PARASIT PROTOZOA
Disusun Oleh :
1. Fitrah K Srg (01)
2. Maiya Ramadhani (11)
3. Nur Halimah ( 13)
4. Siti Hartati ( 21 )
5. Widiah Simamora ( 23 )
Jenis – jenis
Parasit Klasifikasi
Parasit
Prevelensi
Epidemologi Pencegahan
Infeksi
Pengertian
Parasit adalah hewan renik yang bisa
menurunkan produktivitas hewan yang
ditumpanginya. Parasit bisa menyerang manusia
dan hewan, seperti menyerang kulit manusia.
Parasitoid ialah parasit yang memakai jaringan
organisme lainnya untuk keperluan nutrisi
mereka hingga inang/hospes yang ditumpangi
meninggal karena kehilangan nutrisi atau jaringan
yang dibutuhkan.
Hospes adalah makhluk hidup sebagai tempat
hidup parasit.
Jenis – jenis Parasit
• Parasit Obligat(Permanen) : Parasit yang tidak bisa hidup tanpa
inang/hospesnya.
• Parasit Fakultatif(Opportunist) : Organisme yang hidup bebas tetapi suatu
waktu dapat menjadi parasit, contohnya micronema dan beberapa ameba.
• Parasit Temporer(Intermitten) : Parasit yang sebagian masa hidupnya
hidup bebas, sewaktu-waktu akan menjadi parasit, contohnya
strongyloides stercoralis.
• Parasit Spuria/Koprozoik(Palsu) : Spesies asing yang melalui intestinum
dan ditemukan dalam tinja/kotoran manusia dalam keadaan hidup/mati.
• Parasit Insidentil : Parasit yang kebetulan bersarang pada inang yang
biasannya tidak dihinggapinya.
• Parasit Patogen : Parasit yang membuat kerusakan lokal/sistemik pada
hospes.
• Parasit Apatogen : Parasit yang tidak membuat kerusakan.
• Pseudoparasit : Artefak yang mirip parasit, sering kali diduga sebagai
parasit.
Menurut jumlah sel yang membentuknya, parasit
terbagi menjadi 2 yaitu :
• Protozoa : Parasit satu sel
• Metazoa : Parasit banyak sel
Metazoa terbagi atas arthropoda dan
helminthes (Cacing)
Menurut tempat hidup parasit pada
hospes, terbagi menjadi 2 macam yaitu :
• Ektoparasit : Hidupnya pada permukaan tubuh
(Kulit) hospesnya, jenis ini kebanyakan dari
arthropoda
• Endoparasit : Hidupnya di dalam tubuh hospes
Proses menempelnya ektoparasit pada tubuh
hospes disebutinfestasi, sedangkan masuknya
endoparasit ke dalam tubuh hospes dikenal
infeksi.
Klasifikasi
Human Parasitology
Protozoologi
Helminthologi
1. Kelas Lobosea Arthropodologi
1. Nematoda
2. Kelas 1. Insecta
Zoomastighopora 2. Cestoda
2. Crustacea
3. Kelas Sporozoa 3.
3. Chilopoda
Metacanthocephala
4. Kelas Ciliophora
PROTOZOA
PROTOZOA MENGINFEKSI USUS
PROTOZOA MENGINFEKSI UROGENTIAL
PROTOZOA MENGINFEKSI SISTEMIK
Epidemiologi
• Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari
pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang
terkait ditingkat populasi
Pencegahan
Usaha pencegahan penyakit harus melibatkan
masyarakat dalam suatu komunitas secara
intensif :
1. Penyediaan sanitasi seperti jamban dan
sumur
2. Pengendalian vektor seperti resapan air,
fogging, selokan
3. Pemeriksaan kesehatan masyarakat secara
berkala
Prevalensi Infeksi Parasit
Jumlah terinfeksi
Parasit Penyakit Meninggal/tahun
(manusia)
• Plosmodium • Malaria • 273 juta • 1.12 juta
• Penyebaran : • Pnemonitis, • 2 milyar • 200.000
• Cacing gelang gangguan
(Ascaris ) pencernaan
• Cacing cambuk • Bloody
(Trichuris ) diarrhaea, rectal
• Cacing tambang prolapse
(Ancylostoma • Batuk, sakit
dan Necator ) perut dan
anemia
Protozoa Pengelompokan Karakteristik
Morfologi Struktur dasar Reproduksi
Nutrisi Virulensi
Protozoa
• Hewan bersel tunggal yang pertama hidup
dibumi. Kata protozoa berasal dari bahasa
Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon
artinya hewan
Pengelompokan
• Filum protozoa dibagi menjadi 4 kelas,
berdasarkan alat geraknya
1. Rhizopoda
2. Ciliata
3. Flagellata
4. Sporozoa
• (gambar)
Karakteristik
• Heterotrof
• Alat gerak berupa kaki semu, bulu getar/cilia dan
bulu cambuk / flagel
• Saprofit / Parasit
• Uniseluler
• Eukariotik
• Hidup bersifat soliter/ Koloni
• Tidak memiliki dinding sel
• Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
Morfologi
• Bentuk tubuh bermacam-macam, ada yang
seperti bola, bulat memanjang atau seperti
sandal atau bentuknya tidak menentu
• Tidak memiliki dinding sel yang kaku
• Memiliki dua stadium kehidupan, yaitu
vegetatif dan kista
• Ukuran pertumbuhan 10-50 µm
• Ukuran tubuhnya antara 3 – 1000 mikron
Struktur Dasar
• Membran sel
• Sitoplasma, terdiri dari :
1. Endoplasma : terdiri dari inti sel atau
(vesicular dan compact ), vakuola makanan,
vakuola kontraktil dan benda kromatid
2. Ektoplasma : lebih tipis dan berfungsi untuk
alat gerak (pseudopodia, flagel, silia ),
ekskresi, respirasi dan pertahanan diri
Reproduksi
1. Reproduksi aseksual : Pembelahan biner,
tunas dan spora
2. Reproduksi seksual : Konjugasi dan peleburan
gamet sporozoa ( Apicomplexa )
Nutrisi
• Aerobik, sebagian besar chemoterotropic (engulf
food)
• Pertumbuhan aerobik jika hidup dalam usus
• Transport makanan melalui membran
• Beberapa dapat mencerna makanan
• Siliata memiliki cytostome seperti mulut yang
terbuka
• Amoeba mengambil makanan dengan
pseudophodia
Virulensi
• Adanya produk sisa (toksin) yang dihasilkan
• Reproduksi dalam sel dan dapat menghindari
sistem imun
• Beberapa hidup dalam sel fagosit
• Beberapa protozoa padat mengubah
antigennya untuk mengatasi sistem imun
Contoh parasit
• Giardia lamblia (penyebab disentri pada
manusia)
• Entamoeba histolytica (penyebab disentri
pada amoeba)
• Entamoeba gingivalis (perusak gigi dan gusi)
Gejala terinfeksi parasit
Giardia lamblia, salah satu protozoa penyebab infeksi
pada saluran pencernaan manusia.
Parasit giardia lamblia menambatkan dirinya ke epitelium
usus halus hospes melalui cakram berperekat
diperutnya dan bereproduksi melalui pembelahan
biner
Gejala giardiasis adalah diare, rasa tidak nyaman diperut,
buang gas berlebihan, perut sering kembung,
bersendawa dengan bau seperti belerang, mual ,
kurang nafsu makan, kehilangan berat badan, feses
berwarna pucat, berbau busuk dan licin, nyeri pada
daerah epigastic (antara dada dan perut)
Pengobatan pada manusia
Konvensional yaitu melalui metronidazole, tinidazole,
atau nitazoxanide
Terima Kasih