Anda di halaman 1dari 38

Teknik Perkayuan

MENGGAMBAR DAN MEMBUAT KONSTRUKSI PERABOT KAYU


Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Bidang Keahlian : Teknik Bangunan Program Keahlian : Teknik Perkayuan Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan (Kurikulum SMK Edisi 1999)

157 183

138 202

Penyusun : Drs. Budi Martono Editor : Drs. Cahyo Kuncoro

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

45 64

Teknik Perkayuan

PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER


JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

KATA PENGANTAR
Modul ini diterbitkan untuk menjadi bahan ajar pada SMK Bidang Keahlian Bangunan, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999). Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaiannya, karena itu kepada semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan, diharapkan dapat berusaha untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini. Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada azas keluwesan, azas kesesuaian, dan azas keterlaksanaan sesuai dengan karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperanserta dalam penulisan naskah bahan ajar ini.

Jakarta, Agustus 2000 Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan

DR. Ir. Gatot Hari Priowiryanto NIP 130675814

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

PROFIL KOMPETENSI TAMATAN TINGKAT II PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN kompetensi


K. Melaksanakan pekerjaan konstruksi atap dan plafon

Sub kompetensi
K1. Merencanakan pekerjaan kontruksi atap K2. Membuat kontruksi kuda - kuda K3. Memasang kontruksi kuda - kuda

K4. Memasang kontruksi rangka atap

K5. Memasang konstruksi talang dan lisplank

K6. Measang penutup atap

K7. Merencanakan konstruksi plafon L. Melaksanakan pekerjaan konstruksi dan ukir perabot kayu L1. Menggambar konstruksi perabot kayu

K8. Memasang rangka plafon

K9. Memasang penutup plafon

L2. Menghitung anggaran biaya pembuatan perabot kayu

L3. Membuat konstruksi perabot kayu

L4. Merencanakan motif ukiran kayu

L5. Menggunakan alat ukir kayu

L6. Membuat berbagai jenis ukiran perabot kayu

M. Melaksanakan pekerjaan jok perabot kayu

M1. Merencanakan bentuk jok perabot kayu

M2. Membuat jok perabot kayu

N. Melakasanakan pekerjaan politur dan melamik

N1. Merencanakan kebutuhan bahan politur N4. Merencanakan kebutuhan bahan melamik

N2. Mempolitur

N3. Menghitung anggaran biaya pekerjaan politur

N5. Melaksanakan finishing kayu dengan melamik

N6. Menghitung anggaran biaya pekerjaan melamik

O. Melaksanakan pekerjaan pengecatan kayu

O1. Merencanakan kebutuhan bahan cat kayu

O2. Mengecat kayu

O3. Menghitung anggaran biaya pekerjaan pengecatan kayu

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

ii

Teknik Perkayuan

DAFTAR ISI
Kata Pengantar Profil Kompetensi Daftar Isi Pendahuluan Tujuan Umum Pembelajaran Petunjuk Pemgunaan modul Kegiatan Belajar 1 Lembar Evaluasi Lembar Jawaban Lampiran kegiatan belajar 1 Kegiatan Belajar 2 Lembar Evaluasi Lembar Jawaban Lampiran 1 kegiatan Belajar 2 Lampiran 2 Kegiatan Belajar 2 Kegiatan Belajar 3 Lembar Evaluasi Lembar Jawaban Kegiatan Belajar 4 Daftar Pustaka i ii iii iv v vii 1 26 27 29 30 80 81 84 87 90 99 100 101 116

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

iii

Teknik Perkayuan

PENDAHULUAN

Modul yang berjudul Menggambar dan Membuat Konstruksi Perabot Kayu ini disediakan sebagai buku pegangan siswa/pemakai modul dalam mempelajari dan meraih sub kompetensi yang berkode L 1. dan L 3. yaitu Menggambar konstruksi perabot kayu dan Membuat konstruksi perabot kayu. Sub kompetensi tersebut terdapat pada kompetensi yang berkode L yaitu Melaksanakan Pekerjaan Konstruksi dan Ukir Perabot kayu yang ada pada Program Produktif dalam Garis-garis Besar Program Pendidikan dan Pelatihan pada Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Edisi 1999 yang berjudul Paket Keahlian Perabot Kayu Modul ini disusun secara ringkas dan hanya membahas serta melatihkan beberapa konstruksi perabot kayu kayu - yang utama supaya mudah dan cepat dikuasai dengan harapan untuk konstruksi perabot kayu yang belum masuk ke dalam modul ini bisa dikembangkan sendiri secara praktis. Siswa/pemakai modul diharapkan mampu mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran dengan modul ini secara bertahap dan terus menerus berlatih mempraktikkan bermacam-macam konstruksi perabot kayu sehingga keterampilannya semakin meningkat secara praktis.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

iv

Teknik Perkayuan

TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN


Tujuan umum pembelajaran dari modul yang berjudul Menggambar dan Membuat Konstruksi Perabot Kayu ini memberikan pembelajaran kepada pemakai modul untuk memahami tentang menggambar konstruksi perabot kayu dan membuat konstruksi perabot kayu. Untuk mengimplememtasikan pemahaman tersebut di atas, maka

dilaksanakan pembelajaran keterampilan berupa pembuatan beberapa macam konstruksi perabot kayu secara terintegrasi sehingga membentuk sebuah Almari Buku Gantung dengan satu daun pintu ,laci dan rak. Kedua pembelajaran di atas yang berupa pengetahuan dan keterampilan tentang berbagai macam konstruksi perabot kayu dikelompokkan ke dalam konstruksi lembaran papan dan konstruksi rangka/bingkai. Konstruksi perabot kayu dalam kelompok tersebut di atas cukup banyak macamnya, sehingga di dalam modul ini dipilih yang memmungkinkan dikerjakan saja dari setiap kelompok yang disajikan pada masing-masing Kegiatan Belajar sebagai berikut : 1. Memahami macam macam perabot kayu dan kontruksi sambungannya. 2. Menggambar kontruksi perabot kayu. 3. Memahami macam macam alat sambung perabot kayu. 4. Membuat perabot almari buku gantung. Modul Menggambar dan Membuat Konstruksi Perabot Kayu ini terdiri dari beberapa kegiatan belajar yang disusun berurutan berdasarkan prioritas materi yang harus dipelajari dan dikuasai kompetensinya. Pada setiap Kegiatan Belajar terdapat Tujuan Khusus Pembelajaran, Uraian Materi, Gambar Bermacam-macam Konstruksi Perabot Kayu/Pedoman Gambar Kerja/Bermacam-macam Kerja/Keselamatan Alat Sambung Konstruksi juga Perabot Lembar Kayu/Langkah Kerja. Terdapat

Evaluasi/Latihan dan Lembar Jawabannya.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

Dengan memahami dan berlatih mempraktikkan berbagai macam konstruksi perabot kayu yang ada dalam modul ini, maka pemakai diharapkan mencapai dua sub kompetensi, yaitu Menggambar Konstruksi Perabot Kayu dan Membuat Konstruksi Perabot Kayu sesuai dengan yang ada pada Kurikulum SMK edisi 1999.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

vi

Teknik Perkayuan

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Modul Menggambar dan Membuat Konstruksi Perabot Kayu ini terdiri dari beberapa Kegiatan Belajar yang disusun berurutan berdasarkan prioritas materi yang harus dipelajari dan dikuasai kompetensinya. Dengan demikian diharapkan siswa/pemakai modul memahami uraian materi yang disajikan dan menjawab soal-soal dengan benar pada Lembar Evaluasi atau mengerjakan Latihan dengan baik pada Lembar Tugas di setiap Kegiatan Belajar satu demi satu sebelum melangkah ke Kegiatan Belajar selanjutnya. Apabila belum menguasai dengan benar dan baik pada satu Kegiatan Belajar, diharapkan siswa/pemakai modul untuk mengulangi proses pembelajaran pada modul tersebut dari awal Kegiatan Belajar yang sedang dipelajari sampai menguasai secara tuntas. Kemudian berlanjut ke Kegiatan Belajar berikutnya, sampai seluruh Kegiatan Belajar dikuasai secara tuntas. Untuk lebih meningkatkan kompetensi yang telah diraih, maka disarankan memperbanyak latihan secara terus-menerus serta membaca referensi atau buku-buku tentang konstruksi perabot kayu untuk memperluas wawasan dan selalu mengikuti kemajuan teknologi sesuai bidangnya. Hal di atas senantiasa dilakukan untuk menjaga kompetensi yang telah dicapai supaya selalu pada kondisi yang baik, seperti pepatah dalam bahasa Jerman berikut ini : Uebung macht den Meister, yang bisa diartikan dengan berlatihlah untuk menjadi Ahli.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

vii

Teknik Perkayuan

Kegiatan Belajar 1 MEMAHAMI MACAM-MACAM PERABOT KAYU DAN KONSTRUKSI BANGUNAN


1. Tujuan Khusus Pembelajaran : Setelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, peserta dapat : Mendefinisikan perabot serabot secara umum. Menyebutkan pengertian perabot klasifikasi dan pemberian nama sesuai DIN 68 880* (lihat lampiran). Menyebutkan macam macam konstruksi perabot kayu. 2. Uraian Materi 1. Perabot perabot adalah perlengkapan rumah dan benda-benda untuk menampung barang-barang, untuk melaksanakan kegiatan, untuk duduk, atau untuk berbaring. Sesuai dengan pelaksanaan / hasil kerja dan pemakaian bahan baku, fungsi dan konstruksi perabot termasuk juga pemanfaatannya didalam ruangan, maka pengertian perabot dibedakan sepeti pada tabel : Tabel 1 : Pengertian Perabot, Klasifikasi dan pemberian nama sesuai DIN 68 880. Sesuai dengan bahan baku atau hasil kerjanya. Perabot Kayu, Perabot Anyaman (dari rotan/bambu), Perabot Bahan Ssintesis, Perabot Besi, Perabot Berjok, Perabot Antik. Sesuai dengan fungsinya Perabot Penyimpan, seperti Almari Pakaian, Almari Barang Pecah Belah, Bufet, untuk menyimpan barang-barang. Perabot Kecil, seperti Kereta Saji, Meja Bunga. Perabot Tempat Berbaring, seperti Dipan, Tempat Tidur. Perabot Tempat Duduk, seperti Bangku Tanpa Sandaran, Kursi Malas, Sofa, Kursi. Sesuai dengan kegunaannya diruangan
Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu 1

Teknik Perkayuan

Perabot Tunggal

: Bufet, Almari Kecil Berlaci, Meja.

Perabot Berangkai : Perabot Kombinasi, Perabot Bersusun, Perabot Terpasang Tetap, Almari Bersambung, Pemisah Ruangan. Sesuai dengan konstruksinya Perabot Tertutup, seperti Almari Kecil Berlaci, Almari, Meja Tulis, Meja Musik, Peti. Rak, Perabot dengan Bidang muka terbuka. Meja, Perabot dengan bidang mendatar yang bersandar / bertumpu Sesuai dengan kemanfaatan lapangan Perabot Tempat Tinggal, Perabot Dapur, Perabot Sekolah, Perabor Sekolah, Kebun, dan Perabot Kantor. 2. Dasar Konstruksi Perabot Bagian kayu yang disambung bisa menjadi tidak bisa dilepas atau dapat dilepaskan satu dengan yang lain. Pada sambungankayu yang tidak bisa dilepas, maka bagian satu dengan yang lain diberi lem. Pada sambungan kayu yang dapat dilepas, maka sambungannya harus tepat atau dirangkai dengan bahan penyambung atau menggunakan alat-alat penyambung (dari logam) sehingga satu dengan yang lain menjadi terhubung.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

A. KONSTRUKSI PELEBARAN PAPAN Pelebaran papan masif Yang harus diperhatikan sebelum pekerjaan menyambung papan dimulai ialah : Susunan kepala kayu papan untuk melihat arah perubahan kayu nantinya. Dengan begitu dapat dihasilkan lembaran sambungan papan yang benar-benar datar dan rata. (Lihat bentukbentuk perubahan papan. Perhatikan cara menyambung). Warna kayu Warna disesuaikan, kayu hendaklah kayu misalnya

berwarna gelap jangan diseling dengan kayu berwarna muda.(segi keindahan papan sambungan). Maka tidak akan terlihat dengan jelas bahwa lembaran terdiri dari sambungan sambungan beberapa papan. Pola serat kayu Sedapat mungkin pola serat yang lurus disambung dengan papan yang berpola lurus pula.

Tanda kerja

1 1

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

1 1

Teknik Perkayuan

Penting sekali dalam bekerja di bengkel, agar : Tidak terjadi kesalahan Pekerjaan dapat berjalan cepat ( tidak ada rasa takut bersalah).

Cara pengepresan lembaran bisa dilakukan pada papan pengepresan khusus papan, bisa dengan sistem baji atau klem kayu biasa.Dalam pengepresan hendaklah dipakai alat-alat pelindung supaya papan yang disambung tidak rusak oleh tekanan alat-alat pres. Pembersihan lem yang keluar dari garis sambung baik kalau dilakukan dengan kain basah pada saat lem yang masih basah. Hal ini untuk menghindarkan noda bekas lem pada papan yang akan sulit dihilangkan dan kelihatan setelah difinishing.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan
B.

Konstruksi pelebaran papan masif sambungan dengan lem Lem yang akan digunakan ialah lem khusus untuk kayu. Jangan gunakan sejenisnya. lem kontak Setiap atau bahan

memerlukan jenis lem yang cocok untuk bahan itu sendiri.

Bahan kimia yang dipakai jenis-jenis lem dan bahan yang akan dilem semuanya berlainan. Hal di atas perlu untuk menjaga agar perubahan iklim dan sebagainya tidak mempengaruhi keadaan lem yang akan menjadi penghubung sambungan. Kedua sisi papan yang akan disambung harus diberi lem secukupnya. Pengepresan tidak perlu terlalu kuat, cukup kalau lem sudah keluar dari garis sambung. Pengepresan tidak perlu terlalu keras mengakibatkan perlengkungan sambungan papan. Lama pengeleman tergantung dari jenis lem masing-masing (lihat pada tabel kaleng lem). Kelebihan lem yang keluar hendaklah langsung dibersihkan dengan kain basah. Sambungan dengan sekrup Sambungan digunakan akan dengan kalau alat sekrup pengepres Maka

sedikit yang tersedia sedang yang disambung banyak. setelah dilem dengan Pres, papan langsung disekrup, lalu pengepresan bisa dilepas. Papan yang satu ditakik atau dilubang untuk pemutaran sekrup dengan drei. Jarak pemasangan memanjang sekrup pada ujung 50 mm dan jarak antara sekrup 200 mm. Perlu diperhatikan panjang sekrup yang masuk kebagian kayu
Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu 5

Teknik Perkayuan

yang kedua yaitu minimum 2/3 panjang sekrup. Panjang sekrup 1 papan. Sambungan dengan lidah dan alur.

kali tebal

Tebal lidah 1/3 tebal papan dan panjang tebal papan. Bentuk pen yang panjangnya berlebihan bukan merupakan jaminan kekuatan sambungan bertambah. Kemungkinan justru sebaliknya. Sambungan lebih mudah pada arah memanjang. Alur perlu dibuat lebih dalam 2 mm. Tambahan ini berguna untuk penampung kotoran halus dan tempat berkumpulnya lem. Dengan adanya speling sambungan dapat dijamin benar-benar rapat segaris. Sebelum sambungan dipasang, sebaiknya sudutnya dipingul dengan kertas ambril untuk mempermudah masuknya pen. Sambungan dengan isian Kalau alat tangan yang tersedia untuk membuat sambungan hanya satu jenis, misalnya hanya ketam alur, maka dapat digunakan sambungan ini. Setelah dua papan dialur, didalam alur dimasukkan isisan. Isian dapat dari kayu masif atau tripleks. Ketentuan tebal isisan 1/3 tebal papandn panjangnya setebal papan (T).speling 2 mm. Yang perlu diperhatikan ialah arah serat isiannya. Untuk isian kayu masif, arah serat isian kayu masif harus melintang serta papan. Kalau tidak, papan akan mudah patah. Isian tripleks tidak membawa masalah.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

Sambungan dengan pen bulat Sambungan ini menggunakan alat penghubung pen bulat. Ada 2 macam Pen bulat : pen bulat dengan batang licin dan berulir. Yang berulir lebih baik, terutama ulir yang berpilin. Melalui celah ulir udara dalam lubang dapat keluar. Pada celah celah itu lem dapat berkumpul memperkuat sambungan. Cara pemasukan lebih mudah karena bidang gesernya sedikit. Pen ini sukar tercabut. Jenis kayu yang terbaik untuk pen bulat ini adalah kayu mahoni, yang kuat dan ulet serta baik reaksinya terhadap lem. Pen ini dibuat dengan mesin pen khusus. Sistem kerjanya seperti alat meraut pensil. Diameter pen 1/3 tebal papan. Tetapi pen bulat khusus dapat lebih besar sampai 3/5 tebal papan. Hal ini disebabkan jarak terjauh pen bulat hanya bagian porosnya saja. Semakin jauh dati poros ukurannya makin membesar. Panjang pen yang masuk minimum 25 mm. Jarak dari tepi sedikit mungkin yaitu 10 sampai 15 mm. Jarak memanjang 150 sampai 200 mm. Speling sambungan 2 mm. Ujung pen bulat harus dipingul. Umumnya pemingulan dan pemotongan panjangnya dapat dikerjakan pada mesin pen bulat. Lubang pada papan harus juga diberi lem. Alat pemberi lem yang mekanis sudah banyak dipakai. Bagian lubang pen sebelum disambung dapat diversink, sehingga lem yang keluar dari sambungan saat dipres dapat tertampung dan sekaligus memperkuat sambungan.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

Sambungan bergigi Sambungan dikerjakan bergigi dengan dikerjakan mesin yang

dengan mesin. Sambungan jenis ini memakai pisau berbentuk hampir sama seperti hasilnya. Sambungan dibuat bergigi agar memperluas permukaan bidang pengeleman. Sambuang gigi berganda Sambungan dipakai pada papan yang tebal. Jadi ketentuan pen tidak lagi 1/3 tebal tetapi 1/5 tebal yang dibuat berganda.

Sambungan dengan isian lamello Sambungan sambungan ini yang merupakan sangat praktis,

sayang angat ekomis.

Sambungan ini menggunakan isisan berbentuk seperti biji semangka, dari bahan tripleks yang dipres. Tebal lamello 3,5 mm. Lubang isian merupakan lengkungan tembereng, dapat dibuat dengan mesin lamello atau dengan mesin girik standar. Jarak ujung ke poros pertama 50 60 mm. Jarak antar poros 150 sampai 200 mm.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

konstruksi pelebaran papan buatan Pelebaran papan buatan dapat dilakukan dengan isian, lidah alur, pen bulat. Ketentuan sambungan ini sama dengan pada kayu masif. Hanya pemberian lem harus dua kali. Lapisan lem yang pertama akan dihisap oleh lembaran dan lapisan kedua yang akan membentuk ikatan.

Dengan lidah dan alur

Dengan isian kayu masif

Dengan pen bulat Sambungan dengan papan kelam : didalam memakai pen lepas yang akan menyangga penyambungan selama kelam disekrup. Sisa sisa potongan lembaran dapat disambung untuk menjadi suatu lembaran besar.

Hubungan pen dengan klam

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

Teknik Perkayuan

B. KONSTRUKSI PENUTUPAN SISI TEBAL. konstruksi penutupan sisi tebal Gunanya mengatasi kelemahan bahan papan buatan pada sisi tebalnya. Ada bermacam macam caranya. Dapat dilakukan dengan kayu masif atau plastik dan sebagainya. Perlu diperhatikan agar jangan menutup sisi tebal hanya dengan satu lapis finir. Penutupan cra ini hanya supaya dari luar terlihat sebagai kayu masif, bukan mengatasi kelemahan papan buatan, sebab finir itu bahan tipis setebal 0,3 1,2 mm. Jadi mudah sobek kalau terkena benturan dan sebagainya. Dan seandainya ada konstruksi memerlukan pengurangan sedikit, maka finir yang hanya selapis ini akan mudah hilang. Finir dipakai pada lengkungan lengkungan dengan tebal 2 sampai 3 mm. Lis untuk menutup sisi tebal jangan terlalu lebar. Ingat penyusutan kayu.

Penutupan sisi tebal dengan lis kayu

Penutupan sisi tebal dengan lidah dan alur

Penutupan sisi tebal dengan finir ( 3 Dengan lis corong lapis)

Penutupan sisi tebal dengan lis kayu (yang besar) dan pelapisan. Konstruksi

Dengan lis segitiga (pada sisi atas lis tidak terlihat.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

10

Teknik Perkayuan

yang salah.

Penutupan sisi tebal dengan finir. Dengan lis kayu isian Kostruksi murah penuh resiko

Dengan lis serong

Dengan lis plastik

Dengan lis serong atau spaning

Dengan lis kayu dilapis

Dengan lis plastik Konstruksi penebalan

Dengan lis kayu dilapis 3 sisi

penebalan sisi lembaran digunakan bila ingin dicapai kesan tebal dengan menghemat bahan. Hindarkan pemakaian papan masif penebal yang lebar mengingat perbedaan penyusutan antara lembaran dan kayu masif. Kedua, jangan dipakai lis kayu yang terlalu tebal karena penyusutan kayu mengakibatkan ketidakrataan permuukaan lembaran. Penebalan lembaran buatan hendaknya dengan menggunakan bahan lembaran yang sama.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

11

Teknik Perkayuan

Penebalan yang salah lis terlalu lebar

Penebalan yang salah lis terlalu tebal

Penebalan dengan lidah dan alur

Penebalan untuk lembaran yang agak tebal

Penebalan dengan variasinya

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

12

Teknik Perkayuan

C. KONSTRUKSI PELAPISAN PERMUKAAN Pelapisan untuk semua jenis pelapis yang dipakai (formika, vinil dan sebagainya) harus dilakukan pada papan buatan yang kecil penyusutannya. Harus dihindari perekatan dua macam bahan yang berbeda penyusutannya. Pelapisan pada kayu masif masih dapat dipertanggung jawabkan hasilnya sampai lebar 120 mm. Selebihnya hanya bisa dilakukan pada papan lembaran buatan, atau pada suatu rangka yang dilapis tripleks. Pada pelapisan hendaknya bagian tepi papan (sudut-sudutnya) dimringkan sedikit (dipingul). Hal ini untuk menghindarkan terkelupasnya bahan pelapis kalau sudut itu tertumbuk sesuatu. Pemingulan ini untuk bahan keras, seperti formika atau aluminium, harus dilakukan dengan ketam yang rumahrumahnya dari besi, atau dengan ketam berumah kayu yang alasnya berlapis formika. Dengan begitu rumah-rumah ketam terlindung. Perlu diperhatikan pula bahwa pelapisan pada lembaran-lembaran yang bebas, misalnya pintu papan tundan, dan sebagainya harus dilakukan pada 2 sisinya. Usahakan warna pelapisnya sedapat mungkin sama. Hal ini untuk menghindari melengkungnya lembaran karena perbedaaan ketegangan yang timbul oleh pelapis. Pelengkungan bisa timbul karena tingkat kekeringan 2 bidang berbeda.

Kayu

masif

dengan

lebar

maksimum 120 mm

Pelapisan tripleks

pada

rangka

kayu

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

13

Teknik Perkayuan

Penutupan sisi tebal dengan lis kayu pada rangka kayu triplek

Penutupan sisi tebal dengan lis kayu pada rangka kayu tripleks

Pada papan buatan. Lapisi sisi lebar dahulu, baru tutup dengan lis

Pada papan buatan. Pelapis sesudah penutupan sisi tebal dengan lis

Pelapisan serta penutupan pada sisi tebal dengan lis plastik / aluminium

Pelapisan serta penutupan sisi tebal dengan lis plastik /aluminium

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

14

Teknik Perkayuan

Pelapisan serta penutupan sisi tebal dengan lis plastik / aluminium

Pelapisan serta penutupan dengan lis plastik / aluminium.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

15

Teknik Perkayuan

D. KONSTRUKSI SUDUT KOTAK konstruksi dengan paku konstruksi ini umumnya dipakai pada peti atau perabot yang kurang halus. Pada perabot sebaiknya dipakai paku berkepala benam sehingga paku bisa dibenamkan dan lubang paku dapat ditutup. Sebelum dipakai, baik kalau ujung ujung paku ditumpulkan seikit dengan palu. Karena masuknya paku mendesak serat kayu, maka ujung paku yang tajam dapat mengakibatkan timbulnya retak-retak. Ikatan kekuatan ujung paku hanya pada cepitan seratserat kayu. oleh sebab itu paku sebab itu paku hendaknya dimasukkan miring. Kalau jarak antara paku yang satu dengan yang lain berdekatan, pemakuan hendaknya jangan dilakukan dalam garis lurus melainkan selangseling bergelombang. Jarak pemakuan 150 200 tebal papan yang dimasuki.
Paku ditumpulkan supaya kayu tidak pecah

Landasan Tajam Tumpul

Drip

Kayu penutup / dempul

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

16

Teknik Perkayuan

Arah serat kayu harus sama

Pemakuan sudut kotak Konstruksi dengan lidah dan alur

Sudut pemakuan dan panjang paku.

Panjang lidah 4/10 tebal papan samping. Tebal lidah D/4 sampai D/ 3. Tebal pen/ lidah jangan lebih dari 1/3 bagian untuk menghindarkan lepasnya bagian penahan (perhatikan arah serat kayu). Hubungan dapat pada bagian dinding samping (vertikal) atau bagian dinding atas (datar) yang utuh. Untuk menentukan mana yang dipakai, lihatlah tinggi perabot. Bagian mana yang terbanyak terlihat. Pada hubungan ditengah, jangan sampai lidah terbalik supaya bila tertekan, lidah dapat melentur sedikit.

<4/10D D/3

Alur

Isian kayu masif

<4/10D lidah D4-D/3 D

Posisi

alur

lidah

memperhatikan Alur berhenti 7 mm dari depan.

bagian dinding yang terlihat.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

17

Teknik Perkayuan

Konstruksi titik sudut verstek dengan isian verstek yang perlu diperhatikan pada konstruksi ini adalah hal - hal sebagai berikut : Isian dipasang tegak lurus dengan bidang miring sudut. Merupakan penahan yang maksimal. Isian dipasang dekat pada sudut dalam karena tekanan yang merusak sambungan sudut dari sudut dalam. Jarak dari sudut dalam 4 mm. Isian jangan terlalu panjang, karena alur yang memanjang. Sebagai pedoman misalnya tebal papan20 mm. Panjang isian total 16 mm dengan speling 2 mm. Panjang isian maximum setebal papan. Arah isian untuk kayu masif hendaknya melintang. Isian tripleks tidak membawa masalah.

Isian kayu masif harus melintang serat Konstruksi dengan pen bulat

Isian lamello

jarak antar pen bulat 150 200 mm. Diameter pen bulat 2/5 3/5 D. Ujung pen bulat dipingul.

Hubungan

sudut

verstek

menggunakan pen bulat.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

18

Teknik Perkayuan

Konstruksi ekor burung sambungan ekor burung terbuka. Pada ekor burung terbuka, pen dan lubangnya terbuka. Karena pen ekor burung berbentuk baji, sambungan ini dapat di lem tanpa pres. Kalau diinginkan terlihatnya sisi depan verstek, maka ekor burung terbuka digunakan pada laci, rak, perabot masif. 1. Pembagian ekor burung dilakukan pada garis tengah ekorburung (lihat gambar). Digunakan rumus : Jumlah pen ekor burung Jumlah pen sisi lain Jumlah bagian lain 1 bagian = = lebar kayu 3 1 tebal kayu 2 = 2 x jumlah pen + 1 x jumlah pen yang lebar kayu jumlah bagian

= Jumlah pen ukur burung + 1

Kemiringan ditentukan seperti terlihat pada gambar. Contoh : Lebar papan 120 mm, tebal papan 20 mm. 120 120 Jumlah ekor burung = = =4 3 1 20 30 2 Jumlah pen sisi lain = 4 + 1 = 6 Jumlah bagian 1 bagian = 2 x 4 + 1 x 5 =8 + 5 = 13 120 = = 9,2 mm 13

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

19

Teknik Perkayuan

2. Pembagian ekor burung dilakukan pada sisi dalam. Lubang dan pen dibagi sama lebar. Cara kedua ini lebih mudah daripada cara yan pertama, tetapi pen sisi samping / tepi lebih besar. Pembagian ekor burung = lebar kayu 120 = = 6 +1= 7 tebal kayu 20

Jika aslinya gagal, bisa dibulatkan ke atas atau ke bawah. Kemiringan ekor burung dilakukan dengan siku siku swai yang sudah disetel kemiringannya dengan perbandingan 1 : 7.
Kemungkinan 1 = Pembagian ekor burung T/2 T T/2 T

T/2

T/2

10 bagian

13 bagian

T/2 T/2 T

T/2 T/2 T

Sambungan ekor burung setengah tertutup / terbenam Sambungan ini dipakai jika ekor burung tidak dikehendaki kelihatan pada satu Tertutup sisi. Tebal yang menutupi hendaknnya 1/3 sampai

tebal kayu.penutup

ini menutupi kepala kayu pen ekor burung. Pembagian ekor burung dapat dapat dilakukan seperti cara diatas tetapi tebal kayu T diganti A. Jika ekor burung setengah tertutup digunakan pada papan laci muka yang miring, harus diperhatikan, as tengah pen ekor burung dan pen sisi lain sejajar dengan arah serat samping.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

20

Teknik Perkayuan

Kemungkinan 1

Kemungkinan 2
1/3 1/4

Kemiringan
A A A A

Sambungan ekor burung tersembunyi Ekor burung verstek disebut juga ekor burung tersembunyi.sangat jarang digunakan, karena elemen penghubung tidak kelihatan, maka sambungan ekor burung dapat diganti dengan sambungan yang lebih praktis, misalnya pen bulat atau pen isian.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

21

Teknik Perkayuan

Sambungan ekor burung memanjang Baik untuk konstruksi yang menahan tarikan. Kedalaman ekor burung 1/3 tebal papan. Untuk hubungan ditengah seperti lidah alur. Titik henti alur ekor burung dari ujung 7 mm. Bila terlalu lebar, sambungan pada bagian ini akan terbuka kalau kayu menyusut.

Konstruksi gigi terbuka Dengan konstruksi gigi terbuka, semua potongan sejajar satu dengan yang lain. Tebal gigi sampai 1/3 tinggi gigi ( tebal papan). Bila merngkai konstruksi ini harus dipres atau di lem. Hubungan ditengah dengan konstruksi gigi terbuka dikuatkan dengan baji.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

22

Teknik Perkayuan

E. Konstruksi sudut rangka rangka biasanya unutk memikul atau membuat kaku elemen konstruksi. Konstruksi rangka disarankan jangan berubah bentuk /baling.
Panjang potongan Ukuran rongga

Salah !

Betul

Arah penyusutan utama

Arah penyusutan utama

Hubungan Kip dipotong separo tebal papan dengan lebar selebar bingkai. Sambungan ini harus dilem dan dapat ditembus nagel untuk menjadi lebih kuat. Variasi lain dari sambungan ini adalah kip dengan satu sisi verstek . serong satu sisi dada 45 0.

Kip / Takik separo

Kip dengan satu sisi verstek

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

23

Teknik Perkayuan

Hubungan pen terbuka. Konstruksi lebih menekankan segi teknik pngerjaannya. Jadi diperlukan ketelitian pengerjaan. Kayu harus cukup kering sehingga sambungan tetap rapat. Ada beberapa variasi hubungan pen terbuka, seperti pen terbuka ganda, pen terbuka dengan sponing dalam, pen terbuka dengan alur.
1

/3

/3

/3

Lubang memanjang Pen

/5 /5

1 1

1 1 / / /5 5 5

Sponing dalam

Alur

Hubungan pen tembus dengan spat pen dan baji spat pen berguna terutama untuk mencegah bingkai baling tau muntir. Panjang spat pen setebal pen, yaitu 1/3 tebal kayu ( bisa lebih panjang 1-2 mm).lebar spat pen 1/5 lebar bingkai. Pada bagian spat pen 1/5 lebar bingkai. Pada bagian spat pen diberikan speling 2 mm, supaya dada dapat rapat tidak terganggu spat pen. Pen ini tembus. Untuk mencegah tercabutnya pen maka dibaji dari luar ( lubang pen dibuat tirus).

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

24

Teknik Perkayuan

Hubungan sudut rangka dengan pen bulat Panjang pen bulat pada satu sisi yang masuk pada lebar kayu yang kecil sedalam mungkin ( berhenti dari sisi luar 5 mm).sedang pada kayu yang agak lebar masuk 2/3 lebar kayu. Pada kayu yang tidak lebar sedapat mungkin digunakan 2 pen bulat untuk menghindarkan pen bulat sebagai poros. Jarak pen bulat pada ujung ujung minimal 10 mm. Dengan begitu bagian ini terikat, tidak hanyan tergantung pada lem saja. Diameternya 1/3 3/5 tebal kayu. Lubang pada arah panjangnya diberi speling 2 mm. Ujung-ujung pen dipingul.baik kalau dipakai pen bulat berulir.

Lembar Evaluasi

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

25

Teknik Perkayuan

1. Definisikan perabot secara umum ! 2. Sebutkan klasifikasi pemberian nama perabot sesuai DIN 68 880 ! 3. Klasifikasikan dasar-dasar konstruksi perabot secara garis besar !

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

26

Teknik Perkayuan

Lembar Jawaban 1. Perabot adalah perlengkapan rumah dan benda-benda untuk menampung barang barang, untuk melaksanakan kegiatan, untuk duduk atau untuk berbaring. 2. Klasifikasi dan pemberian nama perabot sesuai DIN 68 880 sebagai berikut : Sesuai dengan bahan baku atau hasil kerjanya : Perabot kayu, Perabot anyaman (dari rotan/ bambu), Perabot Bahan Sintesis, Perabot Besi, Perabot Berjok, Perabot Antik. Sesuai dengan fungsinya : Perabot Kayu, seperti Almari pakaian, almari barang pecah belah, bufet. Perabot kecil, seperti kereta saji, meja bunga. Perabot tempat berbaring, seperti dipan, tempat tidur. Perabot tempat duduk, seperti bangku, bangku tanpa sanndaran, kursi malas, sofa, kursi. Sesuai dengan kegunaannya diruangan : Perabot Tunggal, seperti Bufet , Almari Kecil Berlaci, Meja. Perabot Berangkai, seperti Perabot kombinasi, Perabot Bersusun, Perabot Terpasang Tetap, Almari Bersambung, Pemisah Ruangan. Sesuai dengan konstruksi : Perabot Tertutup, seperti Almari Kecil Berlaci, Almari, MejaTulis,Meja Musik, peti. Rak , perabot dengan bidang muka terbuka. Meja, perabot dengan bidang mendatar yang bersandar/ bertumpu. Sesuai dengan kemanfaatan lapangan : Perabot Tempat Tinggal, Perabot Dapur, Perabot Sekolah, Perabot Rumah Sakit, Perabot Laboratorium, Perabot Kebun, dan Perabot Kantor. 3. Klasifiksi dasar dasar konstruksi perabot secara garis besar adalah sebagai berikut : a. Konstruksi Pelebaran Papan : Konstruksi pelebaran papan masif Konstruksi pelebaran papan buatan

b. Konstruksi Penutupan Sisi Tebal :


Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu 27

Teknik Perkayuan

Konstruksi penutupan sisi tebal Konstruksi penebalan

c. Konstruksi Pelapisan Permukaan d. Konstruksi Sudut Kotak Konstruksi dengan paku Konstruksi dengan lidah dan alur Konstruksi sudut verstek dengan isian verstek. Konstruksi dengan pen bulat. Konstruksi ekor burung. Konstruksi gigi terbuka. Hubungan kip Hubungan pen terbuka Hubungan pen tembus dengan spat pen dan baji. Hubungan sudut rangka dengan pen bulat.

e. Konstruksi Sudut Rangka

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

28

Teknik Perkayuan

Lampiran 1 : Tabelle 1: mbelbegriffe Einteilung und Benennung nach DIN 68 880 Nach dem Werkstoff odr der Ausfhrung Holzmbel, Korbmbel, Kunststoffmbel, Metallmbel, Polstermbel, Stilmbel, Nach der Funktion Behltnismbel, die wie Kleiderschrnke, Geschirrschrnke, Anrichten, zum Aufbewahren von Gtern dienen Kleinmbel, wie z.B. servierwagen, Blumentische liegen und Betten Sitzmbel, wie z.B. Bnke, Hocker, Sessel, Sofas, Sthle Nach der Verwendung im Raum Einzelmbel,wie z.B Anrichten, Kommoden, Tische Systemmbel, wie z.B. An- und Aufbaumbel, Endlosschrnke, Raumteiler Nach der konstrktion Korpusmbel, wie z.B. Kommoden, Schrnke, Sekretre, Tonmbel, Truhen Regale, Mbel mit offenen Frontflchen Tische, Mbel mit waagerecht auf einem Gestell ruhenden Platten Nach den Verwendungsbereichen Wohn-, Kchen Schul Krankenhaus, Labor, Garten und Bronmbel Liegembel, wie z.B.

Menggambar dan membuat konstruksi perabot kayu

29