STATISTIK
DESKRIPTIF
NADIMIN
ANALISIS DESKRIPTIF
• Analisis deskriptif (Analisis Univariat) adalah analisis yang menggambarkan suatu data
yang akan dibuat baik sendiri maupun secara kelompok.
• Tujuan adalah untuk membuat gambaran secara sistematis suatu data yang factual dan
akurat mengenanai fakta-fakta serta hubungan antara fenomena yang diselidiki atau
diteliti.
JENIS ANALISIS DESKRIPTIF
UKURAN TENGAH/NILAI
TENGAH: UKURAN VARIASI (DISPERSI):
• Mean (nilai rata-rata) • Range
• Media (Nilai Tengah)
• Desil
• Modus/mode
• Kuartil
• Persentil
PROSENTASE DAN PROPORSI
• Prosentase • Mean Deviasi
• Proporsi • Standar Deviasi
PROSENTASE DAN PROPORSI
• Prosentase adalah bagian perseratus dari gugus data
• Jumlah Data bagian tertentu (A) dibagi jumlah total/seluruh data (A+B) dikali 100.
• Rumus = A/(A+B) x 100.
• Keterangan: A = jumlah himpunan bagian A, A+B = jumlah total semua anggota
himpunan dimana A menjadi bagian dari himpunan total
CONTOH
• Telah dilakukan pengukuran • Prosentase (%) balita gizi kurang adalah
25/(25+75) x 100 = 25 %
status gizi terhadap 100 orang
anak balita. Hasil analisis status • Prosentase (%) balita gizi kurang adalah
75/(75+25) x 100 = 75 %.
gizi menunjukkan 25 orang
menderita gizi kurang dan 75
orang memiliki status gizi baik.
PROPORSI
• Proporsi adalah perbandingan satu himpunan terhadap seluruh anggota himpunan.
• Berguna untuk mengetahui perbandingan jumlah atau ukuran setiap bagian yang menyusun
semua himpunan bagian.
• Perbedaan proporsi dengan persentase adalah terletak pada faktor pengali serratus.
• Nilai proporsi berada antara 0 sd 1
• Rumus Proporsi : A/(A+B).
• Keterangan: A = jumlah himpunan bagian A, A+B = jumlah total semua anggota himpunan
dimana A menjadi bagian dari himpunan total
CONTOH
• Sebuah Posyandu memiliki balita • Proporsi balita yang menimbang =
sebanyak 200 orang sebagai sasaran 150/200 = 0.75
penimbangan. Balita yang datang • Proporsi balita yang naik timbangan =
menimbang bulan Januari 2015 sebanyak
100/150 = 0,66
150 orang. Jumlah balita yang naik
timbangan sebanyak 100 orang dari yang
ditimbang.
• Tentukan proporsi balita yang datang
menimbang pada Bulan Januari 2015.
MEAN (NILAI RATA-RATA)
• Nilai rerata adalah sebuah angka yang dapat mewakili
sebagian besar nilai suatu hasil pengamatan.
• Mean dipakai untuk menentukan angka/ nilai rerata
sekumpulan set data baik dalam bentuk tunggal, ganda
maupun harmonik.
MEAN DATA TUNGGAL
• Mean = jumlah semua hasil pengamatan/pengukuran dibagi banyaknya pengamatan
• Rumus 𝑀𝑒𝑎𝑛 (×̅) = (∑𝑥𝑖)/𝑛
• Contoh: Berat badan (kg) balita 6 orang balita adalah : 5, 7, 8, 10, 15, 16.
Mean BB = (5 + 7 + 8 + 10 + 15 + 16)/6 = 61/6 =10. 16 kg
MEAN PADA DATA FREKWENSI TUNGGAL
• Mean = (𝑛∑𝑓𝑖 x 𝑥𝑖 )/∑𝑓𝑖 • Contoh: Berat badan (kg) 40 balita sbb:
• Xi = data hasil pengamatan ke-i Nilai (xi) 6 7 8 9 10
Frekwensi (fi) 5 15 10 6 4
• fi = frekwensi setiap data pengamatan
Mean BB = (6 x 5)+(7 x 15) + (8 x 10) + (9 x 6) + (10 x
4) /40
= (30 + 105 + 80 + 57 + 40) / 40
= 7.8 kg
MEAN DATA BERKELOMPOK
xˉ = rata-rata hitung data berkelompok
fi= frekuensi data kelas ke-I
xi= nilai tengah kelas ke-i
CONTOH
Frekuensi
• Sebanyak 21 orang pekerja dijadikan Tinggi Badan
(fi)
sampel dan dihitung tinggi badannya. 151 - 155 3
Data tinggi badan dibuat dalam bentuk 156 - 160 4
kelas-kelas interval. Hasil pengukuran 161 - 165 4
tinggi badan adalah sebagai berikut. 166 - 170 5
171 - 175 3
176 - 180 2
Hitunglah rata-rata tinggi badan pekerja tersebut
PENYELESAIAN
Tinggi Badan
Titik Tengah Frekuensi • Dari tabel di samping diperoleh data sbb:
(x_i)(xi) (fi) fi x Xi
151 - 155 153 3 459
156 - 160 158 4 632
161 - 165 163 4 652 • Dengan begitu dapat kita hitung rata-rata
data berkelompok sebagai berikut;
166 - 170 168 5 840
X = 3458/21 = 164,67 cm
171 - 175 173 3 519
= 165 cm
176 - 180 178 2 356
Jumlah 21 3458
CONTOH
Frekuensi
• Seorang mahasiswa melakukan Berat Badan
(fi)
pengukuran data berat badan 50 anak 5-7 4
(usia 1-6 tahun) di Posyandu X. Data 8 - 10 12
tersebut dilakukan pengolahan dan 11 - 13 15
hasilnya dikelompok seperti pada tabel 14 - 16 14
berikut 17 - 19 3
20 - 22 2
Hitunglah rata-rata berat badan anak balita
tersebut.
MEDIAN
• Median adalah nilai tengah dari data yang sudah diurutkan.
• Median (Me) adalah nilai tengah yang membagi data menjadi dua bagian
yaitu 50% data di atas median dan 50% di bawah median.
• Nilai median dari data yang jumlahnya genap sebanyak n terdapat antara
data ke–(n/2) dan ke–(n/2 + 1).
• Nilai median dari data yang jumlahnya ganjil sebanyak m adalah data ke–
(m/2 + 1).
MEDIAN
• Pada data tunggal, nilai median dapat diketahui dengan
mengurutkan datanya kemudian mencari nilai tengahnya.
• Misalnya diketahui data tunggal terurut adalah 45, 48, 55,
68, 70, 82, dan 88.
• Nilai median dari kumpulan nilai-nilai data tunggal tersebut
adalah 68.
MEDIAN DATA TUNGGAL
• Rumus menghitung Median data tunggal ganjil: • Rumus cara menghitung Median data tunggal genap:
• Me = X (n+1)/2 • Pada data tunggal genap, terdapat dua nilai tengah di
(Me: Median, X: data ke-, n: banyak data) dalam sebuah kumpulan data.
• Rumusnya, Me = X n/2 + X (n/2 + 1)2
• Contoh Soal: Hitunglah nilai Median dari data berikut: • (Me: Median, X: data ke-, n: banyak data)
17, 12, 8, 9, 10, 15, 19, 22, 24 • Contoh Soal: Hitunglah Nilai Median dari data berikut:
• Jawaban: 17, 12, 8, 9, 10, 15, 19, 22, 24, 25
• Urutan data: 8, 9, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24 • Jawaban:
• Banyak data (n): 9 • Urutan data: 8, 9, 10, 12, 15, 17, 19, 22, 24, 25
• Median (Me): (9 + 1)/2 = 5 • Banyak data (n): 10
• Median berada pada data ke 5 yaitu 15 • Median (Me): [10/2 + X(10/2 + 1)]/2 = (15 + 17)/2 = 16
• Me berada antara urutan ke-5 dan ke-7, yaitu 15 dan 17.
Sehingga Me adalah (15 + 17)/2 = 16
MEDIAN DATA
BERKELOMPO Me = median
K: xii = batas bawah kelas median
n = jumlah data
fkii = frekuensi kumulatif data di bawah kelas
median
fi = frekuensi data pada kelas median
p = panjang interval kelas
PERTAMA YANG PERLU
DIKETAHUI ADALAH
MENENTUKAN DI MANA
LETAK KELAS MEDIAN.
KELAS MEDIAN BERADA
ANTARA; N/2 DAN (N/2)+1.
SETELAH MENGETAHUI Batas bawah kelas median (Tb) adalah nilai terendah dari kelas median dikurangi 0,5.
LETAK KELAS MEDIAN, Misalnya, letak median berada pada rentang kelas 61 – 65. Nilai terendah dari kelas
PERLU MENENTUKAN BATAS tersebut adalah 61, sehingga batas bawah kelas median adalah Tb = 61 – 0,5 = 60,5.
Banyak data (n) merupakan jumlah dari frekuensi pada semua kelas. Penjumlah frekuensi
BAWAH KELAS MEDIAN (TB), dari setiap kelas secara urut pada setiap kelas disebut dengan frekuensi komulatif.
BANYAK DATA (N), Frekuensi komulatif kurang dari kelas median (f kii) adalah jumlah semua frekuensi dari
FREKUENSI KOMULATIF semua kelas sebelum kelas median. Sedangkan frekuensi kelas median (fi) adalah
KURANG DARI KELAS banyaknya data (frekuensi) dari kelas median
MEDIAN (FKI), FREKUENSI
KELAS MEDIAN (FI), DAN
CONTOH 1
• Sebanyak 26 orang mahasiswa terpilih Tabel 1. Berat badan mahasiswa suatu universitas
sebagai sampel dalam penelitian
kesehatan di sebuah universitas.
Mahasiswa yang terpilih tersebut diukur
berat badannya. Hasil pengukuran berat
badan disajikan dalam bentuk data
berkelompok seperti pada tabel berikut.
• Hitunglah median berat badan mahasiswa!
MENENTUKAN KELAS MEDIAN
• Buat dahulu frekwensi kumulatif setiap • Kelasmedian berada pada n/2 sd
kelas; n/2+1.
• Berarti kelas median berada antara
sampel 13 dan 14.
• Pada tabel sebelah, median berada pada
sehingga kelas
frekwensi kumulatif 14,
median berada pada kelas 61 – 65
kg.
PENYELSAIAN
• Tentukan kelas median; kelas median berada pada n/2 sd
• Tentukan frekwensi kumulatif n/2+1. Berarti kelas median berada antara sampel 13 dan
14, sehingga kelas median berada pada kelas 61 – 65 kg.
• Tentukan nilai sesuai rumus
• Batas bawah kelas median sama dengan 60,5. Frekuensi kumulatif sebelum
kelas median adalah 9, dan frekuensi kelas median sama dengan 5.
Panjang kelas sama dengan 5.
• Xii = 60,5=>(61), n = 26, fii = 5, fkii = 9, p = 5
• • = 60,5 + 4
• = 64,5 kg
CONTOH 2
Tabel 2. Berat badan mah Jurusan Gizi
• Berikut ini adalah data berat badan 50
orang mahasiswa jurusan Gizi yang telah
dikelompokkan ke dalam kelas-kelas
interval berat badan. Hitunglah median
berat badan mahasiswa tersebut.
PENYELSAIAN
• Hitung terlebih dahulu frekuensi kumulatif dari • Tentukan nilai sesuai rumus:
data tersebut. Selanjutnya tentukan kelas interval • Kelas interval 70 – 74. Frekuensi kelas interval
yang memuat median data. dimana median terletak adalah 15, sedangkan
• Karena jumlah data (mahasiswa) adalah 50, maka frekuensi kumulatif sebelum kelas interval
median adalah 16.
median data terletak pada data ke-25 dan data ke-
26. • Panjang interval adalah 5 dan batas bawah kelas
median adalah 69,5.
• Xii = 69,5=>(70), n = 50, f ii = 15, fkii = 16,
p=5
•
• = 69,5 + 3
• = 72,5 kg
MODUS
• Modus adalah nilai yang paling sering muncul atau nilai yang memiliki frekuensi yang
tertinggi.
• Modus adalah persoalan nilai bukannya frekuensi. Frekuensi hanya menunjuk intensitas
kemunculan sesuatu nilai,
• Modus terdiri atas modus pada data yang tunggal dan data yang berkelompok.
• Modus data tunggal terletak pada data yang paling banyak frekwensinya.
MODUS DATA BERKELOMPOK
Mo : modus data kelompok
b : tepi bawah kelas modus
b1 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya
b2 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya
nilai b1 dan b2 –> adalah mutlak (selalu positif)
p : panjang kelas modus
CONTOH MODUS
Tabel Nilai Statistik Mahasiswa • Diketahui b= 70,5; b1 = 25-15 =10; b2 =25-20=5,
p=10
• 𝑀𝑜 = 70,5 + [10/(10 + 5)]10 = 77,17
KASUS UNTUK PRAKTEK/LATIHAN 1
• Seorang mahasiswa melakukan
pengukuran berat badan remaja putri. Berat badan f
Hasil pengukuran disajikan pada tabel 35 - 40 3
Tabel 1. 41 - 55 6
• Tentukan nilai: 56 - 60 10
61 - 65 15
• Mean (kelp 1 & 2)
66 - 70 4
• Median (Kelp 3 & 4)
71-75 2
• Modus (Kelp 5 & 6)
KASUS UNTUK PRAKTEK/LATIHAN 2
• Seorang mahasiswa melakukan penelitian • Tugas: tentukan nilai:
pengukuran pengetahuan gizi seimbang pada • Mean (kelp 3 & 4)
remaja putri. Sampel remaja putri yang
• Median (kelp 5 & 6)
menjadi sasaran penelitian tersebut sebanyak
• Modus (kelp 1 & 2)
30 orang. Hasil skor pengetahuan remaja
sebagai berikut:
35, 30, 50, 50, 50, 40, 40, 50, 50, 55,
70, 80, 75, 65, 60, 60, 65, 55, 75, 70
90, 50,60,75, 60, 65, 75, 80, 85, 45
KUARTIL
• Kuartil adalah nilai yang memisahkan tiap-tiap 25 persen dalam
distribusi frekuensi.
• Fungsi: Menentukan nilai batas tiap 25 persen dalam distribusi yang
dipersoalkan.
• Teknik ini diterapkan jika analisis dilakukan dengan tujuan untuk
membagi distribusi menjadi 4 bagian, selanjutnya menentukan batas
tiap 25 persen distribusi dimaksud.
• Dalam statistik dikenal ada 3 nilai kuartil yakni; kuartil 1 (K1), kuartil
2 (K2) dan kuartil ke 3 (K3)
CARA MENCARI KUARTIL DATA TUNGGAL
• Mencari Data Kuartil Tunggal (data yang tidak berkelompok), pertama-tama
kita perlu mengetahui rumus untuk mencari posisi Kuartilnya yaitu Kuartil 1
(Q1), Kuartil 2 (Q2) dan Kuartil 3 (Q3).
Rumus Kuartil Data Tunggal
• Kuartil Bawah Q1 = ¼ (n+1)
Kuartil Tengah Q2 = ½ (n+1)
Kuartil Atas Q3 = ¾ (n+1)
CONTOH CARA MENGHITUNG KUARTIL DATA TUNGGAL DENGAN
JUMLAH DATA GANJIL
• Berikut ini data hasil pengukuran berat badan (kg) • Berarti Q1 berada di posisi 2 yaitu angka 4
bayi: 5, 7, 4, 4, 6, 2, 8 . Carikan nilai Q1, Q2 dan Q3. Q2 = ½ (n+1)
• Langkah 1 : urutkan data menjadi 2, 4, 4, 5, 6, 7, 8. Q2 = ½ (7+1)
Q2 = ½ (8)
• Langkah 2 : Cari Q1, Q2 dan Q3 berdasarkan rumus
Q2 = 4
Kuartil data tunggal.
• Berarti Q2 berada di posisi 4 yaitu angka 5
Q1 = ¼ (n+1)
Q1 = ¼ (7+1) Q3 = ¾ (n+1)
Q1 = ¼ (8) Q3 = ¾ (7+1)
Q1 = 2 Q3 = ¾ (8)
Q3 = 6
• Berarti Q3 berada di posisi 6 yaitu angka 7
CONTOH CARA MENGHITUNG KUARTIL DATA TUNGGAL DENGAN
JUMLAH DATA GENAP
• Hitunglah Q1, Q2 dan Q3 dari data berikut • Karena berada diantara 2 dan 3 maka kita harus menghitung rata-rata dari
angka yang berada di posisi 2 dan 3 tersebut yaitu (3+3)/2 = 3
ini :
• Q2 = ½ (n+1)
4, 5, 3, 1, 3, 7, 6, 6. Q2 = ½ (8+1)
• Langkah 1 : urutkan data menjadi 1, 3, 3, 4, Q2 = ½ (9)
Q2 = 4,5 → Posisi diantara 4 dan 5
5, 6, 6, 7.
• Karena berada diantara 5 dan 6 maka kita harus menghitung rata-rata dari
• Langkah 2 : Cari Q1, Q2 dan Q3 angka yang berada di posisi 5 dan 6 tersebut yaitu (4+5)/2 = 4,5
berdasarkan rumus Kuartil data tunggal. • Q3 = ¾ (n+1)
• Q1 = ¼ (n+1) Q3 = ¾ (8+1)
Q3 = ¾ (9)
Q1 = ¼ (8+1)
Q3 = 6,75 → Posisi diantara 6 dan 7
Q1 = ¼ (9)
• Karena berada diantara 6 dan 7 maka kita harus menghitung rata-rata dari
Q1 = 2,25 → Posisi diantara 2 dan 3 angka yang berada di posisi 6 dan 7 tersebut yaitu (6+6)/2 = 6
KUARTIL DATA BERKELOMPOK
• Menentukan letak Q1 dan Q3: • Menentukan nilai Q1 dan Q3 dengan
• Q1 = (1 x n)/4 Rumus:
• Q2 = (2 x n)/4 Q1 dan Q3 = Tb + [I (Lk – Fkum)/f
• Q3 = (3 x n)/4
Tb = tepi bawah dimana kuartil berada
i = interval kelas
Lk = letak kuartil
f = frekwensi kelas kuatil
CONTOH KUARTIL DATA BERKELOMPOK
Tabel x. Frekwensi kumulatif Umur Penderita obesitas
• Letak Q1 = (1 x 67)/4 =16,75 (antara kelas 1 & 2)
Umur f Fkum
10-19 2 2 • Letak Q3 = (3 x 67)/4 = 50,25 (antara kelas 3 & 4)
20-29 23 25 • Nilai Q1 = 19,5 + [10 + (16,75 - 2)]/23
30-39 15 40
40-49 11 51 = 25,9
50-59 9 60 • Nilai Q3 = 39,5 + [10 + (50,25 - 40)]/11
60-69 5 65
70-79 2 67 = 48,8
Jumlah 67
DESIL (DECILE)
• Sekumpulan data yang disusun secara
berurutan yang dibagi menjadi sepuluh
bagian yang sama yaitu bagian pertama,
bagian kedua, bagian ketiga, bagian
keempat, bagian kelima, bagian keenam ,
bagian ketujuh, bagian kedelapan, bagian
kesembilan dan bagian kesepuluh.
Keterangan :
D = Desil
D I = I * (N + 1) / 10 i = 1,2,3,4,5,6,7,8,9 (Desil yang ingin dicari)
n = Banyaknya Data (pengamatan)
LANGKAH-LANGKLAH MENENTUKAN NILAI
DESIL
• Langkah 1 : Pertama, tentukan jumlah data atau variabel dalam populasi atau sampel yang
dilambangkan dengan n.
• Langkah 2 : Urutkan semua data atau variabel dalam populasi dalam urutan menaik (dari yang
terendah hingga yang tertinggi).
• Langkah 3 : Berdasarkan Desil yang diperlukan, tentukan modifikasi dengan menambahkan satu
ke jumlah data dalam populasi, kemudian bagi penjumlahan dengan 10 dan akhirnya kalikan
hasilnya dengan pangkat desil seperti yang ditunjukkan pada rumus di atas.
• Langkah 4 : Kemudian berdasarkan nilai Desil angka keluar variabel yang sesuai dari data dalam
populasi.
CONTOH
• Data nilai Tugas Statistik mahasiswa terdiri dari 24, 32, 27, 32, 23, 62, 45, 77, 60, 63, 36,
54, 57, 36, 72, 55, 51, 32, 56, 33, 42, 55 , 30 .
• Cari letak dan nilai D1, D5 dan D8.
PENYELESAIAN
• Langkah 1 : Pertama, tentukan jumlah data atau variabel dalam populasi atau sampel yang
dilambangkan dengan n.
• Jumlah Data dalam contoh kasus ini adalah sebanyak 23 data.
• Langkah 2 : Urutkan semua data atau variabel dalam populasi dalam urutan menaik (dari yang
terendah hingga yang tertinggi).
• 23, 24, 27, 30, 32, 32, 32, 33, 36, 36, 42, 45, 51, 54, 55, 55, 56, 57, 60, 62,63,72, 77
• Langkah 3 : Berdasarkan Desil yang diperlukan, tentukan modifikasi dengan menambahkan satu
ke jumlah data dalam populasi, kemudian bagi penjumlahan dengan 10 dan akhirnya kalikan
hasilnya dengan pangkat desil seperti yang ditunjukkan pada rumus di atas.
PENYELESAIAN
• Menghitung Nilai Desil 1 (D1)
D1 = 1 * (23 + 1) / 10
D1 = 1 * 24 / 10
D1 = 2,4
Artinya D1 berada di posisi 2,4 yaitu diantara 24 dan 27.
PENYELESAIAN
Menghitung Nilai Desil 5 (D5) Menghitung Nilai Desil 8 (D8)
D5 = 5*(23+1)/10 D8 = 8 * (23 + 1) / 10
D5 = 5*24/10 D8 = 8 * 24 / 10
D5 = 12 D8 = 19,2
Artinya D5 berada di posisi 12 yang Artinya D8 berada di posisi 19,2 yaitu
dimiliki adalah 45 diantara 60 dan 62.
Jadi Nilai Desil 5 atau D5 adalah 45.
DESIL DATA BERKELOMPOK
PERSENTIL
• Persentil yakni adalah pembagian data
terurut menjadi 100 buah bagian yang
sama banyak.
• Dari 100 buah bagian yang dibagi
sama banyak tersebut, dibatasi dengan
99 buah nilai persentil.
•i = Bilangan bulat yang kurang dari 100
(1, 2, 3, 4, 5 …….. 99).
•n = Banyak data.
CONTOH
• Diketahui data berat badan balita sebagai berikut:
9, 10, 11, 6, 8, 7, 7, 5, 4, 5.
• Tentukan persentil ke 75 dan persentil ke 30 ?
PENYELESAIAN
• Langkah Pertama, Data diurutkan • Letak nilai persentil ke 30(Tiga puluh) di
menjadi : 4, 5, 5, 6, 7, 7, 8, 9, 10, 11 urutan data ke 30(10 +1)/100 = 330/100
• Langkah Kedua, Berdasarkan rumus = 3,3.
mencari persentil tunggal diatas maka, P30 = x3 + 0,3 (x4 – x3) = 5 + 0,3 (6 –
Letak nilai persentil ke 75 di urutan data 5) = 5,3
ke 75 (10 +1) /100 = 8,25. Maka, Persentil ke-30 = 5,3
P75 = x8 + 0,25 (x9 – x8) = 9 + 0,25 (10
– 9) = 9,25
Maka, Persentil ke-75 = 9,25
STANDAR DEVIASI (SIMPANG BAKU)
• Suatu nilai yang menunjukkan tingkat
(deraja) variasi kelompok data atau
ukuran standar penyimpangan dari
reratanya.
• Standar deviasi melihat variasi data yang
sama satuannya.
MEAN DEVIASI (DEVIASI RATA-RATA)
• Mean Deviasi adalah Jumlah selisih • MD (Populasi) = ∑(x-µ)/n
antara setiap pengamatan dengan mean
(nilai rata-rata) dibagi banyaknya
pengamatan
• MD (Sampel) = ∑(x-X)/n
• Berat badan dua kelompok ibu hamil Kelompok A Kelompok B
• Kelompok A: x = 50, ∑(X – X) = 30, n=5 BB mean selisih BB mean selisih
• MD_A = 30/5 = 6 40 50 10 25 50 25
• Kelompok B: x = 50, ∑(X – X) = 105, n=5 45 5 35 15
50 0 55 5
• MD_B = 105/5 = 21 55 5 60 10
60 10 75 25
250 30 250 80
STANDAR DEVIASI
• Standar Deviasi Data Tunggal untuk • Standar Deviasi Data Tunggal untuk
Sampel Populasi
xi = nilai setiap hasil pengukuran
µ = rata- rata populasi
× = rata-rata sampel
N = n = jumlah sampel
CONTOH
• Berat badan anak di Rumah sakit: 20 kg, 25 kg, dan 30 kg.
• x (mean) = (20 + 25 + 30)/3 = 25 kg
• S=
• S=5
• Standar deviasi data berkelompok untuk • Standar Deviasi data berkelompok untuk
sampel populasi
σ2 = varians atau ragam untu kpopulasi
S2 = varians atau ragam untuk sampel
fi = Frekuensi
xi = Titik tengah
x¯ = Rata-rata (mean) sampel dan μ = rata-rata populasi
n = Jumlah data
VARIANS
• Varians adalah kuadrat
dari simpang baku
(standar deviasi)
• Fungsi = mengetahui tingkat penyebaran
atau variasi data
TUGAS
• Seorang mahaiswa melakukan • Tentukan nilai-nilai statistic dari berat
penenentuan status gizi balita. Untuk badan:
maksud tersebut, mahasiswa melakukan 1. Kuartil 1, 2 dan 3
pengukuran berat badan balita di suatu
2. Desil 2, 6, 8
Posyandu. Hasil pengukuran berat badan
3. Persentil: 50 dan 60
(kg) sebagai berikut: 12, 10, 15, 14, 9,
13, 18, 16, 11, 17. 4. Mean deviasi
5. Standar deviasi
6. Varians