P. 1
Contoh Perhitungan Epidemiologi Penyakit Infeksi Pada Kasus Tuberkulosis

Contoh Perhitungan Epidemiologi Penyakit Infeksi Pada Kasus Tuberkulosis

|Views: 2,574|Likes:
Dipublikasikan oleh I Komang Candra Wiguna
Berikut adalah contoh perhitungan prevalensi, angka insiden, SER, CDR, proporsi, dan SDR pada penyakit tuberkulosis.

Download: http://adf.ly/ZTwL4
Berikut adalah contoh perhitungan prevalensi, angka insiden, SER, CDR, proporsi, dan SDR pada penyakit tuberkulosis.

Download: http://adf.ly/ZTwL4

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: I Komang Candra Wiguna on May 22, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/18/2014

Contoh Perhitungan Epidemiologi Penyakit Infeksi Pada Kasus Tuberkulosis

Alkisah di suatu puskesmas yang bernama Puskesmas Astina bertugaslah seorang pemuda bernama Made Bima SKM, ia diangkat menjadi pemegang program TB mulai 1 Januari 2009, pada saat setiap pejabat lama memberikan data sebagai berikut: jumlah penderita TB paru BTA (+) yang sedang menjalani pengobatan sebanyak 96 orang, jumlah penduduk sebanyak 81.000 jiwa dan dinas kesehatan setempat memberikan target penemuan TB paru BTA (+) sebesar 150 per 100.000 pddk. Setelah 6 bulan mengemban tugas tersebut diketahui bahwa 24 orang dari penderita TB paru yang menjalani pengobatan pada awal tugas tidak menyelesaikan pengobatan karena berbagai alasan dan 3 orang di antaranya meninggal pada akhir Januari karena TB, sedangkan yang lain sudah dinyatakan sembuh oleh dokter puskesmas, di samping itu Made Bima SKM berhasil menjaring 540 suspek TB dan mendapatkan 72 orang kasus baru TB BTA (+) tetapi ada 8 orang yang menolak menjalani pengobatan karena merasa penyakitnya disebabkan oleh “leak” sehingga lebih memilih berobat ke “jero balian”. Pada saat menulis laporan tahunan per 31 Desember 2009 menjelang tengah malam didapatkan data sebagai berikut: dari semua penderita TB baru di semester I yang bersedia berobat, ada 20 orang yang tidak menyelesaikan program pengobatan di mana 2 orang di antaranya meninggal karena TB, sedangkan yang lainnya sudah dinyatakan sembuh. Pada semester II tugasnya Made Bima SKM berhasil menjaring 420 suspek TB dan mendapatkan 36 kasus baru TB BTA(+), berkat kegigihannya 36 kasus baru tersebut bersedia ikut program pengobatan tetapi sampai laporan tahun 2009 ditulis mereka masih menjalani pengobatan. Selama tahun 2009 tidak ada kasus TB BTA (-) yang dilaporkan. Data lain yang didapatkan adalah jumlah kematian di kecamatan tersebut selama 2009 sebanyak 738 orang sedangkan kelahiran sebanyak 1834 orang dan tidak ada penduduk yang pindah.

Pertanyaan:
1. Hitunglah Angka Insiden TB paru BTA(+) Puskesmas Astina Tahun 2009! 2. Hitunglah Angka Prevalen TB paru BTA (+) Puskesmas Astina per 31 Desember 2009! 3. Hitunglah SER Puskesmas Astina Tahun 2009! 4. Berdasarkan target penemuan TB paru BTA (+) yang dibebankan pada Puskesmas Astina hitunglah jumlah kasus baru yang seharusnya ditemukan selama Tahun 2009 dan berapa suspek yang idealnya ditemukan untuk memenuhi target tersebut! 5. Hitunglah CDR Puskesmas Astina Tahun 2009 kemudian bandingkan dengan target Indonesia sehat 2010, setelah itu berikanlah pendapat saudara! 6. Hitunglah proporsi TB BTA (+) di antara suspek Puskesmas Astina tahun 2009 dan interpretasikanlah hasil tersebut! 7. Hitunglah Angka Kesembuhan TB Puskesmas Astina Tahun 2009 kemudian bandingkanlah dengan target Indonesia Sehat 2010, setelah itu berikanlah pendapat saudara! 8. Hitunglah SDR karena TB Puskesmas Astina Tahun 2010!

Jawab:
DATA PUSKESMAS ASTINA Data awal tahun 2009 Jumlah penduduk : 81.000 jiwa Jumlah penderita TB BTA (+) : 96 orang Target penemuan TB BTA (+) : 150 per 100.000 penduduk Data pertengahan tahun (semester 1) Dari 96 orang yang menjalani pengobatan TB di awal tahun Sembuh : 72 Masih menderita TB : 21 Meninggal :3 Suspek baru : 540 orang Kasus baru TB BTA (+) : 72 namun 8 orang menolak menjalani pengobatan Data akhir tahun 2009 Dari 64 orang yang menjalani pengobatan TB di awal tahun Sembuh : 44 Masih menderita TB : 18 Meninggal :2 Suspek baru : 420 Kasus baru TB BTA(+) : 36 Jumlah kematian penduduk : 738 Jumlah kelahiran penduduk : 1834

PERHITUNGAN
1. Insiden TB BTA (+) thn 2009 = = = = = = = 133 per 100.000 penduduk

2. AP TB BTA (+) per 31 Des 2009

= = = = 101 per 100.000 penduduk

3. SER

= = = = 1016 per 100.000 penduduk

4. Jumlah kasus yang diharapkan = = = 122 kasus baru Sespek ideal = = = 1.220 suspek 5. CDR = = = 88,9% Jika dibandingkan dengan target CDR untuk Indonesia Sehat 2010 yang sebesar 70% maka CDR Puskesmas Astina tahun 2009 telah melampaui target yang ditetapkan. 6. Proporsi TB BTA (+) = = = 11,3% Proporsi TB BTA (+) di antara suspek di Puskesmas Astina pada tahun 2009 sudah ideal sesuai pedoman penanggulangan TB karena proporsinya berada dalam rentang 5-15% 7. Angka kesembuhan = = = = 59,2% Target angka kesembuhan untuk Indonesia Sehat 2010 adalah sebesar 80%. Jika dibandingkan dengan angka kesembuhan di Puskesmas Astina tahun 2009 maka angka kesembuhannya masih belum mencapai target

8. SDR TB

=

= = = 6,2 per 100.000 penduduk

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->