Anda di halaman 1dari 31

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN

No MATERI 1 2 3 4 5 6 7 8 TUJUAN TEORI DASAR DATA DAN PENGOLAHAN DATA ANALISIS KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BONUS

NILAI

Semarang, Oktober 2011 Asisten, Praktikan,

Raden Bima K2E009037

Erwin Situmorang 26020110120004

Mengetahui, Dosen Mata Kuliah

Indra Budi P. Ssi, MT 19791003200311002

DAFTAR ISI
Halaman Judul .1 Lembar Pengesahan dan penilaian.2 Daftar Isi.3 BAB I TUJUAN PRAKTIKUM.5 2.2 Temperature6 2.1.1 2.2.2 Distribusi Temperatur Vertikal.6 Distribusi Temperature Horizontal.7 Faktor- faktor yang mempengaruhi Salinitas..7 Distribusi Salinitas Vertikal.7 Distribusi Salinitas Horizontal.8 Distribusi Densitas Vertikal..8 Distribusi Densitas Horizontal....9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.6

2.2 Salinitas..7 2.2.1 2.2.2 2.2.3

2.3 Densitas..8 2.3.1 2.3.2

BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA.10 1.1 Pengolahan data manual..10 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 Stasiun 07.10 Stasiun 16.17 Satsiun 19.22 Stasiun 21.27 Stasiun 07.33 Stasiun 16.35 Stasiun 19.37 Stasiun 21.39

1.2 Pengolahan Data Exel..33 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 BAB IV

ANALISA..41 Stasiun 941 Stasiun 14..41 Stasiun 17..42

4.1 Analisa tiap stasiun.41 4.1.2 4.1.3 4.1.4

4.1.5 Stasiun 18..42 3

4.2 Analisa Grafik..42 4.2.1 4.2.2 4.2.3 Grafik T vs H.42 Grafik S vs H.42 Grafik factor Densitas dan H42

4.3 Analisa Kontur42 BAB V KESIMPULAN43 DAFTAR PUSTAKA..44 LAMPIRAN..45

BAB 1 TUJUAN PRAKTIKUM

Setelah melakukan praktikum ini, praktikan dapat : 1. Menentukan harga salinitas berdasarkan konduktivitas air laut 2. Menghitung densitas berdasarkan kedalaman, suhu dan salinitas 3. Membuat grafik berupa kurva temperatur, salinitas dan densitas terhadap kedalaman serta mampu menginterpretasi jenis lapisan 4. Membuat kontur temperature, salinitas dan densitas serta mencoba

menginerpretasikannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Temperatur 2.1.1 Distribusi Temperatur Vertikal

Jika suatu perairan yang tenang atau homogen dipanasi matahari distribusi T dalam arah vertical akan menurun secara eksponensial ( seperti gambar disamping). Kisaran suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator daripada daerah kutub. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang banyak

merambat

melalui

atmosfer

kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. Suhu di lautan

kemungkinan berkisar antara -1.87C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans, 1986). Sebaran suhu secara menegak (vertikal) bila tidak ada gangguang pada perairan maka keadaan perairannya stabil, karena lapisan yang paling atas ( lebih panas )

densitasnya lebih rendah daripada densitas dilapisan bawahnya. Namun apabila terjadi gangguan pada perairan (contoh : angin) maka lapisan bagian atas akan bergerak yang menyebabkan arus turbulensi, pengadukan lapisan permukaan dan terbentuk 3 lapisan, yaitu : 2. Mixed layer ( homogeny layer ) : lapisan yang mempunyai temperature yang sama dengan tebal 100m (bervariasi) 3. Termoklin ( thermocine ) : lapisan dimana gradien suhu berubah secara cepat sesuai dengan pertambahan kedalaman, pada daerah 1000m 4. Deep water : lapisan dimana gradient suhu akan berkurang secara perlahan atau lambat Pada ketiga lapisan tersebut mempunyai sifat-sifat yang berbeda-beda baik sifat fisis, kimia dan bilogi (Gross, 1972). 6

2.2.2 Distribusi Temperature Horizontal Distribusi temperature secara horizontal pesebaran suhu dipengaruhi oleh penguapan. Semakin besar penguapan yang terjadi di suatu wilayah perairan maka temperaturnya akan semakin tinggi

2.2 Salinitas 2.2.1 Faktor- faktor yang mempengaruhi Salinitas a. Penguapan ( evaporasi ) : semakin besar tingkat penguapan air laut di suatu wilayah, maka salinitasnya tinggi. Sebaliknya, apabila daerah yang rendah tingkat penguapan air lautnya, maka daerah itu rendah kadar garamnya b. Curah Hujan : semakin besar atau banyaknya curah hujan disuatu wilayah laut maka salinitas air laut itu kaan rendah. Sebaliknya, apabila semakin sedikit atau kecil curah hujan yang turun maka salinitasnya akan semakin tinggi. c. Bayak atau sedikitnya sungai yang bermuara dilaut tersebut : semakin banyak sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitas laut tesebut akan rendah. Sebaliknya, semakin sedikit sungai yang bermuara ke laut tersebut maka salinitasnya akan semakin tinggi ( http://www.e-dukasi.net/mol)

2.2.2 Distribusi Salinitas Vertikal Para Ahli Oseanografi membagi pola salinitas dalam arah vertikal menjadi empat lapisan : a. Well-mixed surface zone (Lapisan Homogen), dengan ketebalan 50 - 100 m (salinitas seragam). b. Halocline, zona dimana salinitas berubah dengan cepat sesuai dengan bertambahnya kedalaman. Pada lapisan 1500 m c. Zona Berkala (Occasional Zone), pada kedalaman 600 - 1000 m, dimana terdapat nilai salinitas minimum. d. Deep layer ( lapisan dalam ), lapisan dimana salinitas bertambah secara lambat dan terjadi pada kedalaman lebih dari 1500 m ( http://sudomo-gis.com/Tulisan/Hidrografi_SifatFisikAirLaut.pdf )

2.2.3 Distribusi Salinitas Horizontal Distribusi salinitas secara horizontal yaitu semakin kearah lintang tinggi maka salinitas juga akan bertambah tinggi. Maka dari itulah salinitas di daerah laut tropis (daerah di s e k i t a r k h a t u l i s t i w a ) lebih rendah daripada salinitas di laut subtropics. Faktor yang memperngaruhi adalah : Topografi : karena terkaitd e n g a n a d a t i d a k n y a l i m p a s a n air tawar yang berasal dari sungai menuju

m u a r a . Akibatnya adanya limpasan (run off) maka akan terjadi pengadukan yang berdampak pada pengenceran. A n g i n m u n s o n : mempengaruhi arus untuk bergerak dan arus akan membawa massa air. Angin munson akan menyebabkan terjadinya musim hujan dan musim panas. Perubahan musim inilahy a n g m e n y e b a b k a n v a r i a s i t a h u n a n s a l i n i t a s p e r a i r a n seperti terjadinya perubahansirkulasi massa air yang

bersalinitas tinggi dengan massa air bersalinitas rendah ( http://www.scribd.com/doc/54314353/Salinitas ) 2.3 Densitas 2.3.1 Distribusi Densitas Vertikal Secara vertikal distribusi densitas dapat dibagi menjadi 3 lapisan : a. Massa air pada kedalaman < 100 m sangat dipengaruhi oleh angin dan gelombang, sehingga besarnya densitas relatif homogen. b. Di bawah lapisan ini terjadi perubahan temperatur yang cukup besar (Thermocline) dan juga salinitas (Halocline), sehingga menghasilkan pola perubahan densitas yang cukup besar (Pynocline). c. Di bawah Pynocline hingga ke dasar laut mempunyai densitas yang lebih padat Khususnya, pinoklin berada pada kedalaman 500 - 1000 meter (1600 kaki - 3300 kaki). Namun demikian, di lintang menengah pinoklin musiman dapat terbentuk pada lapisan campur. d. Di lapisan dalam, densitas meningkat secara bertahap terhadap kedalaman dan air bergerak dengan lambat; di hanya beberapa lokasi (biasanya di dekat dasar) pergerakan air cukup cepat untuk dianggap sebagai arus. (http://diarnenochan.blogspot.com/2011/03/densitas-air-laut.html)

2.3.2 Distribusi Densitas Horizontal Densitas horizontal terbentuk oleh variasi salinitas, suhu atau kandungan sedimen. Arus densitas ini umumnya terjadi didaerah pantai dan estuari dimana terdapat fluks air tawar ke arah laut. Fluks air tawar ini akan mengakibatkan adanya variasi atau gradien densitas dalam arah horizontal yang bertambah besar ke arah laut. (http://yudopotter.wordpress.com/page/2/)

BAB III DATA DAN PENGOLAHAN DATA


3.1 Pengolahan Data Manual 3.1.1 Stasiun 7

Variasi Depth Temperature Salinity Depth Temperature (z) 62 25.1817 34.1869 62,41 (t) 25,5917 Salinity (s) 34,5969

1. Input data salinitas (s), temperatur (t), kedalaman (z). Satuan s = , z = m, T = oC. 2. Menghitung data P (tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan rumus: = 1025 kg/m g = 9,8 m/s2 p = 1 N/m2 = 10-4 db

3. Menghitung densitas pada 0oC (0) satuan 0 = Kg/m3 ( ) ( ( ) ) ( ( )

4. Menghitung ekspansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (D) menggunakan interpolasi antara 0 dan t dari apendix 2

10

T 25 (c)

27 (a)

27,80467819( ) 28 (b)

4,69 (e)

4,76 (g)

25,5917 (T)

(X) ?

D?

(Y) ?

30 (d)

6,3 (f)

6,37 (h)

( ( (

)( )

) )( ( ) )

( ( (

)( )

) )( ( ) )

Sehingga, ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfer = 0 (t) Apabila ada nilai D (ekspansi air laut) gunakan rumus: t1 = 0 D ; D = Konstanta t1 =

Apabila tidak diketahui nilai D, maka gunakan rumus: ( ) 11 ( )

Dimana , ( ( ( ( ( ) ( ) ) ) ( ( ) )

( ( ( ( ) (

) ) ( ) ( ) ))

( (

) (

( ) ( (

) ) ) )

( (

( )

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan ( S,t) dengan satuan Kg/m3 S,t = 0,02736 ( = 0,02736 (
(

)
)

) 12

7. Menghitung Faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada temperaur (s.p) meggunaka interpolasi antara s dan p dari apendiks 4 hasilnya dikalikan 10-5, satuan Kg/m3 S P 0 (c) 34 (a) 34,5969(S) 35 (b)

0 (e) s,p ?

0 (g)

62,690845(P) (X) ?

(Y) ?

100 (d)

-0,2 (f)

0 (h)

Kita mencari dulu nilai X dan Y ( ( ( )( ) )( ( )( ( ( )( ( ) ) ) ) ) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

13

8. Menggunakan faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada salinitas (t.p) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendiks 5. Hasilnya dikalikan 10-5 satuan Kg/m3.

T P

25 (a)

25,5917 (T)

30 (b)

0 (c)

0 (e)

0 (g)

62,690845 (P)

(X) ?

t.p ?

(Y) ?

100 (d) Kita cari dulu nilai X dan Y ( ( ( )( ) )( ( )

3,9 (f)

4,2 (h)

) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ) )( ) )( ) )

14

9. Menghitung anomali densitas () satuan Kg/m3 ( )

10. Menghitung volume spesifik air laut standart (

11. Menghitung volume spesifik insitu (S,t,P)

12. Menghitung nilai densitas spesifik insitu (S,t,p ), satuan Kg/m3

13. Menghitung faktor densitas (S,t,p) ( ( ) )

15

3.1.2 Stasiun 16

Variasi Depth Temperature Salinity Depth Temperature (z) 86 24,1464 34,5124 86,41 (t) 24,5564 Salinity (s) 34,9224

1. Input data salinitas (s), temperatur (t), kedalaman (z). Satuan s = , z = m, T = oC. 2. Menghitung data P (tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan rumus: = 1025 kg/m g = 9,8 m/s2 p = 1 N/m2 = 10-4 db

3. Menghitung densitas pada 0oC (0) satuan 0 = Kg/m3 ( ) ( ( ) ) ( ( )

4. Menghitung ekspansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (D) menggunakan interpolasi antara 0 dan t dari apendix 2

T 20 (c)

28 (a)

28,06704415( ) 29 (b)

3.34 (e)

3.39 (g)

24,5564 (T)

(X) ?

D?

(Y) ?

25 (d)

4,76 (f)

4.82 (h)

16

( ( (

)( )

) )( ( ) )

( ( (

)( )

) )( ( ) )

Sehingga, ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfer = 0 (t) Apabila ada nilai D (ekspansi air laut) gunakan rumus: t1 = 0 D ; D = Konstanta t1 =

Apabila tidak diketahui nilai D, maka gunakan rumus: Dimana , ( ( ( ) ) ( ( ) ) ( ) ( )

( ( (

) ) ( ( ) ))

17

( (

) (

( ) ( (

) ) ) )

( (

( )

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan ( S,t) dengan satuan Kg/m3 S,t = 0,02736 ( = 0,02736 (
(

)
)

7. Menghitung Faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada temperaur (s.p) meggunaka interpolasi antara s dan p dari apendiks 4 hasilnya dikalikan 10-5, satuan Kg/m3 S P 0 (c) 34 (a) 34,9224(S) 35 (b)

0 (e) s,p ?

0 (g)

86,798845(P) (X) ?

(Y) ?

100 (d)

-0,2 (f)

0 (h)

Kita mencari dulu nilai X dan Y ( ( )( ) )

18

)( (

) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

8. Menggunakan faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada salinitas (t.p) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendiks 5. Hasilnya dikalikan 10-5 satuan Kg/m3.

T P

20 (a)

24,5564 (T)

25 (b)

0 (c)

0 (e)

0 (g)

86,798845 (P)

(X) ?

t.p ?

(Y) ?

100 (d) Kita cari dulu nilai X dan Y ( ( )( ) )

3,5 (f)

3,9 (h)

19

)( (

) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ) )( ) )( ) )

9. Menghitung anomali densitas () satuan Kg/m3 ( )

10. Menghitung volume spesifik air laut standart (

11. Menghitung volume spesifik insitu (S,t,P)

20

12. Menghitung nilai densitas spesifik insitu (S,t,p ), satuan Kg/m3

13. Menghitung faktor densitas (S,t,p) ( ( ) )

3.1.3 Stasiun 19
Variasi Depth Temperature Salinity Depth Temperature (z) 73 25,2174 34,4282 73,41 (t) 25,6274 Salinity (s) 34,8382

1. Input data salinitas (s), temperatur (t), kedalaman (z). Satuan s = , z = m, T = oC. 2. Menghitung data P (tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan rumus: = 1025 kg/m g = 9,8 m/s2 p = 1 N/m2 = 10-4 db

3. Menghitung densitas pada 0oC (0) satuan 0 = Kg/m3 ( ) ( ( ) ) ( ( )

21

4. Menghitung ekspansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (D) menggunakan interpolasi antara 0 dan t dari apendix 2

T 25 (c)

27 (a)

27,99917097( ) 28 (b)

4,69 (e)

4,76 (g)

25,6274 (T)

(X) ?

D?

(Y) ?

30 (d)

6,3 (f)

6,37 (h)

( ( (

)( )

) )( ( ) )

( ( (

)( )

) )( ( ) )

Sehingga, ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfer = 0 (t) Apabila ada nilai D (ekspansi air laut) gunakan rumus:

22

t1 = 0 D ; D = Konstanta t1 =

Apabila tidak diketahui nilai D, maka gunakan rumus: Dimana , ( ( ( ) ) ( ( ) ( ) ( )

( ( (

) ) ( ( ) ))

( (

) (

( ) ( (

) ) ) )

( (

( ) ( )

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan ( S,t) dengan satuan Kg/m3 S,t = 0,02736 ( = 0,02736 (
(

)
)

23

7. Menghitung Faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada temperaur (s.p) meggunaka interpolasi antara s dan p dari apendiks 4 hasilnya dikalikan 10-5, satuan Kg/m3 S P 0 (c) 34 (a) 34,8382(S) 35 (b)

0 (e) s,p ?

0 (g)

73,740345(P) (X) ?

(Y) ?

100 (d)

-0,2 (f)

0 (h)

Kita mencari dulu nilai X dan Y ( ( ( )( ) )( ( ) ) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

24

8. Menggunakan faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada salinitas (t.p) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendiks 5. Hasilnya dikalikan 10-5 satuan Kg/m3.

T P

25 (a)

25,6274 (T)

30 (b)

0 (c)

0 (e)

0 (g)

73,740345(P)

(X) ?

t.p ?

(Y) ?

100 (d) Kita cari dulu nilai X dan Y ( ( ( )( ) )( ( )

3,9 (f)

4,2 (h)

) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ) )( ) )( ) )

25

9. Menghitung anomali densitas () satuan Kg/m3 ( )

10. Menghitung volume spesifik air laut standart (

11. Menghitung volume spesifik insitu (S,t,P)

12. Menghitung nilai densitas spesifik insitu (S,t,p ), satuan Kg/m3

13. Menghitung faktor densitas (S,t,p) ( ( ) )

26

3.1.4 Stasiun 21
Variasi Depth Temperature Salinity Depth (z) 101 24,2276 34,5014 Temperature (t) Salinity (s) 34,9114

101,41 24,6376

1. Input data salinitas (s), temperatur (t), kedalaman (z). Satuan s = , z = m, T = oC. 2. Menghitung data P (tekanan berdasarkan harga kedalaman ((z)) dengan rumus: = 1025 kg/m g = 9,8 m/s2 p = 1 N/m2 = 10-4 db

3. Menghitung densitas pada 0oC (0) satuan 0 = Kg/m3 ( ) ( ( ) ) ( ( )

4. Menghitung ekspansi air laut perubahan densitas terhadap temperatur (D) menggunakan interpolasi antara 0 dan t dari apendix 2 28 (a) 28,05817693( ) 29 (b)

T 25 (c)

3,34 (e)

3,39 (g)

24,6376 (T)

(X) ?

D?

(Y) ?

30 (d)

4,76 (f)

4,82 (h)

27

( ( (

)( )

) )( ( ) )

( ( (

)( )

) )( ( ) )

Sehingga, ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

5. Menghitung densitas pada tekanan atmosfer = 0 (t) Apabila ada nilai D (ekspansi air laut) gunakan rumus: t1 = 0 D ; D = Konstanta t1 =

Apabila tidak diketahui nilai D, maka gunakan rumus: Dimana , ( ( ( ) ) ( ( ) ( ) ( )

( ( (

) ) ( ( ) ))

28

( (

) (

( ) ( (

) ) ) )

( (

( )

6. Menghitung faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada tekanan ( S,t) dengan satuan Kg/m3 S,t = 0,02736 ( = 0,02736 (
(

)
)

7. Menghitung Faktor anomali densitas yang tidak tergantung pada temperaur (s.p) meggunaka interpolasi antara s dan p dari apendiks 4 hasilnya dikalikan 10-5, satuan Kg/m3 S P 100 (c) 34 (a) 34,9114(S) 35 (b)

-0,2 (e) s,p ?

0 (g)

101,866345(P) (X) ?

(Y) ?

200 (d)

-0,3 (f)

0 (h)

29

Kita mencari dulu nilai X dan Y ( ( ( ( ( )( ) )) ( ) ) ( ) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ( )( ) )( ) ) )

8. Menggunakan faktor anomali densitas yang tidak bergantung pada salinitas (t.p) menggunakan interpolasi antara t dan p dari apendiks 5. Hasilnya dikalikan 10-5 satuan Kg/m3. T P

20 (a)

24,6376 (T)

25 (b)

100 (c)

3,5 (e)

3,9 (g)

101,866345(P)

(X) ?

t.p ?

(Y) ?

200 (d)

7 (f)

7,8 (h)

30

Kita cari dulu nilai X dan Y ( ( ( )( ( )( ) ) ) )

( ( (

)( ) )( (

) ) )

Sehingga, ( ( ( ( ) )( ) )( ) )

9. Menghitung anomali densitas () satuan Kg/m3 ( )

10. Menghitung volume spesifik air laut standart (

11. Menghitung volume spesifik insitu (S,t,P)

31

12. Menghitung nilai densitas spesifik insitu (S,t,p ), satuan Kg/m3

13. Menghitung faktor densitas (S,t,p) ( ( ) )

32