Anda di halaman 1dari 8

DESTILASI UAP AIR

Kartika Amin Harianty Andi.M Masita Yasriani Fahmi Abdullah Sumini Amir Whijayanty Ellyas Mana

(150 (150 (150 (150 (150 (150 (150

240 240 240 240 260 260 260

171) 231) 061) 081) 060) 241) 070)

Destilasi uap air diperuntukkan untuk menyari simplisia yang mengandung minyak menguap atau mengandung komponen kimia yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara normal. Pada metode ini uap air digunakan untuk menyari simplisia dan dengan adanya pemanasan kecil uap air tersebut menguap kembali bersama minyak menguap dan dikondensasikan oleh kondensor sehingga terbentuk molekul-molekul cairan yang menetes ke dalam corong pisah penampung yang telah diisi dengan air. Penyulingan dilakukan dengan sempurna.

Alat Destilasi Uap Air Skala Kecil

CARA KERJA
Sampel yang akan diekstraksi direndam dalam gelas kimia selama 2 jam setelah itu dimasukkan ke dalam bejana (B), bejana (A) diisi air dan pipa-pipa penyambung serta kondensor dan penampung corong pisah dipasang dengan kuat. Api bunsen pada bejana (A) dinyalakan sehingga airnya mendidih dan diperoleh uap air yang selanjutnya masuk ke dalam bejana (B) melalui pipa penghubung untuk menyari

sampel dengan adanya bantuan api kecil pada bejana (B), minyak menguap yang telah tersari selanjutnya menguap menuju kondensor, karena adanya pendinginan balik, uap dari minyak menguap ini mengalami kondensasi menjadi molekulmolekul minyak menguap yang menetes ke dalam corong pisah penampung yang telah berisi air. Lapisan minyak menguap dan air dipisahkan dan dilakukan pengujian selanjutnya.

Alat Destilasi Uap Air Skala Besar

CARA KERJA
Sampel yang akan diekstraksi dibungkus dengan kain kasa kemudian dimasukkan ke dalam bejana (A) dan cairan penyari pada bejana (B). Bejana (B) dipanaskan dan kondensor (2,3 dan 4) dialiri air, kran 6 dibuka dan kran lainnya (5,7) ditutup dan selanjutnya diembunkan oleh pendingin (2) sehingga terbentuk molekul-molekul cairan penyari yang mengalir masuk ke dalam bejana (A) dan mengekstraksi simplisia.

Setelah cairan penyari mencapai kaca pendingin (13) maka kran (7) dibuka sehingga cairan penyari yang telah menyari sampel masuk ke dalam bejana pelarut (B). Setelah habis, kran (7) ditutup kembali, begitu seterusnya sehingga tersari sempurna. Untuk memperoleh kembali pelarut murni, kran (6,7) ditutup dan kran (5) dibuka sehingga uap cairan penyari yang telah diembunkan melalui kondensor (3) selanjutnya ditampung dalam wadah penampung (9) sebagai pelarut murni. Minyak menguap yang diperoleh dapat dikeluarkan melalui kran (10).