Anda di halaman 1dari 10

Galur/Varians/Strain Sebuah galur atau strain, mengacu pada tikus, adalah sebuah kelompok di mana semua anggota secara

genetik identik. Pada tikus, ini dicapai melalui perkawinan sedarah. Dengan memiliki populasi jenis ini, adalah mungkin untuk melakukan percobaan pada peran gen, atau melakukan percobaan yang mengecualikan variasi dalam genetika sebagai faktor. Sebaliknya, outbred strain, digunakan ketika identik genotipe tidak diperlukan atau populasi acak diperlukan, dan lebih didefinisikan sebagai leluhur pembanding strain. (1)Wistar rat Adalah tikus Wistar strain outbred tikus albino milik spesies Rattus norvegicus. Jenis galur ini dikembangkan di Institut Wistar pada tahun 1906 untuk digunakan dalam biologi dan penelitian medis, dan adalah terutama galur tikus pertama dikembangkan sebagai model organisme pada saat laboratorium terutama menggunakan Mus musculus (mencit), atau mencit rumah. Lebih dari separuh dari semua strain tikus laboratorium adalah keturunan dari koloni asli yang dikembangkan oleh Henry fisiologi Donaldson, J. Milton administrator ilmiah Greenman, dan peneliti genetik / embriologi Helen Dean King. Tikus Wistar saat ini menjadi salah satu yang strain tikus paling populer yang digunakan untuk penelitian laboratorium. Hal ini ditandai oleh kepala lebar, panjang telinga, dan memiliki ekor panjang yang selalu kurang dari panjang tubuhnya. Galur tikus Sprague Dawley dan Long-Evans dikembangkan dari tikus galus Wistar. Tikus Wistar lebih aktif daripada jenis lain seperti tikus Sprague dawley. (2) Tikus Sprague Dawley Tikus Sprague Dawley yang merupakan jenis outbred tikus albino serbaguna digunakan secara ekstensif dalam riset medis. Keuntungan utamanya adalah ketenangan dan kemudahan penanganannya. Tikus jenis ini pertama kali diproduksi oleh peternakan Sprague Dawley (kemudian menjadi Perusahaan Animal Sprague Dawley) di Madison, Wisconsin. Fasilitas penangkaran dibeli pertama kali oleh Gibco dan kemudian oleh Harlan (sekarang Harlan Sprague Dawley) pada bulan Januari 1980. Rata-rata ukuran berat tubuh tikus Sprague Dawley adalah 10.5. Berat badan dewasa adalah 250300g bagi betina, dan 450-520g untuk jantan. Hidup yang khas adalah 2,5-3,5 tahun. Tikus ini biasanya memiliki ekor untuk meningkatkan rasio panjang tubuh dibandingkan dengan tikus Wistar. (3)Biobreeding tikus Tikus Biobreeding Diabetes Prone (atau Tikus BBDP ) adalah tikus galur inbred yang berkembang secara spontan autoimun Type 1 Diabetes. Seperti NOD tikus, tikus BB digunakan sebagai hewan model untuk tipe 1 diabetes. Galur ini telah banyak me-rekapitulasi-ulang beberapa fitur diabetes tipe 1, dan telah memberikan kontribusi yang besar kepada penelitian patogenesis T1D. (4) Long-Evans tikus Long-Evans tikus adalah tikus strain outbred milik spesies Rattus norvegicus. Jenis galur ini dikembangkan oleh Drs. Long dan Evans pada tahun 1915 dengan menyilangkan beberapa Wistar betina dengan abu-abu liar laki-laki. Long Evans tikus putih dengan tudung hitam, atau

kadang-kadang putih dengan kerudung cokelat. Mereka dimanfaatkan sebagai model serbaguna organisme, sering dalam perilaku dan penelitian obesitas. (5) Zucker tikus

Zucker tikus dibiakkan menjadi model untuk penelitian genetik pada obesitas dan hipertensi. Mereka dinamai setelah Lois M. Zucker dan Theodore F. Zucker, peneliti pelopor dalam studi genetika obesitas. Ada dua jenis tikus Zucker: tikus Zucker ramping, dilambangkan sebagai sifat dominan (Fa / Fa) atau (Fa / fa), dan obesitas khas (atau lemak) Zucker tikus, yang notabene adalah sifat resesif (fa / fa) dari reseptor leptin, yang mampu menimbang sampai dengan 1 kg (2.2 lb)-lebih dari dua kali berat badan rata-rata. Tikus Zucker obese memiliki level lemak dan kolesterol tingkat tinggi dalam darah mereka, yang tahan terhadap insulin tanpa hyperglycemic, dan berat badan dari mendapatkan berat tubuh dari ukuran dan jumlah sel-sel lemak. Obesitas pada tikus Zucker terutama terkait dengan alam hyperphagic mereka, rasa lapar yang berlebihan, namun asupan makanan tidak sepenuhnya menjelaskan hiperlipidemia atau komposisi tubuh secara keseluruhan. (6) Tikus gundul

Diperkirakan bahwa ada lebih dari dua puluh lima gen resesif yang menyebabkan hairlessness di laboratorium tikus. Yang lebih umum yang dilambangkan sebagai rnu (Rowett telanjang), fz (fuzzy), dan shn (dicukur).

Rowett telanjang, pertama kali diidentifikasi pada tahun 1953 di Skotlandia, tidak memiliki timus. Kurangnya organ ini sangat kompromi sistem kekebalan tubuh mereka, infeksi saluran pernapasan dan meningkatkan mata yang paling dramatis. Fuzzy tikus yang diidentifikasi pada 1976 di sebuah Pennsylvanian laboratorium. Penyebab utama kematian di antara fz / fz tikus pada akhirnya gagal ginjal progresif yang dimulai sekitar usia satu. Lain-tikus dibiakkan dari tikus Sprague Dawley di Connecticut pada tahun 1998. Mereka juga menderita masalah ginjal parah.

(7) RCS tikus Tikus Royal College of Surgeons (RCS) adalah hewan pertama yang diketahui dengan degenerasi retina Warisan. Meskipun cacat genetik tidak diketahui selama bertahun-tahun, itu pertama kali diidentifikasi pada tahun 2000 untuk menjadi mutasi pada gen Mertk. Hasil mutasi ini cacat epitel pigmen retina fagositosis dari luar photoreceptor segmen. (8) Tikus Getar Kawasaki (Shaking Rat Kawasaki) Tikus Getar Kawasaki yang tidak memiliki RELN fungsional gen yang mengkodekan reelin, protein penting untuk korteks tepat laminasi dan perkembangan otak kecil. Fenotipe yang mirip dengan tikus reeler diteliti secara luas. Sekarang ini juga tikus hias jepang sudah banyak yang dikembangkan dan dipasarkan di Indonesia. Pada umumnya tikus hias jepang memiliki varians warna bulu/rambut. (Disadur dan diterjemahkan secara bebas dari berbagai sumber: terutama http:// wapedia.mobi & http://en.wikipedia.org/wiki/Laboratory_rat.) (9) Varian Tikus Hias Jepang

21.4. Pedoman Teknis Budidaya Sekarang ini memelihara tikus sudah bukan rahasia lagi. Harga tikus cukup mahal perekornya

berkisar Rp 10.000 25.000 ada juga yang ratusan ribu tergantung keunikan warnanya. Anakan berwarna abu -abu atau belang hitam belang coklat umur 20 hari oleh pedagang perekor di hargai Rp 6.000 per ekor. Ternyata dari yang tadinya menggelikan sekarang justru menghasilkan uang. Satu ekor tikus muda sekali melahirkan bisa 4 ekor anak (cindil) dan betina dewasa sanggup melahirkan sekitar 10 ekor dan dalam tempo 20 hari sudah siap di jual lagi. Ternyata beternak tikus lebih mudah ketimbang berternak kelinci makananya juga sembarang makanan di lahap, karena tikus adalah pemakan semua. Persyaratan Teknis Budidaya Tikus, yaitu : 1. Kandang harus kering 2. Gunakan litter (alas) bisa dari sekam atau serbuk gergaji 3. Gunakan kotak plastik ukuran sekitar 60 cm x 50 cm atau lebih besar dengan tutup yang terbuat dari kawat 4. Air minum buat seperti botol dot, harus selalu ada (ad libitum) 5. Biasanya tikus yang baru disatukan untuk dikawinkan butuh masa adaptasi sebelum kawin sekitar satu minggu 6. Satu jantan efektif bisa mengawini 6-8 ekor betina 7. Baiknya kawinkan 2 jantan dengan 8 betina dalam satu kandang besar 8. Tikus bisa bunting-beranak selama 3-5 minggu tergantung pakan, sama tingkat kesuburan. 9. Ganti litter selama 1 minggu sekali. 10. Kalau sudah beranak jangan pisahkan dengan induk, jangan dipegang-pegang, pisahkan dengan jantan, biarkan terjadi seleksi alam, pakan tidak boleh kekurangan, minum harus cukup. 11. Bila anak sudah 4 minggu bisa dipisahkan dari induk dan dipelihara secara berkelompok dengan tikus lain. 12. Anak sudah cukup dewasa umur 4 minggu tapi masih belum matang untuk bunting dan melahirkan

21.5. Langkah-Langkah Beternak Tikus Putih Sebetulnya membudidayakan tikus sangat mudah dan secara sederhana. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut : 1. pertama harus tahu jenis kelaminnya dulu/ bisa membedakan jenis kelamin untuk membedakannya lihat gambar di bawah ini :

2. Setelah itu harus menyiapkan kandang terlebih dahulu tapi di sarankan jangan terbuat dari kayu karena tikus adalah binatang pengerat. Kita bisa menggunakan bahan dari kawat, besi lubang atau bak plastik lihat di bawah ini adalah terbuat dari bak plastik ditutup kawat kasa ukuran kecil. Untuk tutup berilah kawat untuk pengait lihat gambar di

bawah ini jadi gampang untuk buka tutup.

3. Kemudian sediakan rakrakan yang bisa kita buat dari besi lubang,bambu atau kayu fungsinya untuk menghemat tempat. (Gb A) 4. Model yang selanjutnya adalah dengan umbaran. buatlah kotak persegi panjang dengan besi lubang dan kawat kasa lihat gambar di bawah ini untuk ukuran bisa di sesuaikan (jangan terlalu tinggi karena fungsinya kurang tingginya kira kira 25 cm sudah cukup) lihat gambar di bawah ini kandang sap tiga. (Gb. B) 5. Setelah itu berilah rumah rumahan dari paralon , kayu atau apa saja yang fungsinya untuk tempat beranak (Gb. C)

6. Sebelum memulai berternak usahakan cari bibitan saja jangan langsung indukan karena lebih bisa beradaptasi dengan kandang baru. 7. Untuk kandang dari bak plastik isilah dengan serbuk gergaji, sekam atau zeolit (tapi mahal harganya) setelah itu masukkan 3 tikus betina dan 1 jantan jangan lupa tambahkan potongan kertas untuk sarang tikus 8. Untuk Kandang Umbaran isikan serbuk gergaji, sekam dan potongan kertas masukan kira kira 13 ekor betina dan 2 jantan sebagai catatan usahakan cari yang bibitan saja sebab resiko bertengkar sangat kecil. 9. Bila lancar maka bibitan tadi kira kira 1-1,5 bulan akan mulai bunting. Setelah proses kebuntingan 21 hari tikus akan melahirkan untuk pertama kali dengan jumlah anak 6 ekor untuk kelahiran awal (pertama), sedangkan kelahiran kedua bisa mencapai 10 ekor per kelahiran. 10. Setelah umur 20 hari maka sudah bisa di pisahkan dari induknya 11. Untuk pakan berilah pakan apa saja karena tikus merupakan pemakan segala. 12. Pakan utamanya sebaiknya berupa campuran Nasi dan dedak dalam kondisi campuran basah.

13. Untuk pakan hijauan sebaiknya pemberiannya dikombinasikan dengan beberapa jenis hijauan. Jenis hijauan yang biasa diberikan antara lain : wortel, sawi, jagung muda, ketela dan lain lain dalam kondisi segar. Kondisi segar ini sebagai pengganti air minum karena tikus seperti pada semua binatang pengerat lainnya tidak suka minum secara langsung pada air minum. 14. Frekuensi pemberian pakan sebaiknya minimal 3 kali sehari. 15. Pemberian pakan dalam jumlah yang lebih banyak sebaiknya pada malam hari karena aktivitas tikus lebih banyak pada malam hari. 16. Untuk Pemasaran pada umumnya di toko-toko atau pasar-pasar hewan. 17. Tikus dimanfaatkan untuk hewan percobaan / penelitian, pakan reptil seperti ular. 18. Pada umumnya harga untuk penelitian lebih mahal dibandingkan untuk pakan reptil, Karena tikus-tikus untuk penelitian biasanya memerlukan persyaratan khusus. Misalnya: keseragaman galur, umur, dan bobot tubuh. 21.6. Analisis Usaha Beternak Tikus Putih

Untuk mulai usaha penangkaran tikus putih / mencit (Mus mosculus) bisa menggunakan 100 indukan yang terdiri 75 ekor betina dan 25 ekor jantan. Jadi perbandingannya setiap 3 betina dipasangkan dengan 1 ekor jantan. Jika dipelihara dengan intensif dalam waktu tiga bulan mampu menghasilkan anakan sebanyak 8 12 ekor per induk. Induk yang berbobot 20-25 gram harus diafkir setiap dua kali beranak. Berikut ini analisa usaha tikus putih setiap 100 (seratus) indukan : (Harga diperhitungkan pada tahun 2009) Spesifikasi : a. Jumlah indukan 100 ekor b. Lama pengusahaan selama 6 bulan ( 2 kali beranak ) c. Luas ruangan yang dibutuhkan seluas 6 m2 d. Produksi anakan umur 3 bulan Investasi a. Rumah ternak (umur 5 tahun) Rp .3.000.000 b. Rak besi sepanjang 2 meter (5 tahun) Rp. 2.000.000 c. Kandang plastik 200 bh @Rp.8.000 Rp. 1.600.000 d. Perlengkapan kandang 200bh @Rp.2000 Rp. 400.000 Total Investasi Rp. 7.000.000 Biaya Produksi a. Indukan 100 ekor @Rp.4000 Rp. 400.000 b. Penyusutan rumah ternak Rp. 300.000 c. Penyusutan rak Rp. 160.000 d. Penyusutan perlengkapan kandang Rp. 100.000 e. Tenaga Kerja Rp. 1.200.000

f. Pakan 300kg @ 4.000 Rp. 1.200.000 g. Obat-obatan Rp. 200.000 h. Listrik Rp. 200.000 Total biaya produksi Rp. 3.760.000 Pendapatan a. 1.500 ekor x Rp 3.500/ekor Rp. 5.250.000 Keuntungan a. Rp. 5.250.000 Rp. 3.760.000 : Rp. 1.490.000 Pertimbangan Usaha BEP (Break Even Point) BEP untuk harga produksi BEP = Rp. 3.760.000 : 1.500 ekor = Rp. 2.507/ekor Dengan produksi sebanyak 1.500 ekor titik balik modal tercapai jika harga mencit umur 3 bulan Rp. 2.507/ekor BEP untuk volume produksi BEP = Rp. 3.760.000 : Rp. 3.500/ekor = 1.074 ekor Dengan harga jual Rp. 3.500/ekor, titik balik modal tercapai jika jumlah anakan yang dihasilkan sebanyak 1.074 ekor B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya) B/C = Rp. 5.250.000 : Rp. 3.760.000 = 1,4 Setiap penambahan biaya Rp. 1 untuk beternak mencit akan diperoleh penerimaan Rp. 1,4 NPV (Net Present Value) NPV = Rp. 5.250.000 x 1/(1+0,0083)6 = Rp. 5.000.000 Dengan asumsi bunga bank 10% per tahun, penerimaan yang diperoleh 6 bulan kemudian senilai Rp. 5.000.000

Selamat Mencoba

Sebagai penutup diktat kuliah ini, perlu ditegaskan bahwa : 1. Mata kuliah Dasar Aneka Ternak merupakan mata kuliah Dasar yang hanya menyajikan pengetahuan dasar tentang berbagai jenis ternak. 2. Dalam belajar Dasar Aneka Ternak, setiap bagian selalu berhubungan satu dengan yang lain sebagai satu kesatuan yang utuh. Pembagian dalam bagian-bagian diperlukan untuk mempertajam dan membedakan serta keterkaitan antara Bibit, Pakan dan Manajemen Aneka ternak. 3. Kesempatan bertanya dan berdiskusi kepada pengampu maupun kepada mahasiswa yang lain pada setiap acara perlu dimanfaatkan mahasiswa dengan sebesar-besarnya sehingga diperoleh manfaat pendalaman dan pengembangan pengetahuan Dasar Aneka Ternak yang lebih konkrit. 4. Pada Diktat Bagian Pertama hanya memuat ternak Puyuh, Kelinci, Lebah, Jangkrik, Bekicot dan Cacing Tanah, sedangkan materi lain seperti Walet, Merpati, Belut, Tokek, Katak, Ulat Hongkong, Ulat Sutera dan lain-lain jenis ternak akan dimuat dalam Dikat Dasar Aneka Ternak Bagian Kedua. 5. Perkembangan jenis ternak yang dibudidayakan manusia saat ini sangat beraneka ragam seiring dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan manusia. Oleh karena itu menggali potensi dan ilmu perlu senantiasa dilakukan secara terus menerus tanpa henti.

Akhir kata, semoga Dasar Aneka Ternak ini bisa menjadi pegangan dan bahan kajian bagi mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri dan para peminat dan pemerhati bidang peternakan.

Beri Nilai