Anestesi Blok Subaraknoid pada Fraktur Femur
Anestesi Blok Subaraknoid pada Fraktur Femur
Oleh :
7/23/2017
PENDAHULUAN
2
7/23/2017
PENDAHULUAN
3
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang
umumnya disebabkan oleh rudapaksa
fraktur dibagi berdasarkan dengan kontak dunia luar, yaitu meliput fraktur
tertutup dan terbuka.
Pada laporan kasus ini akan membahas mengenai ROI (removele Of Inplate)
fraktur femur 1/3 proximal dextra
7/23/2017
Tinjauan Pustaka
4
7/23/2017
Anestesi Blok Subaraknoid (Anestesi Spinal)
5
7/23/2017
Anestesi Blok Subaraknoid (Anestesi Spinal)
6
7/23/2017
Teknik Analgesia Spinal
8
7/23/2017
Obat Anestesi Spinal
9
7/23/2017
Obat Anestesi
10
Lidokain Buvipakain
Lidokain suatu obat anestesi lokal yg Bupivakain obat anestetik lokal yang
poten, yg dapat memblokade otonom, termasuk dalam golongan amino
sensoris dan motoris. amida.
Lidokain berupa larutan 5% dalam Bupivacain konsentrasi 0,5% tanpa
7,5% dextrose, merupakan larutan yg
adrenalin, analgesiknya sampai 8 jam.
hiperbarik.
Volume yg digunakan < 20 ml.
Mula kerjanya 2 menit dan lama
Potensi 3-4 kali
kerjanya 1 - 2 jam.
Lama kerja 2-5 kali
Lama analgesi prokain <1 jam, lidokain
1-1,5 jam, tetrakain 2 jam lebih. Jumlah obat yang terikat pada saraf
lebih banyak
7/23/2017
Anestesi Blok Subaraknoid (Anestesi Spinal)
11
7/23/2017
Anestesi Blok Subaraknoid (Anestesi Spinal)
12
Komplikasi tindakan
Hipotensi berat
Komplikasi pasca tindakan
Bradikardia
Nyeri tempat suntikan
Hipoventilasi
Nyeri punggung
Trauma pembuluh saraf
Nyeri kepala
Trauma saraf
Retensio urine
Mual-muntah
7/23/2017
Anestesi Blok Subaraknoid (Anestesi Spinal)
13
Klasifikasi ASA juga dipakai pada pembedahan darurat dg mencantumkan tanda darurat
(E = EMERGENCY), misalnya ASA IE atau IIE.
7/23/2017
Fraktur Femur
14
Femur tulang terpanjang dari
tubuh.
Bersendi dengan asetabulum dalam
formasi persendian panggul
Medial ke lutut dan membuat sendi
dengan tibia.
7/23/2017
Tipe-tipe Fraktur Femur
15
7/23/2017
Etiologi
16
Cedera langsung
Cedera traumatik
Cedera tidak langsung
Tumor tulang
Fraktur Patologik
osteomielitis
Rakhitis
polio
Secara spontan orang yang bertugas
dikemiliteran.
7/23/2017
Fraktur Femur
17
7/23/2017
Diagnosis
18
1. Anamnesis
2. Pemeriksaan Umum
3. Pemeriksaan Fisik
4. Pemeriksaan Penunjang
status lokalis
Look (inspeksi): Bengkak, deformitas,kelainan
bentuk.
Feel/palpasi: Nyeri tekan, lokal pada tempat
fraktur.
Movement/gerakan: gerakan aktif sakit, pasif
sakit krepitasi.
7/23/2017
Penatalaksanaan Fraktur
19
Non
farmakologi
Pembidaian
Traksi farmakologi
Fiksasi interna
Antibiotik
Gips
NSAID
ORIF
Ranitidin
Parasetamol
7/23/2017
Anestesi pada geriatri
20
7/23/2017
Anestesi pada geriatri
21
7/23/2017
Anestesi pada geriatri
22
usia lanjut cairan tubuh total dan lean body mass dan juga respons
regulasi termal, dengan akibat mudah terjadi intoksikasi obat dan juga mudah
terjadi hipotermi.
Sistem saraf. Masa otak menurun sesuai dengan usia; neuron yang
berkurang menonjol di kortek cerebral, terutama lobus frontal. CBF menurun
sekitar 10 20% sesuai dengan berkurangnya sel saraf. Ini berhubungan erat
dengan metabolisme
7/23/2017
Anestesi pada geriatri
23
7/23/2017
Anestesi pada geriatri
24
7/23/2017
Hipertensi
25
7/23/2017
Manajemen Perioperatif
Penderita Hipertensi
26
Penilaian Preoperatif Penderita Hipertensi
7/23/2017
Pertimbangan Anestesia
Penderita Hipertensi
27
7/23/2017
Laporan kasus
28
Identitas Pasien
Nama : Ny. O.N
No. DM : 394041
Umur : 69 tahun
Alamat : Hamadi
BB : 50 Kg
TB : 153 cm
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : IRT
Suku bangsa : Papua
Ruangan :Bedah Wanita
Tanggal operasi : 24 Mei 2016
7/23/2017
Anamnesa
29
Keluhan
utama Ingin operasi lepas pen
7/23/2017
30
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
31
a. Vital Sign
GCS : E4V5M6
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
32
a. Status Generalis
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
33
Thorax
Paru-paru
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
34
Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba di sela iga ke V, 1 cm ke medial linea mid
clavicularis sinistra, tidak kuat angkat, tidak melebar.
Perkusi
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
35
Abdomen
7/23/2017
Pemeriksaan Fisik
36
Ekstremitas
Superior : akral teraba hangat(+), sianosis (-/-), oedem (-/-)
Inferior : akral hangat (+), sianosis (-/-), oedema (-/-)
Status Lokalis
Regio : femoralis dextra
Look (inspeksi) : tampak luka bekas operasi, bengkak(-),
7/23/2017
Pemeriksaan Penunjang
37
7/23/2017
Pemeriksaan Penunjang
38
Hasil EKG Poto Thorax
Poto Klinis
7/23/2017
Konsultasi Yang Terkait
39
7/23/2017
Penentuan PS ASA
40
PS. ASA 2 (Pasien dengan penyakit sistemik ringan atau sedang). Pasien
dengan Tekanan darah 140/90 mmHg, Hipertensi Grade I dan Umur
Pasien : 69 tahun, termasuk kategori Geriatri.
7/23/2017
B1 Airway bebas, thorax simetris,
Penyulit -
pembedahan
Tanda vital pada TD: 127/77 mmHg, N:75 x/m, SB: 36,7C
akhir pembedahan RR: 22 x/m 7/23/2017
Laporan Pembedahan
43
NO DM : 39 40 41
- Operasi selesai.
7/23/2017
Observasi Selama Operasi
44
160
140
120
100
Sistolic
80
Diastolic
Nadi
60
40
20
0
11.50 11.55 12.00 12.05 12.10 12.15 12.20 12.25 12.30 12.35
7/23/2017
Balance Cairan
45
PRE OPERASI
1. Maintenance = BB x Kebutuhan cairan/jam = Input : RL 1000 cc
Output : Urine : +
50 kg x 1-2 cc/kgbb/jam = 50 100 cc/jam
2. Pengganti puasa 9 jam
7/23/2017
Durante Operasi
46
7/23/2017
Post Operasi *24 Mei 2016 jam 12.35 sd 07.35 25 Mei 2016 (19 jam menit) Input :
Volume cairan:
Maintenance: RL 1000 cc, D5 % 500 cc
BB x Kebutuhan cairan/ jam x 19 jam = 47
50 kg x 1-2 cc/kgbb/jam x 19 jam = 950 - 1900 cc Kandungan elektrolit:
- Kalori : 1000-1500 kkal/24 jam RL 1000 cc : (Kalium 4
meq, Natrium 130 meq,
kalori - )
D5% 500 cc : ( Kalori 100
kkal, Kalium -, natrium - )
*25 Mei 2016 jam 08.00 sd 26 Agus 2016 jam 08.00 (24 jam) 25 Mei 2016 jam 08.00 sd 26 Mei
2016 jam 08.00 (24 jam)
Maintenance:
BB x Kebutuhan cairan/hari (24 jam)= Input :
50 kg x 40 50 cc/KgBB/hari = 2000 2500 cc /24 jam Volume cairan:
RL 1000 cc, D5 % 500 cc
Output : Urin : 1300 cc
*26 Mei 2016 jam 08.00 sd 27 Mei 2016=
50 kg x 40 50 cc/KgBB/hari = 2000 2500 cc /24 jam Input :
Volume cairan:
RL 1000 cc, D5% 500 cc
7/23/2017
Instruksi post operasi
48
IVFD RL : D5 2:1
Ketorolac 3% 3x 3o mg (IV)
Mobilisasi
GV 1x/2hari
7/23/2017
Pembahasan
49
Tekanan darah 140/90 mmHg, menurutu klasifikasi JNC VII termasuk dalam
7/23/2017
Pembahasan
50
Teori Kasus
7/23/2017
Penentuan obat anestesi
51
Teori Kasus
7/23/2017
Critical point
53
Perfusi jaringan
Operasi sedang
Hipertensi grade I
Geriatri.
7/23/2017
Terapi cairan
54
7/23/2017
Critical point
55
7/23/2017
Kebutuhan Cairan Preoperatif
56
Pre Operatif :
Pasien puasa selama 9 jam sehingga kebutuhan rumatan pasien harus dipenuhi
Kebutuhan cairan per jam x waktu puasa selama 9 jam adalah 450 900 cc
7/23/2017
Durante Operatif
57
Perdarahan :
kg = 3000 cc
Blood Loss (EBL) dari pasien ini ialah : 60/3000 x 100 % = 2 %. Pada pasien
ini perdarahan yang terjadi dapat digantikan dengan cairan kristaloid sebanyak
2 4 x dari jumlah perdarahan. Kebutuhan cairan sebagai pengganti
perdarahan ialah :
7/23/2017
58
Pada saat operasi cairan yang masuk ialah Ringer Laktat 500 cc, sehingga
7/23/2017
Post Operatif
59
Kebutuhan cairan post operasi ialah defisit cairan pada saat operasi
Selama perawatan di ruang RR 12.35 hingga pukul 08.00 wit esok harinya,
7/23/2017
PENUTUP
60
Kesimpulan
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang pasien
7/23/2017
Saran
61
7/23/2017
62
7/23/2017