Analisis Instrumen I

Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
Kalibrasi
Adalah suatu proses menghubungkan sinyal analitik
yang diukur (respon alat) dengan konsentrasi analit.
Metode Kalibrasi:
A. Kurva Kalibrasi (Kurva Baku)
B. Metode Adisi Standard
C. Metode Standard Internal
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
A. KURVA KALIBRASI
Sejumlah larutan baku dengan dengan variasi konsentrasi
disiapkan, kemudian diukur menggunakan instrumen, dan respon
instrumen dicatat.
Larutan Baku – Larutan analit yg telah diketahui konsentrasinya.
Larutan baku dibuat agar dalam pengukuran
menggunakan instrumen tidak melampaui batas
linearitas (LOL = Limit of Linearity) dari
instrumen.
Kurva Kalibrasi – Plot konsentrasi baku (X) versus respon
instrumen (Y).
Hubungan antara konsentrasi baku dan respon
instrumen adalah linier.
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
A. KURVA KALIBRASI
Konsentrasi Respon Instrumen (RI) RI terkoreksi (S
i
– S
bl
)
0,00 0.013 0.000
6.01 0.101 0.088
31.80 0.811 0.798
63.50 1.498 1.485
88.90 2.094 2.081
Sampel 0.924 0.875
Kurva Kalibrasi
0.0
0.5
1.0
1.5
2.0
2.5
0 20 40 60 80 100
Konsentrasi
R
I

t
e
r
k
o
r
e
k
s
i

1. Penyiapan Kurva Kalibrasi
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
A. KURVA KALIBRASI
x
i
y
i
x
i
2
y
i
2
x
i
y
i

Concentration IR Corr. IR
0.000 0.013 0.000 0.000000 0.000000 0.000000
6.010 0.101 0.088 36.120100 0.007744 0.528880
31.800 0.811 0.798 1011.240000 0.636804 25.376400
63.500 1.498 1.485 4032.250000 2.205225 94.297500
88.900 2.094 2.081 7903.210000 4.330561 185.000900
E =
190.210 4.452 12982.820100 7.180334 305.203680
Mean 38.042 0.890


Gunakan metode regresi linier untuk menghitung persamaan fitting y = mx + b
1. Penyiapan Kurva Kalibrasi
( )
( )
( )
( )
( )( )

intercept) - (Y (Slope)

yy xx
xy
xx xy
i i
i i i i xy
i
i i yy
i
i i xx
S S
S
r
m x - y b S S m
N
y x
y x y y x x S
N
y
y y y S
N
x
x x x S
·
=
= =
¿ ¿
¿
÷ = ÷
¿
÷ =
¿
¿
÷ =
¿
÷ =
¿
¿
÷ =
¿
÷ =
2
2
2
2
2
2
( )
( )
( )
( )
( )( )

intercept) - (Y (Slope)

yy xx
xy
xx xy
i i
i i i i xy
i
i i yy
i
i i xx
S S
S
r
m x - y b S S m
N
y x
y x y y x x S
N
y
y y y S
N
x
x x x S
·
=
= =
¿ ¿
¿ ÷ = ÷ ¿ ÷ =
¿
¿ ÷ = ¿ ÷ =
¿
¿ ÷ = ¿ ÷ =
2
2
2
2
2
2
( )
( )
( )
( )
( )( )

intercept) - (Y (Slope)

yy xx
xy
xx xy
i i
i i i i xy
i
i i yy
i
i i xx
S S
S
r
m x - y b S S m
N
y x
y x y y x x S
N
y
y y y S
N
x
x x x S
·
=
= =
¿ ¿
¿ ÷ = ÷ ¿ ÷ =
¿
¿ ÷ = ¿ ÷ =
¿
¿ ÷ = ¿ ÷ =
2
2
2
2
2
2
Metode Kalibrasi Alat
A. KURVA KALIBRASI
1. Penyiapan Kurva Kalibrasi
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
A. KURVA KALIBRASI
Gunakan persamaan fitting y = mx + b untuk menghitung
konsentrasi sampel
2. Interpretasi Kurva Kalibrasi
m = 0.0236 & b = -0.00881
y = 0.0236x – 0.00881

Sehingga:
x = (y – b)/m
x = (y + 0.00881)/0.0236

dan:
x (konsentrasi sampel) = (0.875+0.00881)/0.0236
= 37.4

Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
• Digunakan untuk analit dalam matriks yang kompleks, yg
mengakibatkan terjadinya interferensi dalam respon instrumen (RI).
Contoh: darah, sedimen, serum, dll.
• Sering disebut juga metode SPIKING.
• Metode:
1. Siapkan beberapa aliquot identik, V
x
, dari sampel.
2. Tambahkan sejumlah volume tertentu secara bervariasi, V
s
,
larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya, c
s
, pada tiap
aliquot.
3. Encerkan (add-kan) masing
2
larutan hingga volume tertentu, V
t

4. Ukurlah dengan instrumen untuk mendapatkan respon
instrumen, S
5. Hitung konsentrasi sampel, c
x
, dengan persamaan berikut:
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
• Persamaan Adisi Standard
t
x x
t
s s
V
c kV
V
c kV
S + =
S = sinyal atau respon instrumen
k = konstanta proporsionalitas
V
s
= volume standard yg ditambahkan
c
s
= konsentrasi standard
V
x
= volume aliquot sampel
c
x
= konsentrasi sample
V
t
= volume total pengenceran
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
• Plot respon instrumen (S) vs volume standard (V
s
)
b mV S
s
+ =
V
s
R
e
s
p
o
n
s

I
n
s
t
r
u
m
e
n


(

S

)

m =
A
y/
A
x
b = y-intercept
(V s ) 0
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
• Hitung konsentrasi sampel.
• Kombinasikan:
b mV S
s
+ = dan
t
x x
t
s s
V
c kV
V
c kV
S + =
x
s
x
mV
bc
c =
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
Contoh: Metode Adisi Standard
Arsenik in suatu sampel biologi ditetapkan dengan metode adisi standard.
10 mL aliquot sample dipipet ke dalam 5 buah labu takar 100 mL. Variasi
volume dari standard 22.1 ppm ditambahkan ke dalam 4 labu takar, masing
2

diencerkan hingga batas. Absorbansi masing
2
larutan ditentukan.
Sample (mL) Standard (mL) Absorbance
10.0 0.00 0.156
10.0 5.00 0.195
10.0 10.00 0.239
10.0 15.00 0.276
10.0 20.00 0.320
Hitung konsentrasi sampel!
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
Contoh: Metode Adisi Standard
Adisi Standard Arsenik
0.00
0.05
0.10
0.15
0.20
0.25
0.30
0.35
0.40
0.45
0 5 10 15 20
Volume Standard (V
s
)
A
b
s
o
r
b
a
n
c
e

m = 0.00818
b = 0.1554
s m
= 0.000119
s b
= 0.001463
x
s
x
V m
c b
c
.
.
=
) 10 )( 00818 . 0 (
) 1 . 22 )( 1554 . 0 (
=
x
c
ppm 98 . 41 =
x
c
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
Contoh: Metode Adisi Standard
• Penggunaan Adisi Standard untuk menghitung konsentrasi sampel
1) Buat 2 larutan yg mengandung aliquot sampel yg sama, tambahkan
standar pada salah satu larutan. Encerkan hingga batas (100 mL)
( )
x
s s
x
V S S
V c S
c
1 2
1
÷
=
dimana: S
1
= respon instrumen sampel
S
2
= respon instrumen sampel + spike

2) Ukurlah respon instrumennya (absorbansi) pada kedua larutan.
3) Hitung konsentrasi sampel dengan persamaan berikut:
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
B. METODE ADISI STANDARD
Contoh: Standard Addition 2 titik
Sebanyak 25.0 mL aliquot larutan quinine diencerkan hingga
50.0 mL dan diukur absorbansinya, mempunyai absorbansi
0.416 pada 348 nm diukur dalam kuvet setebal 1.00 cm.
Sebanyak 25 mL aliquot kedua dicampur dengan 10.0 mL
larutan yg mengandung 23.4 ppm quinine. Setelah diencerkan
hingga50.0 mL, larutan ini memiliki absorbansi 0.610 (kuvet
1.00 cm pada panjang gelombang yg sama). Hitung
konsentrasi (ppm) quinine dalam sampel.

S
1
= 0.416
S
2
= 0.610
V
s
= 10 mL
c
s
= 23.4 ppm
V
x
= 25.0 mL

ppm 07 . 20
) 0 . 25 )( 416 . 0 610 . 0 (
) 0 . 10 )( 4 . 23 )( 416 . 0 (
=
÷
=
x
c
( )
x
s s
x
V S S
V c S
c
1 2
1
÷
=
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
C. METODE STANDARD INTERNAL
• Umumnya digunakan dalam GC dan HPLC
• Suatu senyawa reference/pembanding (standard internal) dengan
volume/massa yg konstan ditambahkan ke dalam larutan standar
dan sampel.
• Rasio analit terhadap standard internal digunakan sebagai sumbu
Y dalam plot kurva kalibrasi dan untuk menetapkan sampel.
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
C. METODE STANDARD INTERNAL
Hexane Calibration Curve
y = 31641x + 142659
R
2
= 0.8171
0.00E+00
5.00E+05
1.00E+06
1.50E+06
2.00E+06
2.50E+06
0 10 20 30 40 50 60
Conc. (ppt hexane)
P
e
a
k

A
r
e
a
Analisis Instrumen I
Arie BS
Metode Kalibrasi Alat
C. METODE STANDARD INTERNAL
Hexane/Octane Calibration Curve
y = 0.0359x + 0.0772
R
2
= 0.9998
0
0.5
1
1.5
2
2.5
0 10 20 30 40 50 60
Conc. (ppt hexane)
H
e
a
x
n
e
/
O
c
t
a
n
e

P
e
a
k

A
r
e
a

Hubungan antara konsentrasi baku dan respon instrumen adalah linier. Larutan Baku – Larutan analit yg telah diketahui konsentrasinya. Kurva Kalibrasi – Plot konsentrasi baku (X) versus respon instrumen (Y). KURVA KALIBRASI Sejumlah larutan baku dengan dengan variasi konsentrasi disiapkan. kemudian diukur menggunakan instrumen. Arie BS . Larutan baku dibuat agar dalam pengukuran menggunakan instrumen tidak melampaui batas linearitas (LOL = Limit of Linearity) dari instrumen.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat A. dan respon instrumen dicatat.

013 0.000 0.081 0.90 Sampel 2.80 63.094 0.5 1.811 1.00 6.0 2.498 RI terkoreksi (Si – Sbl) 0.0 0 20 40 60 80 100 Arie BS Konsentrasi . Penyiapan Kurva Kalibrasi Respon Instrumen (RI) 0.924 Kurva Kalibrasi 2.5 0.088 0. KURVA KALIBRASI Konsentrasi 0.5 2.01 31.798 1.101 0.0 0.875 RI terkoreksi 1.50 1.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat A.485 88.

250000 N xx  88.203680 190.0812  x  7903.000 0.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat A. KURVA KALIBRASI 1.798 1011.000000 6.297500 S yy    yi   4032.205225 94.636804 xi  N  x 1.452  N N S xy    xi  x  yi  y    xi y Mean 38.000900 2  yi 2 2 i S S yy  305.485 xi2 2  i 2.890 S xy    xi  x  yi  y    xi yi   x y S xy    xi  x  yi  y    xi yi   i  i N xi  m  S xy S xx (Slope ) b  y -x m (Y .010 0.820100 7.800 0.900 2.000000 0.240000 i 20.007744 0.042 0.376400 Sy 31.in m  S xy S xx (Slope) b  y -x m (Y .811 0.013 0.500   xi  x  1.330561 185.210000 4.498 2  S 63. IR 0.000 0.094 2 2.210xx   xi  x    xi  12982.180334   yi  y    yi  4.intercept) r S xy r  S xx  S yy m  S xy S xx (Slope) b y - S xy S xx  S yy r S xy S xx  S yy Arie BS . Penyiapan Kurva Kalibrasi Gunakan metode regresi linier untuk menghitung persamaan fitting y = mx + b xi yi x i2 y i2 xiyi Concentration IR Corr.120100 0.000000 0.088 36.101 0.528880i  2  x 2 2 S xx   x  x    25.

Metode Kalibrasi Alat A. Penyiapan Kurva Kalibrasi . KURVA KALIBRASI 1.

4 Arie BS .Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat A.00881 y = 0.00881 Sehingga: x = (y – b)/m x = (y + 0.875+0. KURVA KALIBRASI 2. Interpretasi Kurva Kalibrasi Gunakan persamaan fitting y = mx + b untuk menghitung konsentrasi sampel m = 0.00881)/0.0236x – 0.0236 & b = -0.0236 dan: x (konsentrasi sampel) = (0.00881)/0.0236 = 37.

2. Tambahkan sejumlah volume tertentu secara bervariasi. Encerkan (add-kan) masing2 larutan hingga volume tertentu.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B. dengan persamaan berikut: Arie BS . • Sering disebut juga metode SPIKING. Vx. dari sampel. Vt 4. sedimen. • Metode: 1. dll. 3. larutan baku yang telah diketahui konsentrasinya. METODE ADISI STANDARD • Digunakan untuk analit dalam matriks yang kompleks. cx. pada tiap aliquot. Ukurlah dengan instrumen untuk mendapatkan respon instrumen. yg mengakibatkan terjadinya interferensi dalam respon instrumen (RI). cs. Contoh: darah. Siapkan beberapa aliquot identik. Vs. serum. Hitung konsentrasi sampel. S 5.

Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B. METODE ADISI STANDARD • Persamaan Adisi Standard kVs cs kVx cx S  Vt Vt S= k = Vs = cs = Vx = cx = Vt = sinyal atau respon instrumen konstanta proporsionalitas volume standard yg ditambahkan konsentrasi standard volume aliquot sampel konsentrasi sample volume total pengenceran Arie BS .

METODE ADISI STANDARD • Plot respon instrumen (S) vs volume standard (Vs) m = D y/ D x Respons Instrumen ( S ) b = y-intercept (V s ) 0 Vs S  mV s  b Arie BS .Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B.

METODE ADISI STANDARD • Hitung konsentrasi sampel. • Kombinasikan: S  mV s  b dan kVs cs kVx cx S  Vt Vt bcs cx  mV x Arie BS .Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B.

156 0. Sample (mL) 10.1 ppm ditambahkan ke dalam 4 labu takar. Variasi volume dari standard 22. Absorbansi masing2 larutan ditentukan.0 Standard (mL) 0.0 10.0 10. METODE ADISI STANDARD Contoh: Metode Adisi Standard Arsenik in suatu sampel biologi ditetapkan dengan metode adisi standard. masing2 diencerkan hingga batas.00 15.0 10.320 Hitung konsentrasi sampel! Arie BS .195 10.0 10.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B. 10 mL aliquot sample dipipet ke dalam 5 buah labu takar 100 mL.276 0.00 5.00 0.00 20.00 Absorbance 0.239 0.

10 0.1) (0.000119 sb = 0.cs cx  m.00 0 m = 0.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B.98 ppm 5 10 15 20 Volume Standard (Vs ) Arie BS .25 0.30 0.20 0.15 0.35 b.1554 )( 22 .40 0.00818 b = 0.Vx cx  (0. METODE ADISI STANDARD Contoh: Metode Adisi Standard Adisi Standard Arsenik 0.00818 )(10 ) Absorbance 0.1554 sm = 0.001463 cx  41 .45 0.05 0.

METODE ADISI STANDARD Contoh: Metode Adisi Standard • Penggunaan Adisi Standard untuk menghitung konsentrasi sampel 1) Buat 2 larutan yg mengandung aliquot sampel yg sama. tambahkan standar pada salah satu larutan. Encerkan hingga batas (100 mL) 2) Ukurlah respon instrumennya (absorbansi) pada kedua larutan. 3) Hitung konsentrasi sampel dengan persamaan berikut: S1csVs cx  S2  S1 Vx dimana: S1 = respon instrumen sampel S2 = respon instrumen sampel + spike Arie BS .Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B.

Sebanyak 25 mL aliquot kedua dicampur dengan 10.416 S2 = 0. Hitung konsentrasi (ppm) quinine dalam sampel.00 cm pada panjang gelombang yg sama).07 ppm (0. mempunyai absorbansi 0.0)  20 .0 mL aliquot larutan quinine diencerkan hingga 50.416 )( 25 .0) .0 mL dan diukur absorbansinya.416 pada 348 nm diukur dalam kuvet setebal 1. larutan ini memiliki absorbansi 0. METODE ADISI STANDARD Contoh: Standard Addition 2 titik Sebanyak 25. S1 = 0.4 ppm Vx = 25.610 (kuvet 1.00 cm.416 )( 23 .610 Vs = 10 mL cs = 23.0 mL Arie BS S1csVs cx  S2  S1 Vx cx  (0.0 mL.0 mL larutan yg mengandung 23.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat B. Setelah diencerkan hingga50.610  0.4)(10 .4 ppm quinine.

• Rasio analit terhadap standard internal digunakan sebagai sumbu Y dalam plot kurva kalibrasi dan untuk menetapkan sampel. Arie BS . METODE STANDARD INTERNAL • Umumnya digunakan dalam GC dan HPLC • Suatu senyawa reference/pembanding (standard internal) dengan volume/massa yg konstan ditambahkan ke dalam larutan standar dan sampel.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat C.

00E+05 0. METODE STANDARD INTERNAL Hexane Calibration Curve 2.50E+06 1.Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat C.00E+06 y = 31641x + 142659 R2 = 0.00E+00 0 10 20 30 40 50 60 Conc. (ppt hexane) Arie BS .00E+06 5.50E+06 2.8171 Peak Area 1.

Analisis Instrumen I Metode Kalibrasi Alat C. (ppt hexane) Arie BS .5 0 0 10 20 30 40 50 60 Conc. METODE STANDARD INTERNAL Hexane/Octane Calibration Curve 2.5 1 0.9998 Heaxne/Octane Peak Area 1.0772 2 R2 = 0.0359x + 0.5 y = 0.

.. 2025:3.098090-.6:490/:.38   :.7:9.8.883897:203 094/0.5.32/::7/.3./03..-847-.3203.28.9  % $$%# 4394$9.7:9.2.25.3/::7.        552    .  2/. 2 .8'8 ../.3/. 9:3 4380397.36:330/03.3042-.07.3. 2.07.3 2 .6:49.3./.38.-847-./.2  $0-.3. .8 552 6:330/.3/:3 5526:330 $090.383.250 $   $   '8  2 .  $  $ ' .-7.7///94399 $0-.09  .-847-.3 3.2.25:7/03.2:.8  552 '  2 70$ $.33202.7:9.33.38 5.

3.7010703.3/.0..9  % $%#%# W &2:23.-7.9:803..3! W $:.883897:203 094/0./:3.8.2/..

3.3/3 89.502-.3/.4:20.7/39073. /03.

-7..7:9.3/.3...589./:3.8/.2..2.8:2-:/.5..9907..2-.250 70$ .7/.84.380-.2549:7.3/. 4389.7/39073. .38.3:39:20309.38.250 W #.30/.389.3/9./.88.

70.-7.30.9  % $%#%# 0.-7.3.                  43.30 70$ .  5590.8.883897:203 094/0.0          #    !0.943:7.

30.883897:203 094/0.9  % $%#%# 0.-7.8.3.

-7.0        #    0.9. .30.943:7.30.

 5590.70.9.30 70$ .           43. .30!0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful