Anda di halaman 1dari 16

DASAR – DASAR

PERAWATAN PALIATIF
Rifa’atul Mahmudah
KOMUNIKASI DENGAN PENDERITA DAN
KELUARGA

• Kesuksesan dalam perawatan paliatif juga ditentukan


oleh komunikasi yang efektif. Demikian juga
konstribusi bagi penilaian kemajuan pasien,
komunikasi itu sendiri bersifat terapeutik.
Hambatan pasien dalam berkomunikasi

• Ketakutan terhadap keadaan fisik, psikologis, sosial,


spiritual, dan terapi sebagai konsekuensi dari
penyakit yang dideritanya. Maka sangat penting
untuk menghilangkan ketakutan spesifik. Mungkin
juga ada hambatan fisik untuk berkomunikasi seperti
trakeostomi, kesulitan bahasa, dsb
Hambatan masyarakat dalam berkomunikasi

• Harapan untuk sembuh dan kurangnya kepercayaan


terhadap profesi medis dapat berpengaruh secara
signifikan. Dalam masyarakat kematian terjadi di
rumah sakit lebih sering. Semakin banyak orang tidak
bersedia menyaksikan kematian seorang anggota
keluarganya.
Hambatan tenaga kesehatan dalam
berkomunikasi

• Dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain


terkadang takut menghadapi emosi pasien pada saat
melakukan komunikasi. Hal ini mungkin dikarenakan
mereka ragu bahwa mereka memiliki kemampuan
untuk berurusan dengan pencurahan emosi.
• Perawat paliatif bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan yang berbeda pasien dan keluarga selama
masa penyakit yang membatasi hidup.
• Komunikasi yang baik yang sangat diperlukan untuk
mengungkap kebutuhan pasien dan keluarganya dan
secara individu menegosiasikan tujuan perawatan.
MENGAPA KOMUNIKASI YANG BAIK
DIPERLUKAN?

• Komunikasi yang efektif sangat penting dalam semua


perawatan klinis. Dalam perawatan paliatif, profesional
membutuhkan keterampilan komunikasi yang baik untuk
menyadari kekhawatiran pasien tak terucapkan.
• Komunikasi yang baik membawa manfaat yang nyata.
Pada pasien kanker, jumlah dan tingkat keparahan
kekhawatiran yang belum terselesaikan telah ditunjukkan
untuk memprediksi tingkat tekanan emosional yang
tinggi dan kecemasan serta depresi di masa depan
• Komunikasi yang baik diperlukan untuk:
– Membantu pasien dengan memberikan
informasi tentang diagnosis, prognosis, dan
pengobatan pilihan untuk merencanakan masa
depannya secara realistis
– Membantu pasien menyadari pelayanan yang
mungkin tersedia untuk mereka
– Memperjelas prioritas pasien
– Memungkinkan hubungan kepercayaan antara
pelayanan kesehatan profesional, pasien dan
keluarga
– Mengurangi ketidakpastian dan mencegah
harapan yang tidak realistis sementara
mempertahankan harapan yang realistis
– Mencapai persetujuan (informed consent)
– Mengatasi dilema etis
– Mempromosikan kerja tim multidisiplin yang
efektif
TANTANGAN DALAM KOMUNIKASI
• Tantangan-tantangan yang ada dalam berkomunikasi dengan pasien adalah
seperti:
– Mengabarkan berita buruk
– Menghadapi tanggapan emosional
– Menghentikan atau menahan perawatan aktif
– Menghindari keheningan dan mempromosikan keterbukaan di antara
pasien, kerabat, dan profesional
– Membahas keinginan pasien yang mengatakan “jangan melakukan
resusitasi”
– Tanggapan yang sesuai untuk permintaan eutanasia
– Membahas tentang kematian dan prosesnya
– Berbicara kepada anak-anak mereka
– Berkomunikasi dengan kolega
Penghalang untuk komunikasi yang baik

1. Kurangnya waktu
2. Kurangnya privasi
3. Ketidakpastian
4. Malu
5. Kolusi
6. Mempertahankan harapan
7. Kemarahan
8. Penyangkalan
9. Tidak di depan anak – anak
Memperbaiki komunikasi
• Pertahankan kontak mata yang baik
• Gunakan pertanyaan terbuka, bukan pertanyaan
tertutup
• Fokus pada kekhawatiran pasien dan juga agenda
visitasi
• Amati dan respons terhadap afektif pasien
• Tanyakan mengenai kehidupan pasien di luar bidang
kesehatan dan perhatian masalah psikososial
• Pastikan gerakan nonverbal Anda menggambarkan
adanya perhatian
PERAN PERAWAT DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN PASIEN
ATAU KELUARGA MENGENAI PENYAKIT TERMINAL PASIEN

• Komunikasi dengan pasien dan keluarga merupakan


standar profesional praktik keperawatan.
• Komunikasi perawat yang berhasil ditandai dengan
adanya kolaborasi dengan dokter – pasien,
mendengarkan sama banyaknya dengan berbicara,
dan menghargai perasaan pasien atau keluarga.
• Perawat juga diharapkan memberitahukan kepada
dokter si pasien jika terdapat perbedaan maksud
dalam berkomunikasi
KEBUTUHAN KOMUNIKASI PADA KELUARGA
PASIEN

Pada pasien yang sekarat


• Menelepon ke rumah untuk memberitahukan
perubahan kondisi pasien
• Mengenal prognosis
• Menjawab pertanyaan dengan jujur
• Menerima informasi mengenai pasien satu kali dalam
sehari
• Memberikan penjelasan mengenai istilah medis yang
tidak dipahami
Pada pasien yang meninggal
• Memberikan jaminan kenyamanan pasien
• Informasi tentang kondisi pasien
• Informasi tentang kematian yang mungkin terjadi
Bagaimana menyampaikan berita buruk

• Persiapkan sebelumnya
• Siapa yang akan memimpin diskusi dengan pasien atau
keluarga? Dimana diskusi ini berjalan?
• Siapa yang harus hadir?
• Kapan seharusnya diskusi diadakan?
• Membangun lingkungan terapeutik
• Memastikan apa yang telah diketahui dan mengenalkan
tujuan
• Menyampaikan diagnosis dan prognosis