Anda di halaman 1dari 40

TERAPI CAIRAN

Tujuan Pemberian Cairan


• 1. Mengembalikan keseimbangan cairan
• tubuh ke normal ( Rehidrasi )
• a. Mengembalikan keseimbangan cairan tubuh ke
• normal dengan mengganti jumlah cairan yang
• hilang
• 1. Tanpa dehidrasi Berat ( Dehidrasi Ringan/Sedang )
• 2. Dengan Dehidrasi Berat
• 2.1.Fase emergensi ---memperbaiki gangguan sistem sirkulasi
• (mengatasi renjatan/syok )
• 2.2. Rehidrasi Total
• 2. Mempertahankan Keseimbangan Cairan Tubuh
• Mengganti cairan tubuh yang hilang secara normal
• ( Normal Water Loss =NWL )
• a. Melalui Urine
• b. Tinja
• c. Insensible water loss
NORMAL WATER LOSS BAYI PREMATUR

Berat badan Berat badan


< 1500 gram > 1500 gram
Insensible water loss 30 – 60 cc/kg bb 15 – 35 cc/kg bb
(IWL)
Urine 50 – 100 cc/kg bb 50 – 100 cc/kg bb
Tinja 5 - 10 cc/kg bb 5 – 10 cc/kg bb

Total 85 – 170 cc/kg bb 70 – 145 cc/kg bb

Foto Terapi :
+ 20 cc/kg bb
Kebutuhan Cairan NWL
• I. BB Kebutuhan Cairan
• ( cc/ kg BB )
• < 10 kg 100 cc
• 10 – 20 kg 1000 cc + 50 ( BB-10 )
• > 20 kg 1500 cc + 20 (BB – 20)

II. Darrow
3-10 kg 100 cc
10-15 kg 80 cc
15 – 25 kg 65 cc
REHIDRASI
• Mengembalikan keseimbangan cairan tubuh dengan mengganti jumlah
cairan yang hilang
1. Rehidrasi Oral :Tanpa Dehidrasi Berat ( dehidrasi ringan/sedang )
a. ad libitum
b. NGT

70 cc/kg BB selama 5 jam = 70x20 tts/ 5x60 menit/kg bb


= 5 tts/kg BB/menit
2. Rehidrasi I.V
2.1. Dehidrasi Berat
2.2. Renjatan ( Syok)
1. REHIDRASI
• !. Rehidrasi Oral ( Ad Libitum atau Intragastrik )
• 1.1. Oralit Home made Elektrolit
• a. Lar. Gula –Garam : - NaCl 3.5.gram Natrium 60 meq/l
• - Gula 20. Gram Chlorida 60 meq/l
• - Air 1000 cc
• b. Larutan Air Tajin : Tepung Beras 30 Gr
• Air 1L
• Garam 3.5 gram
• c. Air Kelapa Muda : Air Kelapa 500 cc
• Air 500 cc
• Garam 3.5 gram
• 1.2. Oralit Lengkap Kemasan
• a. Oralit Standar WHO : NaCl : 3.5 Gram Natrium 90 meq/l
• Nabik. : 2.5 Gram
• KCl : 1.5 Gram
Penentuan Derajat Dehidrasi
( Modifikasi Skor Maurice King )
• Klinik Angka
• 1 2 3
1. K .U Anak terlihat sehat Terlihat sakit, Sakit berat,Syok
Gelisah Apatis Koma
2. Kulit Turgor Normal Kurang Jelek
3. Mata Normal Cekung Sangat Cekung
4. Respirasi/ 20 – 30 x/m 30 – 40 40 – 60x/m
5. Ubun-ubun Normal cekung Sangat cekung
6. Nadi/DJ < 120x/m 120 – 140 > 140x/m
7. Mulut Normal Kering Kering dan sianosis

• Skor < 7 : D. Ringan


• 7 – 13 D.Sedang
• > 13 : D.Berat
Gejala Dehidrasi Berat
Gejala Klinik D.Isotonik D.Hipertonik D. Hipotonik
Keadan Umum Apatis Irritabel /Gelisah Koma

Kulit Dingin Variatif Dingin

Selaput Lendir Basah Kering Basah

Turgor & Elas- Sangat kurang berkurang Sangat kurang

tisitas

Mata Cekung Cekung Cekung

Ubun besar Cekung Cekung Cekung

Nadi Cepat& Lemah Cepat&Keras Sangat lemah

Gejala CNS Tidak biasa Sering kejang Tidak biasa


Rehidrasi I.V
• 1.Mengatasi Gangguan Kardiovaskuler
• 1.1. Diare dengan dehidrasi berat
• 30 cc/kg bb selama 1 jam
• 1.2. Dehidrasi berat pada Gizi Buruk
• 1.3. Dehidrasi Berat pada Bronkopneumoni
• 2. Rehidrasi Total : 70 cc/kg bb
2.1 Untuk bayi <1 thn : selama 5 jam
> 1 tahun : selama 21/2 jam

2.2. Gizi Buruk


2.3 Bronkopneumoni
3. Rumatan ( Maintenance )

NWL + Kenaikan suhu tubuh + CWL


1. Skema Rehidrasi IVFD
Prosedur Rehidrasi Jumlah Cairan Rehidrasi Oral ( Intra-
( Sekuen Pemberian Tetes/m Gastric Drip )
Cairan )
Tindakan Emergensi 30 cc/kg BB /Jam Dapat diberikan
( Mengatasi Renjatan ) ( 10 tts/kg BB/menit) cairan oral ( tetes
lambung )

Rehidrasi Total 70 cc/kg BB/5 jam Tetes Intragastrik


( 5 tts/kg BB/menit ) dapat diteruskan
selama 4 jam

Rumatan NWL+ CWL +


Kenaikan suhu
tubuh
KU Baik , Rumatan
KU lemah atau Diare Secara Oral/Intra-
Masih banyak, maka gastrik
IVFD dipertahankan
2. Dehidrasi Berat
Tahapan Jumlah Cairan Tetes/kgBB/Menit
I. Emergensi 30 cc/kg BB/Jam 10 tetes/kg bb//menit
( RL ) ( 30x20kkgbb/60 menit)

II. Rehidrasi 70 cc/kg bb/ 5 jam 5 tetes/kg bb/menit


Total

III. Rumatan NWL+ CWL+ Suhu/24 jam

NWL+ 25cc/kgBB+12 cc
Untuk kenaikan suhu 10 C
di atas normal
Catatan :
1. Jenis Cairan : RL
2. 1 cc=20 tetes
Cara 3 ( WHO )
• Umur
• < 1 Thn > 1 Thn
• Tahap Emergensi 30 cc/kg bb 30 cc/kg bb
• ( 1 jam ) (1/2 jam )

• Rehidrasi Total 70 cc/kg bb 70 cc/kg bb


• ( 5 jam ) ( 2 ½ jam )

• Rumatan ( NWL + CWL + Suhu )


DEHIDRASI
(Kehilangan Cairan Tubuh )
Tingkat Dehidrasi Kehilangan Cairan ( cc/kg BB)
Berat Badan
3-10 kg 10 – 15 kg > 15 kg
Dehidrasi Ringan 50 cc 30 cc 25 cc

Dehidrasi Sedang 80 cc 70 cc 50 cc

Dehidrasi Berat 125 cc 100 cc 80 cc


Terapi Cairan DSS
• Tahap Emergensi 1 : 20 cc/kg bb/Guyur – RL
• ( Free Rates )
• Emergensi 2 : 20 cc/kg BB/jam ( Plasma ekspander)

• Rumatan : NWL + Suhu + Defisit


Kebutuhan Cairan DHF/Hari

Normal Water Loss + Dehidrasi + Kenaikan Suhu Tubuh

• Berat Badan Defisit


• Dehidrasi Ringan D.Sedang

• 10-15 kg 30 70

• > 15 kg 25 50
Terapi Cairan pada Gizi Buruk Dengan Dehidrasi Berat
• RL tidak dapat digunakan pada anak dengan gizi buruk , karena ke-
cendurungan terjadinya retensi Natrium dan hipokalemia. Karena itu
penggunaan cairan dengan kadar Natrium tinggi seperti larutan RL akan
menambah risiko udem ,termasuk udem otot jantung.

Tahapan Jumlah ,Lama Pemberian


Pemberian Cairan & Jenis Cairan
Tahap Emergensi 20 cc/kg BB/Jam
Larutan modifikasi RL
( KaEN 3B atau ½ RL D5 )

Tahap Rehidrasi
Total

Tahap Rumatan
CAIRAN ELEKTROLIT I.V
Nama Produk Elektrolit( meq/l ) Dextrose Kalori mOsm
• Na+ K+ Ca Cl Laktat

1. RL 130 4 3 109 28 - - 310


2. RL-D5 130 4 3 109 28 50 200 551
3. KA-EN 3B 50 20 - 50 20 27 108 290
4. KA EN 3A 60 10 - 50 20 27 108 290
5. Da/2-D2.5 61 17.5 - 52 26.5 25 100 296
Komplikasi Pemberian Cairan Intravena

• 1. Reaksi pirogen : Suhu tubuh meningkat


• Menggigil
• 2. Phlebitis
• 3. Overhidrasi
• 4. Emboli
• 5. Sepsis
KEBUTUHAN CAIRAN PADA DEHIDRASI
• Jumlah Cairan = Defisit + ( NWL +CWL + Suhu )
• (PWL)

Rehidrasi Tahap Emergensi Rehidrasi Total


• ( Mengatasi Renjatan) 70 cc/kg bb/4 jam
• 30 cc/kg bb – 1 jam

Rumatan : NWL + CWL + Suhu

NWL : BB – 10 kg 100 cc/kg BB


10 – 20 kg 1000 cc + 50( BB-10 )
> 20 kg 1500 + 20 ( BB-20 )
Peran Usus Dalam Pengaturan Cairan
Sumber Cairan Jumlah
( ml )
Makan/Minum 2000 ml
Saliva 1500 ml
Sekresi Cairan Lambung 2500 ml
Cairan Empedu 1000 ml
Cairan Sekresi Pankreas 1000 ml
Cairan Sekresi Usus Halus 3000 ml
10.000 ml
Pengeluaran Cairan /Tinja 100 ml
PEMBAGIAN DIARE MENURUT PERUBAHAN PA
• KERUSAKAN MUKOSA TANPA KERUSAKAN

• VIRUS BAKTERI INVASIF BAKTERI NON INVASIF


• NON
Lapisan
atas mukosa rusak Mukosa Rusak
Enterotoksin Psikis
Intoksikasi
Intolerans

Enzim Disakaridase << Eritrosit & Lekosit

Tinja mengandung gula Mikroskopik tinja


Akibat Diare
• 1. Kehilangan 2. Kerusakan Mukosa 3. Gangguan “Intake”

• Cairan & Elektrolit
Intolerans

• Perubahan Homeostatik Defisit


• Kalori & Protein

Volume Osmolalitas Kes. Asam Basa Elektrolit


D.Ringan/ D.Hipertonik Asidosis Metabolik Hipernatremia
Sedang D. Hipotonik Hipokalemia
D.Berat D.Isotonik Hipokalsemia
Hipomagnesemia

Gangguan Gizi
Dehidrasi Hipotonik Dehidrasi
Hiponatremia

Osml < 250 mosm/kg Na+ : 127 meq/l

GEJALA KLINIK
Sakit Kepala
Mual & Muntah
Lemah
Kejang
Dehidrasi Hipertonis Hipernatremia

Osml : > 320 Na+ : > 150 meq/l


mosm/kg
GEJALA KLINIK
Hiperpireksia
Gangguan Kesadaran
dengan /tanpa kejang
Mukosa kering
Refleks Fisiologis meningkat
Kulit teraba tebal
Nadi pengisian baik
Osmolaritas cairan Tubuh
Osmol = 1.9 x ( Na+ + K+) + Ureum/6 + Glukosa/18

Hipertonis : > 320 mosm /kg atau Na+ > 150meq/l


Hipotonis : < 250 mosm/kg atau Na+ < 127meq/l
Keseimbangan Asam-Basa
pH dipertahankan pada : 7.35 – 7.45
1. Sistem Bufer : pH = pK +Log (Bikarbonat) /( CO2 )

Normal perbandingan Bikarb./CO2 = 20/1


CO2 dalam tubuh terdapat dalam bentuk :
1. Bikarbonat : 27 meq/l
2. H2CO3 : 1.35 meq/l
3. CO2 : 1.35 meq/l
2. Sistem Bufer Hb
3. Pembentukan Bikarbonat melalui peningkatan akti-
vitas enzim Carbonic anhidrase
CO2 + H2O CA Bikarb + H+
HIPOKALEMIA
( K+ < 3.5 meq/l)

• Kelemahan Otot Perobahan


• EKG
• Otot Gerak Otot Polos Interval QT >>
Kelemahan Umum Meteorisme
Gelombang T
Refleks Fisiologis Bising Usus << Tumpul
• Gel.U
• Otot Pernafasan Takikardia
• Ar itmia ST Depres
Gambaran EKG Hipokalemia
ASIDOSIS
• Asidosis Metabolik • Asidosis Respiratorik

Gangguan Kesadaran
Mual dan Muntah
• pCO2 < Hipercapnea
• HCO3 < pCO2 >>
HCO3 >
Nilai Analisa Gas Darah
Nilai Normal Nilai Kritis

pH 7.35-7.45 < 7.25/>7.5


pCO2 35-45 mmHg < 20 / > 60
HCO3 22-27 meq/l < 15 meq/l/ 40
meq/l
pO2 80 – 100 mmHg <40 mm Hg
O2 Saturasi 95 – 100% < 75
Nilai Normal Tanda Vital
• NADI SISTOLE FREK.NAFAS

• Limit Atas Limit Bawah Limit Atas

• Bayi 160xm 80 mmHg 40x/m

• Prasekolah 140x/m 90 mm Hg 30x/m

• Remaja 120x/m 100 mmHg


20x/m
DERAJAT DEHIDRASI
• Dehidrasi Berat Emergensi :
• 30-40 cc/kg bb/jam

• Dehidrasi Sedang : 70 cc/kg bb/4 jam

• Dehidrasi Ringan

• Rumatan ( NWL + CWL + Suhu )/24 jam


Rehidrasi
• 1. Seminar Rehidrasi Nasional (1982)
• Derajat Umur Cairan Lama pemberian
• Jenis Jumlah ( jam )

• Ringan Semua Oralit 50 cc/kgbb 4 jam


• Sedang Semua Oralit 75 cc/kgbb 4 jam
• Berat 1. Tahap I : Mengatasi Renjatan(Emergensi )
• Neonatus RL 40 cc/kgbb 2 jam
• Bayi & Anak RL 40 cc/kgbb 1 jam
• 2.Tahap II : Rehidrasi Total : 60 cc/kgbb/4 jam
• 3. Tahap III : Rumatan : NWL + CWL + Suhu
NWL
I. Berat Badan Kebutuhan Cairan
Normal
- 10 kg 100 cc/kg bb
10-20 kg 1000 cc + 50 ( BB – 10 )
> 20 kg 1500 cc + 20 ( BB – 20 )

II. Darrow
- 10 kg 100 cc/kg bb
10 – 15 kg 80 cc/kg bb
15 – 25 kg 65 cc/kg bb
Jumlah Cairan Rumatan

NWL + CWL ( 25 cc/kg BB ) + 12 cc/kg BB untuk


kenaikan suhu 1o C di atas normal
2. Cara 2
• Rehidrasi Akut : 70 cc/kgbb -4 jam

• Rehidrasi Total

• Rumatan
MACAM CAIRAN INTRAVENA
• Cairan Elektrolit Kalori
Osmol. ( meq/l )

• Dextrose Na+ K+ Ca Cl- Laktat
• RL - 130 4 3 109 28 -
273
• RL D5 50 130 4 3 109 28 200
551
• KaEn 1B 37.5 38.5 - - 38.5 - 150
285
• KaEn 3A 27 60 10 - 50 20 108
290
• KaEn 3 B 27 50 20 - 50 20 108
290
LARUTAN DLM AMPUL
Cairan Elektrolit
Meq/cc
Na K Cl Bik. Mg Sulf.
KCl 7.4% - 25 25 - - - 1
meq
Meylon 8.4% 25 - - 25 1
meq
MgSO4 20% - - - - 42 42
1.66 meq
2. Dietik
2.1. Intolerans Laktosa : - Test Reduksi Tinja +
• ( Clinitest)
• - pH tinja < 6.1

• Susu Bebas Laktosa ( Free Lactose Milk )


• 2.2. Alergi Protein Susu Sapi : Chalange Test
+

• Susu Kedele Protein Hydrolised Milk
• 1. Hidrolisa total
• 2. Hidrolisa parsial
TERIMA KASIH