83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
4K tayangan75 halaman

Tangki Timbun

Dokumen tersebut membahas tentang inspeksi tangki timbun yang meliputi verifikasi dokumen, konstruksi, perbaikan, dan rekonstruksi tangki. Juga dibahas tentang klasifikasi minyak, jenis tangki berdasarkan tekanan, bentuk, dan letak. Dijelaskan pula perlengkapan tangki tegak dan horizontal serta faktor yang berhubungan dengan persyaratan tangki penimbunan.

Diunggah oleh

Zulfa Wildany
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
4K tayangan75 halaman

Tangki Timbun

Dokumen tersebut membahas tentang inspeksi tangki timbun yang meliputi verifikasi dokumen, konstruksi, perbaikan, dan rekonstruksi tangki. Juga dibahas tentang klasifikasi minyak, jenis tangki berdasarkan tekanan, bentuk, dan letak. Dijelaskan pula perlengkapan tangki tegak dan horizontal serta faktor yang berhubungan dengan persyaratan tangki penimbunan.

Diunggah oleh

Zulfa Wildany
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FASILITAS PENIMBUNAN

Inspeksi Tangki Timbun


• Melakukan Identifikasi Klasifikasi Tangki
• Melakukan Verifikasi Dokumen Tangki
• Menerapkan Keselamatan Kerja di Tempat Kerja
• Melakukan Verifikasi Konstruksi Tangki
• Melakukan Verifikasi Perbaikan Tangki
• Melakukan Verifikasii Rekonstruksi Tangki
• Melakukan Verifikasi Tangki Atmosferis pada Saat Beroperasi
• Melakukan Verifikasi Tangki Atmosferis pada Saat tidak Beroperasi
• Melakukan Verifikasi Tangki Tekanan Rendah
• Melakukan Verifikasi Tangki Tekanan Atmosferis di Bawah Tanah pada Saat Beroperasi
• Melakukan Verifikasi Tangki Tekanan Atmosferis di Bawah Tanah pada Saat Tidak Beroperasi
• Membuat Evaluasi dan Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Tangki
• Membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Tangki

9/14/19
Tujuan Penyediaan Tangki Timbun
 Untuk Refinery/Kilang mempertahankan bahan baku (feed
stock) ada keterlambatan pengiriman crude oil masih tersedia
cukup stock
 Untuk Terminal BBM walaupun ada keterlambatan pengiriman
BBM, dalam batas–batas tertentu masih tersedia cukup stock
 Menjamin bahwa suatu produk tidak akan bercampur dengan
produk lainnya
 Membebaskan suatu produk dari kontaminasi air, dengan jalan
mengendapkanya di dasar tangki,kemudian dibuang melalui
saluran pembuangan air (drain pipe).

9/14/19
Klasifikasi Minyak
• Menurut IP tahun 1974 :
• Klas “A” yaitu minyak yang mempunyai flash point dibawah 73 oF
• Klas “B” yaitu minyak yang mempunyai flash point antara 73 oF s/d 150oF
• Klas “C” yaitu minyak yang mempunyai flash point diatas 150 oC

• Dan diperbarui Refining Safety Code of the Institute of Petroleum (IP,1981 MCSPPart 3) andusedin
BS5908:1990
• Class I minyak yang mempunyai flash point dibawah 21 oC
• Class II (1) minyak yang mempunyai flash point dari 21 oC sampai dengan dan termasuk 55oC, dihandle
dibawah flas point
• Class II (2) minyak yang mempunyai flash point dari 21 oC 21oC sampai dengan dan termasuk 55oC,
dihandle pada atau di atas flashpoint
• Class III (1) minyak dengan flash point dia atas 55 oC sampai dengan dan termasuk 100oC, dihandle di
bawah flashpoint
• Class III (2) minyak dengan flash point dia atas 55 oC sampai dengan dan termasuk 100oC, dihandle pada
atau di9/14/19
atas flashpoint
TANGKI TIMBUN

9/14/19
PENGELOMPOKAN TANGKI
• TANGKI FEED

• TANGKI INTERMEDIA

• TANGKI PRODUKSI

9/14/19
A. Bahan baku (feed)
Tanki feed dikelompokan disuatu area dan didekatkan dengan alat yang khusus untuk
umpan ke crude distiller dalam operasinya setiap jenis feed ditampung di tanki tersendiri
B. Intermedia
Tanki untuk menampung produksi dari salah satu unit proses, dan akan menjadi umpan
di unit proses berikutnya dan sebagai komponen produk untuk diblend menjadi produk
tertentu
Contoh :
tanki naphtha : yaitu produksi dari crude distiller dan sekaligus umpan untuk unit
thermal reforming.
Tanki gas oil : Produksi dari vacuum distillation dan juga sebagai umpan untuk HCU/
FCCU
C. Produksi
Tanki untuk menampung produksi (premium, kerosene solar dan lswr)
Harus mempunyai kalibrasi yang masih berlaku dari direktorat meteorologi
 Pemilihan warna cat tanki ditentukan oleh :
 RVP (reid vapor pressure)
 Pour point
Misal : warna putih dapat memantulkan kembali cahaya warna hitam dapat
menyerap cahaya
 Untuk mencegah evaporation loss dengan fluida RVP tinggi biasanya
dipergunakan cat warna putih (aluminum)
 Untuk fluida dengan pour point tinggi dan RVP rendah biasanya
dipergunakan cat warna hitam.
 Untuk penyimpanan fluida yang berbahaya dipilih warna yang menyolok.
JENIS JENIS TANKI

Berdasarkan tekanan kerjanya:


• Tangki bertekanan: bertekanan tinggi > 15 psig, tangki untuk LPG
• Bertekanan rendah diatas atmosphere tetapi dibawah 15 psig,misal dome
roof tank untuk oil product yang mudah menguap .
• Tangki atmosphere, misal : cone roof tank untuk oil product yang tidak
mudah menguap dan open top tank untuk water storage
• Kebanyakan rancangan fabrikasi dan inspeksi tangki di PERTAMINA
mempergunakan API STD 650 : welded steel tanks for oil storage dan API STD 620

9/14/19
Berdasarkan Jenis atap/roof:
• Tangki Silindris Tegak Atap Tetap Kerucut (Fixed Cone Roof)
• Tangki Silindris Tegak Atap Tetap Kubah (Fixed Dome Roof)
• Tangki Silindris Tegak Atap Bergerak (Floating Roof)
• tangki silindris dengan atap terbuka (Open top tank)

9/14/19
Berdasarkan Bentuknya:
• Tangki Bulat Bola (Sphere / Spheroid Tank}
• Tangki Mendatar (Horizontal Tank)
• Tangki Tegak (Vertical Tank)
• Tangki dipasang diatas shasis (Isotank)

Berdasarkan Letaknya
• Tangki diatas Tanah (above ground tank)
• Tangki pendam (under ground tank atau burried tank)
• Tangki Setengah Pendam (semi burried tank)
• Diatas Permukaan Air (Floating Storage)

9/14/19
Syarat Tangki Timbun
A. Memenuhi persyaratan kekuatan, kestabilan konstruksi dan
standar.
B. Memenuhi persyaratan keamanan terhadap bahaya
kebakaran dan pencemaran lingkungan.
C. Memperkecil terjadinya losses pada produk atau bahan baku
yang disimpan.
D. Dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama.
E. Kapasitasnya mencukupi.
F. Tidak meninggalkan segi-segi keindahannya.
G. Faktor pemeliharaan, serta ekonomis dalam pembuatannya
9/14/19
Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan
Persyaratan Untuk Tangki Timbun Yaitu:

1. Sifat-sifat kimiawi dan produk yang disimpan seperti :


 Penguapan
 Bahan yang mudah terbakar atau mudah meledak
 Kelarutan
 Kemudahan bereaksi
 Korosi
2. Biaya pembuatan tangki
3. Pengawasan dan perhitungan dari vapour yang
terbuang
4. Perlindungan terhadap isi tangki
5. Peraturan lindungan lingkungan
6. Keselamatan ( Safety )
9/14/19
Fasilitas Penimbunan

Tanki Timbun
Dalam kegiatan operasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) &
Produk LPG (Liquified Petroleum Gas) terdapat beberapa jenis tangki
timbun yang lazim digunakan di PT Pertamina (Persero) .
Standard Tangki
Pembuatan tangki tangki timbun mengacu pada beberapa standard
seperti Royal Dutch (Shell Standard) dan API (American Petroleum
Institute) Standard.
Contoh : Standard Atmospheric Tank dari API
 API 12 A = Spesification for Oil Storage Tank with riveted joint
 API 12 B = Spesification for Bolted Storage Tank Cap (100–10.000 Bbls )
 API 12 C = Specification for Welded Storage Tank
 API 12 D = Specification for Large welded Storage Tank
 API 12 E = Specification for Wooden production Tank
 API 12 F = Specification for Small welded prod Tank (max.dia12 feet)
 API9/14/19
12 G = Specification for Alumunium Alloy Storage Tank
PEMILIHAHAN TANGKI BERDASARKAN PRODUK

• PRODUK KLAS C
Gas Oil, diesel oil, Fuel oil , Lubricating Oil dsb
Penguapan rendah dan titik nyala tinggi ( > 150 o F )
Pemilihan tangki yang cocok adalah Non pressure fixed roof
• PRODUK KLAS B
Kerosine, Naftha, avtur dsb
Penguapan lebih besar dari klas C dan titik nyala berkisar antara 73 oF s/d
150 oF .
Pemilihan tangki yang cocok adalah Floating roof tank
• PRODUK KLAS A
Mogas, Avigas dsb
Penguapan lebih besar dari klas C dan titik nyala berkisar antara <73 oF
9/14/19
Pemilihan tangki yang cocok adalah Floating roof tank
9/14/19
Perlengkapan Tanki Tegak
1. Handrail (pagar pegangan) sebagai pagar di
sekeliling atap tangki dan menuju pusat atap tangki.
2. Staircase (tangga spiral) sebagai alat yang digunakan
naik ke atas tanki untuk kebutuhan operasi.
3. Shell Manhole dan Roof Manhole (lubang masuk
orang pada dinding dan atap) sebagai perlengkapan
untuk pemeliharaan atau perbaikan tangki.
4. Inlet dan outlet valve sebagai alat untuk masuk dan
keluar BBM/BBK dalam tanki timbun
5. Breather valve merupakan alat pernapasan untuk
menjaga kondisi tekanan dalam tangki agar sesuai
dengan ketentuan.
6. Untuk BBM/BBK kelas B & C dikenal sebagai Free
9/14/19
Vent, untuk BBM/BBK kelas A dikenal sebagai P.V.
8. Slot dipping device, adalah lubang ukur yang berfungsi sebagai tempat pengukuran
dan pengambilan contoh, yang terdapat pada atap tangki BBM/BBK kelas A.
9. Dip plate, adalah meja ukur pada bagian dasar tangki yang terletak tegak lurus
dengan lubang ukur.
10. Water sprinkler atau water sprayer, digunakan untuk mendinginkan atap dan
dinding tangki dengan air.
11. Level indicator, berfungsi sebagai pembanding untuk rnengetahui ketinggian/level
cairan dalam tangki.
12. Grounding cable (kawat pentanahan), sebagai penyalur muatan listrik statis ke
dalam tanah (harus mempunyai tahanan pertanahan di bawah 7 ohm).

9/14/19
9/14/19
9/14/19
A. Perlengkapan Tangki Horizontal.
- Dua buah manhole yang
masing-masing satu dibagian
tertinggi dan yang lainnya
dibagian terendah.
- Dombak (untuk yang
terpendam).
- Dip. hatch.
- Breather valve, yang berfungsi
sama seperti pada tangki tegak.
- Inlet dan outlet pipe.
- Lowest drain point.

9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
FIXED ROOF TANK
 Tangki dengan atap tetap yang dilas pada dinding tangki dan membentuk sedemikian
rupa, sehingga apabila terjadi ledakan tangki, atap akan terangkat keatas untuk
menghindari pecahnya dinding tangki
 Untuk menyimpan Crude oil dan Produk-Produknya pada tekanan atmosferik (1 atm).

9/14/19
Ditinjau dari bentuk atapnya

o Fixed Cone Roof Tank ( kerucut )


o Fixed Dome Roof Tank ( kubah )
o Fixed Flat Roof Tank ( mendatar )
o Umbrella Roof Tank ( payung )
• Tangki jenis ini digunakan untuk produk-produk yang mempunyai RVP
(Reid Vapor Pressure) rendah, sehingga vapour loss dapat diabaikan
karena tangki ini mempunyai breathing cycle yang sangat aktif.

9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
FLOATING ROOF TANK

 Yaitu tangki dengan atap terapung, atap tangki dapat


bergerak ke atas dan ke bawah sesuai dengan tinggi
permukaan cairan di dalam tangki pada saat itu.
 Disekeliling atap tangki di lengkapi dengan perapat (seal)
untuk menahan uap minyak yang keluar melalui sela-sela
diantara atap dengan dinding tangki.

9/14/19
1.Tangki atap apung terletak dibagian luar (External floating roof tank).
 Atap apung berbentuk loyang (pan floating roof type)
 Atap apung berbentuk pontoon (pontoon floating roof type)
 Atap apung berbentuk plat ganda (double-deck floating roof type).
2. Tangki atap apung terletak di bagian dalam (Internal floating roof tank).
 Tipe loyang (pan type)
 Berbentuk pelat metal berlapis (sandwich metal type)
 Berbentuk pelat plastik berlapis (sandwich plastic type)
 Berbentuk kepala curah (bulkhead type)
 Berbentuk pontoon (pontoon type)
 Berbentuk Pelat ganda (double-deck type)
 Berbentuk
9/14/19
atap (roof on float type)
JENIS KELEBIHAN KELEMAHAN

FLOATING Perawatan Lebih mahal ,


Losses BBM dapat diminimalisasi karena terutama sealnya lebih sering
ROOF roofnya selalu mengikuti level minyak bocor

Pada saat Loading Bahaya listrik statis


lebih kecil

Jarang dilakukan pengurasan gas saat


loading karena jumlah gas sisa kecil

Harus dilengkapi Free Vent


untuk minyak kelas B dan C
P.V valve untuk minyak kelas A
FIXED ROOF Perawatan lebih mudah dan settingannya harus tepat,
sebab bila tidak tepat akan
mengakibatkan banyak losses

Frekuensi untuk menge Drain


9/14/19 harus lebih sering
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
SPHEROID TANK
 Tangki ini berbentuk bulat dan dirancang mampu
menahan tekanan maksimum yang ditimbulkan oleh uap zat cair tanpa
mempergunakan ventilasi. Semakin kecil diameter tangki semakin kuat menahan
tekanan dari dalam tangki.

Tangki ini digunakan untuk menyimpan LPG dan LNG serta mampu menahan
tekanan dari 30 psig sampai dengan 300 psig, tergantung pada diameter dari tangki
dan ketebalan dinding tangki tersebut.

9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
9/14/19
TATA LETAK TANKI

Penempatan jarak tanki maupun dengan bangunan lain harus


diatur sedemikian rupa sesuai dengan standard yang
ditetapkan.

Hal ini dimaksudkan untuk :


- Mengikuti peraturan keselamatan kerja.
- Kemudahan pelaksanaan pemeliharaan tanki
serta fasilitas yang ada.
- Kelancaran operasi dan keindahan lingkungan.
9/14/19
LAY OUT TANGKI
Fixed source of ignition
Min 15 meter

Min 0,5 H

Min 30 meter

Min 15 meter Min 30 meter

Batas
publik

9/14/19
Jarak antar tangki
Tidak ada batas min

A C

Keterangan
B

Min. 10 m Min. 10 m
Fixed roof
D1 D2

0.5 D2 tapi tidak kurang dari 10 m


Floating
roof

Gambar jarak antar tangki besar dan kecil

A,B,C adalah tangki floating roof diameter kurang dari 10 m


D1 dan D2 adalah tangki dengan diameter diatas 10 m dimana D2 lebih besar
dari D1
9/14/19
Jarak antar Tangki

0.5 D1 tapi tidak kurang dari 10 m


D2

D1

0.5 D3 tapi tidak kuarang dari 10 m

D3

0.5 D1 tapi tidak kurang dari 10 m

Gambar jarak antara tangki fixed dan floating roof dengan diameter
diatas 10 m

9/14/19
Jarak antar Tangki

0.3 D1 tapi tidak kurang dari 10 m

D2
D1

0.3 D2 tapi tidak kurang dari


10 m 0.3 D1 tapi tidak kurang dari 10 m
D
3

Gambar jarak antar tangki floating diameter lebih dari 10 m

9/14/19
9/14/19
Jarak Tangki dengan Pagar dan Bangunan/Jalan
Berdasar Kapasitas Tangki (Tabel 2-6 : NFPA 30 Tank Storage)

d1

d2 d2

Bangunan

jalan

Pagar
9/14/19
Jarak Tangki dengan Pagar dan Bangunan/Jalan
Berdasar Kapasitas Tangki (Tabel 2-6 : NFPA 30 Tank Storage)

Kapasitas,
d1, ft. d2, ft.
gallon
< 275 5 5

276 - 750 10 5

751 – 12.000 20 5
12.001 –
30 5
30.000
30.001 –
30 10
50.000
9/14/19
Plumbness
• Plumbness :
• Adalah kemiringan vertical dari tangki, maximum out of plumbness diukur dari
tepi shell teratas dengan tepi dari shell terbawah adalah tidak boleh lebih dari
1/200 total tinggi shell keseluruhan.

9/14/19
Roundness
• Roundness adalah kebulatan dari dinding tangki. Toleransi
yang diperbolehkan adalah sebagai berikut :

Diameter range Radius toleransi


0 - 40 ft ( 1/2")
40 - 150 ft ( 3/4")
150 - 250 ft ( 1")
250 ft lebih ( 1 1/4")

9/14/19
Peaking
• Peaking adalah lekukan yang terjadi pada sambungan lasan
horizontal. Batasan yang dibolehkan adalah pada jarak
sepanjang 36" peaking maximum dibolehkan sampai 1/2" (12,7
mm)

9/14/19
Bending
• Bending adalah lekukan yang terjadi pada sambungan lasan
vertikal. Batasan yang dibolehkan adalah pada jarak sepanjang
36" bending maximum dibolehkan sampai 1/2" (12,7 mm)

9/14/19
8. Tank Cleaning Tanki Timbun BBM
Berdasarkan Undang Undang No.2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal maka untuk Tanki
Timbun BBM harus dilakukan Tank Cleaning dan kalibrasi setiap (enam) tahun,sedangkan
Tanki Timbun BBK (Aviation Product) setiap 3 (tiga) tahun dan Inspeksi setiap 1 (satu)
tahun.

1. Persiapan

1. Kosongkan isi tanki melalui pompa produk, setelah isi tidak dapat
dipompa maka dilanjutkan dengan memompa melalui pipa drain dengan
cara inter tank atau ditampung di tempat lain (Mobil tanki).
2. Lakukan venting dengan cara membuka Slot Dipping Device, Roof
Manhole agar tekanan uap/gas dalam tanki menurun
3. Sebelum membuka Shell manhole yakinkan bahwa tidak ada sumber
panas disekitar lokasi tanki.
4. Pada saat membuka shell manhole untuk mengosongkan sisa minyak,
pasang tirai air dengan cara di-spray dari fasilitas pompa pemadam
dengan tujuan agar uap minyak dapat dicegah keluar liar tak terkendali.
5. Lakukan pemompaan sisa minyak dengan menggunakan pompa sesuai
Panduan K3LL Dit. Pemasaran & Niaga tahun 2008.
9/14/19
2. Pelaksanaan Tank Cleaning

1. Setelah isi minyak kosong lakukan Gas Free dengan membuka shell manhole, dan
berikan venting dengan cara menggunakan blower.
2. Bersihkan kotoran sisa minyak (blubber) dengan cara yang aman dan pekerja yang
akan memasuki tanki harus sudah ada “surat ijin memasuki tanki”.
3. Lakukan pengawasan secara terus menerus pada saat ada pekerja yang masuk
kedalam tanki melakukan pembersihan sisa minyak / kerak / kotoran tanki dan
berikan cukup ventilasi agar didalam tanki cukup oksigen serta pernafasan pekerja
tidak tergannggu , gunakan masker sesuai dengan ketentuan.
4. Setelah dinyatakan bersih / free gas lakukan pekerjaan inspeksi pada :
• Bottom Plate
• Shell Plate
• Roof Plate
• Tank Assesories & Equipment, seperti Valve, PRV, dll.
• Periksa pondasi dan kemitingan tanki.
5. Lakukan Tank Calibration oleh Direktorat Metrologi dengan cara sbb :
• Volume isi rawa (bottom correction) menggunakan meter.
• Volume isi tanki secara stripping.
3. Pengoperasian
• Tanki dapat dioperasikan kembali setelah dilakukan perbaikan yang mengalami
kerusakan dan telah ada Tabel Tanki resmi dan disyahkan oleh Direktorat
Metrologi.

9/14/19
12. Pemeliharaan P V Valve dan Free Vent.

1. Tangki Timbun BBM (Design Atmospheric Tank) untuk produk klas A harus dilengkapi dengan pernapasan
tangki yang dapat dikendalikan, yaitu dengan alat pernapasan tangki yang lazim digunakan adalah
Pressure Vacuum Valve ( P.V. Valve) sedangkan untuk produk klas B cukup dengan Free Vent.

2. Untuk tujuan pengendalian losses dari penguapan melalui alat pernapasan tangki ini maka perlu adanya
perhitungan berat valve yang cermat dan akurat, agar losses dapat dikendalikan dan tidak merusak sturktur
tangki.serta perhitungan kebutuhan Venting berdasarkan operasi tanki yang bersangkutan atas dasar
pumping In maupun pumping out.

3. Pada dasarnya bekerjanya alat pernapasan ini adalah pada saat ada tekanan valve pressure akan terbuka,
setelah mencapai lebih sedikit dari design tekanan tangki ± 15 PSI diatas tekanan atmosfir =14,7 PSI, dan
valve vacuum akan terbuka saat tekanan bagian dalam tangki kurang dari 1 (satu) atmosfir.

4. Untuk pernapasan pada tanki penimbunan BBM klas B ( Kerosine, Solar ), dipasang adalah Free Vent dan
untuk menghindari dari Kebakaran akibat sambaran petir harus dilengkapi dengan Flame Arrester.

9/14/19
Fasilitas Penimbunan BBM / BBK Menggunakan Lain-lain

a.BBM / BBK dalam kemasan yang mampu dan tahan terhadap pengaruh
cuaca (panas dan hujan) bisa ditimbun dilapangan terbuka.
b.Jenis kemasan BBM / BBK yang biasanya ditimbun dilapangan terbuka
adalah drum.
c. Ketentuan yang perlu diperhatikan pada penimbunan/ Penyimpanan di
lapangan terbuka adalah :

i.Dasar lapangan (lantai) harus padat yang bisa berupa tanah dan pasir
yang dipadatkan, aspal maupun beton.
ii.Dasar lapangan mempunyai kemiringan tertentu agar bisa dihindari
terjadinya genangan, baik dari sisa air hujan maupun bocoran BBM / BBK
atau kotoran minyak dan mempunyai sistem pembuangan air (drainage)
yang baik.
9/14/19
i. Jalan untuk kendaraan pengangkut drum seperti forklift cukup lebar
sehingga bisa menjamin kelancaran pengangkutan dan keselamatan kerja.
ii. Penempatan drum dikelompokkan sesuai dengan spesifikasi /grade /nomor
batch, sehingga memudahkan pengaturannya untuk dapat terlaksananya
sistem FIFO (First In First Out).
iii. Pada susunan drum bagian bawah diberi/menggunakan landasan balok
kayu.
iv. Bila memungkinkan bisa digunakan balok kayu sebagai
pendukung/landasan pada setiap susunan untuk mempermudah handling
dan mengurangi kerusakan.
v. Susunan drum paling banyak 3 susun dengan posisi tidur dan tutupnya
horizontal.

9/14/19
Drum Yard Untuk Pelumas

STAPLES WOOD
SUSUNAN MAX 3 TINGKAT

9/14/19
9/14/19
9/14/19
TANGKI LNG

• Tangki penyimpanan untuk cairan kriogenik mempunyai dua bagian, yaitu


tangki bagian dalam yang digunakan sebagai tangki untuk menampung
produk dan tangki bagian luar sebagai pembatas antara kondisi ambient
dengan tangki bagian dalam.
• Bagian antara tangki dalam dan tangki luar yang biasa disebut annulus
merupakan bagian yang diisi oleh lapisan pemantul dan lapisan penyekat
serta tekanan divakum.
• Lapisan pemantul dan penyekat serat pemvakuman bagian annulus
bertujuan untuk menghalangi dan menghambat terjadinya penyerapan
panas dari udara luar oleh tangki dalam yang jauh lebih dingin.

9/14/19
9/14/19
9/14/19
TANGKI SIMPAN LPG

• Tangki timbun LPG bertekanan dirancang dan dikonstruksi berdasarkan standar


ASME VIII (The American Society of Mechanical Engineers) dan API standard 2510.
Tangki timbun LPG bertekanan dirancang dalam bentuk :
• Spherical tanks yang digunakan untuk kapasitas besar
• Cylindrical tanks, digunakan untuk kapasitas kecil dengan diameter dalam 2000-
25000 mm, ditempatkan secara mendatar atau horizontal.

9/14/19
9/14/19
9/14/19
MATUR NUWUN

9/14/19

Anda mungkin juga menyukai