K3LL Spbu
K3LL Spbu
: Mohammad Hasan Syukur : 19741115 200411 1 001 : Surabaya, 15 November 1974 : Pusdiklat Migas : Widyaiswara Muda : S1 Teknik Kimia - ITS S2 Teknik Perminyakan - ITB
Alamat : Jl. Delima 19 Griya Mustika Sejahtera Karangboyo, Cepu Keluarga : K/2 Istri : Endri Wahyuni, S.Si, MT 1. Fidela Sandrina Syahru Shoumi (4,5 tahun) 2. Hanif Sandriano Shiddiq (3 tahun)
2000- 2003 Sales Engineer 2004 sekarang Pusdiklat Migas 2004 2005 Laboratorium Proses 2005 2008 Kilang 2008 - 2010 Laboratorium Minyak Bumi
Pendekatan K3
Hukum Kemanusiaan Ekonomi Philosophy Keilmuan
7
Pendekatan K3
Pendekatan Hukum
Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja
K3 merupakan ketentuan perundangan . K3 wajib dilaksanakan Pelanggaran thd K3 dpt dikenakan sangsi pidana (denda/kurungan) Tujuan : Melindungi TK dan orang lain, asset dan lingkungan hidup
Pasal 86: pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 87:
setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.
Pendekatan K3
Pendekatan Kemanusiaan
Kecelakaan menimbulkan penderitaan bagi sikorban/ keluarganya. K3 melindungi pekerja dan masyarakat K3 bagian dari HAM
11
Pendekatan Ekonomi
Pendekatan K3
K3 mencegah kerugian Meningkatkan produktivitas
12
Safe Production
13
Philosophy
Upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.
14
HAZARD
bahan-bahan , bagian-bagian mesin, bentuk energi, metode kerja atau situasi kerja.
15
Physical Hazards Chemical Hazards Electrical Hazards Mechanical Hazards Physiological Hazards Biological Hazards Ergonomic
16
DANGER
adalah suatu kondisi sumber bahaya telah ter-identifikasi dan telah dikendalikan ke tingkat yang memadai (Aman/safe)
17
Difinisi
adalah : Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda
18
Difinisi
Catatan : Kecelakaan kerja tidak selalu diukur adanya korban manusia cidera atau mati.
19
Adalah : SUATU KEJADIAN TIDAK DIDUGA (INSIDENT) YANG MENGAKIBATKAN KACAUNYA PROSES PEKERJAAN / PRODUKSI YANG DIRENCANAKAN SEBELUMNYA
Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan. Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement. Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang sudah baku seperti Check List, JSA, JSO,What If, Hazops, dsb. Semua hasil identifikasi Bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan setiap kegiatan.
20
Meningkatkan kesadaran K3 bagi pekerja Promosi K3 Meningkatkan pengawasan K3 Meningkatkan KEPEDULIAN masyarakat tentang K3
21
Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap SDM K3 dgn mewajibkan pendidikan K3 dalam setiap fase jabatan Menerapkan Sistem Manajemen (SMK3) di setiap perusahaan Mengefekt ifkan fungsi dan peran Pengawas dan Pelaksana K3
22
Memberikan perhatian penuh pada faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, corrective action, review dan kebijakan Menjamin keselamatan alat, pesawat, mesin dan peralatan produksi Up date Manual Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta SOP
23
a.
b.
Pengawasan Administratif Pengawasan Operasional Inspeksi Pemeriksaan Kecelakaan Pengujian Peralatan Pengujian Kondisi Tempat Kerja Pengujian Ijin Operasi
24
Penyuluhan Safety Talk Safety Training Safety Inspection Safety meeting Pemantauan Lingkungan kondisi Kerja Penyedian perlengkapan K3 Audit k3 Program JSA, JSO, dan SOP Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
25
26
27
Mobil tangki diparkir di tempat yang sudah ditentukan Sebelum pembongkaran, transportir melapor kepada petugas/supervisor SPBU Slang pembongkaran dipasang dengan baik APAR diturunkan dan didekatkan kendaraan/ujung dombak Jangan mengisi tangki melalui ruang dombak untuk menghindari tumpahan minyak Selama pengisian, harus dipasang rambu-rambu peringatan, AWAS sedang bongkar BBM
29
Kebakaran Kelas A Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet. Busa dan lainlainnya. Maka media pemadaman kebakaran yang digunakan berupa air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP).
30
Kebakaran Kelas B Kebakaran yang disebabkan oleh bendabenda yang mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus dan lain-lainnya. Maka media pemadaman kebakaran yang digunakan untuk kelas ini berupa pasir dan Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP). Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan diatas sehingga apabila menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana.
31
Kebakaran Kelas C Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa Alat Pemadam kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia kering (DCP). Matikan dulu sumber listrik agar aman dalam memadamkan kebakaran.
32
Pemasangan tulisan : DILARANG MEROKOK, MATIKAN HP SAAT MENGISI BBM, MATIKAN MESIN SAAT PENGISIAN BBM. Identifikasi bahaya yang dapat mengakibatkan kebakaran pada SPBU dan bangunan pendukung : bensin, bio solar, pertamax, karpet, kertas dan lain-lain. Sumber Panas seperti listrik, listrik statis, nyala api rokok dan lain-lain. Penilaian Resiko : resiko tinggi karena merupakan begunan bertingkat dan banyak orang. Monitoring : inspeksi tangki timbun, inspeksi listrik, inspeksi bangunan, inspeksi peralatan pemadam kebakaran, training, Fire Drill / latihan pemadaman kebakaran dan lainlain.
33
34
Dry Chemical powder tipe cartridge kapasitas 9 kg minimal 1 unit di setiap tiang kanopi, kios/kantor, dan gudang Dua unit racun api beroda tipe dry chemical powder kapasitas 70 kg yang ditempatkan di dekat tangki timbun dan tempat pembongkaran. (catatan : jumlah racun api beroda tergantung luas dan sarana di SPBU)
Alat pemadam jenis CO2 untuk ruang genset atau ruang listrik Posisi penempatan alat pemadam kebakaran harus ditentukan sejak awal SPBU beroperasi dan dilarang untuk dipindahkan oleh siapapun tanpa izin dari pengelola SPBU
Di area SPBU harus selalu tersedia alat pemadam kebakaran dalam jumlah yang cukup menurut ketentuan PT PERTAMINA (PERSERO) dan selalu dalam keadaan siap pakai. Alat pemadam harus ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan dan tidak dibenarkan dipindahkan tanpa ijin petugas setempat. Alat pemadam harus diperiksa setiap 6 bulan sekali oleh petugas/perusahaan yang berwenang meliputi : kondisi fisik tabung, kondisi slang dan nozzle, kondisi tepung dan tekanan gas. Hasil dan tanggal pemeriksaan harus dicantumkan pada tabung pemadam. Setiap karyawan SPBU harus memahami dan terlatih menggunakan alat pemadam kebakaran yang tersedia di SPBU.
37
Dilarang membuang limbah minyak dan bahan berbahaya lainnya ke lingkungan dan perairan umum. Dan saluran air harus dilengkapi dengan OIL CATCHER Sumur pantau harus diperiksa setiap hari, bila terjadi kebocoran LAPORKAN dan HARUS DITANGGULANGI Area SPBU dilengkapi dengan penghijauan Setiap ada ceceran minyak maka lakukan penyerapan dengan absorbent atau pasir.
38
39
Tujuan : 1. Sebagai alat DETEKSI dini adanya rembesan BBM dari Under Ground Tank (UGT) 2. Meningkatkan pengawasan/kontrol terhadap operasi SPBU dalam melayani konsumen. 3. Seabgai alat dasar kajian serta pertimbangan dalam menangani permasalahan tuntutan oleh masyarakat sekitar lokasi SPBU 4. Menambah pengetahuan tentang aspek lingkingan bagi masyarakat di sekitar SPBU
40
Jarak Maksimum adalah 1,00 meter di samping/ bagian luar tangki timbun, kedalaman + 0,60 meter di bawah plat dasar tangki timbun Untuk UGT yang dilindungi Plastic resistant Oil, maka posisi sumur pantau di bagian dalam areal penanaman UGT, yang terlindung Plastic resistant Oil
41
Jumlah Tangki Jumlah Sumur Timbun Pantau 2 buah 3 buah 4 buah 1-2 buah 2-3 buah 3-4 buah
Keterangan
Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun Tergantung pada penempatan dan jarak tangki timbun
Dilarang membuang limbah minyak dan bahan berbahaya lainnya secara langsung ke lingkungan sekitar SPBU Saluran air harus dilengkapi dengan oil catcher sebelum menuju ke perairan umum Semua tumpahan/ceceran minyak harus segera dibersihkan dengan bahan penyerap (absorbent) seperti pasir dan sorbent. Bekas kotoran minyak harus dibuang ke tempat yang aman sesuai ketentuan PT PERTAMINA (PERSERO). Limbah pelumas bekas harus dikumpulkan dan ditampung dalam suatu tempat untuk diserahkan pengelolaannya kepada perusahaan pengumpul dan pengolah pelumas bekas yang telah mendapat ijin dari
Sumur pantau harus diperiksa setiap hari secara visual. Pemeriksaan kadar minyak pada sumur pantau secara laboratorium dilakukan secara berkala sesuai dokumen UKL dan UPL. Laporan pemeriksaan sumur pantau harus disampaikan secara berkala ke PT PERTAMINA (PERSERO).
Hindari kontak yang lama dan berulangulang antara BBM dengan kulit. Ganti segera pakaian yang terkontaminasi dengan minyak dan cuci tubuh dengan sabun dan air. Tertelan BBM dapat menimbulkan kecelakaan yang fatal. Jangan coba untuk memuntahkannya tapi harus segera langsung di bawa kerumah sakit. Hindari menghirup uap BBM secara berlebihan. Uap BBM bersifat anesthesis dan jika terhirup dapat menyebabkan
Petunjuk tata cara pembongkaran BBM Tanda dilarang merokok Tanda harus mematikan mesin kendaraan saat pengisian BBM Tanda dilarang menyalakan hand phone/telepon genggam Tanda dilarang menggunakan kamera di area SPBU Rambu peringatan sedang dalam proses pembongkaran BBM Tanda dilarang untuk memasuki area tertentu di SPBU
Grounding system dibuat untuk menghindari terjadinya bahaya kebakaran akibat sambaran petir dan aliran listrik statis. Hal ini diterapkan pada tangki timbun, dispenser, generator, dan sistem kelistrikan. Semua grounding system tersebut harus di periksa setahun sekali. Besar tahanan grounding maksimum yang dipersyaratkan adalah maksimal 7 ohm untuk sarana peralatan non listrik dan maksimal 4 ohm untuk sarana peralatan listrik, kecuali ditentukan lain sesuai spesifikasi peralatan.
Saluran air pada SPBU harus dilengkapi dengan oil catcher untuk memisahkan tumpahan minyak yang masuk ke dalam saluran air. Oil catcher harus terdiri dari sekat/kompartemen untuk memisahkan minyak secara bertahap. Jumlah oil catcher tergantung pada luas areal SPBU
Karyawan atau petugas yang mengetahui terlebih dahulu segera memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam portable yang terdekat (dilarang menggunakan media air). Beritahukan yang lain dengan berteriak KEBAKARAN. Upayakan agar tidak timbul kepanikan pada konsumen atau petugas yang berada di sekitar SPBU. Apabila kebakaran berhasil dipadamkan, buat laporan kejadian di safety log book dan amankan lokasi kejadian untuk
1. Matikan seluruh aliran listrik dan hentikan seluruh kegiatan SPBU 2. Bila kebakaran menimpa mobil konsumen, segera pindahkan ke tempat yang aman, jauh dari tangki pendam 3. Bila kebakaran terjadi pada saat pembongkaran BBM dari mobil tangki, segera hentikan pembongkaran, tutup kerangan, lepaskan slang bongkar, dan evakuasi mobil tangki ke tempat yang aman bila memungkinkan.
4.
5.
6. 7. 8.
Atur dan arahkan orang-orang dan kendaraan bermotor yang ada di SPBU untuk keluar dari SPBU. Blokir lokasi SPBU sehingga semua kendaraan dan orang yang tidak bekepentingan tidak masuk ke SPBU Telepon Petugas Pemadam Kebakaran dan Polisi, serta PT PERTAMINA (PERSERO) terdekat. Laporkan kepada pengelola SPBU dan PT PERTAMINA (PERSERO) terdekat (K3LL dan WP) Apabila pemadaman telah selesai, buat laporan kejadian di safety log book dan amankan lokasi
kendaraan, tutup dombak tangki serta lobang pernafasan tangki pendam dengan karung basah. Siapkan pemadam / racun api yang tersedia.
1. Stop sumber tumpahan 2. Upayakan untuk melokalisir tumpahan dengan pasir, tanah atau sejenisnya untuk menghindari aliran minyak menuju ke jalan umum, bangunan atau saluran drainase dan tidak menyebar di area SPBU. 3. Tampung tumpahan BBM
1. Stop aliran listrik dan seluruh kegiatan di SPBU 2. Beritahukan petugas yang lain. 3. Bila perlu, tutup semua kerangan atau pintu oil catcher untuk menghindari lolosnya tumpahan ke perairan/saluran air umum 4. Amankan lokasi tumpahan dari sumber api (minimal 50 m). 5. Siapkan racun api pada posisi tertentu sesuai arah angin
6.
7.
8. 9.
Hubungi PT PERTAMINA (PERSERO) dan petugas PMK terdekat. Jika perlu hubungi petugas kepolisian untuk mengatur lalu lintas disekitar lokasi Cegah kendaraan memasuki SPBU. Kendaraan yang berada di lokasi SPBU dilarang menghidupkan mesin disekitar tumpahan. Ingatkan konsumen dan masyarakat sekitar lokasi terhadap bahaya yang mungkin timbul Lakukan penanggulangan tumpahan dengan aman dan menggunakan alat-alat yang tidak menimbulkan api.
1. Lakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk korban. 2. Telepon ambulans / rumah sakit terdekat. 3. Stop operasi SPBU apabila diperlukan. 4. Laporkan kepada pengelola SPBU, K3LL dan WP PT PERTAMINA (PERSERO).
Turunkan alat pemadam dari tempatnya Lepaskan selang dari jepitan Pegang horn nozzle dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan menekan pelatuk/pemecah cartridge dengan posisi badan/muka menyamping dari fill cap racun api. Lakukan pengetesan di tempat yang aman terlebih dahulu sebelum maju ke sasaran api dengan posisi nozzle ke atas. Bila alat tersebut baik majulah mendekati api dari arah angin datang (diatas angin) dengan memegang nozzle sudut 45. Padamkan api dengan mengarahkan semburan tepung/serbuk kimia kira-kira 2 meter dari muka sudut tepi api. Majulah perlahan sambil mengibaskan ke kiri dan ke kanan sedemikian rupa sehingga semburan tepung melewati tepian api/batas bagian yang terbakar tertutup dengan sempurna. Perhatikan dengan seksama apakah api benar-benar telah padam. Bila telah padam, mundurlah beberapa langkah dan jangan langsung membelakangi api karena kemungkinan api menyala kembali (flash back) dan akan membahayakan bagi pemakainya. Bila terjadi kebakaran besar dan api tidak dapat dipadamkan dengan APAR, segera hubungi petugas PMK terdekat.
Tarik Alat Pemadam ke lokasi kebakaran sampai jarak aman (+ 5 meter) Tarik slang dan pegang ujung nozzle Tarik kunci pengaman dan tekan tuas kunci untuk menusuk seal Tes alat pemadam dengan membuka nozzle, arahkan ke atas/tempat yang aman. Bila tepung keluar tutup kembali Arahkan slang/nozzle ke api dan kibas-kibaskan sehingga semburan tepung merata menutupi kebakaran
Bila api mati, mundur perlahan-lahan, jangan membalik karena api mungkin menyala kembali Bila api tidak mati, mundur perlahan menjauhi api dan minta bantuan.
Jangan berdiri terlalu dekat dengan api Upayakan selalu berada diatas angin (arah angin tidak berlawanan dengan pemegang alat pemadam) Semburkan tepung dari pangkal api Jangan terkena orang lain yang berada di dekat api Segera mundur bila api tidak mati.
ANDA
64
NO. 1
ITEMS & TINDAKAN Tutup Manhole Periksa packing, baut, agar dalam kondisi lengkap dan kencang
2 3
Sistem Pipa dalam Dombak Pastikan sambungan pipa tidak bocor Fill Pot Pastikan Coupler dan Anchor tidak retak/bocor Setiap hari Cek visual Setiap hari Visual dan Gas Tester
Setiap hari
Setiap hari Setiap minggu Tiga Tahun Tiga Tahun Setiap minggu
WAKTU
METODE
Setiap hari
Cek visual
Dispensing Pump
Pastikan Sump Pump dalam kondisi kering (bebas minyak dan air) Pastikan Automatic Shut Off Nozzle berfungsi dan tidak bocor Pastikan Selang Nozzle dan sambungannya tidak bocor Pastikan Elektro Motor dan terminal dalam kondisi baik (Explosion Proof) Pastikan Pompa Dorong selalu terendam minyak dan instalasi listrik dalam kondisi Gas Proof Preset Counter pada Electronic Digital dalam posisi nol Pastikan Adjuster Counter dalam kondisi tersegel Pastikan Vanebelt dalam kondisi baik dan kencang Jaga tampilan Cover Dispenser tetap baik dan terkunci Bersihkan saringan atau ganti Periksa Veeder Roof ticket printer Periksa Totalizer Gears dan Flax Shafts Periksa shear valves Setiap minggu Setiap hari Setiap hari Setiap minggu Setiap hari Setiap hari Setiap hari Setiap minggu Setiap hari Setiap minggu Setiap 6 bulan Setiap 6 bulan Setiap 6 bulan Buka dan cek visual Cek dan operasikan secara langsung Cek visual Cek visual Cek cover instalasi listrik di tangki Cek pada saat start pengisian Cek visual Cek visual pada saat cover dibuka Cek visual Cek sesuai buku manual Cek sesuai buku manual Cek sesuai buku manual Cek sesuai buku manual
WAKTU
Tiga tahun Tiga tahun Tiga tahun Setiap enam bulan Setiap hari Setiap hari
METODE
Sesuai standar PUIL Sesuai standar PUIL Sesuai standar PUIL Maksimum 4 (empat) ohm Cek visual Dihidupkan tanpa beban Selama 15 menit Sesuai buku manual Cek visual
Pemeliharaan genset dilakukan secara rutin Lampu-lampu penerangan (Kios, Canopy, Taman, Signage, Rambu dan bangunan lainnya) dalam kondisi baik
WAKTU
Kondisional
Kondisional Kondisional Kondisional Kondisional
METODE
Diperbaiki setempat
Diperbaiki setempat Diperbaiki setempat Diperbaiki setempat Diperbaiki setempat
WAKTU
Setiap hari
METODE
Cek visual dan perbaiki
Setiap bulan
Setiap hari Setiap hari Setiap hari Setiap hari
WAKTU
Setiap hari Setiap hari Kondisional
METODE
Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki
WAKTU
Setiap hari
Setiap hari Setiap bulan Setiap hari Setiap hari
METODE
Cek visual dan perbaiki
Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki
WAKTU
Setiap hari Setiap minggu Setiap minggu Setiap enam bulan Setiap minggu Setiap minggu Setiap minggu Setiap tahun
METODE
Cek visual Cek visual Cek visual Cek visual, aduk tepung Cek visual dan bersihkan Cek visual pada manometer Periksa tekanan dan putaran roda Cek visual, cat ulang bila buram
WAKTU
Setiap hari
METODE
Cek visual
WAKTU
Setiap bulan
Setiap tahun
METODE
Cek visual, perbaiki bila rusak
Dengan earthtester
WAKTU
Setiap hari Setiap minggu Setiap hari Setiap bulan
METODE
Cek dan bersihkan Buka/tutup pintu oil catcher, bersihkan bila macet Cek dan bersihkan Bersihkan dan pasang bila belum ada
Setiap hari
3 bulanan atau sesuai UKL/UPL
Cek visual
Analisa laboratorium sesuai UKL/UPL
WAKTU
Setiap bulan
METODE
Test tekanan sesuai standar
Setiap bulan
Setiap bulan Setiap bulan
Setiap tahun
Cek visual
WAKTU
Setiap hari
Kondisional
METODE
Cek visual dan perbaiki
Cek visual dan perbaiki
WAKTU
Setiap hari Setiap hari Setiap bulan
METODE
Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki
Setiap hari
Setiap hari
WAKTU
Setiap hari Setiap hari Setiap hari
METODE
Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki Cek visual dan perbaiki
Setiap hari
Setiap hari
NO. 1 Signage
ITEMS & TINDAKAN Bersihkan dengan detergen & keringkan Periksa lampu-lampu
HARIAN
MINGGUAN
BULANAN X
X 2X X X X X X
Pulau pompa & dispenser Bersihkan lantai pulau pompa Bersihkan penutup panel & kaca dispenser dengan lap dan keringkan Bersihkan dengan lap kering nozzle dan selang pompa Bersihkan dan rapikan meja kasir, letakkan nota/kuitansi & alat tulis di atas meja
NO. 4 Canopy
ITEMS & TINDAKAN Bersihkan tiang canopy dengan deterjen dan keringkan Bersihkan plafon dan listplank canopy dengan deterjen dan keringkan Bersihkan talang air
HARIAN
MINGGUAN X
BULANAN
X X 2X X 2X
Taman Siram tanaman pagi & sore Bersihkan tumbuhan liar Potong rumput dan rapikan dahan pohon Cek gunting rumput, sabit, cangkul, sekop
Periksa lampu-lampu
Bersihkan rambu dan pastikan dapat terbaca dengan jelas
X
2X
NO. 7
ITEMS & TINDAKAN Alat Pemadam Kebakaran Bersihkan alat pemadam dengan lap basah dan keringkan Bersihkan shelter pemadam
HARIAN
MINGGUAN X X
BULANAN
Kantor/Kios Bersihkan lantai teras, kaca, pintu, kusen dan jendela Bersihkan plafon dan listplank Bersihkan furniture Cek kondisi kebersihan keset X X X X X X
Etalase Pelumas (bila tidak ada C-store) Bersihkan kemasan pelumas yang dipajang dan susun rapi Bersihkan kaca etalase dengan cairan pembersih kaca
ITEMS & TINDAKAN Pastikan tersedia air bersih dan gayung Bersihkan bak air
HARIAN 3X
MINGGUAN
BULANAN
2X
X
X 2X X 2X X X
NO. 5 Lantai
HARIAN
MINGGUAN
BULANAN
2X
2X X 2X
NO. 1 Lantai
ITEMS & TINDAKAN Bersihkan dengan sapu dan pel dengan cairan pembersih lantai Cek kondisi kebersihan keset
HARIAN 2X 2X X X X
MINGGUAN
BULANAN
Etalase Bersihkan kaca dengan cairan pembersih kaca Bersihkan barang yang dipajang dengan lap kering Rapikan susunan dan penuhi barang
3 4
Rak Barang Bersihkan dan rapikan barang di atasnya Lemari Pendingin Hilangkan bunga es (defrost) Lap dinding dengan lap kering X X X X 3x
Pintu dan jendela Bersihkan dengan lap basah dan keringkan Bersihkan kaca-kaca pintu dan jendela dengan cairan pembersih kaca
NO.
1 Area pencucian
2xSEHARI
X X X
HARIAN
Pipa dan selang Gulung selang yang tidak digunakan Bersihkan dari lumut dan kotoran X X X X X X
Kantor dan ruang tunggu Susun & rapikan majalah & koran Bersihkan furniture dan rapikan Cek kondisi kebersihan keset Bersihkan kaca-kaca pintu dan jendela dengan cairan pembersih kaca Bersihkan dengan lap basah dan keringkan
NO. 4
2xSEHARI
HARIAN X X X X
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Jadwal Pemeriksaan Rutin dan Pemeliharaan Laporan Kerusakan Kartu Riwayat Alat (Historical Card) Kartu Stok Suku Cadang (spare parts stock card) Berita Acara Pemeriksaan Tanda dan Rambu Peringatan
1.
2. 3.
4. 5. 6.
Menyusun jadwal pemeriksaan harian dan pemeliharaan sarana dan fasilitas SPBU. Jadwal tersebut harus memperhitungkan kebutuhan suku cadang apabila terjadi penggantian, dan dengan mempertimbangkan perkembangan pekerjaan pemeliharaan yang telah dilakukan sebelumnya. Mengimplementasikan jadwal yang telah disusun. Mencatat setiap hasil pemeliharaan pada jadwal dan apabila diperlukan, dilakukan revisi jadwal dibulan berikutnya. Membuat laporan kerusakan apabila menemukan kerusakan. Mengevaluasi kerusakan dan melaporkannya kepada pengelola SPBU. Memperbaiki kerusakan secara internal.
Menunjuk kontraktor, apabila perbaikan tidak sanggup dilakukan secara internal. Apabila dilakukan perbaikan besar, maka harus dilaporkan ke PT PERTAMINA (PERSERO). 8. Membuat Berita Acara Pemeriksaan setelah selesai perawatan dan perbaikan. 9. Mencatat pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan dalam Kartu Riwayat Alat. 10.Melaporkan kepada pengelola SPBU bahwa perbaikan telah dilakukan 100%. 11.Menindaklanjuti laporan kerusakan maksimal 2 (dua) hari kerja.
7.