Anda di halaman 1dari 23

PROCESS MANUFACTURE

Materi ke :
Proses CAD/CAM
07
Fakultas
Teknik

Oleh : Candra Setia Bakti.,S.T.,M.T.


http://www.sttyuppentek.ac.id/
CAD/CAM
Computer Aided Design (CAD) merupakan satu
bentuk otomasi yang membantu perancang untuk
memperbaiki gambar, spesifikasi, dan elemen yang
berhubungan dengan perancangan yang
menggunakan efek grafik khusus dan perhitungan
program-program computer.

Computer Aided Manufacturing (CAM) Adalah


sebuah sistem yang secara otomatis mampu
menghasilkan produk/ benda kerja (finish product)
melalui penggunaan perangkat permesinan yang
dikendalikan oleh computer.
CAE & CNC
Computer Aided Engineering (CAE) merupakan proses design, analisa, simulasi
dan perbaikan dengan menggunakan media computer. CAE berkaitan dengan
performance secara teknis
1. Analisa tegangan regangan
2. Kinematika
3. Faktor keamanan
4. Simulasi mekenikal elektrikal sipil

Computer Numerical Control (CNC) mesin yang dipergunakan untuk pengontrolan


otomatis dalam dunia industri. Mesin ini berfungsi untuk mengontrol kinerja
mesin-mesin lain yang dipergunakan
Bagaimana CAD/CAM system bekerja?

• Developing NC code requires an understanding of:


1. Part geometry
2. Tooling
3. Process plans
4. Tolerances
5. Fixturing (alat bantu)
• Most CAD/CAM systems provide access to:
1. Part geometry
2. Tooling
Siklus Produksi CAE dan CAD/CAM
Instructions can be generated for a generic
NC machine
•A set of tool paths and
positions can be automatically
generated
•These paths can be edited and
modified
•These paths and instructions
can then be “posted” to a
specific machine
MEJA MESIN
Milling CNC
MONITOR

Saringan POROS
udara PENGGERAK
COOLANT

MOTOR SERVO ELECTRICAL

5 AXIS MILL
EXTERNAL
PROGRAM
Kapasitas mesin
Kapasitas mesin adalah kemampuan mesin melakukan proses
produksi, yang didasarkan pada :

 Dimensional area kerja


 Putaran spindle (Rpm)
 Axis putar (derajat perputaran)
 Kemampuan lain yang mendukung
Dimensional Area Kerja
Milling (frais)
 Kemampuan pemakanan axis X
 Kemampuan pemakanan axis Y
 Kemampuan pemakanan axis Z

X Z

Y
# untuk axis z, ukuran terkurangi oleh pemakaian tool cutting
dan pemakaian jig maupun fixture.
Dimensional Area Kerja
Turning (bubut)

 Diameter maksimum (axis X)


 Kemampuan pemakanan (axis
Z)
X

# Perlu juga diperhatikan tentang berat benda


kerja
Kode G dan M CNC
Kode yang sebagian besar distandarkan ISO atau
EIA, sebagian lain mempunyai arti spesifik untuk jenis
kontrol mesin. Dengan bahasa ini mesin dapat
langsung diprogram melalui Manual Data Input atau
pada menu pembuatan program (Edit)

Kode ini merupakan bagian dari bahasa program


yaitu bahasa manual atau sering disebut bahasa kode
G dan bahasa kode M. Selain kode G dan M ada
beberapa abjad lain yang sering terpakai seperti F, I, J ,
K , L , O, P, Q, R, S, T Dan lainnya
KODE G dan M CNC
Sistim Koordinat dan Refferensi

 KARTESIUS ( X, Y, Z)
Kartesius adalah Sistem Koordinat yang dipergunakan untuk meletakkan titik dalam
bidang untuk penggambaran objek berdasarkan pemasukan nilai ruas sumbu X dan
ruas sumbu Y, dimana dari titik pertemuan ini nilai sumbu X dan sumbuY titik
koordinat dibentuk.
Sistem koordinat Kartesius dapat pula digunakan pada dimensi-dimensi yang lebih
tinggi, seperti 3 dimensi, dengan menggunakan tiga sumbu (sumbu x, y, dan z)
Koordinat

 POLAR ( @ Jarak < Sudut ).


Adalah system koordinat yang dipergunakan untuk menentukan titik koordinat
berikutnya dari titik koordinat saat ini dengan memasukan nilai jarak dan penempatan
arah berdasarkan besarnya sudut

CW ( Clock Wise ) : Searah Jarum Jam.


CCW ( Counter Clock Wise ) :Berlawanan Arah Jarum Jam.
Sistem Refferensi Ukuran dan Gerak

G90 – Absolute command. Penetapan pergerakan dengan berdasarkan


pada titik utama gambar, yang selanjutnya dijadikan titik refferensi
benda kerja (WCS)

G91 – Increment command. Penetapan arah dan jarak pergerakan dengan


berdasar penambahan nilai dari pergerakan sebelumnya.

Y + Front Z + Up

G91
X - Left X + Right

Y - Rear
Z - Down
Gerak Lurus

G00 – Rapid positioning. Gerak lurus bebas yang mengandalkan pada feedrate
maksimum dari mesin. G00 tidak dapat digunakan untuk pemakanan ( cutting )
G01 – Digunakan untuk gerak pemakanan lurus. Feedrate harus ditetapkan dengan F
pada program

Y+ O0001 ( Increment ); O0001 ( Absolute );


2 3 G91 G55 G0 X0 Y0; G90 G55 G0 X0 Y0;
M3 S1000; M3 S1000;
40 X20.Y20.; X20. Y20.;
G1 Y30. F100; G1 X50. F100.;
X30.; X50.;
1 4 Y-30.; Y20.;
20
X-30. X20.;
G0 X-20. Y-20. M5; G0 X0 Y0 M5;
X+ M30.; M30.;
--- Rapid positioning
20 40
Cutting feed
Ilustrasi

Turning Milling