DDIT (PER 2105

)

SIFAT-SIFAT FISIK TANAH
OLEH: AULIA RANI ANNISAVA, SP, M.Sc

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAPERTAPET UIN SUSKA 2010

SIFAT-SIFAT FISIK TANAH
Tekstur  Struktur  Konsistensi  Warna  Temperatur  Lengas  Udara

UIN SUSKA RIAU 2010

A. TEKSTUR

Perbandingan relatif partikel-partikel tanah, yaitu pasir, debu dan lempung/liat dalam suatu masa tanah Penggolongan tekstur tanah didasarkan atas perbandingan fraksi (golongan partikel tanah) yang menyusunnya Segitiga Klas Tekstur Tanah USDA membagi 12 klas tekstur dari yang paling kasar (pasiran) sampai halus (lempung)

UIN SUSKA RIAU 2010

Penetapan klas tekstur dapat dilakukan secara kualitatif (di lapangan) dan secara kuantitatif (di laboratorium) a. Kualitatif  dengan membasahi tanah lalu dipijit-pijit - pasir  terasa kasar dan tajam - debu  terasa licin - lempung  terasa liat dan lengket b. Kuantitatif  dengan analisis mekanik/granuler (lebih teliti) dan dilakukan di laboratorium

UIN SUSKA RIAU 2010

debu dan lempung hampir seimbang UIN SUSKA RIAU 2010 . kebalikannya adalah Tanah Ringan (pasir tinggi) Tanah terbaik untuk pertanian adalah Tekstur Sedang (tekstur geluh)  tanah yang mempunyai perbandingan pasir. meyerap air banyak sehingga sukar/ berat untuk diolah  disebut Tanah Berat.Tanah bertekstur halus (lempung tinggi) bersifat lengket.

? 6 UIN SUSKA RIAU 2010 .

2 0.05 < 0.2 Coarse .002 Sand Gravel 2 Fine 0.002 – 0.05 7 Ukuran (mm) >2 0.002 Silt 0.05 – 0.2 – 2 0.Sistem Internasional /Sistem Atterberg Fraksi Kerikil (Gravel) Pasir kasar (Coarse sand) Pasir halus (Fine sand) Debu (Silt) Lempung (Clay) Clay 0.

5 – 1 Pasir sedang (Medium sand) 0.United State Department of Agriculture.5 1 Very coarse Gravel 2 .1 Debu (Silt) 0.05 0.25 Coarse 0.1 Fine Medium 0.5 Pasir halus (Fine sand) 0.002 Silt Very fine 0.002 – 0.25 – 0.25 Pasir sangat halus (Very fine sand) 0.1 – 0.05 Lempung (Clay) < 0.05 – 0.002 Sand Clay 0. Bureau of Soil System Fraksi Ukuran (mm) Kerikil (Gravel) >2 Pasir sangat kasar (Very coarse sand) 1–2 Pasir kasar (Coarse sand) 0.

USDA Textural Triangle UIN SUSKA RIAU 2010 .

08 0.34 % Ca Glasial dan Loess 0.10 0.43 2.75 7.03 0. K dan Ca pisahan fraksi tanah lapisan di AS Tanah yang dibentuk dari bahan Pisahan Residual Kristalin 0.16 1.21 1.20 Pasir Debu Lempung 0.10 0.36 0.07 0.05 0.44 4.33 2.58 5.03 0.31 1.12 0.14 0.10 0.10 0.37 Residual Batu Kapur 0.20 2.73 UIN SUSKA RIAU 2010 .91 0.34 %K 0.31 1.59 0.52 2.Kadar P.10 0.00 2.55 Arid Pasir Debu Lempung Pasir Debu Lempung 0.39 0.92 6.08 0.67 8.00 2.10 1.92 2.93 1.38 1.53 3.17 Dataran Pantai %P 0.83 7.

B. STRUKTUR TANAH Susunan ikatan partikel tanah satu sama lain Pengamatan struktur tanah di lapang: -Tipe struktur: bentuk & susunan agregat -Kelas struktur: ukuran agregat -Derajat struktur: kuat lemahnya agregat UIN SUSKA RIAU 2010 .

Tipe Struktur Granular Blocky (Subangular) (Angular) Platy Prismatic Columnar Wedge .

Sangat tipis  sangat tebal .Sangat halus  sangat kasar Ukuran Sangat halus halus Sedang Kasar Sangat kasar Lempeng (mm) <1 1–2 2–5 5 – 10 > 10 Tiang/prisma (mm) < 10 10 – 20 20 – 50 50 – 100 > 100 Gumpal (mm) <5 5 – 10 10 – 20 20 – 50 > 50 Remah/ granular (mm) <1 1–2 2–5 5 – 10 > 10 UIN SUSKA RIAU 2010 .Kelas Struktur .

Tidak beragregat  butir-butir tunggal terlepas-lepas .Lemah  apabila struktur tersentuh mudah hancur .Kuat  agregatnya mantap dan jika dipecahkan terasa agak sukar dan berketahanan UIN SUSKA RIAU 2010 .Sedang  agregat jelas terbentuk dan masih dapat dipecahkan .Derajat Struktur .

Kation terjerap 5.Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur tanah : 1. Aktivitas perakaran tanaman 4. Pengolahan tanah 6. Bahan organik UIN SUSKA RIAU 2010 . Pembasahan & pengeringan 2. Pembekuan & pencairan 3.

besar dan ketahanan yang dikehendaki tanaman UIN SUSKA RIAU 2010 .Struktur tanah yang dikehendaki tanaman adalah struktur “REMAH” karena perbandingan bahan padat dan ruang pori kurang lebih seimbang Tujuan pengolahan tanah adalah agar mendapatkan struktur tanah dalam bentuk.

lekat .C. Kelekatan  kekuatan melekat dengan benda lain: .sangat lekat UIN SUSKA RIAU 2010 .tidak lekat . Tanah Basah  kandungan air di atas kapasitas lapangan a. KONSISTENSI TANAH  Derajat kohesi dan adhesi partikel tanah dan resistensi terhadap perubahan bentuk Penentuan konsistensi tanah dapat dilakukan pada 3 fase keadaan: 1.agak lekat .

b. Plastisitas  kemampuan tanah membentuk gulungan: .Plastis .lepas .gembur .teguh . Tanah lembab  Kandungan air mendekati kapasitas lapangan  kering angin: .Tidak plastis .Sangat plastis 2.sangat teguh .Agak plastis .sangat gembur .sangat teguh sekali UIN SUSKA RIAU 2010 .

lunak .keras .lepas .sangat keras sekali UIN SUSKA RIAU 2010 .3.agak keras . Tanah kering Tanah dalam keadaan kering angin .sangat keras .

WARNA TANAH UIN SUSKA RIAU 2010 .D.

Menaksir tingkat pelapukan atau proses pembentukan tanah .Menaksir banyaknya kandungan mineral UIN SUSKA RIAU 2010 .Melihat adanya horison pencucian dan horison pengendapan .Menilai kandungan bahan organik .Warna tanah secara langsung dapat dipakai: .Menilai keadaan drainase .

.

62 – 0.60 0.60 – 0.57 – 0.45 0.49 – 0.Urutan warna tanah yang menunjukkan penurunan produktivitas tanah Hitam – coklat – coklat karat – abu coklat – merah – abu-abu – kuning – putih Panjang gelombang cahaya yang tampak oleh mata Warna Lila / ungu Biru Hijau Kuning Jingga Merah Panjang gelombang. λ 0.45 – 0.49 0.75 UIN SUSKA RIAU 2010 .62 0.57 0.38 – 0.

5R. 10R. 7. dst Value : menunjukkan gelap terangnya warna. 5R. 5YR. sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan (0-8) Chroma : menunjukkan kemurnian/kekuatan dari warna spektrum (0-8) UIN SUSKA RIAU 2010 .Penetapan warna tanah dengan “Munsell Soil Color Charts” Dikenal parameter warna: Hue : warna spektrum yang dominan sesuai λ Ex.5YR. 2.

5YR 3/2 (w)  dark brown (wet) 7.5YR 5/4 (m)  brown (moist) 7. Penyebutan warna tanah dengan “Munsell” Ditulis: Hue Value/Chroma 7.Ex.5YR 6/4 (d)  light brown (dry) Hue Value Chroma UIN SUSKA RIAU 2010 .

Hue Spectrum “The Rainbow” UIN SUSKA RIAU 2010 .

Value Spectrum “Light to Dark” 0 10 UIN SUSKA RIAU 2010 .

Chroma Spectrum “Intensity” 0 10 UIN SUSKA RIAU 2010 .

limonit  kuning • Waktu: Semakin tua tanah semakin berwarna merah • Iklim: Proses pelindian menyebabkan horison E semakin terang dan horison B semakin gelap • Topografi: Lahan bagian atas lebih berwarna merah atau coklat.• Bahan Induk: Mineral berhubungan dengan warna Kuarsa. turgit  merah Augit. kapur. feldspar. kaolin  putih Hematit. menyebabkan pelindian lebih besar sehingga warna berkurang Rerumputan lebih banyak organiknya (karbon) sehingga lebih gelap UIN SUSKA RIAU 2010 FAKTOR WARNA TANAH . lahan bawah lebih berwarna kelabu • Vegetasi: Pohon cemara yang lebih asam.

gypsum. kekuningan atau kecoklatan: oksida besi Hematite – merah Goethite – coklat kekuningan (yellowish brown) Ferrihydrite – coklat kemerahan (reddish brown) Putih: Carbonates. or pelindian berat Hitam/sangat coklat gelap: bahan organik Unggu/hitam: oksida mangan UIN SUSKA RIAU 2010 .Why? Kemerahan. garam-garam.

A horizon: organic coatings B horizon: Iron coatings C horizon: little coating UIN SUSKA RIAU 2010 .

Red Sands in Arizona UIN SUSKA RIAU 2010 .

Red Georgia Soil UIN SUSKA RIAU 2010 .

.

Perkecambahan jati > 30 OC Perkecambahan jagung optimum + 38 OC Nitrifikasi optimum + 30 OC Umbi kentang 16 – 21 OC Jasad hidup tanah 18 – 30 OC Jagung (produksi) 27 – 30 OC UIN SUSKA RIAU 2010 . reaksi-reaksi kimia dan berpengaruh langsung pada pertumbuhan tanaman Ex. TEMPERATUR Berpengaruh pada proses pelapukan dan penguraian bahan induk.E.

Tinggi dari muka laut . Kapasitas tanah mengikat panas dipengaruhi oleh: .Agihan (distribusi) lahan dari perairan .Besar sudut datang .Sumber panas: panas matahari yang menyinari bumi & konduksi dari dalam bumi (magma) Kapasitas panas tanah: jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 10 C dalam suatu kawasan/lahan.Letak garis lintang .Keadaan vegetasi UIN SUSKA RIAU 2010 .

Proses-proses yang dapat mempengaruhi suhu tanah: • Pengembunan • Penguapan • Hujan • Aktivitas biologis dalam tanah • Reradiasi UIN SUSKA RIAU 2010 .

a. Kisaran optimum Kisaran suhu yang mana tanaman dapat tumbuh subur dengan hasil terbaik b. Batas tetap hidup Suhu maksimum dan minimum yang dapat dicapai tanpa mematikan tanaman Cth: Jagung a = (25 – 35)0C b = (10 – 39)0C c = (0 – 43)0C a = (15 – 27)0C b = (5 – 35)0C c = (<0 – 43)0C UIN SUSKA RIAU 2010 Gandum . Kisaran pertumbuhan Kisaran suhu yang mana tanaman dapat tumbuh layak c.

2 – 8.G. TATA AIR DAN UDARA TANAH Erat hubunganya dengan penyebaran pori dalam tanah Berdasarkan ukuran: .2 µ)  air tidak tersedia .6 µ)  air tersedia .2 µ  0.Pori berguna (> 0.> 30 µ  pori drainase cepat (air tidak tersedia)/terisi udara UIN SUSKA RIAU 2010 .Pori tak berguna (< 0.8.6 – 30 µ pori drainase lambat (air tersedia) .

Lingkaran Pergerakan Air Air atmosfer Transpirasi Pengembunan & penjerapan Air limpas permukaan (run off) Infiltrasi Lengas tanah Penguapan (evaporasi) Presipitasi Tanaman Rembesan ke samping Perkolasi Air bumi (ground water) Larutan Aliran sungai UIN SUSKA RIAU 2010 .

Atmosfer (atm) 2. Tinggi kolom air (cm) 1 atm = 1033.54 – 4.2 atau 1/3 – 15 atm UIN SUSKA RIAU 2010 .6 cm air 3.Kekuatan pengikatan air oleh tanah dinyatakan dalam: 1. pF (free energy) = log tinggi kolom air Nilai pF 0 – 7 pF 0  tanah jenuh air pF 7  tanah kering mutlak Air yang tersedia bagi tanaman :  pF 2.

0 bebas tegangan Nilai Kapasitas Lapangan tergantung pada: .Macam kation pada koloid Na > K > Mg > Ca UIN SUSKA RIAU 2010 .5 – 0.5 4.Struktur .Klasifikasi lengas tanah Air penyusun dan air antar lapis Air higroskopis Air kapiler Air gravitasi Air bumi (ground water) pF > 7.0 – 4.5 2.Tekstur .0 7.5 – 2.Bahan organik .Jenis koloid .

000 atm pF 7.5 15 atm 4.54 UIN SUSKA RIAU 2010 .Keadaan Air Tanah Lengas Higroskopis Titik layu Kapasitas lapangan Air Kapiler Zarah Tanah Mengalir karena gravitasi Air adhesi 10.2 1/3 atm 2.0 31 atm 4.

1974) .000.5 100.Tinggi satuan Log tinggi kolom kolom air air (pF) 10 1 100 2 346 2.849 4.000.000 4 15.53 1.18 31.000 7 atm 0.000 3 10.000 10.000 5 1.000 6 10.10 1/3 1 Air tersedia 10 15 31 100 1.01 0.000 (Brady.623 4.

ini terjadi di dalam zona air bumi atau kadangkala setelah hujan lebat atau selama irigasi.Permeabilitas  Laju pergerakan suatu zat cair melalui media berpori (konduktivitas hidrolika) Aliran jenuh air: sebagian besar pori-pori diisi oleh air. air dalam kondisi ini bebas tegangan Laju aliran jenuh: pasir > geluh/debu > lempung/liat Aliran tidak jenuh: pori-pori hanya sebagian saja berisi air. air dipengaruhi tegangan pasir < geluh/debu < lempung/liat UIN SUSKA RIAU 2010 .

Udara tanah mengandung uap air > . CO2 > .O2 < . UDARA TANAH Udara tanah menempati pori-pori makro antara agregat-agregat sekunder tanah Udara tanah penting bagi pernafasan akar tanaman dan kegiatan jasad hidup tanah Udara tanah berbeda dengan udara atmosfer dalam hal: .Udara tanah tidak selalu menempati pori makro tapi silih berganti dengan lengas tanah dan berasal dari atmosfer. proses kimia atau dari kegiatan biologi tanah UIN SUSKA RIAU 2010 .E.

CH4 > (jika anaerob) UIN SUSKA RIAU 2010 . tinggi permukaan air tanah .Sifat tanaman Keterdapatan tanaman mengurangi kadar O2 dan menambah CO2. struktur.Sifat tanah seperti tekstur.Faktor-faktor yang mempengaruhi komposisi udara tanah: . BO dan kegiatan jasad renik CO2 > (jika aerob).Iklim .

TERIMA KASIH UIN SUSKA RIAU 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful