Anda di halaman 1dari 21

Sel dan Organel Sel

Teori Sel
Sejarah perkembangan dengan penemuan tentang sel, maka berkembang
pula persepsi orang tentang sel. Beberapa teori tentang sel adalah sebagai berikut :
1. Teori sel menurut Galileo Galilei (Awal abad 17)
Ia berpendapat yaitu dengan alat dua lensa menggambarkan struktur tipis
dari mata serangga. Galilei sesungguhnya bukanseorang biologiwan. Orang
pertama yang mencatat hasil pengamatan biologi melalui mikroskop.
2. Robert Hooke (1635-1703)
Ia mencoba melihat struktur sel pada sayatan gabus di bawah mikroskop.
Dari hasil pengamatannya diketahui terlihat rongga-rongga yang dibatasi oleh
dinding tebal. Jika dilihat secara keseluruhan, strukturnya mirip sarang lebah.
Satuan terkecil dari rongga tersebut dinamakan sel.
3. Anton van Leeuwenhoek (October 24, 1632 - August 26, 1723)
Menggunakan lensa-lensa untuk melihat beragam protista, spermatozoa,
bakteri.
4. Robert Brown (1831)
Pada tahun 1831, Brown mengamati struktur sel pada jaringan tanaman
anggrek dan melihat benda kecil yang terapung-apung dalam sel yang kemudian
diberi nama inti sel atau nukleus. Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel
selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu
untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.
5. Schleiden (1804-1881) dan T. Schwann (1810-1882)
Mereka mengamati sel-sel jaringan hewan dan tumbuhan. Schleiden
mengadakan penelitian terhadap tumbuhan. Setelah mengamati tubuh tumbuhan,
ia menemukan bahwa banyak sel yang menyusun tubuh tumbuhan. Akhirnya ia
menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari tumbuhan adalah sel. Schwann
melakukan penelitian terhadap hewan.
Ternyata dalam pengamatannya tersebut ia melihat bahwa tubuh hewan juga
tersusun dari banyak sel. Selanjutnya ia menyimpulkan bahwa satuan terkecil dari
tubuh hewan adalah sel.
Dari dua penelitian tersebut keduanya menyimpulkan bahwa sel merupakan unit
terkecil penyusun makhluk hidup.

6. Rudolf Virchow (1821-1902)


Seorang ahli fisiologi Menyatakan bahwa selmembelah menjadi dua sel.
Setiap sel berasal dari sel yang sudah ada.

7. Felix Durjadin dan Johannes Purkinye


Pada tahun 1835, setelah mengamati struktur sel, Felix
Durjadin dan Johannes Purkinye melihat ada cairan dalam sel,
kemudian cairan itu diberinya nama protoplasma.

8. Max Schultze (1825-1874)


Ia menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar
fisik kehidupan. Protoplasma merupakan tempat terjadinya
proses hidup.
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut akhirnya
melahirkan beberapa teori sel antara lain:
a. sel merupakan unit struktural makhluk hidup;
b. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup;
c. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;
d. sel merupakan unit hereditas.
Beberapa teori sel itu menunjukkan betapa pentingnya peranan sel karena
hampir semua proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup dipengaruhi oleh
sel.

Struktur Sel

Komponen utama penyusun sel berupa air dan beberapa komponen lainnya,
terutama protein, lemak, karbohidrat, dan asam nukleat. Secara umum bagianbagian penyusun sel dapat dibedakan menjadi :
a. Membran Sel atau Membran Plasma
Membungkus material sel yang disebut sitoplasma.
b. Sitoplasma
Terdiri dari dua bagian, yaitu sitosol (bersifat cair) dan organel (bersifat
padat).
c. Inti Sel
Merupakan organ pengendali sel. Nukleus mengandung cairan inti
(nukleoplasma), anak inti (nukleolus), dan kromosom yang mengandung
DNA.

Jenis Sel
Ada 2 jenis sel:
1. SEL PROKARIOT
2. SEL EUKARIOT

1. SEL PROKARIOT
Ukurannya relatif kecil ( 0,5-1 m). Tidak memiliki membran nukleus
(inti)
DNAnya kontak dengan sitoplasmanya secara tidak langsung. Dalam
sitoplasmanya mengandung ribosom. Sel dibungkus oleh plasma membran,
dinding luar sel yang kompleks, pili, kadang-kadang berflagela.
2. SEL EUKARIOT
Ukurannya relatif besar ( 10-100 m). Bagian dalam sangat kompleks
dengan organel-organel yang dibatasi membran maupun yang tidak dibatasi
membran. Memiliki inti sejati yang dibatasi membran. Organel lain yang dibatasi

membran adalah endoplasmik retikulum, Golgi aparatus, mitokondria, lisosom,


dan mikrobodi. Organel yang tidak dibatasi membran adalah ribosom,
mikrotubul, sentriol, flagela, dan sitoskeleton

Sel eukariot hewan dibatasi oleh plasma membran saja, sering juga
dengan flagela Tidak memiliki dinding sel.
Sel eukariot tanaman dibatasi plasma membran dan dinding sel yang
kaku. Memiliki vakuola pusat, kloroplast, tidak mempunyai sentriol, biasanya
tidak mempunyai flagela.

Sel Tumbuhan

Keterangan:
1. kloroplas
2. vakuola
3. nukleus
a. plasmodesmata
b. membran plasma
c. dinding sel
d. membran tilakoid
e. amilum
f. vakuola
g. tonoplas

h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.
p.
q.
r.
s.
t.

mitokondrion (mitokondria)
peroksisoma
sitoplasma
vesikel kecil bermembran
retikulum endoplasma kasar
pori-pori nukleus
membran inti
nukleolus
ribosom
retikulum endoplasma halus
vesikel golgi
badan golgi
sitoskeleton

Dinding Sel

Dinding sel hanya ditemukan pada sel tumbuhan, sehingga sel tumbuhan
bersifat kokoh dan kaku atau tidak lentur seperti sel hewan.
Dinding sel tumbuhan banyak tersusun atas selulosa, suatu polisakarida yang
terdiri atas polimer glukan (polimer glukosa). Dinding sel tumbuhan berfungsi
untuk melindungi, mempertahankan bentuknya serta mencegah kehilangan air
secara berlebihan. Adanya dinding sel yang kuat, menyebabkan tumbuhan dapat
berdiri tegak melawan gravitasi bumi.
Beberapa senyawa penyusun dinding sel, antara lain:
a. Hemiselulosa

Hemiselulosa merupakan polisakarida yang tersusun atas glukosa, xilosa,


manosa dan asam glukoronat. Di dalam dinding sel, hemiselulosa berfungsi
sebagai perekat antar mikrofibril selulosa.
b. Pektin
Pektin merupakan polisakarida yang tersusun atas galaktosa, arabinosa, dan
asam galakturonat.
c. Lignin
Lignin hanya dijumpai pada dinding sel yang dewasa dan berfungsi untuk
melindungi sel tumbuhan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.
d. Kutin
Kutin merupakan suatu selubung atau lapisan pada permukaan atas daun atau
batang dan berfungsi untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan dan melindungi
kerusakan sel akibat patogen dari luar.
e. Protein dan lemak
Di dalam dinding sel ditemukan dalam jumlah yang sedikit.
Membran Sel (Selaput Plasma)
Membran sel merupakan bagian terluar sel yang membatasi bagian dalam sel
dengan lingkungan luar. Membran sel merupakan selaput selektif permeabel,
artinya hanya dapat dilalui molekul-molekul tertentu seperti glukosa, asam amino,
gliserol, dan berbagai ion.
Fungsi Membran Sel
1) Sebagai reseptor (penerima) rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan
kimia lain, baik dari lingkungan luar maupun dari bagian lain dalam organisme itu
sendiri.
2) Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel.
3) Mengontrol zat-zat yang boleh masuk maupun keluar meninggalkan sel. Hal
inilah yang menyebabkan membran plasma bersifat semipermeabel (selektif
permeabel).
4) Sebagai tempat terjadinya kegiatan biokimiawi, seperti reaksi oksidasi dan
respirasi.

Berdasarkan analisis kimiawi dapat diketahui bahwa hampir seluruh


membran sel terdiri atas lapisan protein dan lapisan lipid (lipoprotein). Membran
plasma terdiri atas dua lapisan, yaitu berupa lapisan lipid rangkap dua (lipid
bilayer). Lapisan lipid disusun oleh fosfolipid. Fosfolipid adalah lipid yang
mengandung gugus fosfat dan terdiri atas bagian kepala (polar head) dan bagian
ekor (nonpolar tail). Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), sedangkan bagian
ekorbersifat hidrofobik (tidak suka air). Lipid terdiri atas fosfolipid, glikolipid,
dan sterol.
1) Fosfolipid,
yaitu
lipid
yang
mengandung
gugusan
fosfat.
2) Glikolipid, yaitu
lipid
yang
mengandung
karbohidrat.
3) Sterol, yaitu lipid alkohol terutama kolesterol.
Lapisan protein membran sel terdiri atas glikoprotein. Lapisan protein
membentuk dua macam lapisan, yaitu lapisan protein perifer atau ekstrinsik dan
lapisan protein integral atau intrinsik. Lapisan protein perifer membungkus bagian
kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian luar. Lapisan protein integral
membungkus bagian kepala (polar head) lipid rangkap dua bagian dalam.

Struktur Membran Plasma


Vakuola (Rongga Sel)

Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini
dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola
dengansitoplasma disebut Tonoplas.
Vakuola berisi :
garam-garam organik
glikosida
tanin (zat penyamak)
minyak eteris (misalnya : Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine
pada jahe)
alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
enzim
butir-butir pati
Pada beberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non
kontraktil.
(4) Vakuola
Vakuola organel mempunyai bentuk, ukuran, dan fungsi berbeda-beda.
Fungsi vakuola berhubungan dengan fungsi lisosom. Pada sel tanaman vakuola
pusat berfungsi sebagai tempat penyimpanan, berperanan dalam pertumbuhan sel
dan berfungsi sebagai lisosom besar. Pada protista vakuola kontraktil berfungsi
sebagai pengatur air.
Vakuola Sel Tumbuhan
Vakuola adalah kantung bermembran dalam sitoplasma sel dengan bebagai
fungsi. Pada sel dewasa tumbuhan, vakuola cenderung lebih besar, dengan fungsi
penyimpanan, buangan metabolisme, perlindungan, dan pertumbuhan. Banyak sel
sel tumbuhan mempunyai vakuola besar, tunggal disebut vakuola sentral yang
menempati ruang sel sekitar 80% atau lebih. Vakuola dalam sel hewan, cenderung
lebih kecil, dan lebih digunakan secara temporer digunakan untuk menyimpan
bahan-bahan atau untuk mengangkut bahan.

Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang bentuknya kecil berupa butiran


nukleoprotein. Pada sel eukariotik, ribosom berbentuk bulat dengandiameter 25
nm, sedangkan
pada
sel
prokariotik
lebih
kecil
lagi.
Ribosom
tersusun
atas
subunit
besar
dan
subunit
kecil.
Di dalamnya, berisi RNA ribosom (RNAr) dan protein. Fungsi ribosom adalah
sebagai tempat sintesis protein. Perhatikan Gambar:

Pada permukaan ribosom, butiran nukleoprotein memiliki dua letak


persebaran. Butiran nukleoprotein yang tersebar bebas pada sitoplasma disebut
ribosom bebas. Sementara, butiran nukleoprotein yang menempel pada
permukaan retikulum endoplasma disebut ribosom terikat. Ribosom bebas
berperan dalam proses sintesis enzim. Enzim yang dihasilkan berfungsi menjadi
katalisator di dalam cairan sitosol. Adapun ribosom terikat berguna dalam sintesis
protein.

Plastida

Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Dikenal tiga jenis plastida
yaitu:
1. Lekoplas
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari:
Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan,
Elaioplas (Lipidoplas) (untuk menyimpan lemak/minyak).
Proteoplas (untuk menyimpan protein).
2. Kloroplas
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
3. Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
Karotin (kuning)
Fikodanin (biru)
Fikosantin (kuning)
Fikoeritrin (merah)

Sitoplasma
Sitoplasma merupakan materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma.
Sitoplasma yang berada dalam nukleus disebut nukleoplasma. Pada sel tumbuhan,
sitoplasma dibedakan menjadi dua, yaitu yang berbatasan dengan selaput plasma
disebut ektoplasma dan yang di bagian dalam disebut endoplasma. Ektoplasma
lebih jernih dan kompak. Ektoplasma pada sel hewan berupa selaput plasma itu
sendiri. Endoplasma sel tumbuhan mengandung banyak plastida (zat warna)
Komponen utama penyusun sitoplasma sebagai berikut.
1) Cairan seperti gel (agar-agar atau jeli) yang disebut sitosol.
2) Substansi simpanan dalam sitoplasma. Substansi ini bervariasi tergantung tipe
selnya. Sebagai contoh, sitoplasma sel hati mengandung simpanan molekul
glikogen, sedangkan sitoplasma sel l emak mengandung tetesan lemak besar.
3) Jaringan yang strukturnya seperti filamen (benang) dan serabut yang saling
berhubungan. Jaringan benang dan serabut disebut sitoskeleton yang berfungsi
sebagai kerangka sel.
4) Organel-organel sel.
Matriks sitoplasma atau bahan dasar sitoplasma disebut sitosol. Sitoplasma
dapat berubah dari fase sol ke gel dan sebaliknya. Matriks sitoplasma tersusun
atas oksigen 62%, karbon 20%, hidrogen 10%, dan nitrogen 3% yang tersusun
dalam senyawa organik dan anorganik. Unsur-unsur lain adalah: Ca 2,5%; P
1,14%; Cl 0,16%; S 0,14%; K 0,11%; Na 0,10%; Mg 0,07%; I 0,014%; Fe 0,10%;
dan unsur-unsur lain dalam jumlah yang sangat kecil.
Sifat-sifat sitoplasma sebagai berikut.
1) Efek Tyndal yaitu kemampuan matriks sitoplasma memantulkan cahaya.
2) Gerak Brown yaitu gerak acak (zig-zag) partikel penyusun koloid.
3) Gerak siklosis yaitu gerak matriks sitoplasma berupa arus melingkar.
4) Memiliki tegangan permukaan.

Matriks sitoplasma dapat bertindak sebagai larutan penyangga (buffer). Sifat


biologis matriks sitoplasma adalah mampu mengenali rangsang (iritabilitas) dan
mengantar rangsang (konduktivitas).
Adapun fungsi sitosol sitoplasma sebagai berikut.
1) Sumber bahan kimia penting bagi sel karena di dalamnya terdapat senyawasenyawa organik terlarut, ion-ion, gas, molekul kecil seperti garam, asam lemak,
asam amino, nukleotida, molekul besar seperti protein, dan RNA yang
membentuk koloid.
2) Tempat terjadinya reaksi metabolisme, seperti glikolisis, sintesis protein, dan
sintesis asam lemak.
Nukleus
Retikulum endoplasma merupakan organel yang tersusun oleh membran yang
terbentuk seperti jala. Retikulum sendiri berasal dari kata reticular yang berarti
anyaman benang atau jala. Letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma
(endoplasma), sehingga disebut sebagai retikulum endoplasma (RE). Membran
Retikulum Endoplasma merupakan kelanjutan dari membran nukleus hingga ke
membran plasma.
Jadi, RE merupakan saluran penghubung antara nukleus dengan bagian luar
sel. Perhatikan Gambar

Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma sebagai berikut.

Retikulum Endoplasma Kasar


Permukaan retikulum endoplasmanya diselubungi oleh ribosom yang tampak
berbintil-bintil sehingga disebut Retikulum Endoplasma kasar.Ribosom adalah
tempat sintesis protein. Protein ini akan ditampung oleh RE kasar yaitu dalam
rongga RE.

Retikulum Endoplasma Halus


Retikulum Endoplasma halus adalah RE yang tidak ditempeli ribosom
sehingga permukaannya halus.
Fungsi Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Mensintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
2) Menampung protein yang disintesis oleh ribosom untuk disalurkan ke
kompleks Golgi dan akhirnya dikeluarkan dari sel (RE kasar).
3) Transportasi molekul-molekul dari bagian sel yang satu ke bagian sel yang lain

(RE kasar dan RE halus).


4) Menetralkan racun (detoksifikasi), misalnya RE yang ada di dalam sel-sel hati.
Mitokondria
Mitokondria berbentuk bulat panjang atau seperti tongkat terdapat pada sel
eukariotik aerob. Mitokondria dibatasi dua lapis membran yang kuat, fleksibel,
dan stabil, serta tersusun atas lipoprotein. Membran dalam membentuk
tonjolantonjolan yang disebut krista untuk memperluas permukaan agar
penyerapan oksigen lebih efektif.

Ruangan dalam mitokondria berisi cairan disebut matriks mitokondria. Matriks


ini kaya enzim pernapasan (sitokrom), DNA, RNA, dan protein.Perhatikan
Gambar di bawah:

Fungsi Mitokondria (The Power House)


Mitokondria memiliki DNA sendiri yang mengkode sintesis protein spesifik.
Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel, dehidrogenasi,
fosforilasi
oksidasif,
dan
sistem
transfer
elektron.
Oksidasi zat makanan di dalam mitokondria menghasilkan energi dan zat sisa.
Secara sederhana reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.

Berkaitan dengan fungsi tersebut mitokondria sering disebut the power house of
cell.

Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom)


Badan Golgi atau Aparatus Golgi dijumpai pada hampir semua sel
tumbuhan dan hewan. Pada sel tumbuhan, Badan Golgi disebutdiktiosom. Badan
Golgi (ditemukan tahun 1898 oleh Camillio Golgi) tersebar dalam sitoplasma dan
merupakan salah satu komponen terbesar dalam sel. Antara badan Golgi satu
dengan yang lain berhubungan dan membentuk struktur kompleks seperti jala.
Badan Golgi sangat penting pada sel sekresi.

Fungsi Aparatus Golgi


Selain itu, badan Golgi juga mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut.
1) Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, hemiselulosa, dan pektin
(penyusun dinding sel tumbuhan).
2) Membentuk membran plasma.
3) Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan sel,
seperti protein, glikoprotein, karbohidrat, dan lemak.
4) Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.

Sel Hewan
Sentriol
adalah sebuah organel berbentuk tabung yang biasa ditemukan Hewan Bersel
Eukariot, meskipun tidak ditemukan di tumbuhan tingkat tinggi dan Jamur.
Dinding sel di tiap sentriol biasanya terdiri dari Sembilan 3 pasang
Mikrotubulas(Protein Sitoskeleton).
Mitokondria
Mitokondria, yang berbentuk filamen dengan lebar 0.5-1 m dan panjang 10
m, merupakan organel yang berfungsi mengubah energi kimiawi metabolit yang
terdapat dalam sitoplasma menjadi energi yang mudah dimanfaatkan oleh sel
yaitu ATP.
Badan Golgi
Aparatus Golgi merupakan organel yang berfungsi untuk mengemas dan
mendistribusikan protein yang disintesis oleh retikulum endoplasma. Aparatus
Golgi menerima protein tersebut melalui vesikel transportasi yang berasal dari
retikulum endoplasma.
Mikrotubulus

merupakan unsur terbesar sitoskeleton berbentuk struktur seperti tabung


bergaris tengah 22 nm yang tersusun atas tubulin. Mikrotubulus berfungsi
mempertahankan bentuk sel yang asimetris, selain itu juga sebagai transportasi
sekresi vesikel, mengatur pergerakan silia dan flagela, serta mendistribusikan
kromosom selama pembelahan sel mitosis.
Mikrofilamen
yang merupakan unsur sitoskeleton dengan garis tengah 6 nm. Mikrofilamen
yang paling banyak dijumpai adalah aktin dan miosin. Mikrofilamen berfungsi
dalam berbagai sistem kontraktil sel dan sebagai penguat mekanis untuk beberapa
tonjolan sel tertentu.
Peroksisom (Badan Mikro)
merupakan organel bulat bermembran dengan garis tengah 0.5-1.2 m
yang mengandung enzim-enzim oksidatif yang berfungsi untuk mendetoksifikasi
zat sisa yang masuk ke dalam sel dengan cara melepaskan atom hidrogen yang
dipindahkan ke oksigen molekular sehingga menjadi peroksida, yang bersifat
merusak sel. Peroksida kemudian diubah menjadi air dan oksigen dengan bantuan
enzim katalase.
Inti Sel
Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini
mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier
panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di
dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan
mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga
berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi
mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya
replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus
dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Lisosom

merupakan organel yang mengandung enzim-enzim hidrolitik yang kuat dan


berfungsi untuk melakukan perncernaan intrasel, sekaligus menghancurkan benda
asing atau sisa-sisa sel yang dibawa ke dalam sel melalui mekanisme endositosis.
Enzim-enzim ini dibungkus oleh suatu membran, sehingga tidak akan keluar dan
merusak isi sel. Lisosom (enzim-enzim) terbentuk dari sintesis protein di
retikulum endoplasma dan dibawa melalui vesikel terselubung dari aparatus
Golgi.

Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

Pada
tumbuhan, dinding sel berfungsi antara lain untuk melindungi protoplas, sebagai
penguat tanaman dan mencegah terjadinya dehidrasi. Komponen utama penyusun
dinding sel adalah polisakarida. Dinding sel tumbuhan muda masih terlihat tipis
yang terdiri atas selaput zat pektin.
Setelah sel tumbuhan bertambah tua, maka dinding sel akan menebal dan
zat pembentuknya adalah selulosa. Dinding sel bagian dalam berhubungan
langsung dengan membran plasma. Membran ini bisa terlihat apabila sel berada di
dalam larutan yang lebih pekat daripada larutan dalam sel, sehingga membran
plasma akan lepas.
Selain itu, organela khas yang terdapat pada sel hewan dan tidak banyak
terdapat pada sel tumbuhan adalah sentrosom dan lisosom. Struktur sentrosom
bisa dilihat dengan jelas apabila menggunakan mikroskop elektron.
Struktur sentrosom seperti rakitan batang-batang yang menyusun bangunan
sekunder, sembilan batang membentuk bangun silinder, satu batang berada di
pusat silinder

Perbedaan Struktur Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan