Anda di halaman 1dari 3

TUGAS UJIAN GIGI TIRUAN CEKAT

Disusun Oleh: 2 November 2014

Intan Winari/7924

Pertanyaan:

1. a. Apa Alasan pada perawatan Gigi Tiruan Cekat terdapat jeda waktu antara pencabutan
dan pembuatan gigi tiruan?
b. Berapa waktu jeda yang dibutuhkan untuk RA dan RB?
2. Apa kelebihan preparasi full crown dengan bentuk preparasi lain?
3. Sebutkan alasan pemilihan finishing line tipe chamfer?
4. Jelaskan cara pencetakan hasil preparasi Gigi Tiruan Cekat!

Jawaban:

1. a. salah satu syarat pembuatan gigi tiruan cekat adalah jaringan periodontal gigi abutment
dan sekitarnya harus dalam keadaan sehat.
Jaringan periodontal yang mengalami peradangan serta tulang alveolar yang mengalami
atropi horizontal maupun vertical dapat menyebabkan gigi goyah dan tidak mampu untuk
dijadikan penyangga yang kuat.
Selain itu pada saat pemasangan gigi tiruan cekat yang dibuatkan pada saat jaringan
tulang alveolarnya dalam keadaan belum sembuh sempurna dapat mengakibatkan
ketidaksesuaian dengan desain awal pembuatan sehingga memungkinkan gigi tiruan tidak
pas saat dipasang, jarak pontik dengan tulang alveolar menjadi bertambah sehingga pada
pontik yang didisain menempel pada tulang alveolar untuk estetis, modified ridge lap
misalnya akan tidak memenuhi segi estetisnya dan pada pontik yang dididsain untuk
kepentingan sanitarinya seperti Hygiene / sanitary pontic ruang antara pontik dan tulang
alveolar dapat menjadi sangat lebar sehingga dapat menjadi tempat tersangkutnya
makanan, tujuan self cleansingnya tidak tercapai.
b. waktu yang dibutuhkan tulang alveolar untuk mencapai derajat penyembuhan optimal
paska pencabutan adalah sekitar 3bulan. Namun tulang alveolar Rahang Atas relative
lebih cepat mencapai penyembuhan dikarenakan sifat dari tulangnya yang termasuk dari
jenis spongiosa.
2. full veneer crown/mahkota penuh : merupakan suatu restorasi yang menutupi seluruh
permukaan mahkota klinis dari suatu gigi. Keuntungannya, preparasi mudah,
memberikan area kontak yang luas, dan merupakan bentuk yang paling retentif. Indikasi
mahkota penuh pada gigi anterior : mempunyai permukaan labial yang berkaries, yang
mengalami erosi, perubahan warna, atau ada stain. Indikasi mahkota penuh pada gigi
posterior : gigi dengan indeks karies tinggi, terdapat kerusakan akibat karies atau fraktur
sehingga tidak dapat dibuatkan bentuk retainer lain.
3. Bentuk finishing line tipe chamfer akan menyebabkan kekuatan yang diterima oleh gigi
abutment menjadi berkurang, sehingga mencegah terjadinya kerusakan semen sebagai
bahan perekat yang ada di antara retainer dengan gigi abutment. Biasanya dibuat untuk
retainer jenis mahkota penuh (full veneer cast crown).
4. Teknik mencetak dengan material elastomer light body dan heavy body atau yang sering
di kenal dengan teknik putty-wash atau double impression merupakan metode mencetak
yang banyak digunakan dalam perawatan GTC. Dua macam cara dari teknik mencetak
dengan double impression yang digunakan adalah teknik one step dan two step.

Bahan double impression dengan teknik one phase


- Putty (kotak) : aduk bahan putty, letakkan didasar sendok cetak yang tujuannya
untuk menstabilkan kedudukan sendok cetak didalam mulut, ambil perbandingan
1:1 rubber base : katalis lalu aduk hingga warna berubah biru muda, lalu letakkan
pada dasar sendok cetak dan pada daerah yang telah dipreparasi harus
dicekungkan untuk menyediakan bahan yang kedua.
- Aduk light body, setelah homogen, masukkan kedalam injeksi kemudian
injeksikan ke gigi yang telah dipreparasi pada mulut pasien, sisanya pada bagian
yang dicekungkan tadi.
- Kemudian cetakkan kedalam mulut pasien, keluarkan dari dalam mulut pasien
setelah 8-10 menit
Bahan double impression dengan teknik two phase
- Aduk bahan putty sampai homogen letakkan ke sendok cetak, setelah rata
masukkan ke dalam mulut pasien tanpa melepas crown sementara. Pada bagian
anterior gigi yang dipreparasi tidak perlu dicekungkan. Setelah mengeras ambil
sendok cetak tersebut dari mulut pasien, lepas mahkota sementara kemudian aduk
light body yang terdiri dari basa dan katalis, setelah homogen masukan ke dalam
injeksi kemudian injeksikan ke gigi yang telah dipreparasi tadi. Masukkan cetakan
putty tadi ke dalam mulut. Diamkan sekitar 8-10 menit keluarkan dari mulut
pasien.