Restorasi Gigi Sulung Anak: GIC & SSC
Restorasi Gigi Sulung Anak: GIC & SSC
Di Susun Oleh:
Gusti Ayu Andrani. SKG
Ihsan Firdaus. SKG
(2013-16-089)
(2013-16-090)
Pembimbing:
Drg. Rizki Dwiandhana SP.KGA
KATA PENGANTAR
Assalamuallaikum Wr. Wb
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan rahmat dan
hidayah-nya sehingga dapat terselesaikannya refrat pedodontia..
Dengan terselesainya refrat ini, Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya kepada :
1. Drg.Rizki Dwiandhana Sp.KGA selaku dosen pedodontia ,yang manadalam pembuatan
makalah telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan.
2. Ayah dan Ibu tercinta, yang telah membantu baik secara moral maupun materil, sehingga
dapat terselesaikan makalah ini.
3. Seluruh teman teman, yang telah mendukung Penulis untuk menyelesaikan refrat ini.
Demi perbaikan makalah ini, Penulis meminta saran dan kritikan dari semua pihak yang
sifatnya membangun demi perbaikan makalah ini sendiri.
Akhir kata dari Penulismengucapkan semoga makalah ini bermanfaat serta dapat
mencapai tujuan untuk pencerdasan bangsa. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampain
kalimat serta informasi pada makalah. Semoga Bermanfaat.
Wasallamuallaikum Wr. Wb.
DAFTAR ISI
ISI
HALAMAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI..
DAFTAR GAMBAR..
BAB.I:
PENDAHULUAN
BAB.II:
TINJAUAN PUSTAKA
II.1
II.2
12
18
18
18
BAB.III:
LAPORAN KASUS.
21
BAB.IV:
KESIMPULAN
29
DAFTAR PUSTAKA..
30
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR
HALAMAN
11
14
14
15
15
16
17
18
19
19
20
22
22
22
24
GAMBAR.21 Post operatif stainless steel crown pada gigi 74 dan 84,
restorasi GIC pada gigi 75 dan 85
24
24
BAB.I
PENDAHULUAN
Pada dunia modern masyarakat memiliki kesadaran akan kosmetik, gigi putih dengan
kontur yang baik dan tersusun rapi merupakan suatu standar kecantikan. Gigi tersebut tidak
hanya dianggap menarik, tapi juga menunjukan kesehatan nutrisi, harga diri, kebanggan terhadap
kebersihan dan status ekonomi. Hal ini tidak hanya dibutuhkan oleh pasien dewasa saja namun
juga oleh pasien anak-anak.
Tingginya tingkat karies pada anak menyebabkan gigi pada anak perlu dilakukan
restorasi. Banyak yang harus dipertimbangkan sebelum memilih restorasi yang baik pada gigi
sulung. Faktor estetis adalah salah satu hal yang harus dipertimbangkan terutama untuk gigi
anterior. Pada kasus ini pasien mengalami kehilangan gigi beberapa anterior sulung oleh sebab
itu dipilih perawatan berupa fiber reinforced composite bridge yang berguna sebagai space
maintainer. Selain faktor estetis faktor kekuatan restorasi juga dipertimbangkan saat memilih
perawatan dan pada kasus ini juga terdapat gigi posterior yang mengalami kerusakan dan dipilih
stainless steel crown dan tambalan GIC. Oleh sebab itu penulis dalam refrat ini ingin membahas
mengenai restorasi gigi sulung yaitu fixed space maintainer, Restorasi GIC dan Stainlees Steel
Crown .
BAB. II
TINJAUAN PUSTAKA
5.
6.
7.
8.
lebih lanjut.
Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit.
Daya larut yang rendah.
Bersifat translusent atau tembus cahaya.
Perlekatan bahan ini secara fisika dan kimiawi terhadap jaringan dentin dan email.
Disamping itu, glass ionomer cement juga bersifat biokompatibilitas, yaitu menunjukkan
efek biologis yang baik terhadap struktur jaringan gigi dan pulpa. Kelebihan lain dari bahan ini
yaitu glass ionomer cement mempunyai sifat anti bakteri.
Indikasi GIC:
1. Lesi erosi servikal, kemampuan semen glass ionomer untuk melekatkan secara
kimiawi dengan dentin, menyebabkan semen glass ionomer saat ini menjadi pilihan utama
dalam merestorasi lesi erosi servikal. Bahan ini juga memiliki kekerasan yang cukupuntuk
menahan abrasi akibat sikat gigi.
2. Sebagai bahan perekat atau luting (luting agent), Karena semen glass ionomer ini memiliki
beberapa
keunggulan
seperti
ikatannya
dengan
dentin
dan
email.
Aktivitas
kariostatik, flow yang lebih baik, kelarutan yang lebih rendah dan kekuatan yang lebih besar
maka sebagai luting agent semen ini diindikasikan untuk pasien dengan frekuensi karies
tinggi atau pasien dengan resesi ginggiva yang mememrlukan kekuatan dan aktifitas
kariostatik misalnya pada pemakai mahkota tiruan ataupun gigi tiruan jembatan.
3. Semen glass ionomer dapat digunakan sebagai base atau liner di bawah tambalan komposit
resin pada kasus kelas I, kelas II, kelas III, kelas V dan MOD. Bahan ini berikatan secara
mikromekanik dengan komposit resin melalui etsa asam dan member perlekatan tepi yang
baik. Perkembangan dentin bonding agents yang dapat member perlekatan yang baik antara
dentin dan resin hanya dapat digunakan pada lesi erosi servikal. Bila kavitasnya dalam atau
luas, bonding sering kali gagal. Untuk memperbaiki mekanisme bonding dan melindungi
pulpa dari iritasi semen glass ionomer digunakan sebagai bahan sub bonding
4. Sebagai base yang berikatan secara kimiawi di bawah restorasi amalgam mempunyai
kerapatan tepi yang kurang baik sehingga dengan adanya base glass ionomer dapat
mencegah karies sekunder terutama pada pasien dengan insidens karies yang tinggi. Dalam
keadaan sperti ini, proksimal box diisi dengan semen cermet sampai ke dalam 2 mm dan
sisanya diisi amalgam.
5. Restorasi gigi susu. Penggunaan semen glass ionomer pada gigi susu sangat berguna dalam
mencegah terjadinya karies rekuren dan melindungi email gigi permanen.
6. Tahan dalam jangka waktu yang lama.
7. Restorasi pada lesi erosi/abrasi tanpa preparasi kavitas.
8. Restorasi lesi karies klas V dan restorasi lesi karies klas III, diutamakan yang aksesnya dari
lingual/palatal sebelum melibatkan bagian labial
Kontraindikasi semen ionomer kaca, yaitu:
lurus pada dinding axial dan dalammya sama pada setiap sisi. Melebarkan sampai
enamel yang sehat, kita harus berusaha supaya dinding jangan menjadi terlalu tipis.
Kavitas dibuat sedemikian rupa hingga tambalan tidak dapat lepas.
Pergunakanlah bur bundar kecil nomer atau no 1 disepanjang gingivo-axial dan
inciso-axcial line angel untuk membuat retensi pada tambalan. Penting juga
membuat retensi berupa undercut pada ujung-ujung dari dinding incisal dengan
mempergunakan burbundar kecil no atau 2 kecil.
Pinggiran enamel harus licin dan membundar. Jika pinggiran belum licin kita
dapat menggukan bur fissure atau bur bundar. Setelah prevarasi kavitas selesai
kavitas dibersihkan , lalu kavitas diisi menggunakan GIC.
11
12
Perlindungan pulpa
Pembuangan jaringan karies yang telah mencapai dentin cukup dalam sebaiknya ditutupi
dengan kalsium hidroksida, yang berfungsi melindungi pulpa terhadap iritasi.
dipilih harus cukup besar untuk disisipkan diantara gigi di bawah gingival margin dan sedikit
bisa berotasi
2.
Pemotongan SSC
Letakkan SSC yang sudah dipilih di atas gigi yang telah dipreparasi.
bila terlalu besar atau kecil, SSC tidak dapat memasuki sulkus gingiva.
Tentukan kelebihan SSC, kemudian buang dengan stone bur atau potong
dengan gunting.
jika gingiva terlihat pucat berarti SSC masih kepanjangan dan perlu pemotongan bagian
servikalnya.
3.
Pembentukan SSC
Diperlukan tang tang khusus :
Tempatkan tang dengan paruh cembung sebelah dalam dan paruh cekung sebelah luar mahkota
yang akan dibentuk. Bagian bukal dan lingual serta servikal dibentuk dengan konfigurasi yang
sesuai dengan giginya. Bagian servikal harus benar menempel pada posisi gigi untuk
mendapatkan retensi yang maksimal.
4.
Penghalusan SSC
Penghalusan merupakan langkah terakhir dan penting jika SSC telah sesuai. Permukaan kasar
akan mengiritasi gingiva dan memudahkan penumpukan plak. Untuk tindakan ini daerah margin
SSC diasah ke arah gigi supaya pinggirnya tidak mengiritasi gingiva, kemudian dihaluskan dan
dilicinkan dengan stone bur atau rubber wheel
Gambar.11:Penghalusan SSC
Sumber : (ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown)
5.
Pemasangan SSC
15
Setelah gigi selesai dipreparasi, SSC dipersiapkan, gigi dikeringkan dan diisolasi dengan
gulungan kapas. Saliva ejektor dipasang agar gigi tetap kering dan bebas dari saliva. Gunakan
adhesif semen misalnya polikarboksilat, diaduk sampai konsistensi seperti krim dan dialirkan ke
dinding sebelah dalam SSC hingga hampir penuh. Pasang SSC dari lingual ke bukal, tekan
dengan jari sampai posisi yang tepat kemudian pasien disuruh menggigit dengan wooden blade
diletakkan di atas gigi tersebut.
II.2 Fix Space Maintainer
II.2.A Definisi Fix Space Maintainer
Fix Space Maintainer adalah space maintainer yang dipasang secara fix/cekat pada gigi
penyangga dengan cara penyemenan sehingga pasien tidak dapat melepaskannya sendiri berbeda
degan space maintainer lepasan yang dapat dilepas pasang oleh pasien.
II.2.B Indikasi dan Kontraindikasi Fixed Space maintainer:
Indikasi penggunaan space maintainer antara lain:
1. Apabila terjadi kehilangan gigi sulung dan gigi penggantinya belum siap erupsi menggantikan
posisi gigi sulung tersebut dan analisa ruang menyatakan masih terdapat ruang yang
memungkinkan untuk gigi permanennya.
2. Jika ada kebiasaan yang buruk dari anak, misalnya menempatkan lidah di tempat yang kosong
atau menghisap bibir maka pemasangan space maintainer ini dapat diinstruksikan sambil
memberi efek menghilangkan kebiasaan buruk.
3. Adanya tanda-tanda penyempitan ruang
4. Kebersihan mulut (OH) baik.
.
Adapun kontra indikasi space maintainer antara lain:
1. Tidak terdapat tulang alveolar yang menutup mahkota gigi tetap yang akan erupsi.
2. Kekurangan ruang untuk erupsi gigi permanen
3. Ruangan yang berlebihan untuk gigi tetapnya erupsi
4. Kekurangan ruang yang sangat banyak sehingga memerlukan tindakan pencabutan dan
perawatan orthodonti
16
gigi abutment bagian posterior mengalami karies yang luas dan memerlukan
restorasi mahkota.
17
b.
gigi abutment pernah mendapatkan perawatan pulpa yang mana dalam kasus
Keuntungan:
ekonomis
18
Pada keadaan saat distal shoe merupakan kontra indikasi, perawatan yang dapat
dilakukan yaitu dengan menggunakan alat yang removable atau cekat yang tidak memasuki
jaringan tetapi memberi tekanan pada ridge mesial molar permanen yang belum erupsi.
4. Lingual Arch
maintainerpilihan
setelah
kehilangan banyak
gigi pada
lengkung RA/RB, terutama jika insisivus permanen RB terlihat crowded. Alat ini
digunakan sebagai space maintainer bilateral cekat pada RB dan bersifat pasif karena
tidak dapat diatur begitu disemen pada molar dua sulung.
Adapun keuntungan dari alat ini yaitu karies gigi rendah, ekonomis, dan adaptasi dengan
pasien lebih baik.
b. Alat Nance rahang atas
Alat Nance digunakan ketika satu atau lebih molar susu tanggal secara dini pada rahang
atas. alat ini didesain seperti pada lingual arch soldering kecuali pada bagian anterior
19
kawat tidak menyentuh permukaan lingual pada gigi depan atas, kawat lingual dapat
mengikuti bentuk palatum dan kawat yang digunakan berukuran 0.025 inchi.
pada penggunaan space maintainer jenis lingual arch ini pasien harus diperiksa secara
periodic untuk memastikan bahwa kawat lingual tidak mengganggu erupsi dari gigi C dan
P, serta tidak mengganggu jaringan palatum.
BAB. III
LAPORAN KASUS
Membuat Senyum pada Anak Usia 5 Tahun : Laporan Kasus
Pendahuluan
20
Restorasi dari kerusakan parah gigi sulung depan rahang atas oleh karena trauma atau karies,
merupakan suatu tantangan bagi dokter gigi anak. Restorasi estetik dari gigi sulung depan dapat
menantang terutama karena ukurannya yang kecil, jarak yang dekat antara pulpa dengan
permukaan gigi, enamel dan area permukaan yang relatif lebih tipis untuk bonding, masalah
terkait dengan kebiasaan anak dan biaya akhir dari perawatan. Untuk rekontruksi atau
penggantian dari gigi sulung depan ini, sangat penting untuk memilih bahan yang tidak mahal,
dapat diletakan dalam satu kunjungan dan memiliki umur panjang untuk bertahan sampai
sebelum erupsi gigi penggantinya tanpa mengganggu proses erupsi gigi yang normal.
Pada dunia modern masyarakat memiliki kesadaran akan kosmetik, gigi putih dengan
kontur yang baik dan tersusun rapi merupakan suatu standar kecantikan. Gigi tersebut tidak
hanya dianggap menarik, tapi juga menunjukan kesehatan nutrisim, harga diri, kebanggan
terhadap kebersihan dan status ekonomi.
Beberapa variasi estetik pilihan tersedia untuk restorasi atau menggantikan gigi sulung
dan itu tergantung dari praktisi untuk menentukan pilihan yang terbaik dari setiap keadaan
individu. Untuk penggantian gigi sulung depan, gigi tiruan lepasan sering direkomendasikan
untuk pasien yang sangat muda tergantung pada keluhan pasien. Gigi tiruan ini dapat
dimodifikasi ketika diperlukan dengan menambah atau mengurangi resin akrilik. Pengganti dari
gigi sulung rahang atas depan yang hilang dapat dibuat menggunakan fiber reinforced composite
bridge, sebuah alternatif lain untuk gigi tiruan lepasan.
Laporan Kasus
Seorang anak berusia 5 tahun, datang ke departemen pedodonsia dengan keluhan utama
rasa sakit pada gigi bawah kanan belakang dan orang tuanya juga memperhatikan tentang
estetiknya juga dan meminta untuk penggantian dari gigi sulung depan atas nya.
21
Riwayat penyakit dari anak tersebut tidak memperlihatkan adanya masalah yang spesifik.
Rekam medik giginya lamanya mengindikasikan pencabutan dari gigi insisif central dan lateral
sulung (51,52,61 dan 62) oleh karena karies.
Pemeriksaan klinis memperlihatkan kerusakan pada gigi sulung molar pertama rahang
atas kanan dan kiri (54 dan 64), kaninus sulung rahang bawah kiri (73), gigi sulung molar
pertama bawah kanan dan kiri (74 dan 84), dan molar kedua (75 dan 85) dan atrisi dari gigi
sulung insisif rahang bawah (71, 72, 81 da 82) seperti yang diperlihatkan pada gambar 17 sampai
19.
22
Evaluasi Radiografi
Radiografi periapikan intraoral telah dilakukan dan memperlihatkan karies yang dalam
pada 54, 64, 74, 84 perawatan pulpa telah direncanakan yang kemudian diikuti dengan mahkota
stainless steel.
Rencana Perawatan
Perawatan Pulpa telah dilakukan pada gigi 71, 72, 81 dan 82 yang atrisi diikuti dengan
pembuatan composite. Pembersihan karies telah dilakukan pada gigi 73, 75 da 85 dan direstorasi
menggunakan glass ionomer cement.
Sebuah cetakan dibuat dengan menggunakan alginet untuk membentuk fiber reinforced
composite bridge untuk menggantikan kehilangan gigi 51, 52, 61 dan 62. Pada kasus ini, penting
untuk mengambil cetakan seluruh rahang karena adanya kebutuhan untuk memiliki model
antagonis dan memproses dengan tehnik artikulasi. Cetakan dicor dengan menggunakan dental
stone material dan kemudian hasil cetakan di artikulasikan.
Keempat gigi yang digantikan terbuat dari komposit dan memperoleh estetik yang baik
secara alami, sebuah sistem restorasi komposit yang digunakan mengandung nuansa enamel dan
dentin yang berbeda.
Setelah mengecek oklusi dari gigi depan, gigi tersebut direkatkan satu sama lain dengan
bantuan stainless steel wire dengan membuat groove lingual pada keempat gigi dan mengisinya
dengan komposit. Gigi komposit ini bersama sama berfungsi sebagai pontic.
Pengukuran panjang fiber splint terbentuk dari wire tipis. Wire di adaptasikan pada model
kerja dan di diperpanjang hingga sepertiga tengah pada setiap abuntment dan melintasi area
pontic persis dibawah incisal edge. Wire diratakan dan digunakan sebagai pola, untuk
mendapatkan panjang yang tepat dari wire yang dibutuhkan maka dilakukan pengukuran.
Seseorang harus menghindari berkontak dengan fiber splint sampai splint dibasahi
dengan
resin
perekat
dengan
menggunakan
tangan,
karena
kontak
apapun
dapat
Setelah mendapatkan ukuran yang tepat, dilakukan isolasi terhadap gigi dengan
menggunakan cotton rol dan permukaan enamel dietsa dengan bahan etsa pada permukaan
lingual. Setelah dibilas, permukaan dikerikan dengan udara, secara visual diperiksa untuk asam
etsa yang tepat dan dilapisi dengan lapisan bonding agent dan light cured. Material penguat,
diletakkan disamping untuk beradaptasi pada gigi abutment dan dibasahi dengan bonding agent
dan selapis tipis bahan restorasi microhybrid diletakan pada bagian lingual dari gigi abutment
pada mulut pasien. Komposit berfungsi sebagai lem dan menahan fiber selama dia beradaptasi.
Dengan menggunakan instrument, wire telah beradaptasi dengan tepat dan kelebihan komposit
dibuang sebelum di light cure. Bagian kedua dari fiber splint digunakan pada regio pontic pada
tahap ini dan ditambahkan dengan bonding agent kemudian dibawa kedalam mulut pasien.
Sejumlah kecil komposit diaplikasikan pada fiber, atasnya pontic diletakkan pada posisi yang
tepat dan fiber ditekan melalui lapisan komposit yang belum di sinar dari bagian lingual di
daerah interproximal antara gigi komposit kemudian disinari.
Sekali bridge sudah diletakkan, itu akan bertahan dengan kuat pada posisinya. Oklusi
telah diperiksa sebelum dilakukan penyelesaian dan pemolesan. Hasil terakhir didapatkan bridge
dengan adaptasi yang baik dengan hasil estetik yg alami (gambar 20 sampai 22).
Setelah 6 bulan, tidak ada masalah yang muncul. Ikatan space maintainer segera
memperbaiki fungsi estetik dan dapat diterima dengan baik oleh anak anak.
Diskusi
Untuk menghindari bebagai maloklusi oleh karena kehilangan dini gigi sulung, praktisi
klinis dapat menyarankan berbagai jenis maintainer (lepasan atau cekat), tergantung pada tahap
pertumbuhan gigi geligi anak, keterlibatan lengkung dan lokasi dari gigi sulung yang hilang.
24
Gambar.21: post operatif stainless steel crown pada gigi 74 dan 84,
restorasi GIC pada gigi 75 dan 85.
Space maintainer lepasan memiliki keuntungan tertentu, seperti lebih mudah untuk
dibersihkan dan memberikan pemeliharaan oral hygiene yang lebih baik, mereka dapat
digunakan sesuai kehendak pasien dan dapat rusak atau hilang dengan mudah, jika mereka tidak
digunakan dengan baik maka akan kurang efektif. Sebaliknya, pada alat cekat, jika didesain
dengan baik, akan sedikit memberikan kerusakan pada jaringan mulut dan digunakan terus
menerus dalam waktu yang lebih lama.
25
Penggantian dari gigi depan sulung yang hilang dapat dilakukan dalam beberapa pilihan
terapi yang berbeda. Fiber reinforced composite bridge, mewakili salah satu dari pilihan ini,
denga banyak kelebihan termasuk daya rekat, kemudahan dalam pembuatan, mudah diperbaiki
dan relatif tahan lama. Tehnik ini dianggap sebagai prosedur non-invasif dan mudah dilakukan
pada pasien anak.
Penggunaan komposit untuk membentuk gigi sulung merupakan aspek terakhir yang
penting, dengan opalesens, translusensi dan opasitas yang alami.
Kebanyakan alat yang digunakan pada hari ini mempertahankan panjang lengkung, tapi
sering mengabaikan aspek fungsi dari gigi sulung.
Mengganti gigi insisif sulung dengan bridge merupakan pilihan yang baik, tapi solusi ini
tidak realistis karena harga yang terlalu tinggi, dan gigi harus dikurangi, gigi yang berdekatan
dapat merupakan gigi permanen dan waktu pengerjaannya terlalu lama untuk anak anak. Fiber
reinforced composite bridge dapat digunakan sebagai alternatif sebagaimana harganya yang lebih
murah dan pengerjaannya lebih cepat.
Space
maintainer
mempertahankan
yang
ruang,
baik
sebaiknya
mencegah
erupsi
memberikan
yang
banyak
berlebih
dari
kualitas
gigi
yaitu:
antagonis,
Bridge ini mewakili suatu alternatif yang menarik terhadap metal bridge konvensional.
Mereka dapat secara langsung atau tidak langsung menggunakan gigi plastik buatan atau gigi
yang avulsi atau dengan pembuatan langsung gigi resin komposit dengan atau tanpa veneer
porselen.
Penggunaan resin komposit yang tidak kuat sebagai materi struktur untuk bridge sering
sekali berakhir dengan fraktur. Komposit merupakan materi yang rapuh dan menggandung
gelembung, retak dan kecacatan lainnya yang menyebabkan atau memfasilitasi persebaran fissur
dan fraktur. Hal ini telah di demonstrasikan bahwa penguatan resin komposit dengan penggunaan
fiber meningkatkan ketahanan dan resistensi terhadap fraktur. Kombinasi dari estetik, resin
komposit yang tahan lama, bahan fiber yang kuat memberikan pilihan baru untuk pembuatan
bridge komposit span pendek.
Sedapat mungkin, a fiber reinforced composite bridge sebaiknya dibuat di luar mulut
untuk memperoleh pemolesan, tingkat konversi polimerisasi dan adaptasi yang lebih baik.
Kesimpulan
Tehnik pembuatan fiber reinforced composite bridge yang ditunjukan pada artikel ini
menyarankan sebuah pilihan tindakan yang baru untuk menggantikan kehilangan gigi
sulung.
Tehnik ini lebih memperhatikan estetik, fungsi dan kenyamanan dari pada alat lepasan.
Ini lebih mudah direkatkan, dan lebih menyanangkan dari segi estetis dengan tidak
adanya bayangan metal.
Ini dapat dianggap sebagai perawatan sementara yang bertahan lama.
27
BAB.IV
KESIMPULAN
Glass Ionomer Cement (GIC) merupakan salah satu jenis bahan yang biasanya digunakan
dalam kedokteran gigi sebagai bahan tumpatan dan semen perekat. Beberapa kasus karies yang
menggunakan bahan tumpatan glass ionomer cement yaitu: karies yang menyerang permukaan
28
serviks gigi yang disebabkan oleh abrasi (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi
kelas V), karies yang terdapat pada akar, karies yang menyerang permukaan aproksimal gigi-gigi
anterior (yang menurut klasifikasi G.V. Black termasuk lesi kelas III) dan penutupan pit atau
fisur (fissure sealant ). Menurut laporan kasus pada makalah ini adanya indikasi penggunaan
Stainless steel crown (SSC).
Stainlees steel crown (SSC) adalah mahkota logam yang dibuat oleh pabrik dalam
berbagai ukuran dan mempunyai bentuk anatomis sesuai gigi asli. Materialnya mengandung
18% chromium dan 8% nikel. Stainless steel crown telah terbukti keberhasilannya sebagai bahan
restorasi pada gigi sulung dengan karies meluas.
Space
maintainer
yang
baik
sebaiknya
memberikan
banyak
kualitas
yaitu:
mempertahankan ruang, mencegah erupsi yang berlebih dari gigi antagonis, mengembalikan
fungsi pengunyahan fisiologis, memberikan pertumbuhan maksila yang fisiologis, harus bersih,
memiliki daya tahan yang baik dan harga yang murah. SM yang digunakan pada laporan kasus
ini adalah fiber reinforced composite yaitu space maintainer yang digunakan secara fix atau cekat
pada gigi sulung.
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.
5.
Baum l. Buku ajar ilmu konservasi gigi. Ed. 3. Jakarta : EGC. 1997
Van beek. Morfologi gigi, penuntun bergambar. Ed. 2. Jakarta : EGC. 1996
Aswal D. Penuntun praktikum operatif dentistry. Medan : USU Press. 2011
Batubara F. klasifikasi dan evaluasi klinis GIC. Medan : USU Press.2011
Dalimunthe F. pertimbangan yang mendasari segi estetik estetik pada tumpatan komposit gigi
anterior. Medan : USU Press. 2002
29
6. ocw.usu.ac.id/course/.../pdi705_slide_stainless_steel_crown
7. Graber TM. Orthodontict principles and practice. Ed3rd. W.B. Saunders Co:Philadelphia;1972
8. Hprimaywati. Diakses pada tanggal 04 juli
www.google.com/search/Spacemaintainer.
9. Mohita marwaha. Et.all. international journal of children pediatric dentistry Building up a
smile in a 5 years old, case report hal: 151-154. May-Agustus 2012.
30