Anda di halaman 1dari 32

SISTEM IMUN NON SPESIFIK

I. ASAL SEL-SEL SISTEM IMUN

Perkembangan berbagai jenis limfosit asal sel induk yang pleuripoten dalam
sumsum tulang
HEMATOPOESIS Pada Manusia
Pembentukan dan perkembangan
sel darah putih di mulai dari yolk sac
selama beberapa minggu perkembangan
janin

Sel induk berdiferensiasi menjadi sel


eritoid primitif yang mengandung
hemoglobin yolk sac

Pada usia 3 bulan, sel induk


bermigrasi dari yolk sac ke hati dan
mengkolonisasi limpa

Setelah 7 bulan, diferensiasi sel induk


dalam sumsum tulang menjadi faktor
utama dalam hematopoesis
II. SISTEM FAGOSIT MAKROFAG
Disebut juga sistem histiosit, sistem Retikulo-histiosit, dan sistem
Retikulo Endothelial System (RES)

Leukosit utama sistem imunitas nonspesifik


II. SISTEM FAGOSIT MAKROFAG

Sel utama yang berperan dalam pertahanan non spesifik


• sel mononuklear ( Monosit dan Makrofag)
• Sel polimorfonuclear (Granulosit)
Peran Sel Utama dalam pertahanan non spesifik :
• Sebagai sel yang mengenali
• Sel yang menangkap antigen
• Mengelola dan mempresentasikannya ke sel T
Monosit dan makrofag berasal dari sel hematopoetik yang sama

Granulosit hidup pendek, mengandung granul yang berisi


• enzim hidrolitik
• Laktoferin yang bersifat bakterisidal
II. SISTEM FAGOSIT MAKROFAG
a. Fagosit Mononuklear

1. MONOSIT

Sel progenitor
granulosit/ monosit
berdiferensiasi
menjadi
premonosit

Sel premonosit
meninggalkan
sumsum tulang dan
masuk kedalam
sirkulasi

Sel premonosit
berdiferensiasi
menjadi monosit
matang
1. Monosit
Sel imun non spesifik yang ada
bertahan dalam darah untuk 10 – 48
jam Monosit
bermigrasi
ke jaringan
√ Neutrofil
• Darah : 10 jam
• Jaringan : 1-2 hari

√ Eosinofil
Makrofag
• Darah : 2 hari jaringan
• Jaringan : 4-10 hari spesifik
dengan
berbagai
√ Monosit/ Makrofag fungsi
• Darah : 1 hari
• 4-12 hari s.d bulan
Tahapan pematangan fagosit mononuklear
a. Fagosit Mononuklear
2. Makrofag

Monosit yang seterusnya hidup di jaringan  makrofag


residen (fixed makrophage)
• Usus : makrofag intestinal
• Kulit : Sel denritik atau sel Langerhans
• Paru : Makrofag Alveolar, sel Langhans
• Jaringan ikat : histiosit
• Hati : Sel Kuffer
• Ginjal : Sel mesangeal
• Otak : sel mikroglia
• Tulang : Osteoklas

Makrofag 5 – 10 kali lebih besar dibanding monosit dan


mengandung lebih banyak organel terutama lisosom
Fungsi makrofag
MAKROFAG DIAKTIFKAN
OLEH

• Antigen eksogen
• Mikroorganisme
• Partikel tidak larut
• Bahan endogen sel
penjamu yang cidera atau
mati

FUNGSI MAKROFAG

• Menangkap
• Memakan
• Mencerna
2. Makrofag
Aktivasi makrofag

Makrofag diaktivasi oleh


sitokin setl Th/ Mediator
inflamasi

Makrofag memakan dan


menangkap partikel dan
mempresentasikan ke sel T

Terjadi eksositosis
material yang dihancurkan
2. Makrofag

a. LISOSOM b. ENDOSOM

Adalah organel sitoplasma yang


memiliki membran dan Adalah vesikel intraselular
mengandung ENZIM berukuran 0,1 – 0,2 µm yang
HIDROLITIK MULTIPLE diproduksi melalui endositosis
yang dapat keluar dari fagosom
dan sel
Protein ekstraselular akan
• Ribonuklease dimakan dan selanjutnya
• Deoksiribonuklease diproses menjadi antigen
• Fosfatase
Endosom yang ber pH asam
• Glikosidase dan mengandung enzim
• Kolagenase proteolitik memecah protein
• Arilsulfatasa menjadi peptida yang
• katespin selanjutnya diikat MHC-II
2. Makrofag

c. MITOKONDRIA

Adalah organel sitoplasma yang


diperlukan dalam metabolisme sel
pada sel eukariositik aerobik

Tempat terjadinya

• Respirasi
• Trasnport elektron
• Fosforilase oksidatif
• Reaksi siklus asam sitrat

Memiliki DNA dan ribosom


RESEPTOR IMUNITAS NON SPESIFIK

FUNGSI  Menemukan mikroba penyebab infeksi

Jenis Reseptor :
• 1. Molekul larut  dalam darah/ jaringan
• 2. Reseptor tidak larut  terikat pada membran makrofag, neutrofil
dan sel dendritik (SD)
• Toll-Like receptor
• Scavenger receptor
• Nucleotide-binding oligomerazation domain
• Fragmen Crystallizable Receptor
Reseptor berupa PRR (Pattern Recognition Receptor)

Ikatan dengan reseptor


• memicu jalur sinyal cepat untuk fagositosis atau
• menjadikan mikroba menjadi sasaran untuk dihancurkan dengan
bantuan komplemen
1. Molekul Larut

Tempat Produksi
• Ditempat terjadi infeksi  bekerja lokal
• Ditempat yang jauh  dibawah ke jaringan
melalui sirkulasi darah
Reseptor molekul larut
• Komplemen
• CRP (c-Reactive Protein)
• MBL (Mannan Binding Lectin)
1. Molekul Larut
Contoh Reseptor larut

Lactoferin MBL (Mannan Binding


Lectin)
• Adalah protein yang
mengikat besi berkompetisi • Mengikat dinsing sel bakteri
dengan patogen yang polisakarida dam
mengaktifkan komplemen
memerlukan besi dalam melalui jalur lektin
metabolisme esensialnya
CRP SAP (Serum Amiloid A
Protein)
• Mengikat plosakarida C
• Mengikat LPS
yang merupakan komponen (Lipopolisakarida) dinding sel
bakteri dan jamur dan bakteri dan
mengaktifkan komplemen • berperan sebagai reseptor
melalui jalur klasik untuk fagosit
2. Reseptor Tidak Larut

Monosit dan makrofag mengekspresikan reseptor

Reseptor mengenal sejumlah struktur yang ditemukan dalam spesies


mikroba  mikroba penyebab infeksi ditemukan

Reseptor Tidak Larut :

• Tool-Like Receptor (TLR)


• Scavenger Receptor (SRs)
• Nucleotide-Binding Oligomerazation Domain (NOD)
• Fragmen Crystallization Receptor
a. Tool-Like Receptor (TLR)

Mengenal patogen yang


berhubungan dengan PAMP
(Pathogen Associated
Molecular Patterns) Virus,
bakteri, jamur, protozoa

Ditemukan pada makrofag,


SD, Neotrofilik, eusinofil, sel
epitel, keratinosit

Aktivasi TLR memacu


mediator yang berperan
dalam program pengalihan
sel Th ke arah respon Th1
nanotopik
b. Scavenger receptor

Merupakan molekul pengenal yang diekspresikan pada makrofag dan


banyak jenis SD

Peran :
• Endositosis partikel lipoprotein dengan densitas rendah yang
diasetilasi
• Membantu makrofag mengikat bakteri gram (+) dan gram (-)
• Fagositosis dan pencernaan
• Apoptosis sel penjamu
Reseptor Permukaan yang mengenal non-Self
Molekul yang dapat diekspresikan pada
membran sel fagosit
Reseptor dan Respon Fagosit
c. Nucleotide-Binding Oligomerization Domain
(NOD)

Berperan dalam imunitas non


spesifik sitosolik  mengenal produk Makrofag mengikat patogen
dari peptidaglikan bakteri tertentu melalui PPR dan
reseptor lainnya
• CD14  reseptor untuk LPS
Ada 2 tipe bakteri
• Molekul CD11b/CD18;
• NOD 1 CD11c/CD18 mengenal mikrob
• NOD 2 yang sitosilik (leishmania, bordetela,
kandida dan LPS)
Interaksi makrofag dan komponen
bakteri memacu produksi sejumlah • TLR mengenal sejumlah
sitokin yang secara non spesifik patogen
dapat meningkatkan reaksi inflamasi
Reseptor Sistem Imun Non Spesifik
Molekul yang diproduksi dan Fungsi makrofag
diaktifkan
Peran makrofag pada pertahanan pejamu

Interaksi makrofag dan komponen bakteri memacu produksi sejumlah sitokin


yang secara non spesifik dapat meningkatkan reaksi inflamasi
d. FcR

Adalah struktur permukaan beberapa limfosit, makrofag dan


sel mast yang dapat mengikat regio FC imunoglobulin

FcR untuk IgG  FcδR


FcR untuk IgE  FCεR

FcR ditemukan pada 95% sel T perifer

75% FcR spesifik untuk IgM dan 20% spesifik untuk IgG
PROSES FAGOSITOSIS
Fagositosis meningkatkan aktivasi dan
penghancuran patogen
Fagositosis membunuh mikroba intraselular
III. FAGOSIT
POLIMORFONUCLEAR
BASOFIL dan
SEL MAST