Anda di halaman 1dari 18

1

BUDAYA
KULTUR (DARI KATA CULTURE)
Geert Hofstede. 1991. Cultures and Organizations, Software of the Mind.
DEFINISI dan PERAN BUDAYA
2

Budaya adalah tata nilai (values) yang


menghasilkan sikap, etika, dan ekspektasi
yang, tanpa disadari, menuntun dan
mengendalikan perilaku.
Hofstede: Budaya berperan sebagai software of
the mind.
Pertanyaan: Apakah budaya juga
mengendalikan pola pikir dan perasaan?
TATA NILAI
3

Tata nilai adalah gagasan mengenai apa yang


benar, baik, wajar, dan adil.
Hofstede: Values are broad tendencies to prefer certain states of
affairs over others.

Contoh: Wajarkah memanggil dosen anda


dengan nama depannya?
LEVELS OF MENTAL PROGRAMMING
4

Specific to Inherited and


individual PERSONALITY Learned

Specific to group or
category CULTURE Learned

Universal HUMAN NATURE Inherited


LAYERS OF CULTURE
5

 NATIONAL LEVEL
 REGIONAL (OR ETHNIC, RELIGIOUS, OR LINGUISTIC
AFFILIATION) LEVEL
 GENDER LEVEL
 GENERATION LEVEL
 SOCIAL CLASS LEVEL
 ORGANIZATIONAL/CORPORATE LEVEL
SUMBER BUDAYA
6

Budaya sebuah masyarakat


(1) dipelajari dari generasi sebelumnya,
(2) diterapkan oleh generasi sekarang, dan
(3) diwariskan ke generasi berikutnya.
DIMENSI BUDAYA HOFSTEDE
7

1. Power Distance: The level of acceptance and


expectation by a society of the unequal distribution
of power in institution.
2. Individualism: The tendency of people to look after
themselves and their immediate family only and
neglect the needs of society.
3. Masculinity: The degree of “traditionally”
masculine values that prevail in a society.
4. Uncertainty Avoidance: The extent to which people
in a society feel threatened by ambiguous
situations.
POWER DISTANCE
8

LARGE POWER DISTANCE SMALL POWER DISTANCE


Kesenjangan adalah hal yang wajar. Kesenjangan harus diminimumkan.
Cenderung melakukan sentralisasi. Cenderung melakukan desentralisasi.
Beda yang besar antara gaji tertinggi Beda yang kecil antara gaji tertinggi
dan terendah. dan terendah.
Bawahan berharap diberi perintah. Bawahan berharap diajak
berkonsultasi.
Atasan ideal adalah seorang Atasan ideal adalah yang demokratis
benevolent autocrat atau bapak yang dan resourceful.
baik.
SKOR POWER DISTANCE
9

LARGE POWER DISTANCE SMALL POWER DISTANCE


Malaysia (104) Austria (11)
Guatemala Israel
Panama Denmark
Philippines New Zealand
Mexico Ireland
INDONESIA: SKOR 78; RANK 8/9.
INDIVIDUALISM
10

HIGH INDIVIDUALISM LOW INDIVIDUALISM


Orang dibesarkan untuk mampu Orang dilahirkan dalam sebuah
menjaga diri sendiri dan keluarga inti keluarga besar yang terus akan
saja melindungi sebagai imbalan atas
loyalitas.
Identitas didasarkan atas individu Identitas didasarkan atas jaringan
yang bersangkutan. sosial seseorang.
Menyatakan sikap dan pendapat Harmoni harus dijaga dan konfrontasi
adalah ciri orang jujur. langsung dihindari.
Low-context communication. High-context communication.
Tugas lebih penting dari hubungan. Hubungan lebih penting dari tugas.
SKOR INDIVIDUALISM
11

INDIVIDUALISTIC COUNTRIES COLLECTIVISTIC COUNTRIES


USA (91) Guatemala (6)
Australia Equador
Great Britain Panama
Canada Venezuela
Netherlands Colombia
INDONESIA: SKOR 14; RANK 47/48
MASCULINITY
12

HIGH MASCULINITY LOW MASCULINITY


Nilai dominan adalah sukses dan Nilai dominan adalah memperhatikan
kemajuan material. sesama dan preservation.
Mementingkan uang dan materi. Mementingkan orang dan hubungan
yang hangat.
Laki-laki diharapkan asertif, ambisius, Semua orang diharapkan bersikap
dan tegar. sederhana.
Simpati untuk yang kuat. Simpati untuk yang lemah.
Hidup untuk bekerja. Bekerja untuk hidup.
Manajer diharapkan tegas dan Manajer menggunakan intuisi dan
asertif. berusaha mencapai konsensus.
Penyelesaian konflik melalui Penyelesaian konflik melalui
pertentangan. kompromi dan negosiasi.
SKOR MASCULINITY
13

MASCULINE COUNTRIES FEMINIME COUNTRIES


Japan (95) Sweden (5)
Austria Norway
Venezuela Netherlands
Italy Denmark
Switzerland Costa Rica
INDONESIA: SKOR 47 ; RANK 30/31
UNCERTAINTY AVOIDANCE
14

STRONG UNCERTAINTY AVOIDANCE WEAK UNCERTAINTY AVOIDANCE


Ketidakpastian hidup dipandang Ketidakpastian adalah fitur normal
sebagai sebuah ancaman yang harus kehidupan dan hari-hari diterima apa
dilawan. adanya.
Tingkat stress tinggi. Tingkat stress rendah.
Dapat menerima risiko yang Tetap nyaman dalam situasi yang
diketahui; takut pada situasi yang ambigu dan dalam risiko yang tidak
ambigu dan risiko yang tidak dikenal. dikenal.
What is different is dangerous. What is different is curious.
Emotional need to be busy; inner urge Comfortable feeling when lazy; hard-
to work hard. working only when needed.
Precision and punctuality come Precision and punctuality must be
naturally. learned.
SKOR UNCERTAINTY AVOIDANCE
15

STRONG UNCERTAINTY AVOIDANCE WEAK UNCERTAINTY AVOIDANCE


Greece (112) Singapore (3)
Portugal Jamaica
Guatemala Denmark
Uruguay Sweden
Belgium Hong Kong
INDONESIA: SKOR 48 ; RANK 41/42
KULTUR INDONESIA
16

 LARGE POWER DISTANCE


 LOW INDIVIDUALISM
 MEDIUM MASCULINITY
 MEDIUM-LOW UNCERTAINTY AVOIDANCE
SOME COMPARISON
17

INDONESIA JAPAN USA

POWER LARGE MEDIUM MEDIUM-


DISTANCE R=8/9 R=33 SMALL R=38
INDIVIDUALISM LOW MEDIUM HIGH
R=47/48 R=22/23 R=1
MASCULINITY MEDIUM HIGH MEDIUM-
R=30/31 R=1 HIGH R=15
UNCERTAINTY MEDIUM- HIGH MEDIUM-
AVOIDANCE LOW R=41/42 R=7 LOW R=43
18
END
3 Maret 2012