Anda di halaman 1dari 9

GANGGUAN FUNGSI SOSIAL DEGAN ONSET KHAS PADA

MASA KANAK DAN REMAJA

Ini merupakan kelompok gangguan yang agak heterogen, yang


keseluruhannya sama-sama mencangkup gangguan fungsi sosial yang
berada pada kurun masa perkembangan, namun (berbeda) dengan
gangguan perkembangan pervasif) terutama tidak ditandai oleh suatu
ketidak-mampuan atau defisit konstitusI sosial yang nyata menyusup
keseluruhan fungsi.
Mutisme Efektif

• Ciri khas dari kondisi ini ialah selektifitas yang ditentukan secara emosional dalam
berbicara, di mana anak itu menunjukan seklektifitasnya dalam hal kemempuan
bertutur kata dalam situasi-situasi tertentu, namun tidak mampu melakukannya
dalam beberapa situasi (khas tertentu) lainnya.
• Untuk diagnosis ini diperlukan:
a) tingkat pengertian bahasa yang normal atau hampir normal;
b) Tingkat kemampuan bertutur kata yang cukup untuk komunikasi sosial;
c) Bukti yang nyata bahwa anak bersangkutan dapat dan bertutur kata secara
normal atau hampir normal dalam beberapa situasi tertentu.
Gangguan Kelekatan Reaktif Masa Kanak

• Cirinya yang terpenting ialah adanya pola abnormal dalam hubungan anak degan
para pengasuhnya yang timbul sebelum anak mencapai usia 5 tahun, yang meliputi
ciri-ciri maladaptif yang lazimnya tidak dilihat pada anak-anak yang normal, dan
yang tetap berlanjut namun reaktif terhadap perubahan yang cukup jelas pada
pola asuh.
• Gangguan ini hampir selalu timbul berkaitan degan pengasuhan anak yang sangat
kurang memadai. Hal ini mungkin dalam bentuk penganiayaan psikologis atau
penelantaran (yang tampak dari hukuman yang kejam, dan sikap yang senantiasa
lalai memberi tanggapan terhadap upaya anak untuk baerdamai, atau asuhan yang
sangat kurang sempurna sebagai orang tua), atau penganiayaan fisik atau
penelantaran anak itu (hal itu terbukti oleh sikap kurang memperhatikan
kebutuhan fisik anak, berulang kali degan sengaja mencederai anak, atau kurang
memberi makanan bergizi).
Gangguan Kelekatan Tak Terkendali Masa Kanak

• Diagnosis haruslah didasarkan pada kenyataan bahwa anak menunjukan kelekatan


selektif yang kabur (diffuseness) selama 5 tahun pertama kehidupan anak dan
umumnya berhubungan degan perilaku melekat sewaktu masa bayi dan/atau
perangai ramah terhadap semua orang, dan perilaku menarik perhatian pada
masa dini atau pertegahan usia anak. Biasanya akan mengalami kesulitan dalam
membina hubungan akrab, dan saling percaya dengan kelompok teman sebaya.
• Mungkin juga terdapat gangguan emosional atau perilaku yang menyertai
(sebagian bergantung pada keadaan anak saat itu). Kebanyakan terdapat riwayat
pengasuh yang berganti-ganti. Dari satu keluarga asuh pindah ke keluarga asuh
yang lain.
• Gangguan Fungsi Sosial Masa Kanak Lainnya
• Gangguan Fungsi Sosial Masa Kanak YTT
GANGGUAN “TIC”

• “Tic” adalah suatu gerakan motorik (yang lazimnya mencakup suatu kelompok otot
khas tertentu) yang tidak dibawah pengendalian, berlangsung cepat, dan
berulang-ulang, tidak berirama, ataupun suatu hasil vokal yang timbul mendadak
dan tidak ada tujuannya yang nyata “Tic” jenis motorik dan jenis vokal mungkin
dapat di bagi dalam golongan yang sederhana dan yang kompleks, sekalipun
penggarisan batasannya kurang jelas.
• Ciri khas terpenting yang membedakan “Tic” dari gangguan motorik lainnya ialah
gerakan yang mendadak, cepat, sekejab dan terbatasnya gerakan, tanpa bukti
gangguan neurologis yang mendasari; sifatnya yang berulang-ulang; (biasanya)
terhenti saat tidur; dan mudahnya gejala itu ditimbulkan kembali atau ditekan
dengan kemauan.
Kurang beriramanya “Tic” itu yang membedakannya dari gerakan yang stereotipik
berulang yang tampak pada beberapa kasus autisme dan retardasi mental.
Aktifitas motorik manneristik yang tampak pada gangguan ini cenderung
mencangkup gerakan yang lebih rumit dan lebih bervariasi dari gejala “Tic”.
Gerakan obsesif-kompulsif sering menyerupai ‘Tic” yang kompleks namun berbeda
karena bentuknya cenderung ditentukan oleh tujuannya (misalnya menyentuh dan
memutar benda secara berulang) dari pada oleh kelompok otot yang terlibat;
walaupun demikian acapkali sulit juga untuk membedakannya.
• “Tic” sering kali terjadi sebagai fenomena tunggal namun tidak jarang disertai
variasi gangguan emosional yang luas, khususnya, fenomena obsesi dan
hipokondrik. Namun ada pula beberapa hambatan perkembangan khas disertai
“Tic”. Tidak terdapat garis pemisah yang jelas antara gangguan “Tic” dengan
berbagai gangguan emosional dan gangguan emosional disertai “Tic”.
Diagnosaisnya mencerminkan gangguan utamanya.
Gangguan “Tic” Sementara
• Gangguan ini pada umumnya memenuhi kriteria untuk diagnosis gangguan ”Tic”,
tetapi tidak melampaui 12 bulan.
• Bentuk ini paling sering dijumpai pada anak usia 4-5 tahun; biasanya berupa
kedipan mata, muka menyeringai, atau kedutan kepala. Pada sebagian kasus hanya
berupa episode tunggal, namun pada beberapa kasus lain hilang timbul selama
beberapa bulan.
Gangguan “Tic” Motorik atau Vokal Kronik

• Umunya memenuhi kriteria untuk suatu gangguan “Tic” motorik atau vokal
(namun bukan kedua-duanya) dan berlangsung selama lebih dari setahun.
• “Tic” dapat tunggal atau multipel (tetapi lebih sering bersifat multipel).
Gangguan Campuran “Tic” Motorik dan Vokal Multipel
(Sindrom de la Tourette)

• “Tic” motorik multipel dengan satu atau beberapa “Tic” vokal, yang tidak harus
timbul secara serentak dan dalam riwayatnya hilang timbul.
• Onset hampir selalu pada masa kanak atau remaja. Lazimnya ada riwayat “Tic”
motorik sebelum timbulnya “Tic” vokal; sindrom ini sering memburuk pada usia
remaja dan lazim pula menetap sampai usia dewasa.
• “Tic” vokal sering bersifat multipel dengan letupan vokalisasi yang berulang-ulang,
seperti suara mendehem, bunyi ngorok, dan ada kalanya diucapkan kata-kata atau
kalimat-kalimat cabul. Ada kalanya diiringi gerakan isyarat ekopraksia, yang dapat
juga bersifat cabul (copropraxia). Seperti juga pada “Tic” motorik, “Tic” vokal
mungkin ditekan dengan kemauan untuk jangka waktu singkat, bertambah parah
karena stres dan berhenti saat tidur.
• Gangguan “Tic” Lainnya
• Gangguan “Tic” YTT