Anda di halaman 1dari 17

ABORSI

DI SUSUN OLEH:
Tita Setya (16.0553)
Bunga Arya (16.0565)
Metty Sarah (16.0571)
Agastia Cicilia (16.0575)
Ayu Fidiyatno (16.0586)
Tiffany Pryllisya (16.0599)
Aida Yulistia M H (16.0615)
LATAR BELAKANG

Abortus Provocatus
Therapeuticus
ABORSI
Abortus
ProvocatusCriminali
s

Dampak Masalah
Aborsi Aborsi
RUMUSAN MASLAH
1. Apakah pengertian aborsi?
2. Apakah penyebab terjadinya aborsi ?
3. Ada berapakah jenis aborsi ?
4. Bagaimanakah solusi dalam mengurangi
terjadinya kejadian aborsi?
TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui pengertian dari aborsi.
2. Mengetahui penyebab terjadinya
aborsi.
3. Mengetahui jenis-jenis aborsi.
4. Mengetahui solusi dalam mengurangi
terjadinya kejadian aborsi
APA ITU ABORSI ??

Aborsi berasal dari bahasa latin yaitu


abortus. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) aborsi adalah
pengguguran kandungan dan dalam
istilah kesehatan aborsi adalah
penghentian kehamilan setelah
tertanamnya telur (ovum) yang telah
dibuahi dalam rahim (uterus) sebelum
usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.
PENYEBAB TERJADINYA ABORSI

1 Pergaulan bebas

Khawatir mengganggu
2 karir, sekolah

Tidak memiliki cukup


3 uang, dan tidak ingin
melahirkan anak tanpa
ayah
JENIS ABORSI

Aborsi
Aborsi yang
spontan
sengaja
PENELASAN

1. ABORSI SPONTAN
Aborsi spontan atau alamiah (Abortus
Spontaneous) berlangsung tanpa tindakan
apapun.
Aborsi Spontan dikelompokan menjadi 5 bagian
1. Abortus imminens 
2. Abortus incipiens 
3. Abortus incompletes 
4. Abortus completes 
5. Missed abortion 
LANJUTAN

2. Aborsi yang disengaja


Aborsi buatan atau disengaja (Abortus Provocatus
Criminalis) adalah pengakhiran kehamilan sebelum
usia kandungan 20 minggu atau berat janin kurang
dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang
disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si
pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau
dukun beranak)
aborsi yang disengaja dikelmpokan menjadi 2:
1. Aborsi Teraupetik atau Medis (Abortus
Provocatus Therapeuticum)
2. Abosrsi ilegal (Abortus Provacetus Crminalis)
METODE ABORSI
1. Non medis : Mengunakan jasa dukun bayi dengan
menggunakan obat-obatan tradisional seperti jamu.
Pemanfaatan obat-obatan tersebut dengan cara
ditelan atau diletakan ke dalam vagina.
2. Medis
a. Curttage dan Dilatage (C and D), dilakukan dalam
pengguguran kandungan triwulan pertama.
b. Alat, dengan alat khusus mulut rahim dilebarkan,
kemudian janin di kiret dengan alat seperti sendok
kecil.
c. Aspirasi, yaitu penyedotan isi rahim dengan pompa
kecil.
d. Hysterotomi (melalui operasi) untuk kehamilan tua
DAMPAK ABORSI

Timbul luka-luka dan infeksi pada dinding


alat kelamin dan merusak organ-organ di
dekatnya seperti kandung kencing atau
usus

Robek mulut rahim sebelah dalam (satu


otot lingkar).

Terjadinya pendarahan
HUKUM ABORSI

Sanksi pidana bagi pelaku aborsi ilegal diatur


dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
(“KUHP”). Ketentuannya antara lain dalam pasal
sebagai berikut:
1. Pasal 299
2. Pasal 346
3. Pasal 347
4. Pasal 348
5. Pasal 349
SOLUSI DALAM MENGURANGI
TERJADINYA KEJADIAN ABORSI.
 Ini ada di ruusan masalah, tolong tambahin
makasi
KESIMPULAN
1. Pengertian aborsi secara umum yaitu pengguguran kandungan yaitu
dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu sengaja ataupun
tidak sengaja yang biasa dilakukan saat janin berusia muda
(sebelum bulan ke 4 masa kehamilan).
2. Aborsi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu aborsi spontan dan
aborsi yang disengaja. Aborsi spontan atau alamiah berlangsung
tanpa tindakan apapun. Penyebabnya yaitu karena kurang baiknya
kualitas sel telur dan sel sperma. Sedangkan aborsi buatan atau
disengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan
20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram sebagai suatu
akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun
si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun
beranak).
3. Faktor yang mempengaruhui timbulnya aborsi adalah: faktor
ekonomi, PHK (Putus Hubungan Kerja), masih sekolah/kuliah, faktor
sosial (khusus untuk kehamilan pra nikah) malu pada keluarga,
faktor penyakit ibu (sang ibu terinfeksi HIV).
SARAN

Aborsi merupakan tindakan pengguguran janin, tidak


semua penyebab aborsi dikarenakan hamil di luar
nikah.Bagi perempuan yg belum menikah yang
kemudian hamil, disarankan untuk tidak melakukan
aborsi karena dapat menyebabkan kematian dari
calon ibu, selain itu beban moral yang dirasakan
berhubungan dengan “dosa” karena telah membunuh
janin atau nyawa makhluk hidup secara sengaja.
Sedangkan aborsi yang dilakukan secara sengaja
harus sesuai dengan kriteria pada UU No. 36 Tahun
2009 Pasal 76.Dibutuhkan hukum yang tegas bagi
tenaga kesehatan (dokter, bidan) dan pelaku yang
melakukan aborsi secara sengaja yang tidak sesuai
dengan UU yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
Charisdiono.M. Achadiat, 2007, Dinamika Etika Dan Hukum Kedokteran,
Buku Kedokteran, Jakarta, hlm. 12.
Dadang Hawari. 2006. Aborsi Dimensi Psikoreligi. Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta. Halaman 60.
Departemen Kesehatan RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI:
2009.
Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Jakarta: Toko Gunung Agung, 1997, 78
Masruchah, M. Imam Asi, 1999, Agama dan Kesehatan Refroduksi,
Jakarta, Pustaka Sinar Harapan
Pemerintah Republik Indonesia. 2002. Undang-Undang No. 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 1. Jakarta.
Sarwono, Sarlito W. 2000, dan Meinarno, Eko A., Psikolog Sosial,
Salemba Humanika, Jakarta
Suryono Ekotama dkk, 2001, Abortus provocatus bagi korban
perkosaan, Andi Offset Yogyakarta, hlm 34-35.
Wijayati, Mufliha, 2015. Aborsi akibat Kehamilan yang Tidak
Diinginkan.Jurnal Studi Volume 15. UIN Sunan Gunung Djati Bandung