50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan37 halaman

Code Blue

Code blue adalah prosedur darurat yang harus diaktifkan jika seseorang ditemukan dalam kondisi cardiac respiratory arrest di rumah sakit. Prosedur ini meliputi pemberian bantuan hidup dasar seperti kompresi jantung dan ventilasi dalam waktu kurang dari 10 menit untuk mencegah kerusakan sel otak dan kematian pasien.”

Diunggah oleh

feria.prahara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan37 halaman

Code Blue

Code blue adalah prosedur darurat yang harus diaktifkan jika seseorang ditemukan dalam kondisi cardiac respiratory arrest di rumah sakit. Prosedur ini meliputi pemberian bantuan hidup dasar seperti kompresi jantung dan ventilasi dalam waktu kurang dari 10 menit untuk mencegah kerusakan sel otak dan kematian pasien.”

Diunggah oleh

feria.prahara
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Code blue adalah salah satu kode

prosedur emergensi yang harus


segera diaktifkan jika ditemukan
seseorang dalam kondisi cardiac
respiratory arrest di area rumah
sakit.
“RESPON TIME TIM CODE BLUE < 5
MENIT “

PENDERITA DALAM
ANCAMAN NYAWA
HARUS SEGERA DAPAT DITANGANI
KURANG DARI 10 MENIT

KENAPA ?
Mati Klinis
Penderita dinyatakan mati secara klinis
Apabila henti bernafas dan henti
jantung Waktunya 6 - 8 menit setelah
berhentinya Pernafasan dan sirkulasi
Kematian Klinis masih reversibel Untuk
dilakukan Bantuan Hidup Dasar
Mati Biologis
Kerusakan sel otak terjadi mulai 6-8
menit setelah berhentinya pernafasan
dan sirkulasi dan setelah 10 menit
biasanya sudah terjadi kematian
biologis
Apabila Bantuan Hidup Dasar
dilakukan cukup cepat,
Maka kematian dapat dihindari
KETERLAMBATAN KEMUNGKINAN
KEBERHASILAN
1 MENIT 98 DARI 100
4 MENIT 50 DARI 100
10 MENIT 1 DARI 100

BAGAIMANA KALAU
TERLAMBAT ??
OTAK
Tidak dapat
suplai o2 MATI
JANTUNG

3 – 8 MENIT
Indikasi
BHD

?
1. Henti nafas
2. Henti jantung
INDIKASI BHD
Tenggelam, stroke, benda asing di
saluran nafas, inhalasi asap,
epiglottitis, overdosis obat, cedera,
infark miokard akut, tersengat
listrik, koma
Langkah – langkah RJP
Tindakan yang dilakukan harus berurutan
D Dangerous (Penolong dan pasien aman)
R Respon
Minta tolong
C Circulation
A Airway
B Breathing
DANGEROUS
Kita jangan menjadi korban ke - 2

PROTEKSI DIRI
“PERTOLONGAN PERTAMA, JANGAN
MENAMBAH CEDERA TAMBAHAN”
RESPON KORBAN
Periksa kembali dengan memanggil dan menggoncangkan
bahu korban
Berteriak minta bantuan
Aktifkan EMS
 No telfon sistem emergency
 Prosedur EMS yang baku

Lokasi, no telpon darimana panggilan


dilakukan, apa yang terjadi, jumlah korban,
keadaan korban, pertolongan apa yang
sedang dilakukan, informasi lain
C - CIRCULATION
Tujuan:
 memeriksa nadi
(peredaran darah) dan
bila tidak ada denyut,
memberikan tekanan
dada (kompresi jantung)

Tehnik memeriksa nadi:


 Periksa nadi leher (arteri
karotis) dengan kedua
jari telunjuk dan tengah
di sebelah jakun leher
C. Nilai Sirkulasi
 Nadi carotis <10 detik
 Ada / tidak

(+) (-)
Nafas buatan Nafas buatan
Tanpa PJL dengan PJL
Sirkulasi tidak ada (-)
Lakukan Kompresi Jantung

Sirkulasi ada (+)

Lakukan Penilaian Pernafasan


PIJAT JANTUNG LUAR
Tehnik memberikan tekanan dada
(kompresi jantung):

Tentukan dasar tulang dada dengan


cara menelusuri
tulang iga bagian bawah sampai tepat
di pertemuaan
iga kiri dan kanan.
Letakkan telapak tangan 2 jari di atas
titik tersebut lalu
tindihkan telapak tangan yang lain di
atasnya.
Dengan posisi lengan lurus (vertikal)
berikan tekanan pada dada
secukupnya (4-5 cm) ke bawah.
Lepaskan tekanan untuk memberi
kesempatan dada
mengembang.
C - CIRCULATION

Posisi tangan yang benar Kompresi jantung


C - CIRCULATION
Posisi tangan yang salah pada
kompresi jantung

Terlalu ke kanan Terlalu ke kiri

Terlalu ke atas Terlalu ke bawah


C - CIRCULATION
Kompresi jantung pada dewasa, anak dan bayi

Dewasa Anak-anak Bayi


(anak >8 thn) (1- 8 thn) (< 1 thn)
 Lakukan penekanan dada (kompresi jantung) dan
bantuan pernafasan bergantian dengan siklus:

Untuk orang dewasa (1 atau 2 penolong):


30 kali kompresi jantung dan 2 kali nafas buatan.

Untuk Anak- anak dan Bayi:


5 kali kompresi jantung dan 1 kali nafas buatan.

 Pengecekan ulang dilakukan 1 menit pertama atau


tiap 5 siklus kemudian setiap 2 menit berikutnya
A - AIRWAY

Membebaskan jalan nafas dengan


tehnik “Head tilt chin lift”
A - AIRWAY
A - AIRWAY

Membebaskan jalan nafas (pada korban yang dicurigai


adanya patah tulang leher) dengan tehnik “Jaw thrust”
NILAI PERNAFASAN
Lihat (look)

Dengar (listen)

Rasakan (feel)

Waktu : < 5 DETIK


Henti Nafas - Nafas Tidak Adekuat

NAFAS BUATAN 2 X

KEMBALI KE KOMPRESI DAN VENTILASI (30 : 2)


Bila pernafasan dan sirkulasi
kembali normal dan
korban tidak diduga memiliki
cedera cervikal

POSISI SISI MANTAP


POSISI MANTAP
B - BREATHING
Tujuan:
Memeriksa apakah ada nafas, bila tidak, segera
memberikan nafas buatan

Tehnik:
Look : Lihat pergerakan dada dan perut
Listen : Dengarkan suara nafas
Feel : Rasakan hembusan nafas
POSISI DALAM MEMERIKSA NAFAS
B - BREATHING
Tehnik pemberian nafas buatan:

 Melalui mulut, hidung atau kedua-nya


 Pencet hidung korban diantara jari telunjuk dan ibu jari
sambil telapak tangan menahan dahi agar tertengadah

 Tangan sebelah tetap mengangkat dagu ke depan.


 Tarik nafas dalam buka mulut lebar, lalu letakkan
menutupi seluruh mulut korban, lalu hembuskan nafas
sampai terlihat dada korban mengembang.
B - BREATHING

Tehnik mulut ke mulut atau Bantuan nafas dengan


“mouth to mouth” menggunakan “masker”
RJP DIHENTIKAN
 Kembalinya ventilasi dan sirkulasi spontan
 Ada yang lebih bertanggung jawab
 Penolong lelah
 Adanya DNR
 Tanda kematian yang irreversibel
RJP TIDAK DILAKUKAN
 DNAR (Do Not Attempt Resuscitation)
 Tanda kematian : rigor mortis, dekapitasi
 Sebelumnya dengan fungsi vital yang sudah
sangat jelek dengan terapi maksimal
 Bila menolong korban akan membahayakan
penolong
KOMPLIKASI RJP
 Nafas buatan :
 inflasi gaster
 Regurgitasi
 mengurangi volume paru
 Bila terjadi inflasi gaster
 perbaiki jalan nafas
 hindari TV yang besar dan laju nafas yang cepat
 PJL
 Fraktur iga & sternum
 Pneumothorax
 Hemothorax
 Kontusio paru
 Laserasi hati dan limpa
 Emboli lemak
Langkah Bila Terjadi “Code Blue”
1. Teriakkan “Code Blue”
2. Hubungi no telp 1118
3. Lakukan BLS s/d Tim Bantuan
datang
ALUR CODE BLUE
KEJADIAN
CARDIAC ARREST

Orang yang paling dekat dengan korban melakukan


pertolongan melakukan BLS & meminta bantuan Call for Help

Petugas kesehatan tempat kejadian melanjutkan


bantuan, BLS & meminta bantuan, Call for help

Tim Code Blue datang melanjutkan bantuan BLS –ALS

Jantung
Gagal
berdenyut

Transportasi ke Kamar
ICU jenazah

Anda mungkin juga menyukai