Storage
Tank
Kelompok 1 :
Rachmawan Alif N. REF 2B/181420015
Syahbakhtiar Hanif REF 2A/1814200
Hanif Nur Ikhsan REF 2A/1814200
Merllin Anastasy S. REF 2A/1814200
Mariana Kilay REF 2A/1814200
Tujuan
Tujuan dari penyimpanan Pengertian
bahan baik sebagai bahan Tangki timbun (Storage Tank)
baku, bahan intermediet, adalah tempat yang digunakan
maupun produk adalah untuk menyimpan produk minyak
untuk menjaga sebelum didistribusikan kepada
kelangsungan produksi, konsumen.
agar pabrik tetap dapat Storage
mengeluarkan atau menjual
produknya ke konsumen Tank
dalam batas waktu tertentu
walaupun terjadi hambatan
maupun kemacetan supply
bahan baku maupun terjadi
kerusakan alat pabrik.
Jenis–jenis Tangki
1. Berdasarkan Letaknya
Aboveground Tank: yaitu tangki penimbun yang terletak di atas permukaan tanah. Tangki ini
sering dipergunakan untuk menyimpan minyak (fuel oil) dan cairan yang mengandung chemical.
Underground Tank: yaitu tangki penimbun yang terletak di bawah permukaan tanah. Tangki ini
pada umumnya dipergunakan untuk menyimpan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pompa
bahan bakar untuk umum station pump booster unit (SPBU).
2. Berdasarkan Tekanannya
Tangki Atmosferik (Atmospheric Tank)
Fixed Cone Roof Tank: digunakan untuk menimbun atau menyimpan berbagai jenis fluida dengan
tekanan uap rendah atau amat rendah (mendekati atmosferik) atau dengan kata lain fluida yang tidak mudah
menguap.
Tangki Umbrella: memiliki kegunaan yang sama dengan fixed cone roof. Bedanya adalah bentuk tutupnya
yang melengkung dengan titik pusat meridian di puncak tangki.
Tangki Tutup Cembung Tetap (Fixed Dome Roof): kegunaannya sama dengan fixed cone roof tank. Bahan
disimpan dengan tekanan rendah 0,5 – 15 psig.
o Tangki Horizontal: dapat menyimpan bahan kimia yang memiliki tingkat penguapan rendah (low
volatility).
o Tangki Tipe Plain Hemispheroid: Digunakan untuk menimbun fluida (minyak) dengan tekanan uap
(RVP) sedikit dibawah 5 psi.
o Tangki Tipe Noded Hemispheroid : Digunakan untuk menyimpan fluida (light naptha pentane) dengan
tekanan uap tidak lebih dari 5 psi.
Tangki Bertekanan (Pressure Tank)
Tangki Peluru (Bullet Tank): Lebih dikenal sebagai pressure vessel. Biasanya digunakan untuk
menyimpan LPG, Propana, butane, dan ammonia dengan tekanan di atas 15 psig.
Tangki Bola (Spherical Tank): digunakan untuk menyimpan gas-gas yang dicairkan seperti LPG, LNG,
O2, N2 dan lain-lain. Tangki ini dapat menyimpan gas cair tersebut hingga tekanan 75 psi.
3. Berdasarkan Bentuk Tangki
Tangki Lingkaran (Circular Tank): Tangki yang umum digunakan sebagai tempat penyimpanan adalah
tangki yang berbentuk silinder. Tangki ini memiliki nilai ekonomis dalam perencanaan. Selain itu, dalam
perhitungan teknisnya, momen yang terjadi tidak besar.
Tangki Persegi / Persegi Panjang (Rectangular Tank): tangki persegi panjang sering disukai untuk tujuan
tertentu, antara lain kemudahan dalam proses konstruksi. Desain tangki persegi panjang mirip dengan
konsep desain tangki lingkaran. Perbedaan utama dalam konsep desain tangki persegi panjang dengan tangki
lingkaran adalah momen yang terjadi, gaya geser dan tekanan pada dinding tangki.
4. Berdasarkan Ada Tidaknya Tutup
Open Tank: tangki tipe ini lebih murah daripada tangki tertutup dengan konstruksi dan
kapasitas yang sama. Untuk memutuskan menggunakan open tangki ini tidak tergantung
pada fluida yang ditangani dan tergantung pada proses operasinya.
Closed Tank: Fluida yang mudah terbakar, fluida yang bersifat toksik, dan gas harus
disimpan pada tangki tertutup.
JENIS TORAGE TANK
FIXED ROOF
SELF SUPPORTING COLUMN SUPPORTED UMBRELLA ROOF DOME ROOF
TANKS RAFTER ROOF
FLOATING ROOF
PAN TYPE FLOATING ROOF PONTOON TYPE FLOATING ROOF DOUBLE DECK FLOATING ROOF
TANKS
SANDWICH TYPE INTERNAL FL. R PAN TYPE INTERNAL FL.R
SPHEROID & PLAIN HEMISPHEROID NODED HEMISPHEROID PLAIN SPHEROID
HEMISPHEROID
NODED SPHEROID LARGE NODE D SPHEROID
K PE
A NG
U
BULLET TANK
TANGKI OPEN ROOF TANK
FLOATING TANK
TIPE LAIN
HOEIZONTAL TANK SPHERICAL TANK
COBRA TANK
DOUBLE WALL TANK
UNDER GROUND TANK
STANDARD
#Storage Tank
PERAWATAN
STORAGE TANK
Pemeliharaan
terjadwal
Pemeliharaan dan pemeriksaan terjadwal bisa didasarkan dari salah satu prinsip
pemeriksaan, yaitu berdasarkan waktu (time based inspection) atau pemeriksaan
berdasarkan resiko (risk based inspection). Periksaan terjadwal harus dibuat
berdasarkan standar yang berlaku dan sekurang-kurangnya meliputi:
• Tipe pemeriksaan dan perawatan.
• Bagian tangki yang harus diperiksa dan diperbaiki.
• Metode dan cakupan pemeriksaan,
• Periode pemeriksaan dan perawatan
• Kegiatan pemeriksaan setidaknya meliputi:
• Fisik tangki secara keseluruhan.
• Fasilitas kelengkapan tangki.
• Fasilitas dan perlengkapan keselamatan.
• Sistem penangkal petir.
• Sistem perlindungan korosi.
• Kebocoran.
Pemeriksaan dan Pemeliharaan tidak terjadwal
Proses pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebagai reaksi dari suatu kejadian yang
menimbulkan gangguan pada operasi tangki minyak bumi. Cakupan metode pemeriksaan dan
pemeliharaanya disesuaikan dengan tingkat dan jenis kerusakan yang terjadi. Bila diperlukan,
untuk dapat mengetahui dan menghindari kejadian atau gangguan sejenis, harus dilakukan
analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui dan mengatasi faktor penyebab kejadian
tersebut.
Pelaksanaan dan Hasil Evaluasi Pemeriksaan
Pelaksanaan pemeriksaan harus dilakukan dengan memperhatikan segi kualitas dan validitas
sehingga hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluiasi pemeriksaan harus dilakukan
untuk:
• Mengetahui kondisi dari peralatan yang diperiksa.
• Menentukan kebutuhan perbaikan dan modifikasi.
• Dasar penentuan metode, cakupan dan jadwal pemeriksaan kedepannya.
• Seluruh hasil pemeriksaan dan evaluasi harus terdokumentasi dengan baik.
Perbaikan Tangki
Dalam melakukan proses perbaikan tangki, terdapat berbagai hal yang harus
diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
• Standar yang digunakan.
• Data yang aktual dan terkini bila perubahan rencana akan dilakukan.
• Tersedianya prosedur isolasi dan pengosongan.
• Tersedianya prosedur perbaikan dan pengembalian mutu.
• Tersedianya prosedur commisioning.
• Dokumentasi dan pelaporan.
Kontrol Korosi Tangki
Korosi internal dan external tangki penyimpanan harus dikendalikan untuk mencegah pengurangan ketebalan
dinding, lantai dan atap tangki yang akan menyebabkan kegagalan operasi, berkurangnya umur tangki serta
berkurangnya kemampuan penyimpanan. Proses pengendalian korosi meliputi:
• Identifikasi sumber-sumber korosi.
• Indentifikasi keperluan dan metode pencegahan korosi.
• Penentuan keperluan pemantauan dan pemeriksaan korosi.
• Evaluasi hasil pemantauan dan pemeriksaan.
• Modifikasi berkala dari pengendalian korosi sesuai pengalaman dan perubahan kondisi desain dan
lingkungan tangki penyimpanan.
• Kegiatan kontrol korosi tersebut harus terdokumentasi dengan baik