Anda di halaman 1dari 20

RESTORASI RESIN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK DENGAN PASAK RESIN KOMPOSIT AKTIVASI KIMIAWI PADA GIGI PASCA

APIKOEKTOMI RELASI OKLUSI OPEN BITE (LAPORAN KASUS)

KARYA TULIS ILMIAH

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai sebutan Dokter Gigi Spesialis I Program Studi Ilmu Konservasi Gigi Bidang Ilmu Kedokteran Gigi

diajukan oleh: Puji Widodo 214 / KG / SP / 01 KEPADA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2004

RESTORASI RESIN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK DENGAN PASAK RESIN KOMPOSIT AKTIVASI KIMIAWI PADA GIGI PASCA APIKOEKTOMI RELASI OKLUSI OPEN BITE (LAPORAN KASUS)

KARYA TULIS ILMIAH

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai sebutan Dokter Gigi Spesialis I Program Studi Ilmu Konservasi Gigi Bidang Ilmu Kedokteran Gigi

diajukan oleh: Puji Widodo 214 / KG / SP / 01 KEPADA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2004

i

.

.

.

H. Sp KG. Menteri Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia.PRAKATA Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. M. dorongan dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. drg. v . Sp KG. 4. Untuk itu perkenankan penulis memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. drg. S.. 2. penulis telah berusaha dengan sebaik-baiknya.. Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini. atas kesempatan tugas belajar di Universitas Gadjah Mada. namun menyadari bahwa keberhasilan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini tidak bisa dipisahkan dari pihak-pihak lain. Sp KG. karena hanya atas berkat rahmat dan anugerah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Spesialis I Konservasi Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 3. Sri Daradjati S. drg. selaku pembimbing pendamping yang telah membimbing dan mengarahkan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan Karya Tulis Ilmiah ini. yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penulisan ini.U. selaku pembimbing utama yang telah memberikan bimbingan. selaku Ketua Program Studi Ilmu Konservasi Gigi PPDGS I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada.kes. Ngesti Yuwono.. Endang Retnowati.

Pimpinan dan staf Perpustakaan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. 8. atas bantuan dan kerjasama yang baik selama pendidikan. 9. 7. atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti pendidikan PPDGS I Ilmu Konservasi Gigi. semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi perkembangan Ilmu Kedokteran Gigi. 10. 6. 12. Pengelola Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada. Istriku Wiwi Triani. 11. Ketua Bagian Ilmu Konservasi Gigi beserta seluruh dosen dan staf. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah ikut membantu penulis dalam menyelesaikan pendidikan dan tidak akan dilupakan jasa-jasanya. Akhir kata. Februari 2004 Penulis Puji Widodo vi . Rekan-rekan sejawat karya siswa PPGDS I Ilmu Konservasi Gigi Universitas Gadjah Mada. yang telah memberikan fasilitas dalam penulisan ini. Yogyakarta. Komandan Lanud Adi Sucipto. khususnya dalam bidang Ilmu Konservasi Gigi. atas pengertian dan pengorbanannya selama ini. Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UGM. putriku Huditami Ajeng Widanti. selaku pembina personil TNI-AU di Yogyakarta.5. yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penulisan ini.

. A.. Prognosis………………………………………………………... Perawatan Saluran Akar dan Apikoektomi……………………. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………… vii . Pasak Resin komposit………………………………………….. Bahan dan Alat………………………………………………… B.. C.………. C. KASUS……………………………………………………………. B. Manfaat………………………………………………………… TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………. Perawatan kasus…………….…. V. IV.. PEMBAHASAN…………………………………………………… KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………….. vii DAFTAR GAMBAR……………………………………………………… viii INTISARI…………………………………………………………………. PENDAHULUAN……………………………………………. C... Resin Komposit………………………………………. Permasalahan………………………………………………. III. VI. Latar Belakang………………………………………………… B.. Relasi open bite………………………………………………… E.. Diagnosis………………………………………………………. D. A. ii PERNYATAAN…………………………………………………………… iv PRAKATA………………………………………………………………… v DAFTAR ISI……………………………………………………………….DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL……………………………………………………… i HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………….……………………………………………………… 1 1 5 5 5 6 6 7 11 18 19 22 22 23 24 24 25 25 27 35 39 39 39 40 II.. Kesimpulan……………………………………………………. A. D. Rencana Perawatan…………………………………………….…. ix ABSTRACT………………………………………………………………. B. Tujuan…………………………………………………………. PROSEDUR PERAWATAN……………………………………… A.………………………………….. Pemeriksaan…. Restorasi Resin Komposit Kavitas Kelas IV…………………. Saran……. A. X I.. D..………………………………………………… B..

12 : Keadaan gigi selesai direstorasi…………………………… 13 : Keadaan gigi pada saat kontrol satu minggu pasca restorasi. A. : Resin komposit midifill hybrids aktivasi kimiawi………….... B. Bahan etsa asam posphat 34% …………………………. C. 10 : A. Bahan bonding…………………………………………. Aplikasi resin komposit aktivasi sinar tampak.………… B. B.. Pistol resin………………………………………………. 22 23 23 28 29 29 30 30 30 30 32 32 32 32 32 32 32 32 32 33 33 34 34 Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar viii . 14 : Radiografi satu minggu pasca restorasi ……………………..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1 2 3 4 5 6 7 8 : Keadaan gigi sebelum restorasi……………………………. Resin komposit micro hybrids aktivasi sinar……………... 9 : A. 16 : Radiografi 6 bulan pasca restorasi………………………….. 11 : Memoles gigi menggunakan foam cup dan pasta poles.…………………….. 15 : Keadaan gigi 6 bulan pasca restorasi………………………... Pistol resin………………………………………………. : Aplikasi resin komposit aktivasi kimiawi…………………...…. Syringe tip……………………………………………………. : Model malam untuk pembuatan matriks silicone putty…….……………………. : Radiografi sebelum restorasi……………………………….. Compule resin…………………………………………… C. : Ledge ……………………. Pasta poles……………………………………………. D.. : Keadaan gigi setelah preparasi bentuk hollow ground bevel..………….. : Keadaan relasi oklusi……………….

Untuk mengembalikan fungsi dilakukan restorasi menggunakan resin komposit aktivasi sinar tampak dengan pasak resin komposit aktivasi kimiawi. A2 sebagai warna body. warna masih seperti pada saat direstorasi dan pasien merasa puas. terdapat kavitas kelas IV di sebelah mesio insisal. Pada gigi insisivus sentralis kanan maksila pasca apikoektomi dengan relasi open bite. dipoles. Saluran pasak diisi resin komposit aktivasi kimiawi sampai dengan bagian ruang pulpa berjarak 1 mm sebelum tepi kavitas. tidak ada garis fraktur akar dari hasil radiografi. Hal ini dapat dilihat pada saat kontrol satu minggu dan enam bulan pasca restorasi yang ditandai gigi dapat berfungsi kembali. ix . akhiran preparasi bevel berbentuk hollow ground. aplikasi resin komposit warna A2O untuk permukaan palatinal. hubungan tepi restorasi baik.Tahap perawatan dimulai dengan pencetakan rahang atas dan rahang bawah untuk pembuatan die. aplikasi bonding. Memodel malam die sesuai kontur gigi asli kemudian membuat matriks silicone putty.RESTORASI RESIN KOMPOSIT AKTIVASI SINAR TAMPAK DENGAN PASAK RESIN KOMPOSIT AKTIVASI KIMIAWI PADA GIGI PASCA APIKOEKTOMI RELASI OKLUSI OPEN BITE INTISARI Laporan kasus ini bertujuan untuk menginformasikan tentang restorasi resin komposit aktivasi sinar tampak dengan pasak resin komposit aktivasi kimiawi pada gigi pasca apikoektomi relasi oklusi open bite. lapis terakhir warna YE (Yellow Enamel) untuk permukaan labial dan penyelesaian akhir restorasi. Setelah resin komposit di saluran pasak mengeras dilanjutkan restorasi mahkota menggunakan resin komposit aktivasi sinar tampak yang diawali. Hasil restorasi gigi insisivus sentralis kanan maksila baik. penempatan matriks silicone putty. Ujung saluran pasak diisi semen ionomer kaca. Selanjutnya gigi dipreparasi pada bagian mahkota. preparasi saluran pasak menggunakan rimer Peeso kedalaman 5mm dari orifis. Dilanjutkan pengetsaan.

good restoration margin. application of light-cured composite resin of A2 shade as manufactured instruction which were A2O. After polymerization of self-cured had completed. x . Glass ionomer cements are applicated into post canal terminal. no fracture line in the radiographic. the die was modelled according to tooth contour followed by impression material taking of the palatal surface of the upper anterior teeth by using silicone putty matrix.incisal of maxillary right central incisor was restored by using light-cured composite resin and self-cured composite resin post which was conducted as follows maxillary and mandibullar impression were taken. The crown was prepared with hollow ground bevel and prepared the post canal using Peeso reamer was 5 mm depth. Evaluation after 6 months indicated rehabilitating tooth function. no discoloration seen and the patient satisfied.LIGHT-CURED COMPOSITE RESIN RESTORATION WITH SELF-CURED COMPOSITE RESIN POST ON POST-APICOECTOMY OPEN BITE TOOTH RELATION ABSTRACT The aim of this case report is to inform the use of light-cured composite resin restoration and self-cured composite resin post to restore a post apicoectomy tooth with open bite relation. The prepared enamel and dentin were etched and bonded followed by application syringe tip was used to fill post canal with self-cured composite resin up to the pulp chamber 1mm beyond the cavo surface margin. A class IV cavity on mesio. A2 and YE respectively.

bahan pengikat dan inisiator-accelerator. banyak klinisi sangat tertarik terhadap material ini.. Resin komposit yang digunakan sebagai pasak berasal dari bahan pembuat inti yang mempunyai partikel bahan pengisi macrofill atau hybrids tipe heavy filled atau highly filled karena mempunyai kekuatan tekan cukup. partikel pengisi anorganik. 1980). Yaman dan Thornsteinsson 1992). Resin komposit tersusun oleh empat komponen utama yaitu matriks organik polimer. 1983.. Latar belakang Semenjak bahan resin komposit diperkenalkan oleh Bowen tahun 1960. dan dipengaruhi oleh kandungan bahan pengisi (Craig dan Powers. Plasmans dkk. 1991). bidang restorasi gigi mengalami kemajuan pesat (Soetopo. Lui. karena merupakan bahan restorasi warna gigi yang memenuhi persyaratan estetik. 1988. 1999). Kekuatan resin komposit aktivasi kimiawi dan aktivasi sinar tampak pada dasarnya sama. 1988. Seiring dengan kemajuan di bidang material resin komposit. Resin komposit mengeras melalui aktivasi kimiawi atau sinar tampak.I. warna gigi dan modulus elastisitas hampir sama dengan dentin. Plasmans dkk. PENDAHULUAN A. Bahan resin komposit dengan partikel microfill atau resin komposit tipe ligthly filled tidak dianjurkan untuk pembuatan pasak (Linde. kekuatan mastikasi cukup baik dan diaplikasikan secara langsung (Crim. Resin komposit saat ini banyak digunakan sebagai bahan restorasi gigi anterior dan posterior. 2002). sehingga beberapa ahli menganggap bahan ini mampu digunakan sebagai pasak (Stahl & O’Neal. 1 . 1975 sit Linde 1983. karena tidak hanya mempunyai daya tahan yang baik tetapi juga menyerupai substansi gigi alami.

. Helfer (1972 sit. Stuani dkk. terutama pada gigi-gigi dengan kelainan patologis pada periapikal yang tidak melebihi sepertiga panjang akar. Menurut Nanda (1990 sit. seperti adanya kista radikular (Grossman dkk. menyatakan . 2000). menyatakan pada gigi open bite tekanan mastikasi yang diterima oleh gigi tidak berat.. Pickard dkk. menyatakan bahwa tujuan perawatan saluran akar adalah untuk membersihkan rongga pulpa yang infeksi dan kotoran toksik serta membentuk saluran akar agar dapat menerima bahan pengisi yang akan menutup seluruh sistem saluran akar dari jaringan periodontal dan rongga mulut. Kehilangan struktur gigi ini membuat restorasi mengalami permasalahan yaitu bertambahnya kemungkinan fraktur selama berfungsi (Juntavee dan Mullkut.2 Pickard dkk. (2000) menganjurkan untuk memeriksa hubungan oklusi gigi-gigi baik horisontal maupun vertikal gigi-gigi anterior (overjet dan overbite). Tingkat keberhasilan apikoektomi pada umumnya tinggi tergantung pada kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan. Grossman dkk.1999). Harty (1993). Phillip dan Maxten (1941 sit.. Untuk mempertahankan gigi yang telah mengalami nekrosis pulpa dan kelainan periapikal harus dilakukan perawatan saluran akar.. 2000) penyimpangan dalam hubungan lengkung gigi dengan karakteristik tidak adanya kontak insisal gigi maksila dan mandibula dalam bidang vertikal disebut open bite. Gigi pasca perawatan saluran akar biasanya akan kehilangan sejumlah struktur gigi yang disebabkan oleh karies dan preparasi pada saat perawatan saluran akar itu sendiri. Perawatan saluran akar adakalanya perlu dikombinasikan dengan apikoektomi. Hal ini relevan untuk menentukan restorasi yang akan dibuat.1995). Mannocci dkk. (2000). 1995).

Shillingburg dan Kessler (1982) menyatakan untuk mengatasi masalah pada gigi pasca perawatan saluran akar. Mateer dan Reitz (1970 sit. sedangkan bila kerusakan sudah lebih besar seperti kehilangan salah satu atau kedua sudut insisal. Freedman. menyatakan bahwa gigi anterior pasca perawatan saluran akar. (1999) pasak metal juga mempunyai perbedaan modulus elastisitas yang mencolok dibandingkan dentin. morfologi akar. jaringan pendukung gigi dan fungsi gigi setelah restorasi akhir. diantaranya keadaan jaringan keras supragingival gigi yang tersisa.3 bahwa gigi pasca perawatan saluran akar pada umumnya lebih rapuh dibandingkan dengan gigi vital. Freedman (1996 sit. ditandai dengan berkurangnya kandungan kelembaban internal. 2001) menyatakan bahwa pemakaian inti pasak logam dapat menyebabkan warna mahkota menjadi gelap. apabila kerusakan bagian koronal kecil. Tidak semua gigi pasca perawatan saluran akar memerlukan restorasi seluruh mahkota. memerlukan pembuatan pasak dan inti. Keputusan penggunaan penguat inti pasak (dowel core) tergantung beberapa faktor. Glazer 2000). Menurut Mannocci dkk. Perbedaan modulus elastisitas antara struktur gigi dengan inti pasak akan menambah risiko fraktur akar. Bahan yang memungkinkan untuk . dapat direstorasi dengan resin komposit saja. kerusakan melibatkan marginal ridge dan fraktur korona. diameter akar gigi. dianjurkan pemakaian pin atau pasak dan inti sebagai retensi. mengungkapkan bahwa pasak yang terbuat dari logam dapat menyebabkan korosi. Smith dan Schuman (1997). baru kemudian dibuatkan restorasi mahkotanya.

titanium. struktur jaringan gigi tersisa sedikit. Plasmans dkk. menganjurkan restorasi gigi pasca perawatan saluran akar menggunakan resin komposit sebagai retensi dan resistensi di dalam saluran pasak. maupun fiber mempunyai kekuatan paling rendah. Plasmans dkk. (1997) sistem pasak resin komposit tidak dianjurkan pada gigi yang mempunyai beban oklusi berat dan mempunyai beban ganda misalnya sebagai abutment.4 mengatasi masalah ini adalah resin komposit atau semen ionomer kaca sebagai langkah untuk menghindari pemakaian pasak metal dalam saluran pasak. sedangkan kasus kelas IV dianjurkan memakai resin komposit hybrids. Menurut Smith dan Schuman (1997) pasak resin komposit tidak dianjurkan pada kasus gigi pasca perawatan saluran akar dengan kerusakan berat.. Sidoli dkk. . Menurut Sidoli dkk.. (1988) menyatakan sistem pasak resin komposit tidak menimbulkan reaksi negatif terhadap jaringan lunak sekitar gigi. menyatakan bahwa sistem pasak resin komposit mempunyai kekuatan tekan yang cukup. (1997). Menurut Jordan (1988) bangunan restorasi mahkota dapat dibuat menggunakan resin komposit microfill atau hybrids. (2002). Görgül dkk. restorasi dapat menggunakan resin komposit microfill. walaupun jika dibandingkan dengan aloi. (1988) menganjurkan pemakaian resin komposit aktivasi kimiawi untuk saluran pasak yang dalam. Untuk menjamin estetika dan kekuatan yang tinggi. restorasi pada bagian mahkota digunakan resin komposit polimerisasi sinar. Pada kasus-kasus yang dijamin tidak akan terjadi beban langsung.

D. . Manfaat Manfaat penulisan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merestorasi gigi insisivus maksila pasca apikoektomi yang mempunyai relasi oklusi open bite menggunakan resin komposit aktivasi sinar tampak serta pasak resin komposit aktivasi kimiawi.5 B. Permasalahan Dari uraian latar belakang di atas timbul permasalahan sebagai berikut : Apakah gigi insisivus sentralis kanan maksila pasca apikoektomi yang mempunyai relasi oklusi open bite bila dilakukan restorasi resin komposit aktivasi sinar tampak dan pasak resin komposit aktivasi kimiawi secara klinis kekuatannya cukup kuat ? C. Tujuan Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang restorasi resin komposit aktivasi sinar tampak dengan pasak resin komposit aktivasi kimiawi pada gigi insisivus sentralis kanan maksila pasca apikoektomi yang mempunyai relasi oklusi open bite.

Perawatan saluran akar meliputi pengeluaran seluruh jaringan pulpa yang rusak (ekstirpasi). Harnisch. Tujuan apikoektomi untuk mempertahankan gigi yang mengalami kelainan pulpa dan periapikal agar tetap berada di dalam rongga mulut. kuretase periapikal. Perawatan endodontik dapat dilakukan dengan dua cara. radisektomi. Tujuan perawatan saluran akar adalah untuk membersihkan kavitas pulpa yang infeksi dan kotoran toksik serta membentuk saluran akar agar dapat menerima bahan pengisi yang akan menutup seluruh sistem saluran akar dari jaringan periodontal dan rongga mulut. (Grossman dkk. Menurut Grossman dkk. Apikoektomi termasuk bedah periapikal yang paling umum (Grossman dkk. 1975).1984 sit. 1995). Smith dan Schuman 1997). 1975) menyatakan bahwa suksesnya tindakan apikoektomi tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah saja. (1995) Tingkat keberhasilan 6 . Perawatan Saluran Akar dan Apikoektomi Perawatan saluran akar merupakan bagian dari bentuk perawatan endodontik. 1995). implantasi.. trefinasi dan insisi untuk drainase.II. Heuser (sit. tapi juga karena pengisian pendahuluan yang seksama pada saluran akar. yaitu cara tanpa bedah dan bedah (Harty. preparasi biomekanis ( pembersihan dan pembuatan bentuk) yang diikuti desinfeksi dan obturasi saluran akar (Harty. Apikoektomi adalah tindakan pemotongan bagian apikal gigi dan kuretase jaringan periapikal nekrotik dan meradang (Archer.. 1993). Perawatan saluran akar dilaporkan mempunyai tingkat keberhasilan lebih dari 95% (Noah. Bedah endodontik meliputi reseksi akar atau apikoektomi. 1993). replantasi. TINJAUAN PUSTAKA A. transplantasi.

restorasi terdahulu dan prosedur perawatan saluran akar (Milot dan Stein. Mahkota Richmond merupakan disain pasak pertama dibuat oleh Richmond tahun 1880 yang masih dikenal sampai sekarang (Shillingburg dan Kessler.H Clark yang menggunakan pipa penguat dalam saluran akar. karena sifat gigi pasca perawatan saluran akar semakin rapuh maka untuk membuat restorasi diperlukan pasak atau dowel.. 1972 sit. Smith dan Schuman (1997) semula masih meragukan kemampuan pasak dan inti sebagai penguat.. Hal ini menyebabkan rapuhnya struktur gigi. (Helfer dkk. .7 perawatan saluran akar bila dikombinasikan dengan reseksi apikal 90% sampai 99%. Kekuatan gigi pasca perawatan saluran akar tergantung jumlah struktur gigi yang masih tersisa dan hasil restorasi (Smith dan Schuman. 1982). 1999) Sebenarnya pemakaian pasak telah ada sejak tahun 1849 yang diperkenalkan oleh Dr F. Pasak Resin Komposit Gigi pasca perawatan saluran akar telah mengalami pengurangan kadar air sampai 9%. Jumlah struktur gigi yang tersisa pasca perawatan saluran akar sangat terbatas akibat karies. B.V Black yang memakai gold foil ke dalam saluran akar. Harty (1993). penelitian lebih lanjut ternyata gigi pasca perawatan saluran akar dengan pasak dan inti lebih tahan lama di dalam mulut. trauma. tergantung pada kriteria yang digunakan dalam menentukan tingkat keberhasilan. dilanjutkan oleh G. 1997). Mannocci dkk. menyatakan tingkat keberhasilan bedah endodontik terutama pada reseksi apikal 90%. 1992).

Smith dan Schuman (1997). Dari tahun 1986 sampai 1996 terdapat banyak sekali artikel yang mendiskusikan tentang teknik perawatan gigi pasca perawatan saluran akar. dan hasilnya dapat diprediksi. Kerusakan ringan adalah gigi yang marginal ridge masih utuh. Kemajuan teknologi dalam bidang endodontik. Pasak Prefabricated terdiri dari 3 macam pasak yaitu pasak tapered pasif. kerusakan sedang. juga yang dibuat secara konvensional seperti pasak Vectris targis dan pasak resin komposit.8 Robbins (2002). tapi tidak satupun dokter gigi yang menjelaskan secara sistematik. Kerusakan sedang adalah terdapat jejas kecil pada bagian proksimal dan ukuran gigi masih rata-rata. membedakan tindak lanjut perawatan gigi pasca perawatan saluran akar untuk gigi anterior dan posterior. Pasak metal terdiri dari pasak tuang dan pasak prefabricated. periodontik dan teknik restoratif serta prosedurnya memungkinkan dokter gigi membuat keputusan yang akurat. Tindakan untuk kriteria kerusakan ringan dan sedang tidak dianjurkan pemakaian mahkota tapi hanya direstorasi resin komposit disertai penguat . kerusakan berat. Termasuk pasak warna gigi adalah Aesthetic post plus (Bisco) Cosmoposts ( Ivoclar) Light post ( Bisco).. membagi jenis pasak menjadi dua bagian besar yaitu pasak metal dan pasak nonmetal. singulum dan insisal masih utuh. Pasak non metal terdiri dari Carbon fiber dan pasak warna gigi. pasak aktif. 1994). Pemilihan restorasi yang tepat pada gigi pasca perawatan saluran akar terutama pada masalah penggantian struktur mahkota gigi yang hilang merupakan kunci keberhasilan restorasi (Morgano dkk. pasak parallel pasif. Luscen Anchor (Dentatus: New york). Restorasi gigi anterior dibagi dalam 3 kriteria: kerusakan minimal.

Jenis pasak yang dibuat tergantung bentuk saluran akar. Bahan yang memungkinkan untuk membuat pasak yang tidak korosi. Termasuk kerusakan berat yaitu kerusakan telah melibatkan marginal ridges. Yaman dan Thornsteinsson (1992) menyatakan bahwa pasak emas lebih tahan korosi daripada bahan metal lain. perbedaan modulus elastisitas yang mencolok akan menambah resiko fraktur akar. hilangnya semua sudut insisal atau fraktur mahkota. Mannocci dkk. Cohen dkk. dalam hal ini tindakan yang dianjurkan adalah pembuatan mahkota penuh dengan penguat pasak. sebab tekanan mekanis yang masuk selama prosedur sementasi terutama pada pasak aktif dapat menyebabkan fraktur akar selama sementasi atau selama berfungsi. tidak menimbulkan pewarnaan dan mempunyai modulus elastisitas setara dentin adalah . bila saluran akar kecil dan berbentuk sirkular dianjurkan menggunakan fabricated dan bila salurannya berbentuk elip atau sudah besar dianjurkan menggunakan custom dowel core dan mahkota. hal ini terjadi karena tekanan yang terlalu besar terhadap struktur gigi yang tersisa. (1999). Sorensen dan Martinoff. Glazer 2000) menyatakan bahwa kegagalan pemakaian pasak metal juga dapat terjadi karena korosi yang menyebabkan fraktur akar. menyatakan bahwa teknik sementasi merupakan hal yang harus diperhatikan.(1996) menyatakan permintaan pasak yang memenuhi estetik semakin tinggi. sehingga nampak pada korona gigi. Mateer dan Reitz (1970 sit. menyimpulkan hasil penelitiannya bahwa pemakaian pasak self threading dapat menyebabkan kegagalan berupa fraktur angular dan vertikal.9 menggunakan ionomer kaca masuk dalam saluran akar. Menurut Mannocci dkk. (1999). (1984). Pasak metal mempunyai kelemahan warna yang kontras dengan warna gigi.