Anda di halaman 1dari 48

INTERAKSI OBAT

Ganet E P
INTERAKSI OBAT

OLEH ;
Ganet E P
INTERAKSI OBAT
Ganet E P
PENDAHULUAN

 Perkembangan obat baru pesat  problem baru

 Terapi obat dari dokter jarang yang tunggal

 Campuran obat yg amat banyak  sulit diprediksi

akibatnya
INTERAKSI OBAT
 Definisi :
Terjadinya reaksi antara 2 obat atau lebih
secara fisika, kimia dan biologis yang
menimbulkan perubahan sifat dan efek
suatu obat.

 Kemungkinan Terjadi Interaksi Obat ;


∑ interaksi = ½ n (n-1), n= Jumlah Obat
TULADHA
 R/ Acetosal 500 mg n = ½ (2)(2-1)
Codein 10 mg = 1x
mfla pulv. Da in caps td No. X
S 3 dd caps I p.c
---------
R/ Theophylline 100 mg n = ½ (3)(3-1)
Ephedrine 25 mg = 3x
Diazepam 5 mg
mfla caps dtd No. X
S 3 dd I p.c
FAKTOR MEMPENGARUHI
INTERAKSI
1. Obat

Obat yang bertahan lama di dalam darah harus diwaspadai krn


berpotensi terjadi interaksi dg obat lain

- BSO  Tabl./Caps Sustained release

- Dosis obat  mempeng.Intensitas & lama kerja obat

- jangka wkt pemberian  anti diabetes, antihipertensi

- cara minum obat  tetra + susu

- urutan minum obat

lincocin,2 jam kmd+kaolin pectin abs.lincocin turun

kaolinpectin, 2 jam kmd+lincocin abs.lincocin naik


2. Faktor penderita

Penyakit Px  obat kontra indikasi dg penyakit Px

Kadar protein plasma  ikatan D-Prot berubah

Fungsi hati  gangguan metabolisme

Fungsi ginjal  gangguan eksresi ( t ½ obat lb lama)

Bayi  ( proses metab. Belum sempurna )


PENGGOLONGAN INTERAKSI OBAT

I. Interaksi Farmasetika
Interaksi yang terjadi secara in vitro
(saat obat dicampur)
II. Interaksi Farmakokinetik
Ditinjau dari mekanisme kerja obat
(ADME).
III. Interaksi Farmakodinamik/Farmakologi
Ditinjau dari efek farmakologi (in vivo)
INTERAKSI FARMASETIK
1. Interaksi Fisika
Tergantung sifat fisik obat dan bentuk
sediaan yang diberikan.
Contoh :
a. Sifat Fisik Obat Berubah
misal obat menjadi basah :
- Bahan Higroskopik : NaBr dan KBr
- Campuran Eutetik : Mentol & Kamfer
b. Terjadi Adsorpsi Obat :
- Norit (Ca adsorben) dengan Papaverin
INTERAKSI FARMASETIK
2. Interaksi Kimiawi
Terjadi reaksi kimia bila 2 obat atau lebih
dicampurkan sehingga terbentuk zat baru yang
berbeda dari bahan asalnya
Contoh :
a. Terbentuk Zat yang lebih toksik
- Acetosal dengan Chinine  Chinotoxin
b. Terbentuk garam komplek yg unabsorable
- Tetrasiklin dengan logam berat ex. Ca phospat
c. Terbentuk endapan
- AgNO3 dg NaCl sol  endapan AgCl
INTERAKSI
FARMAKOKINETIK

Terjadi bila obat saling mempengaruhi dalam proses :


 Absorbsi
 Distribusi
 Metabolisme
 Ekskresi

Kadar obat dalam darah : meningkat / menurun

Efek obat : meningkat / menurun

15 July 2019 12
1. Pengubahan pH

2. Pengubahan flora usus

3. Pembentukan kompleks yang tidak larut

4. Pengubahan tekanan osmosa dan difusi

5. Pengubahan motilitas

6. Pengubahan mekanisme transport

7. Penginduksi kerusakan mukosa

15 July 2019 13
1. Pengubahan pH
 Antasid + asam asetil salisilat (NSAID’s)
antasid bersifat basa pH saluran cerna
absorpsi NSAID’s menurun akibat peningkatan pH
saluran cerna
 Zat-zat toksik yang bersifat asam dapat menurun
absorpsinya dengan penggunaan obat yang bersifat
basa atau sebaliknya. (sebagai antidot)
2. Pengubahan flora usus
 Digoksin + eritromisin
sebagian digoksin mengalami penguraian
(biotransformasi) oleh flora usus,akibat penggunaan
eritromisin yang dapat mematikan flora usus digoksin
dapat terabsorpsi seluruhnya efek toksik

 Metotreksat + neomisin
sebagian metotreksat mengalami penguraian
(biotransformasi) oleh flora usus,akibat penggunaan
neomisin yang dapat mematikan flora usus metotreksat
dapat terabsorpsi seluruhnya efek toksik
3 Pembentukan Kompleks yang tidak larut
 Tetrasiklin + kalsium
tetrasiklin dapat mengikat ion kalsium
membentuk komplek tidak larut (warna gigi menjadi
kuning)
4. Pengubahan tekanan osmosa dan difusi
Bila tekanan osmosis di sal. cerna meningkat difusi
obat menurun

 MgSO4 (laksatif) yang menarik cairan difusi


absorpsi obat menurun
5. Pengubahan motilitas
Katartik mempercepat pengeluaran makanan dan zat
lain pada saluran cerna absorpsi vitamin,glukosa dan
obat-obat yang lambat diabsorpsi seperti tetrasiklin dan
digoksin
6. Pengubahan mekanisme transport
 Makanan dapat memperlambat proses transport.
Contoh :
asam amino dari makanan dapat berkompetisi dengan
obat dalam proses transport absorpsi
7. Penginduksi kerusakan mukosa
 Obat yang dapat merusak mukosa menyebabkan
hilangnya sejumlah transporter di permukaan
membran mukosa absorpsi obat lain yang
membutuhkan transporter
INTERAKSI YANG MENGUBAH
PROSES DISTRIBUSI
Dapat terjadi melalui :
1. Pengubahan transport obat
2. Pengubahan ikatan obat
1. Pengubahan transpor obat
Obat-obat yang dapat
meningkatkan/menurunkan aliran cairan
dapat mempengaruhi distribusi obat lain
Contoh :
stimulan kardiak, diuretik, obat
hipertensif, obat hipotensif serta obat
kardiovaskuler
2. Pengubahan ikatan obat
Ikatan obat dengan protein plasma
dipengaruhi oleh :
 pH
 Afinitas obat
 Suhu (semakin meningkat suhu semakin
labil ikatan)
Contoh :
Asam etakrinat +antidiabetika oral efek
hipoglikemia
INTERAKSI FASE DISTRIBUSI
 Efek obat hilang

R/. Tabl. Rifampicin 450 mg No. C  inducer kuat


S 1 dd tabl. I
----
R/. Tabl. Simarc 2 No. C  mgd Warfarin
S 1 dd tabl. I
----
interaksi : induksi metabolisme warfarin dan menghambat uptake
nya oleh hepatocyt
efek antikoagulan menurun  hilang
INTERAKSI FASE METABOLISME
 Induksi metabolisme  Cp Object drugs <<  Effect <<

Drug interactions due to induction of drug metabolis


-------------------------------------------------------------------------------------
------
precipitant drugs Object drugs ( Cp << )
------------------------------------------------------------------------------------
------
Alkohol - Coumarin anticoagulan, Phenytoin
Barbiturat - Coumarin anticoagulan, Phenytoin,
Chlorpromazine, corticosteroid,
Doxycycline, oral contraseptive
Griseofulvin - Warfarin
Phenytoin - Coumarin, corticosteroid,
tolbutamide,
oral contraseptive
Induksi enzim
 Jumlah enzim yang membiotransformasi
obat meningkat meningkat jumlah
obat yang diuraikan menurunkan
efek (umumnya)
Dapat pula meningkatkan efek jika dihasilkan
metabolit aktif
Dapat timbul toleransi
Dapat menimbulkan situasi yang
membahayakan bila metabolit yang tidak
diinginkan diproduksi
Obat-obat penginduksi enzim
 Antibiotik : rifampisin dan griseofulvin
 Antiepilepsi : hidantoin dan parametadon
 Antihistamin : klorsiklin dan difenhidramin
 Antirematik : fenilbutazon
 Hipnotik : barbiturat & ureida
 Insektisida : aldrin,dieldrin
 Muscle relaxant : karisoprodol & mefenesin
 Antidiabetika oral : karbutamin & tolbutamid
 Psiko farmaka : klorpromazin, imipramin,triflupromazin
Interaksi obat akibat induksi enzim
 Barbiturat dengan : antikoagulan
kumarin,digitoksin difenilhidantoin,
testosteron,estradiol
 Etanol dengan : pentobarbital,tolbutamid
 Griseofulvin dengan : warfarin
INTERAKSI METABOLISME

 Inhibisi metabolisme  Cp object drugs >>  effect >>

Drug interactions due to inhibition of drug metabolism


-------------------------------------------------------------------------
------------------
Precipitant Object drugs ( Cp >> )
---------------------------------------------------------------------------------------
----
1. NON SPESIFIC
Chloramphenicol - Phenytoin, Warfarin, tolbutamide
Cimetidine - Diazepam, Warfarin, propanolol
Disulfiram - Alkohol, S(-) Warfarin
Isoniazida (slow acetylator) - Phenytoin
Inhibisi enzim
 Jumlah enzim pembiotransformasi obat
menurun metabolisme obat berkurang
kadar obat meningkat dapat timbul efek
toksik
Contoh obat penginhibisi enzim :
 Bishidroksi kumarin
 Disulfiram
 Isoniazid
 PAS
 Warfarin
 Aspirin
INTERAKSI EKSKRESI
Drug Interactions involving altered drug exretion
-------------------------------------------------------------------------
------------------
precipitant drug object drugs Result
-------------------------------------------------------------------------
-------------------
Phenylbutazone - Chlorpropamide - Hypoglycaemia
Salicylate (low dose) - Sulphinpyrazone - efek uricosuric
<<
- Methotrexate - retensi MTX

Quinidine - Digoxin - retensi Digoxin


Verapamil - Digoxin - retensi Digoxin
Probenecid - Penicilin - Cp Penicilin >>
---------------------------------------------------------------------------------------
Interaksi yang mengubah proses
ekskresi melalui ginjal
Dapat terjadi melalui:
1. Perubahan pH urin
2. Persaingan dalam sistem transport
1. pengubahan pH urin
 Pengasaman urin mempercepat ekskresi
basa
menggunakan : amonium klorida
 Pembasaan urin mempercepat ekskresi
asam
menggunakan : natrium bikarbonat
2. Persaingan dalam sistem transport
 Persaingan dalam ekskresi karena
menggunakan sistem transport yang sama
Contoh : probenesid-penisilin
Probenesid memperpanjang kerja penisilin
satu setengah kalinya karena probenesid
berkompetisi dengan penisilin dalam
proses ekskresi di ginjal mengakibatkan
proses ekskresi penisilin terhambat
INTERAKSI OBAT MAKANAN
1. Makanan mengubah aktivitas obat shg
respon thd obat berkurang / meningkat
2. Obat memberikan efek terhadap makanan
 berkurangnya nutrisi makanan tsb

Efek Makanan terhadap Absorpsi Obat :


a. Kecepatan absorpsi obat terganggu
b. Jumlah obat diabsorpsi berkurang
c. Bioavaibilitas obat berkurang
INTERAKSI FARMAKOLOGI
a. MAO inhibitor dg Makanan kdr tyramin 
 krisis hipertensi
b. Efek obat pada Gizi
 Laksan, diuretik  defisiensi mineral
c. Interaksi Obat dg Tembakau / rokok
 Oestrogen / Teofilin  AUC ↓
d. Interaksi Obat dg Minuman beralkohol
 depresan ssp + alkohol  depresan 
INTERAKSI OBAT-MAKANAN
- Asetaminofen  dg KBH  absorpsi ↓
- Antikoagulan  dg jeruk  protrombin 
- Antihipertensi  dg tyramin  hiperten 
- Bisacodil  dg basa  lap. Enterik rusak
- Glikosida jantung  ca  efek digoxin ↓
- Phenitoin  MSG  abs MSG   CRS
- L-dopa  susu  efek L-dopa↓
- Lincomicin  dc  diare
- Penicillin  air jeruk  dekomposisi penic
DAFTAR TABEL INTERAKSI
NAMA OBAT MAKANAN INTERAKSI
ACE Inhibitor Kalium ESO Hiperkalemi
Antikoagulan Minyak Ikan Antikoagulan >>
Antikoagulan Brokoli (Vitamin K ) Antikoagulan <<
Ketokonazole Makanan Berlemak Absorpsi >>
Isoniasid Histamin Ikan Reaksi Toksik Histamin
Kholestiramin Vitamin ADEK Malabsorpsi Vit ADEK
Alendronat Susu, Krim, Yoghurt Absorpsi obat <<
Diuretik Makanan kaya Kalium ESO Hiperkalemi
Laksatif Eletrolit Malabsorpsi Elektrolit
Levodopa Preparat Fe Absorpsi Levodopa <<
Kuinolon Logam berat Terbentuk Komplek
Tetrasiklin Logam berat Absorpsi <<
Ca Antagonist Sari Jeruk Kadar obat meningkat
Penisilin Oral Sari Jeruk Stabilitas Penicilin <<
OBAT DIKONSUMSI
SEBELUM MAKAN (ac)
 Absorpsi obat dipengaruhi makanan
 Obat menekan pusat muntah
 Obat merangsang nafsu makan
 Obat netralisasi asam lambung
 Obat menekan sekresi asam lambung
OBAT DIKONSUMSI
SEBELUM MAKAN (ac)
 Antasida - Papaverin
 Ampisilin - Omeprzole (pagi)
 Doksisiklin (pc 2) - Rifampicin (pc 2)
 Domperidon - Sukralfalt
 Eritromisin (pc 2) - Salbutamol
 Hiosin Butilbromida - Sefadroksil (pc 2)
 Kaptopril (pc 2) - Sefiksim (pc 2)
 Klindamisin ( pc 2) - Siprofloksacin (pc2)
 Metoklopramida - Tetrasiklin (pc 2)
OBAT DIKONSUMSI
SEWAKTU MAKAN (dc)
 Obat m’hambat penyerapan glukosa
 Obat m’tingkatkan sekresi ensim pencernaan
 Iritasi lambung
OBAT DIKONSUMSI
SEWAKTU MAKAN (dc)
 Asetosal - Furosemid (pc)
 Alupurinol - Glibenklamid
 Koamoksillav - Griseofulvin (lemak)
 Deksametason - HCT
 Oral kontrasepsi - Nifedipin
 NSAID - INH
 Enzim pencernaan - Kolestramin
 Etambutol - Kotrimoksasol
 Fenitoin - Metronidazol
OBAT DIKONSUMSI
SESUDAH MAKAN (pc)
 M’iritasi lambung
OBAT DIKONSUMSI
SESUDAH MAKAN (pc)
 Aminofilin - Simetikon
 Amoksisilin - Teofilin
 Preparat Fe - Tamoksifen
 Deksametason
 Itrakonazole
 Levodopa
 Mebendazole
 Simetidin
 Spironolakton
INTERAKSI SINERGISME
a. Pemberian Obat Berpotensiasi tidak
diketahui / disadari  berbahaya bagi Px
Contoh :
- Depresan SSP satu dg depresan SSP lain
 Efek sinergistik / potensiasi
- Depresan SSP dg Antihistamin
 Efek sinergistik / potensiasi
- Narkotika dg derivat Phenotiazin
 Efek sinergistik / potensiasi
INTERAKSI SINERGISME
b. Pemberian Obat Berpotensiasi dengan
sadar/sengaja  menguntungkan bagi Px
Contoh :
- Codein dengan Acetosal / Parasetamol
 dosis kedua obat dpt ↓  ESO dpt ↓
- Penisilin dengan Kanamisin
  efek bakterisida fase cepat penisilin
- Penisilin dengan Probenecid
 efek penisilin  krn eksresi ↓ Probenecid
INTERAKSI ANTAGONISTIK
a. Pemberian Obat Antagonistis tidak
diketahui/disadari  merugikan bagi Px
Contoh :
- Parasimpatomimetik vs Parasimpatolitik
- Obat antihipertensi vs Simpatomimetik
- Obat antibiotik bersifat bakterisid vs
antibiotik bersifat bakteriostatik
 bakteristatik me ↓ kerja bakterisid
INTERAKSI ANTAGONISTIK
a. Pemberian Obat Antagonistis dengan
sadar atau sengaja  menguntungkan
bagi Penderita
Contoh :
- Theophilin / Ephedrin (stimulasi SSP)
vs Barbiturat / Tranqulizer (depresan
SSP) pada px Theophilin pada
penderita asma untuk mendapatkan
efek Bronkodilator.