0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan19 halaman

Nutrisi Optimal untuk Lansia di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang nutrisi pada lansia, diantaranya mendefinisikan lansia sebagai orang berusia 60 tahun ke atas, faktor yang mempengaruhi penuaan seperti gizi, sosial, ekonomi, dan dukungan nutrisi penting bagi lansia seperti terapi nutrisi, gaya hidup sehat, dan pencegahan penyakit.

Diunggah oleh

felix
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan19 halaman

Nutrisi Optimal untuk Lansia di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang nutrisi pada lansia, diantaranya mendefinisikan lansia sebagai orang berusia 60 tahun ke atas, faktor yang mempengaruhi penuaan seperti gizi, sosial, ekonomi, dan dukungan nutrisi penting bagi lansia seperti terapi nutrisi, gaya hidup sehat, dan pencegahan penyakit.

Diunggah oleh

felix
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NUTRISI PADA LANSIA

Departemen Ilmu Gizi FK USU


Definisi Lansia

Menurut PP Republik Indonesia Nomor 43 Tahun


2004:
Seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas

- ↓ angka kelahiran
Peningkatan kom- - ↓ angka mortalitas
posisi penduduk tua - ↑ angka harapan hidup
Faktor yang Mempengaruhi Penuaan

Gizi

Pelayanan
Sanitasi
Kesehatan

Tingkat Sosial
Pendidikan Ekonomi
Struktur Umur Penduduk Indonesia Tahun 2017

Indonesia  ageing population


 di atas 7%
Persentase Penduduk Lansia Menurut Jenis
Kelamin Tahun 2017
Dukungan Nutrisi pada Lansia
1. Terapi nutrisi sesuai penyakit
2. Gaya hidup sehat
3. Pencegahan penyakit

1. Primer: promosi dan pencegahan penyakit


2. Sekunder: ↓ risiko & memperlambat progresi
penyakit berhubungan dengan nutrisi
3. Tertier: manajemen perawatan/discharge planning
(gangguan mengunyah, appetite, modifikasi diet)
Kapasitas
fungsional

Frailty atau Geriatric Gangguan


Malnutrisi
Failure to Thrive kognitif

Depresi

Gejala:
- Penurunan BB
- Penurunan selera makan
- Penurunan status nutrisi
- Dehidrasi
- Inaktivitas
- Gangguan fungsi imun
Obesitas
Tatalaksana:
- Menurunkan BB  menjaga massa otot dan
tulang  10% dalam 6 bulan
- Perubahan gaya hidup
1. Diet: mengurangi 500-1000 kkal/hari
2. Aktivitas fisik
3. Modifikasi tingkah laku
Malnutrisi (Protein Energy Malnutrition)
Etiologi:
- Obat-obatan
- Depresi
- Gangguan indra pengecapan atau penciuman
- Higienitas oral yang jelek
- Penyakit kronis
- Disfagia
- Penyebab sosial: hidup sendiri, pendapatan inade-
kuat, transportasi sulit, keterbatasan memperoleh
atau menyiapkan makanan
Skrining dan Asesmen

• Aging  massa lemak ↑ dan TB ↓


• Knee height dan arm span  pengukuran TB yang akurat
• Screening dan assessment tool  Mini Nutritional
Assessment (MNA), terdiri dari:
- Screening Short Form (MNA-SF)
- Lembar asesmen
Kebutuhan Nutrisi
Energi - KEB menurun karena perubahan
komposisi tubuh
- ↓3% per satu dekade
Protein 0,8 gr/kg BB
Karbohidrat 45-65% dari kalori total
Lemak 20-35% dari kalori total
Serat Laki-laki: 30 gr
Perempuan: 21 gr
Vitamin & mineral Sesuai AKG
Cairan 1500 mL/hari atau 1 mL per 1 kkal
kebutuhan energi
Vitamin & Mineral

Anda mungkin juga menyukai