0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
634 tayangan31 halaman

Restorasi Gigi Sulung Anak: GIC & SSC

karet, kapas, air suhu kamar, semen GIC Langkah-langkah: 1. Isolasi dengan karet dam 2. Pembersihan kavitas dengan bur sikat dan air 3. Pengambilan fissure yang dalam dengan bur diamond atau stone bur 4. Pengambilan permukaan okklusal dengan bur diamond atau stone bur 5. Pengambilan permukaan proksimal dengan sudut 20° dari vertikal 6. Pengambilan permukaan bukal dan lingual 7. Keringkan kavitas dengan kapas

Diunggah oleh

ayuandrani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
634 tayangan31 halaman

Restorasi Gigi Sulung Anak: GIC & SSC

karet, kapas, air suhu kamar, semen GIC Langkah-langkah: 1. Isolasi dengan karet dam 2. Pembersihan kavitas dengan bur sikat dan air 3. Pengambilan fissure yang dalam dengan bur diamond atau stone bur 4. Pengambilan permukaan okklusal dengan bur diamond atau stone bur 5. Pengambilan permukaan proksimal dengan sudut 20° dari vertikal 6. Pengambilan permukaan bukal dan lingual 7. Keringkan kavitas dengan kapas

Diunggah oleh

ayuandrani
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REFRAT PEDODONTIA

Membuat Senyum Pada Anak Usia 5 Tahun


Laporan Kasus

Di Susun Oleh:
Gusti Ayu Andrani. SKG
Ihsan Firdaus. SKG

(2013-16-089)
(2013-16-090)

Karina Putri Pramesti. SKG (2013-16-091)

Pembimbing:
Drg. Rizki Dwiandhana SP.KGA

Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Gigi


Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama)Jakarta

KATA PENGANTAR

Assalamuallaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan rahmat dan
hidayah-nya sehingga dapat terselesaikannya refrat pedodontia..
Dengan terselesainya refrat ini, Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada :
1. Drg.Rizki Dwiandhana Sp.KGA selaku dosen pedodontia ,yang manadalam pembuatan
makalah telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan.
2. Ayah dan Ibu tercinta, yang telah membantu baik secara moral maupun materil, sehingga
dapat terselesaikan makalah ini.
3. Seluruh teman teman, yang telah mendukung Penulis untuk menyelesaikan refrat ini.
Demi perbaikan makalah ini, Penulis meminta saran dan kritikan dari semua pihak yang
sifatnya membangun demi perbaikan makalah ini sendiri.
Akhir kata dari Penulismengucapkan semoga makalah ini bermanfaat serta dapat
mencapai tujuan untuk pencerdasan bangsa. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampain
kalimat serta informasi pada makalah. Semoga Bermanfaat.
Wasallamuallaikum Wr. Wb.

Jakarta , 22 Agustus 2014

DAFTAR ISI
ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI..

DAFTAR GAMBAR..

BAB.I:

PENDAHULUAN

BAB.II:

TINJAUAN PUSTAKA

II.1

II.2

Restorasi GIC dan Stainlees Steel Crown gigi sulung

II.1.A Restorasi GIC gigi sulung

II.1.B Restorasi Stainlees Steel Crown.

12

Fix Space Maintainer


II.2.A Definisi Fix Space Maintainer

18

II.2.B Indikasi dan Kontraindikasi Fix Space Maintainer.

18

II.2.C Macam-macam Fix Space Maintainer.

18

BAB.III:

LAPORAN KASUS.

21

BAB.IV:

KESIMPULAN

29

DAFTAR PUSTAKA..

30

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR

HALAMAN

GAMBAR.1 Akses lesi melalui palatal ..

GAMBAR.2 Kavitas siap ditumpat

GAMBAR.3 Preparasi kelas III......

GAMBAR.4 Pengambilan fissure yang dalam & Pengambilan permukaan


Oklusal.

11

GAMBAR.5 Pengambilan permukaan proksimal dengan sudut 200 dari vertical.. 13


GAMBAR.6 Pengambilan permukaan bukal dan lingual.. 13
GAMBAR.7 Memilih SSC dengan mencocokannya pada gigi asli..

14

GAMBAR.8 Pemeriksaan adaptasi margin..

14

GAMBAR.9 Pemotongan mahkota 1 mm di bawah goresan.

15

GAMBAR.10 Pembentukan SSC dengan tang khusus..

15

GAMBAR.11 Penghalusan SSC

16

GAMBAR.12 Band-loop Space maintainer......................................................

17

GAMBAR.13 Crown-loop Space maintainer .................................................

18

GAMBAR.14 Distal Shoe Space maintainer...................................................

19

GAMBAR.15 Space maintainer lingual maintainer.......................................

19

GAMBAR.16 Nance Holding Arch space maintainer.

20

GAMBAR.17 Pre operatif rahang atas

22

GAMBAR.18 Pre operatif rahang bawah

22

GAMBAR.19 Pre operatif saat gigi oklusi

22

GAMBAR.20 Post operatif: fix space maintainer


menggantikan gigi 51, 52, 61, 62. Stainlees steel crown
pada gigi 54, 64.

24

GAMBAR.21 Post operatif stainless steel crown pada gigi 74 dan 84,
restorasi GIC pada gigi 75 dan 85

24

GAMBAR.22 Post operatif saat gigi oklusi

24

BAB.I
PENDAHULUAN
Pada dunia modern masyarakat memiliki kesadaran akan kosmetik, gigi putih dengan
kontur yang baik dan tersusun rapi merupakan suatu standar kecantikan. Gigi tersebut tidak
hanya dianggap menarik, tapi juga menunjukan kesehatan nutrisi, harga diri, kebanggan terhadap
kebersihan dan status ekonomi. Hal ini tidak hanya dibutuhkan oleh pasien dewasa saja namun
juga oleh pasien anak-anak.
Tingginya tingkat karies pada anak menyebabkan gigi pada anak perlu dilakukan
restorasi. Banyak yang harus dipertimbangkan sebelum memilih restorasi yang baik pada gigi
sulung. Faktor estetis adalah salah satu hal yang harus dipertimbangkan terutama untuk gigi
anterior. Pada kasus ini pasien mengalami kehilangan gigi beberapa anterior sulung oleh sebab
itu dipilih perawatan berupa fiber reinforced composite bridge yang berguna sebagai space
maintainer. Selain faktor estetis faktor kekuatan restorasi juga dipertimbangkan saat memilih
perawatan dan pada kasus ini juga terdapat gigi posterior yang mengalami kerusakan dan dipilih
stainless steel crown dan tambalan GIC. Oleh sebab itu penulis dalam refrat ini ingin membahas
mengenai restorasi gigi sulung yaitu fixed space maintainer, Restorasi GIC dan Stainlees Steel
Crown .

BAB. II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Restorasi GIC dan Stainlees Steel Crowngigi sulung


A. Restorasi GIC gigi sulung
Glass Ionomer Cement (GIC) merupakan salah satu jenis bahan yang biasanya digunakan
dalam kedokteran gigi sebagai bahan tumpatan dan semen perekat. Beberapa kasus karies yang
menggunakan bahan tumpatan glass ionomer cement yaitu: karies yang menyerang permukaan
servikal gigi yang disebabkan oleh abrasi (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi
kelas V), karies yang terdapat pada akar, karies yang menyerang permukaan aproksimal gigi-gigi
anterior (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi kelas III) dan penutupan pit atau
fisur (fissure sealant ).
Adapun keunggulan dari bahan restorasi GIC (glass ionomer cement) antara lain:
1.
2.
3.
4.

Mempunyai kekuatan kompresi yang tinggi.


Bersifat adhesi.
Tidak iritatif.
Mengandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk mencegah karies

5.
6.
7.
8.

lebih lanjut.
Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit.
Daya larut yang rendah.
Bersifat translusent atau tembus cahaya.
Perlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan email.

Disamping itu, glass ionomer cement juga bersifat biokompatibilitas, yaitu menunjukkan
efek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan pulpa. Kelebihan lain dari bahan ini
yaitu glass ionomer cement mempunyai sifat anti bakteri.

Indikasi GIC:

1. Lesi erosi servikal, kemampuan semen glass ionomer untuk melekatkan secara
kimiawi dengan dentin, menyebabkan semen glass ionomer saat ini menjadi pilihan utama
dalam merestorasi lesi erosi servikal. Bahan ini juga memiliki kekerasan yang cukupuntuk
menahan abrasi akibat sikat gigi.
2. Sebagai bahan perekat atau luting (luting agent), Karena semen glass ionomer ini memiliki
beberapa

keunggulan

seperti

ikatannya

dengan

dentin

dan

email.

Aktivitas

kariostatik, flow yang lebih baik, kelarutan yang lebih rendah dan kekuatan yang lebih besar
maka sebagai luting agent semen ini diindikasikan untuk pasien dengan frekuensi karies
tinggi atau pasien dengan resesi ginggiva yang mememrlukan kekuatan dan aktifitas
kariostatik misalnya pada pemakai mahkota tiruan ataupun gigi tiruan jembatan.
3. Semen glass ionomer dapat digunakan sebagai base atau liner di bawah tambalan komposit
resin pada kasus kelas I, kelas II, kelas III, kelas V dan MOD. Bahan ini berikatan secara
mikromekanik dengan komposit resin melalui etsa asam dan member perlekatan tepi yang
baik. Perkembangan dentin bonding agents yang dapat member perlekatan yang baik antara
dentin dan resin hanya dapat digunakan pada lesi erosi servikal. Bila kavitasnya dalam atau
luas, bonding sering kali gagal. Untuk memperbaiki mekanisme bonding dan melindungi
pulpa dari iritasi semen glass ionomer digunakan sebagai bahan sub bonding
4. Sebagai base yang berikatan secara kimiawi di bawah restorasi amalgam mempunyai
kerapatan tepi yang kurang baik sehingga dengan adanya base glass ionomer dapat
mencegah karies sekunder terutama pada pasien dengan insidens karies yang tinggi. Dalam
keadaan sperti ini, proksimal box diisi dengan semen cermet sampai ke dalam 2 mm dan
sisanya diisi amalgam.
5. Restorasi gigi susu. Penggunaan semen glass ionomer pada gigi susu sangat berguna dalam
mencegah terjadinya karies rekuren dan melindungi email gigi permanen.
6. Tahan dalam jangka waktu yang lama.
7. Restorasi pada lesi erosi/abrasi tanpa preparasi kavitas.
8. Restorasi lesi karies klas V dan restorasi lesi karies klas III, diutamakan yang aksesnya dari
lingual/palatal sebelum melibatkan bagian labial
Kontraindikasi semen ionomer kaca, yaitu:

Tidak mampu menahan tekanan oklusal yang kuat


Kavitas - kavitas yang terletak pada daerah yang menerima tekanan tinggi
Lesi karies klas IV atau fraktur insisial
Lesi yang melibatkan area luas pada email labial yang mengutamakan faktor estetika
7

Water based, tidak dapat bertahan pada pasien yang xerostomia

Restorasi GIC kelas III untuk gigi sulung anterior


Pada dasarnya restorasi GIC kelas III untuk gigi sulung anterior sama dengan gigi tetap ada
umunya. Namun harus diperhatikan bentuk morfologi struktur gigi sulung. Beberapa gigi sulung
menunjukkan kemiripan dengan gigi permanen penggantinya. Beberapa perbedaan anatomi perlu
diperhatikan sebelum melakukan restorasi, pertimbangan anatomi gigi sulung adalah sebagai
berikut.
Lesi akibat karies terdapat pada permukaan proksimal pada gigi anterior sulung sering
dijumpai di daerah kontak dan hal ini menunjukkan keadaan karies yang aktif. Anak dengan lesi
tersebut memerlukan suatu tindakan pencegahan yang efektif. Bila setelah pembuangan jaringan
karies tampak kedalaman karies belum mengenai dentin dan tidak melibatkan bagian insisal,
maka dapat ditumpat dengan teknik restorasi klas III konvensional. Bahan tumpatan yang dipilih
adalah bahan tumpatan sewarna dengan sistem ikatan.
Teknik preparasi dan restorasi kelas III GIC
Alat yang diperlukan: hand piece, bur (seperti bur diamond, stone bur, bur sikat dan
rubber cup), pinset, ekskavator, burnisher, spatula, glass slab. Sedangkan bahannya adalah bahan
restorasi GIC (Fuji IX)
Cara Preparasi Kavitas
1. Tentukan batas garis luar kavitas
2. Untuk mendapat akses ke dentin yang terkena karies. Jika gigi tetangga masih ada maka
dilakukan dengan bur tungsten carbide atau bur intan dengan kecepatan tinggi melalui
ridge tepi email dan aspek palatal (gambar 2).
3. Dinding labial sebaiknya dipertahankan
4. Perluasan dinding email dipermukaan palatal ke arah palatal, insisal maupun gingival
dilakukan dengan bur bulat kecil.
5. Retensi (groove stabilisasi) dibuat dengan bur bulat kecil ke arah gingival dan insisal
6. Kavitas siap untuk ditumpat (gambar 3).
8

Gambar 1. Akses lesi melalui palatal

Gambar 2. Kavitas siap ditumpat

Sumber:Baum.Buku ajar ilmu konservasi gigi. Ed. 3. Jakarta : EGC. 1997

Gambar 3. Preparasi kelas III


Sumber: Baum. Buku ajar ilmu konservasi gigi. Ed. 3. Jakarta : EGC. 1997

Restorasi GIC kelas V untuk gigi sulung


Teknik Preparasi Kavitas Klas V:
Membuat akses menggunakan bur inverted cone no.1 atau no.2 melalui enamel
yang sudah terdapat lubang masuk atau tempat dimana sonde dapat masuk kedalam
enamel. Kita membuang karies dibawah batas dentin-email.
Sesudah sampai didentin kavitas dilebarkan dengan bur fissure yang nomernya
sesuai dengan besar kavitas. Pada waktu melebarkan kavitas bur fissure harus tegak
9

lurus pada dinding axial dan dalammya sama pada setiap sisi. Melebarkan sampai
enamel yang sehat, kita harus berusaha supaya dinding jangan menjadi terlalu tipis.
Kavitas dibuat sedemikian rupa hingga tambalan tidak dapat lepas.
Pergunakanlah bur bundar kecil nomer atau no 1 disepanjang gingivo-axial dan
inciso-axcial line angel untuk membuat retensi pada tambalan. Penting juga
membuat retensi berupa undercut pada ujung-ujung dari dinding incisal dengan
mempergunakan burbundar kecil no atau 2 kecil.
Pinggiran enamel harus licin dan membundar. Jika pinggiran belum licin kita
dapat menggukan bur fissure atau bur bundar. Setelah prevarasi kavitas selesai
kavitas dibersihkan , lalu kavitas diisi menggunakan GIC.

Cara Pengisian Kavitas


Pengisian Glass Ionomer Cement (GIC)
1. Kavitas dibersihkan dengan menggunakan dentin kondisioner selama 30 detik, kemudian
dicuci dengan air dan dikeringkan dan semprotan udara.
2. Sisipkan celluloid strip diantara gigi.
3. Campur GIC (Fuji IX) sesuai dengan petunjuk pabrik (harus selesai dalam waktu 30
detik).
4. Letakkan GIC pada kavitas dengan plastis instrument yang datar, perhatikan jangan
sampai ada bagian yang kurang.
5. Lingkari celluloid strip pada gigi dan tahan di tempatnya. Buang kelebihan GIC yang
keluar, strip ditahan sampai GIC mengeras.
6. Varnish sesegera mungkin, pembuangan GIC yang berlebihan dilakukan dengan stone
bur.
7. Varnish tumpatannya.
Pemolesan Glass Ionomer Cement (GIC)
Pada kunjungan berikutnya penghalusan akhir bisa dilakukan dengan menggunakan bur batu
putih (white stone), bur tungsten carbide dan karet abrasif dengan kecepatan rendah.
10

II.1.B Restorasi stainlees steel crown


Stainlees steel crown (SSC)adalah mahkota logam yang dibuat oleh pabrik dalam
berbagai ukuran dan mempunyai bentuk anatomis sesuai gigi asli. Materialnya mengandung
18% chromium dan 8% nikel
Stainless steel crown telah terbukti keberhasilannya sebagai bahan restorasi pada gigi
sulung dengan karies meluas. Pada paska perawatan pulpa , dibutuhkan sebuah restorasi yang
dapat bertahan lama untuk menjaga mahkota gigi yang rapuh setelah perawatan pulpa.
Penggunaan stainless steel crown juga mencegah terjadinya karies kembali, khususnya pada
anak-anak yang beresiko tinggi terhadap karies.
Indikasi stainless steel crown :
1.
2.
3.
4.
5.

Restorasi gigi sulung dengan karies meluas


Pada gigi dengan kelainan struktur .
Setelah dilakukan perawatan pulpa
Gigi dengan kasus bruxism berat
Sebagai pegangan dari sapace maintainer atau protesa.

Teknik Preparasi stainless steel crown:


Teknik Preparasi Gigi
Sebelum dimulai pemasangan SSC, dilakukan preparasi gigi sulung untuk mendapatkan adaptasi,
stabilisasi dan retensi yang baik. Preparasi gigi sulung dilakukan dengan tujuan pembuangan
jaringan karies, membebaskan titik kontak dengan gigi tetangga dan pengurangan struktur gigi
pada seluruh ukuran.Preparasi dianggap cukup bila sewaktu mencoba SSC sudah berhasil baik.
Teknik preparasi gigi meliputi :
Preparasi gigi

11

Persiapan bahan dan alat :


Bur dan alat poles : straight diamond, tapered diamond, green stone, rubber
wheel.
Tang pembentuk ; tang johnson 114, tang pembentuk mahkota.
Bahan sementasi : glass slab , spatula.

Pengukuran materi gigi


Sebelum gigi dipreparasi jarak mesio-distal diukur dengan kapiler,
tujuannya untuk memilih ukuran SSC yang akan dipakai, sesuai
dengan besarnya gigi asli.

Mengurangi permukaan oklusal


Fisur fisur yang dalam pada permukaan oklusal diambil sampai
kedalaman 1 1,5 mm dengan tapered diamond bur.

Gambar.4 :Pengambilan fissure yang dalam & Pengambilan permukaan oklusal


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

Mengurangi permukaan proksimal


Sebelum melakukan preparasi, gigi tetangga dilindungi denganprositektor atau suatu steel
matrik band. Tempatkan tapered diamond bur berkontak dengan gigi pada embrasur bukal
atau lingual dengan posisi sudut kira kira 20 dari vertikal dan ujungnya pada margin
gingiva. Preparasi dilakukan dengan suatu gerakkan buko lingual mengikuti kontur
bentuk proksimal gigi. Untuk mengurangi resiko kerusakan pada gigi tetangga akibat
posisi bur yang miring, maka slicing dilakukan lebih dahulu dari lingual ke arah bukal
atau sebaliknya, baru kemudian dari oklusal ke gingival.

12

Gambar.5:Pengambilan permukaan proksimal dengan sudut 200 dari vertical


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

Mengurangi permukaan bukal dan lingual


Dengan tapered diamond bur permukaan bukal dan lingual dikurangi sedikit sampai ke
gingival margin dengan kedalaman lebih kurang 1 1,5 mm. Sudut sudut antara ke-2
permukaan dibulatkan.

Gambar.6:Pengambilan permukaan bukal dan lingual


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

Perlindungan pulpa
Pembuangan jaringan karies yang telah mencapai dentin cukup dalam sebaiknya ditutupi
dengan kalsium hidroksida, yang berfungsi melindungi pulpa terhadap iritasi.

Langkah Langkah Persiapan SSC Sebelum Dipasang


1. Pemilihan ukuran SSC
SSC dipilih sesuai jarak mesio-distal gigi sulung sebelum preparasi, jika jarak mesio-distal
dari gigi yang akan dipreparasi sudah tidak dapat diukur, dapat diambil jarak gigi tetangga
sebelah mesial ke gigi tetangga sebelah distal dari gigi yang dipreparasi. Bila gigi tetangga tidak
ada, dapat diambil ukuran dari gigi yang kontra lateral pada satu rahang.Ukuran crown yang
13

dipilih harus cukup besar untuk disisipkan diantara gigi di bawah gingival margin dan sedikit
bisa berotasi

Gambar.7:Memilih SSC dengan mencocokannya pada gigi asli


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

2.

Pemotongan SSC
Letakkan SSC yang sudah dipilih di atas gigi yang telah dipreparasi.

Tekan SSC ke arah gingiva :


-

bila terlalu tinggi atau rendah maka oklusi tidak baik.

bila terlalu besar atau kecil, SSC tidak dapat memasuki sulkus gingiva.

Periksa apakah tepi SSC pada daerah aproksimal sudah baik.

Gambar.8:Pemeriksaan adaptasi margin


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

Tentukan kelebihan SSC, kemudian buang dengan stone bur atau potong
dengan gunting.

Gambar.9:Pemotongan mahkota 1 mm di bawah goresan


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

SSC coba lagi dan perhatikan :


14

oklusi gigi geligi.

jika gingiva terlihat pucat berarti SSC masih kepanjangan dan perlu pemotongan bagian
servikalnya.

3.

Pembentukan SSC
Diperlukan tang tang khusus :

Tempatkan tang dengan paruh cembung sebelah dalam dan paruh cekung sebelah luar mahkota
yang akan dibentuk. Bagian bukal dan lingual serta servikal dibentuk dengan konfigurasi yang
sesuai dengan giginya. Bagian servikal harus benar menempel pada posisi gigi untuk
mendapatkan retensi yang maksimal.

Gambar.10:Pembentukan SSC dengan tang khusus


Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

4.

Penghalusan SSC
Penghalusan merupakan langkah terakhir dan penting jika SSC telah sesuai. Permukaan kasar

akan mengiritasi gingiva dan memudahkan penumpukan plak. Untuk tindakan ini daerah margin
SSC diasah ke arah gigi supaya pinggirnya tidak mengiritasi gingiva, kemudian dihaluskan dan
dilicinkan dengan stone bur atau rubber wheel

Gambar.11:Penghalusan SSC
Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)

5.

Pemasangan SSC

15

Setelah gigi selesai dipreparasi, SSC dipersiapkan, gigi dikeringkan dan diisolasi dengan
gulungan kapas. Saliva ejektor dipasang agar gigi tetap kering dan bebas dari saliva. Gunakan
adhesif semen misalnya polikarboksilat, diaduk sampai konsistensi seperti krim dan dialirkan ke
dinding sebelah dalam SSC hingga hampir penuh. Pasang SSC dari lingual ke bukal, tekan
dengan jari sampai posisi yang tepat kemudian pasien disuruh menggigit dengan wooden blade
diletakkan di atas gigi tersebut.
II.2 Fix Space Maintainer
II.2.A Definisi Fix Space Maintainer
Fix Space Maintainer adalah space maintainer yang dipasang secara fix/cekat pada gigi
penyangga dengan cara penyemenan sehingga pasien tidak dapat melepaskannya sendiri berbeda
degan space maintainer lepasan yang dapat dilepas pasang oleh pasien.
II.2.B Indikasi dan Kontraindikasi Fixed Space maintainer:
Indikasi penggunaan space maintainer antara lain:
1. Apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi menggantikan
posisi gigi sulung tersebut dan analisa ruang menyatakan masih terdapat ruang yang
memungkinkan untuk gigi permanennya.
2. Jika ada kebiasaan yang buruk dari anak, misalnya menempatkan lidah di tempat yang kosong
atau menghisap bibir maka pemasangan space maintainer ini dapat diinstruksikan sambil
memberi efek menghilangkan kebiasaan buruk.
3. Adanya tanda-tanda penyempitan ruang
4. Kebersihan mulut (OH) baik.
.
Adapun kontra indikasi space maintainer antara lain:
1. Tidak terdapat tulang alveolar yang menutup mahkota gigi tetap yang akan erupsi.
2. Kekurangan ruang untuk erupsi gigi permanen
3. Ruangan yang berlebihan untuk gigi tetapnya erupsi
4. Kekurangan ruang yang sangat banyak sehingga memerlukan tindakan pencabutan dan
perawatan orthodonti
16

II.2.B Macam-macam fixed space maintainer:


Ada beberapa macam jenis space maintainer cekat yang sering digunakan dalam klinik,
yaitu:band-loop, Crown-loop, distal shoe, dan lingual arch.
1. Band and loop space maintainer
Band and loop dirancang untuk mempertahankan ruang dari tanggalnya satu gigi dalam satu
kuadran. Alat ini digunakan pada kasus tanggalnya gigi molar satu sulung dan molar dua sulung
secara dini untuk mencegah migrasi ke mesial yang berhubungan dengan erupsi gigi molar satu
permanen, selain itu alat ini juga digunakan pada kasus tanggalnya gigi kaninus sulung secara
dini untuk mencegah pergerakan insisivus lateral permanen.
Band and loop ini lebih disukai karena proses pembuatannya lebih mudah, waktu kerja
yang singkat, tidak perlu dilakukan anestesi terlebih dahulu untuk pemasangan band karena tidak
ada preparasi yang dilakukan pada gigi, pengaplikasiaannya mudah dan lebih ekonomis.

Gambar.12: Band-loop Space Maintainer


Sumber:http://www1.umn.edu/dental/courses/dent_5501/images/inter4.jpg

2. Crown-loop Space Maintainer


Jenis crown loop ini biasa digunakan pada kasus:
a.

gigi abutment bagian posterior mengalami karies yang luas dan memerlukan

restorasi mahkota.

17

b.

gigi abutment pernah mendapatkan perawatan pulpa yang mana dalam kasus

mahkota perlu dilindungi secara menyeluruh.

Gambar.13: Crown-loop Space Maintainer


Sumber: http://www1.umn.edu/dental/courses/dent_5501/images/inter4.jpg

Keuntungan:

konstruksinya tampak lebih ringan

ekonomis

memperbaiki fungsi kunyah


tidak menghalangi over erupsi gigi antagonis

3. Distal Shoe Space Maintainer


Alat ini digunakan dimana molar dua sulung hilang sebelum erupsi molar satu permanen.
Fungsinya adalah untuk menuntun erupsi dari molar pertama permanen ke posisinya yang
normal dalam lengkung rahang.
Adapun kontraindikasi dari penggunaan alat ini ialah pada pasien dengan oral hygiene yang
jelek, pada keadaan dimana hilangnya beberapa gigi sehingga abutment akan kurang mendukung
alloy yang disemen, dan kurangnya kerja sama dari pasien dan orang tua.

18

Gambar.14: Distal Shoe Space Maintainer


Sumber: http://cudental.creighton.edu/images/Distal%20shoe.jpg

Pada keadaan saat distal shoe merupakan kontra indikasi, perawatan yang dapat
dilakukan yaitu dengan menggunakan alat yang removable atau cekat yang tidak memasuki
jaringan tetapi memberi tekanan pada ridge mesial molar permanen yang belum erupsi.
4. Lingual Arch

Gambar.15:Space maintainer lingual arch


Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Lingual_arch

Space maintainer lingual arch terbagi atas dua, yaitu:


a.

Lingual arch pasif


Merupakan space

maintainerpilihan

setelah

kehilangan banyak

gigi pada

lengkung RA/RB, terutama jika insisivus permanen RB terlihat crowded. Alat ini
digunakan sebagai space maintainer bilateral cekat pada RB dan bersifat pasif karena
tidak dapat diatur begitu disemen pada molar dua sulung.
Adapun keuntungan dari alat ini yaitu karies gigi rendah, ekonomis, dan adaptasi dengan
pasien lebih baik.
b. Alat Nance rahang atas
Alat Nance digunakan ketika satu atau lebih molar susu tanggal secara dini pada rahang
atas. alat ini didesain seperti pada lingual arch soldering kecuali pada bagian anterior

19

kawat tidak menyentuh permukaan lingual pada gigi depan atas, kawat lingual dapat
mengikuti bentuk palatum dan kawat yang digunakan berukuran 0.025 inchi.
pada penggunaan space maintainer jenis lingual arch ini pasien harus diperiksa secara
periodic untuk memastikan bahwa kawat lingual tidak mengganggu erupsi dari gigi C dan
P, serta tidak mengganggu jaringan palatum.

Gambar.16: Nance Holding Arch space maintainer


Sumber: http://www.intelligentdental.com/2011/10/23/space-maintenance-in-children/

BAB. III
LAPORAN KASUS
Membuat Senyum pada Anak Usia 5 Tahun : Laporan Kasus

Pendahuluan
20

Restorasi dari kerusakan parah gigi sulung depan rahang atas oleh karena trauma atau karies,
merupakan suatu tantangan bagi dokter gigi anak. Restorasi estetik dari gigi sulung depan dapat
menantang terutama karena ukurannya yang kecil, jarak yang dekat antara pulpa dengan
permukaan gigi, enamel dan area permukaan yang relatif lebih tipis untuk bonding, masalah
terkait dengan kebiasaan anak dan biaya akhir dari perawatan. Untuk rekontruksi atau
penggantian dari gigi sulung depan ini, sangat penting untuk memilih bahan yang tidak mahal,
dapat diletakan dalam satu kunjungan dan memiliki umur panjang untuk bertahan sampai
sebelum erupsi gigi penggantinya tanpa mengganggu proses erupsi gigi yang normal.
Pada dunia modern masyarakat memiliki kesadaran akan kosmetik, gigi putih dengan
kontur yang baik dan tersusun rapi merupakan suatu standar kecantikan. Gigi tersebut tidak
hanya dianggap menarik, tapi juga menunjukan kesehatan nutrisim, harga diri, kebanggan
terhadap kebersihan dan status ekonomi.
Beberapa variasi estetik pilihan tersedia untuk restorasi atau menggantikan gigi sulung
dan itu tergantung dari praktisi untuk menentukan pilihan yang terbaik dari setiap keadaan
individu. Untuk penggantian gigi sulung depan, gigi tiruan lepasan sering direkomendasikan
untuk pasien yang sangat muda tergantung pada keluhan pasien. Gigi tiruan ini dapat
dimodifikasi ketika diperlukan dengan menambah atau mengurangi resin akrilik. Pengganti dari
gigi sulung rahang atas depan yang hilang dapat dibuat menggunakan fiber reinforced composite
bridge, sebuah alternatif lain untuk gigi tiruan lepasan.

Laporan Kasus
Seorang anak berusia 5 tahun, datang ke departemen pedodonsia dengan keluhan utama
rasa sakit pada gigi bawah kanan belakang dan orang tuanya juga memperhatikan tentang
estetiknya juga dan meminta untuk penggantian dari gigi sulung depan atas nya.

21

Riwayat penyakit dari anak tersebut tidak memperlihatkan adanya masalah yang spesifik.
Rekam medik giginya lamanya mengindikasikan pencabutan dari gigi insisif central dan lateral
sulung (51,52,61 dan 62) oleh karena karies.

Gambar.17: pre operatif rahang atas

Gambar.18: pre operatif rahang bawah

Gambar.19: pre operatif gigi saat oklusi


Sumber: Mohita marwaha. Et.all. international journal of children pediatric dentistry Building up a smile in a 5 years
old, case report hal: 151-154. May-Agustus 2012.

Pemeriksaan klinis memperlihatkan kerusakan pada gigi sulung molar pertama rahang
atas kanan dan kiri (54 dan 64), kaninus sulung rahang bawah kiri (73), gigi sulung molar
pertama bawah kanan dan kiri (74 dan 84), dan molar kedua (75 dan 85) dan atrisi dari gigi
sulung insisif rahang bawah (71, 72, 81 da 82) seperti yang diperlihatkan pada gambar 17 sampai
19.
22

Evaluasi Radiografi
Radiografi periapikan intraoral telah dilakukan dan memperlihatkan karies yang dalam
pada 54, 64, 74, 84 perawatan pulpa telah direncanakan yang kemudian diikuti dengan mahkota
stainless steel.
Rencana Perawatan
Perawatan Pulpa telah dilakukan pada gigi 71, 72, 81 dan 82 yang atrisi diikuti dengan
pembuatan composite. Pembersihan karies telah dilakukan pada gigi 73, 75 da 85 dan direstorasi
menggunakan glass ionomer cement.
Sebuah cetakan dibuat dengan menggunakan alginet untuk membentuk fiber reinforced
composite bridge untuk menggantikan kehilangan gigi 51, 52, 61 dan 62. Pada kasus ini, penting
untuk mengambil cetakan seluruh rahang karena adanya kebutuhan untuk memiliki model
antagonis dan memproses dengan tehnik artikulasi. Cetakan dicor dengan menggunakan dental
stone material dan kemudian hasil cetakan di artikulasikan.
Keempat gigi yang digantikan terbuat dari komposit dan memperoleh estetik yang baik
secara alami, sebuah sistem restorasi komposit yang digunakan mengandung nuansa enamel dan
dentin yang berbeda.
Setelah mengecek oklusi dari gigi depan, gigi tersebut direkatkan satu sama lain dengan
bantuan stainless steel wire dengan membuat groove lingual pada keempat gigi dan mengisinya
dengan komposit. Gigi komposit ini bersama sama berfungsi sebagai pontic.
Pengukuran panjang fiber splint terbentuk dari wire tipis. Wire di adaptasikan pada model
kerja dan di diperpanjang hingga sepertiga tengah pada setiap abuntment dan melintasi area
pontic persis dibawah incisal edge. Wire diratakan dan digunakan sebagai pola, untuk
mendapatkan panjang yang tepat dari wire yang dibutuhkan maka dilakukan pengukuran.
Seseorang harus menghindari berkontak dengan fiber splint sampai splint dibasahi
dengan

resin

perekat

dengan

menggunakan

tangan,

karena

kontak

apapun

dapat

mengkontaminasi lapisan permukaan yang reaktif


23

Setelah mendapatkan ukuran yang tepat, dilakukan isolasi terhadap gigi dengan
menggunakan cotton rol dan permukaan enamel dietsa dengan bahan etsa pada permukaan
lingual. Setelah dibilas, permukaan dikerikan dengan udara, secara visual diperiksa untuk asam
etsa yang tepat dan dilapisi dengan lapisan bonding agent dan light cured. Material penguat,
diletakkan disamping untuk beradaptasi pada gigi abutment dan dibasahi dengan bonding agent
dan selapis tipis bahan restorasi microhybrid diletakan pada bagian lingual dari gigi abutment
pada mulut pasien. Komposit berfungsi sebagai lem dan menahan fiber selama dia beradaptasi.
Dengan menggunakan instrument, wire telah beradaptasi dengan tepat dan kelebihan komposit
dibuang sebelum di light cure. Bagian kedua dari fiber splint digunakan pada regio pontic pada
tahap ini dan ditambahkan dengan bonding agent kemudian dibawa kedalam mulut pasien.
Sejumlah kecil komposit diaplikasikan pada fiber, atasnya pontic diletakkan pada posisi yang
tepat dan fiber ditekan melalui lapisan komposit yang belum di sinar dari bagian lingual di
daerah interproximal antara gigi komposit kemudian disinari.
Sekali bridge sudah diletakkan, itu akan bertahan dengan kuat pada posisinya. Oklusi
telah diperiksa sebelum dilakukan penyelesaian dan pemolesan. Hasil terakhir didapatkan bridge
dengan adaptasi yang baik dengan hasil estetik yg alami (gambar 20 sampai 22).
Setelah 6 bulan, tidak ada masalah yang muncul. Ikatan space maintainer segera
memperbaiki fungsi estetik dan dapat diterima dengan baik oleh anak anak.
Diskusi
Untuk menghindari bebagai maloklusi oleh karena kehilangan dini gigi sulung, praktisi
klinis dapat menyarankan berbagai jenis maintainer (lepasan atau cekat), tergantung pada tahap
pertumbuhan gigi geligi anak, keterlibatan lengkung dan lokasi dari gigi sulung yang hilang.

24

Gambar.20: post operatif: fix space maintainer


Menggantikan gigi 51, 52, 61, 62. Stainlees steel crown
pada gigi 54, 64.

Gambar.21: post operatif stainless steel crown pada gigi 74 dan 84,
restorasi GIC pada gigi 75 dan 85.

Gambar.22: post operatif: gigi saat oklusi


Sumber: Mohita marwaha. Et.all. international journal of children pediatric dentistry Building up a smile in a 5 years
old, case report hal: 151-154. May-Agustus 2012.

Space maintainer lepasan memiliki keuntungan tertentu, seperti lebih mudah untuk
dibersihkan dan memberikan pemeliharaan oral hygiene yang lebih baik, mereka dapat
digunakan sesuai kehendak pasien dan dapat rusak atau hilang dengan mudah, jika mereka tidak
digunakan dengan baik maka akan kurang efektif. Sebaliknya, pada alat cekat, jika didesain
dengan baik, akan sedikit memberikan kerusakan pada jaringan mulut dan digunakan terus
menerus dalam waktu yang lebih lama.

25

Penggantian dari gigi depan sulung yang hilang dapat dilakukan dalam beberapa pilihan
terapi yang berbeda. Fiber reinforced composite bridge, mewakili salah satu dari pilihan ini,
denga banyak kelebihan termasuk daya rekat, kemudahan dalam pembuatan, mudah diperbaiki
dan relatif tahan lama. Tehnik ini dianggap sebagai prosedur non-invasif dan mudah dilakukan
pada pasien anak.
Penggunaan komposit untuk membentuk gigi sulung merupakan aspek terakhir yang
penting, dengan opalesens, translusensi dan opasitas yang alami.
Kebanyakan alat yang digunakan pada hari ini mempertahankan panjang lengkung, tapi
sering mengabaikan aspek fungsi dari gigi sulung.
Mengganti gigi insisif sulung dengan bridge merupakan pilihan yang baik, tapi solusi ini
tidak realistis karena harga yang terlalu tinggi, dan gigi harus dikurangi, gigi yang berdekatan
dapat merupakan gigi permanen dan waktu pengerjaannya terlalu lama untuk anak anak. Fiber
reinforced composite bridge dapat digunakan sebagai alternatif sebagaimana harganya yang lebih
murah dan pengerjaannya lebih cepat.
Space

maintainer

mempertahankan

yang
ruang,

baik

sebaiknya

mencegah

erupsi

memberikan
yang

banyak

berlebih

dari

kualitas
gigi

yaitu:

antagonis,

mengembalikan fungsi pengunyahan fisiologis, memberikan pertumbuhan maksila yang


fisiologis, harus bersih, memiliki daya tahan yang baik dan harga yang murah.
Kami mempersembahkan sebuah space maintainer yang memberikan hampir semua
kualitas yang diperlukan. Namun, ada beberapara kekurangan dari bonded bridge ini: jika salah
satu gigi pendukung mengalami resorbsi atau terlepas, maka maintainer ini rusak. Pemeriksaan
klinis harus dilakukan untuk memeriksa erupsi dari gigi permanen.
Potensi dari fiber reinforced composite sebagai space maintainer pada gigi sulung dan
bercampur memperoleh popularitas belakangan ini. Space maintainer ini, bagaimanapun, sering
kali merekat erat pada gigi, yang dapat menyebabkan pengaruh negatif terhadap tumbuh
kembang, terlepasnya gigi sulung yang merupakan perlekatan maintainer dan erupsi yang tiba
tiba dari gigi permanen,
26

Bridge ini mewakili suatu alternatif yang menarik terhadap metal bridge konvensional.
Mereka dapat secara langsung atau tidak langsung menggunakan gigi plastik buatan atau gigi
yang avulsi atau dengan pembuatan langsung gigi resin komposit dengan atau tanpa veneer
porselen.
Penggunaan resin komposit yang tidak kuat sebagai materi struktur untuk bridge sering
sekali berakhir dengan fraktur. Komposit merupakan materi yang rapuh dan menggandung
gelembung, retak dan kecacatan lainnya yang menyebabkan atau memfasilitasi persebaran fissur
dan fraktur. Hal ini telah di demonstrasikan bahwa penguatan resin komposit dengan penggunaan
fiber meningkatkan ketahanan dan resistensi terhadap fraktur. Kombinasi dari estetik, resin
komposit yang tahan lama, bahan fiber yang kuat memberikan pilihan baru untuk pembuatan
bridge komposit span pendek.
Sedapat mungkin, a fiber reinforced composite bridge sebaiknya dibuat di luar mulut
untuk memperoleh pemolesan, tingkat konversi polimerisasi dan adaptasi yang lebih baik.
Kesimpulan
Tehnik pembuatan fiber reinforced composite bridge yang ditunjukan pada artikel ini
menyarankan sebuah pilihan tindakan yang baru untuk menggantikan kehilangan gigi
sulung.
Tehnik ini lebih memperhatikan estetik, fungsi dan kenyamanan dari pada alat lepasan.
Ini lebih mudah direkatkan, dan lebih menyanangkan dari segi estetis dengan tidak
adanya bayangan metal.
Ini dapat dianggap sebagai perawatan sementara yang bertahan lama.

27

BAB.IV
KESIMPULAN

Glass Ionomer Cement (GIC) merupakan salah satu jenis bahan yang biasanya digunakan
dalam kedokteran gigi sebagai bahan tumpatan dan semen perekat. Beberapa kasus karies yang
menggunakan bahan tumpatan glass ionomer cement yaitu: karies yang menyerang permukaan
28

serviks gigi yang disebabkan oleh abrasi (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi
kelas V), karies yang terdapat pada akar, karies yang menyerang permukaan aproksimal gigi-gigi
anterior (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi kelas III) dan penutupan pit atau
fisur (fissure sealant ). Menurut laporan kasus pada makalah ini adanya indikasi penggunaan
Stainless steel crown (SSC).
Stainlees steel crown (SSC) adalah mahkota logam yang dibuat oleh pabrik dalam
berbagai ukuran dan mempunyai bentuk anatomis sesuai gigi asli. Materialnya mengandung
18% chromium dan 8% nikel. Stainless steel crown telah terbukti keberhasilannya sebagai bahan
restorasi pada gigi sulung dengan karies meluas.
Space

maintainer

yang

baik

sebaiknya

memberikan

banyak

kualitas

yaitu:

mempertahankan ruang, mencegah erupsi yang berlebih dari gigi antagonis, mengembalikan
fungsi pengunyahan fisiologis, memberikan pertumbuhan maksila yang fisiologis, harus bersih,
memiliki daya tahan yang baik dan harga yang murah. SM yang digunakan pada laporan kasus
ini adalah fiber reinforced composite yaitu space maintainer yang digunakan secara fix atau cekat
pada gigi sulung.

DAFTAR PUSTAKA

1.
2.
3.
4.
5.

Baum l. Buku ajar ilmu konservasi gigi. Ed. 3. Jakarta : EGC. 1997
Van beek. Morfologi gigi, penuntun bergambar. Ed. 2. Jakarta : EGC. 1996
Aswal D. Penuntun praktikum operatif dentistry. Medan : USU Press. 2011
Batubara F. klasifikasi dan evaluasi klinis GIC. Medan : USU Press.2011
Dalimunthe F. pertimbangan yang mendasari segi estetik estetik pada tumpatan komposit gigi
anterior. Medan : USU Press. 2002
29

6. ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown
7. Graber TM. Orthodontict principles and practice. Ed3rd. W.B. Saunders Co:Philadelphia;1972
8. Hprimaywati. Diakses pada tanggal 04 juli

2014. Laporan Kasus Space Maintainer.

www.google.com/search/Spacemaintainer.
9. Mohita marwaha. Et.all. international journal of children pediatric dentistry Building up a
smile in a 5 years old, case report hal: 151-154. May-Agustus 2012.

30

Anda mungkin juga menyukai