampai saat ini tumbuhan
angiospermae secara ilmiah sudah
diketahui sebanyak 300 ribu jenis,
utk mengenalnya scr langsung sgt
susah.
• Dengan mengelompokkan
berdasarkan kategori tertentu akan
mudah mengingatnya.
Tingkat klassifikasi
• tumbuhan dikelompokkan
berdasarkan sifat dan karakter
morfologi yang sama kedalam
tingkat klassifikasi sesuai dengan
yang ditetapkan Nomenklatur.
• Tingkat klassifikasi ini disebut taxon,
meliputi taxon utama dan taxon
tambahan, mulai dari yang paling
besar/tinggi sampai yang paling
rendah.
Urutan taxon
• Urutan taxon Utama dan Taxon tambahan adalah
sbb:
– DIVISIO,
– Sub Divisio,
– KELAS,
– Sub Kelas,
– ORDO, Sub ordo,
– FAMILI, Sub Famili,
– GENUS, Sub Genus,
– SPESIES, Sub Spesies,
– Varietas, Sub varietas,
– Forma, Sub Forma. (huruf kapital adalah taxon utama
dan huruf kecil taxon tambahan)
Sistim Klassifikasi
• 1. Praktical system (sistim praktis)
berdasarkan kepada fungsi tumbuhan
dalam berbagai kebutuhan hidup manusia
tdd:
• A. tanaman pangan/hortikultura
• B. tanaman obat
• C. tanaman hias/pekarangan/taman
• D. tanaman peneduh (jalan dan taman)
• E. tanaman gulma
• F. tanaman parasit
• G. tanaman epifit
• H. tanaman pionir
= tanaman pengganggu, yang
kehadirannya tidak diharapkan pada
suatu daerah
• Contoh :
• Melastoma malabatricum =
sikeduduk
• Imperata cylindrica = Ilalang
• Cyperus rotundus = rumput teki
• Ageratum conizoides = bendotan
Contoh tanaman parasit
• Loranthus sp
• Dandrophtoe sp
• 2. Artificial system (Sistim buatan)
pngelompokan tt berdasarkan
karakter terpilih
• 3. Natural system (sistim alami)
berdasrkan keseragaman karakter
diantara keanekaragaman yang
terdpt scr alami, slanjutnya dikenal
dg polythetic set.
Lanjutan ..klassifikasi
• 4. Phyllogenetic system
pengelompokan ttan bdsrkan
hubungan kekerabatan/kekeluargaan
dari taxon dg menggunnakan analisis
karakter atau dikenal dg sistim
phenetic. Bdsarkan karakter biologi
spt karakter kromosom (Cyto
taxonomi)
Periode klassifikasi
• 1. Periode paling tua dilakukan
oleh kelompok masyarakat etnis
tertentu bdasarkan practical system,
terutama bdasarkan fungsi dan
kegunaan ttan itu utk kepentingan
hidup manusia tidak tercatat
dalam sejarah kegiatan Botani tp
diyakini telah berlangsung seumur
kebudayaan manusia.
Lanjutan ..
• 2. periode I dg sistim artifisial
dimulai semenjak 3 abad SM oleh
Theophrastus, dg habitus sbg
karakter pembeda, dilanjutkan dg
karakter umur (annual, biennial dan
perennial). Sistim ini dilanjutkan oleh
Carolus LINNAEUS dg menggunkan
seksual sistim utk membedakan
antar takson dr tumbuhan.
• Carolus LINNAEUS salah seorang
yg menciptakan berbagai karya yg
meningkatkan/mengembangkan
taksonomi menjadi ilmu
pengetahuan modern a.l Binomial
system =sistem pemberian nama
tumbuhan menggunakan 2 suku
kata.
Periode II
• Mengunakan natural system
mengelompokan tumbuhan
berdasarkan keragaman karakter,
diantara keanekaragaman yg
terdapat secara alami.
Periode III
menggunakan phyllogenetic
sytem, berdasarkan hubungan
kekerabatan, terus berlanjut dalam
studi Biosistematik dg berbagai
karakter, spt kromosom
(cytotaxonomy),kandungan kimia
(chemotaksonomy) dll.
4. Deskripsi
• Utk mengenal dan mengetahui
karakter morfologi tumbuhan hrs
dilakukan pertelaan/diskripsi lengkap
yaitu, dengan mengamati secara
rinci bentuk, susunan dan struktur
organnya.
5. nomenklatur
• Sampai saat ini telah ada tiga
periode dan sistim pemberian nama
tumbuhan yaitu :
• 1.Periode polynomial system (sampai
tahun 1753) pemberian nama
tumbuhan dg banyak suku kata,cnth
Ranunculus folius ovatus serratis
scapo nudo uniflora.
• Pada sintem ini dijelaskan/dituliskan
semua karakter yang ada pada
tumbuhan itu.
2. Periode Binomial
system(1753-1930)
pemberian nama spesies tumbuhan
menggunakan dua kata, sesuai dengan konsep
Carolus LINNEAUS. Contoh Zea mays L.
• Kata pertama (Zea) menunjukkan genus dan
kata ke dua (mays)menunjukkan spesies. Huruf
(L.) adalah kependekan nama author atau nama
orang yang memberikan nama tumbuhan ini
yaitu Carolus LINNEAUS.
• Sisitim pemberian nama ini dicetuskan oleh
Carolus LINNEAUS dalam publikasinya yang
berjudul SPECIES PLANTARUM pada tahun 1753
3. Periode Nomenklature Botani
Kode Internasinal Tatanama Tumbuhan
(KITT)
• Nomenklatur Botani dihasilkan pada
kongres Botani Internasional ke V di
Cambridge Inggris tahun 1930.
• Berasal dari konsep LINNEAUS yaitu
Binomial system yang tercantum dlm
bukunya: SPESIES PLANTARUM.
Namun telah dilengkapi dengan
berbagai aturan dan tatacara dan
disusun lebih lengkap.
Azas nomenklatur
• Tatanama tumbuhan berdiri sendiri,
tidak ada hubungannya dengan tata
nama hewan.
• Penerapan nama kesatuan taksonomi
ditentukan atas dasar tipe tatanama.
• Tatanama suatu kesatuan taksonomi
didasarkan kepada perioritas tanggal
penerbitan.
Lanjutan… azas nomenklatur
• Setiap kesatuan taksonomi dg batasan,
kedudukan dan tingkat tertentu hanya
mempunyai satu nama ilmiah yg tepat,
yaitu nama tertua yg sesuai dg peraturan,
kecuali yg dinyatakan khusus.
• Nama ilmiah kesatuan taksonomi
diperlakukan sebagai bahasa latin tanpa
memperhatikan asalnya.
• Peraturan tata nama berlaku surut, kecuali
kalau dibatasi dengan sengaja.
Kunci determinasi
• Berupa urutan pernyataan, dmana semua
karakter yang dimiliki tumbuhan disusun
dalam kalimat/pernyataan yang satu
dengan lainnya saling berlawanan, dengan
sejelas mungkin.
• Berdasarkan cara menyusun setiap
kalimat/pernyataan karakter state
tersebut, kunci determinasi dibedakan
atas dua macam yaitu:
– Kunci cekung (indented keys)
– Kunci kurung(bracket keys)
kuncideterminasi
• Kunci determinasi adalah suatu
alat/cara untuk memudahkan
mencari serta menentukan nama
ilmiah suatu taksonatau sekelompok
tumbuhan.
• Kunci determinasi disusun
berdasarkan beberapa karakte yang
menonjol dari sekelompok tumbuhan
Kuliah minggu ke 5
karakter, karakter-state,
karakteristtik
• Karakter semua atribut yang memiliki
bentuk, susunan dan stuktur atau yang
memiliki semua sifat fisiologis dan
ekologis yang secara keseluruhan dapat
diukur, dihitung dan dinilai secara
objektif,sehinga dapat digunakan untuk
menyamakan semua organ, individu atau
kelompokmakhluk hidup yang ada
• Karakter-state objek yang telah
ditentukan nilainya, misal tinggi batang 15
m, diameter batang 50 cm, warna bunga
merah, dll.
Lanjutan ….karakter
• Karakteristiksejumlah karakter state
yang dipunyai oleh suatu jenis/takson
tertentu yang secara keseluruhan tidak
didapatkan pada jenis/ takson lain.
• Contoh Tanaman Rosa hybrida dikenal
sebagai tumbuhan perdu, batang berduri,
bunga bagus, bewarna merah,mempunyai
bau yang wangi.
IV. Terminologi karakter
morfologi
• Habitus
• Batang (caulis=stem)
• Daun (folium=leaf)
• Bunga (flos=flower)
Habitus bentuk hidup tumbuhan
1. Herbaceus tumbuhan berbatang lunak,
berair, tidak memiliki zat kayu. Cth
keladi (Araceae),bayam
(Amaranthaceae),Impatien balsamina
2. Lignosus tumbuhan batang berkayu,
ada 3 kelompok yaitu :
a. Frustescens (perdu/semak) tumbuhan batang berkayu,
tinggi < 5 m. cth Melasthoma malabathricum (sikeduduk),
Rhodomyrtus tomentosa (Karamuntiang), Orthosipon
stamineus (kumis kucing)
b. Arborescen(pohon) tumbuhan berkayu dg tinggi>5 m,
cth:
Durio zibetinus = durian
Garcinia mangostana=manggis
Mangifera indica = mangga
Lanseum domesticum =lansek/duku
Swietenia mahagoni = mahoni
Pterocarpus indica = angsana
c. Liana tumbuhan berkayu yang memanjat pada tanaman lain.
Cth. Tetrastigma sp, Piper betle = sirih; piper nigrum=merica/lada
Lanjutan Habitus
3. Calamus tumbuhan dengan
batang beruas, berbuku,tidak
berongga. Cth Calamus sativus,
Zea mays, Themeda gigantea.
4. Calmus tumbuhan beruas,
berbuku, batang berongga. Cth
Bambusa sp, Oryza sativa.
Batang
• Bentuk batang
• Percabangan batang
• Modifikasi batang
• Bentuk batang
– Bulat (terres)
– Bersegi (angularis );
– Triangularis (Bersegi tiga),cth Cyperus
rotundus (rumput teki)
– quadrangularis (bersegi empat), cth Passiflora
quadrangularis (markisa)
– Pipih (cladodia) contoh: Asparagus
• Percabangan
– Monopodial batang lebih besar
dibanding tajuk
– Sympodial tajuk lebih besar dibanding
batang, contoh Achras zapota =sawo
– Dichotomus cabang muncul dikiri
kanan batang
Modifikasi batang
• Rhizome (rimpang)pada famili
Zingiberacea = temu-temuan/jahe-jahean
• Stolon (geragih) pada Imperata cylindica
= lalang
• Tuber (umbi) pada Solanum tuberosum
• Bulbus (umbi lapis) pada Allium
cepa=bawang merah
• spina (duri) pada Rosa hybrida, Cactus
sp
• Cirrus (sulur) pada Cucurbitaceae = labu
Daun (folium)
– Duduk daun pada batang
(phylotaksis
– Organ pokok daun
– Bentuk umum lembaran daun
(circum scriptio)
– Ujung daun (apex)
– Pangkal daun (basis)
– Pinggiran daun (margo)
– Pertulangan daun (nervatio)
– Daun penumpu (stipula
Duduk daun pada batang
• Satu lembar daun pada buku
– Folia sparsa = tersebar
– Folia disticha= bergantian
– Rosette = berkumpul
• Dua lembar daun pada buku
opposite =kedudukan daun
berhadapan
• Di setiap buku didaptakan banyak
lembaran daun =verticillata
Organ pokok daun tdd :
• Petiolus (tangkai daun)
• Vagina (pelepah daun)
• Lamina (helaian daun)
• Daun lengkap daun yang memiliki
ketiga organ pokok daun
• Daun tak lengkap jika salah satu dari
ketiga organ tersebut tidak dimiliki
Organ tambahan pada daun
• Tendril (sulur)
• Pitcher (kantong) pada Nephentes
ampularia (kantong semar)
• Spina (duri) pada ujung atau di
permukaan daun. Cth; Calamus spp,
(Solanum aculeatissimum(terung
duri), Solanum mammosum) terung
susu
Kuliah mingu ke 6
Circum scriptio (bentuk umum
daun
• Acerosus = bentuk jarum
• Linearis = bentuk pita
• Orbicularis = Bulat
• Ellipticus = ellip
• Oblongus =bulat panjang
• Lanceolatus = lanset
• Oblanceolatus = lanset terbalik
Bentuk umum daun
• Ovatus = bulat telur
• Obovatus = bulat telur terbalik
• Ovalis = jorong
• Cordatus = bentuk Hati
• Obcordatus = bentuk hati terbalik
• Reniformis = bentuk ginjal
Bentuk umum daun
• Deltoideus = bentuk delta
• Spathulatus =bentuk sudip
• Hastatus = bentuk tombak
• Sagittatus = bentuk anak panah
• Rhomboideus = bentuk belah
ketupat
Apex (Ujung daun)
• Acutus (runcing) Sizygium sp
• Acuminatus (meruncing)
• Retusus (terbelah) Sida retusa
• Obtusus (tumpul)
• Rotundatus (bulat)
• Truncatus (rata)
Basis (pangkal daun)
• Attenuatus ( menyempit
• Acutus (runcing)
• Obtusus ( tumpul)
• Rotundatus (membulat)
• Truncatus (rata)
• Cordatus (seperti hati)
• Sagittatus (bentuk anak panah
• Hastatus (seperti tombak
• Auricularis (seperti telinga)
Margo (pinggir daun)
• Intiger (rata)
• Repandus (beriak)
• Sinuatus (berombak)
• Serratus (bergerigi)
• Biserratus (bergerigi ganda)
• Dentatus (bergigi)
• Pinnati lobus, pinnati vidus, pinnati
partitus
• Palmati lobus, palmati vidus,
palmatipartitus
Nervatio (pertulangan daun)
• Penninervis (menyirip) Psidium
guajava
• Palminervis (menjari) Jatropha
curcas (jarak pagar) Ricinus comunis
(jarak), Carica papaya (pepaya).
• Curvinervis (melengkung)
Melastoma malabathricum
• Rectinervis (sejajar) famili
gramineae
Permukaan daun
• Licin
– Mengkilat = nitidus Ficus banjamina
– Suram = opacus Ipomoea batatas
– Berlapis lilin =pruinosus = glaucus
Musa paradisiaca
– Gundul = glabrous
• Tidak licin
– Scaber = kesat Elephantropus scaber
– Scavy = bersisik
– Stellate = berbintik seperti bintang
Lanjutan ….Permukaan
daun
• Tidak licin
– berwarna lain dibanding warna dasar Coleus hybridus
– Canescent = berambut abu-abu
– Tomentose = berbulu halus berkelompok
Rhodomyrtus tomentosa = karamuntiang
– Lanatus = berbulu halus
– Glandular = berbulu kelenjar
– Strigos = berambut miring
– Pubescens = berbulu
– Sericeus = berambut sungsang
– Villosus = Berambut halus
– Pilose = berambut halus dan lembut
Kuliah minggu ke 7
Bunga/flos
• Modifikasi dari batang dan daun shg
berubah bentuk dan fungsinya
• Nodus dan internodusnya sangat
pendek shg tidak dapat dilihat
• Organ pokok bunga tdd:
– Perianthium (perhiasan bunga)
– Stamen (bunga jantan)
– Pistillum (bunga betina)
Lanjutan .. Organ pokok bunga
• Perianthium (perhiasan bunga)
– Calyx (kelopak bunga) lembaran calyx =
sepal
– Corolla (mahkota bunga)lembaran corolla =
petal
• Stamen
– Anthera (kotak sari) berisi pollen (serbuk
sari)
– Fillamen (tangkai sari)
• Pistillum
– Stigma =kepala putik,
– stylus =tangkai putik
– ovary = bakal buah
– Ovule = bakal biji
Bunga tidak lengkap
• Flos nudus tidak punya corolla
• Flos feminus tidak punya stamen
• Flos masculus tidak punya pistillum
• Bunga steril tidak punya stamen dan
pistillum
• Bunga dengan satu alat kelamin =
unisexual
• Bunga yang punya kedua alat kelamin =
biseksual
Bunga berdasarkan kelamin
• Monoceus bunga jantan dan
bunga betina terdapat pada satu
individu walaupun tempatnya
berbeda. Cth bunga zea mays
• Dioceus bunga jantan dimiliki oleh
satu batag, bunga betina pada
batang lain. Cth salak (zalacca
edulis), myristica faragrans (pala)
Bentuk dan susunan
mahkota bunga (corolla)
• Bentuk dan susunan lembaran mahkota
(petal)
– Petal bebas = polipetalus rosa hybrida
– Petal bersatu = gamopetalus Datura metel
• Posisi corolla
– Simetris actinomorphus (beraturan), dapat
dibuat banyak bidang simetri . Contoh bunga
solanaceae; zygomorphous (setengah
beraturan) papilionaceae.
– Asimetris (tidak beraturan), tidak dapat dibuat
bidang simetri. Cnth ; Canna indica
• Posisi ovary
– Epygenus
– Perigenus
– hypogenus
Organ kelamin jantan
=stamen (androecium) tdd:
• Kepala sari = anthera
• Tangkai sari = filamen
• Kedudukan anthera pada fillamen
– Innatus =bersambungan
– Adnatus = menempel
– Dorsifixed = bertengger
– Versatilis = bergoyang
Susunan stamen
• Monodelphous = satu tukal, contoh bunga
Hibiscus rosa sinensis = kembang sepatu
• Diadelphous = dua tukal
• Polyadelphous = banyak tukal, contoh
bunga Sizygium aquatium =jambu air
• Syngenesius = antera bersatu, filmen
bebas
• Synandrous = antera bebas, filamen
bersatu
Organ kelamin betina =
pistillum (gynaecium)
• Stigma = kepala putik
• Stylus = tangkai putik
• ovary = bakal buah
• Ovulum = bakal biji
• Posisi ovary
– Epigynus = terapung
– Perigynus = melayang
– Hypoginus= tenggelam
Bagian dari ovari
• Carpellum = daun buah
• Septum = sekat
• Loculus = ruang
• Ovulum = bakal biji
• Placenta = kedudukan bakal biji
Jenis Bunga : bunga tunggal dan majemuk
• Bunga majemuk
• Bagian bunga majemuk
1. Tangkai bunga majemuk = pedunculus
2. Tangkai bunga = pedicellus
3. kuntum bunga = flos
4. sumbu bunga = rachis
5. daun pelindung bungamajemuk =
brachtea
6. daun pelindung bunga = brachteoli
Macam bunga majemuk
• 1. bunga tandan = racemus Caesalpinia
pulcherrima (kembang merak)
• 2. bunga bulir = spica Stachitarpeta
indica, Piper betle.
• Bunga Malai rata = corymbus
Chaeranthus sp
• 4. bunga payung = umbella Lantana
camara.
• 5. bunga payung majemuk= compound
umbella Ixora javanica
• 6. bunga Payung menggarpu = dichasium.
Macam bunga majemuk
• 7. bunga kipas = rhipidium
• 8. bunga sabit = drepanium Cladiolus.
• 9. bunga Malai= panicula Delonix regia.
• 10. Bunga cawan = capitulum
Asteraceae, Heliantus annus.
• 11. Bunga tongkol = spadix Zea mays.
• 12. Bunga untai = amentum Morus
macraura = andaleh
• 13. bunga periuk = hypanthodium Ficus.
• 14. Bunga Eupor. Euporbiaceae.
Kuliah mingu ke 8
Koleksi dan Herbarium
• Koleksi =material (sampel) yang
dikumpulkan dari berbagai jenis
tumbuhan yang terdapat di
lapangan.
• Syarat yang harus dipenuhi koleksi :
– Ukuran koleksi 40 x 30 cm
– Kelengkapan organ
– Ketentuan cara pengambilan koleksi
– Pengamatan dan pencatatan
Herbarium.
• Herbarium punya dua pengertian :
• 1. sebagai tempat atau lembaga yg
berfungsi untuk menyimpan semua
koleksi/specimen tumbuhan dan
tempat mempelajari flora.
• 2. sebagai material, berupa koleksi
tumbuhan yang telah diawetkan,
dikeringkan, telah diberi label dan
telah dimounting/ditempel.
Kuliah minggu ke 8
Struktur umum tumbuhan
• Berdasarkan ada atau tidaknya jaringan
pembuluh, tumbuhan dikelompokkan atas 2 kel
yaitu :
• 1. Tallophyta (tumbuhan tidak punya jaringan
pembuluh.
• 2. Tracheophyta tumbuhan punya jaringan
pembuluh untuk membawa air dan nutrisi yang
dibutuhkan ada 2 kelompok :
– Memiliki alat perkembang biakan tersembunyi
Devisio Pteridophyta (paku-pakuan)
– Memiliki alat perkembang biakan yang jelas yaitu biji
Devisio Spermatophyta = antophyta=phanerogamae
Spermatophyta .
• terdiri atas 2 Sub Devisio
• Gymnospermae
• Angiospemae terdiri atas 2 kelas yaitu
• Monokotiledoneae
– Biji berkeping satu, Berakar serabut
– Batang tidak memiliki percabangan
– Tidak memiliki kambium
– Pertulangan daun umumnya sejajar
• Dikotiledoneae
– Biji berkeping dua, berakar tunggang
– Batang memiliki percabangan yang banyak
– Memiliki kambium
– Pertulangan daun menyirip atau menjari
Kelas dikotiledone
• Terdiri atas 3 sub kelas :
• 1. Apetalae (Monochlamideae ) tanpa
petal, hanya punya satu perhiasan bunga
disebut perigonium.
• 2. dialypetalae periantium td calyx dan
corolla, petalnya terpisah satu sama lain
• 3. sympetalae tdd calyx dan corolla,
petal bersatu seluruhnya atau sebagian,
membentuk tabung.
1. Sub kelas Apetalae
(Monoclamidae)
• Tumbuhan berkayu, pohon, perdu
ada juga liana
• Bunga unisexual.
• Bunga tidak punya periantium.
• Benang sari umumnya banyak.
• Penyerbukan dengan angin
• Tdd atas 14 ordo, 33 famili, 1178
genus dan 23.302 spesies
Apetalae (Monoclamidae)
terdiri atas 14 ordo
1. Casuarinales 9. proteales
2. Fagales 10. santalales
3. Myriscales 11. polyganales
4. Junglandales 12. caryophyllales
5. Salicales 13. Hamamelidales
6. Piperales 14. Aristolochales
7. Urticales
8. Euporbiales
1.1. Casuarinales
2.Sub Kelas Dialypetalae
• 2.1. Polycarpiaceae = ranales =
Ranunculales
– Ranunculaceae
– Magnoliaceae Michelia champaca
– Annonaceae Anona muricata, A. squamosa,
Cananga odorata
– Myristicaceae Myristica faragrans
• 2.2. Rosales
– Rosaceae
– Rosa : R. gallica ; R. damascena ; R. canina.
– Rubus : R. idaeus ; R. rosifolius.
– Pyrus : P. malus (apel) ; P. communis (pear)
2.3. Leguminoceae
• Mimosaceae. Terdiri dari 40 genus dg 1500 spesies
– Mimosa : M. pudica (sikejut, putri malu); M. invisa
(rembete) gulma berduri.
– Parkia.: P. speciosa (petai), P. javanica (kedawung), P.
intermedia.
– Leucaena : L. glauca (lamtoro), L. leucocephala (lamtoro
gung), L. glabrata.
– Acacia : A. catechu, A. decurrens (penghasil zat
penyamak) ; A. senegal (penghasil gom arab), A. villosa
(watapana).
– Pithecellobium : P. lobatum. (jengkol), P. spruiceanum, P.
saman (pohon hujan).
– Albizzia : A. falcata (jeunjing), A. sumatrana, A. stipulata
(tekik atau sengon).
– Calliandra : C. brevipes, C. haematoma, C. portoricensis,
tanaman hias, untuk program penghijauan.
– Entanda : E. phaseoloides.
g.2. Papilionaceae:
• pohon, perdu, semak. Merupakan
komoditi penghasil bahan pangan dengan
nilai gizi tinggi, diantaranya
– Soja : S. max (kedelai), bijinya kaya protein dan lemak.
– Phaseolus : Ph. Radiatus dan Ph. Mungo (kacang
hijau), Ph. Lunatus (kara krupuk, kratok), sayuran, Ph.
Vulgaris (buncis) sayuran.
– Arachys : A. hypogea (kacang tanah) penghasil lemak.
– Pisum : P. sativum (kacang kapri). Sayuran.
– Canavalia : C. ensiformis (kara pedang).
– Mucuna : M . pruriens (kara benguk).
– Cajanus :C. cajan (gude, Kacang hiris) sayuran.
Lanjutan....papilionacea
– Crotalaria : Cr. Juncea, Cr. Usarammoensis, Cr. Anagyroides
(pupuk hijau).
– Indigofera : I. Sumatrana, I. Endecaphylla (tom, pupuk hijau).
– Tephrosia : T. maxima, T. candica, T. vogelii (pupuk hijau).
– Sesbania : S. grandiflora (turi), S. aculeata (janti).
– Centrosema : C. pubescens, C. plumieri (penutup tanah).
– Calopogonium : C. mucunoides (kacang asu)(penutup tanah).
– Psophocarpus : Ps. Tetragonnolobus (kecipir).
– Clitoria : C. ternatea (kembang telang).
– Pterocarpus : P. indica (angsana kembang)
– Dalbergia : D. latifolia ( angsana keling)
– Myroxylon : M. balsamum (penghasil tolu balsem); M. pereirae
(penghasil Peru balsem).
– Erythrina : E. variegata (dadap), E. lithosperma.
– Vicia : V. faba ( kacang babi)
– Voandzeia : V. subterrania (kacang bogor).
g.3. Caesalpiniaceae.
• Caesalpinia : C. pulcherrima (kembang merak); C.
sappan (secang).
• Cassia : C. siamea (johar) ; C. alata ( ketepeng)
• Tamarindus : T. indica (asam jawa)
• Bauhinia : B. purpurea, B. tomentosa.
• Cynometra :Cy. Cauliflora (namnam, kopi anjing).
• Dialium :D. indum (asam cina, kranji).
• Inocarpus : I. Edulis (gayam, gatet), buahnya dapat
dimakan.
• Delonix : D. regia (flamboyan), tanaman hias.
• Amherstia : A. nobilis, tanaman hias.
• Saraca : S. indica, S. declinata, tanaman hias.
Myrtales
• Myrtaceae . contohnya :
– Myrtus : M. communis, penghasil mirtol, M. bullata.
– Pimenta : P. officinalis, buahnya “fructus pimentae”
berguna dalam obat-obatan.
– Euginia (syzygium) : E. aromatica (cengkeh), E.
pollycephala (gowok), E. jambos (jambu Klampok), E.
malaccensis (jambu bol), E. aquea (jambu air) E.
polyantha (daun salam).
– Melaleuca : M. leucadendron, penghasil minyak kayu
putih.
– Eucaliptus : E. globulus, E. deglupta, E. alba, penghasil
minyak ekaliptus.
– Psidium : Ps. Guajava (jambu biji).
– Rhodomyrtus : Rh. Tomentosa (karamunting).
– Callistemon : C. speciosus.
– Feijoa : F. sellowiana.
• Melastomataceae
– Melastoma : M. polyanthum, M. malabathricum.
• Rhoadales
– Papaveraceae. Contohnya :
– Papaver : P. somniferum (opium), penghasil
candu
– Cruciferae (Brasicaceae). Contohnya :
– Brassica : B. bigra (mosterd hitam); B.
oleracea (kubis), B. chinensis (sawi putih), B.
juncea (sawi hijau), B. napus dan B. rapa
(umbinya sebagai sayuran.
– Nosturtium : N. officinale (jembak, cenil), N.
heterophyllum.
– Raphanus : R. sativus (lobak, radys).
Parietales
• Bixaceae. Terdiri atas 1 genus Bixa : B.
orellana. Bijinya penghasil zat warna
merah (kesumba) untuk makanan
Guttiferales
– Camelliaceae (Theaceae). Contohnya :
– Camellia (Thea ) sinensis (teh Cina) , C. assamica (the
asam), C.japonica, tanaman hias.
– Schima : S. wallichii (puspa)
– Eurya : E. japonica (tanaman hias).
– Gordonia : G. exelsa.
– Guttiferae (Clusiaceae) . contohnya :
– Hypericum : H. perforatum, akarnya berguna untuk
obat-obatan.
– Garcinia : G. dulcis (mundu), G. mangostana (manggis).
G. hamburyi
– Calophylum : C. inophyllum.
– Pentadesma : P. butyraceum , menghasilkan lemak.
– Mammea : M. americana (apel mamea).
– Mesua : M. ferrea, menghasilkan sejenis kayu besi.
– Dipterocarpaceae . contohnya
– Dryobalanops : D. camphora (kamfer borneo), D. oblongifolia.
– Hopea : H. odorata, H. globosa, H. micrantha. Kayu merawan
dan rasak.
– Shorea : S. stenoptera, S. wiesneri, S. robusta, S. lepidota,
penghasil kayu Meranti.
– Vatica : V. papuana V. bancana, V. sumatrana, dikenal sebagai
rasak dan Penghasil damar.
– Dipterocarpus : D. turbinatus, D. gracillis, D. marganata, D.
hasselti. Penghasil Balsam, kayunya dikenal sebagai kayu
keruwing.
– Isoptera : I. Borneensis, I. Sumatrana, penghasil minyak
tengkawang, damar dan Kayunya dikenal nama rasak tanduk.
ordo MALVALES (COLUMNIFERAE). Terdiri
dari suku sbb:
Tiliaceae. Contohnya :
Tilia : T. platyphyllos, T. cordata (daunnya berkhasiat
obat)
Corchorus : C. capsularis, C. olitorius (untuk serat jute,
pembuat karung guni)
Triumfetta : T. plasa, T. tomentosa, T. rhomboidea, T.
indica.
Spermannia : S. africana.
Grewia: G. tomentosa, G. guazumaefolia,G. columnaris.
Eleocarpaceae . contohnya :
• Elaocarpus : E. ganitrus, E. grandiflorus.
• Muntingia : M. calabura (talok).
• Sterculiaceae . contohnya :
• Sterculia : S. foetida (jangkang atau kepuh).
Basa yang diperoleh dari abu cangkang buahnya
digunakan untuk pembuat kue-kue Cina.
• Theobroma : T. cacao, T. bicolor, T. angustifolia.
• Cola : C. vera, C. nitida, penghasil bahan obat.
• Dombeya : D. wllichii, D. acutangula, sebagai
tanaman hias.
• Firmiana : F. plantanifolia, F. colorata, tanaman
hias.
• Guazuma : G. ulmifolia (jati belanda).
• Brachychiton : B. acerifolius, tanaman hias.
• Bombacaceae. Contohnya adalah :
• Bombax(Salmalia): B. malabaricum (kapuk hutan)
– Ceiba (Eriodendron) : C. pentandra, penghasil kapok.
– Adansonia : A. digitata.
– Durio : D. zibetinus (durian), buah yang kontroversi, salut
bijinya dimakan . D. kutejensis (durian Kutai).
• Malvaceae. Contohnya adalah :
– Gossypium : G. herbaceum, G. barbadense, G. arboreum, G.
peruvianum, G. hirsutum (semuanya dinamakan kapas),
penghasil bahan sandang yang sangat penting.
– Hibiscus : H. sabdariffa, H. cannabinus, penghasil serat untuk
pembuatan karung, H. tiliaceus (waru), H. rosa-sinensis
(kembang sepatu), H. schizopetalus.
– Thespesia : T. populnea (waru laut).
– Urena : U. lobata (pulutan).
– Sida : S. retusa, S. rhombifolia (sidaguri).
– Althaea : A. officinalis, akar dan daunnya berkhasiat, A. rosea
(tanaman hias).
– Abutilon : Ab. Indicum, Ab. Hirtum, Ab. Striatum.
– Malvaviscus : M. arboreus, tanaman hias.
Ordo GERANIALES (GRUINALES). Terdiri
dari suku :
• Erythroxylaceae. Contohnya :
– Erythroxylon : E. coca (koka Peru), E. novogranaetnse (koka
Jawa), penghasil obat bius kokain. Sering ditanam sebagai
tanaman hias.
• Lynaceae. Contohnya :
– Linum : L. usitassissimum (lena), menghasilkan serat yang
digunakan untuk pembuatan bahan tekstil (kain lena) dan
minyak cat untuk melukis; L. grandiflorum, sebagai tanaman
hias karena indah bunganya.
– Radiola : R. linoides.
• Oxalidaceae. Contohnya :
– Oxalis : O. corniculata (calincing), daunnya direkomendasikan
sebagai bahan campuran dalam pembuatan tempe bongkrek
untuk mencegah kontaminasi oleh Pseudomonas
cocovenenans, O. sepium, O. tetraphylla, O. repens.
– Averrhoea : A. bilimbi (belimbinh wuluh), A. carambola
(belimbing lingir).
– Biophytum : B. sensitivum.
• Geraniaceae. Contohnya :
• Geranium : G. sanguineum, G. phaeum, G. pratense.
• Pelargonium : P. zonale, P. peltatum, P. grandiflorum,
tanaman hias dan penghasil minyak geranium.
• Erodium : E. gruinum, E. chamaedryoides, E.
macradenium.
• Tropaeolaceae. Contohnya :
• Tropeolum : Tr. Majus, Tr. Peregninum, sebagai tanaman
hias, Tr. Tuberosum, Tr. Peltophorum.
• Zygophyllaceae. Contohnya :
• Guajacum : G. officinale, G. sanctum, penghasil resin,
kayunya berkhasiat obat.
• Tribulus : T. terrestris.
• Zygophyllum : Z. eurypterum, Z. fabago.
• Porlieria : P. augustifolia, P. hygrometrica.
3. Sub Kelas Sympetalae
terdiri atas 10 ordo
• 3.1. Ordo PLUMBAGINALES.
• Famili Plumbaginaceae
• Genus Plumbago
• Spesies Plumbago indica obat
rematik
3.2. PRIMULALES.
3.3. EBENALES.
– Famili Sapotaceae.
– Spesies : Achras zapota = sawo
3.4. ERICALES
– Famili Ericaceae
3.5. ASTERALES (CAMPANULATAE
– Asteraceae
– Spesies : Aster nova anglie, Chrisantemum sp,
Blumea balsamifera, Ageratum conyzoides,
Eupatorium, Thitonia, Gynura procumbens
3.6. RUBIALES
– Rubiaceae
– Chincona,
– Morinda,
– Ixora, Musaenda, Uncaria gambir
3.7. LIGUSTRALES (OLEALES)
– Fmili Oleaceae
– Olea sp (zaitun), Jasminum sumbac (melati)
3.8. APOCYNALES (CONTORTAE)
Famili Apocinaceae
– genus :Alstonia, A. Scholaris = pulai
– Cataranthus roseus = tapak dara
– Nerium : N. olenader, N. indicum, tanaman
hias.
– Plumiera : P. acuminata (kamboja), P. rubra,
tanaman hias.
– Allamanda : A. cathartica (alamanda), A.
hendersonii, A. neriifolia,
• 3.9. SOLANALES (TUBIFLORAE,
PERSONATAE
• Famili Solanaceae
– Spesies; Solanum tuberosum,
– S. melongena, S. torvum,S. Lycopersicum,
– Nicotiana tabacum,
– Capsicum annum, C. frutesens,
– Physalis angulata
3.10. CUCURBITALES
– Cucurbitaceae
– Spesies Cucurbita sp, Cucumis sativus
Kelas Monokotiledon
• terdiri dari 10 ordo :
• ALISMATALES (HELOBIAE)
• TRIURIDALES
• BROMELIALES (FARINOSAE)
• LILIIFLORAE (LILIALES)
• CYPERALES
• POALES (GLUMMIFLORAE)
• ZINGIBERALES (SCITAMINEAE)
• GYNANDRAE (ORCHIDALES
• ARECALES (SPADICIFLORAE)
• PANDANALES
Ordo Alismatales (Helobiae)
• Famili Alismataceae
Kuliah minggu ke 9
Perkembanan tumbuhan spermatophyta dari
embrio hingga dewasa
• Embrio cikal bakal dari tumbuhan
– disimpan dalam biji, diselubungi oleh kulit biji
yang keras, dengan cadangan makanan yang
terdapat pada jaringan khusus yaitu
endosperm.
– Embrio memiliki sumbu (axis). Bagian sumbu
yang terdapat diatas kotiledone disebut
epikotil yang tediri dari bakal pucuk (embrionic
shoot disebut plumula.
– Bagian sumbu yang terletak dibawah
kotiledone disebut hypokotil , yang terdiri
bakal akar (embrionic root =radikula)
Pembentukan embrio
• Pada saat terjadi polinasi, akan
diikuti dengan pembuahan sel telur
oleh sperma terbentuk zigot.
• Zigot akan membelah berulang
membentuk zigot bersel banyak
(proembrio) yang selanjutnya
berkembang menjadi embrio.
Perkembangan embrio
Lanjutan...
• Jika biji berkecambah, bagian plumula
akan berkembang membentuk
tunas,batang, ruas,buku serta cabang.
• Sedangkan bagian radikula akan
berkembang membentuk akar primer,
diikuti dengan akar lateral membentuk
sistim akar tungang.
perkembangan embrio
Lanjutan...
• Pada tumbuhan dikotil, akar primer
akan bertahan selama hidup ttan tsb
• Pada ttan monokotil, Akar primer
akan mengering,akhirnya mati,
digantikan oleh akar adventif yang
muncul pada pangkal batang sistim
akar serabut.
• Pembentukan batang, daun, tunas
dan akar pertumbuhan vegetatif.
pertumbuhan generatif
• Pertumbuhan vegetatif akan diikuti
dengan pertumbuhan generatif.
• Terbentuk bunga, buah, dalam buah akan
berkembang biji, didalamnya terdapat
bakal tanaman (embrio)
• Dengan terbentuknya biji, siklus hidup
tumbuhan dianggap selesai tumbuhan
setahun (annual crop).
• Kelompok tanaman menahun (perennial
crop) akan terus hidup dan berkembang
walaupun telah menghasilkan buah dan
biji yang memiliki embrio berulang kali.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Sel tumbuhan
• Dinding sel
– Dinding primer tipis, tdd selulosa,
hemiselulosa, pektin
– Dinding sekunder tebal tdd selulosa,
hemiselulosa, lignin, pektin
– Midle lamella (lamel tengah)
• Protoplasma
– Nukleus ( inti sel)
– Sitoplasma ( cairan ) yang mengelilingi inti sel
Organel pada sitoplasma
• Plastida
– Kloroplas
– Kromoplas
– leukoplas
• Mitochondria
• Ribosom
• EPR
• Aparatus golgi
• Lisosom
• peroksisom
• Mikrotubula,mikrofilamen,flamen intrmediet
• vakuola
Zat ergastik
• Pati
• Kristal
• Tannin
• Anthosianin
• Aleuron
• inulin
• Lemak dan minyak
4.Struktur dan fungsi sel
tumbuhan
• Struktur sel tumbuhan
• struktur dinding sel; dinding primer,
dinding sekunder dan lamel tengah,
• protoplasma
• Struktur dan fungsi inti sel,
• komponen sitoplasma
• Struktur dan fungsi organel
• zat ergastik yang terdapat didalam sel
GAMBAR SEL
Kuliah minggu ke 10
Klassifikasi jaringan tumbuhan
• Jaringan dermal
– epidermis dan periderm
– struktur dan fungsi stomata, trikhom.
• Jaringan dasar
– parenkim
– kollenkim
– sklerenkim.
• Jaringan pembuluh
– Struktur dan fungsi xylem
– Struktur dan fungsi floem
BENTUK AMILUM
Gambar kristal
GAMBAR STOMATA
GAMBAR TRIKOM
6.Organ tumbuhan
• Organ vegetatif;
• Struktur anatomi akar
• Struktur anatomi batang
• Struktur anatomi daun
• Organ generatif;
• Struktur bunga,
• Struktur buah dan biji
STRUKTUR ANATOMI BATANG
STRUKTUR ANATOMI AKAR
Bentuk perkembangan xylem
STRUKTUR DAUN TUMBUHAN
Kuliah minggu ke 10
Metabolisme tumbuhan dan
peranan enzim
• Proses anabolisme beserta reaksinya
• Proses katabolisme
• Struktur kimia enzim
• Sifat enzim
• Klassifikasi enzim
• Faktor yang mempengaruhi kerja
enzim
Kuliah minggu ke 11
Fotosintesis
• Reaksi fotolisis;
• penyerapan cahaya oleh tumbuhan,
• struktur dan fungsi klorofil,
• perubahan energi fisik menjadi energi kimia
dalam sel tumbuhan
• Fiksasi CO2;
• Siklus Calvin
• perbedaan tumbuhan berdasarkan senyawa yang
pertama ternbentuk dalam fiksasi CO2
• metabolisme Karbohidrat dalam sel tumbuhan
Siklus Calvin
• Siklus Calvin terdiri atas 3 reaksi
utama yaitu:
• Carboxilasi
• Reduksi
• regenerasi
Fiksasi CO2 pada tumbuhan
• Fiksasi CO2 pada tumbuhan C3
• Fiksasi CO2 pada tumbuhan C4
• Fiksasi CO2 pada Tumbuhan CAM
• Tumbuhan C4 memiliki 2 organ fotosintesa yaitu:
– sel mesofil
– Sel bundle sheath (sel seludang berkas)
• CO2 ditambat oleh Phosphoenol piruvat (PEP)
• Senyawa yang terbentuk malat dan aspartat
• dibantu enzim phosphoenol piruvat karboksilase.
Fiksasi CO2 pada tanaman CAM
Kuliah mingguke 13.
Respirasi
• Perombakan pati ; enzim yang berperan
• Fungsi dan reaksi Glikolisis
• Fungsi siklus Krebs
• translokasi elektron
Kuliah minggu ke 14.
Senyawa kimia yang dihasilkan
tumbuhan
• Senyawa metabolit primer
• Senyawa metabolit sekunder
• Fitoaleksin
• vitamin
• Fitohormon/zat pengatur tumbuh tanaman
untuk kultur jaringan tanaman dan
peranan zat pengatur tumbuh.