ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

T DENGAN HIDRONEFROSIS DI RUANG LANGLANGBUANA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SARTIKA ASIH BANDUNG

I. PENGKAJIAN Ruang Diagnosa Tanggal Pengkajian : Langlang Buana, RS. Bhayangkara Sartika Asih, Bandung : Hidronefrosis : 6 November 2012

I. Laporan Kasus A. Biodata 1. Identitas Klien Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Status Perkawinan Suku / bangsa Tanggal Masuk Tanggal Pengkajian No. Rekam medis Diagnosa Medis Alamat : Ny. T : 52 Tahun : Perempuan : Islam : SLTP : Ibu Rumah tangga : Sudah Menikah : Sunda / Indonesia : 01-11-2012 : 06-11-2012 Pukul 08.00 Wib : 54109964 : Hidronefrosis : Kp. Rancutungku rt 01/02 kalapa tilu, banjaran, bandung

2. Identitas Penanggung jawab Nama Hub. Dengan Klien Alamat : Ny. R : Anak : Jalan kebun bibit no 126

1

dan dulu pernah di lakukan operasi batu ginjal 3. teh 6-8 gelas (1500cc) 3x/hari Nasi. hanya menghabiskan ¼ porsi makan Nasi.lauk pauk Makan habis 1/4 2 . Minum Jenis Jumlah Keluhan Air putih¸teh 6-8 gelas (1500cc) Air putih. C. sayur.B.80 C 1. Riwayat kesehatan dahulu Klien mengatakan kurang lebih 1 tahun yang lalu pernah masuk Rumah Sakit dengan gejala yang sama dan pernah dilakukan penganngkatan baju ginjal. Riwayat kesehatan sekarang Klien mengatakan bahwa klien memiliki riwayat penyakit batu ginjal. Makan Frekuensi Makan Jenis makanan Keluhan 2x/hari. Keluhan utama : Sebelum masuk Rumah Sakit klien mengatakan nyeri pada bagian perut yang hebat dan punggung belakang 2. Pola Nutrisi A. lauk pauk Makan tidak nafsu B. sayur. Pola aktivitas sehari-hari(ADL) No Pola aktivitas Dirumah/sebelum masuk Rumah Sakit Dirumah sakit/saat sakit R : 20 x/m S : 36. Riwayat Kesehatan Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis Tanda vital : TD : 140/90 mmHg N : 80 x/m 1.

Siang Lama tidur Kualitas Keluhan b. Bab Frekuensi Warna Konsistensi keluhan b. Mandi Frekuensi b. Malam Lama tidur Kualitas Keluhan c. Bak Frekuensi Warna Bau Keluhan 2-3x/hari Kuning amoniak 2-3x/hari Kuning amoniak 1-2x/hari Kuning Lembek berbentuk Bab 2x Kuning kecoklatan Lembek berbentuk 3. Personal hygiene a. Oral hygiene Frekuensi Waktu 2x/hari Pada saat mandi pagi dan sebelum tidur 1x/hari Pagi hari 2x/hari 1x/hari 3 . Kebiasaan konsumsi obat tidak tidak 8 jam Nyenyak 8 jam Nyenyak 2-3 jam nyenyak 2-3 jam Nyenyak 4.2. Pola tidur a. Pola eliminasi a.

Cuci rambut frekuensi 5. Head to toe I. tidak ada benjolan. Karena klien merasa lemas dan tidak bs melakukan sendiri D. ketajaman penglihatan baik. Sklera tidak ikterik berwarna putih kemerahan. 4 . IV. Rambut berwarna hitam. Aktivitas 3x/seminggu Klien bisa beraktifitas seperti biasa hanya terasa lemas dan nyeri pada perut Klien dapat beraktifitas dengan di bantuan anak. letak simetris. distribusi merata.c. pergerakan bola mata baik. Mata Kelopak mata terdapat lingkaran hitam. reflek menelan baik. beruban. tidak ada pengeluaran sekret. tidak ada pembegkakan tyroid. Telinga Daun telinga elastis dan keras. Kepala Kepala berbentuk simetris. tidak ada luka. tidak berketombe. tidak terdapat lesi. konjungtiva tidak anemis. II. Pemeriksaan Fisik 1. Leher Leher berbentuk simetris. kulit kepala bersih. masa dan benjolan. tidak ada lesi dan benjolan. III. masa atau lesi.. tidak ada benjolan dan masa.

bibir kering. Dada Dada berbentuk simetris. tidak terdapat benjolan atau luka. bising usus 12 kali permenit. tidak ada lesi. Hidung Letak dan bentuk simetris. VIII. tidak ada benjolan mukosa hidung. tidak ada oedema ataupun nyeri.V. Ektremitas atas Bentuk simetris. Ekstremitas atas dan bawah a. Mulut Bibir simetris atas dan bawah. gusi merah muda dan tidak ada perdarahan. tidak ada atropi otot ataupun tremor. Abdomen Bentuk datar dan lembut. mukosa hidung berwarna merah muda. karena terpasang infus RL untuk 20 gtt/ menit. sedangkan pergerakan pada tangan kiri terbatas. bibir berwarna merah kehitaman. IX. jari dan kuku lengkap dapat digerakan. Kekuatan otot : 5 5 - Keterangan : Nilai 5 = dapat menahan tahanan ringan dari pemeriksa 5 . tidak ada perdarahan. tidak ada ntyeri tekan. Pergerakan tangan kanan bebas dapat digerakan. mukosa mulut lembab dan berwarna pink. Pada palpasi dalam terdapat distensi pada area ginjal atau pun nyeri tekan skala nyeri 3( skala nyeri 0-5) dan pasien sudah terpasang kateter. tidak ada bunyi nafas tambahan. VII. VI.

Laboratorium A.9 20-40 0.9 20-40 0.48 150.700 27 304. E.800 24 289.3-1. Laboratorium Sabtu.000 12 . Kekuatan otot : 5 5 Keterangan : Nilai 5 = dapat menahan tahanan ringan dari pemeriksa.48 150.000 37.3-1.000-10.000 gr/dl mm3 % mm3 60 1. Ektremitas bawah Kedua kaki dapat digerakan.000 gr/dl mm3 % mm3 60 1.000 12 . 3 November 2012 Pemeriksaan Pemeriksaan Darah Hb Leukosit PVC Trombosit Pemeriksaan Kimia Ureum Kreatinin Hasil Nilai Rujukan Satuan 9. Data Penunjang 1. 5 November 2012 Pemeriksaan Pemeriksaan Darah Hb Leukosit PVC Trombosit Pemeriksaan Kimia Ureum Kreatinin Hasil Nilai Rujukan Satuan 9.000-10. jari lengkap dapat digerakan. tidak ada oedem atau lesi.1 13.000-400.000 37.000-400.18 4.1 14.b.5 mg/dl mg/dl Senin.5 mg/dl mg/dl 6 .18 4.

klien tampak nyeri pada bagian abdomen 2. serotinin. muntah Obyektif (O) : 1. Analisa Data No 1 Data Etiologi hemodialisa Subyektif (S) : 1.F. bradikinin. 2 Subyektif (S) : 1. mukosa bibir kering 4. Klien tampak lemah 2. Therapi Terapi Farmasi Cefoperazone 2x1 amp(iv) Ranitidin 2x1 amp(iv) Ondancetron 2x1 amp(iv) pemberian terapi cairan RL G. klien mengatakan bahwa nyeri pada bagian abdomen Obyektif (O) : 1. Tampak adanya oedem pada bagian abdomen 3. turgor kulit< 3 detik Klien mengatakan sering Gangguan keseimbangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan cairan. prostaglandin Merangsang sel saraf cortec serebri nyeri Aktivasi RAA+ADH Peningkatan resorbsi H2O+NO Peningkatan volume cairan intravaskuler Oedem Sirkulasi darah terhambat obstruksi akut. Klien tampak meringgis menahan nyeri saat melakukan alih posisi skala nyeri 3 dari skala nyeri (1-5) Diagnosa keperawatan Gangguan rasa nyaman nyeri pada Pungsi vena arteri abdomen berhubungan dengan Trauma jaringan Merangsang pengeluaran zat istamin. 7 .

muntah. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. mual. muntah Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. klien tidak menghabiskan ¼ porsi makan 2. klien mengatakan mual saat makan. 8 . Diagnosa Keperawatan    Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan obstruksi akut.3 Subyektif (S) : 1. muntah. mual. Gangguan keseimbangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan cairan. Obyektif (O) : 1. klien tampak lemas Mengiritasi mukosa empedu Aktivasi saraf simpatis Akumulasi Asam Lambung Merangsang saraf bebas anoreksia Mual.

Klien tampak memegang abdomen Tupan : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam rasa nyeri klien teratasi Tupen: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam diharapkan klien dapat memenuhi kriteria. Mengidentifikasi keadaan klien dan menentukan intervensi lebih lanjut 2.Obyektif (O) : . RR : 18-20x/mnit 2. Mengidentifikasi tingkat dan bina hubungan saling percaya terlebih dahulu nyeri klien sehingga dapat menjadi dasar tindakan selanjutnya 3. Posisikan klien senyaman mungkin (semifowler) 4. DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN 1.Nadi : 124 x/mnt . Observasi TTV 1. Data Subyektif (S): Klien mengatakan nyeri dibagian abdomen kiri Data Obyektif (O) : . INTERVENSI RASIONAL RENCANA Gangguan rasa nyaman: nyeri berhubungan dengan obstruksi akut. Salah satu cara untuk dan manajemen nyeri mengalihkan perhatian tidak terfokus pada nyerinya 4. Ajarkan teknik relaksasi 3. Klien menyatakan nyeri sudah berkurang 1. Meningkatkan ekspansi paru sehingga O2 yang masuk maksimal 9 .Ekspresi wajah meringis .TD : 100/60 mmHg. Kaji tingkat nyeri klien 2.ASUHAN KEPERAWATAN NO. .RR: 28 x/mnt -. yaitu : 1.

Kaji dan laporkan adanya tanda – tanda penurunan COP. Bunyi jantung dan suara nafas tambahan mengindikasikan keadaan jantung. yaitu : 1. 4. Gangguan keseimbangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan cairan. 2. Pertahankan tirah baring selama fase akut 2. Nadi dalam batas normal 5. Tirah baring dapat mengurangi kerja jantung.yang sakit 3. 5. 4. Auskultasi pernafasan dan jantung sesuai indikasi 3. Pertahankan cairan parenteral dan obatobatan sesuai advice. Memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh. TTV 1. TD dalam batas normal 4. Obat-obatan membantu vasodilatasi pembuluh darah d jantung. 5.TD : 100/60mmHg . Tupan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 penurunan curah jantung dapat teratasi. Kolaborasi pemberian terapi:  Cefoperazone  Ranitidin  Ondancentron 2. Kenaikan tekanan darah dan COP mengindikasikan adanya peningkatan kontraktilitas jantung. Subyektif (S): . 10 . keringat dingin Obyektif (O) : . Berikan oksigen sesuai kebutuhan. Tupen: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam diharapkan klien dapat memenuhi kriteria.Klien mengeluh lemah. Klien tidak tampak lemah. 1.Nadi : 124 x/menit 3.

Gejala yang menyertai akumulasi toksin endogen yang dapat mengubah atau menurubkan pemasukkan 11 .Cappilary refill kurang dari 3 detik . Akral teraba hangat. Perhatikan adanya mual dan muntah 2.RR: 28x/menit . TD. RR. Mengidentifikasi kekurangan nutrisi 2.Haluaran urin: < normal 500-1000 cc/hari 2..Kulit dingin . DS : Klien mengatakan nafsu makan kadang saat makan tiba-tiba Tupan : Setelah di lakukan perawatan selama 3 x 24 jam Klien akan mengkonsumsi secara tepat jumlah kebutuhan kalori atau nutrisi yang di 1. 3. 4. Cappilary refill kurang dari 2 detik. Haluaran urin dalam batas normal 3 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. muntah. dan nadi dalam batas normal 5. mual. Awasi konsumsi makanan atau minuman 1. JVP dalam batas normal 6.

6. Berikan makanan sedikit tapi sering dan memerlukan intervensi 3. Menurunkan ketidaknyamanan stomatitis oral dan rasa yidak di sukai dalam mulut yang dapat mempengaruhi 1. Kolaborasi dengan ahli gizi dengan pemberian diet pemasukkan makanan 6.Turgor kulit baik. mengkonsumsi makanan sesuai program. Memberikan pengalihan dan meningkatkan aspek sosial 5. Tupen : 3. 4. Porsi lebih kecil dapat meningkatkan masukkan makanan DO : Program diet 1500 kal Klien makan + ¾ porsi Setelah di lakukan perawatan selama 3 x 24 jam Klien akan mengkonsumsi secara tepat jumlah kebutuhan kalori atau nutrisi yang di programkan dengan kriteria : Peningkatan barat badan. Tingkatkan kunjungan oleh orang terdekat selama makan 4. Berikan perawatan mulut sering 5. Menjaga pola diet klien 12 .mual programkan.

13 . TANGGAL 6 November 2012 JAM 9.IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN Nama Klien : Ny.15 1 memantau tanda-tanda vital 2 Memonitor dan mencatat intake atau output cairan 3 Mengkaji pengeluaran urine S : : klien mengatakan tubuh terasa lemah Ria O : klien tampak lemah. A : masalah belum teratasi 11.30 No. Rekam Medis: 54109964 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN 1 mengobservasi TTV 2 mengkaji skala nyeri yang di alami klien 11.00 9. Nadi 75x/ menit. RR: 24x/ menit.00 EVALUASI (SOAP) S : Klien mengatakan nyeri berkurang dan skala nyeri berkurang menjadi 3 dari skala nyeri (1-5) PARAF Ria 3 membantu klien dalam posisi nyaman O : klien tidak tampak meringis lagi TTV :130/80. suhu 37oC 11.15 4 menjelaskan nyeri klien dan penyebabnya nyeri.00 09.45 5 mengajarkan teknik relaksasi membantu dalam mengubah posisi P : lanjutkan intervensi 2.30 09. T NO. 7 November 2012 08. DX 1.

Tingkatkan kunjungan oleh orang terdekat selama makan 08. Perhatikan adanya mual dan muntah 08. Kolaborasi dengan ahli gizi dengan pemberian diet 14 .00 11.15 3.09.45 2. Berikan makanan sedikit tapi sering 08.00 6.45 5.30 10. Nadi 80x/ menit. Berikan perawatan mulut sering 11. Awasi konsumsi makanan atau minuman S : klien mengatakan menghabiskan ¼ porsi makannya O: klien masih tampak lemah A : masalah belum teratasi P :lanjutkan intervensi Ria 07.30 4 Memonitor pola napas 5 Mengukur berat badan 6 Pemberian cairan sesuai dengan indikasi TTV :120/80. 8 November 2012 07.30 1. P : lanjutkan intervensi 3. RR: 24x/ menit.30 4. suhu 36oC A : masalah belum teratasi.

15 .