100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
280 tayangan48 halaman

Strategi Wajib Pajak dalam Perpajakan

Sistem pemungutan pajak dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu official assessment system, self assessment system, dan withholding system. Official assessment memberi kewenangan kepada fiskus untuk menentukan jumlah pajak, self assessment memberi kewenangan kepada WP, dan withholding system memberi kewenangan kepada pihak ketiga.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
280 tayangan48 halaman

Strategi Wajib Pajak dalam Perpajakan

Sistem pemungutan pajak dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu official assessment system, self assessment system, dan withholding system. Official assessment memberi kewenangan kepada fiskus untuk menentukan jumlah pajak, self assessment memberi kewenangan kepada WP, dan withholding system memberi kewenangan kepada pihak ketiga.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI WAJIB PAJAK DALAM

PENGELOLAAN AKUNTANSI PAJAK


SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK

1. Official Assessment System


Sistem pemungutan pajak yang memberi kewenangan
aparatur perpajakan (fiskus) untuk menentukan sendiri
jumlah pajak yang terutang sesuai ketentuan UU
perpajakan yang berlaku.
2. Self Assessment System
Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang
Wajib Pajak dalam menentukan sendiri jumlah pajak
yang terutang sesuai ketentuan UU yang berlaku.
3. With Holding System
Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang
kepada pihak ketiga yang ditunjuk untuk menentukan
besarnya pajak yang teutang oleh wP sesuai ketentuan
UU yang berlaku.

2
Bagan Pengenaan Pajak Bagi Perusahaan

Pemotongan
PPh 22, 23, 24 serta
Angsuran PPh 25 Memotong
Badan
PPh 21 atas
gaji

Penghitungan Pajak Penghasilan


PPN atas
Penghasilan XX penyerahan
PBB
X Bea Materai barang/ jasa
Beban yang dapat BPHTB
(XX Pajak Daerah
dikurangkan X)
Penghasilan Kena Pajak XX
X Lapor
Dikalikan tarif pajak KPP
Pajak terutang setahun fiskal XX
X
Kredit pajak Setor
(XX Kas negara
•Dipotong pihak lain (PPh X)
22, 23)
•Pajak luar negeri (PPh 24)
KEWAJIBAN PEMBUKUAN

Berdasarkan UU No 16 Tahun
2009 Pasal 28 ayat (1) disebutkan
bahwa ;
“Wajib Pajak orang pribadi yang
melakukan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas dan Wajib Pajak
badan di Indonesia wajib
menyelenggarakan Pembukuan”.
PERSYARATAN PEMBUKUAN

• Pembukuan sekurang-kurangnya
terdiri atas catatan mengenai
harta, kewajiban, modal,
penghasilan dan biaya, serta
penjualan dan pembelian
sehingga dapat dihitung
besarnya pajak yang terutang.
TUJUAN PEMBUKUAN

Tujuan pembukuan
adalah sebagai sumber pembuktian dari angka-
angka yang dilaporkan pada Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Yang wajib menyelenggarakan


Pembukuan :
1. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan
kegiatan usaha / pekerjaan bebas.
2. Wajib Pajak Badan.
PSAK _Akuntansi Pajak

PSAK 46 mengatur bagaimana


entitas pelaporan pajak penghasilan
dalam laporan keuangan baik dalam
laporan posisi keuangan maupun
dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Trade Off Akuntansi - Perpajakan
Di sisi akuntansi, bagi entitas bersifat
“menguntungkan”, sebab akan
menarik minat pemegang saham
potensial.
Terutama Perusahaan terbuka (Tbk)
akan memprioritaskan kepentingan ini.

Tingginya Laba

Di sisi perpajakan, bagi entitas


bersifat “tidak menguntungkan”,
sebab meningkatkan beban pajak
yang harus dibayar.
Kerangka Perbedaan

Undang-
PSAK
Undang

Akuntansi Pajak

Perbedaan

Permanen Temporer

Diperlukan Pajak Tangguhan:


Rekonsiliasi  Aktiva/ Utang
 Beban/ Pendapatan
Macam Perbedaan

Berdasar Sifat

• Positif, bersifat meningkatkan Penghasilan Kena


Pajak (PKP)
• Negatif, bersifat mengurangi PKP.

Berdasar Jangka Waktu

• Temporer, merupakan akibat berbedanya waktu


pengakuan, namun akan berujung pada hasil
akhir serupa.
• Permanen, merupakan perbedaan yang tidak
akan terserupakan seiring waktu.
DASAR PERHITUNGAN PENYUSUTAN menurut
UU Pajak Penghasilan
TARIF DEPRESIASI
KELOMPOK HARTA MASA
BERWUJUD MANFAAT GARIS LURUS SALDO MENURUN

I.  Bukan Bangunan


Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
II.  Bangunan
Permanen 20 tahun 5% –
Tidak Permanen 10 tahun 10% –
PERBEDAAN TEMPORER

CONTOH KASUS:
• PT. Jaya Abadi membeli sebuah mesin seharga Rp
200.000.000,- yang mempunyai umur ekonomis 20 tahun
dan disusut dengan menggunakan “metode garis lurus”.
• Sedangkan menurut ketentuan pajak yang berlaku mesin
tersebut ternyata masuk kedalam kelompok 3 atau memiliki
masa manfaat 15 tahun.
• Pertanyaan:
1. Bagaimana penghitungan penyusutan atas harta tersebut.
2. Bagaimana
PERBEDAAN TEMPORER

JAWABAN ;
• Biaya penyusutan menurut Akuntansi
Rp 200.000.000,- dibagi 20 tahun = Rp 10.000.000,-
• Biaya penyusutan menurut fiskal
6,25% dikali Rp 200.000.000,- = Rp 12.500.000,-
Sehingga ada selisih sebesar Rp 2.500.000,- yang menjadi
koreksi fiskal negatif terhadap laba rugi.
Dialektika Pajak:
Kesalahan Pembebanan atau Kapitalisasi

Perbedaan akibat
kesalahan ini
bersifat temporer,
Seharusnya, sebab seiring
pengeluaran atas berjalannya waktu
perolehan aset aset yang
dikapitalisasi dan dikapitalisasi akan
tidak dibebankan. dibebankan secara
Kesalahan
pencatatan dapat bertahap melalui
berupa beban penyusutan.
pembebanan biaya
perolehan aset.
Langkah Penyesuaian Perbedaan
Ditambah Dikurangi
Ditambah
Laba penghasilan penghasilan
biaya non
Akuntansi yang belum yang bukan
deductible.
diakui. objek pajak.

Dikurangi
Ditambah Dikurangi
Penghasilan biaya
biaya 3M penghasilan
Kena Pajak deductible
penghasilan dikenai PPh
(PKP) yang belum
final. final.
dibebankan.

Menghitung beban pajak kini. Mencatat pajak tangguhan.


PAJAK TANGGUHAN

• Selisih Beban Penyusutan menurut Kebijakan


Akuntansi dan menurut ketentuan Pajak sebesar
Rp 2.500.000,-
• Akan dihitung dan dicatat sebagai Kewajiban Pajak
Tangguhan sebesar; 25% X Rp 2.500.000,- =
Rp 625.000,-
Teknik Menghitung Pajak Tangguhan

• Pendekatan Neraca

Keterangan Dampak Terhadap


Perbedaan
Nilai Buku Harta Akuntansi < Nilai Aset Pajak Tangguhan
Buku Harta Fiskal
Nilai Buku Harta Akuntansi > Nilai
Buku Harta Fiskal Liabilitas Pajak Tangguhan
Nilai Buku Kewajiban Akuntansi > Aset Pajak Tangguhan
Nilai Buku Kewajiban Fiskal
Nilai Buku Kewajiban Akuntansi < Liabilitas Pajak Tangguhan
Nilai Buku Kewjiban Fiskal
Laporan Keuangan dan Laporan Fiskal

• Dipergunakan sebagai acuan


pembuatan laporan fiskal ,
Laporan setelah dilakukan rekonsiliasi
Keuangan atau koreksi.

• Disampaikan sebagai
catatan dalam laporan
Laporan keuangan, sekaligus menjadi
Fiskal dasar pengungkapan
komponen tertentu.
Rekonsiliasi
Hakikat Rekonsiliasi

Pelaksanaan
Perbedaan timbul
pembukuan
terkait pengakuan
diperlukan
berdasar
pendapatan dan penyesuaian untuk
kebijakan menghitung
beban di laporan
akuntansi penghasilan kena
laba rugi atau
perusahaan pajak dari laba
perbedaan
berbeda dari
ketentuan
konsep akuntansi yang
penghasilan telah dilaporkan
perpajakan.
perusahaan
Teknik Rekonsiliasi

Rekonsiliasi dilakukan Koreksi dilakukan


Rekonsiliasi

dengan membuat laporan dengan menambahkan


laba rugi fiskal dari laporan atau mengurangkan nilai

Koreksi
laba rugi akuntansi. koreksi dari laba
LR Akuntansi disesuaikan sebelum pajak.
dengan koreksinya untuk Teknik koreksi ini
mendapatkan nilai disajikan dalam catatan
pendapatan//beban menurut atas laporan keuangan
fiskal.
Cara ini tepat untuk tujuan
pajak
Penghasilan Bukan Objek Pajak
Pasal 4 Ayat (3) UU PPh

a. Bantuan atau sumbangan kegamaan bersifat wajib.


b. Hibah diterima keluarga, badan keagamaan, pendidikan, sosial.
c. Warisan.
d. Harta sebagai pengganti penyertaan modal.
e. Natura.
f. Klaim asuransi diterima WP OP.
g. Dividen dari laba ditahan atas kepemilikan > 25%.
h. Iuran diterima Dana Pensiun.
i. Penghasilan investasi oleh Dana Pensiun.
j. Bagian laba diterima anggota persekutuan.
k. Bagian laba diterima perusahaan modal ventura.
l. Beasiswa.
m. Sisa lebih diterima badan pendidikan/ litbang nirlaba yang
ditanamkan kembali.
n. Bantuan dibayarkan BPJS

22
Non Deductible Expenses
Pasal 9 Ayat (1) UU PPh

a. Pembagian laba.
b. Biaya untuk kepentingan pribadi.
c. Pembentukan dana cadangan, kecuali usaha tertentu.
d. Premi asuransi dibayar WP OP.
e. Natura, kecuali akibat tuntutan kerja atau makanan bagi
semua karyawan.
f. Jumlah melebihi kewajaran atas hubungan istimewa.
g. Harta yang dihibahkan, bantuan, atau sumbangan
selain yang dikecualikan.
h. Pajak penghasilan.
i. Gaji anggota persekutuan.
j. Sanksi administrasi dan pidana pajak.

23
Perbedaan Non Deductible &
Deductible Expenses
Non Deductible Deductible

Pengobatan secara cuma – Penggantian biaya


cuma bagi pegawai. pengobatan.
Makan siang bagi sebagian Makan siang bagi seluruh
pegawai. pegawai.
PPh 21 ditanggung
Tunjangan PPh 21.
perusahaan.
Biaya jamuan tanpa daftar Biaya jamuan dilengkapi
nominatif. daftar nominatif.
Kasus dan Ilustrasi

25
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (1)

PT. Arkeikum merupakan perusahaan yang bergerak di bidang


perdagangan, yang 45% sahamnya dimiliki oleh publik dan diperdagangkan
di bursa efek di Indonesia.
Berikut merupakan data yang diperoleh atas laporan keuangan PT.
Arkeikum di tahun 2012.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (2)

Nominal Akuntansi
Soal : Penjualan bruto 74,350,000,000
Retur penjualan (1,875,000,000)
Diskon penjualan (576,500,000)
Penjualan netto 71,898,500,000

Harga Pokok Penjualan


Persediaan barang dagangan awal (15,432,500,000)
Pembelian barang dagangan (56,984,500,000)
Persediaan barang dagangan akhir 36,857,500,000
(35,559,500,000)
Laba bruto 36,339,000,000

Biaya pemasaran
Gaji dan bonus pegawai tetap (1,864,000,000)
Tunjangan pajak penghasilan (92,740,000)
Pembagian sembako (364,835,000)
Pendidikan karyawan (986,320,000)
Promosi dan iklan (3,876,500,000)
Jamuan makan (284,250,000)
Telepon, air, dan listrik (734,250,000)
Penyusutan (50,625,000)
Biaya bahan bakar dan tol (54,320,000)
Total biaya pemasaran (8,307,840,000)
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (3)

Soal : Biaya umumdan administrasi (G


G
&A
aji dan bonus pegawai tetap
)
(2,465,000,000)
PPh 21 ditanggung perusahaan (143,400,000)
Honorariumdan komisi pegawai tidak tetap (1,486,542,000)
Seragamsatpamgudang (94,560,000)
Telepon, air, dan listrik (1,055,600,000)
Biaya sewa kantor (1,633,500,000)
Penyusutan (1,254,000,000)
Royalti (660,000,000)
Biaya pembangunan pabrik baru (4,365,000,000)
Penghapusan piutang (4,763,480,000)
Pemeliharaan kendaraan (87,200,000)
Alat tulis kantor (154,380,000)
Biaya bahan bakar dan tol (328,600,000)
Asuransi kendaraan (364,700,000)
PB Bgudang (762,300,000)
Riset (3,860,000,000)
Pendidikan karyawan (1,340,000,000)
Family gathering (134,700,000)
Total biaya umumdan administrasi (G &A) (24,952,962,000)

Laba operasional 3,078,198,000


Ilustrasi
Perseroan Terbatas (4)

Soal : Pendapatan non operasi


Dividen dari PT.N egarakertagama 382,500,000
Dividen dari PT. Sutasoma 134,900,000
Sewa mesin 67,400,000
Bunga deposito (setelah pajak) 34,280,000
Dividen dari Bremen A g. 276,500,000
Total pendapatan non operasi 895,580,000

Biaya non operasi


Dividen bagi PT . Smaradhahana (28,700,000)
Dividen bagi PT .A rjuna Wiwaha (16,300,000)
Dividen bagi publik (60,000,000)
Bunga pinjaman (76,275,000)
Sumbangan (764,820,000)
Denda pajak (452,300,000)
Rugi selisih kurs (124,890,000)
Biaya lain - lain (742,950,000)
Total biaya non operasi (2,266,235,000)
Laba sebelumpajak 1,707,543,000
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (5)

Berikut merupakan keterangan yang menjelaskan perincian berbagai elemen


yang terdapat di laporan keuangan PT. Arkeikum.
a. Perusahaan mencatat penjualan berdasar prinsip akrual. Atas jumlah tercantum,
terdapat nilai pendapatan sebesar Rp 650.000.000,00 atas penjualan
merchandise Olimpiade 2012 yang diharapkan hanya akan terjadi di tahun
penyelenggaraan event olahraga tersebut.
b. Retur dan diskon penjualan dicatat ketika serah terima barang telah dilakukan.
c. Persediaan barang dagangan dicatat dengan metode FIFO.
d. Atas gaji dan bonus pegawai tetap bidang pemasaran, Rp 1.300.000.000,00
diberikan dalam bentuk gaji bulanan dan sisanya dalam bentuk bonus tahunan.
e. Atas tunjangan pajak penghasilan, Rp 32.500.000,00 diberikan bagi pegawai
dengan level supervisor, sedangkan sisanya diberikan bagi pegawai dengan level
manajer dan direktur.
f. Atas biaya pendidikan karyawan bidang pemasaran, Rp 175.000.000,00
diberikan sebagai tunjangan cuti pengganti gaji bulanan.
g. Atas biaya promosi dan iklan, 25% di antaranya diwujudkan melalui sampling
produk secara cuma – cuma kepada konsumen akhir.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (6)

h. Atas biaya jamuan makan, Rp 180.000.000 telah dilengkapi daftar nominatif


penerima secara lengkap.
i. Atas biaya telepon, air, dan listrik bidang pemasaran, meliputi Rp 334.250.000,00
untuk biaya air dan listrik. Seperempat dari biaya telepon dianggarkan dalam
bentuk penyediaan pulsa bagi Direktur Pemasaran, seperempat lain dianggarkan
atas pembelian perangkat PDA baru bagi salesperson.
j. Atas biaya penyusutan bidang pemasaran, meliputi penyusutan dengan metode
garis lurus atas:
i. Telepon genggam direktur, dibeli tahun 2011 dengan nilai tercatat Rp
25.000.000, disusutkan selama 5 tahun. Sesuai peraturan pajak termasuk
aset kelompok 1.
ii. Smartphone bagi salesperson yang berdinas di luar lapangan, dibeli tahun
2009 dan disusutkan selama 4 tahun dan sesuai peraturan pajak termasuk
aset kelompok 1.
iii. PDA baru bagi salesperson yang dibeli di akhir Juni tahun 2012, disusutkan
dengan masa manfaat 2 tahun, dan sesuai peraturan pajak termasuk aset
kelompok 1.
k. Atas biaya bahan bakar dan tol bidang pemasaran, separuh di antaranya
dialokasikan bagi Direktur Pemasaran.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (7)

l. Atas honorarium dan komisi pegawai tidak tetap, termasuk pembayaran senilai
Rp 786.542.000,00 kepada mantan pegawai yang masih dimanfaatkan jasanya
secara lepas.
m. Atas biaya sewa kantor, meliputi pembayaran bagi kurun 30 bulan dan
dibayarkan di bulan Januari 2012.
n. Biaya penyusutan bidang G&A meliputi penyusutan dengan metode garis lurus
atas:
i. Gedung pabrik lama dengan nilai kapitalisasi awal Rp 13.850.000.000,00
yang diperoleh tahun 1990 dan disusutkan dengan masa manfaat 25 tahun.
ii. Kendaraan niaga bagi keperluan distribusi dengan nilai kapitalisasi awal Rp
6.000.000.000,00 yang diperoleh tahun 2008 dan disusutkan dengan masa
manfaat 10 tahun. Peraturan perpajakan menggolongkan aset ke dalam
kelompok 2.
iii. Kendaraan dinas bagi Direktur Utama dengan nilai kapitalisasi awal Rp
2.400.000.000,00 yang diperoleh akhir September 2012 dan disusutkan
dengan masa manfaat 6 tahun. Peraturan perpajakan menggolongkan aset
ke dalam kelompok 2.
o. Atas royalti, merupakan pembayaran bagi suatu perusahaan di luar negeri. Di
dalamnya termasuk beban PPh 26 yang ditanggung PT. Arkeikum.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (8)
p. Pembangunan pabrik baru dikapitalisasi di akhir tahun dan atasnya belum
dilakuan depresiasi.
q. Atas biaya penghapusan piutang, senilai Rp 3.763.480.000,00 telah
diberitahukan kepada Ditjen Pajak, namun Rp 500.000.000,00 di antara jumlah
terlapor tersebut belum didaftarkan ke BUPLN.
r. Atas biaya pemeliharaan kendaraan, Rp 10.000.000,00 merupakan biaya
pemasangan sistem keamanan di kendaraan Direktur Utama.
s. Atas biaya bahan bakar dan tol bidang G&A, 15% di antaranya dialokasikan bagi
Direktur Utama.
t. Atas biaya riset, 50% di antaranya ditenderkan dan dilaksanakan di luar
Indonesia.
u. Atas dividen PT. Negarakertagama, separuhnya berasal dari laba ditahan. PT.
Arkeikum memiliki proporsi kepemilikan 35%.
v. Atas dividen PT. Sutasoma, seluruhnya diberikan dalam bentuk instrumen
investasi. PT. Arkeikum memiliki proporsi kepemilikan 15%.
w. Atas dividen dari Bremen Ag., PT. Arkeikum telah mencatatnya secara netto
terhadap pajak di luar negeri dengan tarif 30%.
x. Bunga sebesar 8% p.a. atas deposito PT. Arkeikum dibayarkan di akhir tahun.
Pokok deposito bernilai tetap sepanjang tahun.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (9)

x. Bunga pinjaman sebesar 12% p.a. dibayarkan di akhir tahun, dengan


nilai pokok pinjaman bernilai tetap sepanjang tahun.
y. Sumbangan diberikan untuk pembangunan panti asuhan rubuh di sekitar
perusahaan dan pengadaan sarana bermain di dalamnya.
z. Biaya lain – lain tidak memenuhi ketentuan perpajakan sebagai
deductible expense.
aa.Kredit pajak yang telah dipotong pihak lain meliputi:
i. PPh 22 atas impor dengan DPP PPN Rp 21.750.000.000,00.
Perusahaan telah memiliki API atas impor tersebut.
ii. PPh 23 yang dipotong pihak lain, sebesar Rp 631.250.000,00.
iii. Angsuran PPh 25 yang telah dibayar, sebesar Rp 855.750.000,00.
iv. STP PPh 25 sebesar Rp 451.500.000,00 termasuk denda Rp
35.500.000,00.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (10)
Pertanyaan :
a.Bagaimanakah rekonsiliasi fiskal ditetapkan atas PT.
Arkeikum?
b.Berapakah besar PPh terutang dan kredit pajak di periode
berjalan?
c.Berapakah pajak kurang (lebih) bayar di periode berjalan?
d.Berapakah angsuran PPh 25 per bulan yang seharusnya
dibayarkan di periode mendatang?
e.Bagaimanakah PT. Arkeikum melakukan penjurnalan
terkait kewajiban perpajakannya?
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (11)
Nominal Akuntansi Koreksi Positif Koreksi Negatif Nominal Fiskal
Jawaban Penjualan
: bruto 74,350,000,000 74,350,000,000
Retur penjualan (1,875,000,000) (1,875,000,000)
a. Diskon penjualan (576,500,000) (576,500,000)
Penjualan netto 71,898,500,000 71,898,500,000

Harga Pokok Penjualan


Persediaan barang dagangan awal (15,432,500,000) (15,432,500,000)
Pembelian barang dagangan (56,984,500,000) (56,984,500,000)
Persediaan barang dagangan akhir 36,857,500,000 36,857,500,000
(35,559,500,000) (35,559,500,000)
Laba bruto 36,339,000,000 36,339,000,000

Biaya pemasaran
Gaji dan bonus pegawai tetap (1,864,000,000) (1,864,000,000)
Tunjangan pajak penghasilan (92,740,000) (92,740,000)
Pembagian sembako (364,835,000) 364,835,000 0
Pendidikan karyawan (986,320,000) (986,320,000)
Promosi dan iklan (3,876,500,000) (3,876,500,000)
Jamuan makan (284,250,000) 104,250,000 (180,000,000)
Telepon, air, dan listrik (734,250,000) 150,000,000 (584,250,000)
Penyusutan (50,625,000) 14,375,000 (36,250,000)
Biaya bahan bakar dan tol (54,320,000) 13,580,000 (40,740,000)
Total biaya pemasaran (8,307,840,000) (8,307,840,000)
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (12)

Keterangan :
Koreksi positif atas biaya telepon, air, dan listrik bidang pemasaran
= 50% Biaya pulsa direktur + Pembelian PDA yang seharusnya
dikapitalisasi
= 50% * ¼ * 400.000.000 + ¼ * 400.000.000
= 50.000.000 + 100.000.000
= 150.000.000
Penyusutan bidang pemasaran menurut akuntansi
= 20% * 25.000.000 + Penyusutan smartphone + 6/12 * 50% * 100.000.000
= 5.000.000 + Penyusutan smartphone + 25.000.000
= 30.000.000 + Penyusutan smartphone
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (13)

Keterangan :
Penyusutan bidang pemasaran menurut fiskal
= 50% * 25% * 25.000.000 + Penyusutan smartphone + 6/12 * 25% *
100.000.000
= 3.125.000 + Penyusutan smartphone + 12.500.000
= 15.625.000 + Penyusutan smartphone
Koreksi positif atas penyusutan bidang pemasaran
= Penyusutan menurut akuntansi - Penyusutan menurut fiskal
= (30.000.000 + Penyusutan smartphone) - (15.625.000 + Penyusutan
smartphone)
= 14.375.000
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (14)
JawabanBiaya:umumdan administrasi (G&A)
Gaji dan bonus pegawai tetap (2,465,000,000) (2,465,000,000)
a. PPh 21 ditanggung perusahaan (143,400,000) 143,400,000 0
Honorariumdan komisi pegawai tidak tetap (1,486,542,000) (1,486,542,000)
Seragamsatpamgudang (94,560,000) (94,560,000)
Telepon, air, dan listrik (1,055,600,000) (1,055,600,000)
Biaya sewa kantor (1,633,500,000) 980,100,000 (653,400,000)
Penyusutan (1,254,000,000) 466,500,000 (787,500,000)
Royalti (660,000,000) 110,000,000 (550,000,000)
Biaya pembangunan pabrik baru (4,365,000,000) 4,365,000,000 0
Penghapusan piutang (4,763,480,000) 1,500,000,000 (3,263,480,000)
Pemeliharaan kendaraan (87,200,000) 5,000,000 (82,200,000)
Alat tulis kantor (154,380,000) (154,380,000)
Biaya bahan bakar dan tol (328,600,000) 24,645,000 (303,955,000)
Asuransi kendaraan (364,700,000) (364,700,000)
PBBgudang (762,300,000) (762,300,000)
Riset (3,860,000,000) 1,930,000,000 (1,930,000,000)
Pendidikan karyawan (1,340,000,000) (1,340,000,000)
Family gathering (134,700,000) (134,700,000)
Total biaya umumdan administrasi (G&A) (24,952,962,000) (24,952,962,000)

Laba operasional 3,078,198,000 3,078,198,000


Ilustrasi
Perseroan Terbatas (15)

Keterangan :
Koreksi positif atas biaya sewa kantor
= Proporsi biaya sewa dibayar di mukan
= 18/30 * 1.633.500.000
= 980.100.000

Penyusutan bidang G&A menurut fiskal


= Penyusutan kendaraan niaga + Penyusutan kendaraan direktur
= 12,5% *6.000.000.000 + 50% * 3/12 * 12,5% * 2.400.000.000
= 750.000.000 + 37.500.000
= 787.500.000
Gedung pabrik lama tidak disusutkan menurut fiskal, sebab telah melewati
batas masa manfaat fiskal selama 20 tahun.
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (16)

Keterangan :
Koreksi positif atas penyusutan bidang G&A
= Penyusutan menurut akuntansi - Penyusutan menurut fiskal
= 1.254.000.000 - 787.500.000
= 466.500.000

Koreksi positif atas biaya royalti


= Beban PPh 26 yang tidak boleh dibebankan
= 20% / 120% * 660.000.000
= 110.000.000
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (17)

Jawaban Pendapatan
: Dividennondarioperasi
PT. Negarakertagama 382,500,000 (191,250,000)
a. Dividen dari PT. Sutasoma 134,900,000
Sewa mesin 67,400,000
Bunga deposito (setelah pajak) 34,280,000 (34,280,000)
Dividen dari Bremen Ag. 276,500,000 118,500,000
Total pendapatan non operasi 895,580,000

Biaya non operasi


Dividen bagi PT. Smaradhahana (28,700,000) 28,700,000
Dividen bagi PT. Arjuna Wiwaha (16,300,000) 16,300,000
Dividen bagi publik (60,000,000) 60,000,000
Bunga pinjaman (76,275,000) 64,275,000
Sumbangan (764,820,000) 764,820,000
Denda pajak (452,300,000) 452,300,000
Rugi selisih kurs (124,890,000)
Biaya lain - lain (742,950,000) 742,950,000
Total biaya non operasi (2,266,235,000)
Laba sebelumpajak 1,707,543,000 12,419,530,000 (225,530,000)
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (18)

Keterangan :
Koreksi positif atas dividen dari Bremen Ag.
= Beban pajak luar negeri yang seharusnya tidak di-netto-kan
= 30% / 70% * 276.500.000
= 118.500.000

Pokok deposito
= 100% / 80% * 34.280.000 / 8%
= 535.625.000
Pokok pinjaman
= 100% / 12% * 76.275.000
= 635.625.000
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (19)

Keterangan :
Bunga pinjaman yang boleh dibebankan
= Selisih pokok pinjaman dan pokok deposito * Tingkat bunga pinjaman
= (635.625.000 - 535.625.000) * 12%
= 12.000.000

Koreksi positif atas bunga pinjaman


= Bunga pinjaman menurut akuntansi - Bunga pinjaman menurut fiskal
= 76.275.000 – 12.000.000
= 64.275.000
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (20)
Pajak yang dibayar di luar negeri 118,500,000
Jawaban : : 0.3/ 0.7 * 274,500,000
Batas maksimumKredit PPh 24 79,000,000
b. : 395,000,000/ 13,901,543,000 *2,780,308,600
c. Kredit PPh 24 79,000,000

Laba sebelumpajak 13,901,543,000


PPh terutang (20%) 2,780,308,600
Tarif 20% berlaku bagi perusahaan yang minimal 40% sahamnya dikuasai publik
dan diperdagangkan di bursa efek, sesuai ketentuan Pasal 17 Ayat (2b).

Kredit pajak
Kredit PPh 22 (543,750,000)
: 2,5% * 21,750,000,000
Kredit PPh 23 (631,250,000)
Kredit PPh 24 (79,000,000)
Kredit PPh 25 (855,750,000)
STPPPh 25 (416,000,000) (2,525,750,000)
Pajak kurang (lebih) bayar 254,558,600
Ilustrasi
Perseroan Terbatas (21)
Jawaban :
d. Laba sebelumpajak 13,901,543,000
Pendapatan tidak berkesinambungan (650,000,000)
Estimasi pendapatan tahun mendatang 13,251,543,000
PPh terutang (20%) 2,650,308,600
Kredit pajak
Kredit PPh 22 (543,750,000)
: 2,5% *21,750,000,000
Kredit PPh 23 (631,250,000)
Kredit PPh 24 (79,000,000) (1,254,000,000)
Total PPh 25 setahun 1,396,308,600
Angsuran PPh 25 per bulan 116,359,050
STRATEGI PENGELOLAAN

1. Memperkecil Perbedaan Permanen


Maupun Temporer Sebagai Dasar
Memperkecil Pengenaan Pajak
Penghasilan
2. Melengkapi Laporan Keuangan Dengan
Catatan Pajak Tangguhan Sebagai Dasar
Aset Dipulihkan atau Nilai Tercatat
Kewajiban dilunasi
TERIMA KASIH

Dwi Martani - 081318227080


martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/ 48

Anda mungkin juga menyukai