Anda di halaman 1dari 21

Pasir Kuarsa

Geologi Mineral Industri


N O V I A N G G R A E NI
H 1 F0 1 40 0 1
T E K NI K G EO LOGI
U N I VERSI TA S J E N DE R A L S O EDI RMA N
Cakupan Pembahasan
GENESA

PERSEBARAN EKSPLORASI

PASIR SILIKA

KEGUNAAN EKSPLOITASI

PENGOLAHAN
https://www.alibaba.com

Universitas Jenderal Soedirman


Genesa Pasir Kuarsa
Asal Mula
Pasir kuarsa berasal Pasir kuarsa adalah
dari endapan (placer/aluvial) bahan galian yang terdiri
yang terjadi dari hasil atas kristal-kristal silika
pelapukan batuan yang (SiO2) dan mengandung
banyak mengandung mineral- senyawa pengotor yang
mineral kuarsa (SiO2) terbawa selama proses
selanjutnya mengalami pengendapan.
transportasi alam, terbawa Pasir kuarsa juga dikenal
oleh media trasportasi dengan nama pasir putih
(air/es) yang kemudian merupakan hasil pelapukan
terendapkan dan terakmulasi batuan yang mengandung
di cekungan-cekungan mineral utama, seperti
http://nationalgeographic.co.id
(danau, pantai dan lain-lain). kuarsa dan feldspar.

Universitas Jenderal Soedirman


Genesa Pasir Kuarsa
Sifat Fisik
Kekerasan : 7,0 (skala mohs)
Berat jenis : 2,60 - 2,66
Warna : Putih, bening atau warna lain
bergantung kepada senyawa
pengotorannya; (kuning
mengandung Fe-oksida, merah
mengandung Cu-oksida.)
Goresan : Putih
Kilap : Vitrious/kaca
Pecahan : Conchoidal
Titik lebur : 1715 C
http://photo.cuboimages.it

Universitas Jenderal Soedirman


Genesa Pasir Kuarsa
Sifat Kimia
Mineral pembentuk pasir kuarsa secara dominan tersusun
oleh kristal-kristal silika (SiO2) yang membentuk pola tetrahedral serta UNSUR PERSEN (%)
beberapa mineral pengotor yang bersenyawa dengan mineral
SiO2 65,00 96,68
tersebut
Fe2O3 0,07 - 4,00

A12O3 0,71 7,18

K2O 0,09 0,36

Na2O 0,02 - 0,36

MgO 0,01 0,08


https://adimasramdhani.wordpress.com

Universitas Jenderal Soedirman


1. Eksplorasi

Pemetaan Pemboran

Survey Analisis
Geofisika Kimia

http://www.hipwee.com

Universitas Jenderal Soedirman


Eksplorasi
Pemetaan
Potensi serta kualitas cadangan pasir kuarsa dapat diketahui dengan
melakukan kegiatan eksplorasi yang meliputi proses pemetaan topografi,
pemetaan geologi, penyelidikan geofisika serta dilanjutkan dengan pemboran
atau dengan sumur uji.

https://fagustin.wordpress.com http://dokumen.tips

Universitas Jenderal Soedirman


Eksplorasi
Survey Geofisika
Metode geofisika yang tepat untuk endapan pasir kuarsa ini
umumnya menggunakan cara tahanan jenis (GEOLISTRIK), karena
kondisi endapan pasir kuarsa relatif homogen dan cenderung sejajar
dengan permukaan.

https://tri-online.

http://instrumengeofisika.blogspot.co.id

Universitas Jenderal Soedirman


Eksplorasi
Pemboran
Kualitas dan cadangan didasarkan kepada
pengambilan contoh pasir kuarsa melalui
pemboran atau dengan sumur uji. Bila sudah
diketahui tebal dan luas cadangan pasir kuarsa ini,
maka akan dapat diprediksi besar potensi
cadangannya.
Proses perhitungan cadangan ini dapat
dilakukan dengan metode Inverse Distance Square
(IDS) atau dengan dihitung secara kasar dengan
mengalikan luas dengan tebal lapisan.

https://jagats.wordpress.com

Universitas Jenderal Soedirman


Eksplorasi
Analisis Kimia
Setelah diketahui besarnya cadangan, maka dilanjutkan dengan uji laboratorium untuk
mengetahui kualitas pasir kuarsa pada daerah tersebut. Bila sudah tahu informasi semuanya, maka
dapat dilakukan perhitungan dan analisis untuk mengetahui prospek dan pemanfaatan yang sesuai dari
cadangan tersebut.

http://traininglaboratorium.net

Universitas Jenderal Soedirman


2. Eksploitasi
Secara umum, penambangan pasir kuarsa, yaitu dengan cara tambang terbuka dengan cara
kering dan cara basah menggunakan monitor (hydraulic mine). Pemilihan metode bergantung kepada
proses pengolahan, dan letak sebaran endapan.
Tahap kegiatan penambangan meliputi pengupasan lapisan tanah penutup (land clearing)
dilanjutkan dengan kegiatan penggalian pasir kuarsa, pemuatan dan pengangkutan.

Pengupasan Pemuatan
Pengambilan
(Land dan
Pasir Kuarsa
Clearing) Pengangkutan

Universitas Jenderal Soedirman


Eksploitasi
Pengupasan (Land Clearing)
Tujuan pengupasan lapisan tanah penutup
adalah untuk mengurangi kotoran, ketika akan
dilakukan proses penambangan.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini
berupa pembersihan terhadap semak belukar dengan
menggunakan alat manual (cangkul, singkup,
belincong, dan lain-lain), ataupun alat mekanis
(bulldoser , penggaruan (scrapper), shovel, dan lain-
lain). Pemilihan alat tergantung kepada kondisi
lapangan dan tingkat produksi penambangan.
http://inizaka.blogspot.co.id

Universitas Jenderal Soedirman


Eksploitasi
Pengambilan Pasir Kuarsa
Karena bahan galian ini bersifat material
lepas, maka sistem penambangan yang dipakai dapat
dengan cara kering maupun basah. Pengambilan
dengan cara kering yaitu menggunakan buldoser atau
power shovel, kemudian ditimbun dan diangkut
memakai dumptruck.
Pengambilan pasir kuarsa dengan cara basah
dilakukan penyemprotan dengan monitor/dalam pipa.
Campuran air dan pasir kuarsa (slurry) dipompakan ke
penampungan (stockpile) lalu diangkut ke instalasi
pengolahan atau langsung dijual ke pasaran
http://sttnas.ac.id

Universitas Jenderal Soedirman


Eksploitasi
Pemuatan dan Pengangkutan
Pengangkutan hasil tambang dari area tambang ke unit pengolahan atau penampungan
menggunakan alat muat excavator (back hoe), power shovel atau wheel loader. Alat angkut yang
digunakan adalah dump truck, atau dengan cara slurry dipompakan melalui pipa langsung ke kapal.

http://www.geologinesia.com http://regional.kontan.co.id

Universitas Jenderal Soedirman


3. Pengolahan
Menyiapkan lubang pencucian dengan
menggunakan Excavator (ukuran luas
relatif) atau menggunakan sand
washing machine. Terutama digunakan untuk pemisahan
Proses pencucian ini sangat signifikan Pengeringan magnetik untuk menghilangkan
dengan tujuan untuk meminimalisir mineral magnetik di pasir kuarsa,
lumpur, Kaolin, debu dan organik seperti mesin magnet yang kuat dapat
lainnya seperti akar-akaran, sehingga Setelah pencucian selesai, pasir diangkat dan menghapus hematit, limonit, mineral
meningkatkan kadar SiO2. dijemur di area Stock Pail. Bertujuan untuk magnetik lemah biotit dan lainnya.
mengurangi kadar air. Memang tidak 100% air akan
hilang, tapi kita dapat mengurangi kadarnya
sampai dengan tersisa 5 s/d 7% saja. Tidak perlu
terlalu lama, sekitar 2 s/d 3 hari saja.
Pencucian Selama proses penjemuran berlangsung, sampel
pasir perlu diambil dan dianalisa untuk melihat Pemisahan
tingkat kandungan yang diinginkan. Selain
dengan penjemuran dapat menggunakan
teknologi mesin pengering pasir silica.

Universitas Jenderal Soedirman


Pengolahan

Pencucian Pasir Kuarsa Pengeringan Pasir Kuarsa Pemisahan Pasir Kuarsa

Universitas Jenderal Soedirman


4. Kegunaan
Dalam Industri Semen
Pasir kuarsa pada pembuatan semen
berfungsi sebagai pelengkap
kandungan silika dalam semen yang
dihasilkan.
Pasir kuarsa digunakan sebanyak 10 %
dalam bahan baku pembuatan semen.
Pasir kuarsa yang berkualitas dalam
pembuatan semen adalah dengan
kandungan SiO2 90%

http://www.sementigaroda.com http://www.semenbima.com

Universitas Jenderal Soedirman


Kegunaan
Dalam Industri Lainnya
Pembentuk badan keramik bersama dengan
bahan baku lain
Bahan baku pembuatan gelas dan kaca
Bahan pembuatan ampelas
Bahan untuk sand blasting
bata tahan api (refraktori)/bata ringan, dan lain http://www.conditionedtasteaversion.net
lain

http://teamoglass.blogspot.co.id http://palembang.tribunnews.com

Universitas Jenderal Soedirman


5. Persebaran
Pasir kuarsa di Indonesia pada umumnya terdapat sebagai endapan sedimen. Asalnya dari
perombakan bahan yang mengandung silicon dioksida (kuarsa) seperti granit, porfir granit, riolit dan
granodiorit. Di alam, butiran pasir kuarsa Indonesia pada umumnya tercampur dengan lempung, feldspar,
magnetit, ilmenit, limonit, pirite, mika/gabungan mineral, biotit, horenblenda, zirkon dan bahan organik
dari tetumbuhan dan sebagainya. Karena terbawa air, maka buturan pasir menjadi makin halus yang
berarti menjadi lebih murni.

http://ilmugeografi.com https://en.wikipedia.org http://www.mongabay.co.id http://instarix.com

Universitas Jenderal Soedirman


Persebaran
Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan
Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung. Endapan pasir
kuarsa jenis ini di Banten terdapat di daerah Bayah, Panggarangan dan Banjarsari. Endapan yang terdapat
di daerah-daerah itu mempunyai mutu kimia cukup baik, maupun pemilahan cukup seragam. Hal ini dapat
memenuhi berbagai industri olahan pasir kuarsa.

https://pasirjakarta.wordpress.com https://www.dol.go

Universitas Jenderal Soedirman


Daftar Pustaka
Muksin, Irwan, Corry Karangan, Wawan Setiawan, Lia Novalia Agung. 2015. Prospeksi Zirkon, Pasir Kuarsa
Dan Kaolin Di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandung :
Kelompok Penyelidikan Mineral, Pusat Sumber Daya Geologi

Referensi Lain :

Beddum. 2010. Pasir Kuarsa. http://obdum.blogspot.co.id/2010/10/pasir-kuarsa.html


(Diakses secara oneline tanggal 20 Juni 2015 pukul 09.00 WIB)
Tekmira. 2015. Ulasan Pasir Kuarsa. http://www.tekmira.esdm.go.id/data/PasirKwarsa/Ulasan.asp?xdir=Pasir
Kwarsa&commId=25&comm=Pasir%20Kwarsa
(Diakses secara oneline tanggal 20 Juni 2015 pukul 11.30 WIB)
Uvri. 2011. Pasir Kuarsa. http://uvrimining.blogspot.co.id/2011/12/pasir-kuarsa.html.
(Diakses secara oneline tanggal 20 Juni 2015 pukul 13.00 WIB)

Universitas Jenderal Soedirman

Beri Nilai