0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan28 halaman

SOP Pembibitan

Dokumen ini adalah Prosedur Operasional Standar untuk pembibitan kelapa sawit yang disusun oleh PT. Provident Agro. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bibit berkualitas yang dapat tumbuh optimal setelah transplanting, dengan penekanan pada pengelolaan intensif dan persiapan yang matang. Prosedur mencakup syarat lokasi, infrastruktur, sumber benih, sistem pembibitan, dan administrasi yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan pembibitan.

Diunggah oleh

Mayu Arya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan28 halaman

SOP Pembibitan

Dokumen ini adalah Prosedur Operasional Standar untuk pembibitan kelapa sawit yang disusun oleh PT. Provident Agro. Tujuannya adalah untuk menghasilkan bibit berkualitas yang dapat tumbuh optimal setelah transplanting, dengan penekanan pada pengelolaan intensif dan persiapan yang matang. Prosedur mencakup syarat lokasi, infrastruktur, sumber benih, sistem pembibitan, dan administrasi yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan pembibitan.

Diunggah oleh

Mayu Arya
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDARD OPERATION PROCEDURE

PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 2 dari 28 halaman.

PENDAHULUAN

Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit. Melalui tahap
pembibitan diharapkan akan dihasilkan bibit yang baik dan berkualitas sehingga setelah transplanting ke lapangan
akan menjadi tanaman yang tumbuh optimal dan berproduksi maksimal.

Bibit kelapa sawit yang baik adalah bibit yang memiliki kekuatan dan penampilan tumbuh yang optimal serta
berkemampuan menghadapi kondisi cekaman lingkungan pada saat pelaksanaan transplanting dari pembibitan ke
areal tanam.

Dalam usaha menghasilkan bibit yang baik dan berkualitas, diperlukan pengelolaan yang intensif selama dalam
tahap pembibitan. Dalam pengelolaan pembibitan diperlukan pedoman kerja yang dapat menjadi acuan sekaligus
kontrol selama pelaksanaan di lapangan.

Standard Operation Procedure Pembibitan Kelapa Sawit ini disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan
pembibitan sehingga dapat dihasilkan bibit seperti yang diharapkan.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08.

Tgl Efektif : 01 Januari 2008.

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 3 dari 28 halaman.

I. PERSIAPAN PEMBIBITAN
1.1. Lokasi Pembibitan
Syarat-syarat lokasi pembibitan :
 Areal memiliki tofografi yang rata dan tidak tergenang atau banjir saat musim hujan.
 Dekat dengan sumber air dan dapat dipastikan sumber air cukup untuk memenuhi kebutuhan air sepanjang
periode pembibitan. Kebutuhan air minimum untuk setiap ha pembibitan adalah 100 m3 setiap harinya.
 Dekat dengan rencana areal penanaman dan memiliki akses jalan yang baik.
 Dekat dengan lokasi tempat pengambilan tanah isian polybag dan mudah dijangkau sehingga memudahkan
pengawasan bibit.
 Bebas dari gangguan ternak, hama dan penyakit, terutama penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh
jamur Ganoderma boninense.
1.2. Infrastruktur Pembibitan
 Infrastruktur pembibitan terdiri dari bangunan kantor, gudang dan instalasi penyiraman.
 Letak bangunan harus strategis untuk memudahkan pengawasan seluruh kegiatan di pembibitan.
 Bangunan gudang, kantor asisten, kerani dan mandor menjadi satu bagian untuk memudahkan keluar masuk
barang dan pengawasan.

1.3. Luas Pembibitan


Luas areal pembibitan 1,0 – 1,5 % dari luas areal rencana penanaman dan tergantung pada jumlah bibit dan jarak
tanam yang digunakan, dan memperhitungkan pemakaian jalan. Setiap ha pembibitan diperlukan jalan pengawasan
200 m dengan lebar 5 m.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 4 dari 28 halaman.

1.4. Sumber Benih


Sumber benih atau bahan tanaman harus berasal dari pusat sumber benih yang memiliki legalitas dari pemerintah.
Benih yang baik yaitu benih hasil persilangan Dura dan Pisifera (D x P), karena mampu menghasilkan produktivitas
minyak yang tinggi. Bahan tanaman kelapa sawit disediakan dalam bentuk kecambah (germinated seed).

Kebutuhan benih berdasarkan kerapatan tanam per ha sebagai berikut :


a. Kerapatan 136 pohon/ha diperlukan 180 kecambah/ha
b. Pemesanan kecambah sebaiknya dilakukan 3 – 6 bulan sebelum pembibitan dimulai.
c. Persiapan lapangan disesuaikan dengan jadwal kedatangan kecambah.

1.5. Sistem Pembibitan


Sistem pembibitan terdiri dari 2 cara :
a. Pembibitan satu tahap (single stage), penanaman kecambah kelapa sawit langsung dilakukan ke
pembibitan utama (main nursery).
b. Pembibitan dua tahap (double stage), terdiri dari pembibitan awal (pre nursery) selama + 3 bulan pertama ditanam
pada polybag berukuran kecil (babypolybag) berwarna hitam dan pembibitan utama (main nursery) yang ditanam
dengan polybag berukuran besar (large polybag) warna hitam, selama 7 – 9 bulan sampai siap tanam.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 5 dari 28 halaman.

1.6. Administrasi Pembibitan


a. Data penerimaan kecambah dari sumber kecambah dan seleksi kecambah.
b. Data pengelompokkan bibit berdasarkan tingkat pertumbuhan dari kelompok/varietas hingga penanaman di
lapangan.
c. Peta blok yang berisi bulan/tahun tanam, jumlah bibit di tanam atas dasar jenis/kelompok dan sub kelompok
pada masing-masing blok penanaman.
d. Dibuat administrasi struktur bibit yang dilaporkan tiap bulan.
e. Data seleksi bibit setiap periode bibitan
f. Setiap permintaan bibit dari afdeling harus menggunakan surat permintaan bibit yang jumlahnya disesuaikan
dengan inventarisasi baris, sedangkan dari pembibitan memberikan surat pengantar bibit yang sesuai dengan
jenis kelompok yang dikehendaki sesuai dengan kebutuhan blok.

Gambar benih
yang baik dan afkir

Kecambah yang baik dan dapat disemaikan Kecambah yang harus diafkir
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 6 dari 28 halaman.

Contoh perhitungan kebutuhan kecambah kelapa sawit untuk pembibitan


a) Kecambah di diterima = 100 %
Seleksi kecambah = 2%
Ditanam dipembibitan awal = 98 %
Mati dan lain-lain di pembibitan awal = 4%
Seleksi di pembibitan awal = 3%
Bibit siap salur ke pembibitan utama = 91 %
b) Bibit di tanam di pembibitan utama= 91 %
Mati dan lain-lain di pembibitan utama = 1%
Seleksi I = 4%
Seleksi II = 2%
Seleksi III = 1%
Bibit siap salur dari pembibitan utama = 83 %
c) Persentase kematian bibit setelah ditanam di lapangan bervariasi tergantung pada kondisi areal
dan lingkungannya. Jika tidak terjadi force majeure diasumsikan kematian bibit sebesar 10 %
d) Berdasarkan perhitungan a dan b, maka kebutuhan kecambah untuk 1 ha tanaman dengan
kerapatan tanaman 136 pohon/ha adalah :
(136 + 14) x 100 %
Kebutuhan Kecambah = = 180 kecambah/ha
83
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 7 dari 28 halaman.

Form Struktur Bibit Bulanan


MONI TORI NG J UMLAH KECAMBAH DAN BI BI T KELAPA SAWI T
PT :Langgam I nti Hibrindo
Bulan :Desember 2007
PENERI MAAN KECAMBAH / KKS
Periode \ Asal Marihat Socfindo Londsum BSM Total
Tgl. 26 Sept 2007 52,000
Tgl. 15 Des 2007 52,000
Bi
Tgl.
Ttl.
SBI 143,791 104,000 247,791

Seleksi KKS (afkir) %


Bi 53 0.02
Sbi 492 0.20

Posisi bibit di Prenursery Tanam Prenursery %


Umur J umlah % Bi 51,947
0- 1 51,947 49.95 Sbi 247,299 99.80
1- 2 51,228 49.26
2- 3 Seleksi di Pre (afkir) %
3- 4 Bi 28
>4 Sbi 5424 2.19
Total 103,175 99.21

Posisi bibit di Mainursery Tanam Mainnursery %


Umur J umlah % Bi
3- 4 Sbi 138,728 56.10
4- 5
5- 6
6- 7
7- 8 Seleksi di Main (afkir) %
8- 9 Bi 238 0.17
9 - 10 Sbi 12,630 9.10
10 - 11
11 - 12
> 12 104,673 100
> 24
> 36
Total 104,673 100
Distribusi ke Lap %
Bi 3,461 2.49
Sbi 21,425 15.44

Tanam Sendiri % Mutasi kebun lain %


Bi 3,461 100 Bi
Sbi 21,425 100 Sbi
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 8 dari 28 halaman.

Contoh papan (patok) identitas di pembibitan


STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 9 dari 28 halaman.

II. PEMBIBITAN AWAL (PRE NURSERY)


2.1 Persemaian
 Kecambah yang baik untuk persemaian adalah biji kelapa sawit yang telah tumbuh plumula (bakal daun) dan
radikula (bakal akar) sekitar 0.5 – 2 cm, sehat dan tegap, tumbuh lurus dan tidak cacat dan tidak luka. Radikula
diameter lebih kecil dan berwarna lebih kekuningan dan berbulu dibandingkan degan plumula yang kehijauan. Lebih
mudahnya penandaan yaitu besar ke atas (plumula) dan kecil panjang ke bawah (radikula).
 Tim penanam kecambah terdiri dari 3 orang yaitu yang pembuat lubang, pengecer benih dan penanam benih.
 Kecambah tetap berada di tempat yang teduh dan keadaan lembab, jangan terkena sinar matahari langsung dalam
waktu yang lama.
Penanaman kecambah yaitu bagian cangkang tertutup tanah + 1 cm dan tidak dibenarkan menekan kecambah agar
tidak patah.

2.2. Ukuran Polybag


 Ukuran polibeg di PN standard berukuran lebar 15 cm, tinggi
22 cm dan tebal sekitar 0,1 mm.
 Bagian separuh bawahnya terdapat lubang perforasi
berdiameter 3 mm. Baris pertama lubang perforasi berjarak 2 cm
dari jahitan bagian bawah polibeg. Lubang perforasi dibuat
sebanyak 3 baris, baris kedua dan ketiga berjarak 5 cm.
 Lubang yang berada di pinggir berjarak 4 cm dari tepi,
sedangkan lubang yang ditengah berjarak 3 cm dari lubang tepi. Penanaman yang terlalu dangkal (kiri) dan
penanaman yang cukup dalam (kanan)
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008.

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 10 dari 28 halaman.

2.3. Media Tanah Pengisi Polybag di Pre Nursery


 Tanah harus gembur dan tidak kedap air (top soil), mempunyai konsistensi yang baik (tidak terlalu mudah pecah),
tidak berbongkah keras dan bertekstur baik.
 pH tanah 4.5 – 6.0 dan mempunyai nutrisi yang cukup.
 Tanah diayak dengan ayakan dari kawat berdiameter 1.5 cm – 2.0 cm.
 Bebas dari sisa akar, kayu, batuan dan bekas herbisida.
 Tidak berasal dari areal yang terinfeksi penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma boninense).
 Sebaiknya campuran dari campuran antara lapisan atas tanah (top soil) dengan 3,0 kg pupuk RP/m3 tanah.
 Pengisian harus cukup padat sampai mencapai 2 cm dari tepi atas polibeg. Satu sampai dua minggu sebelum
penanaman, polybag harus disiram setiap hari agar diperoleh kelembaban tanah yang optimal sehingga penanaman
kecambah dapat terlaksana dengan baik.

2.4. Bedengan
 Polybag disusun cukup rapat terdiri dari 10 – 12 polibeg per baris. Sebelumnya disemprot insektisida.
 Bedengan berukuran 1.2 m x 15 m, dibatasi oleh kayu/papan 10 cm x 2 cm atau batang bambu kecil/kayu diameter
2 cm dengan panjang sesuai panjang bedengan.
 Jarak antar bedengan 60 cm. Tinggi bedengan 5 – 10 cm.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008.

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 11 dari 28 halaman.

2.5. Naungan
 Naungan sangat diperlukan pada Pre Nursery, berfungsi untuk melindungi bibit dari intensitas sinar matahari secara
langsung yang dapat menyebabkan sun scorch dan stress, menghindari terbongkarnya akar atau benih ke permukaan
tanah akibat terpaan air hujan, serta mengurangi media tanah cepat mengering.
 Standar naungan di Pre Nursery : Tinggi 2 meter,lebar 2 meter atau 3 kali lebar bedengan (termasuk jalan, sekitar 4
meter) dan panjang sesuai dengan panjang bedengan (biasanya 10 meter).
 Naungan dibuat dari daun kelapa sawit atau daun alang-alang (yang diikat) yang telah bebas dari penyakit (sebelum
digunakan disemprot dengan fungisida (konsentrasi 0,15 – 0,2 % sampai basah jika diperlukan). Tiang dari bambu
atau kayu.
 Jumlah pelepah per meter bedengan diperlukan 4 – 5 lembar pelepah daun kelapa sawit.
 Pengurangan pelepah sebanyak 1 pelepah/ 2minggu dilakukan setelah bibit berumur 2 bulan dan berakhir setelah
bibit berumur mencapai 3 bulan atau bibit berdaun 3 – 4 lembar.
 Pengontrolan keteduhan naungan dilakukan terutama pada awal pembibitan PN dimulai.

2.6. Monitoring Pertumbuhan Bibit Pre Nursery


 Dilakukan dua kali sebulan untuk mengetahui kemajuan pertumbuhan bibit.
 Meliputi pengukuran tinggi, jumlah pelepah, besar bonggol, kemungkinan adanya gejala defisiensi hara, serangan
hama, penyakit dan gejala fisiologis (etiolasi, plasmolisis, kekeringan, sun scorch dan penambahan tanah)

2.7. Penyiraman
 Penyiraman dapat dilakukan dengan cara manual (selang + kepala gembor atau dengan selang berlubang ( tube
system), tekanan air saat penyiraman dikurangi untuk menghindari kerusakan akar bibit.
 Penyiraman dilakukan 2 x sehari atau tergantung curah hujan.
 Pemeriksaan kebasahan media tanah dalam polybag agar selalu dilakukan.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008.

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 12 dari 28 halaman.

Kegiatan di Pre Nursery

Penyiraman di Pre ursery Naungan di Pre Nursery Bibit kembar dipisah dalam
petak tersendiri
2.8. Pemupukan di Pre Nursery
 Tidak dilakukan sampai bibit berumur 2 bulan, namun pada kondisi media tanah sangat berpasir
atau campuran gambut, maka pemupukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
 Pemupukan Urea dengan konsentrasi sesuai dosis dan umur pre nursery dalam 18 liter air untuk
400 bibit. Dilakukan dengan cara semprot (foliar application).
 Pupuk majemuk 15-15-6-4 diaplikasikan dengan cara foliar application dengan konsentrasi sesuai
dosis dan umur pre nursery dalam 18 liter air untuk 400 bibit. Jika pupuk majemuk digunakan, urea
tidak diperlukan.
 Alat semprot harus bersih dari pengaruh herbisida, pupuk dipastikan sudah larut benar sebelum
diberikan.
 Waktu pemupukan pada cuaca cerah dengan sinar matahari yang terik dan suhu udara tinggi,
foliar application tidak dapat dilakukan karena dapat mengakibatkan sun scorch.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 13 dari 28 halaman.

Standar dosis pemupukan bibit kelapa sawit di pre nursery

Umur Dosis
Jenis Pupuk dan Aplikasi
(minggu) (gram/ 400 pokok)
4 (daun - 1) 30 UREA, dilarutkan dalam 18 ltr air (untuk 400 bibit)
5 60 NPK 15-15-6-4, dilarutkan dalam 18 ltr air (untuk 400 bibit)
6 60 NPK 15-15-6-4, dilarutkan dalam 18 ltr air (untuk 400 bibit)
7 75 NPK 15-15-6-4, dilarutkan dalam 18 ltr air (untuk 400 bibit)
8 90 NPK 15-15-6-4, dilarutkan dalam 18 ltr air (untuk 400 bibit)

2.9. Serangan Hama/Penyakit


 Hama utama pada bibitan yaitu Apogonia sp.
 Penyakit utama pada bibitan yaitu penyakit bercak daun Curvularia, Helminthosporium, atau Antracnose.
 Pengendalian Apogonia dengan insektisida, dilakukan pada sore hari menjelang malam.
 Bibit yang terserang penyakit bercak daun (Antracnose) dengan kriteria berat agar segera dimusnahkan, sedangkan
kriteria ringan-sedang dapat dirawat ditempat khusus (diisolasi.
 Pencegahan dengan aplikasi insektisida dan fungisida dapat dilakukan dengan rotasi 1-2 minggu sekali jika
diperlukan.
 Keterlambatan penyemprotan merupakan kesalahan besar yang tidak boleh dilakukan.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 14 dari 28 halaman.

2.10. Bibit Kembar (doubleton) atau Multi Embrio


 Bibit kembar mempunyai sifat genetik yang mirip dan dapat dipelihara menjadi tanaman yang produktif atau sama
dengan bibit yang bertunas tunggal.
 Pemisahan dilakukan pada bibit berumur 10 – 12 minggu, dengan cara memotong tanah atau mengepal
(memadatkan) isi tanah dalam polybag serta memisahkan bibit dengan tangan secara hati-hati. Kemudian ditanam
kembali dalam polybag PN dan ditempatkan di bawah naungan selama 1 minggu. Bibit ditransplanting ke pembibitan
main nursery setelah + 1 bulan kemudian.
 Penyiraman pada bibit kembar yang dipisah segera dilakukan dan intensif.

Bibit kembar/multi embrio dan cara pemishan bibit kembar


STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 15 dari 28 halaman.

III. PEMBIBITAN UTAMA (MAIN NURSERY)


3.1. Persiapan
 Areal harus besih dari gulma, kayu, dan bukan areal sumber penyakit. Kemudian areal dibagi menjadi blok-blok, tiap
blok dibagi lagi menjadi petak-petak dan anak petak, jalan serta parit. Kemudian dilakukan pemancangan. Sistem
penanaman dengan sistem segi tiga sama sisi.
 Jarak tanam 70 x 70 x 70 cm atau 75 x 75 x 75 cm untuk umur bibt di MN kurang 12 bulan dan ukuran polibeg < 40 x
45 cm. Jarak tanam 90 x 90 x 90 cm untuk umur bibit sampai 12 bulan atau lebih dengan polybag 40 x 45 cm. Dalam 1
ha dapat menampung + 13.000 bibit.
 Jumlah barisan per petak 110 baris dan setiap petak diberi jalan kontrol, perawatan dan pemupukan dengan lebar
+ 90 cm.

3.2. Media Tanah dan Polybag di Main Nursery


 Media tanah dari tanah mineral lapisan atas (top soil). Tanah liat bisa dicampur dengan tanah berpasir dan tanah
organik (kompos/pupuk kandang). Sebelum diisikan ke polybag digemburkan terlebih dahulu. Tanah harus bebas dari
kerikil, akar dan penyakit busuk pangkal batang (Ganoderma sp.). Pencampuran tanah dengan fosfat sangat dianjurkan
(1-2 kg RP/m3 tanah).
 Pengisian tanah di polybag harus cukup padat sampai + 5 cm dari tepi polybag , dengan cara diguncang ( bump).
Setelah pengisian, penyiraman dilakukan selama 7 – 10 hari.
 Ukuran polybag adalah lebar 40 cm, tinggi 45 cm dan tebal 0,20 mm. Mutu polybag yang baik yaitu warna hitam
mengkilat, permukaan halus dan tidak ada bintik-bintik, tidak ada garis-garis, cukup elastis, tidak mudah sobek, tidak
mudah lapuk dan tidak mudah kusam, tidak berbau menyengat, jumlah dan ukuran perforasi cukup, ukuran dan mutu
seragam.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 16 dari 28 halaman.

3.3. Penanaman dan Konsolidasi


 Pemindahan bibit dari PN ke MN setelah bibit berumur 3,0 – 3,5 bulan atau telah berdaun 3 – 4 helai dan telah
dilakukan seleksi dengan ketat.
 Penyiapan lubang tanam pada polybag MN dengan ukuran polybag PN untuk memudahkan penanaman. Cetakan
lubang dibuat dari pipa PVC dengan ukuran yang tepat dipotong sepanjang 15 cm dan diberi pegangan.
 Penyiraman dan pemupukan harus tepat waktu. Jadwal pemupukan mengikuti standard pemupukan di bibit MN.
 Konsolidasi dilakukan dengan mengisi tanah yang kurang, menegakkan polybag yang doyong, menegakkan posisi
bibit, membuang bibit abnormal dan menyisipnya.
 Pada waktu menegakkan posisi bibit, pekerja harus hati-hati agar pangkal batang yang masih lunak tidak patah.
Kemudian tanah disekitar bibit ditekan sedikit.
 Polybag yang pecah (sobek) agar diganti atau dilapis dengan polibeg yang baru.

3.4. Pertumbuhan Bibit


 Pertumbuhan bibit diukur dengan cara pengukuran tinggi dan jumlah pelepah serta besar bonggol bibit.
Rerata
Umur Diameter Bonggol
Jumlah Tinggi (cm)
(Bulan) (cm)
Tabel 1. Standar Pertumbuhan Pelepah
3 3.5 20 1.3

Bibit Kelapa Sawit D x P 4


5
4.5
5.5
25
32
1.5
1.7
6 8.5 40 1.8
7 10.5 52 2.7
8 11.5 64 3.6
9 13.5 88 4.5
10 15.5 102 5.5
11 16.0 114 5.8
12 18.5 127 6.0
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 17 dari 28 halaman.

3.5. Pengendalian Gulma


 Ada dua kegiatan yaitu membuang gulma dalam polybag dan membersihkan gulma di areal antar polybag.
 Pengendalian dilakukan dengan cara manual yaitu di dalam polybag dilakukan dengan cara mencabut secara hati-
hati, dan diluar polybag dengan cara menggaruk dengan cangkul atau garuk.
 Pengendalian dilakukan secara rutin dengan tiap bulan sekali.
 Tidak dianjurkan pengendalian gulma dengan herbisida.

3.6. Pengendalian Hama dan Penyakit


 Hama utama di MN yaitu uret kumbang tanduk, Apogonia sp., ulat kantong, ulat api dan belalang. Pengamatan dan
pengendalian rutin dilakukan.
 Penyakit utama di MN yaitu penyakit bercak daun Culvularia, Helminthosporium, atau Antracnose. Culvularia banyak
menyerang bibit yang kurang penyiraman dan panas yang tinggi.
 Dampak serangan penyakit sangat besar, dan pada serangan berat bisa menyebabkan kematian bibit. Oleh karena
itu perlu dilakukan pengendalian dengan fungisida secara rutin.
 Pengendalian Apogonia sp. Dengan penyemprotan pada sore hari dengan Karbaril 85 %, sedangkan belalang
dilakukan setelah penyiraman pada pagi hari. Ulat kantong dan ulat api dilakukan dengan hand picking system
(manual). Uret dengan Fipronil 3% 5-10 gram/bibit, Deltametrin 2,5 % 5 – 10 cc/bibit atau Natrium metan 370 sebanyak
2 gram/bibit.
 Fungisida yang digunakan agar selalu diaplikasikan secara benar (dosis yang tepat, frekuensi tepat, dan setelah
penyemprotan 3 – 4 jam tidak turun hujan).
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 18 dari 28 halaman.

Tabel 2. Beberapa jenis hama/penyakit dan pengendaliannya

Pestisida
Jenis Hama/Penyakit Konsentrasi Rotasi Keterangan
(Bahan aktif)

Hama :
1. Aphids sp. Dimethoate 0.10% 2 minggu Semprot
2. Apogonia sp. Carbaril 0.05% 2 minggu Semprot
3. Belalang Carbaril 0.05% 2 minggu Semprot
4. Jangkrik Endosulfan 5 gr/phn 3 bulan Tabur
5. Keong Diazinon 5 gr/phn 3 bulan Semprot
6. Tikus Coumaclore 2 bh 1 minggu Umpan
7. Ulat api Carbaril 0.05% 2 minggu Semprot
Deltametrin 0.05% 2 minggu Semprot
8. Uret Karbofuran 3% 5-10 minggu Tabur
Penyakit :
1. Antracnose Mankozeb 0.10% 2 minggu Semprot
2. Becak daun Kaptafol 0.20% 2 minggu Semprot

Catatan : 0,1 % = 1 cc/ltr air, 5 gr = 5 gram/ltr air dan 2 bh = 2 potong (bait)

3.7. Pemeliharaan Parit dan Jalan


 Pemeliharaan parit dilakukan sesuai dengan rotasi membersihkan gulma yang mengganggu aliran air dalam parit.
 Perawatan jalan dilakukan secara insidentil apabila kondisinya tergenang atau pertumbuhan gulma mengganggu
pelaksanaan kerja di pembibitan.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 19 dari 28 halaman.

3.8. Pemupukan
 Aplikasi pemupukan dengan pupuk majemuk NPK 15 : 15 : 6 : 4, NPK 12 : 12 : 17 : 2 dan Kieserite
 Pemberian pupuk tabur ke dalam polybag harus merata dengan jarak 5 cm dari bonggol bibit. Pupuk jangan
mengenai bagian bibit agar tidak terjadi plasmolisis (mati jaringan/terbakar).
Tabel 3. Standar dosis pemupukan bibit kelapa sawit di main nursery
Umur Dosis
Jenis Pupuk
(minggu) (gram/pokok)
9 3.5 NPK 15-15-6-4
10 3.5 NPK 15-15-6-4
12 7 NPK 15-15-6-4
14 7 NPK 12-12-17-2 + TE
16 7 NPK 15-15-6-4
18 7 NPK 12-12-17-2 + TE + 7 gr Kieserite
20 7 NPK 15-15-6-4
22 7 NPK 12-12-17-2 + TE
24 7 NPK 15-15-6-4 + 7 gr Kieserite
26 15 NPK 12-12-17-2 + TE
28 15 NPK 15-15-6-4
30 15 NPK 12-12-17-2 + TE
32 15 NPK 15-15-6-4 + 15 gr Kieserite
34 30 NPK 12-12-17-2 + TE
36 30 NPK 12-12-17-2 + TE
38 30 Kieserite
40 30 NPK 12-12-17-2 + TE
42 30 Kieserite
44 30 NPK 12-12-17-2 + TE
46 30 NPK 12-12-17-2 + TE
48 30 NPK 12-12-17-2 + TE
51 30 Kieserite
54 30 NPK 12-12-17-2 + TE
57 30 NPK 12-12-17-2 + TE
60 30 NPK 12-12-17-2 + TE + 30 gr Kieserite
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 20 dari 28 halaman.

3.9. Pemberian Mulsa


 Manfaat pemberian pulsa di MN yaitu 1) mengurangi penguapan air tanah, 2) mengurangi tekanan air siraman yang
menimpa tanah dan kehilangan pupuk, 3) menekan pertumbuhan gulma, 4) menahan kelembaban tanah pada musim
kering, dan 5) menambah unsur hara dalam tanah. Dianjurkan pada daerah dengan temperatur tinggi.
 Mulsa yang bisa dipakai di MN yaitu cangkang, mesocarp, campuran cangkang + mesocarp kelapa sawit, tandan
kosong yang dicacah, potongan daun alang-alang. Ketebalan mulsa 2-2.5 cm.
 Pemberian mulsa dilakukan setelah konsolidasi. Bahan organis dari mulsa tidak mengandung hama dan penyakit
sebagai sumber penularan.

3.10. Penyiraman
 Penyiraman dilakukan dengan cara manual (selang + kepala gembor) atau dengan cara tube system atau overhead
sprinkler.
 Pemilihan cara penyiraman didasarkan pada :
- Lamanya lokasi pembibitan dilakukan. Pembibtan yang hanya satu periode pembibitan sebaiknya menggunakan
cara manual + kepala gembor.
- Jumlah bibit yang dipelihara. Jumlah bibit yang sangat banyak sebaiknya dengan cara pengabutan, misal dengan
kirico atau sumisansui
 Pengontrolan penyiraman wajib dilakukan untuk memastikan tanah dalam polybag cukup basah. Pengontrolan
peralatan penyiraman dilakukan secara periodik . Bagian yang rawan rusak yaitu sambungan pipa/selang dan pompa
air.
 Hindari penyiraman tidak merata dan tidak benar karena bisa menyebabkan perakaran menggantung akibat erosi
tanah waktu penyemprotan. JIka terjadi segera dilakukan penambahan tanah.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 21 dari 28 halaman.

Tabel 4. Standar air bersih untuk penyiraman bibit kelapa sawit (dalam ppm)
Uraian Air Bersih Untuk Pembibitan

pH 6.5-9.0 > 4.5

Cu 5.00 0.05

Mg 30.00 30.00

Ca 5.00 > 1.00

Mn 0.10 0.20

Zn 0.10 0.20

Fe 0.01 0.50

Tabel 5. Prakiraan kebutuhan air berdasarkan umur bibit di main nursery

No. Umur bibit (bulan) Jumlah air (liter/bibit/hari)

1 0-2 0.6

2 2-4 0.7

3 4-6 1.0

4 >6 1.5
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 22 dari 28 halaman.

Kegiatan di Main Nursery

Pengendalian gulma
Bibitan di Main Nursery Pemeriksaan bibit di MN
secara manual
dari serangan rayap

1 2 3 4
Pemberian mulsa cangkang (1), mesocarp (2), campuran cangkang + mesocarp (3) dan tanpa mulsa (4)
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 23 dari 28 halaman.

IV. SELEKSI BIBIT


Seleksi bibit dilakukan untuk memastikan bibit yang akan ditanam merupakan bibit yang baik dan sehat. Berikut
pedoman seleksi bibit :
1. Bibit abnormal, dapat disebabkan oleh kesalahan perlakuan penanaman, penyiraman, pemupukan dan herbisida.
2. Seleksi bibit di Pre Nursery dilakukan pada umur 2 bulan dan menjelang pemindahan ke Main Nursery. Bibit yang
afkir mencapai 8 – 10 %. Dilakukan 3 tahap, dengan memberi tanda dengan patok kayu kecil yang ujungnya dicat
dan ditancapkan di dalam polibeg yang bibitnya tidak memenuhi syarat. Seleksi dilakukan per kelompok dengan
meletakkan bibit mati/afkir dibagian ujung kelompok/persilangan.
a. Seleksi pertama pada kecambah yang tidak tumbuh, ditandai dengan patok yang berwarna putih.
b. Seleksi kedua pra seleksi pada bibit abnormal, ditandai dengan patok yang berwarna biru.
c. Seleksi ketiga pada bibit yang diyakini tumbuh abnormal ditandai dengan patok warna merah.
3. Seleksi bibit di Main Nursery dilakukan pada bibit umur 4, 9 dan 12 bulan (menjelang pindah ke lapangan).
Jumlah bibit afkir mencapai 8 -10 %.
4. Kriteria bibit abnormal :
a. Bibit tumbuh berputar
b. Bibit dengan anak daun tidak merata (top flat)
c. Bibit yang terserang penyakit tajuk (crown disease)
d. Bibit kerdil dibandingkan dengan bibit lain dengan umur dan persilangan yang sama.
e. Bibit tumbuh menguncup dan kaku
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 24 dari 28 halaman.

f. Bibit dengan daun terkulai dan lemas


g. Bibit dengan anak daun pendek dan lebar.
h. Bentuk anak daun tidak sempurna, misalnya helaian anak daun tumbuh rapat (short internode) atau sangat
jarang (wide internode).
i. Seminggu sebelum bibit dipindah ke lapangan sebaiknya polybag bibit diputar untuk memutuskan akar yang
menembus polybag.
j. Saat pindah jangan sampai polibeg pecah dan pelepah bibit rusak agar pertumbuhan bibit tidak mengalami
shock planting.
k. Setiap pengiriman bibit agar disertakan nomor kelompok bibit sesuai dengan jumlah permintaan
blok afdeling.
l. Setelah dilaksanakan penanaman dilakukan inventarisasi jumlah baris per blok, pohon per baris, jumlah
pohon
per blok dan dipetakkan dalam peta riwayat tanaman (peta blok).
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 25 dari 28 halaman.

Contoh Kelainan Pertumbuhan di Pembibitan

Khimera : Bibit dengan Daun menggulung (rolled Daun tidak membuka atau Daun berkerut : Bibit perlu
kelainan pembentukan khlorofil leaf) : Bibit tidak dapat pulih dan terlambat membuka. Kalau tidak ekstra pupuk dan pemeliharaan
pada daun. Bibit harus diafkir bibit harus diafkir lekas membuka, biibt diafkir intensif, jika tidak pulih bibit harus
diafkir

Plasmolisis : Akibat pemberian Tajuk tidak normal : tajuk Bibit kerdil : Bibir kerdil (kiri) vs
pupuk yang berlebihan. Buang Crowm disease (penyakit
tidak membuka (rosset crown) bibit normal (kananK umur 4 bulan tajuk) : Merupakan kelainan
sisa pupuk yang masih ada di dan bentuk pelepah yang di pre nursery. Bibit kerdil harus
permukaan tanah di polibeg. genetik. Bibit harus diafkir
pendek. Bibit harus diafkir diafkir
Berikan penyiraman yang cukup
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 26 dari 28 halaman.

Contoh Kelainan Pertumbuhan di Pembibitan

Anak daun yang jarang (long internode) : harus diafkir. Bibit yang tumbuh meninggi Bibit berputar : Bibit dengan Bibit tegak (erect) : Pelepah daun
(etiolasi) terjadi akibat letak bibit yang terlalu rapat pertumbuhan memutar yang tidak balik. kurang membuka. Yang menunjukkan
Bibit diafkir gejala parah harus diafkir

Bibit terserang penyakit bercak daun Culvularia : Serangan pada tingkat sedang
Pertumbuhan terhambat (kiri) dan bibit normal (kanan). Bibit dengan (kiri) hingga berat (kanan). Pada serangan berat harus diafkir, sedangkanan tingkat
pertumbuhan terhambat perlu pemeliharaan lebih intensif dan tidak perlu diafkir ringan-sedang difumingasi dengan jenis fungisida yang berlainan secara bergantian
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 27 dari 28 halaman.

Contoh Kelainan Pertumbuhan di Pembibitan

Anak daun rapat (short internode) : bibit harus diafkir Daun seperti rumput (grass like leaf). Kelainan ini mulai tampak
pada pre nursery (kiri) atau main nursery (kanan). Bibit harus diafkir

Etiolasi (tumbuh meninggi) : Bibit di MN Daun pendek dan lebar (short and broad Sun scorch. Daun terbakar oleh sinar matahari berwarna kecoklatan. Terjadi pada
ini mengalami etiolasi pada saat di PN leaf). Diamati sampai pindah ke lapangan. bibitan awal yang naungannya terbuka terlalu cepat atau dibuka tidak bertahap
sebelum dipindah Jika tidak berubah normal diafkir
STANDARD OPERATION PROCEDURE
PEMBIBITAN KELAPA SAWIT

DISUSUN DIPERIKSA DISETUJUI DAN DISAHKAN


PT. PROVIDENT AGRO
No. Dok : SOP / AGRONOMI /09/1/08 .

Tgl Efektif : 01 Januari 2008

Argo Widi Hantoro Sigit Prasetyo Tri Boewono Winato Kartono Halaman : 28 dari 28 halaman.

V. PENANGANAN BIBIT LEWAT UMUR ( >3 BULAN DI PN DAN > 12 BULAN DI MN)
5.1 Bibit Lewat Umur di Pre Nursery
Perlakuan pada bibit lewat umur di PN
 Penyiraman tetap dilakukan secara rutin 2 kali/hari dan diberhentikan jika turun hujan > 10 mm/hari.
 Perawatan berkelanjutan untuk hama dan penyakit
 Bibit > 6 bulan dilakukan pemangkasan 1/3 bagian daun sebelum dipindah ke MN.
 Polybag yang telah diisi tanah + pupuk RP 25 gram/polybag dan disusun di areal pembibitan disiram selama 1-2
minggu agar isian tanah kompak.
 Kemudian bibit bisa dipindah ke MN.
 Bibit yang mengalami defisiensi hara N dan B saat umur 5 bulan setelah tanam diberi ekstra N (urea 2-5
gram/bibit), 2 gram Borate/liter air/10 bibit lewat pangkal akar.
5.2. Bibit Lewat Umur di Main Nursery
Perlakuan pada bibit lewat umur di MN :
 Perawatan rutin penyiraman dan dilakukan seleksi yang ketat.
 Akar yang menembus polybag dipisahkan dari permukaan tanah dengan cara memutar polybag atau mendongkel
dengan dodos sesudah dipindah.
 Bibit > 16 bulan pelepah dikepras setinggi 150 cm dari pangkal batang atau daunnya dibuang 1/3 bagian. Ini
berfungsi untuk transpirasi dan resiko bibit kering di lapangan, mengurangi resiko tanaman roboh, mempermudah
pengangkutan dan mempermudah penanaman.
 Penanaman agar dilakukan pemadatan tanah disekeliling bonggol bibit untuk menghindari tanaman doyong/roboh
dan bonggol batang sebagian di tanam di dalam tanah untuk mengurangi perakaran menggantung.

Anda mungkin juga menyukai