Anda di halaman 1dari 7

Kertas Kerja Audit

( Audit Internal)

Oleh : Kelompok 9 : Putu Kartika Dewi (10 )

Putu Nova Eka Wahyuni (15 ) Putu Ardiani (34 )

A. Pengertian dan Fungsi Kertas Kerja Audit

Auditor harus mengumpulkan berbagai jenis bukti untuk mendukung kesimpulan hasil audit yang disajikannya dalam laporan hasil audit. Bukti yangdikumpulkan itu harus didokumentasikan dengan baik. Dokumen dimaksuddisebut dengan Kertas Kerja Audit (working papers), memuat rekaman kegiatanaudit yang dilakukannya selama melaksanakan audit. Disamping berfungsi sebagai media untuk mendukung kesimpulan hasil audit, kertas kerja juga berfungsi sebagai: Jembatan/ mata rantai yang menghubungkan antara catatan klien dengan laporan hasil audit. Media bagi auditor untuk mempertanggung jawabkan prosedur/langkah audit yang dilakukan sehubungan dengan penugasan yang dijalankan. Media untuk mengkoordinir dan mengorganisasi semua tahap audit mulai dari tahap perencanaan sampai pelaporan. Dokumen yang dapat memberikan pedoman bagi auditor berikutnya yang melakukan penugasan audit pada instansi/ satuan kerja yang sama. Kertas Kerja didefinisikan sebagai catatan-catatn yang diselenggarakan oleh audior mengenai prosedur audit yang ditempuh,pengujian yang dilakukan, informasi yang diperoleh, simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan pelaksanaan penugasan audit yang dilakukannya.

B. Isi Kertas Kerja Audit

Kertas kerja audit meliputi semua berkas yang dibuat mulai dari perencanaan sampai konsep laporan hasil audit, antara lain terdiri dari : program audit, hasil pemahaman terhadap pengendalian intern, ikhtisar dan salinan/copy dari dokumen yang dikumpulkan, daftar atau komentar yang dibuat atau diperoleh auditor, draft laporan hasil audit,dan sebagainya. Kertas kerja tidak hany aberwujud kertas tetapi ada pula yang berupa pita magnetis, film, atau media yang lain. Kertas kerja berupa salinan/copy dokumen audit cap COPY SESUAI ASLINYA,DIBERIKAN UNTUK AUDITOR dan ditanda tangani/paraf oleh petugas/ counterpart yang ditugaskan manajemen.
[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 2

Secara lebih rinci dokumen yang terdapat pada KAA harus meliputi aspek-aspek berikut: Perencanaan Pengujian dan evaluasi terhadap kecukupan dan efektivitas system pengendalian internal. Prosedur audot yang dilakukan, informasi yang diperoleh, analisa yang dibuat dan kesimpulan yang dicapai oleh auditor. Review aras Kertas Kerja Audit (KKA) Pelaporan hasil audit. Monitoring tindak lanjut terhadap hasil audit. C. Persyaratan Kertas Kerja Audit

Kertas kertas kerja yang memperhatikan kecakapan teknis dan keahlian professional dari auditor yang menyusunnya. Seorang auditor yang kompeten dalam melaksanakan tugasnya akan menghasilkan kertas kerja yang bermanfaat. Agar bermanfaat, kertas kerja harus lengkap, teliti, ringkas, jelas,dan rapi. a. Kertas Kerja Yang Lengkap : 1. Berisi semua informasi utama, dengan pengertian semua informasi penting harus dicantumkan dalam kertas kerja. 2. Tidak memerlukan penjelasan tambahan. Auditor harus mempertimbangkan bahwa kertas kerja akan direview dan digunakan oleh seniornya untuk menyusun laporan dan review hasil audit. b. Auditor harus memperhatikan ketelitian dalam penulisan dan perhitungan sehingga penyusunan laporan dan review hasil audit. c. Kertas kerja harus dibatasi pada informasi pokok saja yang diperlukan dan relevan dengan tujuan audit dan disajikan secara ringkas, idak memuat data yang tidak perlu. d. Kertas kerja harus mampu menyajikan informasi yang jelas dan sistematis, penggunaan istilah yang menimbulkan arti ganda perlu dihindari. e. Kerapian dalam pembuatan dan keteraturan dalam penyusunan kertas kerja diperlukan untuk mempermudah ketua tim dan supervisor mereview hasil pekerjaan dan mnyusun laporan hasil audit.
[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 3

D. Jenis Kertas Kerja Audit

Dalam rangka mendukung laporan hasil audit, kertas kerja dikelompokan dalam Daftar Utama (Lead/Top Schedule) dan Daftar Pendukung (Supporting Schedule: a. Daftar Utama merupakan rangkuman dari Daftar Pendukung, disusun sesuai dengan kelompok informasi yang disajikan dalam laporan hasil audit. Memuat informasi dan kesimpulan hasil audit yang diperlukan untuk penyusunan laporan hasl audit. b. Daftar Pendukung memuat tujuan audit, informasi/kegiatan yang diuji, buktibukti/ dokumen pendukung yang dikumpulkan, metode penelitian dan analisis yang dilakukan dalam rangka memenuhi tujuan audit, dan kesimpulan yang diperoleh, serta dilengkapi dengan data auditor yang menyusun dan tanggal dan paraf penyusunannya. Daftar Utama Dan Daftar Pendukung merupakan dokumentasi yang terpisah satu sama lain. Untuk menghubungkan keduanya, kertas kerja harus diberi indeks (semacam tanda/nomor/kode yang dibuat untuk mempermudah menghubungkan satu kertas kerja dengan kertas kerja yang lain).

E. Kepemilikan Kertas Kerja Audit Hal lain yang perlu diperhatikan mengenai kepemilikan kertas kerja. Sesuai dengan kode etik, auditor harus menjaga keserasian informasi yang diperoleh / diketahuinya melalui kegiatan audit yang dilakukannya. Dalam praktek yang sehat di lingkungan profesi audit, walaupun kryas kerja adalah milik institusi auditor, penggunaanya untuk pihak luar harus mendapat izin dari klien/audit yang bersangkutan. Terkait dengan hal ini, salah satu poin dari kode etik pejabat pengawas pemerintah dengan organisasi intern,yang diatur dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 28/2007 disebutkan ; Pejabat Pengawas Pemerintah wajib menyimpan rahasia jabatan, rahasia Negara, rahasia pihak yang diawasi serta hanya mengemukakan kepada dan atas perintah pejabat yang berwenang atas kuasa peraturan perundang-undangan.

[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 4

F. Penyimpangan Kertas Kerja Audit Untuk mempermudah akses danpemeliharaanya, dokumen KKA perlu dipilah ke dalam beberapa kategori. Pada umumnya terdapat empat katagori berkas KKA, yaitu : Berkas Permanen, Berkas Berjalan, Berkas Lampiran,dan Berkas Khusus. 1. Berkas Permanen Berkas permanen berisikan data/informasi yang diperlukan oleh auditor untuk memahami gambaran umum audit. Dilihat dari dimensi waktu informasi yang dimasukkan dalam berkas permanen adalah informasi yang relative sering berubah. Dengan adanya berkas permanen, auditor tidak perlu meminta informasi tersebut kepada audit setiap tahun atau setiap kali akan melakukan audit.

Jenis informasi yang dimaksudkan dalam berkas permanen, antara lain meliputi : data organisasi audit, kebijakan dan prosedur opersi, kebijakan akuntansi dan pengendalian internal,dan informasi administratif berkaitan dengan penugasan audit.

Data Organisasi meliputi : Struktur organisasi dan uraian tugas, Sejarah dan uraian pokok dan fungsi audit, Daftar lokasi unit-unit dibawah organisasi audit, Kontrak dan perjanjian penting (jika ada), daftar personil kunci, Daftar pihak yang mempunyai hubungan istimewa, serta Ketentuan hokum dan perundang-undangan terkait. 2. Berkas Berjalan ( Current ) Berkas berjalan berisikan informasi yang berkaitan dengan audit yang sedang dilakukan atau audit yang baru lalu. Terdapat dua sub klasifikasi untuk informasi yang dimasukkan dalam berkas berjalan,yaitu : Berkas umum dan Berkas analisis.

Berkas umum terdiri atas : Surat penugasan audit, Informasi umum, Hasil pertemuan awal, Program audit,Ikhtisar temuan audit, Draft laporan audit, Pertemuan akhir dan tindak lanjut hasil audit.

Berkas analisis, memuat dokumentasi rinci atas proses pengumpulan dan pengujian bukti audit untuk masing-masing data yang dicakup dalam penugasan audit.. 3. Berkas Lampiran
[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 5

Berkas ini berisikan lampiran data,catatan, dan dokumen yang menjadi data mentah bagi proses pengujian bukti audit. Informasi mengenai proses dan hasil pengujianya sendiri dimasukkan dalam berkas audit analisis. 4. Berkas Khusus Berkas ini berisikan informasi yang perlu mendapatlan perhatian khusus. Sebagian besar informasi ini berkaitan dengan indikasi kecurangan yang perlu ditindak lanjuti dengan pemeriksaan khusus.

[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 6

LampiranBahanPresentasi
(Sumber : Internet)

[ Sumber : Http://www.scirbd.com/doc/51625388/17/pengertian-dan-fungsi-kertas-kerja-audit] 7